Modul ajar Guru Kelas SD kelas I materi Menulis Permulaan lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Kurikulum Merdeka 2025/2026. Unduh Word + PDF atas nama Anda.
Kompetensi awal: Peserta didik mampu mengenali huruf abjad dan membuat coretan bebas.
Pemahaman bermakna: Menulis adalah cara kita menyampaikan pikiran dan perasaan, dimulai dari mengenal huruf hingga merangkai kata-kata sederhana, yang akan sangat berguna dalam kehidupan sehari-hari.
Pertanyaan pemantik: Bagaimana ya caranya kita bercerita atau menyampaikan pesan kepada teman tanpa harus bicara?
Tujuan:
Kegiatan awal: Guru menyapa peserta didik dengan salam dan menanyakan kabar. Guru mengajak peserta didik berdoa bersama. Guru melakukan apersepsi dengan bertanya 'Siapa yang suka membaca buku cerita? Bagaimana ya caranya penulis membuat cerita di buku?' Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu belajar menulis permulaan. Guru melakukan asesmen diagnostik awal dengan meminta peserta didik menunjukkan cara memegang pensil.
Memahami: Guru menjelaskan dan mendemonstrasikan posisi duduk yang benar saat menulis serta cara memegang pensil yang tepat. Guru menunjukkan contoh berbagai bentuk garis dan pola, serta bentuk huruf vokal dan konsonan yang benar. Peserta didik mengamati dan mengikuti demonstrasi guru.
Mengaplikasi: Peserta didik berlatih menjiplak dan menebalkan garis, pola, serta huruf vokal dan konsonan pada lembar kerja. Peserta didik secara mandiri mencoba menulis huruf-huruf yang telah dipelajari. Peserta didik berlatih menulis suku kata dan kata-kata sederhana, serta nama mereka sendiri, dengan bimbingan guru secara individual atau kelompok kecil.
Merefleksi: Peserta didik secara bergantian menunjukkan hasil tulisannya kepada teman dan guru. Guru memberikan penguatan positif dan umpan balik konstruktif terhadap hasil tulisan peserta didik. Guru menekankan pentingnya berlatih menulis secara teratur.
Penutup: Guru membimbing peserta didik membuat simpulan tentang hal-hal penting dalam menulis permulaan (posisi duduk, pegangan pensil, bentuk huruf). Guru mengajak peserta didik melakukan refleksi singkat: 'Apa yang paling seru dari belajar menulis hari ini? Apa yang paling sulit?' Guru memberikan apresiasi kepada semua peserta didik dan menyampaikan kegiatan tindak lanjut untuk berlatih menulis di rumah.
Proses (formatif): Observasi guru selama kegiatan menulis berlangsung, mencatat posisi duduk, cara memegang pensil, dan upaya peserta didik dalam menjiplak, menebalkan, serta menulis huruf.
Akhir (sumatif): Penilaian hasil tulisan peserta didik pada LKPD (keterbacaan, bentuk huruf, kerapian, kelengkapan menulis nama dan kata sederhana).
| Tujuan | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|
| Mampu menunjukkan posisi duduk dan cara memegang alat tulis yang benar. | Posisi duduk dan pegangan pensil yang benar. | 1 JP | Kemandirian |
| Mampu menjiplak dan menebalkan garis, pola, serta huruf. | Latihan motorik halus dan pengenalan bentuk huruf. | 2 JP | Kemandirian, Kreativitas |
| Mampu menulis huruf vokal dan konsonan serta suku kata dan kata sederhana. | Menulis huruf, suku kata, dan kata sederhana. | 3 JP | Komunikasi, Kemandirian |
| Mampu menulis nama lengkapnya sendiri dengan rapi. | Menulis nama sendiri. | 2 JP | Komunikasi |
Menulis adalah salah satu cara penting bagi kita untuk berkomunikasi, menyampaikan pikiran, dan bercerita. Bayangkan, dengan menulis, kita bisa berbagi apa yang kita rasakan tanpa harus bicara langsung! Di kelas satu ini, kita akan memulai petualangan seru untuk belajar menulis, mulai dari mengenal bentuk huruf hingga merangkai kata-kata sederhana. Yuk, kita mulai!
Menulis itu penting sekali, teman-teman! Dengan menulis, kita bisa mencatat pelajaran, menulis surat untuk teman, atau bahkan menulis cerita. Misalnya, kita bisa menulis 'Aku sayang Ibu' untuk Ibu kita. Menulis juga membantu kita mengingat banyak hal. Jadi, mari kita belajar menulis agar kita bisa melakukan banyak hal hebat!
Agar tulisan kita bagus dan tangan tidak cepat lelah, kita harus duduk dengan tegak. Punggung lurus, kaki menapak di lantai, dan jangan terlalu dekat dengan meja. Saat memegang pensil, gunakan tiga jari: ibu jari, jari telunjuk, dan jari tengah. Pensil dipegang tidak terlalu kencang dan tidak terlalu longgar, seperti sedang memegang telur yang mudah pecah. Pastikan ujung pensil tidak terlalu dekat dengan jari, agar kita bisa melihat apa yang kita tulis.
Di dunia huruf, ada dua jenis utama: huruf vokal dan huruf konsonan. Huruf vokal itu ada 5, yaitu A, I, U, E, O. Mereka seperti 'nyawa' bagi kata-kata. Huruf konsonan adalah huruf-huruf lainnya, seperti B, C, D, F, G, dan seterusnya. Untuk bisa menulis kata, kita harus tahu dan bisa menulis semua huruf ini dengan benar. Contohnya, 'B' dan 'U' menjadi 'BU'.
Sebelum menulis huruf, kita perlu melatih tangan kita agar lentur dan kuat. Ini namanya melatih motorik halus. Kita bisa mulai dengan membuat berbagai bentuk garis, seperti garis lurus, garis miring, garis lengkung, atau garis zig-zag. Kita juga bisa menggambar pola-pola sederhana, seperti lingkaran, segitiga, atau kotak. Latihan ini akan membuat tangan kita lebih siap untuk membentuk huruf-huruf yang rumit.
Langkah pertama dalam menulis huruf adalah menjiplak dan menebalkan. Kita akan melihat contoh huruf yang sudah ada, lalu ikuti garisnya dengan pensil. Mulai dari huruf-huruf besar (kapital) lalu huruf-huruf kecil. Ini membantu kita mengingat bentuk setiap huruf dan melatih tangan kita untuk bergerak sesuai bentuk huruf. Lakukan perlahan dan hati-hati agar hasilnya rapi.
Setelah sering menjiplak dan menebalkan, sekarang saatnya kita mencoba menulis huruf sendiri tanpa bantuan garis putus-putus. Mulailah dengan huruf-huruf yang paling mudah, seperti 'i' atau 'l', lalu lanjutkan ke huruf lain. Ingatlah untuk selalu menulis dari atas ke bawah dan dari kiri ke kanan. Jangan takut salah, teruslah berlatih sampai kamu bisa menulis semua huruf dengan rapi!
Jika kita sudah bisa menulis huruf, kita bisa menggabungkan huruf-huruf menjadi suku kata. Contohnya, huruf 'B' dan 'A' menjadi 'BA'. Lalu, gabungkan suku kata menjadi kata sederhana. Misalnya, 'BA' dan 'CA' menjadi 'BACA'. Kita juga bisa menulis nama-nama benda yang ada di sekitar kita, seperti 'bola', 'meja', atau 'buku'. Ini sangat menyenangkan!
Salah satu tulisan pertama yang paling penting adalah nama kita sendiri. Nama adalah identitas kita. Berlatihlah menulis nama lengkapmu dengan rapi. Mulai dari huruf pertama namamu (huruf kapital), lalu lanjutkan dengan huruf-huruf kecil lainnya. Jika kamu sudah bisa menulis namamu dengan baik, kamu akan merasa bangga dan siap untuk menulis hal-hal lain yang lebih banyak lagi!
Rangkuman: Menulis adalah keterampilan penting untuk berkomunikasi. Kita mulai dengan belajar posisi duduk dan cara memegang pensil yang benar. Kemudian, kita mengenal huruf vokal dan konsonan, melatih tangan dengan garis dan pola, serta menjiplak dan menebalkan huruf. Selanjutnya, kita berlatih menulis huruf sendiri, merangkai suku kata dan kata sederhana, hingga mampu menulis nama lengkap dengan rapi. Terus berlatih akan membuat tulisan kita semakin bagus!
Tujuan: Melatih kemampuan motorik halus dan menulis huruf, suku kata, serta nama sendiri.
Alat & bahan: Pensil, penghapus, lembar kerja peserta didik (LKPD)
| Huruf | Lambang bunyi bahasa yang dituliskan. |
| Vokal | Huruf yang bunyinya dihasilkan tanpa hambatan udara (a, i, u, e, o). |
| Konsonan | Huruf yang bunyinya dihasilkan dengan hambatan udara (b, c, d, f, dll). |
| Motorik Halus | Gerakan otot-otot kecil yang melibatkan mata dan tangan, penting untuk menulis. |
| Suku Kata | Bagian dari kata yang diucapkan dalam satu hembusan napas (misalnya: bu-ku). |
| Menjiplak | Mengikuti bentuk tulisan atau gambar yang sudah ada. |
| Menebalkan | Memperjelas garis atau tulisan yang samar atau putus-putus. |
Ya. Tiga modul ajar gratis tersedia bertahap dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Guru Kelas kelas I langsung tersusun atas nama Anda.
Ya. Modul mengikuti Kurikulum Merdeka dengan Pembelajaran Mendalam (Permendikdasmen 13/2025).
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh, ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.