tuntas.orgBuat Modul Ajar →
BerandaModul Ajar SMPPendidikan Agama Hindu › UPAVEDA
SMP · Kelas VII · Fase D

Modul Ajar Pendidikan Agama Hindu Kelas VII
UPAVEDA

Modul ajar Pendidikan Agama Hindu SMP kelas VII materi UPAVEDA lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Kepka BKPDM No. 020 Tahun 2026. Unduh Word + PDF atas nama Anda.

Sampul modul ajar Pendidikan Agama Hindu kelas VII materi UPAVEDA
Ringkasan: Upaveda adalah kelompok kitab suci pelengkap Veda yang berisi beragam ilmu pengetahuan dan seni, meliputi Itihasa (sejarah dan epos seperti Ramayana, Mahabharata), Purana (mitologi dan legenda), Artha Sastra (ilmu pemerintahan), Ayur Veda (ilmu kedokteran), Gandharva Veda (ilmu seni dan musik), dan Dhanur Veda (ilmu perang). Kitab-kitab ini berfungsi sebagai penjelas dan aplikasi ajaran Veda dalam kehidupan sehari-hari, menanamkan nilai-nilai luhur untuk mencapai kehidupan yang harmonis.
Model: Project-Based Learning (PjBL) + praktikDimensi: keimanan dan ketakwaan, penalaran kritis, kreativitasWord + PDF
Buat & Unduh Modul Ini — GRATISPendidikan Agama Hindu · UPAVEDA · atas nama Anda

1 Capaian Pembelajaran

Rumusan: Peserta didik mampu memahami dan menghayati ajaran Veda sebagai sumber hukum agama Hindu, meliputi bagian-bagian Veda, kitab-kitab suci yang tergolong dalam Sruti, Smerti, dan Upaveda, serta mampu mengaplikasikan nilai-nilai luhur Veda dalam kehidupan sehari-hari.

Acuan: Kepka BKPDM No. 020 Tahun 2026

Kompetensi awal: Peserta didik telah memahami konsep dasar Veda sebagai kitab suci agama Hindu dan pembagiannya secara umum.

Pemahaman bermakna: Memahami Upaveda bukan hanya sekadar mengetahui jenis-jenis kitabnya, tetapi juga meresapi kebijaksanaan yang terkandung di dalamnya untuk membentuk karakter dan membimbing tindakan dalam kehidupan sehari-hari.

Pertanyaan pemantik: Bagaimana kisah-kisah kepahlawanan dalam Ramayana dan Mahabharata dapat mengajarkan kita tentang dharma dan kebenaran di era modern ini?

2 Tujuan Pembelajaran

3 Kegiatan Pembelajaran (5 Pertemuan)

Pertemuan 1 — Discovery Learning

Tujuan: Mengidentifikasi pengertian dan kedudukan Upaveda dalam ajaran Veda.

Kegiatan awal: Guru membuka pelajaran dengan salam, doa, presensi, dan menanyakan pemahaman awal peserta didik tentang Veda secara umum. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini yaitu memahami pengertian dan kedudukan Upaveda sebagai bagian dari Veda, serta pertanyaan pemantik tentang relevansi kitab suci dalam kehidupan.

Memahami: Peserta didik diajak membaca dan menganalisis teks singkat atau infografis tentang pengertian Upaveda dan posisinya sebagai kitab pelengkap Veda. Mereka berdiskusi dalam kelompok kecil untuk menemukan kata kunci dan konsep dasar Upaveda serta mengaitkannya dengan pengetahuan awal mereka tentang Veda.

Mengaplikasi: Setiap kelompok membuat peta konsep sederhana atau diagram alir yang menunjukkan hubungan Upaveda dengan bagian Veda lainnya. Mereka saling membandingkan hasil kerja untuk memastikan pemahaman yang komprehensif.

Merefleksi: Perwakilan kelompok mempresentasikan peta konsep mereka. Guru memberikan penguatan dan meluruskan miskonsepsi, kemudian menyimpulkan bersama pengertian dan kedudukan Upaveda. Peserta didik diajak merefleksikan pentingnya memahami struktur Veda secara keseluruhan.

Penutup: Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif peserta didik, merangkum poin-poin penting, dan memberikan tugas singkat untuk mencari contoh-contoh Upaveda. Pertemuan diakhiri dengan doa dan motivasi untuk terus belajar.

Pertemuan 2 — Problem-Based Learning

Tujuan: Menjelaskan bagian-bagian utama Upaveda seperti Itihasa, Purana, Artha Sastra, Ayur Veda, Gandharva Veda, dan Dhanur Veda.

Kegiatan awal: Guru menyapa peserta didik, memimpin doa, dan memeriksa kesiapan belajar. Guru meminta peserta didik untuk menyebutkan kembali pengertian Upaveda dari pertemuan sebelumnya dan mengaitkannya dengan pertanyaan tentang berbagai jenis pengetahuan dalam kehidupan. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu mengenal bagian-bagian Upaveda.

Memahami: Peserta didik dibagi menjadi beberapa kelompok. Setiap kelompok diberi satu atau dua jenis Upaveda (misalnya Itihasa, Purana, dll.) dan diminta untuk mencari informasi tentang ciri-ciri, isi pokok, dan contoh kitabnya dari berbagai sumber (buku, internet, modul ajar).

Mengaplikasi: Setiap kelompok membuat ringkasan atau infografis digital tentang jenis Upaveda yang mereka pelajari. Mereka juga diminta untuk mengidentifikasi mengapa jenis Upaveda tersebut penting dalam kehidupan masyarakat Hindu zaman dahulu dan relevansinya kini.

Merefleksi: Setiap kelompok mempresentasikan hasil penemuan mereka di depan kelas. Guru memfasilitasi diskusi dan tanya jawab antar kelompok, serta memberikan klarifikasi dan pengayaan materi tentang masing-masing bagian Upaveda. Peserta didik diajak merenungkan luasnya cakupan ilmu pengetahuan dalam Veda.

Penutup: Guru memberikan umpan balik positif atas kerja kelompok, merangkum semua bagian Upaveda yang telah dipelajari, dan memberikan penugasan untuk mulai memilih satu bagian Upaveda yang paling menarik minat mereka untuk didalami lebih lanjut. Pertemuan ditutup dengan doa dan harapan.

Pertemuan 3 — Inquiry-Based Learning

Tujuan: Menganalisis isi pokok dan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam Itihasa (Ramayana dan Mahabharata).

Kegiatan awal: Guru menyambut peserta didik, memimpin doa, dan melakukan presensi. Guru memulai dengan pertanyaan pemantik: 'Kisah kepahlawanan apa yang paling kalian ingat? Apa pelajaran yang bisa diambil?' Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yaitu menganalisis nilai-nilai dalam Itihasa.

Memahami: Peserta didik secara berkelompok diberikan cuplikan cerita dari Ramayana atau Mahabharata (dalam bentuk teks, komik, atau video pendek). Mereka diminta untuk membaca atau menyimak, kemudian mengidentifikasi tokoh, konflik, dan resolusi dalam cerita tersebut.

Mengaplikasi: Setiap kelompok menganalisis cuplikan cerita untuk menemukan nilai-nilai luhur seperti dharma, kebenaran, kesetiaan, pengorbanan, atau keadilan. Mereka mendiskusikan bagaimana nilai-nilai tersebut relevan dengan kehidupan mereka saat ini dan mencatat hasil analisisnya.

Merefleksi: Perwakilan kelompok mempresentasikan nilai-nilai yang mereka temukan dan memberikan contoh penerapannya dalam kehidupan modern. Guru memberikan penguatan tentang makna universal dari kisah-kisah Itihasa dan mendorong peserta didik untuk mengambil hikmahnya. Peserta didik diajak untuk merefleksikan dampak cerita-cerita ini terhadap pandangan hidup mereka.

Penutup: Guru mengapresiasi semangat peserta didik dalam berdiskusi, merangkum nilai-nilai penting dari Itihasa, dan memberikan tugas untuk mencari tahu lebih banyak tentang tokoh favorit mereka dari Ramayana atau Mahabharata. Pertemuan diakhiri dengan doa dan pesan moral.

Pertemuan 4 — Collaborative Learning

Tujuan: Menganalisis isi pokok dan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam Purana, Artha Sastra, Ayur Veda, Gandharva Veda, dan Dhanur Veda.

Kegiatan awal: Guru membuka kelas dengan salam, doa, dan presensi. Guru mengingatkan kembali materi Itihasa dan bertanya apakah ada yang pernah mendengar tentang kitab lain seperti Purana atau Artha Sastra. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yaitu mendalami bagian Upaveda lainnya.

Memahami: Peserta didik dibagi menjadi kelompok-kelompok ahli, di mana setiap kelompok fokus pada satu jenis Upaveda (Purana, Artha Sastra, Ayur Veda, Gandharva Veda, atau Dhanur Veda). Mereka mencari informasi mendalam tentang isi pokok, contoh kitab, dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.

Mengaplikasi: Setelah kelompok ahli memahami materi mereka, dibentuk kelompok baru yang terdiri dari perwakilan setiap kelompok ahli (jigsaw). Dalam kelompok baru ini, setiap anggota menjelaskan materi Upaveda yang dikuasainya kepada anggota lain, sehingga semua anggota kelompok baru memahami seluruh jenis Upaveda.

Merefleksi: Setiap kelompok menyusun daftar nilai-nilai luhur dari kelima jenis Upaveda tersebut dan mendiskusikan bagaimana nilai-nilai tersebut saling melengkapi. Guru memfasilitasi presentasi singkat dan memberikan umpan balik, menekankan keberagaman dan kekayaan ajaran dalam Upaveda. Peserta didik diajak merefleksikan bagaimana berbagai aspek kehidupan telah diatur dalam kitab suci.

Penutup: Guru memberikan apresiasi atas kolaborasi peserta didik, merangkum kekayaan Upaveda, dan memberikan pengantar untuk proyek akhir yaitu membuat karya kreatif. Pertemuan diakhiri dengan doa dan motivasi untuk berkarya.

Pertemuan 5 — Project-Based Learning

Tujuan: Menyajikan hasil analisis nilai-nilai Upaveda melalui karya kreatif (misalnya poster, rangkuman digital, atau presentasi) dan menginternalisasi nilai-nilai Upaveda dalam perilaku sehari-hari.

Kegiatan awal: Guru menyapa peserta didik, memimpin doa, dan melakukan presensi. Guru mengingatkan kembali seluruh materi Upaveda yang telah dipelajari dan memotivasi mereka untuk membuat karya yang menunjukkan pemahaman mereka. Guru menyampaikan tujuan pertemuan terakhir yaitu membuat dan mempresentasikan proyek.

Memahami: Peserta didik secara individu atau berpasangan merencanakan proyek kreatif mereka (misalnya poster digital, infografis, video pendek, atau presentasi interaktif) yang menggambarkan nilai-nilai luhur dari salah satu atau beberapa bagian Upaveda yang paling mereka pahami dan minati. Mereka membuat draf konsep dan desain.

Mengaplikasi: Peserta didik bekerja membuat proyek kreatif mereka, dengan bimbingan dan fasilitasi dari guru. Mereka memanfaatkan berbagai sumber daya (digital atau non-digital) untuk menghasilkan karya yang menarik dan informatif. Proses ini melibatkan pemilihan nilai, visualisasi, dan penulisan pesan.

Merefleksi: Peserta didik mempresentasikan proyek mereka di depan kelas. Setelah presentasi, peserta didik lain dan guru memberikan umpan balik konstruktif. Guru memberikan penguatan tentang pentingnya menginternalisasi nilai-nilai tersebut dalam kehidupan nyata. Peserta didik diajak merefleksikan proses pembuatan proyek dan pembelajaran yang didapat.

Penutup: Guru memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas kreativitas dan usaha peserta didik dalam menyelesaikan proyek. Guru menyimpulkan seluruh pembelajaran Upaveda, menekankan bahwa ajaran suci harus menjadi pedoman hidup. Pertemuan diakhiri dengan doa, motivasi untuk selalu berbuat baik, dan pesan agar senantiasa bangga menjadi penganut Hindu yang berkarakter mulia.

4 Asesmen

Proses (formatif): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok, kemampuan menganalisis, dan kolaborasi saat mengerjakan LKPD serta proyek kreatif.

Akhir (sumatif): Penilaian proyek kreatif (poster/presentasi/video) yang menunjukkan pemahaman tentang Upaveda dan nilai-nilainya, serta tes tertulis pilihan ganda dan esai.

5 Alur Tujuan Pembelajaran

TujuanMateriAlokasiDimensi
Mengidentifikasi pengertian dan kedudukan Upaveda dalam ajaran Veda.Pengertian dan kedudukan Upaveda.3 JPKeimanan dan Ketakwaan
Menjelaskan bagian-bagian utama Upaveda.Jenis-jenis Upaveda (Itihasa, Purana, Artha Sastra, Ayur Veda, Gandharva Veda, Dhanur Veda).3 JPPenalaran Kritis
Menganalisis isi pokok dan nilai-nilai luhur dalam Itihasa.Isi pokok dan nilai-nilai Ramayana dan Mahabharata.3 JPKreativitas
Menyajikan hasil analisis nilai-nilai Upaveda melalui karya kreatif.Penyusunan proyek kreatif (poster/presentasi) tentang nilai-nilai Upaveda.3 JPKreativitas

6 Bahan Ajar & Ringkasan Materi

Upaveda adalah bagian penting dari pustaka suci Veda yang berfungsi sebagai pelengkap dan penjelas ajaran-ajaran utama Veda. Kitab-kitab ini berisi berbagai bidang ilmu pengetahuan dan seni yang sangat berguna bagi kehidupan manusia, mulai dari sejarah, mitologi, etika, politik, kedokteran, musik, hingga ilmu perang. Mempelajari Upaveda akan memperkaya pemahaman kita tentang kekayaan ajaran Hindu dan bagaimana nilai-nilai luhur tersebut telah membimbing peradaban manusia.

Pengertian dan Kedudukan Upaveda

Upaveda secara harfiah berarti 'Veda tambahan' atau 'Veda pelengkap'. Kitab-kitab ini tidak termasuk dalam kategori Sruti maupun Smerti, namun memiliki kedudukan yang sangat penting karena berisi penjabaran dan aplikasi ajaran Veda dalam berbagai aspek kehidupan praktis. Upaveda membantu umat Hindu memahami dan mengimplementasikan nilai-nilai spiritual ke dalam tindakan sehari-hari, sehingga ajaran Veda tidak hanya bersifat teoritis tetapi juga sangat relevan dan aplikatif. Kedudukannya sebagai penunjang menjadikan Upaveda rujukan penting dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan seni.

Itihasa: Ramayana dan Mahabharata

Itihasa adalah kelompok kitab sejarah atau epos yang menceritakan peristiwa-peristiwa penting di masa lampau dengan tokoh-tokoh heroik. Dua kitab Itihasa yang paling terkenal adalah Ramayana dan Mahabharata. Ramayana mengisahkan perjalanan Sri Rama dalam menegakkan dharma dan membasmi adharma, dengan nilai-nilai kesetiaan, pengorbanan, dan kebenaran yang sangat menonjol. Mahabharata adalah epos yang lebih kompleks, menceritakan perang antara Pandawa dan Korawa, sarat akan filsafat hidup, etika, politik, dan dharma, dengan Bhagavadgita sebagai intinya yang mengajarkan tentang kewajiban dan jalan spiritual.

Purana: Kisah-kisah Mitologi

Purana adalah kitab-kitab yang berisi cerita-cerita kuno, mitologi, legenda, silsilah dewa-dewi dan raja-raja, serta kosmologi Hindu. Ada 18 Purana utama (Mahapurana) dan banyak Upapurana. Purana berfungsi untuk menjelaskan ajaran Veda melalui narasi yang mudah dipahami, memberikan contoh-contoh moral, dan menanamkan nilai-nilai keagamaan. Kisah-kisah dalam Purana seringkali mengandung simbolisme mendalam yang mengajarkan tentang penciptaan, pemeliharaan, peleburan alam semesta, serta siklus kehidupan dan kematian.

Artha Sastra: Ilmu Pemerintahan dan Ekonomi

Artha Sastra adalah kitab yang membahas tentang ilmu pemerintahan, politik, ekonomi, dan strategi perang. Kitab ini memberikan panduan praktis bagi seorang raja atau pemimpin dalam menjalankan pemerintahan yang adil dan makmur. Salah satu Artha Sastra yang paling terkenal adalah karya Kautilya (Chanakya), yang berisi prinsip-prinsip diplomasi, manajemen negara, hukum, dan etika berpolitik. Ajaran dalam Artha Sastra menekankan pentingnya kesejahteraan rakyat dan stabilitas negara sebagai fondasi dharma.

Ayur Veda: Ilmu Kedokteran

Ayur Veda adalah sistem pengobatan tradisional Hindu yang berfokus pada keseimbangan tubuh, pikiran, dan jiwa. Kata 'Ayur' berarti kehidupan dan 'Veda' berarti ilmu, sehingga Ayur Veda adalah 'ilmu kehidupan'. Kitab ini membahas tentang anatomi, fisiologi, diagnosis penyakit, pengobatan menggunakan herbal, diet, yoga, dan gaya hidup sehat. Tujuannya adalah untuk menjaga kesehatan (preventif) dan menyembuhkan penyakit (kuratif) secara holistik, dengan prinsip utama bahwa kesehatan adalah keseimbangan tiga dosa (Vata, Pitta, Kapha).

Gandharva Veda: Ilmu Seni dan Musik

Gandharva Veda adalah cabang Upaveda yang membahas tentang seni, musik, tari, dan drama. Kitab ini menjelaskan teori musik, jenis-jenis melodi (raga), ritme (tala), instrumen musik, serta bagaimana seni dapat digunakan sebagai sarana untuk mencapai spiritualitas dan ekspresi diri. Seni dalam tradisi Hindu bukan hanya hiburan, tetapi juga merupakan bentuk pemujaan dan meditasi. Gandharva Veda menunjukkan bahwa seni memiliki peran penting dalam memperhalus budi pekerti dan mendekatkan diri kepada Tuhan.

Dhanur Veda: Ilmu Perang dan Militer

Dhanur Veda adalah kitab yang membahas tentang ilmu perang, strategi militer, dan penggunaan senjata. Kitab ini mencakup berbagai aspek seperti teknik memanah (dhanur), ilmu pedang, taktik pertempuran, serta etika perang. Meskipun berfokus pada peperangan, Dhanur Veda juga mengajarkan tentang pentingnya perlindungan dharma dan pertahanan diri dari kejahatan. Ilmu ini digunakan untuk menjaga keadilan dan keamanan masyarakat, bukan untuk agresi semata.

Rangkuman: Upaveda adalah kelompok kitab suci pelengkap Veda yang berisi beragam ilmu pengetahuan dan seni, meliputi Itihasa (sejarah dan epos seperti Ramayana, Mahabharata), Purana (mitologi dan legenda), Artha Sastra (ilmu pemerintahan), Ayur Veda (ilmu kedokteran), Gandharva Veda (ilmu seni dan musik), dan Dhanur Veda (ilmu perang). Kitab-kitab ini berfungsi sebagai penjelas dan aplikasi ajaran Veda dalam kehidupan sehari-hari, menanamkan nilai-nilai luhur untuk mencapai kehidupan yang harmonis.

7 LKPD — Lembar Kerja Peserta Didik

Tujuan: Menganalisis nilai-nilai luhur dalam cuplikan cerita Ramayana atau Mahabharata dan mengaitkannya dengan kehidupan sehari-hari.

Alat & bahan: Lembar kerja, alat tulis, cuplikan cerita Ramayana/Mahabharata (teks/video), kertas plano/spidol

  1. Baca atau simak dengan seksama cuplikan cerita yang diberikan guru.
  2. Identifikasi tokoh utama, konflik yang terjadi, dan bagaimana konflik tersebut diselesaikan.
  3. Diskusikan dalam kelompok nilai-nilai luhur (misalnya kebenaran, kesetiaan, pengorbanan) yang terkandung dalam cerita tersebut.
  4. Berikan contoh konkret bagaimana nilai-nilai tersebut dapat diterapkan dalam kehidupan kalian sehari-hari di sekolah atau di rumah.
  5. Tuliskan hasil diskusi kalian pada tabel yang tersedia dan siapkan untuk dipresentasikan.

8 Glosarium

UpavedaVeda tambahan atau pelengkap yang berisi ilmu pengetahuan dan seni.
ItihasaKitab sejarah atau epos seperti Ramayana dan Mahabharata.
PuranaKitab mitologi, legenda, dan silsilah dewa-dewi.
Artha SastraIlmu tentang pemerintahan, politik, dan ekonomi.
Ayur VedaSistem pengobatan tradisional Hindu.
Gandharva VedaIlmu tentang seni, musik, dan tari.
Dhanur VedaIlmu tentang perang dan militer.

9 Materi Pendidikan Agama Hindu Terkait

Asta Aiswarya ( Anima,Laghima,Mahima,Prapti,Prakamya, Isitwa, Wasitwa, Wasayitwa )Pendidikan Agama Hindu Kelas VII SMP
Pelajari Asta Aiswarya ( Anima,Laghima,Mahima,Prapti,Prakamya, Isitwa, Wasitwa, Wasayitwa ) →
Atman dan KarmaphalaPendidikan Agama Hindu Kelas VII SMP
Pelajari Atman dan Karmaphala →
Itihasa (Ramayana dan Mahabharata)Pendidikan Agama Hindu Kelas VII SMP
Pelajari Itihasa (Ramayana dan Mahabharata) →
Penerapan Ajaran Tei HitakaranaPendidikan Agama Hindu Kelas VII SMP
Pelajari Penerapan Ajaran Tei Hitakarana →
UPAKARA ( sarana upacara yajna )Pendidikan Agama Hindu Kelas VII SMP
Pelajari UPAKARA ( sarana upacara yajna ) →
Aṣṭa Aiśwarya sebagai kemahakuasaan Hyang Widhi Wasa,Pendidikan Agama Hindu Kelas VIII SMP
Pelajari Aṣṭa Aiśwarya sebagai kemahakuasaan Hyang Widhi Wasa, →

10 Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah modul ajar Pendidikan Agama Hindu UPAVEDA ini gratis?

Ya. Tiga modul ajar gratis tersedia bertahap dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.

Berapa lama modul ini tersusun?

Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Pendidikan Agama Hindu kelas VII langsung tersusun atas nama Anda.

Apakah sesuai kurikulum terbaru?

Ya. Modul mengikuti Kepka BKPDM No. 020 Tahun 2026.

Bisakah hasilnya diedit?

Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh, ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.

Buat Modul Ajar Lain — GRATISIsi nama & materi, selesai ±1 menit

tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.