Modul ajar Guru Kelas SD kelas II materi Penjumlahan dan Pengurangan Bersusun lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Kurikulum Merdeka 2025/2026. Unduh Word + PDF atas nama Anda.
Kompetensi awal: Peserta didik telah mengenal konsep penjumlahan dan pengurangan bilangan cacah sampai 20 dan dapat menghitungnya secara lisan atau menggunakan objek konkret.
Pemahaman bermakna: Peserta didik akan memahami bahwa penjumlahan dan pengurangan bersusun adalah cara yang sistematis untuk menyelesaikan masalah hitungan bilangan besar dan dapat diterapkan dalam berbagai situasi sehari-hari.
Pertanyaan pemantik: Bagaimana cara kita menghitung jumlah permen yang banyak atau sisa uang belanja Ibu dengan mudah dan cepat tanpa harus menghitung satu per satu?
Tujuan: Peserta didik dapat menjelaskan langkah-langkah penjumlahan bersusun tanpa teknik menyimpan dengan benar dan menyelesaikan soal penjumlahan bersusun dengan teknik menyimpan sampai dua angka dengan tepat.
Kegiatan awal: Guru menyapa dan mengajak berdoa, mengecek kehadiran, lalu bertanya tentang pengalaman mereka menghitung benda. Guru menunjukkan gambar tumpukan balok dan menanyakan bagaimana cara menghitung totalnya, kemudian menyampaikan tujuan belajar hari ini tentang penjumlahan bersusun agar mereka bisa menghitung lebih mudah.
Memahami: Peserta didik diajak mengamati demonstrasi penjumlahan balok puluhan dan satuan yang ditumpuk bersusun tanpa menyimpan. Guru menjelaskan konsep nilai tempat dan cara menuliskannya. Kemudian, peserta didik mengamati demonstrasi penjumlahan balok dengan teknik menyimpan, misalnya 15 + 7, dan diajak menemukan mengapa ada 'simpanan' di kolom puluhan.
Mengaplikasi: Dalam kelompok kecil, peserta didik mengerjakan LKPD yang berisi soal penjumlahan bersusun tanpa dan dengan menyimpan menggunakan benda konkret (misalnya stik es krim atau koin) sebagai alat bantu. Mereka saling membantu menata dan menghitung.
Merefleksi: Setiap kelompok mempresentasikan hasil pekerjaannya di depan kelas. Guru memberikan umpan balik positif dan menguatkan pemahaman tentang pentingnya menata angka sesuai nilai tempat dan memahami teknik menyimpan. Guru juga memberikan soal tantangan singkat untuk dikerjakan bersama.
Penutup: Peserta didik dan guru menyimpulkan bersama tentang cara melakukan penjumlahan bersusun. Guru memberikan apresiasi atas kerja keras mereka dan mengajak bernyanyi lagu angka. Guru memberikan tugas rumah sederhana dan menutup dengan doa.
Tujuan: Peserta didik dapat menjelaskan langkah-langkah pengurangan bersusun tanpa teknik meminjam dengan benar dan menyelesaikan soal pengurangan bersusun dengan teknik meminjam sampai dua angka dengan tepat.
Kegiatan awal: Guru menyapa, berdoa, dan mengecek kehadiran. Guru mengulang sedikit materi penjumlahan bersusun dengan pertanyaan singkat. Guru kemudian menunjukkan gambar toko mainan dengan beberapa mainan yang sudah terjual dan bertanya, 'Bagaimana kita tahu sisa mainan yang belum terjual?' Guru menyampaikan bahwa hari ini akan belajar pengurangan bersusun agar mereka bisa menghitung sisa dengan mudah.
Memahami: Peserta didik mengamati demonstrasi pengurangan bersusun menggunakan kartu angka dan benda konkret (misalnya kancing) tanpa teknik meminjam. Guru menekankan pentingnya mengurangi dari satuan terlebih dahulu. Selanjutnya, guru mendemonstrasikan pengurangan bersusun dengan teknik meminjam, misalnya 23 - 8, dan menjelaskan mengapa harus 'meminjam' dari puluhan.
Mengaplikasi: Peserta didik secara berpasangan membuat 'mini-toko' dengan beberapa item mainan dan harga sederhana. Mereka diminta membuat 3 soal cerita pengurangan bersusun (1 tanpa meminjam, 2 dengan meminjam) berdasarkan 'barang yang terjual' di toko mereka, lalu menyelesaikannya. Mereka bisa menggunakan kancing sebagai representasi barang.
Merefleksi: Setiap pasangan mempresentasikan satu soal cerita pengurangan dan cara penyelesaiannya kepada pasangan lain atau ke depan kelas. Guru mengoreksi dan memberikan penguatan tentang teknik meminjam serta memastikan pemahaman konsep nilai tempat. Guru juga memberikan contoh soal yang sering salah untuk dibahas bersama.
Penutup: Guru mengajak peserta didik menyimpulkan langkah-langkah pengurangan bersusun dan pentingnya ketelitian. Guru memberikan pujian atas kreativitas mereka dalam membuat soal cerita. Guru memberikan soal kuis singkat sebagai evaluasi mandiri dan menutup dengan doa serta pesan untuk terus berlatih.
Tujuan: Peserta didik dapat mengidentifikasi masalah sehari-hari yang melibatkan penjumlahan dan pengurangan bersusun dan menyusun serta menyelesaikan soal cerita sederhana yang berkaitan dengan penjumlahan dan pengurangan bersusun.
Kegiatan awal: Guru menyapa, berdoa, dan mengecek kehadiran. Guru mengajak peserta didik mengingat kembali materi penjumlahan dan pengurangan bersusun. Guru menunjukkan sebuah gambar pasar tradisional dan bertanya, 'Apa saja yang bisa kita hitung di pasar ini menggunakan penjumlahan dan pengurangan bersusun?' Guru menyampaikan bahwa hari ini mereka akan menjadi 'detektif matematika' untuk menyelesaikan masalah sehari-hari.
Memahami: Peserta didik diberikan beberapa skenario masalah sehari-hari (misalnya, 'Ibu membeli 25 telur, lalu pecah 7. Berapa sisa telur Ibu?' atau 'Dani punya 18 kelereng, lalu diberi teman 12 kelereng. Berapa total kelereng Dani?'). Secara berkelompok, mereka menganalisis skenario tersebut untuk menentukan apakah menggunakan penjumlahan atau pengurangan, dan bagaimana menyelesaikannya secara bersusun.
Mengaplikasi: Setiap kelompok menerima 'amplop misteri' berisi 3-4 kartu masalah cerita (gabungan penjumlahan dan pengurangan). Mereka bertugas membaca, memahami, dan menyelesaikan setiap masalah dengan menunjukkan langkah-langkah bersusunnya di kertas. Mereka juga diminta membuat satu soal cerita sendiri yang melibatkan kedua operasi tersebut.
Merefleksi: Perwakilan kelompok mempresentasikan salah satu solusi masalah dari amplop misteri dan soal cerita buatan mereka. Kelompok lain memberikan tanggapan dan masukan. Guru memfasilitasi diskusi, memberikan umpan balik, dan menguatkan pemahaman tentang kapan menggunakan penjumlahan atau pengurangan dalam konteks nyata. Guru juga membahas pentingnya membaca soal dengan teliti.
Penutup: Guru mengajak peserta didik menyimpulkan manfaat belajar penjumlahan dan pengurangan bersusun dalam kehidupan. Guru memberikan apresiasi tinggi atas kemampuan mereka menjadi 'detektif matematika' yang hebat. Guru memberikan tantangan mencari contoh penggunaan hitungan bersusun di rumah. Pertemuan ditutup dengan doa dan salam ceria.
Proses (formatif): Observasi saat peserta didik mengerjakan LKPD dan presentasi, mencatat partisipasi dan pemahaman konsep.
Akhir (sumatif): Tes tertulis berupa soal pilihan ganda dan esai yang mencakup penjumlahan dan pengurangan bersusun serta soal cerita.
| Tujuan | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|
| Menjelaskan langkah-langkah penjumlahan bersusun tanpa/dengan teknik menyimpan. | Konsep penjumlahan bersusun | 2 JP | Penalaran Kritis |
| Menjelaskan langkah-langkah pengurangan bersusun tanpa/dengan teknik meminjam. | Konsep pengurangan bersusun | 2 JP | Kemandirian |
| Mengidentifikasi dan menyelesaikan masalah sehari-hari yang melibatkan kedua operasi. | Aplikasi penjumlahan & pengurangan bersusun dalam masalah nyata | 2 JP | Kreativitas |
Adik-adik, pernahkah kamu membantu orang tua menghitung belanjaan di pasar atau menghitung sisa uang jajan? Menghitung dengan jumlah yang banyak bisa jadi tantangan, kan? Nah, di modul ini kita akan belajar cara mudah dan cepat untuk menghitung penjumlahan dan pengurangan bilangan yang lebih besar, yaitu dengan cara bersusun. Siap menjadi ahli hitung?
Penjumlahan bersusun adalah cara menjumlahkan bilangan dengan menempatkan angka sesuai nilai tempatnya (satuan di bawah satuan, puluhan di bawah puluhan). Mari kita coba 23 + 14. Pertama, susunlah angka 23 dan 14 ke bawah. Pastikan angka satuan (3 dan 4) sejajar, dan angka puluhan (2 dan 1) juga sejajar. Setelah itu, jumlahkan angka dari kolom paling kanan, yaitu kolom satuan. 3 + 4 = 7. Lalu, jumlahkan angka di kolom puluhan. 2 + 1 = 3. Jadi, hasil dari 23 + 14 adalah 37. Mudah, kan?
Kadang, saat menjumlahkan angka di kolom satuan, hasilnya lebih dari 9. Contoh: 27 + 15. Jumlahkan satuan: 7 + 5 = 12. Angka 12 ini terdiri dari 1 puluhan dan 2 satuan. Tulis angka 2 di bawah kolom satuan, dan 'simpan' angka 1 puluhan di atas kolom puluhan. Sekarang, jumlahkan angka di kolom puluhan, termasuk angka yang disimpan: 1 (simpanan) + 2 + 1 = 4. Jadi, hasil dari 27 + 15 adalah 42. Teknik menyimpan ini sangat penting agar hasil penjumlahan benar.
Sama seperti penjumlahan, pengurangan bersusun juga menuntut kita untuk menata angka sesuai nilai tempatnya. Mari kita coba 45 - 23. Susun angka 45 di atas 23. Kurangkan angka dari kolom satuan terlebih dahulu. 5 - 3 = 2. Kemudian, kurangkan angka di kolom puluhan. 4 - 2 = 2. Jadi, hasil dari 45 - 23 adalah 22. Pastikan selalu mengurangi dari angka yang di atas ke angka yang di bawah.
Bagaimana jika angka di kolom satuan atas lebih kecil dari angka di bawahnya? Contoh: 32 - 17. Kita tidak bisa langsung mengurangi 2 dengan 7. Maka, kita 'meminjam' 1 puluhan dari angka di kolom puluhan (dari angka 3). Angka 3 puluhan akan berkurang menjadi 2 puluhan, dan angka 2 satuan akan menjadi 12 satuan. Sekarang, kita bisa mengurangi: 12 - 7 = 5 (untuk satuan). Lalu, di kolom puluhan, kita kurangkan 2 (sisa dari 3) dengan 1. 2 - 1 = 1. Jadi, hasil dari 32 - 17 adalah 15. Teknik meminjam ini memerlukan ketelitian ekstra.
Dalam penjumlahan dan pengurangan bersusun, memahami dan menempatkan angka sesuai nilai tempatnya (satuan, puluhan) adalah kunci utama. Jika penempatan angka salah, maka hasil perhitungan juga akan salah. Angka 7 di posisi satuan berbeda dengan angka 7 di posisi puluhan (yang berarti 70). Selalu mulai menghitung dari kolom satuan (paling kanan) untuk menghindari kesalahan, terutama saat ada teknik menyimpan atau meminjam.
Matematika ada di sekitar kita dalam bentuk soal cerita! Untuk menyelesaikan soal cerita, pertama, bacalah soal dengan saksama dan pahami apa yang ditanyakan. Kedua, identifikasi apakah masalah tersebut memerlukan penjumlahan (misalnya, 'berapa total', 'berapa jumlah seluruhnya', 'ditambah') atau pengurangan (misalnya, 'berapa sisa', 'berapa selisih', 'berapa yang diambil'). Ketiga, susunlah bilangan yang ada dalam soal secara bersusun dan hitunglah dengan teliti. Keempat, tuliskan jawaban akhir dengan jelas sesuai konteks cerita.
Agar kamu semakin mahir, ada beberapa tips. Pertama, berlatihlah secara rutin dengan berbagai jenis soal. Kedua, gunakan alat bantu seperti balok, kancing, atau jari jika masih kesulitan. Ketiga, selalu periksa kembali hasil pekerjaanmu. Keempat, jangan takut membuat kesalahan; setiap kesalahan adalah kesempatan untuk belajar. Semakin sering berlatih, kamu akan semakin cepat dan tepat dalam menghitung bersusun tanpa perlu alat bantu lagi.
Rangkuman: Penjumlahan dan pengurangan bersusun adalah metode penting untuk menghitung bilangan yang lebih besar. Kuncinya adalah menata angka sesuai nilai tempatnya (satuan, puluhan) dan selalu memulai perhitungan dari kolom satuan. Ingatlah teknik menyimpan saat penjumlahan dan meminjam saat pengurangan. Dengan latihan dan ketelitian, kita bisa menyelesaikan berbagai masalah matematika dalam kehidupan sehari-hari.
Tujuan: Mengembangkan kemampuan peserta didik dalam menyelesaikan masalah penjumlahan dan pengurangan bersusun secara mandiri dan berkelompok.
Alat & bahan: Kertas LKPD, pensil, penghapus, balok hitung/stik es krim, kartu angka
| Bersusun | Cara menghitung bilangan dengan menempatkan angka-angka secara vertikal (ke bawah) sesuai nilai tempatnya. |
| Nilai tempat | Posisi suatu angka dalam bilangan yang menentukan nilainya (misalnya, satuan, puluhan). |
| Menyimpan | Teknik dalam penjumlahan bersusun ketika hasil penjumlahan di suatu kolom lebih dari 9, sisa puluhan ditambahkan ke kolom berikutnya. |
| Meminjam | Teknik dalam pengurangan bersusun ketika angka di kolom atas lebih kecil dari angka di bawahnya, sehingga harus 'meminjam' dari kolom di sebelahnya. |
Ya. Tiga modul ajar gratis tersedia bertahap dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Guru Kelas kelas II langsung tersusun atas nama Anda.
Ya. Modul mengikuti Kurikulum Merdeka dengan Pembelajaran Mendalam (Permendikdasmen 13/2025).
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh, ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.