Modul Ajar & RPP Bahasa Indonesia Kelas XII
Kritik dan Esai
Sudah jadi 11 lembar, tinggal tulis nama Anda ✍️
🎁 100% GRATIS · unduh Word + PDF tanpa bayar
Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.
TERBARUTP 2026/2027Rumus 8-3-3-4Pembelajaran Mendalam
- 8Dimensi Profil Lulusan: keimanan & ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, komunikasi
- 3Prinsip Pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan
- 3Pengalaman Belajar: memahami, mengaplikasi, merefleksi
- 4Kerangka Pembelajaran: praktik pedagogis, kemitraan, lingkungan, pemanfaatan digital
📜 Dasar: Permendikdasmen 13/2025 · Standar Proses 1/2026 · CP 046/H/KR/2025 jo. 020/2026
“Dulu lama menyusun modul — dengan sistem ini tinggal klik, jadi.”
Isi modul ini
Di bawah ini 11 lembar A4 pertama, persis seperti yang terunduh. Nama & tema yang Anda pilih di atas sudah terpasang.


| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | Bahasa Indonesia |
| Fase / Kelas | F / XII |
| Materi Pokok | Kritik dan Esai |
| Alokasi Waktu | 2 pertemuan |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Pendekatan | Pembelajaran Mendalam |
| Model Pembelajaran | Project-Based Learning (PjBL) + praktik |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Identifikasi Peserta Didik:
| Kesiapan belajar (kompetensi awal) | Peserta didik telah memahami dasar-dasar penulisan teks eksposisi dan argumentasi serta mampu mengidentifikasi opini dan fakta dalam sebuah teks. |
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:
- Penalaran kritis — mengolah informasi, menganalisis, dan menarik simpulan secara logis
- Kreativitas — menghasilkan gagasan dan karya yang orisinal serta bermanfaat
- Komunikasi — menyampaikan dan menerima gagasan secara jelas dan santun
🔒 Elemen tiap dimensi beserta wujudnya pada materi ini tersedia di Paket Lengkap.
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Kritik dan esai sering ditemukan dalam resensi buku, ulasan film, atau kolom opini di media massa yang membahas suatu karya atau fenomena. |
| Konseptual | Kritik adalah tanggapan terhadap suatu karya dengan disertai pertimbangan baik-buruk, sedangkan esai adalah karangan singkat yang membahas suatu masalah dari sudut pandang penulis secara subjektif. |
| Prosedural | Prosedur penulisan kritik dan esai melibatkan tahapan pengamatan, analisis, perumusan argumen, hingga penyusunan teks yang koheren dan persuasif. |
| Metakognitif | Peserta didik menyadari bahwa kemampuan mengkritisi dan berargumen secara logis adalah keterampilan berpikir tingkat tinggi yang relevan dalam berbagai aspek kehidupan. |
Tujuan Pembelajaran:
- Mengidentifikasi karakteristik kritik sastra dan esai dengan cermat.
- Menganalisis sistematika dan kebahasaan kritik sastra dan esai dengan teliti.
- Membandingkan kritik sastra dan esai berdasarkan ciri-ciri, sistematika, dan kebahasaan secara akurat.
- Menyusun kerangka tulisan kritik sastra atau esai dengan terstruktur.
- Menulis kritik sastra atau esai dengan gaya bahasa yang efektif dan argumentasi yang kuat.
- Mempresentasikan kritik sastra atau esai yang telah ditulis dengan percaya diri dan komunikatif.
Pemahaman bermakna: Peserta didik akan memahami bahwa kritik dan esai bukan sekadar mengemukakan pendapat, melainkan memerlukan analisis mendalam, argumentasi logis, dan penyajian yang sistematis untuk memberikan kontribusi pemikiran yang konstruktif.
Pertanyaan pemantik: "Bagaimana sebuah tulisan kritik atau esai dapat mengubah cara pandang kita terhadap suatu karya seni atau isu sosial?"
| Praktik Pedagogis | Project-Based Learning (PjBL) + praktik |
| Lintas Disiplin Ilmu | Seni Budaya: Menganalisis dan mengkritik karya seni (film, musik, lukisan) sebagai objek kritik. Sejarah: Menulis esai yang menganalisis peristiwa atau tokoh sejarah dari sudut pandang kritis. Sosiologi: Menyusun esai yang membahas fenomena sosial dan dampaknya terhadap masyarakat. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua dapat diajak untuk berdiskusi tentang isu-isu sosial atau karya sastra yang relevan, serta mendorong peserta didik untuk membaca lebih banyak kritik dan esai di media massa. |
| Lingkungan Pembelajaran | Kelas diatur agar nyaman untuk diskusi kelompok dan presentasi, dengan akses ke perpustakaan sekolah atau sudut baca yang menyediakan berbagai contoh kritik dan esai. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Pemanfaatan platform diskusi online (misalnya Google Classroom atau forum sekolah) untuk berbagi draf tulisan, memberikan umpan balik, dan mengakses contoh-contoh kritik/esai dari sumber daring terpercaya. |
| Model Pembelajaran | Discovery Learning |
| Tujuan Pertemuan 1 | Mengidentifikasi karakteristik kritik sastra dan esai dengan cermat. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 25 menit | Guru menyapa, memimpin doa, memeriksa kehadiran, dan melakukan apersepsi dengan menampilkan beberapa contoh teks kritik dan esai dari berbagai sumber. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini dan pertanyaan pemantik: “Apa perbedaan mendasar antara kedua jenis tulisan ini?” Peserta didik sadar bahwa mereka akan belajar mengenali ciri-ciri khas kritik dan esai. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Peserta didik secara berkelompok mengeksplorasi berbagai contoh teks kritik dan esai yang disajikan, mengidentifikasi perbedaan dan persamaan yang mereka temukan berdasarkan isi, gaya bahasa, dan tujuan penulisan. Mereka menghubungkan temuan ini dengan pengalaman membaca resensi atau ulasan di media sosial. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 40 menit | Setiap kelompok mengisi lembar kerja untuk mencatat karakteristik yang mereka temukan dari teks kritik dan esai, kemudian mereka saling bertukar hasil identifikasi dengan kelompok lain untuk memperkaya temuan. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 20 menit | Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil identifikasi karakteristik kritik dan esai. Guru memberikan umpan balik dan penguatan konsep, menekankan poin-poin penting yang membedakan keduanya, serta menjawab pertanyaan peserta didik. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 25 menit | Guru bersama peserta didik menyimpulkan karakteristik kritik dan esai. Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif peserta didik, mengingatkan materi untuk pertemuan selanjutnya, dan menutup dengan doa. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Problem-Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 2 | Menganalisis sistematika dan kebahasaan kritik sastra dan esai dengan teliti. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 25 menit | Guru menyapa, berdoa, presensi. Guru mengaitkan materi sebelumnya dengan pertanyaan: “Setelah tahu ciri-cirinya, bagaimana cara penulis menyusun argumennya dalam kritik dan esai?” Guru menjelaskan tujuan pertemuan hari ini untuk menganalisis struktur dan kebahasaan. Peserta didik siap untuk membongkar 'anatomi' tulisan kritik dan esai. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Peserta didik dibagi dalam kelompok dan diberikan beragam contoh kritik dan esai. Mereka menganalisis struktur teks (pendahuluan, isi, penutup) dan ciri kebahasaan (kata-kata teknis, konjungsi, modalitas) yang digunakan dalam masing-masing teks, mencari pola dan fungsi dari setiap bagian. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 40 menit | Setiap kelompok membuat peta pikiran atau diagram alur yang menggambarkan sistematika dan ciri kebahasaan yang dominan pada kritik dan esai, kemudian membandingkannya dengan kelompok lain untuk menemukan variasi dan kesamaan. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 20 menit | Beberapa kelompok mempresentasikan hasil analisis mereka, menjelaskan temuan tentang sistematika dan kebahasaan. Guru memberikan klarifikasi, penguatan, dan contoh-contoh tambahan untuk memperdalam pemahaman peserta didik. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 25 menit | Peserta didik bersama guru merangkum poin-poin penting tentang sistematika dan kebahasaan kritik dan esai. Guru memberikan motivasi, menginformasikan tugas mandiri untuk mencari contoh lain, dan menutup pembelajaran dengan doa. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
Tujuan: Menganalisis perbedaan dan persamaan karakteristik, sistematika, serta kebahasaan kritik dan esai.
Alat & bahan: Teks kritik dan esai (cetak/digital), alat tulis, kertas flipchart/papan tulis mini, spidol.
Langkah kerja:
- Baca dan pahami kedua teks yang diberikan (satu kritik, satu esai) secara saksama.
- Identifikasi ciri-ciri umum, sistematika, dan kebahasaan pada masing-masing teks.
- Catat temuan Anda dalam tabel perbandingan yang telah disediakan.
- Diskusikan hasil temuan dengan anggota kelompok untuk mencapai kesepakatan.
- Siapkan presentasi singkat untuk memaparkan hasil analisis kelompok Anda.
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Apa yang Anda ketahui tentang kritik?
- Apa yang Anda ketahui tentang esai?
- Bisakah Anda memberikan contoh di mana kita menemukan kritik dan esai dalam kehidupan sehari-hari?
- Menurut Anda, apa tujuan utama seseorang menulis kritik atau esai?
Formatif (proses): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok, pengisian LKPD, dan proses peer review draf tulisan.
Sumatif (akhir): Penilaian hasil tulisan kritik sastra atau esai dan presentasi lisan peserta didik.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — rubrik ada di berkas unduhan, kunci jawaban khusus member Paket Lengkap.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Mengidentifikasi karakteristik kritik sastra dan esai. | Karakteristik Kritik dan Esai | 3 JP | Penalaran Kritis |
| 2 | Menganalisis sistematika dan kebahasaan kritik sastra dan esai. | Sistematika dan Kebahasaan | 3 JP | Penalaran Kritis, Komunikasi |
| 3 | Membandingkan kritik sastra dan esai. | Perbandingan Kritik dan Esai | 3 JP | Penalaran Kritis, Komunikasi |
| 4 | Menulis kritik sastra atau esai. | Penulisan Kritik dan Esai | 9 JP | Kreativitas, Penalaran Kritis, Komunikasi |
Kritik dan esai merupakan dua bentuk tulisan nonfiksi yang sangat penting dalam pengembangan pemikiran kritis dan apresiasi terhadap berbagai karya atau fenomena. Keduanya mengajak kita untuk tidak hanya menerima informasi, tetapi juga menganalisis, mengevaluasi, dan merumuskan pandangan pribadi yang mendalam. Mempelajari kritik dan esai akan membekali Anda dengan kemampuan berpikir analitis dan komunikasi yang efektif.
1. Pengertian Kritik dan Esai
Kritik adalah tanggapan yang disertai pertimbangan baik-buruk terhadap suatu karya (sastra, seni, film, dll.) dengan tujuan memberikan penilaian objektif dan membangun. Kritik didasarkan pada data dan teori yang relevan. Sementara itu, esai adalah karangan prosa singkat yang membahas suatu masalah dari sudut pandang penulis secara subjektif, namun tetap didukung oleh argumen yang logis. Esai cenderung lebih personal dan reflektif, seringkali mengajak pembaca untuk merenungkan suatu isu. Contoh kritik dapat ditemukan dalam resensi buku di koran, sedangkan esai sering muncul di kolom opini majalah.
2. Ciri-Ciri Kritik dan Esai
Kritik memiliki ciri-ciri antara lain: bersifat objektif, didukung data dan fakta, menggunakan pendekatan ilmiah atau teori tertentu, serta bertujuan memberikan penilaian dan rekomendasi. Contohnya, kritik film akan menganalisis sinematografi, akting, dan alur cerita berdasarkan prinsip-prinsip perfilman. Esai memiliki ciri-ciri: bersifat subjektif atau personal, gaya bahasa santai namun tetap serius, membahas masalah secara sepintas namun mendalam, serta tidak selalu harus tuntas. Esai bisa dimulai dari pengalaman pribadi penulis yang kemudian dikaitkan dengan isu yang lebih luas, misalnya esai tentang dampak pandemi terhadap kehidupan sosial.
3. Sistematika Kritik Sastra
Sistematika kritik sastra umumnya terdiri dari: 1) Pendahuluan, berisi pengenalan karya yang akan dikritik dan gambaran umum tentangnya. 2) Deskripsi, menjelaskan secara ringkas isi atau struktur karya. 3) Interpretasi, menafsirkan makna-makna yang terkandung dalam karya. 4) Analisis, menguraikan unsur-unsur karya dan bagaimana kaitannya satu sama lain, seringkali menggunakan teori tertentu. 5) Evaluasi, memberikan penilaian terhadap karya berdasarkan analisis yang telah dilakukan, disertai argumentasi kuat. 6) Penutup, berisi simpulan dan rekomendasi. Contoh, kritik puisi akan menganalisis diksi, majas, dan tema puisinya.
4. Sistematika Esai
Sistematika esai lebih fleksibel, namun umumnya meliputi: 1) Pendahuluan, berisi pengantar masalah, latar belakang, dan pengenalan sudut pandang penulis (thesis statement). 2) Isi, mengembangkan gagasan utama penulis melalui beberapa paragraf, setiap paragraf berisi satu ide pokok yang didukung argumen, contoh, atau ilustrasi. 3) Penutup, berisi penegasan kembali gagasan utama, simpulan, atau ajakan untuk merenung. Esai tidak selalu harus menyertakan data statistik yang rigid, namun argumennya harus logis dan mudah diikuti. Misalnya, esai tentang pentingnya literasi digital akan memaparkan pandangan penulis tentang urgensi isu tersebut.
5. Kebahasaan Kritik dan Esai
Kritik cenderung menggunakan bahasa yang formal, baku, dan lugas. Seringkali menggunakan istilah teknis bidang yang dikritik (misalnya 'mise-en-scène' dalam kritik film, atau 'metafora' dalam kritik sastra). Konjungsi kausalitas ('karena', 'sebab') dan konjungsi argumentatif ('oleh karena itu', 'dengan demikian') banyak digunakan. Esai, meskipun tetap formal, seringkali lebih luwes dan personal. Penggunaan majas dapat ditemukan untuk memperindah tulisan, namun tetap mempertahankan kejelasan. Modalitas ('mungkin', 'seharusnya', 'bisa jadi') sering digunakan untuk menunjukkan subjektivitas atau perkiraan penulis. Kedua jenis teks ini sama-sama mengandalkan kalimat kompleks dan efektif.
6. Perbedaan dan Persamaan Kritik dan Esai
Meskipun sering disandingkan, kritik dan esai memiliki perbedaan mendasar. Kritik lebih objektif, terstruktur, dan didasarkan pada teori atau standar tertentu, dengan tujuan memberikan penilaian. Esai lebih subjektif, fleksibel, dan bertujuan menyampaikan pandangan pribadi penulis tentang suatu isu. Persamaannya, keduanya sama-sama membutuhkan kemampuan analisis, argumentasi yang logis, dan kemampuan menyusun tulisan yang koheren. Keduanya juga sama-sama berusaha memengaruhi pembaca untuk melihat suatu hal dari sudut pandang tertentu, meskipun dengan pendekatan yang berbeda.
7. Langkah-Langkah Menulis Kritik atau Esai
Menulis kritik atau esai dimulai dengan memilih topik yang menarik dan relevan. Kemudian, lakukan riset mendalam untuk mengumpulkan data atau ide. Selanjutnya, buatlah kerangka tulisan yang terstruktur untuk memastikan alur argumen logis. Setelah kerangka, mulailah menulis draf awal, fokus pada pengembangan ide dan gaya bahasa. Lakukan revisi dan penyuntingan secara cermat untuk memperbaiki kesalahan tata bahasa, ejaan, dan kejelasan argumen. Terakhir, periksa kembali apakah tulisan Anda telah mencapai tujuan yang diinginkan dan siap untuk dipublikasikan atau dipresentasikan.
Rangkuman: Kritik adalah penilaian objektif terhadap karya berdasarkan teori, sedangkan esai adalah pandangan subjektif penulis tentang suatu isu. Keduanya membutuhkan analisis, argumentasi, dan sistematika penulisan. Kritik lebih formal dan terstruktur, sementara esai lebih personal dan fleksibel. Kemampuan menulis kritik dan esai melatih penalaran kritis dan ekspresi gagasan secara efektif.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Kritik | Tanggapan disertai pertimbangan baik-buruk terhadap suatu karya. |
| Esai | Karangan prosa singkat yang membahas masalah dari sudut pandang pribadi penulis. |
| Sistematika | Urutan atau kerangka yang teratur dalam penyusunan suatu tulisan. |
| Kebahasaan | Ciri-ciri penggunaan bahasa dalam suatu teks. |
| Objektif | Berdasarkan fakta dan data, tidak dipengaruhi perasaan atau pendapat pribadi. |
| Subjektif | Berdasarkan perasaan, pandangan, atau pendapat pribadi. |
| Analisis | Penyelidikan mendalam terhadap suatu objek untuk memahami struktur dan fungsinya. |
| Argumentasi | Pemberian alasan untuk memperkuat atau menolak suatu pendapat. |
| Modalitas | Ungkapan dalam bahasa yang menunjukkan sikap penutur terhadap suatu pernyataan. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Kritik dan Esai" mata pelajaran Bahasa Indonesia Kelas XII ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Bukan Kritik dan Esai yang Anda cari?Pilih dari peta materi setahun di bawah ini 👇
Materi Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menitPeta Materi Bahasa Indonesia Kelas XII Setahun
Urutan mengajarnya, bukan urutan pencarian. Yang sudah ada tinggal diunduh; yang belum, disusun atas nama Anda — sama-sama gratis.
Semester 1 / Ganjil1 dari 3 siap unduh
Mengomunikasikan Informasi Penting tentang Pendidikan dan/atau PekerjaanBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisMeningkatkan Produktivitas melalui Gaya Hidup Sehat, Aktif, dan SeimbangBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisMenciptakan Lingkungan Sekolah Aman dan NyamanModul siap unduh · Word + PDF ber-kopSemester 2 / Genap1 dari 2 siap unduh
Menerapkan Kecerdasan Artifisial dalam Kehidupan ModernModul siap unduh · Word + PDF ber-kopMengungkapkan Kekaguman tentang Kearifan LokalBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisModul Bahasa Indonesia lain yang sudah tersedia
“Mengevaluasi Gagasan dan Pandangan dalam Teks Editorial”Bahasa Indonesia Kelas XII SMAArtikel OpiniBahasa Indonesia Kelas XII SMABeritapBahasa Indonesia Kelas XII SMAInfografis tokohBahasa Indonesia Kelas XII SMALihat semua Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas XII →📝 Butuh soal ujiannya juga?
Materi Kritik dan Esai masuk ASAS Bahasa Indonesia Kelas XII Semester 2. Lihat contoh soal dan kuncinya, lalu rakit paket soalnya — kisi-kisi, naskah, kunci, kartu soal.
Mesin Soal Bahasa Indonesia Kelas XII →Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah ini modul ajar Bahasa Indonesia kelas 12 yang saya cari?
Kemungkinan besar ya. Kelas XII dan kelas 12 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Kritik dan Esai pada Bahasa Indonesia SMA, Fase F.
Modul Kritik dan Esai ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?
Semester 2 (genap), menurut urutan materi Bahasa Indonesia kelas XII SMA di peta setahun pada halaman ini. Semesternya sudah terisi otomatis saat Anda mengunduh.
Apakah modul ajar Bahasa Indonesia materi Kritik dan Esai ini gratis?
Ya. Modul Kritik dan Esai untuk kelas XII SMA dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 18 jam.
Bagaimana cara download modul ajar Kritik dan Esai ini dalam Word (.docx) dan PDF?
Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas Bahasa Indonesia kelas XII ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Bahasa Indonesia kelas XII langsung tersusun atas nama Anda.
Bisakah modul Kritik dan Esai ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Kritik dan Esai dapat Anda sesuaikan dengan murid Bahasa Indonesia kelas XII di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
Apakah modul ajar Bahasa Indonesia kelas XII ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul Kritik dan Esai ini mengikuti Kurikulum Merdeka dengan Pembelajaran Mendalam (Permendikdasmen 13/2025), pada Fase F untuk kelas XII SMA. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi Kritik dan Esai tercantum di lembar identitasnya.
Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?
Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Kritik dan Esai untuk Bahasa Indonesia kelas XII di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?
Ada. Modul Kritik dan Esai ini memuat bank soalnya sendiri — 6 pilihan ganda dan 5 uraian (kunci jawabannya khusus member Paket Lengkap), ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh Bahasa Indonesia kelas XII SMA berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.
Apakah Kaldik, Prota, dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?
Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar Kritik dan Esai beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap Bahasa Indonesia kelas XII berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem) ber-kop sekolah tersedia lewat Paket Modul — bersama Kalender Pendidikan (libur nasional & cuti bersama resmi SKB 3 Menteri sudah tercantum) dan Alokasi Waktu yang menghitung minggu efektifnya otomatis.
Modul Bahasa Indonesia ini cocok untuk SMA negeri, swasta, maupun MA?
Ya. Kop, logo, dan nama SMA Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Untuk MA, pilih jenjang MA saat mengisi borang: materi Kritik dan Esai yang sama disusun dalam versi madrasah (Kurikulum Berbasis Cinta, kop Kemenag), dan halaman Bahasa Indonesia MA ada di daftar jenjang lain di bawah.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.