Modul ajar Bahasa Inggris SMP kelas 7 materi Simple Present Tense lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Kurikulum Merdeka 2025/2026. Unduh Word + PDF atas nama Anda.
Kompetensi awal: Peserta didik sudah memiliki pemahaman dasar tentang kosakata bahasa Inggris sehari-hari dan mampu menyusun kalimat sederhana.
Pemahaman bermakna: Memahami dan menggunakan Simple Present Tense dengan benar akan memungkinkan peserta didik untuk menceritakan rutinitas, kebiasaan, dan fakta tentang dunia di sekitar mereka secara jelas dan akurat dalam bahasa Inggris.
Pertanyaan pemantik: Bagaimana cara kita menceritakan kegiatan yang selalu kita lakukan setiap hari atau fakta yang selalu benar dalam bahasa Inggris?
Tujuan: Mengidentifikasi fungsi sosial dan struktur teks Simple Present Tense dalam berbagai konteks serta membedakan penggunaan kata kerja (verb) untuk subjek tunggal orang ketiga dan subjek lainnya.
Kegiatan awal: Guru mengucapkan salam, mengajak berdoa, mengecek kehadiran, kemudian bertanya 'Apa yang kalian lakukan setiap pagi sebelum berangkat sekolah?' untuk mengaitkan dengan rutinitas. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu memahami Simple Present Tense untuk menceritakan kebiasaan dan fakta, serta menjelaskan alur kegiatan yang akan dilakukan.
Memahami: Peserta didik mengamati beberapa contoh teks pendek (misalnya, jadwal kereta, deskripsi rutinitas seorang anak, fakta ilmiah sederhana) yang disajikan guru. Mereka diminta untuk menemukan pola penggunaan kata kerja dan bentuk kalimat yang berulang. Guru memandu diskusi tentang fungsi sosial dari teks-teks tersebut dan menyoroti kata kerja yang berakhiran -s/-es dan yang tidak.
Mengaplikasi: Dalam kelompok kecil, peserta didik menganalisis kalimat-kalimat yang diberikan guru, lalu mengelompokkan kalimat berdasarkan subjek dan bentuk kata kerjanya. Mereka mencoba merumuskan aturan dasar penggunaan Simple Present Tense untuk subjek yang berbeda. Guru berkeliling memberikan bimbingan.
Merefleksi: Setiap kelompok mempresentasikan hasil temuan mereka tentang pola Simple Present Tense. Guru memberikan umpan balik, mengklarifikasi konsep, dan memperkuat pemahaman tentang fungsi dan struktur Simple Present Tense. Peserta didik mencatat poin-poin penting.
Penutup: Guru bersama peserta didik menyimpulkan kembali poin-poin penting tentang Simple Present Tense. Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif peserta didik, memotivasi mereka untuk terus berlatih, dan memberikan tugas singkat untuk mengamati rutinitas anggota keluarga di rumah. Pertemuan diakhiri dengan doa dan salam penutup.
Tujuan: Menyusun kalimat positif, negatif, dan interogatif menggunakan Simple Present Tense dengan tepat serta mengaplikasikan Simple Present Tense untuk mendeskripsikan rutinitas harian atau kebiasaan diri dan orang lain.
Kegiatan awal: Guru menyapa peserta didik, berdoa, dan mengecek kehadiran. Guru meminta peserta didik berbagi hasil pengamatan rutinitas anggota keluarga dari tugas sebelumnya. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu menyusun dan menggunakan Simple Present Tense dalam berbagai bentuk kalimat untuk menceritakan rutinitas, serta menjelaskan tahapan kegiatan yang akan dilakukan.
Memahami: Guru menyajikan 'masalah' berupa sebuah deskripsi kegiatan harian yang dituliskan secara tidak lengkap atau dengan banyak kesalahan tata bahasa. Peserta didik secara individu atau berpasangan diminta untuk mengidentifikasi kesalahan dan menyarankan perbaikan, fokus pada penggunaan Simple Present Tense dalam bentuk positif, negatif, dan interogatif.
Mengaplikasi: Peserta didik bekerja dalam kelompok untuk membuat sebuah 'skenario' percakapan singkat atau paragraf deskriptif tentang rutinitas dua orang tokoh fiktif. Mereka harus memastikan penggunaan Simple Present Tense yang benar untuk kalimat positif, negatif, dan pertanyaan, serta menggunakan kata keterangan waktu yang sesuai. Setiap kelompok membuat daftar kalimat yang mereka gunakan.
Merefleksi: Setiap kelompok mempresentasikan skenario atau paragraf mereka di depan kelas. Kelompok lain memberikan masukan konstruktif terkait keakuratan penggunaan Simple Present Tense. Guru memberikan umpan balik terperinci, mengoreksi kesalahan umum, dan memperkuat pemahaman tentang pembentukan kalimat negatif dan interogatif.
Penutup: Guru dan peserta didik merefleksikan proses belajar hari ini, khususnya tantangan dalam menyusun kalimat negatif dan interogatif. Guru memberikan semangat dan tugas rumah untuk menulis 5 kalimat positif, 5 negatif, dan 5 interogatif tentang kebiasaan mereka sendiri. Pertemuan diakhiri dengan doa dan salam penutup.
Tujuan: Membuat teks pendek (misalnya, jadwal kegiatan atau deskripsi rutinitas) menggunakan Simple Present Tense secara lisan dan tertulis.
Kegiatan awal: Guru mengucapkan salam, berdoa, dan mengecek kehadiran. Guru menanyakan 'Apakah kalian punya jadwal kegiatan harian? Bagaimana kalian menceritakannya kepada teman?' untuk mengaitkan dengan proyek hari ini. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yaitu membuat proyek deskripsi rutinitas menggunakan Simple Present Tense dan menjelaskan langkah-langkah proyek yang akan dilakukan.
Memahami: Guru menjelaskan proyek akhir: peserta didik akan membuat 'My Daily Routine Poster' atau 'My Dream Daily Schedule' yang berisi deskripsi rutinitas harian mereka atau rutinitas impian mereka, menggunakan Simple Present Tense. Guru menunjukkan beberapa contoh proyek serupa dan menjelaskan kriteria penilaian.
Mengaplikasi: Peserta didik secara individu merencanakan dan membuat draf 'My Daily Routine Poster' atau 'My Dream Daily Schedule'. Mereka menuliskan kalimat-kalimat menggunakan Simple Present Tense untuk mendeskripsikan kegiatan mereka dari pagi hingga malam. Mereka juga dapat menambahkan gambar atau ilustrasi. Guru membimbing setiap peserta didik, memastikan penggunaan tata bahasa yang benar.
Merefleksi: Peserta didik mempresentasikan 'My Daily Routine Poster' atau 'My Dream Daily Schedule' mereka di depan kelas. Mereka menceritakan rutinitas mereka secara lisan. Guru dan teman-teman memberikan umpan balik positif dan konstruktif terhadap isi, kreativitas, dan keakuratan tata bahasa. Hasil karya dipajang di kelas.
Penutup: Guru memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh peserta didik atas kerja keras dan kreativitas mereka dalam menyelesaikan proyek. Guru mengajak peserta didik merefleksikan kembali pentingnya Simple Present Tense dalam komunikasi sehari-hari. Guru memotivasi untuk terus berlatih dan menggunakan bahasa Inggris. Pertemuan diakhiri dengan doa dan salam penutup yang penuh semangat.
Proses (formatif): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok, keakuratan dalam mengerjakan LKPD, dan kemampuan menyusun kalimat Simple Present Tense saat presentasi.
Akhir (sumatif): Penilaian proyek 'My Daily Routine Poster' atau 'My Dream Daily Schedule' berdasarkan keakuratan tata bahasa, kelengkapan isi, dan kreativitas.
| Tujuan | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|
| Mengidentifikasi fungsi sosial dan struktur teks Simple Present Tense. | Fungsi sosial dan struktur teks Simple Present Tense. | 2 JP | penalaran kritis, komunikasi |
| Membedakan penggunaan kata kerja dan menyusun kalimat positif, negatif, interogatif Simple Present Tense. | Pembentukan kalimat positif, negatif, interogatif Simple Present Tense. | 2 JP | penalaran kritis, komunikasi |
| Mengaplikasikan Simple Present Tense untuk mendeskripsikan rutinitas dan membuat teks pendek. | Deskripsi rutinitas dan pembuatan teks pendek menggunakan Simple Present Tense. | 2 JP | kreativitas, komunikasi |
Simple Present Tense adalah salah satu bentuk waktu (tense) paling dasar dan penting dalam bahasa Inggris. Kita menggunakannya setiap hari untuk menceritakan apa yang biasa kita lakukan, fakta-fakta umum, atau jadwal yang sudah pasti. Dengan menguasai tense ini, kamu akan bisa berkomunikasi dengan lebih percaya diri tentang kehidupan sehari-harimu dan dunia di sekitarmu.
Simple Present Tense adalah bentuk kata kerja yang digunakan untuk menyatakan kebiasaan, rutinitas, fakta umum, jadwal, atau instruksi. Contohnya, 'I eat breakfast every morning' (Saya sarapan setiap pagi) menunjukkan kebiasaan. 'The sun rises in the east' (Matahari terbit di timur) adalah fakta umum. 'The train leaves at 7 AM' (Kereta berangkat jam 7 pagi) adalah jadwal. Memahami kapan dan bagaimana menggunakan tense ini sangat krusial untuk percakapan sehari-hari.
Fungsi utama Simple Present Tense adalah untuk: 1. Menyatakan kebiasaan atau rutinitas (e.g., 'She always drinks coffee in the morning'). 2. Menyatakan fakta umum atau kebenaran universal (e.g., 'Water boils at 100 degrees Celsius'). 3. Menyatakan jadwal atau rencana yang sudah pasti (e.g., 'The movie starts at 8 PM'). 4. Memberikan instruksi atau arahan (e.g., 'First, you mix the ingredients'). Ini memungkinkan kita untuk berbagi informasi dasar dengan jelas.
Untuk kalimat positif, strukturnya adalah: Subjek + Kata Kerja (Verb 1). Ada aturan khusus untuk subjek tunggal orang ketiga (he, she, it) atau kata benda tunggal. Untuk subjek 'I, You, We, They' dan kata benda jamak, kata kerja tidak berubah (base form). Contoh: 'I play', 'You read', 'We study', 'They work'. Untuk subjek 'He, She, It' dan kata benda tunggal, kata kerja ditambahkan '-s' atau '-es'. Contoh: 'He plays', 'She reads', 'It works'.
1. Umumnya, tambahkan '-s' pada kata kerja (e.g., 'run' -> 'runs', 'eat' -> 'eats'). 2. Jika kata kerja berakhiran '-s, -ss, -sh, -ch, -x, -o', tambahkan '-es' (e.g., 'wash' -> 'washes', 'go' -> 'goes', 'watch' -> 'watches'). 3. Jika kata kerja berakhiran konsonan + 'y', ubah 'y' menjadi 'i' lalu tambahkan '-es' (e.g., 'study' -> 'studies', 'cry' -> 'cries'). Jika berakhiran vokal + 'y', cukup tambahkan '-s' (e.g., 'play' -> 'plays').
Untuk membuat kalimat negatif, kita menggunakan kata kerja bantu 'do' atau 'does' ditambah 'not'. Strukturnya: Subjek + do/does + not + Kata Kerja (Verb 1). 'Do not' disingkat 'don't' dan digunakan untuk subjek 'I, You, We, They'. Contoh: 'I don't like coffee'. 'Does not' disingkat 'doesn't' dan digunakan untuk subjek 'He, She, It'. Contoh: 'She doesn't speak French'. Perhatikan, kata kerja utama kembali ke bentuk dasar (tanpa -s/-es).
Untuk membentuk pertanyaan, kita menempatkan 'Do' atau 'Does' di awal kalimat. Strukturnya: Do/Does + Subjek + Kata Kerja (Verb 1)? 'Do' digunakan untuk subjek 'I, You, We, They'. Contoh: 'Do you live here?'. 'Does' digunakan untuk subjek 'He, She, It'. Contoh: 'Does he work on weekends?'. Sama seperti kalimat negatif, kata kerja utama kembali ke bentuk dasar.
Simple Present Tense sering digunakan bersama dengan kata keterangan waktu yang menunjukkan frekuensi, seperti 'always' (selalu), 'usually' (biasanya), 'often' (sering), 'sometimes' (kadang-kadang), 'rarely' (jarang), 'never' (tidak pernah), 'every day/week/month' (setiap hari/minggu/bulan). Contoh: 'She always gets up early.' 'They visit their grandparents every month.' Kata keterangan ini membantu memperjelas makna kalimat.
Rangkuman: Simple Present Tense adalah bentuk waktu yang digunakan untuk menyatakan kebiasaan, fakta umum, jadwal, dan instruksi. Kata kerja berubah dengan penambahan '-s' atau '-es' untuk subjek 'he, she, it'. Untuk kalimat negatif dan pertanyaan, kita menggunakan 'do/does' sebagai kata kerja bantu. Menguasai tense ini penting untuk komunikasi dasar yang efektif dalam bahasa Inggris sehari-hari.
Tujuan: Menganalisis dan mempraktikkan penggunaan Simple Present Tense dalam berbagai bentuk kalimat.
Alat & bahan: lembar kerja, pulpen, kamus bahasa Inggris, kartu kata kerja
| Tense | Bentuk kata kerja yang menunjukkan waktu kejadian suatu tindakan. |
| Verb 1 | Bentuk dasar kata kerja (base form of verb). |
| Subjek | Pelaku atau pokok kalimat. |
| Adverb of Frequency | Kata keterangan yang menunjukkan seberapa sering suatu tindakan terjadi. |
| Routine | Kegiatan yang dilakukan secara teratur atau berulang-ulang. |
| Fact | Kebenaran atau kenyataan yang dapat dibuktikan. |
Ya. Tiga modul ajar gratis tersedia bertahap dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Bahasa Inggris kelas 7 langsung tersusun atas nama Anda.
Ya. Modul mengikuti Kurikulum Merdeka dengan Pembelajaran Mendalam (Permendikdasmen 13/2025).
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh, ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.