Modul ajar Fisika SMA kelas XII materi Listrik Statis lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025. Unduh Word + PDF atas nama Anda.
Rumusan: Peserta didik mampu menganalisis konsep dan prinsip fisika dalam berbagai fenomena alam dan karya teknologi, serta mengaitkannya dengan pemecahan masalah dalam kehidupan sehari-hari. Mereka mampu merancang, melaksanakan, dan melaporkan hasil penyelidikan ilmiah sederhana menggunakan metode ilmiah, serta mengkomunikasikan hasil pemikirannya secara kritis dan kreatif.
Acuan: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Kompetensi awal: Peserta didik memiliki pemahaman dasar tentang atom, muatan listrik, dan gaya tarik-menarik atau tolak-menolak.
Pemahaman bermakna: Memahami prinsip dasar kelistrikan yang terjadi tanpa aliran arus, serta bagaimana fenomena ini memengaruhi kehidupan sehari-hari dan teknologi.
Pertanyaan pemantik: Pernahkah kamu merasakan sengatan listrik ringan saat menyentuh gagang pintu logam setelah berjalan di karpet, atau melihat rambut berdiri saat digosok balon? Fenomena apa yang sebenarnya terjadi?
Tujuan: Menjelaskan konsep muatan listrik, interaksi antar muatan, dan hukum Coulomb dengan benar.
Kegiatan awal: Guru menyapa, berdoa, mengecek kehadiran, mengingatkan materi sebelumnya tentang atom dan muatan, menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, dan mengajukan pertanyaan pemantik.
Memahami: Peserta didik mengamati video atau demonstrasi sederhana tentang interaksi benda-benda bermuatan (misal: balon digosok rambut) dan mendiskusikan pengamatan awal mereka.
Mengaplikasi: Peserta didik secara berkelompok membaca materi tentang muatan listrik, konduktor, isolator, dan hukum Coulomb, lalu mencoba menjawab pertanyaan-pertanyaan awal yang diberikan.
Merefleksi: Guru memfasilitasi diskusi kelas mengenai konsep muatan dan interaksi, serta memperkenalkan Hukum Coulomb secara konseptual.
Penutup: Guru merangkum konsep dasar muatan dan interaksi, memberikan apresiasi atas partisipasi aktif, dan memberikan tugas membaca materi Hukum Coulomb untuk pertemuan selanjutnya.
Tujuan: Melakukan percobaan sederhana untuk mendemonstrasikan gejala listrik statis dan menganalisis penyebabnya.
Kegiatan awal: Guru mengingatkan kembali konsep muatan dan interaksi, menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, dan membagikan LKPD.
Memahami: Peserta didik dalam kelompok mengidentifikasi masalah terkait fenomena listrik statis yang akan diselidiki melalui percobaan.
Mengaplikasi: Peserta didik melaksanakan percobaan sederhana (misal: menggunakan penggaris plastik yang digosok ke rambut untuk menarik potongan kertas) sesuai instruksi LKPD, mencatat hasil pengamatan, dan mendiskusikan penyebab fenomena tersebut.
Merefleksi: Setiap kelompok mempresentasikan hasil percobaan dan analisisnya, dilanjutkan dengan diskusi kelas untuk membandingkan hasil dan menguatkan pemahaman.
Penutup: Guru memberikan umpan balik terhadap presentasi, merangkum temuan penting dari percobaan, dan mengapresiasi kerja sama kelompok.
Tujuan: Menghitung besar gaya Coulomb antara dua muatan titik dan mengidentifikasi penerapan prinsip listrik statis dalam teknologi sehari-hari.
Kegiatan awal: Guru mengingatkan kembali hasil percobaan sebelumnya, menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, dan membagikan contoh soal perhitungan gaya Coulomb.
Memahami: Peserta didik mempelajari rumus Hukum Coulomb dan berlatih menyelesaikan soal perhitungan gaya Coulomb, serta mengaitkannya dengan contoh aplikasi teknologi (misal: mesin fotokopi, cat semprot).
Mengaplikasi: Peserta didik secara individu atau kelompok menyelesaikan soal-soal latihan Hukum Coulomb dan membuat poster sederhana atau mind map tentang penerapan listrik statis dalam teknologi.
Merefleksi: Beberapa peserta didik mempresentasikan hasil perhitungan dan poster/mind map mereka, guru memberikan umpan balik dan penguatan.
Penutup: Guru bersama peserta didik menyimpulkan materi listrik statis secara keseluruhan, memberikan apresiasi atas karya yang dihasilkan, dan memberikan informasi tentang asesmen akhir materi.
Proses (formatif): Melalui pengamatan aktivitas diskusi kelompok, presentasi, dan tanya jawab selama pembelajaran.
Akhir (sumatif): Tes tertulis berupa soal pilihan ganda dan esai yang mengukur pemahaman konsep, perhitungan, dan aplikasi listrik statis.
| Tujuan | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|
| Menjelaskan konsep muatan, interaksi, Hukum Coulomb | Muatan listrik, interaksi, Hukum Coulomb | 2 JP | Penalaran Kritis |
| Melakukan percobaan listrik statis | Percobaan listrik statis | 2 JP | Kolaborasi |
| Menghitung gaya Coulomb, aplikasi teknologi | Perhitungan Hukum Coulomb, aplikasi | 2 JP | Kreativitas |
Listrik statis adalah studi tentang muatan listrik yang tidak bergerak atau 'diam'. Fenomena ini sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari rambut berdiri saat digosok balon hingga petir yang menyambar. Memahami listrik statis membantu kita mengerti dasar kelistrikan dan berbagai teknologi yang memanfaatkannya.
Setiap benda tersusun atas atom yang memiliki inti bermuatan positif (proton) dan elektron bermuatan negatif yang mengorbit. Secara netral, jumlah proton dan elektron sama. Ketika terjadi perpindahan elektron, benda menjadi bermuatan positif (kekurangan elektron) atau negatif (kelebihan elektron). Muatan sejenis saling tolak-menolak, sedangkan muatan berbeda jenis saling tarik-menarik. Benda dapat bermuatan melalui gesekan, induksi, atau konduksi.
Hukum Coulomb menjelaskan besar gaya tarik atau tolak antara dua muatan titik. Besarnya gaya berbanding lurus dengan hasil kali kedua muatan dan berbanding terbalik dengan kuadrat jarak antara keduanya. Rumusnya adalah F = k * |q1*q2| / r^2, di mana k adalah konstanta Coulomb. Gaya ini bekerja sepanjang garis yang menghubungkan kedua muatan.
Gejala listrik statis dapat didemonstrasikan dengan mudah menggunakan benda-benda sederhana seperti penggaris plastik, balon, atau sisir. Ketika digosokkan pada bahan lain (misal: kain wol atau rambut), benda-benda tersebut dapat menarik benda ringan lain seperti potongan kertas atau rambut. Ini terjadi karena perpindahan elektron akibat gesekan.
Prinsip listrik statis dimanfaatkan dalam berbagai teknologi. Mesin fotokopi menggunakan muatan statis untuk menarik partikel toner ke kertas. Alat cat semprot elektrostatik memastikan cat menempel merata pada permukaan benda. Filter udara elektrostatik menjebak debu dan polutan. Bahkan dalam industri, listrik statis digunakan untuk pemisahan material.
Rangkuman: Listrik statis mempelajari muatan listrik yang diam. Interaksi muatan dijelaskan oleh Hukum Coulomb. Fenomena ini dapat diamati melalui percobaan sederhana dan memiliki banyak aplikasi teknologi penting, seperti pada mesin fotokopi dan filter udara.
Tujuan: Mendemonstrasikan gejala listrik statis dan menganalisis penyebabnya melalui percobaan sederhana.
Alat & bahan: Penggaris plastik, kain wol, balon, rambut, potongan kertas kecil, sisir plastik, gelas kaca.
| Muatan Listrik | Sifat dasar materi yang menyebabkan gaya tarik atau tolak antar benda. |
| Hukum Coulomb | Hukum yang menjelaskan besarnya gaya interaksi antara dua muatan listrik titik. |
| Konduktor | Bahan yang mudah menghantarkan muatan listrik. |
| Isolator | Bahan yang sulit menghantarkan muatan listrik. |
| Medan Listrik | Daerah di sekitar muatan listrik yang masih dipengaruhi oleh gaya listrik. |
Ya. Tiga modul ajar gratis tersedia bertahap dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Fisika kelas XII langsung tersusun atas nama Anda.
Ya. Modul mengikuti Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025.
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh, ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.