tuntas.orgBuat Modul Ajar →
BerandaModul Ajar SDBahasa Indonesia › Teks Laporan
SD · Kelas VI · Fase C

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas VI
Teks Laporan

Modul ajar Bahasa Indonesia SD kelas VI materi Teks Laporan lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Kurikulum Merdeka 2025/2026. Unduh Word + PDF atas nama Anda.

Sampul modul ajar Bahasa Indonesia kelas VI materi Teks Laporan
Ringkasan: Teks laporan adalah tulisan yang menyajikan informasi faktual dan objektif dari hasil pengamatan. Ciri-cirinya meliputi faktual, objektif, lengkap, dan menggunakan bahasa baku. Strukturnya terdiri dari judul, klasifikasi umum, deskripsi bagian, dan kesimpulan. Untuk menyusunnya, mulailah dengan observasi, buat kerangka, lalu kembangkan menjadi teks lengkap dengan memperhatikan kejelasan bahasa dan ejaan. Kemampuan ini penting untuk menyampaikan informasi secara kredibel.
Model: Project-Based Learning (PjBL) + PraktikDimensi: Penalaran Kritis, Kreativitas, KomunikasiWord + PDF
Buat & Unduh Modul Ini — GRATISBahasa Indonesia · Teks Laporan · atas nama Anda

1 Capaian Pembelajaran

Kompetensi awal: Peserta didik memiliki pemahaman dasar tentang informasi dari teks sederhana yang pernah dibaca atau didengar.

Pemahaman bermakna: Memahami teks laporan membantu kita menyajikan informasi faktual secara jelas dan objektif, serta mengembangkan kemampuan berpikir kritis dalam mengamati dunia sekitar. Kemampuan ini berguna untuk berbagai situasi, dari tugas sekolah hingga memahami berita.

Pertanyaan pemantik: Bagaimana cara kita menceritakan atau menuliskan hasil pengamatan tentang sesuatu agar orang lain percaya dan mudah memahaminya?

2 Tujuan Pembelajaran

3 Kegiatan Pembelajaran (3 Pertemuan)

Pertemuan 1 — Discovery Learning

Tujuan: Mengidentifikasi ciri-ciri dan struktur teks laporan hasil observasi dengan tepat dan menganalisis informasi penting di dalamnya.

Kegiatan awal: Guru menyapa dan mengajak berdoa. Mengecek kehadiran. Guru menampilkan beberapa contoh teks (berita, iklan, dan laporan singkat tentang hewan) dan meminta peserta didik menebak jenis teksnya. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu memahami apa itu teks laporan dan bagaimana ciri-cirinya, serta mengapa penting untuk belajar ini. Pertanyaan pemantik: 'Apa bedanya teks laporan dengan cerita biasa?'

Memahami: Peserta didik secara berkelompok membaca dan membandingkan beberapa contoh teks laporan hasil observasi sederhana (misal: laporan tentang kucing, laporan tentang taman sekolah). Mereka mengamati dan menemukan ciri-ciri umum serta struktur teks laporan (judul, klasifikasi umum, deskripsi bagian, kesimpulan). Guru membimbing diskusi dan memberikan penguatan konsep.

Mengaplikasi: Setiap kelompok diberikan satu teks laporan yang berbeda. Mereka ditugaskan untuk mengidentifikasi kalimat utama, gagasan pokok, dan informasi penting lainnya, lalu mengisi lembar kerja yang telah disediakan. Mereka juga diminta menandai bagian-bagian struktur teks laporan pada teks tersebut.

Merefleksi: Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil identifikasi mereka. Kelompok lain memberikan tanggapan. Guru memberikan umpan balik, mengklarifikasi jika ada miskonsepsi, dan memberikan penguatan tentang pentingnya fakta dan objektivitas dalam teks laporan.

Penutup: Peserta didik bersama guru menyimpulkan ciri-ciri dan struktur teks laporan. Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif semua peserta didik dan memberikan tugas rumah mencari contoh teks laporan dari media cetak atau digital. Guru menutup dengan doa dan salam ceria.

Pertemuan 2 — Problem-Based Learning (PBL)

Tujuan: Menyusun kerangka teks laporan hasil observasi berdasarkan hasil pengamatan sederhana tentang lingkungan sekitar.

Kegiatan awal: Guru menyapa, berdoa, dan mengecek kehadiran. Guru mengulas singkat materi sebelumnya tentang ciri dan struktur teks laporan. Guru menanyakan tugas mencari contoh teks laporan. Guru menyampaikan bahwa hari ini mereka akan belajar membuat kerangka laporan dari hasil pengamatan langsung, menekankan pentingnya observasi yang cermat. Pertanyaan pemantik: 'Bagaimana kita bisa menulis laporan tentang sesuatu yang baru saja kita lihat?'

Memahami: Guru mengajak peserta didik keluar kelas (misal: ke taman sekolah, kantin, atau lapangan) untuk melakukan observasi sederhana terhadap suatu objek yang telah ditentukan (misal: 'Pohon Mangga di Halaman Sekolah' atau 'Kantin Sekolah'). Peserta didik dibimbing untuk mencatat data faktual dan detail pengamatan mereka menggunakan panduan pertanyaan (misal: 'Apa yang kamu lihat?', 'Bagaimana bentuknya?', 'Apa fungsinya?').

Mengaplikasi: Kembali ke kelas, peserta didik secara individu atau berpasangan menyusun kerangka teks laporan berdasarkan hasil observasi mereka. Kerangka tersebut meliputi judul, identifikasi umum objek, deskripsi bagian-bagian, dan potensi kesimpulan singkat. Guru berkeliling memberikan bimbingan dan masukan.

Merefleksi: Beberapa peserta didik diminta membacakan kerangka laporan mereka. Guru dan teman-teman memberikan masukan konstruktif tentang kelengkapan dan kejelasan kerangka. Guru menekankan pentingnya urutan logis dan detail yang relevan dalam kerangka laporan.

Penutup: Peserta didik bersama guru merefleksikan proses observasi dan penyusunan kerangka. Guru memberikan pujian atas usaha peserta didik dan menginformasikan bahwa kerangka ini akan dikembangkan menjadi teks laporan utuh pada pertemuan berikutnya. Guru menutup dengan doa dan semangat untuk pertemuan selanjutnya.

Pertemuan 3 — Project-Based Learning (PjBL)

Tujuan: Menulis teks laporan hasil observasi tentang lingkungan sekitar dengan bahasa yang jelas dan baku, serta mempresentasikannya dengan percaya diri dan komunikatif.

Kegiatan awal: Guru menyapa, berdoa, dan mengecek kehadiran. Guru mengulas kembali kerangka laporan yang sudah dibuat. Guru menyampaikan bahwa hari ini adalah puncaknya, yaitu menulis laporan utuh dan mempresentasikannya, menekankan pentingnya kerapian dan kejelasan dalam penyampaian. Pertanyaan pemantik: 'Bagaimana cara kita membuat tulisan laporan yang bagus dan bisa dimengerti semua orang?'

Memahami: Peserta didik secara individu mengembangkan kerangka laporan yang telah disusun pada pertemuan sebelumnya menjadi teks laporan hasil observasi yang lengkap. Mereka diajak untuk memperhatikan penggunaan kalimat efektif, pilihan kata yang tepat, ejaan, dan tanda baca. Guru memberikan contoh penggunaan kosakata baku dan non-baku.

Mengaplikasi: Setelah selesai menulis, setiap peserta didik secara bergantian mempresentasikan teks laporan hasil observasi mereka di depan kelas. Peserta didik lain mendengarkan dengan saksama dan memberikan pertanyaan atau tanggapan konstruktif setelah presentasi selesai. Guru memberikan umpan balik langsung terkait isi, bahasa, dan cara presentasi.

Merefleksi: Peserta didik secara individu melakukan refleksi diri tentang proses menulis dan presentasi laporan mereka. Guru memberikan penguatan tentang pentingnya berlatih berbicara di depan umum dan menerima masukan. Guru juga memberikan apresiasi khusus untuk laporan-laporan yang menonjol.

Penutup: Peserta didik bersama guru menyimpulkan seluruh rangkaian pembelajaran teks laporan. Guru memberikan apresiasi tinggi atas kerja keras dan keberanian peserta didik dalam menulis dan mempresentasikan. Guru menutup dengan pesan motivasi untuk terus mengamati dan belajar dari lingkungan sekitar, diakhiri dengan doa dan salam penuh kegembiraan.

4 Asesmen

Proses (formatif): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok, kegiatan observasi, dan penyusunan kerangka laporan, serta umpan balik lisan.

Akhir (sumatif): Penilaian teks laporan hasil observasi yang ditulis peserta didik (produk) dan presentasi lisan (unjuk kerja).

5 Alur Tujuan Pembelajaran

TujuanMateriAlokasiDimensi
Mengidentifikasi ciri-ciri dan struktur teks laporanCiri dan struktur teks laporan2 JPPenalaran Kritis
Menganalisis dan menyusun kerangka laporanInformasi penting, kerangka laporan2 JPPenalaran Kritis, Kreativitas
Menulis dan mempresentasikan teks laporanTeks laporan utuh, presentasi2 JPKreativitas, Komunikasi

6 Bahan Ajar & Ringkasan Materi

Teks laporan adalah cara kita berbagi informasi tentang sesuatu yang sudah kita amati. Bayangkan kamu melihat kupu-kupu yang indah di taman. Jika kamu ingin menceritakan kepada temanmu tentang kupu-kupu itu secara lengkap dan benar, kamu bisa menuliskannya dalam bentuk teks laporan. Teks laporan harus berisi fakta, bukan sekadar cerita khayalan.

Apa Itu Teks Laporan?

Teks laporan adalah jenis tulisan yang berisi informasi tentang suatu objek, fenomena, atau peristiwa yang telah diamati secara cermat. Tujuannya adalah menyampaikan informasi faktual dan objektif kepada pembaca. Contohnya adalah laporan tentang jenis-jenis hewan, deskripsi tanaman, atau penjelasan tentang cara kerja suatu benda. Teks ini harus ditulis berdasarkan data dan fakta yang nyata, bukan pendapat atau perasaan pribadi penulis.

Ciri-Ciri Teks Laporan

Teks laporan memiliki beberapa ciri khas. Pertama, isinya harus faktual, yaitu berdasarkan kenyataan dan data yang bisa dibuktikan. Kedua, sifatnya objektif, artinya tidak memihak dan tidak memasukkan opini pribadi. Ketiga, ditulis secara lengkap dan sistematis, mulai dari hal umum ke hal yang lebih khusus. Keempat, menggunakan bahasa baku dan ilmiah (jika diperlukan), serta tidak ada bagian yang dilebih-lebihkan atau dikurangi. Kelima, umumnya mengandung kata benda umum dan tidak menggunakan kata ganti orang pertama (aku/saya).

Struktur Teks Laporan

Teks laporan biasanya memiliki struktur yang teratur agar mudah dipahami. Struktur utamanya meliputi: 1) Judul: Nama laporan yang singkat dan jelas. 2) Klasifikasi Umum: Bagian awal yang berisi informasi umum tentang objek yang diamati, seperti nama objek, asal-usul, atau definisi. 3) Deskripsi Bagian: Penjelasan lebih rinci tentang ciri-ciri, bagian-bagian, fungsi, atau sifat-sifat khusus objek. 4) Kesimpulan (opsional): Ringkasan singkat atau penegasan kembali poin-poin penting.

Mengidentifikasi Informasi Penting

Untuk memahami teks laporan, kita perlu bisa menemukan informasi penting di dalamnya. Informasi penting biasanya berupa fakta-fakta kunci, data, atau penjelasan utama tentang objek yang dilaporkan. Kita bisa mencari kalimat utama di setiap paragraf atau menandai kata kunci yang sering muncul. Pertanyaan seperti 'Apa?', 'Siapa?', 'Di mana?', 'Kapan?', 'Mengapa?', dan 'Bagaimana?' dapat membantu menemukan informasi penting.

Langkah-Langkah Menyusun Kerangka Laporan

Sebelum menulis laporan lengkap, buatlah kerangkanya. Langkah-langkahnya: 1) Tentukan objek yang akan diamati (misal: tanaman di halaman). 2) Lakukan observasi dan catat semua fakta yang kamu temukan (warna, ukuran, bentuk daun, jumlah bunga, dll.). 3) Tulis judul yang sesuai. 4) Buat poin-poin untuk klasifikasi umum (misal: 'Pohon Mangga adalah...'). 5) Buat poin-poin untuk deskripsi bagian (misal: 'Akarnya serabut...', 'Daunnya hijau...', 'Buahnya manis...'). 6) Tambahkan kesimpulan singkat jika diperlukan.

Menulis Teks Laporan Hasil Observasi

Setelah kerangka siap, kembangkan menjadi teks laporan utuh. Perhatikan hal-hal berikut: 1) Gunakan kalimat yang jelas dan efektif. 2) Pilihlah kata-kata yang baku dan tepat. 3) Perhatikan ejaan dan tanda baca agar tidak ada kesalahan. 4) Susun paragraf secara runtut dan logis. 5) Pastikan semua informasi yang ditulis adalah fakta dari hasil observasi, bukan opini atau dugaan.

Mempresentasikan Teks Laporan

Setelah laporan selesai ditulis, kamu bisa mempresentasikannya di depan teman-teman. Saat presentasi, bicaralah dengan jelas dan percaya diri. Sampaikan informasi penting dari laporanmu secara singkat dan padat. Usahakan untuk menjaga kontak mata dengan pendengar. Bersiaplah menjawab pertanyaan dari teman-teman atau guru. Ini melatih kemampuan komunikasimu.

Rangkuman: Teks laporan adalah tulisan yang menyajikan informasi faktual dan objektif dari hasil pengamatan. Ciri-cirinya meliputi faktual, objektif, lengkap, dan menggunakan bahasa baku. Strukturnya terdiri dari judul, klasifikasi umum, deskripsi bagian, dan kesimpulan. Untuk menyusunnya, mulailah dengan observasi, buat kerangka, lalu kembangkan menjadi teks lengkap dengan memperhatikan kejelasan bahasa dan ejaan. Kemampuan ini penting untuk menyampaikan informasi secara kredibel.

7 LKPD — Lembar Kerja Peserta Didik

Tujuan: Mengidentifikasi ciri-ciri, struktur, dan informasi penting dalam teks laporan hasil observasi.

Alat & bahan: Teks laporan contoh, alat tulis, pensil warna/stabilo

  1. Baca dengan cermat teks laporan yang diberikan.
  2. Garis bawahi kalimat-kalimat yang menurutmu merupakan ciri-ciri teks laporan (misal: berisi fakta, tidak ada opini).
  3. Identifikasi struktur teks laporan (Judul, Klasifikasi Umum, Deskripsi Bagian, Kesimpulan) dan beri tanda berbeda pada setiap bagian.
  4. Tuliskan 3-5 informasi penting yang kamu temukan dalam teks laporan tersebut pada kolom yang tersedia.

8 Glosarium

ObservasiPengamatan secara cermat dan sistematis
FaktualBerdasarkan fakta atau kenyataan
ObjektifBerdasarkan keadaan yang sebenarnya, tidak dipengaruhi pendapat pribadi
SistematisTeratur menurut suatu sistem
BakuSesuai dengan kaidah yang telah ditetapkan
KredibelDapat dipercaya

9 Materi Bahasa Indonesia Terkait

Teks EksplanasiBahasa Indonesia Kelas VI SD
Pelajari Teks Eksplanasi →
Teks Pidato SederhanaBahasa Indonesia Kelas VI SD
Pelajari Teks Pidato Sederhana →
Formulir dan Daftar Riwayat HidupBahasa Indonesia Kelas VI SD
Pelajari Formulir dan Daftar Riwayat Hidup →
MENULIS SURAT PENTINGBahasa Indonesia Kelas VI SD
Pelajari MENULIS SURAT PENTING →
Pidato SederhanaBahasa Indonesia Kelas VI SD
Pelajari Pidato Sederhana →
Teks Eksplanasi SederhanaBahasa Indonesia Kelas V SD
Pelajari Teks Eksplanasi Sederhana →

10 Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah modul ajar Bahasa Indonesia Teks Laporan ini gratis?

Ya. Tiga modul ajar gratis tersedia bertahap dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.

Berapa lama modul ini tersusun?

Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Bahasa Indonesia kelas VI langsung tersusun atas nama Anda.

Apakah sesuai kurikulum terbaru?

Ya. Modul mengikuti Kurikulum Merdeka dengan Pembelajaran Mendalam (Permendikdasmen 13/2025).

Bisakah hasilnya diedit?

Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh, ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.

Buat Modul Ajar Lain — GRATISIsi nama & materi, selesai ±1 menit

tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.