Modul ajar Pendidikan Agama Kristen SD kelas III materi Yesus Teladanku lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Kepka BKPDM No. 020 Tahun 2026. Unduh Word + PDF atas nama Anda.
Jenjang, mapel, kelas, semester, dan materinya sudah terbawa dari halaman ini. Tinggal identitas Anda: nama dan sekolah.
| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | Pendidikan Agama Kristen |
| Fase / Kelas | B / III |
| Materi Pokok | Yesus Teladanku |
| Alokasi Waktu | 3 pertemuan |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Model Pembelajaran | Project-Based Learning (PjBL) + Praktik |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Kompetensi awal: Peserta didik mengenal tokoh Yesus Kristus sebagai Anak Allah dan Juruselamat serta beberapa cerita tentang perbuatan baik Yesus.
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan: keimanan dan ketakwaan, kolaborasi, kreativitas.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | Kepka BKPDM No. 020 Tahun 2026 |
| Elemen / Domain | Allah dan Karya-Nya |
| Rumusan CP Fase | Peserta didik memahami bahwa Allah mengasihi manusia melalui karya penyelamatan-Nya dalam Yesus Kristus dan mampu meneladani sikap Yesus dalam kehidupan sehari-hari. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Yesus Kristus adalah tokoh sentral dalam agama Kristen yang hidup sekitar 2000 tahun lalu di Nazaret dan melakukan banyak mukjizat serta ajaran kasih. |
| Konseptual | Yesus adalah teladan sempurna dalam kasih, ketaatan, pengampunan, dan pelayanan yang dapat diikuti oleh setiap orang percaya. |
| Prosedural | Peserta didik akan belajar mengidentifikasi sifat-sifat Yesus, meniru perilaku kasih dan pengampunan-Nya, serta berbagi kebaikan seperti yang Yesus ajarkan. |
| Metakognitif | Peserta didik akan menyadari bagaimana meneladani Yesus dapat membantu mereka menjadi pribadi yang lebih baik dan lebih peduli terhadap sesama. |
Tujuan Pembelajaran:
Pemahaman bermakna: Meneladani Yesus Kristus berarti berusaha hidup seperti Dia, menunjukkan kasih, pengampunan, dan pelayanan kepada sesama, yang membawa kebaikan bagi diri sendiri dan orang lain.
Pertanyaan pemantik: "Bagaimana cara kita menunjukkan kasih sayang kepada teman dan keluarga seperti yang Yesus lakukan?"
| Praktik Pedagogis | Project-Based Learning (PjBL) + Praktik |
| Lintas Disiplin Ilmu | Bahasa Indonesia: Menceritakan kembali kisah, menulis pesan kebaikan, dan membuat presentasi proyek. Seni Budaya: Membuat poster tentang pengampunan dan merancang kartu ucapan untuk proyek berbagi kebaikan. Pendidikan Pancasila: Mengamalkan nilai-nilai kemanusiaan dan gotong royong dalam proyek berbagi kebaikan. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua diajak untuk mendukung proyek 'Berbagi Kebaikan' anak di rumah dan mendampingi anak dalam membaca cerita-cerita tentang Yesus. |
| Lingkungan Pembelajaran | Ruang kelas dihias dengan poster-poster tentang sifat-sifat baik Yesus dan kisah-kisah-Nya, serta sudut bacaan yang berisi buku cerita anak tentang Yesus. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Pemanfaatan video animasi kisah Yesus Kristus dari YouTube yang ramah anak sebagai pengantar materi atau sumber inspirasi proyek 'Berbagi Kebaikan'. |
| Model Pembelajaran | Discovery Learning |
| Tujuan Pertemuan 1 | Mengidentifikasi sifat-sifat Yesus Kristus sebagai teladan yang patut ditiru dengan benar. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 25 menit | Guru menyapa dengan salam dan doa, memeriksa kehadiran, kemudian menampilkan gambar-gambar perbuatan baik Yesus (misalnya menyembuhkan orang sakit, memberkati anak-anak). Guru bertanya, 'Menurut kalian, sifat baik apa yang Yesus miliki?' Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu mengenal sifat-sifat baik Yesus dan bertanya kembali apa pentingnya meniru sifat baik. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Peserta didik dibagi dalam kelompok kecil untuk mengamati kartu bergambar kisah-kisah Yesus dan mendiskusikan sifat-sifat baik yang Yesus tunjukkan dalam setiap kisah tersebut, seperti kasih, kepedulian, dan kesabaran. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 40 menit | Setiap kelompok menuliskan daftar sifat-sifat Yesus yang mereka temukan dan memilih satu sifat yang paling mereka kagumi, kemudian berbagi alasannya kepada kelompok lain. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Perwakilan kelompok mempresentasikan sifat-sifat Yesus yang mereka temukan. Guru memberikan umpan balik dan penguatan tentang pentingnya meneladani sifat-sifat tersebut dalam kehidupan sehari-hari. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 25 menit | Peserta didik bersama guru menyimpulkan sifat-sifat Yesus yang telah dipelajari. Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif peserta didik dan meminta mereka menceritakan satu sifat Yesus yang akan mereka coba lakukan di rumah. Pembelajaran diakhiri dengan doa syukur. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Cerita Interaktif |
| Tujuan Pertemuan 2 | Menceritakan kembali kisah-kisah Yesus yang menunjukkan kasih dan pelayanan kepada sesama dengan runtut. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 25 menit | Guru memulai dengan lagu rohani tentang kasih Yesus, kemudian menanyakan kembali sifat-sifat Yesus yang telah dipelajari. Guru menyampaikan bahwa hari ini akan ada kisah-kisah menarik tentang kasih Yesus dan mengajak peserta didik untuk menyimak dengan seksama. Guru mengingatkan tujuan pembelajaran hari ini yaitu menceritakan kembali kisah-kisah kasih Yesus. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Guru menceritakan kisah 'Yesus Memberi Makan Lima Ribu Orang' atau 'Yesus Menolong Perempuan Samaria' dengan gaya bercerita yang menarik, menggunakan alat peraga sederhana atau gambar. Peserta didik mendengarkan dan mengidentifikasi bagian-bagian yang menunjukkan kasih dan pelayanan Yesus. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 40 menit | Dalam pasangan, peserta didik diminta menceritakan kembali kisah yang baru saja didengar menggunakan kata-kata mereka sendiri, fokus pada bagaimana Yesus menunjukkan kasih dan pelayanan. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Beberapa pasangan diminta untuk berbagi cerita mereka di depan kelas. Guru memberikan pujian dan koreksi jika ada bagian yang kurang tepat, serta menekankan kembali pesan kasih dan pelayanan dari kisah tersebut. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 25 menit | Peserta didik bersama guru merangkum pelajaran dari kisah Yesus hari ini. Guru memberikan tantangan untuk mencari tahu kisah lain tentang kasih Yesus di rumah dan menyanyikan lagu penutup yang ceria. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Diskusi Kelompok |
| Tujuan Pertemuan 3 | Menjelaskan makna pengampunan dan pentingnya memaafkan orang lain seperti Yesus mengampuni. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 25 menit | Guru menyapa peserta didik dan bertanya, 'Apakah kalian pernah merasa marah atau kecewa kepada teman?' Guru menjelaskan bahwa perasaan itu wajar, tetapi Yesus mengajarkan kita untuk mengampuni. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu memahami arti pengampunan dan belajar memaafkan. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Guru menceritakan kisah 'Yesus Mengampuni Perempuan Berdosa' (Lukas 7:36-50) atau 'Yesus Mengampuni Petrus'. Setelah bercerita, guru memimpin diskusi tentang apa itu pengampunan, mengapa Yesus mengampuni, dan bagaimana perasaan orang yang diampuni. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 40 menit | Peserta didik dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil. Setiap kelompok berdiskusi tentang pengalaman mereka dalam memaafkan atau dimaafkan, dan bagaimana rasanya. Mereka juga diminta membuat poster sederhana berisi pesan tentang pentingnya pengampunan. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Setiap kelompok mempresentasikan poster mereka dan berbagi hasil diskusi. Guru memberikan penguatan bahwa mengampuni itu sulit tetapi membawa damai, seperti yang Yesus teladankan. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 25 menit | Peserta didik bersama guru menyimpulkan bahwa pengampunan adalah tindakan kasih yang membebaskan. Guru mengajak peserta didik untuk berjanji memaafkan kesalahan teman dan mengakhiri pembelajaran dengan doa untuk kerukunan. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
Tujuan: Membantu peserta didik mengidentifikasi dan merefleksikan sifat-sifat baik Yesus dalam kisah-kisah Alkitab.
Alat & bahan: Lembar kerja, pensil warna, kartu kisah Yesus bergambar
Langkah kerja:
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
Formatif (proses): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok, role play, dan pengerjaan proyek 'Berbagi Kebaikan'.
Sumatif (akhir): Tes tertulis (pilihan ganda dan esai) serta penilaian proyek 'Berbagi Kebaikan'.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Mengidentifikasi sifat-sifat Yesus Kristus sebagai teladan yang patut ditiru dengan benar. | Sifat-sifat Yesus | 4 JP | keimanan dan ketakwaan |
| 2 | Menceritakan kembali kisah-kisah Yesus yang menunjukkan kasih dan pelayanan kepada sesama dengan runtut. | Kisah Kasih dan Pelayanan Yesus | 4 JP | komunikasi |
| 3 | Menjelaskan makna pengampunan dan pentingnya memaafkan orang lain seperti Yesus mengampuni. | Makna Pengampunan Yesus | 4 JP | kewargaan |
| 4 | Merancang sebuah kegiatan sederhana untuk meneladani kasih Yesus di lingkungan sekitar. | Perencanaan Proyek 'Berbagi Kebaikan' | 4 JP | kreativitas |
Anak-anak yang terkasih, mari kita belajar dari Yesus Kristus, teladan kita yang sempurna. Yesus menunjukkan kepada kita bagaimana cara hidup yang penuh kasih, kebaikan, dan pengampunan. Dengan meneladani-Nya, kita bisa menjadi anak-anak yang lebih baik, menyenangkan hati Tuhan, dan membawa sukacita bagi sesama. Modul ini akan membimbing kita mengenal lebih dekat Yesus dan belajar meniru perbuatan baik-Nya.
1. Siapa Yesus Kristus Teladanku?
Yesus Kristus adalah Anak Allah yang datang ke dunia untuk menunjukkan kasih Allah kepada kita. Dia hidup sekitar 2000 tahun yang lalu di Tanah Israel. Yesus bukan hanya seorang guru yang hebat, tetapi juga seorang pribadi yang penuh kasih, peduli, dan selalu siap menolong. Semua perkataan dan perbuatan-Nya adalah contoh nyata bagaimana seharusnya kita hidup. Meneladani Yesus berarti berusaha mengikuti jejak-Nya dalam setiap langkah hidup kita, baik dalam perkataan maupun perbuatan.
2. Kasih Yesus kepada Sesama
Salah satu sifat paling menonjol dari Yesus adalah kasih-Nya yang besar kepada semua orang, tanpa memandang siapa mereka. Yesus mengasihi anak-anak, menyembuhkan orang sakit, memberi makan orang lapar, dan menghibur yang sedih. Dia tidak pernah memilih-milih teman, bahkan bergaul dengan orang-orang yang sering dijauhi. Kasih-Nya adalah kasih yang aktif, yang mendorong-Nya untuk berbuat baik dan melayani. Kita bisa meneladani kasih Yesus dengan peduli kepada teman, membantu orang yang kesusahan, dan berbagi apa yang kita miliki.
3. Yesus Mengajarkan Pengampunan
Selain kasih, Yesus juga mengajarkan tentang pentingnya pengampunan. Yesus sendiri adalah teladan pengampunan yang luar biasa. Dia mengampuni orang-orang yang berbuat salah kepada-Nya, bahkan saat Dia disalibkan, Dia berdoa agar Allah mengampuni mereka. Mengampuni bukan berarti melupakan kesalahan, tetapi melepaskan rasa marah dan dendam, serta memberikan kesempatan kedua. Dengan mengampuni, hati kita menjadi damai dan hubungan kita dengan teman atau keluarga bisa pulih kembali, seperti yang Yesus inginkan.
4. Pelayanan dan Kerendahan Hati Yesus
Yesus datang ke dunia bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani. Dia rela merendahkan diri-Nya untuk membantu orang lain, bahkan melakukan pekerjaan yang dianggap rendah seperti membasuh kaki murid-murid-Nya. Sikap pelayanan dan kerendahan hati Yesus mengajarkan kita untuk tidak sombong, mau menolong tanpa pamrih, dan tidak merasa lebih baik dari orang lain. Saat kita melayani dengan tulus, kita sedang menunjukkan kasih Yesus kepada dunia, dan itu membawa sukacita bagi kita dan orang yang kita layani.
5. Meneladani Yesus dalam Ketaatan
Yesus selalu taat kepada Bapa-Nya di surga. Dia melakukan segala sesuatu sesuai dengan kehendak Allah, bahkan ketika itu sulit. Ketaatan Yesus adalah contoh bagi kita untuk taat kepada orang tua, guru, dan aturan yang berlaku. Ketaatan bukan berarti kita tidak punya pilihan, tetapi kita memilih untuk melakukan hal yang benar karena kita tahu itu baik dan menyenangkan hati Tuhan. Dengan taat, kita menunjukkan rasa hormat dan disiplin, yang akan membuat hidup kita lebih tertib dan damai.
Rangkuman: Yesus Kristus adalah teladan sempurna bagi kita dalam kasih, pengampunan, pelayanan, kerendahan hati, dan ketaatan. Dengan mengamati kisah-kisah-Nya, kita belajar bagaimana menunjukkan kasih kepada sesama, memaafkan kesalahan orang lain, melayani dengan tulus, dan taat pada kebenaran. Mari kita terus berusaha meneladani Yesus dalam setiap perkataan dan perbuatan kita, agar hidup kita menjadi berkat bagi banyak orang dan memuliakan nama Tuhan.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Teladan | Contoh atau model yang patut ditiru atau diikuti. |
| Pengampunan | Tindakan memaafkan kesalahan orang lain tanpa menuntut balasan. |
| Pelayanan | Tindakan membantu atau melayani kebutuhan orang lain. |
| Rendah hati | Sikap tidak sombong dan tidak merasa lebih baik dari orang lain. |
| Ketaatan | Sikap patuh dan tunduk pada aturan atau perintah. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Yesus Teladanku" mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen Kelas III ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Ya. Tiga modul ajar gratis tersedia bertahap dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Pendidikan Agama Kristen kelas III langsung tersusun atas nama Anda.
Ya. Modul mengikuti Kepka BKPDM No. 020 Tahun 2026.
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh, ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.