Modul Ajar & RPP IPA Kelas IX
KELISTRIKAN DAN KEMAGNETAN
Sudah jadi 11 lembar, tinggal tulis nama Anda ✍️
🎁 100% GRATIS · unduh Word + PDF tanpa bayar
Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.
TERBARUTP 2026/2027Rumus 8-3-3-4Pembelajaran Mendalam
- 8Dimensi Profil Lulusan: keimanan & ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, komunikasi
- 3Prinsip Pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan
- 3Pengalaman Belajar: memahami, mengaplikasi, merefleksi
- 4Kerangka Pembelajaran: praktik pedagogis, kemitraan, lingkungan, pemanfaatan digital
📜 Dasar: Permendikdasmen 13/2025 · Standar Proses 1/2026 · CP 046/H/KR/2025 jo. 020/2026
“Lebih fleksibel, mempersingkat waktu, dan jelas.”
Isi modul ini
Di bawah ini 11 lembar A4 pertama, persis seperti yang terunduh. Nama & tema yang Anda pilih di atas sudah terpasang.


| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | IPA |
| Fase / Kelas | D / IX |
| Materi Pokok | KELISTRIKAN DAN KEMAGNETAN |
| Alokasi Waktu | 2 pertemuan |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Pendekatan | Pembelajaran Mendalam |
| Model Pembelajaran | Project-Based Learning (PjBL) dengan visualisasi dan simulasi |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Identifikasi Peserta Didik:
| Kesiapan belajar (kompetensi awal) | Peserta didik telah memahami konsep dasar atom, muatan listrik, dan gaya interaksi antar muatan. |
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:
- Penalaran kritis — mengolah informasi, menganalisis, dan menarik simpulan secara logis
- Kreativitas — menghasilkan gagasan dan karya yang orisinal serta bermanfaat
- Kolaborasi — bekerja sama secara efektif untuk mencapai tujuan bersama
🔒 Elemen tiap dimensi beserta wujudnya pada materi ini tersedia di Paket Lengkap.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | Keputusan Kepala BSKAP Nomor 046/H/KR/2025 |
| Elemen / Domain | Pemahaman Sains |
| Rumusan CP Fase | Peserta didik mampu mengidentifikasi dan menganalisis fenomena kelistrikan dan kemagnetan dalam kehidupan sehari-hari, serta memahami prinsip dasar dan aplikasinya melalui observasi, eksperimen virtual, dan visualisasi. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Petir, magnet kulkas, dan kompas adalah contoh nyata dari fenomena kelistrikan dan kemagnetan. |
| Konseptual | Listrik dan magnet adalah dua aspek dari gaya fundamental yang saling berkaitan dan dapat diubah satu sama lain. |
| Prosedural | Menganalisis rangkaian listrik sederhana, mengidentifikasi sifat-sifat magnet, dan memahami prinsip kerja elektromagnet. |
| Metakognitif | Peserta didik menyadari bahwa pemahaman tentang kelistrikan dan kemagnetan dapat membantu mereka menjelaskan berbagai teknologi modern dan fenomena alam. |
Tujuan Pembelajaran:
- Mengidentifikasi konsep dasar kelistrikan statis dan dinamis serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.
- Menganalisis hubungan antara arus listrik, tegangan, dan hambatan dalam rangkaian listrik sederhana.
- Menjelaskan konsep dasar kemagnetan, medan magnet, dan elektromagnetisme.
- Merancang visualisasi atau simulasi sederhana tentang prinsip kerja alat yang memanfaatkan kelistrikan atau kemagnetan.
Pemahaman bermakna: Memahami bahwa kelistrikan dan kemagnetan adalah dua fenomena yang saling terkait dan mendasari berbagai teknologi modern, serta mampu menjelaskan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.
Pertanyaan pemantik: "Mengapa kompas selalu menunjuk arah utara, dan bagaimana listrik bisa menyalakan lampu di rumah kita?"
| Praktik Pedagogis | Project-Based Learning (PjBL) dengan visualisasi dan simulasi |
| Lintas Disiplin Ilmu | Matematika: Penerapan konsep perbandingan, proporsi, dan perhitungan dalam Hukum Ohm (V=IR). Teknologi Informasi dan Komunikasi: Penggunaan aplikasi simulasi, perangkat lunak presentasi, dan alat desain grafis untuk membuat visualisasi dan presentasi. Seni Budaya: Kreativitas dalam mendesain visualisasi atau animasi yang menarik dan informatif untuk proyek. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua atau anggota komunitas dapat diajak untuk berbagi pengalaman tentang penggunaan alat listrik atau fenomena magnet dalam pekerjaan atau kehidupan sehari-hari. |
| Lingkungan Pembelajaran | Pemanfaatan ruang kelas yang fleksibel untuk diskusi kelompok dan akses ke laboratorium komputer/perpustakaan untuk simulasi dan visualisasi. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Penggunaan platform simulasi interaktif (PhET Simulations), aplikasi presentasi (Canva/Google Slides), atau alat pembuatan video animasi sederhana (Powtoon/Animaker) untuk proyek visualisasi. |
| Model Pembelajaran | Discovery Learning |
| Tujuan Pertemuan 1 | Mengidentifikasi konsep dasar kelistrikan statis dan dinamis serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Guru menyapa dan mengajak peserta didik berdoa, memeriksa kehadiran, kemudian menampilkan video singkat tentang fenomena listrik statis (misalnya, balon menempel di rambut). Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini dan pertanyaan pemantik: 'Bagaimana listrik bisa membuat rambut berdiri atau balon menempel?' |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Peserta didik mengamati video dan gambar-gambar fenomena kelistrikan statis dan dinamis, kemudian berdiskusi kelompok untuk mengidentifikasi ciri-ciri dan perbedaan keduanya, serta mencari contoh lain dalam kehidupan nyata. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Setiap kelompok menggunakan simulasi interaktif (misalnya, PhET Simulations) untuk memanipulasi muatan listrik dan mengamati interaksinya, lalu mencatat hasil pengamatan dan menyimpulkan konsep kelistrikan statis dan dinamis. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit | Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil diskusi dan simulasi. Guru memberikan umpan balik dan penguatan konsep, memastikan semua peserta didik memahami perbedaan kelistrikan statis dan dinamis serta contohnya. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit | Peserta didik menyimpulkan bersama materi yang telah dipelajari. Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif dan memberikan tantangan untuk mencari tahu lebih banyak tentang bahaya dan manfaat listrik di rumah. Pembelajaran diakhiri dengan doa bersama. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Problem-Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 2 | Menganalisis hubungan antara arus listrik, tegangan, dan hambatan dalam rangkaian listrik sederhana dan menjelaskan konsep dasar kemagnetan, medan magnet, dan elektromagnetisme. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Guru menyapa, berdoa, dan memeriksa kehadiran. Guru mengulas singkat materi sebelumnya dan menanyakan: 'Bagaimana listrik bisa menyalakan lampu? Apa yang membuat lampu terang atau redup?' Guru menyampaikan tujuan pembelajaran untuk menganalisis rangkaian listrik dan memahami kemagnetan. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Peserta didik disajikan kasus nyata tentang masalah listrik di rumah (misalnya, lampu sering putus atau listrik konslet). Secara berkelompok, mereka menganalisis kasus tersebut dan mengidentifikasi konsep yang relevan (arus, tegangan, hambatan, rangkaian seri/paralel). |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Menggunakan simulasi rangkaian listrik virtual, peserta didik merancang rangkaian listrik sederhana, memvariasikan nilai arus, tegangan, dan hambatan, kemudian mengamati pengaruhnya. Setelah itu, mereka melakukan eksplorasi visualisasi tentang medan magnet di sekitar kawat berarus dan prinsip elektromagnet. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit | Setiap kelompok mempresentasikan hasil analisis kasus, rancangan rangkaian listrik, dan penemuan mereka tentang kemagnetan. Guru memfasilitasi diskusi, memberikan umpan balik, dan meluruskan miskonsepsi tentang hubungan kelistrikan dan kemagnetan. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit | Peserta didik merangkum konsep hukum Ohm dan prinsip elektromagnet. Guru memberikan apresiasi dan memberikan tugas mandiri untuk mencari contoh aplikasi elektromagnet dalam kehidupan sehari-hari. Pembelajaran diakhiri dengan doa bersama. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Nama | Kelas | Kelompok | |||
|---|---|---|---|---|---|
| Tanggal | Nilai | Paraf Guru |
Waktu pengerjaan: 25 menit
Tujuan: Menganalisis hubungan antara arus, tegangan, dan hambatan dalam rangkaian listrik sederhana melalui simulasi.
Petunjuk: 1) Berdoalah sebelum mulai. 2) Kerjakan langkah secara berurutan bersama kelompok. 3) Tulis hasilnya di tabel, lalu simpulkan.
Info singkat: Kelistrikan dan kemagnetan adalah dua fenomena fundamental dalam fisika yang sangat erat kaitannya dengan kehidupan sehari-hari kita. Dari lampu yang menerangi rumah hingga kompas yang menunjuk arah, semua memanfaatkan prinsip-prinsip ini.
Alat & bahan: Komputer/tablet dengan akses internet, simulasi PhET Rangkaian Listrik DC
Langkah kerja:
- Akses simulasi PhET Rangkaian Listrik DC.
- Buat rangkaian sederhana dengan satu sumber tegangan (baterai) dan satu hambatan (resistor).
- Ubah nilai tegangan dan amati perubahan arus yang terbaca pada amperemeter.
- Ubah nilai hambatan dan amati perubahan arus yang terbaca pada amperemeter.
- Catat hasil pengamatan pada tabel yang disediakan.
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Apa yang kamu ketahui tentang listrik?
- Apakah kamu pernah melihat magnet? Di mana?
- Menurutmu, apakah listrik dan magnet punya hubungan?
- Bagaimana cara kerja senter?
Formatif (proses): Observasi partisipasi aktif dalam diskusi kelompok, penggunaan simulasi, dan penyelesaian LKPD.
Sumatif (akhir): Penilaian proyek visualisasi/simulasi dan presentasi kelompok.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — rubrik ada di berkas unduhan, kunci jawaban khusus member Paket Lengkap.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Mengidentifikasi konsep dasar kelistrikan statis dan dinamis. | Kelistrikan statis dan dinamis, muatan listrik. | 2 JP | Penalaran Kritis |
| 2 | Menganalisis hubungan antara arus, tegangan, dan hambatan; menjelaskan kemagnetan. | Hukum Ohm, rangkaian listrik, sifat magnet, medan magnet, elektromagnet. | 2 JP | Penalaran Kritis, Kolaborasi |
| 3 | Merancang visualisasi/simulasi prinsip kerja alat kelistrikan/kemagnetan. | Aplikasi kelistrikan dan kemagnetan dalam teknologi. | 2 JP | Kreativitas, Kolaborasi |
Kelistrikan dan kemagnetan adalah dua fenomena fundamental dalam fisika yang sangat erat kaitannya dengan kehidupan sehari-hari kita. Dari lampu yang menerangi rumah hingga kompas yang menunjuk arah, semua memanfaatkan prinsip-prinsip ini. Memahami bagaimana listrik mengalir dan bagaimana magnet bekerja akan membuka wawasan kita tentang dunia teknologi di sekitar kita.
1. Kelistrikan Statis
Kelistrikan statis adalah fenomena di mana muatan listrik tidak bergerak atau terkumpul pada suatu benda. Ini terjadi ketika ada ketidakseimbangan antara jumlah proton dan elektron. Contoh paling umum adalah ketika kita menggosokkan balon ke rambut, lalu balon tersebut dapat menempel di dinding. Ini terjadi karena adanya perpindahan elektron yang menyebabkan balon dan rambut memiliki muatan yang berbeda, sehingga terjadi gaya tarik-menarik. Petir juga merupakan contoh kelistrikan statis berskala besar.
2. Kelistrikan Dinamis
Berbeda dengan kelistrikan statis, kelistrikan dinamis melibatkan aliran muatan listrik (arus listrik) melalui suatu konduktor. Ini adalah jenis listrik yang kita gunakan di rumah untuk menyalakan perangkat elektronik. Arus listrik mengalir dari potensial tinggi ke potensial rendah. Konsep penting dalam kelistrikan dinamis adalah arus (I), tegangan (V), dan hambatan (R) yang dihubungkan oleh Hukum Ohm: V = I × R.
3. Rangkaian Listrik
Rangkaian listrik adalah susunan komponen listrik yang dihubungkan sehingga arus listrik dapat mengalir. Ada dua jenis rangkaian dasar: seri dan paralel. Dalam rangkaian seri, komponen dihubungkan berurutan sehingga arus yang mengalir melalui setiap komponen sama. Dalam rangkaian paralel, komponen dihubungkan bercabang sehingga tegangan di setiap cabang sama. Pemahaman rangkaian ini penting untuk merancang instalasi listrik yang aman dan efisien.
4. Konsep Dasar Kemagnetan
Kemagnetan adalah fenomena gaya tarik atau tolak yang dihasilkan oleh medan magnet. Benda-benda magnetik memiliki kutub utara dan selatan. Kutub yang berbeda akan tarik-menarik, sedangkan kutub yang sama akan tolak-menolak. Bumi sendiri memiliki medan magnet yang kuat, itulah sebabnya kompas selalu menunjuk ke arah utara geografis. Bahan magnetik dapat dikelompokkan menjadi feromagnetik, paramagnetik, dan diamagnetik berdasarkan responsnya terhadap medan magnet.
5. Medan Magnet
Medan magnet adalah daerah di sekitar magnet atau arus listrik di mana gaya magnetik dapat dirasakan. Garis-garis medan magnet selalu keluar dari kutub utara dan masuk ke kutub selatan. Kekuatan medan magnet dapat divisualisasikan dengan kerapatan garis-garis medan. Semakin rapat garisnya, semakin kuat medan magnetnya. Medan magnet juga dapat dihasilkan oleh arus listrik yang mengalir melalui kawat, ini adalah dasar dari elektromagnetisme.
6. Elektromagnetisme
Elektromagnetisme adalah studi tentang hubungan antara listrik dan magnet. Ditemukan bahwa arus listrik dapat menghasilkan medan magnet, dan sebaliknya, perubahan medan magnet dapat menghasilkan arus listrik (induksi elektromagnetik). Prinsip ini adalah dasar dari banyak teknologi modern seperti motor listrik, generator, transformator, bel listrik, dan relai. Elektromagnet adalah magnet sementara yang terbuat dari kawat berarus yang dililitkan pada inti besi.
7. Aplikasi dalam Kehidupan Sehari-hari
Kelistrikan dan kemagnetan memiliki aplikasi yang tak terhitung jumlahnya. Listrik digunakan untuk penerangan, pemanasan, pendinginan, dan menggerakkan perangkat elektronik. Magnet digunakan dalam kompas, kartu ATM, speaker, dan pintu kulkas. Elektromagnetisme lebih jauh lagi, menjadi dasar untuk motor listrik (kipas angin, blender), generator (pembangkit listrik), bel listrik, dan alat-alat medis seperti MRI. Memahami prinsip-prinsip ini membantu kita menghargai teknologi di sekitar kita.
Rangkuman: Kelistrikan dan kemagnetan adalah dua fenomena fisika yang saling berkaitan. Listrik statis melibatkan muatan diam, sedangkan listrik dinamis melibatkan aliran muatan (arus). Konsep arus, tegangan, dan hambatan dijelaskan oleh Hukum Ohm. Kemagnetan melibatkan gaya tarik/tolak dari medan magnet. Elektromagnetisme menunjukkan bahwa listrik dapat menghasilkan magnet dan sebaliknya, mendasari banyak teknologi modern seperti motor listrik dan generator.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Arus listrik | Aliran muatan listrik melalui suatu konduktor. |
| Tegangan | Perbedaan potensial listrik yang mendorong aliran arus. |
| Hambatan | Sifat suatu bahan yang menghambat aliran arus listrik. |
| Medan magnet | Daerah di sekitar magnet atau arus listrik di mana gaya magnetik bekerja. |
| Elektromagnet | Magnet sementara yang dibuat dengan melilitkan kawat berarus pada inti besi. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "KELISTRIKAN DAN KEMAGNETAN" mata pelajaran IPA Kelas IX ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Bukan KELISTRIKAN DAN KEMAGNETAN yang Anda cari?Pilih dari peta materi setahun di bawah ini 👇
Materi Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menitPeta Materi IPA Kelas IX Setahun
Urutan mengajarnya, bukan urutan pencarian. Yang sudah ada tinggal diunduh; yang belum, disusun atas nama Anda — sama-sama gratis.
Semester 1 / Ganjil3 dari 3 siap unduh
Sistem Koordinasi dan Homeostasis Tubuh ManusiaModul siap unduh · Word + PDF ber-kopZat Aditif dan Zat AdiktifModul siap unduh · Word + PDF ber-kopSistem Reproduksi ManusiaModul siap unduh · Word + PDF ber-kopSemester 2 / Genap3 dari 3 siap unduh
Pewarisan Sifat dan BioteknologiModul siap unduh · Word + PDF ber-kopListrik, Magnet, dan Energi AlternatifModul siap unduh · Word + PDF ber-kopIsu-Isu LingkunganModul siap unduh · Word + PDF ber-kopModul IPA lain yang sudah tersedia
KelistrikanIPA Kelas IX SMPKemagnetanIPA Kelas IX SMPBioteknologiIPA Kelas IX SMPEkologi dan pelestarian lingkunganIPA Kelas IX SMPLihat semua Modul Ajar IPA Kelas IX →📝 Butuh soal ujiannya juga?
Materi KELISTRIKAN DAN KEMAGNETAN masuk ujian semester IPA Kelas IX. Lihat contoh soal dan kuncinya, lalu rakit paket soalnya — kisi-kisi, naskah, kunci, kartu soal.
Mesin Soal IPA Kelas IX →Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah ini modul ajar IPA kelas 9 yang saya cari?
Kemungkinan besar ya. Kelas IX dan kelas 9 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi KELISTRIKAN DAN KEMAGNETAN pada IPA SMP, Fase D, elemen Pemahaman Sains.
Modul KELISTRIKAN DAN KEMAGNETAN ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?
Mengikuti program semester sekolah Anda. Pilih Semester 1 atau 2 saat mengunduh; pilihan itu tercetak di lembar identitas modul KELISTRIKAN DAN KEMAGNETAN untuk IPA kelas IX.
Apakah modul ajar IPA materi KELISTRIKAN DAN KEMAGNETAN ini gratis?
Ya. Modul KELISTRIKAN DAN KEMAGNETAN untuk kelas IX SMP dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 18 jam.
Bagaimana cara download modul ajar KELISTRIKAN DAN KEMAGNETAN ini dalam Word (.docx) dan PDF?
Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas IPA kelas IX ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul IPA kelas IX langsung tersusun atas nama Anda.
Bisakah modul KELISTRIKAN DAN KEMAGNETAN ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan KELISTRIKAN DAN KEMAGNETAN dapat Anda sesuaikan dengan murid IPA kelas IX di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
Apakah modul ajar IPA kelas IX ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul KELISTRIKAN DAN KEMAGNETAN ini mengikuti Keputusan Kepala BSKAP Nomor 046/H/KR/2025, pada Fase D untuk kelas IX SMP. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi KELISTRIKAN DAN KEMAGNETAN tercantum di lembar identitasnya.
Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?
Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas KELISTRIKAN DAN KEMAGNETAN untuk IPA kelas IX di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?
Ada. Modul KELISTRIKAN DAN KEMAGNETAN ini memuat bank soalnya sendiri — 6 pilihan ganda dan 5 uraian (kunci jawabannya khusus member Paket Lengkap), ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh IPA kelas IX SMP berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.
Apakah Kaldik, Prota, dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?
Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar KELISTRIKAN DAN KEMAGNETAN beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap IPA kelas IX berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem), serta CP · ATP · KKTP setahun ber-kop sekolah tersedia lewat Paket Modul — bersama Kalender Pendidikan (libur nasional & cuti bersama resmi SKB 3 Menteri sudah tercantum) dan Alokasi Waktu yang menghitung minggu efektifnya otomatis.
Modul IPA ini cocok untuk SMP negeri, swasta, maupun MTs?
Ya. Kop, logo, dan nama SMP Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Untuk MTs, pilih jenjang MTs saat mengisi borang: materi KELISTRIKAN DAN KEMAGNETAN yang sama disusun dalam versi madrasah (Kurikulum Berbasis Cinta, kop Kemenag), dan halaman IPA MTs ada di daftar jenjang lain di bawah.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.