Modul ajar IPA SMP kelas IX materi Listrik, Magnet, dan Energi Alternatif lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Keputusan Kepala BSKAP No. 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah. Unduh Word + PDF atas nama Anda.
Jenjang, mapel, kelas, dan materinya sudah terbawa dari halaman ini. Tinggal nama, sekolah, dan pilih semester-nya.
| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | IPA |
| Fase / Kelas | D / IX |
| Materi Pokok | Listrik, Magnet, dan Energi Alternatif |
| Alokasi Waktu | 3 pertemuan |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Model Pembelajaran | Project-Based Learning (PjBL) + Praktik |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Kompetensi awal: Peserta didik telah memahami konsep dasar listrik statis dan dinamis serta gaya magnet dari jenjang sebelumnya.
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan: Penalaran Kritis, Kreativitas, Kolaborasi.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | Keputusan Kepala BSKAP No. 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah |
| Elemen / Domain | Pemahaman Sains |
| Rumusan CP Fase | Peserta didik mampu menganalisis interaksi antara listrik dan magnet serta mengidentifikasi potensi dan pemanfaatan energi alternatif dalam kehidupan sehari-hari. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Listrik dan magnet banyak digunakan dalam perangkat elektronik seperti televisi, telepon genggam, dan kereta maglev. |
| Konseptual | Listrik dan magnet adalah dua fenomena yang saling berkaitan erat, membentuk elektromagnetisme yang dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan energi. |
| Prosedural | Peserta didik akan belajar merancang dan membuat prototipe sederhana yang mengaplikasikan prinsip listrik, magnet, atau energi alternatif. |
| Metakognitif | Peserta didik akan menyadari bagaimana pengetahuan tentang listrik, magnet, dan energi alternatif membantu mereka memahami teknologi sekitar dan potensi inovasi di masa depan. |
Tujuan Pembelajaran:
Pemahaman bermakna: Memahami bahwa listrik dan magnet merupakan dua entitas yang saling terkait dan dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi serta solusi terhadap tantangan energi di masa depan melalui energi alternatif.
Pertanyaan pemantik: "Bagaimana cara kerja ponsel pintar kita bisa menyala dan mengisi daya, serta mengapa kita perlu mencari sumber energi selain bahan bakar fosil?"
| Praktik Pedagogis | Project-Based Learning (PjBL) + Praktik |
| Lintas Disiplin Ilmu | Matematika: Penggunaan rumus hukum Ohm, perhitungan daya listrik, dan analisis data percobaan. Bahasa Indonesia: Pengembangan kemampuan presentasi, penulisan laporan proyek, dan diskusi ilmiah. Pendidikan Pancasila: Diskusi tentang tanggung jawab warga negara dalam konservasi energi dan pemanfaatan sumber daya alam secara bijak. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua atau anggota komunitas dapat diajak untuk berbagi pengalaman tentang penggunaan listrik aman di rumah atau pemanfaatan energi terbarukan. |
| Lingkungan Pembelajaran | Ruang kelas diatur agar memungkinkan kerja kelompok dan demonstrasi praktikum, serta akses ke taman sekolah untuk percobaan energi surya sederhana. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Pemanfaatan simulasi virtual (misalnya PhET Interactive Simulations) untuk rangkaian listrik dan elektromagnetisme, serta pencarian informasi mengenai energi alternatif dari sumber terpercaya. |
| Model Pembelajaran | Discovery Learning |
| Tujuan Pertemuan 1 | Menganalisis konsep dasar listrik dinamis, rangkaian listrik, dan hukum Ohm melalui percobaan sederhana. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Guru menyapa, berdoa, dan memeriksa kehadiran. Peserta didik diajak mengingat kembali listrik statis, kemudian guru menyampaikan tujuan pertemuan dan pertanyaan pemantik: 'Bagaimana listrik bisa mengalir dan menyalakan lampu?'. Peserta didik sadar bahwa mereka akan belajar konsep dasar listrik dinamis. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Peserta didik mengamati demonstrasi sederhana rangkaian listrik dan membahas komponen-komponennya. Mereka berdiskusi tentang perbedaan listrik statis dan dinamis serta mengaitkannya dengan penggunaan listrik di rumah. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Dalam kelompok, peserta didik melakukan percobaan sederhana merangkai lampu pijar dengan baterai dan kabel, mengukur tegangan dan arus menggunakan multimeter, serta mengamati pengaruh perubahan komponen terhadap nyala lampu. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit | Setiap kelompok mempresentasikan hasil percobaannya. Guru memberikan umpan balik dan penguatan konsep hukum Ohm serta jenis-jenis rangkaian listrik. Peserta didik menyimpulkan prinsip dasar listrik dinamis. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit | Guru membimbing peserta didik membuat rangkuman singkat, memberikan apresiasi atas partisipasi aktif, dan mengingatkan untuk membaca materi selanjutnya. Pertemuan diakhiri dengan doa dan suasana yang penuh semangat. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Inquiry-Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 2 | Membedakan antara konduktor dan isolator listrik serta menjelaskan perannya dalam rangkaian listrik. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Guru menyapa dan mengulas singkat materi sebelumnya. Peserta didik diajak memikirkan mengapa kabel listrik memiliki lapisan plastik. Guru menyampaikan tujuan pertemuan dan pertanyaan: 'Mengapa ada bahan yang bisa menghantarkan listrik dan ada yang tidak?'. Peserta didik sadar akan peran konduktor dan isolator. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Peserta didik mengidentifikasi berbagai benda di sekitar yang merupakan konduktor atau isolator. Mereka berdiskusi tentang pentingnya pemilihan bahan ini dalam keamanan penggunaan listrik. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Melalui percobaan, peserta didik menguji konduktivitas listrik berbagai bahan (misalnya kawat tembaga, kayu, plastik, air garam) dan mencatat hasilnya dalam LKPD. Mereka menganalisis data untuk menyimpulkan karakteristik konduktor dan isolator. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit | Kelompok mempresentasikan hasil pengujian dan diskusinya. Guru mengoreksi miskonsepsi dan memperkuat pemahaman tentang aplikasi konduktor dan isolator dalam kehidupan sehari-hari, seperti pada kabel dan peralatan elektronik. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit | Peserta didik membuat rangkuman konsep, guru memberikan apresiasi, dan memberikan tugas singkat untuk mengamati bahan-bahan konduktor/isolator di rumah. Pertemuan ditutup dengan doa dan motivasi. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Problem-Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 3 | Menganalisis hubungan antara listrik dan kemagnetan melalui percobaan induksi elektromagnetik. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Guru menyapa, mengulas singkat materi sebelumnya, dan menunjukkan video singkat tentang kereta maglev. Guru menyampaikan tujuan pertemuan dan pertanyaan: 'Bagaimana listrik bisa membuat magnet, dan magnet bisa menghasilkan listrik?'. Peserta didik sadar akan hubungan listrik dan magnet. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Peserta didik berdiskusi tentang fenomena elektromagnetisme dan mengaitkannya dengan prinsip kerja bel listrik atau motor listrik. Mereka menganalisis masalah 'Bagaimana menciptakan magnet sementara?'. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Dalam kelompok, peserta didik merancang dan melakukan percobaan membuat elektromagnet sederhana dengan melilitkan kawat pada paku dan mengalirkan arus listrik. Mereka mengamati faktor-faktor yang mempengaruhi kekuatan magnet. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit | Setiap kelompok mempresentasikan hasil percobaan dan penemuannya. Guru memberikan penguatan tentang konsep induksi elektromagnetik, kaidah tangan kanan, dan penerapannya dalam teknologi. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit | Guru membimbing peserta didik menyimpulkan hubungan listrik dan magnet, memberikan apresiasi, dan menjelaskan kaitan materi dengan pertemuan selanjutnya. Pertemuan diakhiri dengan doa dan semangat eksplorasi. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
Tujuan: Menguji konduktivitas berbagai bahan dan mengidentifikasi konduktor serta isolator.
Alat & bahan: Baterai 9V, kabel penjepit buaya, lampu LED kecil, multimeter, paku, klip kertas, koin, karet penghapus, pensil, air keran, air garam
Langkah kerja:
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
Formatif (proses): Observasi kinerja kelompok saat praktikum dan diskusi, penilaian presentasi proposal proyek, serta penilaian infografis/poster.
Sumatif (akhir): Penilaian proyek akhir (prototipe dan presentasi) serta tes tertulis untuk mengukur pemahaman konsep.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Menganalisis konsep dasar listrik dinamis, rangkaian listrik, dan hukum Ohm melalui percobaan sederhana. | Listrik Dinamis dan Rangkaian Listrik | 2 JP | Penalaran Kritis |
| 2 | Menganalisis hubungan antara listrik dan kemagnetan melalui percobaan induksi elektromagnetik. | Elektromagnetisme dan Induksi Elektromagnetik | 2 JP | Penalaran Kritis, Kreativitas |
| 3 | Mengidentifikasi berbagai sumber energi alternatif dan potensi pemanfaatannya di Indonesia. | Energi Alternatif | 2 JP | Penalaran Kritis, Kolaborasi |
| 4 | Merancang dan membuat prototipe sederhana yang mengaplikasikan prinsip listrik, magnet, atau energi alternatif dan mempresentasikannya. | Proyek Listrik, Magnet, dan Energi Alternatif | 6 JP | Kreativitas, Kolaborasi, Penalaran Kritis |
Listrik, magnet, dan energi alternatif adalah tiga pilar penting yang membentuk dunia modern kita. Dari penerangan rumah hingga teknologi canggih, pemahaman tentang ketiganya sangat krusial. Modul ini akan membawa Anda menjelajahi dunia listrik dan magnet yang saling terkait, serta membuka wawasan tentang potensi energi alternatif sebagai solusi masa depan.
1. Listrik Dinamis dan Rangkaian Listrik
Listrik dinamis adalah aliran muatan listrik yang bergerak melalui suatu konduktor. Arus listrik diukur dalam Ampere, tegangan dalam Volt, dan hambatan dalam Ohm. Hubungan ketiganya dijelaskan oleh Hukum Ohm (V=I.R). Rangkaian listrik dapat berupa seri atau paralel, masing-masing memiliki karakteristik dan kegunaan berbeda. Konduktor adalah bahan yang mudah menghantarkan listrik, sementara isolator tidak.
2. Dasar-dasar Kemagnetan
Magnet memiliki dua kutub, utara dan selatan, yang saling tarik-menarik jika berbeda dan tolak-menolak jika sejenis. Medan magnet adalah daerah di sekitar magnet tempat gaya magnet bekerja. Bahan feromagnetik dapat ditarik kuat oleh magnet, paramagnetik ditarik lemah, dan diamagnetik ditolak. Magnet permanen mempertahankan sifat magnetiknya, sedangkan magnet sementara hanya bersifat magnetis saat ada pengaruh luar.
3. Elektromagnetisme dan Induksi
Elektromagnetisme adalah fenomena di mana arus listrik menghasilkan medan magnet, dan sebaliknya, perubahan medan magnet dapat menghasilkan arus listrik (induksi elektromagnetik). Prinsip ini digunakan dalam pembuatan elektromagnet, motor listrik, dan generator. Kekuatan elektromagnet dipengaruhi oleh jumlah lilitan, kuat arus, dan jenis inti besi. Induksi elektromagnetik adalah dasar kerja transformator.
4. Aplikasi Listrik dan Magnet
Listrik dan magnet memiliki banyak aplikasi. Transformator digunakan untuk menaikkan atau menurunkan tegangan listrik dalam distribusi energi. Generator mengubah energi mekanik menjadi energi listrik, sedangkan motor listrik mengubah energi listrik menjadi mekanik. Teknologi seperti bel listrik, relai, dan kereta maglev juga memanfaatkan prinsip elektromagnetisme untuk bekerja secara efisien.
5. Energi Alternatif untuk Masa Depan
Energi alternatif adalah sumber energi yang ramah lingkungan dan dapat diperbarui, bertujuan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil. Contohnya meliputi energi surya (dari matahari), energi angin (dari turbin angin), energi air (hidroelektrik), biomassa (dari organisme), dan panas bumi (geotermal). Pemanfaatan energi alternatif sangat penting untuk keberlanjutan lingkungan dan ketersediaan energi jangka panjang.
Rangkuman: Listrik dinamis dan magnet adalah fenomena fisika yang saling berkaitan erat. Listrik dinamis berkaitan dengan aliran muatan dalam rangkaian, sementara magnet memiliki kutub dan medan magnet. Keduanya membentuk elektromagnetisme, yang mendasari banyak teknologi seperti motor, generator, dan transformator. Untuk keberlanjutan, energi alternatif seperti surya, angin, dan air menjadi solusi penting untuk memenuhi kebutuhan energi masa depan secara ramah lingkungan.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Arus Listrik | Aliran muatan listrik. |
| Hukum Ohm | Hubungan antara tegangan, arus, dan hambatan. |
| Konduktor | Bahan penghantar listrik. |
| Isolator | Bahan penghambat listrik. |
| Elektromagnet | Magnet yang dihasilkan oleh arus listrik. |
| Induksi Elektromagnetik | Pembentukan arus listrik akibat perubahan medan magnet. |
| Transformator | Alat pengubah tegangan listrik. |
| Generator | Alat pengubah energi mekanik menjadi listrik. |
| Energi Alternatif | Sumber energi terbarukan dan ramah lingkungan. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Listrik, Magnet, dan Energi Alternatif" mata pelajaran IPA Kelas IX ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Ya. Tiga modul ajar gratis tersedia bertahap dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul IPA kelas IX langsung tersusun atas nama Anda.
Ya. Modul mengikuti Keputusan Kepala BSKAP No. 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah.
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh, ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.