tuntas.orgBuat Modul Ajar →
BerandaModul Ajar SMABahasa Indonesia › Teks Editorial
SMA · Kelas XII · Fase F

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas XII
Teks Editorial

Modul ajar Bahasa Indonesia SMA kelas XII materi Teks Editorial lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Kurikulum Merdeka 2025/2026. Unduh Word + PDF atas nama Anda.

Sampul modul ajar Bahasa Indonesia kelas XII materi Teks Editorial
Ringkasan: Teks editorial adalah opini resmi redaksi media massa tentang isu aktual, kontroversial, dan penting. Ciri-cirinya meliputi argumentatif, persuasif, dan tidak mencantumkan nama penulis. Strukturnya terdiri dari pernyataan umum, argumentasi, dan penegasan ulang. Kaidah kebahasaannya meliputi verba material, relasional, mental, adjektiva, dan konjungsi. Memahami dan mampu menyusun teks editorial penting untuk mengembangkan penalaran kritis dan partisipasi aktif dalam isu-isu publik.
Model: Problem Based Learning (PBL) + ProyekDimensi: Penalaran Kritis, Komunikasi, KewargaanWord + PDF
Buat & Unduh Modul Ini — GRATISBahasa Indonesia · Teks Editorial · atas nama Anda

1 Capaian Pembelajaran

Kompetensi awal: Peserta didik telah memiliki kemampuan dasar dalam memahami berbagai jenis teks nonfiksi dan menyusun argumen sederhana.

Pemahaman bermakna: Memahami teks editorial tidak hanya tentang mengidentifikasi struktur dan kaidah kebahasaan, tetapi juga mengembangkan kemampuan berpikir kritis, menganalisis isu-isu publik, dan menyuarakan pendapat secara konstruktif.

Pertanyaan pemantik: Mengapa media massa seringkali memiliki 'suara' atau opini yang berbeda terhadap suatu isu yang sama?

2 Tujuan Pembelajaran

3 Kegiatan Pembelajaran (8 Pertemuan)

Pertemuan 1 — Discovery Learning

Tujuan: Mengidentifikasi ciri-ciri umum dan fungsi teks editorial dengan tepat.

Kegiatan awal: Guru menyapa, berdoa, mengecek kehadiran, dan menanyakan kabar peserta didik. Guru memantik dengan pertanyaan 'Apa yang kalian ketahui tentang opini di media massa?' dan menyampaikan tujuan pembelajaran serta manfaatnya bagi kehidupan sehari-hari.

Memahami: Peserta didik secara berkelompok mengamati beberapa contoh teks editorial dari media massa yang berbeda, kemudian mengidentifikasi ciri-ciri dan fungsi umum teks editorial berdasarkan pengamatan mereka.

Mengaplikasi: Setiap kelompok mempresentasikan hasil identifikasi ciri-ciri dan fungsi teks editorial, kemudian kelompok lain memberikan tanggapan dan pertanyaan. Guru memberikan penguatan dan klarifikasi.

Merefleksi: Peserta didik bersama guru menyimpulkan ciri-ciri dan fungsi teks editorial. Guru memberikan umpan balik positif terhadap partisipasi aktif peserta didik.

Penutup: Guru memberikan apresiasi atas antusiasme peserta didik, mengingatkan materi berikutnya, dan menutup dengan doa bersama.

Pertemuan 2 — Problem Based Learning

Tujuan: Menganalisis struktur teks editorial (pernyataan umum, argumentasi, penegasan ulang) secara akurat.

Kegiatan awal: Guru menyapa, berdoa, mengecek kehadiran, dan mengulang sedikit materi sebelumnya. Guru menampilkan sebuah isu aktual dan bertanya 'Bagaimana sebuah media menyajikan pandangannya tentang isu ini?' lalu menyampaikan tujuan pembelajaran.

Memahami: Peserta didik secara mandiri membaca sebuah teks editorial yang telah disiapkan guru, kemudian secara berkelompok mengidentifikasi dan menganalisis bagian-bagian struktur teks editorial (pernyataan umum, argumentasi, penegasan ulang) pada teks tersebut.

Mengaplikasi: Masing-masing kelompok mempresentasikan hasil analisis struktur teks editorialnya. Guru memfasilitasi diskusi antar kelompok untuk membandingkan hasil analisis dan memberikan masukan.

Merefleksi: Guru dan peserta didik bersama-sama merangkum struktur teks editorial. Guru memberikan penguatan tentang pentingnya memahami struktur untuk menyusun teks editorial yang koheren.

Penutup: Guru memberikan apresiasi dan motivasi, serta mengingatkan untuk membaca isu-isu aktual sebagai persiapan pertemuan selanjutnya. Doa penutup.

Pertemuan 3 — Inquiry-Based Learning

Tujuan: Menganalisis kaidah kebahasaan teks editorial (verba material, verba relasional, verba mental, adjektiva, konjungsi) dengan cermat.

Kegiatan awal: Guru menyapa, berdoa, mengecek kehadiran, dan mengulas kembali struktur teks editorial. Guru menanyakan 'Kata-kata seperti apa yang sering digunakan untuk meyakinkan pembaca dalam teks opini?' dan menyampaikan tujuan pembelajaran.

Memahami: Peserta didik secara individu membaca teks editorial yang berbeda, kemudian secara berkelompok mencari dan mengidentifikasi penggunaan kaidah kebahasaan (verba material, relasional, mental, adjektiva, konjungsi) serta menjelaskan fungsinya dalam teks.

Mengaplikasi: Setiap kelompok membuat peta konsep atau tabel yang berisi identifikasi kaidah kebahasaan beserta contoh kalimatnya dari teks editorial. Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil kerjanya.

Merefleksi: Guru memberikan penguatan terhadap identifikasi kaidah kebahasaan yang ditemukan peserta didik. Peserta didik mencatat poin-poin penting dari penjelasan guru dan teman.

Penutup: Guru memberikan apresiasi dan memberikan tugas mandiri untuk mencari contoh penggunaan kaidah kebahasaan dalam teks editorial lain. Doa penutup.

Pertemuan 4 — Project-Based Learning (Tahap Perencanaan)

Tujuan: Menyusun kerangka teks editorial berdasarkan isu aktual yang relevan.

Kegiatan awal: Guru menyapa, berdoa, mengecek kehadiran, dan mengulas kembali struktur dan kaidah kebahasaan. Guru memantik dengan 'Jika kalian ingin menulis opini tentang isu terkini, isu apa yang akan kalian pilih dan mengapa?' lalu menyampaikan tujuan pembelajaran proyek.

Memahami: Peserta didik dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil. Setiap kelompok berdiskusi untuk memilih satu isu aktual yang relevan dan kontroversial di lingkungan sekitar atau nasional untuk dijadikan topik teks editorial mereka.

Mengaplikasi: Masing-masing kelompok menyusun kerangka teks editorial yang mencakup pernyataan umum, argumentasi (minimal 3 poin), dan penegasan ulang, serta merencanakan penggunaan kaidah kebahasaan yang sesuai.

Merefleksi: Setiap kelompok mempresentasikan kerangka teks editorial mereka. Guru dan kelompok lain memberikan masukan konstruktif untuk penyempurnaan kerangka.

Penutup: Guru memberikan apresiasi dan motivasi untuk melanjutkan proyek penulisan. Peserta didik diingatkan untuk mengumpulkan bahan-bahan pendukung untuk penulisan. Doa penutup.

Pertemuan 5 — Project-Based Learning (Tahap Pengembangan)

Tujuan: Menulis teks editorial yang utuh dan persuasif dengan memperhatikan struktur dan kaidah kebahasaan.

Kegiatan awal: Guru menyapa, berdoa, mengecek kehadiran, dan mengulas kembali kerangka teks editorial yang sudah dibuat. Guru menekankan pentingnya pengembangan argumen yang kuat dan penggunaan bahasa yang persuasif.

Memahami: Peserta didik secara berkelompok mulai menulis draf teks editorial berdasarkan kerangka yang telah disusun, dengan fokus pada pengembangan argumen yang logis dan penggunaan kaidah kebahasaan yang tepat.

Mengaplikasi: Guru berkeliling membimbing setiap kelompok, memberikan umpan balik langsung, dan membantu mengatasi kesulitan dalam penulisan. Kelompok saling bertukar draf untuk memberikan masukan awal.

Merefleksi: Setiap kelompok melakukan revisi awal berdasarkan masukan dari guru dan teman. Guru memberikan penguatan tentang pentingnya proses revisi dalam menulis.

Penutup: Guru memberikan apresiasi atas usaha peserta didik dan mengingatkan untuk menyelesaikan draf teks editorial sebagai tugas mandiri. Doa penutup.

Pertemuan 6 — Peer Teaching & Collaborative Learning

Tujuan: Menyempurnakan teks editorial dengan memperhatikan struktur, kaidah kebahasaan, dan daya persuasif.

Kegiatan awal: Guru menyapa, berdoa, mengecek kehadiran, dan menanyakan progres penulisan draf teks editorial. Guru memotivasi peserta didik untuk saling membantu dalam menyempurnakan tulisan.

Memahami: Peserta didik secara berpasangan atau berkelompok kecil (bukan kelompok awal) saling membaca dan mengkritisi draf teks editorial satu sama lain, memberikan masukan konstruktif terkait struktur, kaidah kebahasaan, dan daya persuasif.

Mengaplikasi: Berdasarkan masukan yang diterima, setiap kelompok merevisi dan menyempurnakan teks editorial mereka. Guru berkeliling memberikan bimbingan dan memastikan setiap kelompok memahami masukan yang diberikan.

Merefleksi: Guru dan peserta didik mendiskusikan tantangan yang dihadapi dalam proses revisi dan bagaimana cara mengatasinya. Guru memberikan tips tambahan untuk meningkatkan kualitas tulisan.

Penutup: Guru memberikan apresiasi atas kolaborasi dan kerja keras peserta didik. Peserta didik diingatkan untuk menyiapkan teks editorial final untuk presentasi. Doa penutup.

Pertemuan 7 — Presentation & Discussion

Tujuan: Mempresentasikan teks editorial yang telah disusun dengan percaya diri dan memberikan tanggapan kritis.

Kegiatan awal: Guru menyapa, berdoa, mengecek kehadiran, dan memotivasi peserta didik untuk menampilkan karya terbaik mereka. Guru menjelaskan prosedur presentasi dan diskusi.

Memahami: Setiap kelompok mempresentasikan teks editorial yang telah mereka susun di depan kelas. Kelompok lain bertindak sebagai audiens yang kritis.

Mengaplikasi: Setelah presentasi, audiens memberikan pertanyaan, komentar, dan masukan konstruktif kepada kelompok penyaji. Kelompok penyaji menanggapi pertanyaan dan mempertahankan argumen mereka.

Merefleksi: Guru memimpin refleksi singkat tentang proses presentasi dan diskusi, menyoroti kekuatan argumen dan kemampuan komunikasi peserta didik. Guru memberikan umpan balik umum dan spesifik kepada beberapa kelompok.

Penutup: Guru memberikan apresiasi tinggi atas keberanian dan kualitas presentasi peserta didik. Mengingatkan untuk mempersiapkan diri untuk asesmen akhir. Doa penutup.

Pertemuan 8 — Authentic Assessment & Reflection

Tujuan: Menyelesaikan asesmen akhir dan merefleksikan seluruh proses pembelajaran teks editorial.

Kegiatan awal: Guru menyapa, berdoa, mengecek kehadiran, dan mengingatkan tujuan akhir pembelajaran yaitu mengukur pemahaman dan keterampilan. Guru menjelaskan prosedur asesmen sumatif.

Memahami: Peserta didik mengerjakan asesmen sumatif berupa penulisan teks editorial secara mandiri berdasarkan isu yang diberikan atau pilihan mereka (jika memungkinkan).

Mengaplikasi: Setelah asesmen, peserta didik mengisi lembar refleksi diri mengenai proses belajar mereka dari awal hingga akhir, termasuk tantangan dan pencapaian yang dirasakan.

Merefleksi: Guru mengumpulkan hasil asesmen dan lembar refleksi. Guru memimpin diskusi singkat tentang pengalaman belajar secara keseluruhan, menanyakan 'Apa pelajaran terpenting yang kalian dapat dari materi teks editorial ini?'

Penutup: Guru memberikan umpan balik umum, apresiasi atas seluruh proses belajar, dan motivasi untuk terus mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan menulis. Guru menutup dengan doa dan salam.

4 Asesmen

Proses (formatif): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok, kemampuan menganalisis teks, dan kemajuan dalam penyusunan kerangka teks editorial.

Akhir (sumatif): Penilaian teks editorial yang ditulis peserta didik secara mandiri berdasarkan rubrik penilaian (struktur, kaidah kebahasaan, argumen, daya persuasif).

5 Alur Tujuan Pembelajaran

TujuanMateriAlokasiDimensi
Mengidentifikasi ciri-ciri umum dan fungsi teks editorialCiri-ciri dan fungsi teks editorial2 JPPenalaran Kritis
Menganalisis struktur dan kaidah kebahasaan teks editorialStruktur dan kaidah kebahasaan teks editorial4 JPPenalaran Kritis
Menyusun kerangka dan menulis teks editorialKerangka dan penyusunan teks editorial12 JPKreativitas, Komunikasi
Mempresentasikan dan merefleksikan teks editorialPresentasi dan refleksi teks editorial6 JPKomunikasi, Kewargaan

6 Bahan Ajar & Ringkasan Materi

Teks editorial, sering juga disebut tajuk rencana, adalah salah satu bentuk teks opini yang memiliki peran penting dalam membentuk pandangan publik. Sebagai pembaca, kita perlu memahami bagaimana teks ini dibangun dan pesan apa yang ingin disampaikan oleh redaksi. Sebagai penulis, kita berkesempatan menyuarakan kepedulian terhadap isu-isu yang relevan dan penting bagi masyarakat.

Pengertian dan Fungsi Teks Editorial

Teks editorial atau tajuk rencana adalah artikel utama dalam surat kabar atau majalah yang berisi pandangan dan sikap resmi redaksi terhadap suatu peristiwa atau isu aktual, kontroversial, dan penting untuk dibahas. Fungsinya adalah untuk memengaruhi pembaca agar ikut berpikir tentang isu aktual, memberikan opini, dan kadang-kadang juga untuk memberikan solusi atau rekomendasi. Misalnya, editorial tentang kenaikan harga BBM akan membahas dampak dan sikap redaksi terhadap kebijakan pemerintah.

Ciri-ciri Teks Editorial

Teks editorial memiliki beberapa ciri khas. Pertama, selalu membahas isu aktual, kontroversial, dan penting. Kedua, bersifat argumentatif dan persuasif, mencoba meyakinkan pembaca. Ketiga, menggunakan bahasa yang lugas dan jelas, namun tetap santun. Keempat, biasanya tidak mencantumkan nama penulis karena merupakan representasi pandangan lembaga (redaksi). Contohnya, editorial yang mengkritisi kebijakan lingkungan akan menggunakan data dan fakta untuk mendukung argumennya.

Struktur Teks Editorial

Teks editorial umumnya terdiri dari tiga bagian: 1) Pernyataan umum (tesis): berisi sudut pandang umum redaksi terhadap isu yang dibahas, sebagai pengenalan masalah. 2) Argumentasi: berisi bukti, fakta, data, atau pendapat ahli yang mendukung tesis redaksi, disajikan secara logis dan runtut. 3) Penegasan ulang: berisi simpulan, rekomendasi, atau harapan redaksi terhadap isu yang dibahas. Misalnya, editorial tentang pendidikan daring akan diawali dengan pernyataan tentang tantangan, dilanjutkan dengan argumen pro/kontra, dan diakhiri dengan harapan solusi.

Kaidah Kebahasaan Teks Editorial

Beberapa kaidah kebahasaan penting dalam teks editorial meliputi: a) Verba material: kata kerja yang menunjukkan perbuatan fisik (misal: 'mengadakan', 'melakukan'). b) Verba relasional: kata kerja yang menunjukkan hubungan intensitas (misal: 'adalah', 'merupakan') atau kepemilikan. c) Verba mental: kata kerja yang menunjukkan persepsi, afeksi, atau kognisi (misal: 'merasa', 'berpikir', 'mengharapkan'). d) Adjektiva: kata sifat yang menggambarkan objek (misal: 'penting', 'mendesak'). e) Konjungsi: kata penghubung antar kalimat atau paragraf (misal: 'namun', 'selain itu', 'oleh karena itu'). Penggunaan yang tepat akan memperkuat daya persuasif teks.

Langkah-langkah Menyusun Teks Editorial

Menyusun teks editorial dimulai dengan memilih isu aktual yang relevan dan memiliki nilai berita. Selanjutnya, kumpulkan data dan fakta pendukung dari berbagai sumber. Setelah itu, tentukan sudut pandang redaksi dan susun kerangka (tesis, argumen, penegasan ulang). Kembangkan kerangka menjadi teks utuh dengan memperhatikan penggunaan kaidah kebahasaan yang tepat. Terakhir, lakukan penyuntingan untuk memastikan kejelasan, koherensi, dan daya persuasif teks. Misalnya, untuk isu sampah plastik, kumpulkan data volume sampah, dampak lingkungan, dan solusi yang diusulkan.

Peran Teks Editorial dalam Demokrasi

Dalam negara demokrasi, teks editorial berperan sebagai salah satu pilar kebebasan pers untuk menyuarakan kritik, memberikan masukan, dan mengawal kebijakan publik. Teks ini membantu masyarakat untuk memahami isu-isu kompleks dari berbagai sudut pandang, mendorong diskusi sehat, dan memfasilitasi partisipasi warga negara dalam pembangunan. Melalui teks editorial, media massa dapat menjadi 'agen perubahan' yang mendorong transparansi dan akuntabilitas pemerintah. Contohnya, editorial yang mengkritik korupsi dapat memicu desakan publik untuk penegakan hukum.

Rangkuman: Teks editorial adalah opini resmi redaksi media massa tentang isu aktual, kontroversial, dan penting. Ciri-cirinya meliputi argumentatif, persuasif, dan tidak mencantumkan nama penulis. Strukturnya terdiri dari pernyataan umum, argumentasi, dan penegasan ulang. Kaidah kebahasaannya meliputi verba material, relasional, mental, adjektiva, dan konjungsi. Memahami dan mampu menyusun teks editorial penting untuk mengembangkan penalaran kritis dan partisipasi aktif dalam isu-isu publik.

7 LKPD — Lembar Kerja Peserta Didik

Tujuan: Mengidentifikasi struktur dan kaidah kebahasaan teks editorial.

Alat & bahan: Teks editorial cetak/digital, pulpen, buku catatan, stabilo/pena warna

  1. Baca teks editorial 'Kenaikan Harga Minyak Goreng: Dilema Konsumen dan Produsen' dengan saksama.
  2. Identifikasi bagian pernyataan umum (tesis) dan tandai dengan warna hijau.
  3. Identifikasi bagian argumentasi dan tandai dengan warna biru, lalu tuliskan poin-poin argumennya.
  4. Identifikasi bagian penegasan ulang dan tandai dengan warna merah.
  5. Temukan minimal 2 contoh verba material, verba relasional, verba mental, adjektiva, dan konjungsi pada teks tersebut.

8 Glosarium

EditorialArtikel utama dalam surat kabar atau majalah yang berisi pandangan dan sikap resmi redaksi terhadap suatu isu.
Tajuk RencanaIstilah lain untuk teks editorial.
AktualSedang menjadi pembicaraan hangat atau baru saja terjadi.
KontroversialMenimbulkan perdebatan atau perbedaan pendapat.
TesisPernyataan umum atau sudut pandang utama yang disampaikan di awal teks editorial.
ArgumentasiBagian teks yang berisi bukti, data, atau alasan untuk mendukung tesis.
PersuasifBersifat membujuk atau meyakinkan.
Verba MaterialKata kerja yang menunjukkan perbuatan fisik.
Verba RelasionalKata kerja yang menunjukkan hubungan intensitas atau kepemilikan.
Verba MentalKata kerja yang menunjukkan respons atau sikap terhadap suatu tindakan (persepsi, afeksi, kognisi).

9 Materi Bahasa Indonesia Terkait

Teks Cerita SejarahBahasa Indonesia Kelas XII SMA
Pelajari Teks Cerita Sejarah →
Artikel OpiniBahasa Indonesia Kelas XII SMA
Pelajari Artikel Opini →
BeritapBahasa Indonesia Kelas XII SMA
Pelajari Beritap →
Infografis tokohBahasa Indonesia Kelas XII SMA
Pelajari Infografis tokoh →
Kritik dan EsaiBahasa Indonesia Kelas XII SMA
Pelajari Kritik dan Esai →
NovelBahasa Indonesia Kelas XII SMA
Pelajari Novel →

10 Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah modul ajar Bahasa Indonesia Teks Editorial ini gratis?

Ya. Tiga modul ajar gratis tersedia bertahap dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.

Berapa lama modul ini tersusun?

Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Bahasa Indonesia kelas XII langsung tersusun atas nama Anda.

Apakah sesuai kurikulum terbaru?

Ya. Modul mengikuti Kurikulum Merdeka dengan Pembelajaran Mendalam (Permendikdasmen 13/2025).

Bisakah hasilnya diedit?

Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh, ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.

Buat Modul Ajar Lain — GRATISIsi nama & materi, selesai ±1 menit

tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.