tuntas.orgBuat Modul Ajar →
BerandaModul Ajar SMAPJOK › Atletik ( Lari 400 Meter )
SMA · Kelas X · Fase E

Modul Ajar PJOK Kelas X
Atletik ( Lari 400 Meter )

Modul ajar PJOK SMA kelas X materi Atletik ( Lari 400 Meter ) lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025. Unduh Word + PDF atas nama Anda.

Sampul modul ajar PJOK kelas X materi Atletik ( Lari 400 Meter )
Ringkasan: Lari 400 meter adalah nomor atletik yang menantang, menggabungkan kecepatan sprint dengan daya tahan. Penguasaan teknik start, lari tikungan, lari lurus, dan finis, serta penerapan strategi pengelolaan energi yang tepat, adalah kunci keberhasilan. Latihan yang terprogram dan persiapan fisik yang matang akan memaksimalkan potensi setiap pelari.
Model: Project-Based Learning (PjBL) + praktikDimensi: kesehatan, kolaborasi, penalaran kritisWord + PDF
Buat & Unduh Modul Ini — GRATISPJOK · Atletik ( Lari 400 Meter ) · atas nama Anda

1 Capaian Pembelajaran

Rumusan: Peserta didik mampu memahami konsep dan prinsip dasar atletik, termasuk nomor lari jarak menengah dan menengah-pendek, serta mempraktikkannya secara sederhana dengan memperhatikan keselamatan diri dan orang lain.

Acuan: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025

Kompetensi awal: Peserta didik memiliki pengetahuan dasar tentang aktivitas fisik dan jenis-jenis olahraga.

Pemahaman bermakna: Memahami lari 400 meter bukan hanya tentang berlari cepat, tetapi juga tentang strategi, teknik, dan kondisi fisik yang optimal untuk mencapai performa terbaik.

Pertanyaan pemantik: Bagaimana atlet profesional bisa mempertahankan kecepatan mereka di sepanjang lintasan 400 meter tanpa kehabisan tenaga?

2 Tujuan Pembelajaran

3 Kegiatan Pembelajaran (3 Pertemuan)

Pertemuan 1 — Discovery Learning

Tujuan: Peserta didik dapat menjelaskan konsep dasar lari 400 meter, termasuk sejarah singkat dan karakteristiknya.

Kegiatan awal: Salam pembuka, doa, presensi, apersepsi terkait olahraga atletik, penyampaian tujuan pembelajaran hari ini tentang pengenalan lari 400 meter, dan pertanyaan pemantik mengenai strategi lari.

Memahami: Guru memfasilitasi peserta didik untuk mencari informasi tentang sejarah singkat lari 400 meter, jarak tempuh, dan karakteristiknya melalui tayangan video atau bahan bacaan.

Mengaplikasi: Peserta didik secara individu atau kelompok kecil mendiskusikan informasi yang didapat dan mencatat poin-poin penting mengenai konsep dasar lari 400 meter.

Merefleksi: Beberapa peserta didik mempresentasikan hasil diskusi singkat mereka mengenai konsep dasar lari 400 meter, guru memberikan umpan balik dan penguatan.

Penutup: Guru bersama peserta didik menyimpulkan materi yang telah dipelajari, memberikan apresiasi atas partisipasi aktif, dan menginformasikan materi pertemuan selanjutnya, diakhiri doa.

Pertemuan 2 — Problem-Based Learning (PBL)

Tujuan: Peserta didik dapat mengidentifikasi teknik start berdiri, lari di tikungan, lari di garis lurus, dan finis yang benar untuk lari 400 meter.

Kegiatan awal: Salam, doa, presensi, apersepsi dari materi sebelumnya, penyampaian tujuan pembelajaran tentang teknik dasar lari 400 meter, dan menampilkan video pendek tentang kesalahan umum dalam teknik lari.

Memahami: Peserta didik diberikan masalah berupa video atlet yang melakukan kesalahan dalam start, tikungan, atau finis, lalu mereka diminta mengidentifikasi masalah tersebut dan mencari solusi teknik yang benar.

Mengaplikasi: Peserta didik dibagi dalam kelompok untuk mempraktikkan teknik start berdiri, lari di tikungan, lari di garis lurus, dan finis di lapangan dengan bimbingan guru, serta saling memberikan umpan balik.

Merefleksi: Setiap kelompok mendemonstrasikan satu teknik yang paling mereka kuasai, guru memberikan koreksi dan penguatan, serta peserta didik saling memberikan apresiasi.

Penutup: Guru bersama peserta didik merangkum teknik-teknik dasar yang telah dipelajari, memberikan motivasi untuk terus berlatih, dan menginformasikan tugas proyek untuk pertemuan berikutnya, diakhiri doa.

Pertemuan 3 — Project-Based Learning (PjBL)

Tujuan: Peserta didik dapat merancang strategi lari 400 meter, mempraktikkannya, dan menganalisis performa mereka.

Kegiatan awal: Salam, doa, presensi, apersepsi tentang pentingnya strategi dalam lari, penyampaian tujuan pembelajaran yaitu merancang dan mempraktikkan lari 400 meter secara utuh.

Memahami: Peserta didik dalam kelompok merancang strategi lari 400 meter mereka (misalnya: kecepatan awal, kecepatan di tikungan, kecepatan di garis lurus, teknik finis) berdasarkan pemahaman konsep dan teknik yang telah dipelajari.

Mengaplikasi: Setiap kelompok mempraktikkan strategi lari 400 meter yang telah dirancang di lapangan, guru mengamati, mencatat, dan memberikan masukan, serta peserta didik merekam performa mereka.

Merefleksi: Kelompok mempresentasikan rancangan strategi mereka, hasil praktik, dan analisis performa (kekuatan/kelemahan) dari rekaman video, serta menerima umpan balik dari kelompok lain dan guru.

Penutup: Guru memberikan apresiasi atas proyek yang telah diselesaikan, merangkum pembelajaran dari awal hingga akhir, memberikan penguatan tentang pentingnya latihan berkelanjutan, dan menginformasikan asesmen sumatif, diakhiri doa.

4 Asesmen

Proses (formatif): Observasi selama kegiatan praktik dan diskusi kelompok untuk menilai pemahaman teknik dan kolaborasi.

Akhir (sumatif): Penilaian performa lari 400 meter berdasarkan rubrik yang mencakup teknik, kecepatan, dan strategi.

5 Alur Tujuan Pembelajaran

TujuanMateriAlokasiDimensi
Menjelaskan konsep dasar lari 400 meterSejarah, karakteristik, jarak tempuh2 JPKesehatan
Mengidentifikasi dan mempraktikkan teknik lari 400 meterStart, lari tikungan, lari lurus, finis4 JPKesehatan, Penalaran Kritis
Merancang, mempraktikkan, dan menganalisis strategi lari 400 meterPengelolaan energi, ritme, analisis performa3 JPKesehatan, Kolaborasi, Penalaran Kritis

6 Bahan Ajar & Ringkasan Materi

Atletik merupakan salah satu cabang olahraga tertua yang melatih kekuatan, kecepatan, dan daya tahan. Lari 400 meter, sebagai nomor lari jarak menengah-pendek, menuntut kombinasi unik dari kedua aspek tersebut. Modul ini akan membimbing Anda memahami seluk-beluk lari 400 meter, mulai dari teknik dasar hingga strategi perlombaan.

Sejarah dan Karakteristik Lari 400 Meter

Lari 400 meter, yang juga dikenal sebagai satu putaran lintasan standar, memiliki sejarah panjang dalam atletik modern. Nomor ini pertama kali dipertandingkan secara resmi pada Olimpiade modern pertama tahun 1896. Karakteristik utamanya adalah kombinasi kecepatan sprint dengan daya tahan yang dibutuhkan untuk menyelesaikan satu putaran penuh lintasan atletik. Pelari harus mampu menjaga kecepatan tinggi tanpa kehabisan napas, menjadikannya ujian fisik dan mental yang signifikan.

Teknik Dasar Lari 400 Meter

Teknik dasar yang krusial meliputi: start berdiri yang efisien untuk mendapatkan akselerasi awal yang baik; lari di tikungan dengan posisi tubuh sedikit miring ke dalam untuk menjaga momentum dan menghindari kehilangan kecepatan; lari di garis lurus dengan postur tegak dan ayunan lengan yang kuat; serta teknik finis yang benar dengan condongkan badan ke depan untuk mendapatkan waktu tercepat.

Strategi Lari 400 Meter

Strategi yang efektif sangat penting. Pelari perlu mengelola energinya dengan bijak. Umumnya, pelari akan berusaha keras di 100-150 meter pertama, sedikit melambatkan ritme di bagian tengah lintasan (sekitar 200-300 meter), dan kembali meningkatkan kecepatan di 100 meter terakhir. Pengaturan napas yang baik dan mental yang kuat menjadi kunci untuk melewati 'titik kritis' saat tubuh mulai lelah.

Latihan dan Persiapan

Untuk meningkatkan performa lari 400 meter, diperlukan latihan yang terprogram. Ini mencakup latihan kecepatan (sprint), latihan daya tahan (interval training), latihan kekuatan otot kaki dan inti tubuh, serta latihan fleksibilitas. Pemanasan yang cukup sebelum berlari dan pendinginan setelahnya sangat penting untuk mencegah cedera. Nutrisi yang seimbang dan istirahat yang cukup juga menjadi faktor pendukung utama.

Rangkuman: Lari 400 meter adalah nomor atletik yang menantang, menggabungkan kecepatan sprint dengan daya tahan. Penguasaan teknik start, lari tikungan, lari lurus, dan finis, serta penerapan strategi pengelolaan energi yang tepat, adalah kunci keberhasilan. Latihan yang terprogram dan persiapan fisik yang matang akan memaksimalkan potensi setiap pelari.

7 LKPD — Lembar Kerja Peserta Didik

Tujuan: Membantu peserta didik memahami dan mempraktikkan teknik dasar lari 400 meter serta merancang strategi.

Alat & bahan: Peluit, stopwatch, alat tulis, kertas, video tutorial, lapangan atletik.

  1. Amati video tutorial tentang teknik start, lari tikungan, lari lurus, dan finis.
  2. Diskusikan dalam kelompok teknik yang paling sulit dan cara mengatasinya.
  3. Praktikkan setiap teknik secara berulang di lapangan dengan bimbingan guru.
  4. Rancang strategi lari 400 meter berdasarkan pemahaman teknik dan kondisi fisik.
  5. Analisis hasil praktik dan berikan umpan balik konstruktif kepada anggota kelompok.

8 Glosarium

Start BerdiriTeknik memulai lari tanpa menggunakan blok start.
AkselerasiPeningkatan kecepatan lari.
Ritme LariPola langkah dan kecepatan yang konsisten.
FinisGaris akhir perlombaan; teknik melewati garis akhir.
Interval TrainingLatihan lari dengan jeda istirahat singkat untuk meningkatkan kecepatan dan daya tahan.

9 Materi PJOK Terkait

AtletikPJOK Kelas X SMA
Pelajari Atletik →
Kebugaran JasmaniPJOK Kelas X SMA
Pelajari Kebugaran Jasmani →
Permainan Bola BasketPJOK Kelas X SMA
Pelajari Permainan Bola Basket →
Permainan Bola BesarPJOK Kelas X SMA
Pelajari Permainan Bola Besar →
Permainan Bola VoliPJOK Kelas X SMA
Pelajari Permainan Bola Voli →
Permainan Bulu TangkisPJOK Kelas X SMA
Pelajari Permainan Bulu Tangkis →

10 Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah modul ajar PJOK Atletik ( Lari 400 Meter ) ini gratis?

Ya. Tiga modul ajar gratis tersedia bertahap dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.

Berapa lama modul ini tersusun?

Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul PJOK kelas X langsung tersusun atas nama Anda.

Apakah sesuai kurikulum terbaru?

Ya. Modul mengikuti Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025.

Bisakah hasilnya diedit?

Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh, ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.

Buat Modul Ajar Lain — GRATISIsi nama & materi, selesai ±1 menit

tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.