Modul ajar Matematika SD kelas III materi Uang dan Kegiatan Jual Beli lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Keputusan Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Nomor 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah. Unduh Word + PDF atas nama Anda.
Rumusan: Peserta didik dapat menunjukkan pemahaman dan intuisi bilangan (number sense) pada bilangan cacah sampai 10.000, pecahan biasa, dan bilangan desimal; melakukan operasi hitung campuran, memahami perbandingan, serta dapat mengaitkan bilangan dengan konteks kehidupan sehari-hari.
Acuan: Keputusan Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Nomor 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah
Kompetensi awal: Peserta didik telah mengenal bilangan cacah sampai 1.000 dan dapat melakukan operasi penjumlahan serta pengurangan sederhana.
Pemahaman bermakna: Memahami nilai dan fungsi uang sangat penting agar peserta didik dapat mengelola keuangan secara bijak dan berpartisipasi dalam kegiatan ekonomi sehari-hari, seperti jual beli, dengan bertanggung jawab.
Pertanyaan pemantik: Bagaimana cara kita membeli makanan atau mainan yang kita inginkan?
Tujuan: Mengidentifikasi berbagai pecahan uang kertas dan uang logam Rupiah serta nilainya dengan tepat.
Kegiatan awal: Guru menyapa peserta didik, mengajak berdoa bersama, dan mengecek kehadiran. Guru menampilkan gambar atau benda asli berbagai jenis uang Rupiah, lalu bertanya, 'Pernahkah kalian melihat uang ini? Untuk apa uang ini digunakan?' Kemudian guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu mengenal jenis dan nilai uang serta bagaimana proses pembelajaran akan berlangsung.
Memahami: Peserta didik secara berkelompok mengamati berbagai pecahan uang Rupiah (uang mainan atau gambar) yang telah disediakan. Mereka berdiskusi tentang ciri-ciri fisik uang, seperti warna, gambar, dan angka yang tertera, lalu mengaitkannya dengan nilai uang tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
Mengaplikasi: Setiap kelompok mengisi LKPD untuk mencatat jenis-jenis uang (logam/kertas) dan nilainya. Mereka kemudian berlatih mengurutkan beberapa pecahan uang dari yang terkecil hingga terbesar dan sebaliknya.
Merefleksi: Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil diskusinya. Guru memberikan umpan balik dan penguatan tentang nilai dan fungsi uang. Guru juga mengajak peserta didik untuk berbagi pengalaman mereka saat menggunakan uang.
Penutup: Peserta didik bersama guru menyimpulkan jenis-jenis dan nilai uang Rupiah. Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif peserta didik dan memberikan tantangan untuk mengamati penggunaan uang di rumah, lalu menutup pelajaran dengan doa dan salam.
Tujuan: Menyelesaikan masalah penjumlahan dan pengurangan yang berkaitan dengan nilai uang dalam konteks jual beli sederhana.
Kegiatan awal: Guru menyapa dan mengajak peserta didik berdoa. Guru mengulas kembali materi tentang jenis dan nilai uang. Guru kemudian menunjukkan beberapa barang dengan harga yang berbeda dan bertanya, 'Jika kita ingin membeli dua barang ini, berapa uang yang harus kita siapkan?' Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu menyelesaikan masalah hitung uang dalam jual beli.
Memahami: Peserta didik disajikan beberapa skenario masalah jual beli sederhana, misalnya 'Ani ingin membeli pensil seharga Rp 2.000 dan penghapus seharga Rp 1.500. Berapa total uang yang harus Ani bayarkan?' Peserta didik menganalisis masalah tersebut secara individu dan kelompok.
Mengaplikasi: Dalam kelompok, peserta didik berdiskusi untuk menemukan strategi penyelesaian masalah menggunakan operasi penjumlahan dan pengurangan. Mereka menggunakan uang mainan untuk memvisualisasikan transaksi dan menghitung total belanja atau kembalian. Setiap kelompok mencatat langkah penyelesaian pada LKPD.
Merefleksi: Setiap kelompok mempresentasikan solusi masalah jual beli yang diberikan. Guru memfasilitasi diskusi antar kelompok untuk membandingkan strategi dan hasil. Guru memberikan penguatan tentang pentingnya ketelitian dalam perhitungan uang.
Penutup: Peserta didik dan guru merangkum cara menyelesaikan masalah penjumlahan dan pengurangan uang. Guru memberikan pujian atas kerja keras peserta didik dan memberikan tugas rumah berupa soal cerita singkat. Pelajaran ditutup dengan doa dan salam ceria.
Tujuan: Melakukan simulasi jual beli dengan menggunakan uang mainan dan menghitung kembalian dengan tepat.
Kegiatan awal: Guru menyapa dan memimpin doa. Guru menanyakan pengalaman peserta didik dalam berbelanja. Guru kemudian menjelaskan bahwa hari ini mereka akan bermain peran sebagai penjual dan pembeli dalam sebuah 'pasar mini' di kelas. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini adalah melakukan simulasi jual beli dan menghitung kembalian.
Memahami: Peserta didik dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil. Setiap kelompok ditugaskan untuk menyiapkan 'toko' dengan beberapa barang dagangan (benda di sekitar kelas atau gambar) dan menentukan harganya. Mereka juga menyiapkan uang mainan sebagai alat transaksi.
Mengaplikasi: Setiap kelompok secara bergantian berperan sebagai penjual dan pembeli. Pembeli memilih barang, menghitung total belanja, dan menyerahkan uang. Penjual menerima uang, menghitung kembalian, dan menyerahkan kembalian kepada pembeli. Mereka mencatat setiap transaksi pada lembar pembukuan sederhana.
Merefleksi: Setelah simulasi selesai, setiap kelompok mempresentasikan pengalaman mereka, termasuk kesulitan yang dihadapi dan cara mengatasinya. Guru memberikan umpan balik tentang ketepatan perhitungan dan interaksi dalam jual beli. Guru juga menanyakan apa saja yang sudah mereka pelajari dari kegiatan ini.
Penutup: Peserta didik bersama guru menyimpulkan pentingnya kejujuran dan ketelitian dalam jual beli. Guru memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh peserta didik atas partisipasi dan kreativitas mereka. Guru mengakhiri pelajaran dengan pesan moral tentang mengelola uang dan doa penutup yang membangkitkan semangat.
Proses (formatif): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok, ketepatan dalam mengisi LKPD, dan kemampuan berinteraksi saat simulasi jual beli.
Akhir (sumatif): Tes tertulis berupa soal pilihan ganda dan esai tentang nilai uang, operasi hitung uang, dan pemahaman konsep jual beli.
| Tujuan | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|
| Mengidentifikasi berbagai pecahan uang kertas dan uang logam Rupiah serta nilainya dengan tepat. | Jenis dan nilai uang Rupiah | 2 JP | penalaran kritis |
| Menyelesaikan masalah penjumlahan dan pengurangan yang berkaitan dengan nilai uang dalam konteks jual beli sederhana. | Operasi hitung uang dalam jual beli | 2 JP | penalaran kritis, kemandirian |
| Melakukan simulasi jual beli dengan menggunakan uang mainan dan menghitung kembalian dengan tepat. | Praktik jual beli dan perhitungan kembalian | 2 JP | kolaborasi, kemandirian |
Uang adalah alat pembayaran yang sah dan digunakan untuk membeli berbagai kebutuhan kita sehari-hari, mulai dari makanan, pakaian, hingga mainan. Memahami uang dan cara menggunakannya dalam kegiatan jual beli sangat penting agar kita bisa mengelola keuangan dengan baik dan menjadi pembeli yang cerdas.
Di Indonesia, mata uang kita disebut Rupiah. Rupiah terdiri dari dua jenis, yaitu uang logam dan uang kertas. Uang logam biasanya memiliki nilai yang lebih kecil, seperti Rp 100, Rp 200, Rp 500, dan Rp 1.000. Uang kertas memiliki nilai yang lebih besar, seperti Rp 1.000, Rp 2.000, Rp 5.000, Rp 10.000, Rp 20.000, Rp 50.000, dan Rp 100.000. Setiap pecahan uang memiliki gambar dan warna yang berbeda untuk memudahkan kita mengenalinya. Misalnya, uang Rp 5.000 berwarna cokelat dengan gambar Dr. K.H. Idham Chalid.
Setiap pecahan uang memiliki nilai yang berbeda. Misalnya, uang Rp 10.000 nilainya lebih besar dari uang Rp 5.000. Fungsi utama uang adalah sebagai alat tukar. Artinya, kita memberikan uang kepada penjual untuk mendapatkan barang atau jasa yang kita inginkan. Selain itu, uang juga berfungsi sebagai alat pembayaran yang sah untuk membayar sesuatu, misalnya membayar ongkos naik bus atau membeli makanan di kantin sekolah.
Jual beli adalah kegiatan di mana ada satu pihak yang menjual barang atau jasa, dan pihak lain yang membeli barang atau jasa tersebut. Penjual menyerahkan barang atau jasa, dan pembeli menyerahkan uang sebagai imbalannya. Contohnya, saat kamu membeli pensil di koperasi sekolah, kamu adalah pembeli dan petugas koperasi adalah penjual. Proses ini melibatkan kesepakatan harga dan pertukaran uang dengan barang.
Ketika kita membeli beberapa barang, kita perlu menghitung total biaya yang harus dibayar. Caranya adalah dengan menjumlahkan harga semua barang yang ingin kita beli. Misalnya, jika kamu membeli buku seharga Rp 7.000 dan pulpen seharga Rp 3.000, maka total belanjaanmu adalah Rp 7.000 + Rp 3.000 = Rp 10.000. Penting untuk teliti dalam menjumlahkan agar tidak salah bayar.
Kembalian adalah sisa uang yang kita terima jika uang yang kita bayarkan lebih besar dari total harga barang. Cara menghitung kembalian adalah dengan mengurangi uang yang dibayarkan dengan total harga barang. Contohnya, jika total belanjaanmu Rp 8.000 dan kamu membayar dengan uang Rp 10.000, maka kembalianmu adalah Rp 10.000 - Rp 8.000 = Rp 2.000. Pastikan untuk selalu mengecek kembalian yang kamu terima.
Sebelum berbelanja, ada baiknya kita membuat daftar belanja. Daftar belanja membantu kita mengingat barang apa saja yang ingin dibeli dan berapa perkiraan biaya yang dibutuhkan. Ini juga melatih kita untuk merencanakan pengeluaran. Contoh daftar belanja bisa berisi: pensil (Rp 2.500), penghapus (Rp 1.000), penggaris (Rp 3.000). Dengan daftar ini, kita bisa memperkirakan total biaya dan menyiapkan uang yang cukup.
Mengelola uang dengan baik berarti kita tahu cara menggunakan uang secara bijak. Ini termasuk menabung sebagian uang, tidak membeli barang yang tidak perlu, dan membandingkan harga sebelum membeli. Dengan mengelola uang sejak dini, kita belajar menjadi pribadi yang mandiri dan bertanggung jawab terhadap keuangan kita sendiri di masa depan.
Rangkuman: Uang Rupiah adalah mata uang Indonesia yang terdiri dari uang logam dan kertas dengan nilai berbeda. Uang berfungsi sebagai alat tukar dan pembayaran dalam kegiatan jual beli. Dalam jual beli, kita perlu menghitung total belanja dengan penjumlahan dan menghitung kembalian dengan pengurangan. Mengelola uang dengan bijak, seperti menabung dan membuat daftar belanja, adalah kebiasaan baik untuk masa depan finansial kita.
Tujuan: Memfasilitasi peserta didik untuk mencatat, menghitung, dan merefleksikan kegiatan jual beli yang dilakukan.
Alat & bahan: Lembar kerja, pensil, uang mainan, gambar/benda barang dagangan
| Rupiah | Mata uang resmi negara Indonesia |
| Jual Beli | Kegiatan pertukaran barang/jasa dengan uang |
| Pembeli | Orang yang menyerahkan uang untuk mendapatkan barang/jasa |
| Penjual | Orang yang menyerahkan barang/jasa untuk mendapatkan uang |
| Kembalian | Sisa uang yang diterima pembeli jika uang yang dibayarkan lebih besar dari harga barang |
| Transaksi | Proses pertukaran antara dua pihak, biasanya melibatkan uang |
Ya. Tiga modul ajar gratis tersedia bertahap dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Matematika kelas III langsung tersusun atas nama Anda.
Ya. Modul mengikuti Keputusan Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Nomor 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah.
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh, ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.