Modul ajar Matematika SD kelas VI materi Penjumlahan dan pengurangan pecahan biasa dan campuran lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025. Unduh Word + PDF atas nama Anda.
Rumusan: Pada akhir Fase C, peserta didik dapat membandingkan dan mengurutkan berbagai jenis bilangan (bulat, cacah, pecahan, desimal, persen), serta menggunakan bilangan tersebut dalam operasi hitung campuran. Peserta didik memahami konsep bilangan dan operasi hitung dasar yang digunakan untuk memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari.
Acuan: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Kompetensi awal: Peserta didik memiliki pemahaman dasar tentang pecahan sebagai bagian dari keseluruhan.
Pemahaman bermakna: Penjumlahan dan pengurangan pecahan biasa serta campuran sangat penting untuk kehidupan sehari-hari, mulai dari memasak hingga menghitung kebutuhan material.
Pertanyaan pemantik: Jika Ibu membuat kue dan membutuhkan 1/2 kg tepung, lalu Ayah membeli lagi 1/4 kg, berapa total tepung yang Ibu miliki?
Tujuan: Peserta didik dapat menjelaskan konsep penjumlahan dan pengurangan pecahan biasa dengan penyebut yang sama dan berbeda.
Kegiatan awal: Guru menyapa, berdoa, mengecek kehadiran, mengingatkan kembali materi pecahan sebagai bagian dari keseluruhan, menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, dan mengajukan pertanyaan pemantik tentang resep kue.
Memahami: Peserta didik mengamati gambar atau benda konkret yang dibagi menjadi beberapa bagian (misal: pizza, kertas) untuk memahami konsep pecahan, lalu berdiskusi dalam kelompok kecil tentang bagaimana menggabungkan atau mengurangi bagian-bagian tersebut.
Mengaplikasi: Peserta didik mengerjakan LKPD sederhana yang berisi soal penjumlahan dan pengurangan pecahan biasa dengan penyebut yang sama dan berbeda menggunakan alat bantu visual.
Merefleksi: Beberapa kelompok mempresentasikan hasil diskusinya, guru memberikan umpan balik dan penguatan konsep pentingnya menyamakan penyebut.
Penutup: Guru bersama peserta didik menyimpulkan cara menjumlahkan dan mengurangkan pecahan biasa, memberikan apresiasi atas partisipasi aktif, dan mengingatkan materi untuk pertemuan selanjutnya.
Tujuan: Peserta didik dapat melakukan operasi penjumlahan dan pengurangan pecahan campuran dengan penyebut yang sama dan berbeda.
Kegiatan awal: Guru menyapa, berdoa, mengecek kehadiran, mengingatkan kembali cara menjumlahkan dan mengurangkan pecahan biasa, serta menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini terkait pecahan campuran.
Memahami: Guru menyajikan sebuah masalah kontekstual, misalnya menghitung total berat dua jenis buah yang dibeli dalam bentuk pecahan campuran, dan peserta didik berdiskusi cara menyelesaikannya.
Mengaplikasi: Peserta didik bekerja dalam kelompok untuk menyelesaikan soal cerita yang melibatkan penjumlahan dan pengurangan pecahan campuran, mereka diminta mencari strategi terbaik untuk menyamakan penyebut dan mengubah bentuk pecahan.
Merefleksi: Setiap kelompok mempresentasikan satu soal, menjelaskan langkah-langkah penyelesaiannya, dan kelompok lain memberikan tanggapan serta pertanyaan.
Penutup: Guru bersama peserta didik merangkum langkah-langkah penjumlahan dan pengurangan pecahan campuran, memberikan pujian atas kerja sama tim, dan memberikan tugas rumah untuk latihan.
Tujuan: Peserta didik dapat menyelesaikan masalah sehari-hari yang melibatkan penjumlahan dan pengurangan pecahan biasa dan campuran.
Kegiatan awal: Guru menyapa, berdoa, mengecek kehadiran, mengingatkan kembali materi pecahan biasa dan campuran, serta menyampaikan bahwa hari ini akan ada proyek membuat resep sederhana.
Memahami: Peserta didik diberikan studi kasus tentang membuat kue atau minuman yang membutuhkan berbagai takaran bahan dalam bentuk pecahan biasa dan campuran, mereka perlu menghitung total bahan yang dibutuhkan.
Mengaplikasi: Peserta didik secara berkelompok merancang 'buku resep mini' yang berisi minimal 3 resep, di mana setiap resep harus memuat setidaknya satu operasi penjumlahan atau pengurangan pecahan biasa atau campuran. Mereka harus menuliskan bahan-bahan dan cara menghitung total kebutuhan setiap bahan.
Merefleksi: Setiap kelompok mempresentasikan buku resep mini mereka, menjelaskan perhitungan pecahan yang mereka lakukan, dan guru memberikan umpan balik serta penilaian.
Penutup: Guru memberikan apresiasi atas kreativitas dan hasil kerja peserta didik, merangkum pentingnya pecahan dalam kehidupan sehari-hari, dan memberikan motivasi untuk terus belajar.
Proses (formatif): Guru mengamati partisipasi peserta didik dalam diskusi kelompok, keaktifan bertanya, dan ketepatan jawaban saat mengerjakan LKPD.
Akhir (sumatif): Peserta didik mengerjakan soal sumatif yang mencakup penjumlahan dan pengurangan pecahan biasa serta campuran dalam bentuk soal cerita.
| Tujuan | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|
| Menjelaskan konsep penjumlahan dan pengurangan pecahan biasa | Pecahan biasa, penyebut sama/berbeda | 2 JP | Penalaran Kritis |
| Menjumlahkan dan mengurangkan pecahan biasa | Pecahan biasa, penyebut sama/berbeda | 2 JP | Kemandirian |
| Menjelaskan konsep penjumlahan dan pengurangan pecahan campuran | Pecahan campuran, penyebut sama/berbeda | 2 JP | Kolaborasi |
| Menjumlahkan dan mengurangkan pecahan campuran | Pecahan campuran, penyebut sama/berbeda | 2 JP | Penalaran Kritis |
| Menyelesaikan masalah kontekstual | Pecahan biasa dan campuran | 1 JP | Kemandirian |
Halo, para pembelajar hebat! Di modul ini, kita akan berpetualang seru menjelajahi dunia pecahan. Kita akan belajar bagaimana menggabungkan dan mengurangi bagian-bagian dari sesuatu menggunakan pecahan biasa dan campuran. Siap untuk tantangan yang menyenangkan?
Pecahan biasa seperti 1/2 atau 3/4 menunjukkan bagian dari satu benda utuh. Angka di atas (pembilang) menunjukkan berapa bagian yang kita punya, dan angka di bawah (penyebut) menunjukkan berapa total bagian benda itu. Contohnya, 1/2 kg gula berarti kita punya satu dari dua bagian sama besar dari 1 kg gula.
Untuk menjumlahkan atau mengurangkan pecahan biasa, penyebutnya harus sama. Jika penyebutnya berbeda, kita perlu menyamakannya terlebih dahulu menggunakan Kelipatan Persekutuan Terkecil (KPK). Contoh: 1/3 + 1/6 = 2/6 + 1/6 = 3/6 = 1/2.
Pecahan campuran terdiri dari bilangan bulat dan pecahan biasa, contohnya 1 1/2. Angka 1 adalah bilangan bulatnya, dan 1/2 adalah pecahan biasanya. Pecahan campuran bisa diubah menjadi pecahan biasa (misal: 1 1/2 = 3/2) untuk memudahkan perhitungan.
Untuk menjumlahkan atau mengurangkan pecahan campuran, kita bisa menjumlahkan atau mengurangkan bagian bilangan bulatnya dan bagian pecahannya secara terpisah setelah penyebutnya sama. Atau, ubah dulu menjadi pecahan biasa, samakan penyebutnya, lalu hitung.
Pecahan sering kita temui saat memasak (resep), mengukur bahan bangunan, membagi kue, atau menghitung waktu. Memahami operasi pecahan membantu kita melakukan perhitungan yang akurat dalam situasi-situasi ini.
Rangkuman: Menjumlahkan dan mengurangkan pecahan biasa maupun campuran memerlukan pemahaman konsep penyebut yang sama. Dengan menyamakan penyebut atau mengubah bentuk pecahan, kita dapat menyelesaikan berbagai masalah sehari-hari yang melibatkan pecahan dengan mudah dan tepat.
Tujuan: Peserta didik dapat mempraktikkan penjumlahan dan pengurangan pecahan biasa serta campuran melalui soal cerita.
Alat & bahan: Kertas, pensil, penggaris, alat peraga pecahan (jika ada)
| Pecahan Biasa | Bilangan yang terdiri dari pembilang dan penyebut, mewakili bagian dari keseluruhan. |
| Pecahan Campuran | Gabungan bilangan bulat dan pecahan biasa. |
| Pembilang | Angka di atas garis pecahan yang menunjukkan jumlah bagian yang dimiliki. |
| Penyebut | Angka di bawah garis pecahan yang menunjukkan jumlah total bagian yang sama dari keseluruhan. |
| KPK (Kelipatan Persekutuan Terkecil) | Bilangan bulat positif terkecil yang merupakan kelipatan dari dua bilangan atau lebih. |
Ya. Tiga modul ajar gratis tersedia bertahap dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Matematika kelas VI langsung tersusun atas nama Anda.
Ya. Modul mengikuti Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025.
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh, ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.