Modul ajar Bahasa sunda SMP kelas IX materi Kaulinan Budak Lembur lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025. Unduh Word + PDF atas nama Anda.
Jenjang, mapel, kelas, dan materinya sudah terbawa dari halaman ini. Tinggal nama, sekolah, dan pilih semester-nya.
Bukan Kaulinan Budak Lembur yang Anda cari? Materi Bahasa sunda Kelas IX lainnya:
Materi Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menit| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | Bahasa sunda |
| Fase / Kelas | D / IX |
| Materi Pokok | Kaulinan Budak Lembur |
| Alokasi Waktu | 3 Pertemuan (6 JP: 2 JP × 40 menit = 80 menit per pertemuan) |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Model Pembelajaran | Project-Based Learning (PjBL) + praktik |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Kompetensi awal: Peserta didik telah memiliki pengetahuan dasar tentang kosakata bahasa Sunda dan beberapa jenis permainan tradisional.
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan: Kreativitas, Kolaborasi, Kewargaan.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 |
| Elemen / Domain | Menyimak, Membaca dan Memirsa, Berbicara dan Mempresentasikan, Menulis |
| Rumusan CP Fase | Peserta didik mampu memahami, menganalisis, dan memproduksi teks multimodal sederhana terkait budaya Sunda, serta menyajikan gagasan dan informasi secara lisan dan tertulis dengan memperhatikan kaidah bahasa Sunda. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Kaulinan budak lembur adalah berbagai jenis permainan tradisional anak-anak di pedesaan Sunda seperti ucing-ucingan, oray-orayan, dan gatrik. |
| Konseptual | Konsep inti kaulinan budak lembur mencakup nilai-nilai lokal, interaksi sosial, dan kreativitas dalam penggunaan alat sederhana. |
| Prosedural | Peserta didik akan mempelajari cara memainkan beberapa kaulinan budak lembur, termasuk aturan dan lagu pengiringnya. |
| Metakognitif | Peserta didik akan menyadari pentingnya melestarikan warisan budaya Sunda melalui permainan tradisional dan bagaimana pengetahuan ini dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. |
Tujuan Pembelajaran:
Pemahaman bermakna: Memahami kaulinan budak lembur tidak hanya belajar tentang permainan, tetapi juga menggali nilai-nilai luhur, kreativitas, dan kearifan lokal yang terkandung di dalamnya sebagai bagian dari identitas budaya Sunda.
Pertanyaan pemantik: "Pernahkah kalian membayangkan serunya bermain tanpa gawai, hanya dengan teman-teman dan benda-benda sederhana di sekitar rumah?"
| Praktik Pedagogis | Project-Based Learning (PjBL) + praktik |
| Lintas Disiplin Ilmu | Seni Budaya: Memahami unsur seni dalam lagu dan gerakan kaulinan, serta membuat media sosialisasi yang estetik. Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan: Menganalisis aspek fisik dan manfaat kesehatan dari kaulinan budak lembur. Pendidikan Pancasila: Menghubungkan nilai-nilai gotong royong, kebersamaan, dan persatuan dalam kaulinan budak lembur dengan nilai-nilai Pancasila. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua atau anggota komunitas dapat berbagi pengalaman dan pengetahuan tentang kaulinan budak lembur yang mereka ketahui kepada peserta didik. |
| Lingkungan Pembelajaran | Lingkungan sekolah menyediakan area terbuka yang aman dan nyaman untuk praktik permainan, serta akses ke perpustakaan atau internet untuk riset. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Peserta didik memanfaatkan gawai dan internet untuk mencari referensi video atau artikel tentang kaulinan budak lembur, serta untuk membuat media sosialisasi digital. |
| Model Pembelajaran | Discovery Learning |
| Tujuan Pertemuan 1 | Mengidentifikasi jenis-jenis kaulinan budak lembur beserta ciri-cirinya dengan tepat dan menjelaskan nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya secara mandiri. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Peserta didik menjawab salam, berdoa, dan guru memeriksa kehadiran. Guru menampilkan gambar atau video kaulinan budak lembur, kemudian menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini dan pertanyaan pemantik 'Permainan apa yang paling sering kalian mainkan saat kecil?' untuk membangun kesadaran. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Peserta didik mengamati tayangan video atau gambar kaulinan budak lembur, membaca teks informatif, dan secara mandiri mencari informasi tentang jenis-jenis serta ciri-ciri permainan tersebut dari berbagai sumber. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Dalam kelompok kecil, peserta didik mendiskusikan hasil temuan mereka, mengidentifikasi nilai-nilai yang terkandung dalam setiap permainan, dan mencatatnya pada lembar kerja yang disediakan. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit | Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusinya, kelompok lain memberikan umpan balik. Guru memberikan penguatan tentang keberagaman kaulinan budak lembur dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit | Peserta didik bersama guru menyimpulkan pembelajaran, melakukan refleksi singkat tentang manfaat belajar kaulinan budak lembur, guru memberikan apresiasi, dan memberikan tugas untuk mencari tahu aturan main salah satu kaulinan budak lembur, diakhiri doa. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Problem-Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 2 | Menganalisis perbedaan dan persamaan antar kaulinan budak lembur dari berbagai daerah dengan cermat dan mempraktikkan salah satu kaulinan budak lembur secara berkelompok dengan semangat kolaborasi. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Peserta didik menjawab salam, berdoa, dan guru memeriksa kehadiran. Guru mengulas materi sebelumnya dan menghubungkannya dengan tantangan hari ini: 'Bagaimana cara kita agar kaulinan budak lembur tidak punah?', menyampaikan tujuan pembelajaran, dan memotivasi peserta didik. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Peserta didik secara berkelompok menganalisis studi kasus atau video yang menampilkan kaulinan budak lembur dari daerah yang berbeda, kemudian mengidentifikasi perbedaan dan persamaan aturan main serta nilai-nilai yang ada. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Setiap kelompok memilih satu jenis kaulinan budak lembur yang ramah biaya dan dapat dimainkan dengan bahan daur ulang, merencanakan cara memainkannya, dan kemudian mempraktikkan permainan tersebut di lapangan sekolah atau area yang aman. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit | Peserta didik berbagi pengalaman saat bermain, mendiskusikan tantangan dan keseruan yang dirasakan. Guru memberikan umpan balik dan penguatan tentang pentingnya kolaborasi dan kreativitas dalam permainan tradisional. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit | Peserta didik bersama guru menyimpulkan pembelajaran, melakukan refleksi tentang pentingnya melestarikan budaya, guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif, dan memberikan pengantar untuk proyek selanjutnya, diakhiri doa. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Project-Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 3 | Mendesain media sosialisasi tentang pentingnya melestarikan kaulinan budak lembur dengan kreatif. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Peserta didik menjawab salam, berdoa, dan guru memeriksa kehadiran. Guru mengingatkan kembali pentingnya kaulinan budak lembur dan memperkenalkan proyek akhir: 'Bagaimana kita bisa mengajak teman-teman dan masyarakat untuk kembali bermain kaulinan budak lembur?', menyampaikan tujuan pembelajaran, dan membangun semangat kolaborasi. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Peserta didik secara berkelompok merencanakan desain media sosialisasi (poster, brosur, video pendek, atau presentasi interaktif) yang berisi ajakan untuk melestarikan kaulinan budak lembur, dengan mempertimbangkan target audiens dan pesan yang ingin disampaikan. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Setiap kelompok secara kolaboratif membuat media sosialisasi yang telah direncanakan, memanfaatkan kreativitas mereka dan bahan-bahan yang tersedia, termasuk bahan daur ulang jika relevan. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit | Setiap kelompok mempresentasikan hasil karyanya di depan kelas, menjelaskan pesan yang ingin disampaikan dan proses pembuatannya. Kelompok lain dan guru memberikan masukan konstruktif dan apresiasi. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit | Peserta didik bersama guru merefleksikan seluruh rangkaian pembelajaran, guru memberikan apresiasi tinggi atas kreativitas dan kolaborasi peserta didik, serta mendorong mereka untuk terus menjadi agen pelestarian budaya. Kegiatan ditutup dengan doa dan harapan agar nilai-nilai kaulinan budak lembur terus hidup. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
Tujuan: Peserta didik mampu mengidentifikasi dan menganalisis kaulinan budak lembur serta merencanakan praktik permainannya.
Alat & bahan: Kertas folio, pensil, spidol, gambar/video kaulinan, bahan-bahan sederhana untuk praktik (misal: bambu kecil, karet gelang)
Langkah kerja:
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
Formatif (proses): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok, praktik permainan, dan penyusunan media sosialisasi.
Sumatif (akhir): Penilaian hasil proyek media sosialisasi dan presentasi kelompok tentang pelestarian kaulinan budak lembur.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Mengidentifikasi jenis-jenis kaulinan budak lembur beserta ciri-cirinya. | Jenis dan ciri kaulinan budak lembur. | 2 JP | Penalaran Kritis |
| 2 | Menganalisis nilai-nilai luhur dan mempraktikkan kaulinan budak lembur. | Nilai-nilai luhur dan praktik kaulinan. | 2 JP | Kolaborasi, Kreativitas |
| 3 | Mendesain media sosialisasi pelestarian kaulinan budak lembur. | Media sosialisasi dan pelestarian. | 2 JP | Kreativitas, Kewargaan |
Kaulinan budak lembur adalah ragam permainan tradisional yang tumbuh dan berkembang di kalangan anak-anak pedesaan Sunda. Permainan ini tidak hanya sekadar hiburan, tetapi juga sarana belajar, bersosialisasi, dan melestarikan nilai-nilai budaya luhur. Melalui kaulinan, anak-anak diajarkan tentang kebersamaan, kejujuran, sportivitas, dan kreativitas dengan memanfaatkan benda-benda sederhana di sekitar mereka.
1. Naon Anu Disebut Kaulinan Budak Lembur?
Kaulinan budak lembur nyaeta rupa-rupa kaulinan anu biasa dilakukeun ku barudak di pilemburan Sunda. Kaulinan ieu biasana ngagunakeun alat-alat anu basajan atawa malah teu make alat pisan, ngan ngandelkeun gerak awak jeung interaksi jeung babaturan. Contona aya ucing-ucingan, oray-orayan, boy-boyan, jeung sajabana. Kaulinan ieu biasana dilakukeun di buruan imah, lapang, atawa tempat nu lega lianna. Salian ti ngahibur, kaulinan ieu oge ngandung atikan pikeun ngembangkeun kaparigelan motorik jeung sosial barudak.
2. Rupa-Rupa Kaulinan Budak Lembur
Aya sababaraha jenis kaulinan budak lembur anu populer di tatar Sunda. Contona, 'ucing-ucingan' nyaeta kaulinan ngudag-ngudag, saurang jadi ucing nu kudu ngudag nu sejen. 'Oray-orayan' mangrupa kaulinan barudak ngabaris panjang siga oray bari ngawih. 'Gatrik' ngagunakeun dua potongan kai, nu leutik dipukul ku nu gede. 'Sondah' atawa 'engklek' nyaeta kaulinan luncat-luncatan dina kotak-kotak nu digambar di taneuh. Unggal kaulinan boga aturan jeung ciri khasna sorangan, tapi intina sarua: ngajak barudak aktip gerak jeung sosialisasi.
3. Nilai-Nilai dina Kaulinan Budak Lembur
Kaulinan budak lembur lain ngan saukur ulin, tapi oge ngandung nilai-nilai luhur. Nilai 'kabersamaan' jeung 'gotong royong' katempo tina cara barudak ulin babarengan. 'Sportivitas' diajarkeun nalika barudak kudu narima eleh atawa meunang. 'Kreativitas' katingali tina cara barudak nyiptakeun alat atawa aturan anyar. 'Kajujuran' oge penting pisan sangkan kaulinan bisa lumangsung kalawan fair. Ieu nilai-nilai teh jadi modal penting pikeun ngawangun karakter barudak nu hade tur mibanda rasa nyaah ka budayana.
4. Cara Ngamumule Kaulinan Budak Lembur
Ngamumule kaulinan budak lembur teh penting pisan sangkan teu leungit kateureuy jaman. Carana bisa ku sababaraha cara. Kahiji, ngawanohkeun deui kaulinan ieu ka barudak ayeuna ngaliwatan sakola atawa komunitas. Kadua, ngajak barudak praktek langsung maen kaulinan tradisional, sanajan di kota. Katilu, ngamangpaatkeun téknologi pikeun nyieun média sosialisasi saperti video atawa poster anu ngajak ngamumule kaulinan budak lembur. Kalayan usaha babarengan, kaulinan ieu bisa terus hirup jeung jadi bagian tina jati diri urang Sunda.
Rangkuman: Kaulinan budak lembur adalah permainan tradisional anak-anak Sunda yang kaya akan nilai-nilai luhur seperti kebersamaan, sportivitas, dan kreativitas. Berbagai jenis permainan seperti ucing-ucingan, oray-orayan, dan gatrik tidak hanya menghibur tetapi juga membentuk karakter anak. Melestarikan kaulinan ini adalah tugas bersama agar warisan budaya ini tidak punah dan terus menjadi bagian integral dari identitas budaya Sunda.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Kaulinan | Permainan |
| Budak Lembur | Anak Desa |
| Ngamumule | Melestarikan |
| Ucing-ucingan | Permainan kejar-kejaran (mirip petak umpet) |
| Oray-orayan | Permainan barisan panjang seperti ular |
| Gatrik | Permainan pukul-pukulan kayu |
| Sondah | Permainan engklek |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Kaulinan Budak Lembur" mata pelajaran Bahasa sunda Kelas IX ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Ya. Modul Kaulinan Budak Lembur untuk kelas IX SMP dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Bahasa sunda kelas IX langsung tersusun atas nama Anda.
Ya. Modul Kaulinan Budak Lembur ini mengikuti Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025, pada Fase D untuk kelas IX SMP.
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Kaulinan Budak Lembur dapat Anda sesuaikan dengan murid Bahasa sunda kelas IX di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.