Modul ajar (RPP) Kreatifitas, Inovasi dan Kewirausahaan SMK kelas XI materi Menetapkan desain prototipe produk lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025. Unduh Word + PDF atas nama Anda.
Berkas ini modul ajar, dan di dalamnya sudah termuat RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran): tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen — tiga komponen inti menurut Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses. Modul ajar melengkapinya dengan LKPD, ATP, dan bahan ajar. Jadi bila sekolah Anda meminta RPP, berkas ini sudah memenuhinya.
Jenjang, mapel, kelas, dan materinya sudah terbawa dari halaman ini. Tinggal nama, sekolah, dan pilih semester-nya.
Bukan Menetapkan desain prototipe produk yang Anda cari? Materi Kreatifitas, Inovasi dan Kewirausahaan Kelas XI lainnya:
| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | Kreatifitas, Inovasi dan Kewirausahaan |
| Fase / Kelas | F / XI |
| Materi Pokok | Menetapkan desain prototipe produk |
| Alokasi Waktu | 3 Pertemuan (8 JP: Pertemuan 1 3 JP · Pertemuan 2 2 JP · Pertemuan 3 3 JP) |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Model Pembelajaran | Project-Based Learning (PjBL) + Praktik |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP sesuai Permendikdasmen 1/2026 |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Kompetensi awal: Peserta didik memiliki pemahaman dasar tentang ide produk dan kebutuhan pasar.
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan: Kreativitas, Kemandirian, Kolaborasi.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 |
| Elemen / Domain | Produk Kreatif dan Kewirausahaan |
| Rumusan CP Fase | Peserta didik mampu mengidentifikasi peluang usaha, merancang, memproduksi, dan mengevaluasi produk atau jasa yang inovatif serta berkelanjutan, serta mampu mengelola risiko dan sumber daya untuk mencapai tujuan kewirausahaan. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Contoh produk prototipe yang berhasil dikembangkan dari ide sederhana menjadi produk nyata. |
| Konseptual | Prototipe adalah model awal atau rancangan dasar dari sebuah produk yang dibuat untuk menguji konsep dan fungsionalitas sebelum produksi massal. |
| Prosedural | Langkah-langkah dalam membuat sketsa, model fisik, atau digital dari sebuah ide produk. |
| Metakognitif | Kemampuan peserta didik untuk merencanakan, memonitor, dan mengevaluasi proses perancangan prototipe produk mereka. |
Tujuan Pembelajaran:
Pemahaman bermakna: Merancang prototipe produk yang efektif adalah langkah krusial untuk memvalidasi ide bisnis, menghemat sumber daya, dan meminimalkan risiko kegagalan sebelum meluncurkan produk sesungguhnya ke pasar.
Pertanyaan pemantik: "Bayangkan Anda memiliki ide produk revolusioner untuk pertanian agribisnis, bagaimana Anda akan meyakinkan investor bahwa ide Anda layak dikembangkan tanpa harus memproduksi ribuan unit terlebih dahulu?"
| Praktik Pedagogis | Project-Based Learning (PjBL) + Praktik |
| Lintas Disiplin Ilmu | Seni Budaya dan Prakarya: Prinsip-prinsip desain visual, estetika, dan komposisi dalam pembuatan sketsa dan model prototipe. Fisika/Teknik: Prinsip dasar mekanika dan material yang relevan untuk fungsionalitas prototipe produk agribisnis. Bahasa Indonesia: Kemampuan presentasi yang efektif dan persuasif dalam menyampaikan ide prototipe. |
| Kemitraan Pembelajaran | Melibatkan orang tua atau komunitas petani untuk memberikan masukan realistis terhadap desain prototipe produk agribisnis. |
| Lingkungan Pembelajaran | Menyediakan ruang kelas yang kondusif dengan akses ke material dasar untuk membuat prototipe fisik, serta area kolaborasi yang nyaman. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Memanfaatkan aplikasi desain grafis gratis (seperti Canva, Figma basic) atau software pemodelan 3D sederhana untuk membuat prototipe digital. |
| Model Pembelajaran | Discovery Learning |
| Tujuan Pertemuan 1 | Peserta didik mampu mengidentifikasi elemen-elemen kunci dalam desain prototipe produk. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 25 menit | Salam, doa, presensi, apersepsi terkait pentingnya prototipe dalam bisnis, penyampaian tujuan pembelajaran, dan pertanyaan pemantik tentang cara meyakinkan investor. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Peserta didik mengeksplorasi berbagai jenis prototipe (sketsa, model 3D, mock-up) dan elemen-elemen penting yang harus ada di dalamnya, dikaitkan dengan contoh produk agribisnis. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 40 menit | Peserta didik secara berkelompok mengidentifikasi elemen-elemen kunci dari studi kasus produk agribisnis yang diberikan dalam LKPD. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 20 menit | Presentasi singkat hasil identifikasi elemen kunci prototipe oleh perwakilan kelompok, dilanjutkan umpan balik dari guru dan teman sebaya. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 25 menit | Simpulan bersama tentang elemen kunci prototipe, refleksi singkat tentang pemahaman baru, apresiasi atas partisipasi aktif, dan pengantar untuk pertemuan selanjutnya. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Problem-Based Learning (PBL) |
| Tujuan Pertemuan 2 | Peserta didik mampu membuat sketsa desain prototipe produk yang sesuai dengan kebutuhan target pasar. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Salam, doa, presensi, apersepsi singkat tentang elemen kunci prototipe, penyampaian tujuan pembelajaran, dan pertanyaan pemantik tentang bagaimana menerjemahkan ide menjadi visual. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 20 menit | Peserta didik mempelajari prinsip-prinsip dasar desain visual dan cara membuat sketsa yang informatif, dikaitkan dengan kebutuhan spesifik produk agribisnis (misal: alat penyiram otomatis, kemasan pupuk inovatif). |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Peserta didik secara individu atau berpasangan mulai membuat sketsa desain prototipe produk agribisnis yang mereka pilih, fokus pada fungsionalitas dan estetika. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Sesi berbagi sketsa desain antar peserta didik untuk mendapatkan masukan awal, guru memberikan umpan balik konstruktif. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit | Simpulan tentang pentingnya sketsa sebagai representasi ide, refleksi tentang kesulitan dan kemudahan dalam membuat sketsa, apresiasi, dan persiapan untuk membuat model prototipe. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Project-Based Learning (PjBL) + Praktik |
| Tujuan Pertemuan 3 | Peserta didik mampu mengembangkan model prototipe sederhana (fisik atau digital) untuk produk terpilih dan mempresentasikannya. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 25 menit | Salam, doa, presensi, apersepsi tentang sketsa desain, penyampaian tujuan pembelajaran, dan pertanyaan pemantik tentang bagaimana mewujudkan sketsa menjadi sesuatu yang bisa dilihat/diuji. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Peserta didik mendapatkan panduan singkat tentang teknik pembuatan prototipe sederhana (misal: menggunakan bahan daur ulang, software desain gratis, atau alat peraga sederhana) sesuai dengan produk yang dipilih. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 40 menit | Peserta didik bekerja dalam kelompok untuk membuat model prototipe produk agribisnis mereka berdasarkan sketsa yang telah dibuat, dilanjutkan dengan sesi presentasi prototipe. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 20 menit | Setiap kelompok mempresentasikan prototipe mereka, menjelaskan konsep, fungsionalitas, dan potensi pasar, diikuti sesi tanya jawab dan umpan balik dari audiens dan guru. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 25 menit | Simpulan bersama tentang proses pembuatan prototipe dan presentasi, refleksi mendalam tentang pembelajaran yang didapat, apresiasi atas karya yang dihasilkan, dan tindak lanjut berupa penyempurnaan prototipe. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
Tujuan: Peserta didik dapat mengidentifikasi elemen-elemen penting dan membuat sketsa desain prototipe produk agribisnis.
Alat & bahan: Kertas gambar, pensil, penghapus, penggaris, alat pewarna (opsional), studi kasus produk agribisnis.
Langkah kerja:
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
Formatif (proses): Observasi keaktifan peserta didik dalam diskusi, kolaborasi kelompok, dan kualitas sketsa yang dihasilkan selama pembelajaran.
Sumatif (akhir): Penilaian terhadap prototipe produk yang dihasilkan (model fisik/digital) dan presentasi kelompok berdasarkan rubrik yang telah ditentukan.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Mengidentifikasi elemen kunci prototipe | Pengertian dan jenis prototipe, elemen penting | 3 JP | Kreativitas, Kemandirian |
| 2 | Membuat sketsa desain prototipe | Prinsip desain visual, teknik sketsa | 2 JP | Kreativitas, Kemandirian |
| 3 | Mengembangkan model prototipe sederhana | Teknik pembuatan prototipe fisik/digital | 3 JP | Kolaborasi, Kreativitas |
Modul ini akan memandu Anda dalam proses krusial menetapkan desain prototipe produk. Prototipe bukan sekadar model, melainkan jembatan antara ide dan realitas, alat vital untuk memvalidasi konsep, menguji fungsionalitas, dan meminimalkan risiko sebelum investasi besar dilakukan. Mari kita ciptakan inovasi yang teruji!
1. Memahami Konsep Prototipe
Prototipe adalah representasi awal dari sebuah produk yang dibuat untuk tujuan pengujian dan validasi. Ini bisa berupa sketsa kasar, model tiga dimensi (3D), mock-up interaktif, atau bahkan prototipe fungsional yang mendekati produk akhir. Tujuannya adalah untuk mendapatkan umpan balik, mengidentifikasi kekurangan, dan menyempurnakan desain sebelum produksi massal. Dalam konteks agribisnis, prototipe bisa berupa alat pertanian inovatif, sistem irigasi cerdas, atau kemasan produk yang lebih efisien.
2. Elemen Kunci Desain Prototipe
Desain prototipe yang efektif harus mencakup elemen-elemen kunci seperti: identifikasi masalah yang diselesaikan, target pengguna yang jelas, fungsionalitas utama produk, user interface/experience (jika relevan), material perkiraan, dan estetika. Setiap elemen harus dirancang dengan mempertimbangkan kebutuhan pasar dan kelayakan teknis. Misalnya, prototipe alat penyemprot hama harus fokus pada kemudahan penggunaan dan efektivitas penyemprotan.
3. Teknik Pembuatan Sketsa Desain
Sketsa adalah langkah awal visualisasi ide. Gunakan pensil dan kertas untuk membuat berbagai sudut pandang produk, fokus pada bentuk, proporsi, dan fitur utama. Jangan takut untuk membuat banyak variasi. Teknik seperti 'storyboarding' dapat membantu memvisualisasikan alur penggunaan produk. Sketsa yang baik harus mampu mengkomunikasikan ide secara jelas kepada orang lain, termasuk calon investor atau tim pengembangan.
4. Membuat Model Prototipe Sederhana
Setelah sketsa disetujui, langkah selanjutnya adalah membuat model prototipe. Ini bisa dilakukan secara fisik menggunakan bahan-bahan sederhana seperti kardus, plastik daur ulang, atau bahkan menggunakan software desain 3D gratis untuk membuat model digital. Prototipe fisik membantu merasakan dimensi dan ergonomi, sementara prototipe digital memudahkan visualisasi detail dan simulasi fungsi. Kuncinya adalah membuat representasi yang cukup baik untuk diuji.
5. Presentasi dan Evaluasi Prototipe
Prototipe yang telah dibuat perlu dipresentasikan. Jelaskan ide di baliknya, bagaimana cara kerjanya, fitur unggulannya, dan mengapa ini penting bagi target pasar. Siapkan diri untuk menerima kritik dan saran. Evaluasi prototipe harus dilakukan secara objektif, mengidentifikasi apa yang sudah baik dan apa yang masih perlu diperbaiki. Umpan balik ini sangat berharga untuk penyempurnaan produk akhir.
Rangkuman: Menetapkan desain prototipe produk adalah fondasi penting dalam kewirausahaan. Melalui identifikasi elemen kunci, pembuatan sketsa yang informatif, pengembangan model prototipe yang representatif, serta presentasi dan evaluasi yang jujur, kita dapat memvalidasi ide bisnis secara efektif. Proses ini meminimalkan risiko dan memaksimalkan peluang keberhasilan produk di pasar.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Prototipe | Model awal atau rancangan dasar sebuah produk untuk pengujian dan validasi. |
| Sketsa | Gambar kasar yang dibuat untuk merepresentasikan ide atau konsep awal sebuah produk. |
| Mock-up | Model non-fungsional yang meniru tampilan visual produk akhir. |
| Validasi | Proses pengujian dan konfirmasi bahwa sebuah ide atau produk memenuhi kebutuhan dan harapan pengguna. |
| User Interface (UI) | Tampilan visual yang berinteraksi dengan pengguna. |
| User Experience (UX) | Pengalaman keseluruhan pengguna saat berinteraksi dengan produk. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Menetapkan desain prototipe produk" mata pelajaran Kreatifitas, Inovasi dan Kewirausahaan Kelas XI ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Ya. Modul Menetapkan desain prototipe produk untuk kelas XI SMK dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Kreatifitas, Inovasi dan Kewirausahaan kelas XI langsung tersusun atas nama Anda.
Ya. Modul Menetapkan desain prototipe produk ini mengikuti Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025, pada Fase F untuk kelas XI SMK.
Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Menetapkan desain prototipe produk untuk Kreatifitas, Inovasi dan Kewirausahaan kelas XI di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Menetapkan desain prototipe produk dapat Anda sesuaikan dengan murid Kreatifitas, Inovasi dan Kewirausahaan kelas XI di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.