tuntas.orgBuat Modul Ajar →
BerandaModul Ajar SMPBahasa Indonesia › Meneladani Pesan Moral dalam Legenda
SMP · Kelas IX · Fase D

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas IX
Meneladani Pesan Moral dalam Legenda

Modul ajar Bahasa Indonesia SMP kelas IX materi Meneladani Pesan Moral dalam Legenda lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran. Unduh Word + PDF atas nama Anda.

Sampul modul ajar Bahasa Indonesia kelas IX materi Meneladani Pesan Moral dalam Legenda
Ringkasan: Legenda adalah cerita rakyat yang mengandung pesan moral dan kearifan lokal. Mengidentifikasi pesan moral melibatkan pemahaman karakter, alur, dan akibat perbuatan tokoh. Pesan moral ini relevan dengan kehidupan modern dan dapat menjadi panduan etika. Dengan meneladani dan menyajikan kembali legenda secara kreatif, kita turut melestarikan nilai-nilai luhur dan menginspirasi orang lain untuk berbuat kebaikan.
Model: Project-Based Learning (PjBL) + praktikDimensi: penalaran kritis, kreativitas, komunikasiWord + PDF
Buat & Unduh Modul Ini — GRATISBahasa Indonesia · Meneladani Pesan Moral dalam Legenda · atas nama Anda

1 Capaian Pembelajaran

Rumusan: Peserta didik mampu menyajikan gagasan, pikiran, pandangan, arahan, atau pesan untuk berbagai tujuan secara logis, kritis, dan kreatif dalam bentuk teks tulis dan lisan.

Acuan: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran

Kompetensi awal: Peserta didik telah memiliki pemahaman dasar tentang cerita rakyat dan mampu mengidentifikasi tokoh serta alur cerita sederhana.

Pemahaman bermakna: Memahami dan meneladani pesan moral dalam legenda membantu kita belajar dari pengalaman masa lalu, mengembangkan karakter, serta menerapkan nilai-nilai luhur dalam kehidupan sehari-hari.

Pertanyaan pemantik: Mengapa cerita-cerita legenda dari masa lalu masih relevan dan penting untuk kita pelajari di zaman sekarang?

2 Tujuan Pembelajaran

3 Kegiatan Pembelajaran (3 Pertemuan)

Pertemuan 1 — Discovery Learning

Tujuan: Mengidentifikasi pesan moral yang terkandung dalam legenda yang dibaca atau didengar.

Kegiatan awal: Guru menyapa, memimpin doa, memeriksa kehadiran, dan melakukan apersepsi dengan menanyakan legenda favorit peserta didik. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu mengidentifikasi pesan moral legenda dan manfaatnya bagi kehidupan.

Memahami: Peserta didik secara individu membaca atau menyimak legenda 'Malin Kundang' atau 'Telaga Warna' yang disediakan guru, kemudian mengidentifikasi tokoh, latar, alur, dan konflik yang terjadi. Mereka mencatat kata-kata kunci atau peristiwa yang mengarah pada pesan moral.

Mengaplikasi: Dalam kelompok kecil, peserta didik mendiskusikan temuan mereka tentang pesan moral yang terkandung dalam legenda tersebut, kemudian membandingkan dengan legenda lain yang mereka ketahui. Mereka mengisi lembar kerja untuk merumuskan pesan moral secara eksplisit.

Merefleksi: Setiap kelompok mempresentasikan hasil identifikasi pesan moralnya. Guru memberikan umpan balik dan penguatan tentang pentingnya memahami pesan moral dalam legenda. Peserta didik diajak merefleksi pengalaman mereka dalam menemukan pesan moral.

Penutup: Guru bersama peserta didik menyimpulkan pesan moral dari legenda yang telah dibahas. Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif peserta didik dan memberikan tugas untuk mencari satu legenda lain di daerah masing-masing sebagai persiapan pertemuan berikutnya. Doa penutup.

Pertemuan 2 — Problem-Based Learning

Tujuan: Menganalisis relevansi pesan moral legenda dengan kehidupan nyata saat ini.

Kegiatan awal: Guru menyapa, memimpin doa, dan memeriksa kehadiran. Guru mengulas kembali pesan moral yang telah diidentifikasi pada pertemuan sebelumnya dan mengaitkannya dengan tantangan kehidupan modern. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu menganalisis relevansi pesan moral legenda dengan kehidupan nyata.

Memahami: Peserta didik menyimak cerita singkat atau video tentang kasus-kasus aktual di masyarakat (misalnya, durhaka kepada orang tua, keserakahan, kejujuran) yang relevan dengan pesan moral legenda. Mereka mengidentifikasi permasalahan yang muncul dan dampaknya.

Mengaplikasi: Dalam kelompok, peserta didik menganalisis bagaimana pesan moral dari legenda yang telah mereka pelajari (misalnya Malin Kundang, Tangkuban Perahu) dapat menjadi solusi atau pembelajaran untuk kasus-kasus aktual tersebut. Mereka membuat mind map atau diagram yang menghubungkan legenda dengan isu kontemporer.

Merefleksi: Setiap kelompok mempresentasikan hasil analisis relevansi pesan moral mereka. Guru memfasilitasi diskusi kelas tentang bagaimana nilai-nilai luhur dari legenda dapat diterapkan untuk menghadapi permasalahan zaman sekarang. Guru memberikan penguatan tentang pemikiran kritis dalam melihat korelasi antara legenda dan realitas.

Penutup: Guru bersama peserta didik menyimpulkan pentingnya legenda sebagai cerminan dan pelajaran hidup. Guru memberikan apresiasi atas ide-ide kreatif peserta didik dan memberikan instruksi untuk mulai merencanakan proyek penyajian legenda dengan menonjolkan pesan moralnya. Doa penutup.

Pertemuan 3 — Project-Based Learning

Tujuan: Menyajikan kembali legenda dalam bentuk cerita bergambar atau monolog dengan menonjolkan pesan moralnya dan menerapkan nilai-nilai luhur dari pesan moral legenda dalam perilaku sehari-hari.

Kegiatan awal: Guru menyapa, memimpin doa, dan memeriksa kehadiran. Guru mengingatkan kembali proyek yang akan dikerjakan hari ini yaitu menyajikan legenda dengan menonjolkan pesan moralnya. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yaitu menciptakan karya dan merefleksikan penerapan nilai-nilai moral.

Memahami: Peserta didik secara individu atau berpasangan mempersiapkan materi untuk proyek mereka (cerita bergambar atau monolog) berdasarkan legenda yang telah dianalisis. Mereka fokus pada bagaimana menonjolkan pesan moral agar mudah dipahami penonton.

Mengaplikasi: Peserta didik secara mandiri atau berpasangan membuat cerita bergambar atau berlatih monolog. Mereka memanfaatkan alat dan bahan yang tersedia atau teknologi digital untuk menghasilkan karya. Guru berkeliling memberikan bimbingan dan umpan balik konstruktif.

Merefleksi: Peserta didik mempresentasikan karya cerita bergambar atau monolog mereka di depan kelas. Setelah presentasi, peserta didik lain memberikan apresiasi dan umpan balik. Guru memimpin diskusi tentang pengalaman mereka dalam menciptakan karya dan bagaimana pesan moral dapat disampaikan secara efektif. Guru juga meminta peserta didik merefleksikan penerapan pesan moral dalam kehidupan mereka.

Penutup: Guru bersama peserta didik merangkum pembelajaran dari proyek ini dan mengapresiasi seluruh hasil karya. Guru memberikan penguatan tentang pentingnya meneladani pesan moral dalam kehidupan sehari-hari. Guru menutup pembelajaran dengan motivasi dan doa, menciptakan suasana yang menggembirakan.

4 Asesmen

Proses (formatif): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok dan proses pembuatan proyek.

Akhir (sumatif): Penilaian hasil karya cerita bergambar/monolog dan presentasi, serta jawaban esai tentang relevansi pesan moral.

5 Alur Tujuan Pembelajaran

TujuanMateriAlokasiDimensi
Mengidentifikasi pesan moral yang terkandung dalam legenda yang dibaca atau didengar.Pengenalan Legenda dan Pesan Moral2 JPpenalaran kritis
Menganalisis relevansi pesan moral legenda dengan kehidupan nyata saat ini.Analisis Relevansi Pesan Moral2 JPpenalaran kritis, komunikasi
Menyajikan kembali legenda dalam bentuk cerita bergambar atau monolog dengan menonjolkan pesan moralnya.Proyek Kreatif Legenda dan Pesan Moral2 JPkreativitas, komunikasi
Menerapkan nilai-nilai luhur dari pesan moral legenda dalam perilaku sehari-hari.Refleksi dan Aplikasi Pesan MoralTerintegrasi dalam proyekpenalaran kritis

6 Bahan Ajar & Ringkasan Materi

Legenda adalah salah satu bentuk cerita rakyat yang telah diwariskan secara turun-temurun. Cerita-cerita ini tidak hanya menghibur, tetapi juga mengandung nilai-nilai luhur dan ajaran hidup yang penting. Dengan meneladani pesan moral dalam legenda, kita dapat belajar banyak tentang kebijaksanaan, etika, dan cara menjalani kehidupan yang lebih baik, relevan dengan tantangan zaman sekarang.

Apa Itu Legenda?

Legenda adalah cerita rakyat yang dianggap benar-benar terjadi oleh sebagian masyarakat, meskipun kebenarannya tidak dapat dibuktikan secara ilmiah. Legenda seringkali menceritakan asal-usul suatu tempat, benda, atau kejadian luar biasa. Tokoh-tokoh dalam legenda bisa berupa manusia biasa dengan kekuatan istimewa, dewa, atau makhluk mitologi. Contoh legenda yang terkenal di Indonesia antara lain 'Malin Kundang', 'Tangkuban Perahu', dan 'Roro Jonggrang'. Cerita-cerita ini mencerminkan kearifan lokal dan pandangan hidup masyarakat pada masanya.

Pesan Moral dalam Legenda

Pesan moral adalah nilai-nilai atau ajaran kebaikan yang ingin disampaikan penulis atau pencerita kepada pembaca atau pendengar. Dalam legenda, pesan moral biasanya tersirat melalui perilaku tokoh, akibat dari perbuatan baik atau buruk, serta resolusi konflik. Misalnya, legenda Malin Kundang mengajarkan tentang bahaya durhaka kepada orang tua, sementara legenda Danau Toba mengajarkan pentingnya menepati janji. Mengidentifikasi pesan moral membutuhkan kemampuan untuk memahami inti cerita dan menarik kesimpulan tentang nilai-nilai yang dijunjung tinggi.

Langkah Mengidentifikasi Pesan Moral

Untuk mengidentifikasi pesan moral dalam legenda, langkah pertama adalah membaca atau menyimak cerita dengan cermat. Perhatikan karakter utama dan sifat-sifatnya, serta konflik yang dihadapinya. Kemudian, perhatikan bagaimana konflik tersebut diselesaikan dan apa akibat dari perbuatan para tokoh. Pesan moral seringkali menjadi inti dari pelajaran yang bisa diambil dari cerita. Misalnya, jika tokoh jahat selalu mendapat hukuman, pesan moralnya mungkin tentang keadilan atau akibat buruk dari kejahatan. Catatlah kalimat atau peristiwa kunci yang mendukung kesimpulan pesan moral Anda.

Relevansi Pesan Moral Legenda dengan Kehidupan Kini

Meskipun legenda berasal dari masa lalu, banyak pesan moralnya yang tetap relevan dengan kehidupan kita saat ini. Nilai-nilai seperti kejujuran, kesetiaan, kerendahan hati, atau akibat dari keserakahan dan keangkuhan adalah universal. Kita bisa belajar dari kesalahan tokoh-tokoh legenda untuk menghindari kesalahan serupa dalam hidup kita. Misalnya, kisah Malin Kundang dapat menjadi pengingat untuk selalu menghormati orang tua di era digital ini. Dengan menganalisis relevansi ini, kita dapat menjadikan legenda sebagai panduan etika dan moral dalam menghadapi tantangan zaman.

Meneladani dan Menyajikan Pesan Moral

Meneladani pesan moral berarti tidak hanya memahami, tetapi juga menerapkan nilai-nilai tersebut dalam perilaku sehari-hari. Contohnya, jika legenda mengajarkan tentang pentingnya kejujuran, kita berusaha untuk selalu jujur dalam perkataan dan perbuatan. Selain itu, kita juga bisa menyajikan kembali legenda dengan menonjolkan pesan moralnya melalui berbagai media, seperti cerita bergambar, monolog, atau drama pendek. Hal ini membantu orang lain juga dapat memahami dan terinspirasi untuk meneladani nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya.

Rangkuman: Legenda adalah cerita rakyat yang mengandung pesan moral dan kearifan lokal. Mengidentifikasi pesan moral melibatkan pemahaman karakter, alur, dan akibat perbuatan tokoh. Pesan moral ini relevan dengan kehidupan modern dan dapat menjadi panduan etika. Dengan meneladani dan menyajikan kembali legenda secara kreatif, kita turut melestarikan nilai-nilai luhur dan menginspirasi orang lain untuk berbuat kebaikan.

7 LKPD — Lembar Kerja Peserta Didik

Tujuan: Mengidentifikasi dan merumuskan pesan moral dari legenda yang dibaca.

Alat & bahan: Lembar kerja, alat tulis, teks legenda.

  1. Bacalah dengan saksama legenda yang diberikan.
  2. Identifikasi tokoh, latar, dan alur cerita utama.
  3. Temukan peristiwa penting atau dialog yang mengandung nilai-nilai moral.
  4. Rumuskan pesan moral utama dari legenda tersebut dalam satu kalimat.
  5. Berikan contoh relevansi pesan moral tersebut dengan kehidupan sehari-hari.

8 Glosarium

LegendaCerita rakyat yang dianggap benar-benar terjadi dan menceritakan asal-usul.
Pesan MoralNilai-nilai atau ajaran kebaikan yang terkandung dalam sebuah cerita.
RelevansiKeterkaitan atau kesesuaian sesuatu dengan kondisi atau masalah saat ini.
MonologAdegan atau pertunjukan yang hanya melibatkan satu orang yang berbicara.
Kearifan LokalNilai-nilai atau norma yang diyakini dan dipatuhi oleh masyarakat setempat.

9 Materi Bahasa Indonesia Terkait

Artikel Ilmiah PopulerBahasa Indonesia Kelas IX SMP
Pelajari Artikel Ilmiah Populer →
Demi keluargaBahasa Indonesia Kelas IX SMP
Pelajari Demi keluarga →
DeskripsiBahasa Indonesia Kelas IX SMP
Pelajari Deskripsi →
Menyimak informasi berupa peristiwa dalam teks deskripsiBahasa indonesia Kelas IX SMP
Pelajari Menyimak informasi berupa peristiwa dalam teks deskripsi →
PantunBahasa Indonesia Kelas IX SMP
Pelajari Pantun →
Teks DiskusiBahasa Indonesia Kelas IX SMP
Pelajari Teks Diskusi →

10 Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah modul ajar Bahasa Indonesia Meneladani Pesan Moral dalam Legenda ini gratis?

Ya. Tiga modul ajar gratis tersedia bertahap dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.

Berapa lama modul ini tersusun?

Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Bahasa Indonesia kelas IX langsung tersusun atas nama Anda.

Apakah sesuai kurikulum terbaru?

Ya. Modul mengikuti Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran.

Bisakah hasilnya diedit?

Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh, ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.

Buat Modul Ajar Lain — GRATISIsi nama & materi, selesai ±1 menit

tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.