Modul ajar Pendidikan Agama Kristen SD kelas III materi Tokoh Iman Perjanjian Lama lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Kepka BKPDM No. 020 Tahun 2026. Unduh Word + PDF atas nama Anda.
Jenjang, mapel, kelas, semester, dan materinya sudah terbawa dari halaman ini. Tinggal identitas Anda: nama dan sekolah.
| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | Pendidikan Agama Kristen |
| Fase / Kelas | B / III |
| Materi Pokok | Tokoh Iman Perjanjian Lama |
| Alokasi Waktu | 3 pertemuan |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Model Pembelajaran | Project-Based Learning (PjBL) + praktik |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Kompetensi awal: Peserta didik telah mengenal beberapa kisah sederhana dari Alkitab atau tokoh-tokoh rohani yang umum.
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan: keimanan dan ketakwaan, kreativitas, kolaborasi.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | Kepka BKPDM No. 020 Tahun 2026 |
| Elemen / Domain | Manusia dan Nilai-nilai Kristiani |
| Rumusan CP Fase | Peserta didik memahami identitas dan nilai-nilai Kristiani yang diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, serta mengenal tokoh-tokoh Alkitab yang menunjukkan teladan iman. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Materi ini membahas tentang kisah nyata tokoh-tokoh seperti Nuh, Abraham, Yusuf, Musa, dan Daud dari Perjanjian Lama. |
| Konseptual | Konsep intinya adalah iman sebagai dasar kepercayaan kepada Tuhan yang membawa pada ketaatan dan keberanian dalam menghadapi tantangan. |
| Prosedural | Peserta didik akan belajar cara mengidentifikasi nilai-nilai iman dari kisah tokoh dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. |
| Metakognitif | Peserta didik akan menyadari bagaimana kisah-kisah iman dapat memengaruhi cara mereka berpikir dan bertindak dalam menghadapi masalah. |
Tujuan Pembelajaran:
Pemahaman bermakna: Memahami kisah tokoh iman Perjanjian Lama mengajarkan kita tentang pentingnya percaya kepada Tuhan, taat pada perintah-Nya, dan berani menghadapi tantangan dengan harapan.
Pertanyaan pemantik: "Menurutmu, apa yang membuat seseorang disebut sebagai pahlawan iman?"
| Praktik Pedagogis | Project-Based Learning (PjBL) + praktik |
| Lintas Disiplin Ilmu | Bahasa Indonesia: Menceritakan kembali kisah, menuliskan pesan moral, membuat naskah drama singkat. Seni Budaya: Menggambar tokoh, membuat poster, memerankan drama singkat. Pendidikan Pancasila: Memahami nilai-nilai kepemimpinan, keberanian, dan kesabaran sebagai wujud karakter baik. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua dapat diajak untuk menceritakan kisah-kisah Alkitab di rumah atau mendampingi anak dalam membuat proyek kreatif. |
| Lingkungan Pembelajaran | Ruang kelas ditata agar nyaman untuk diskusi kelompok dan presentasi, dengan akses ke bahan bacaan dan alat peraga tentang tokoh Alkitab. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Pemanfaatan video animasi kisah Alkitab, aplikasi Alkitab digital, atau platform presentasi online untuk mendukung pembuatan dan presentasi proyek. |
| Model Pembelajaran | Discovery Learning |
| Tujuan Pertemuan 1 | Mengidentifikasi nama-nama tokoh iman Perjanjian Lama dengan benar. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 25 menit | Guru menyapa dengan salam dan doa, memeriksa kehadiran, kemudian mengajak peserta didik menyanyikan lagu rohani tentang pahlawan iman. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu mengenal tokoh-tokoh iman Perjanjian Lama dan bertanya, 'Siapa yang tahu kisah orang-orang hebat di Alkitab?'. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Peserta didik mengamati gambar-gambar tokoh Perjanjian Lama yang ditampilkan guru, lalu mencoba menebak nama dan cerita singkat mereka. Guru memfasilitasi diskusi tentang tokoh-tokoh yang sudah mereka kenal sebelumnya. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 40 menit | Peserta didik secara berkelompok membuat daftar nama tokoh iman Perjanjian Lama yang mereka temukan dan mencatat hal menarik dari setiap tokoh tersebut. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Setiap kelompok mempresentasikan daftar tokoh dan hasil diskusinya. Guru memberikan umpan balik dan penguatan, serta menegaskan nama-nama tokoh iman Perjanjian Lama yang akan dipelajari lebih lanjut. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 25 menit | Peserta didik bersama guru menyimpulkan tokoh-tokoh yang sudah dikenal. Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif dan mengajak mereka menantikan kisah-kisah menarik selanjutnya. Doa penutup. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Direct Instruction + Storytelling |
| Tujuan Pertemuan 2 | Menceritakan kembali kisah singkat tokoh Nuh dan kesetiaannya kepada Tuhan. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 25 menit | Guru membuka pelajaran dengan salam dan doa, mengulas kembali tokoh-tokoh yang sudah dikenal, dan menyampaikan bahwa hari ini akan belajar kisah Nuh. Guru memantik dengan pertanyaan, 'Pernahkah kamu mendengar cerita tentang bahtera besar?'. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Guru menceritakan kisah Nuh dengan menggunakan media gambar atau boneka tangan, menekankan pada kesetiaan Nuh kepada Tuhan meskipun orang lain tidak percaya. Peserta didik menyimak dengan seksama dan boleh bertanya. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 40 menit | Peserta didik secara berpasangan menceritakan kembali kisah Nuh dengan kata-kata mereka sendiri, fokus pada bagian kesetiaan Nuh dan janji Tuhan. Mereka juga bisa membuat gambar sederhana tentang bagian cerita yang paling mereka ingat. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Beberapa pasangan berbagi cerita mereka di depan kelas. Guru memberikan pujian dan mengaitkan kisah Nuh dengan pentingnya percaya dan taat kepada Tuhan dalam hidup sehari-hari. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 25 menit | Peserta didik menyimpulkan pelajaran tentang kesetiaan Nuh. Guru memberikan tugas singkat untuk mencari tahu arti kesetiaan dan menutup dengan doa syukur. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Inquiry-Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 3 | Menjelaskan arti iman melalui kisah Abraham yang taat kepada Tuhan. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 25 menit | Guru menyapa, berdoa, dan mengulas kisah Nuh. Guru memperkenalkan tokoh Abraham dan bertanya, 'Bagaimana rasanya meninggalkan rumah dan pergi ke tempat yang belum pernah kamu tahu?'. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Peserta didik membaca atau mendengarkan kisah Abraham yang dipanggil Tuhan untuk pergi ke negeri yang tidak dikenalnya. Mereka diminta untuk mencari tahu mengapa Abraham mau melakukan itu. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 40 menit | Dalam kelompok kecil, peserta didik mendiskusikan apa arti 'iman' berdasarkan kisah Abraham. Mereka mencoba merumuskan definisi iman dengan bahasa mereka sendiri dan memberikan contoh ketaatan Abraham. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Setiap kelompok mempresentasikan pemahaman mereka tentang iman dan contoh ketaatan Abraham. Guru memberikan penguatan bahwa iman adalah percaya kepada Tuhan dan melakukan apa yang Dia perintahkan. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 25 menit | Peserta didik menulis satu kalimat tentang apa itu iman bagi mereka. Guru memberikan apresiasi dan mengajak mereka untuk terus belajar tentang iman. Doa penutup. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
Tujuan: Peserta didik dapat mengidentifikasi tokoh iman Perjanjian Lama, menceritakan kisah singkatnya, dan menemukan nilai iman yang bisa diteladani.
Alat & bahan: Lembar kerja, alat tulis, pensil warna, gambar tokoh Alkitab
Langkah kerja:
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
Formatif (proses): Pengamatan partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok, kemampuan menceritakan kembali kisah, dan progres pengerjaan proyek kreatif.
Sumatif (akhir): Penilaian proyek karya kreatif (poster/drama singkat) dan presentasi, serta jawaban LKPD dan soal esai tentang penerapan nilai-nilai iman.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Mengidentifikasi nama-nama tokoh iman Perjanjian Lama dengan benar. | Pengenalan Tokoh Iman | 4 JP | keimanan dan ketakwaan |
| 2 | Menceritakan kembali kisah singkat Nuh, Abraham, Yusuf, Musa, dan Daud. | Kisah Tokoh Iman | 20 JP | keimanan dan ketakwaan, kolaborasi |
| 3 | Merancang karya kreatif dan menerapkan nilai-nilai iman dalam perilaku sehari-hari. | Proyek Tokoh Iman dan Refleksi | 8 JP | kreativitas, keimanan dan ketakwaan |
Anak-anak yang terkasih, di dalam Alkitab, khususnya Perjanjian Lama, ada banyak sekali kisah tentang orang-orang hebat yang memiliki iman luar biasa kepada Tuhan. Mereka adalah teladan bagi kita. Mari kita belajar dari kisah hidup mereka, bagaimana mereka percaya kepada Tuhan, taat pada perintah-Nya, dan berani menghadapi tantangan. Semoga kisah-kisah ini menginspirasi kita semua!
1. Nuh dan Bahtera Kesetiaan
Nuh adalah seorang yang hidup benar di tengah-tengah orang yang jahat. Tuhan melihat kejahatan manusia dan memutuskan untuk mendatangkan air bah. Tuhan memerintahkan Nuh untuk membangun bahtera yang sangat besar. Meskipun tidak ada hujan dan orang-orang menertawakannya, Nuh tetap setia dan taat membangun bahtera sesuai perintah Tuhan. Karena kesetiaannya, Nuh dan keluarganya diselamatkan dari air bah, dan Tuhan membuat perjanjian dengan Nuh.
2. Abraham: Bapak Orang Beriman
Abraham adalah tokoh iman yang sangat penting. Tuhan memanggil Abraham untuk meninggalkan kampung halamannya dan pergi ke negeri yang belum ia ketahui. Abraham taat dan berangkat, percaya bahwa Tuhan akan menyertai dan memberkatinya. Tuhan berjanji akan menjadikannya bangsa yang besar dan memberikan banyak keturunan. Iman Abraham diuji berkali-kali, tetapi ia selalu percaya kepada janji Tuhan, bahkan ketika diminta mengorbankan Ishak, anaknya.
3. Yusuf: Dari Penjara Menjadi Penguasa
Yusuf adalah anak kesayangan Yakub yang dibenci saudara-saudaranya. Ia dijual sebagai budak ke Mesir, difitnah, dan dipenjara. Namun, Yusuf tidak pernah menyerah dan selalu percaya kepada Tuhan. Tuhan menyertai Yusuf, sehingga ia diberi hikmat untuk menafsirkan mimpi Firaun. Akhirnya, Yusuf diangkat menjadi penguasa Mesir dan dapat menyelamatkan keluarganya dari kelaparan. Kisahnya mengajarkan tentang kesabaran dan rencana baik Tuhan.
4. Musa: Pemimpin yang Membebaskan
Musa lahir saat bangsa Israel diperbudak di Mesir. Tuhan memanggil Musa dari semak belukar yang menyala untuk memimpin umat-Nya keluar dari perbudakan. Musa awalnya takut, tetapi Tuhan menyertainya dengan tanda-tanda dan mukjizat. Dengan tongkatnya, Musa membelah Laut Teberau dan membawa bangsa Israel melintasi padang gurun menuju Tanah Perjanjian. Ia adalah pemimpin yang berani dan taat kepada Tuhan.
5. Daud: Gembala Pemberani
Daud adalah seorang gembala muda yang dipilih Tuhan untuk menjadi raja Israel. Keberaniannya terlihat saat ia menghadapi Goliat, prajurit Filistin yang perkasa, dengan hanya bersenjatakan umban dan batu. Daud percaya bahwa Tuhan akan membantunya. Ia mengalahkan Goliat dan menjadi pahlawan bagi bangsanya. Kisah Daud menunjukkan bahwa dengan iman, kita bisa melakukan hal-hal besar, tidak peduli seberapa kecil atau muda kita.
Rangkuman: Tokoh iman Perjanjian Lama seperti Nuh, Abraham, Yusuf, Musa, dan Daud adalah teladan luar biasa. Mereka mengajarkan kita tentang kesetiaan, ketaatan, kesabaran, kepemimpinan, dan keberanian yang berasal dari iman kepada Tuhan. Kisah-kisah mereka mengingatkan kita bahwa Tuhan selalu menyertai dan memiliki rencana baik bagi mereka yang percaya kepada-Nya, bahkan di tengah kesulitan. Mari teladani iman mereka dalam hidup kita sehari-hari.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Iman | Percaya sepenuhnya kepada Tuhan dan janji-janji-Nya. |
| Perjanjian Lama | Bagian pertama dari Alkitab yang menceritakan sejarah bangsa Israel sebelum kelahiran Yesus. |
| Bahtera | Kapal besar yang dibangun Nuh atas perintah Tuhan. |
| Mesir | Negeri tempat bangsa Israel diperbudak selama bertahun-tahun. |
| Goliat | Seorang raksasa prajurit Filistin yang dikalahkan oleh Daud. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Tokoh Iman Perjanjian Lama" mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen Kelas III ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Ya. Tiga modul ajar gratis tersedia bertahap dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Pendidikan Agama Kristen kelas III langsung tersusun atas nama Anda.
Ya. Modul mengikuti Kepka BKPDM No. 020 Tahun 2026.
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh, ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.