Modul ajar Pendidikan Agama Islam SMP kelas VII materi Al-quran dan sunah sebagai Pedoman Hidup lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Kurikulum Merdeka 2025/2026. Unduh Word + PDF atas nama Anda.
Kompetensi awal: Peserta didik telah mengetahui bahwa Al-quran adalah kitab suci umat Islam dan Nabi Muhammad adalah utusan Allah.
Pemahaman bermakna: Memahami dan mengamalkan Al-quran dan sunah sebagai pedoman hidup akan membimbing peserta didik menuju akhlak mulia, kebahagiaan dunia, dan keselamatan di akhirat.
Pertanyaan pemantik: Bagaimana Al-quran dan sunah dapat menjadi 'kompas' yang membimbing kita dalam setiap langkah hidup?
Tujuan: Menjelaskan pengertian Al-quran dan sunah sebagai pedoman hidup dengan benar dan mengidentifikasi fungsi serta kedudukannya dalam Islam.
Kegiatan awal: Peserta didik disambut dengan salam dan doa. Guru melakukan presensi, kemudian mengajak peserta didik mengingat kembali materi sebelumnya tentang kitab-kitab Allah. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini dan mengajukan pertanyaan pemantik: 'Apa yang kalian ketahui tentang Al-quran dan sunah? Mengapa keduanya penting bagi kita?'
Memahami: Peserta didik secara berkelompok mencari informasi dari berbagai sumber (buku, internet) tentang pengertian Al-quran dan sunah, serta fungsi dan kedudukannya sebagai pedoman hidup. Mereka mengidentifikasi perbedaan dan persamaan keduanya.
Mengaplikasi: Setiap kelompok membuat mind map atau infografis sederhana yang berisi pengertian, fungsi, dan kedudukan Al-quran dan sunah. Mereka juga mencari satu contoh ayat Al-quran dan satu hadis pendek yang menunjukkan peran keduanya sebagai pedoman.
Merefleksi: Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil diskusinya. Guru memberikan umpan balik, mengklarifikasi konsep, dan menguatkan pemahaman peserta didik bahwa Al-quran dan sunah adalah sumber hukum utama Islam yang saling melengkapi. Guru menekankan pentingnya memahami keduanya untuk menjalani hidup sesuai syariat.
Penutup: Peserta didik dan guru menyimpulkan poin-poin penting. Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif dan mengingatkan untuk terus mengkaji Al-quran dan hadis. Pertemuan diakhiri dengan doa penutup dan motivasi untuk pertemuan selanjutnya.
Tujuan: Menganalisis contoh-contoh penerapan Al-quran dan sunah dalam kehidupan sehari-hari dan menyajikan hasil analisis tersebut.
Kegiatan awal: Setelah salam dan doa, guru mengulang sedikit materi pertemuan sebelumnya. Guru menayangkan video singkat atau studi kasus tentang permasalahan remaja (misalnya, bullying, penggunaan media sosial yang tidak bijak, pentingnya kejujuran). Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan memantik diskusi: 'Bagaimana Al-quran dan sunah dapat membantu kita mengatasi masalah-masalah ini?'
Memahami: Dalam kelompok, peserta didik menganalisis studi kasus atau masalah yang diberikan. Mereka diminta untuk mencari solusi atau panduan perilaku berdasarkan ayat-ayat Al-quran dan hadis Nabi ﷺ (Shallallahu 'alaihi wa sallam) yang relevan, seperti QS. Al-Hujurat ayat 10 tentang persaudaraan atau hadis tentang berkata jujur.
Mengaplikasi: Setiap kelompok menyusun laporan singkat atau presentasi interaktif (misalnya, role-play atau sketsa) yang menunjukkan bagaimana Al-quran dan sunah memberikan solusi atau pedoman dalam menghadapi masalah tersebut. Mereka harus menyertakan dalil naqli dan penjelasannya.
Merefleksi: Kelompok-kelompok mempresentasikan hasil analisis dan solusi mereka. Guru memberikan umpan balik konstruktif, mengoreksi jika ada kekeliruan, dan memperkaya diskusi dengan contoh-contoh lain. Guru menekankan bahwa Al-quran dan sunah adalah sumber solusi dan petunjuk yang komprehensif untuk setiap aspek kehidupan.
Penutup: Peserta didik bersama guru merangkum pelajaran hari ini. Guru memberikan motivasi untuk menjadikan Al-quran dan sunah sebagai rujukan utama dalam setiap tindakan. Guru memberikan apresiasi dan menyampaikan pengantar untuk proyek di pertemuan berikutnya.
Tujuan: Merancang proyek sederhana yang mengaplikasikan nilai-nilai Al-quran dan sunah dalam konteks remaja dan menginternalisasi nilai-nilai tersebut.
Kegiatan awal: Guru memulai dengan salam, doa, dan presensi. Guru mengingatkan kembali tentang pentingnya Al-quran dan sunah yang telah dipelajari. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu membuat proyek. Guru bertanya: 'Bagaimana kita bisa membuat nilai-nilai Al-quran dan sunah lebih dekat dengan kehidupan kita sehari-hari, terutama sebagai remaja?'
Memahami: Peserta didik secara individu atau berpasangan merencanakan sebuah proyek sederhana. Contoh proyek bisa berupa: membuat poster digital tentang adab membaca Al-quran, menyusun 'daily checklist' amalan sunah, membuat video pendek inspiratif tentang akhlak mulia dalam Al-quran, atau menulis puisi/cerpen yang mengandung pesan Al-quran/sunah.
Mengaplikasi: Peserta didik melaksanakan proyek yang telah direncanakan dengan bimbingan guru. Mereka mengumpulkan bahan, mendesain, menulis, atau merekam sesuai proyek masing-masing, memastikan konten proyek mencerminkan nilai-nilai Al-quran dan sunah secara konkret dan relevan dengan kehidupan remaja.
Merefleksi: Peserta didik memamerkan atau mempresentasikan hasil proyek mereka. Guru dan teman-teman memberikan apresiasi dan umpan balik. Guru menguatkan bahwa setiap proyek adalah wujud nyata dari internalisasi nilai-nilai Al-quran dan sunah dalam diri mereka, dan mendorong untuk terus mengamalkannya.
Penutup: Guru dan peserta didik bersama-sama menyimpulkan seluruh materi dan kegiatan. Guru memberikan apresiasi tinggi atas kreativitas dan usaha peserta didik. Guru memotivasi untuk menjadikan Al-quran dan sunah sebagai sahabat sejati. Pertemuan diakhiri dengan doa dan harapan agar ilmu yang didapat bermanfaat.
Proses (formatif): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok, kemampuan menganalisis studi kasus, dan kolaborasi dalam menyusun proyek.
Akhir (sumatif): Penilaian hasil proyek (poster, video, dll.) dan presentasi kelompok mengenai implementasi Al-quran dan sunah dalam kehidupan remaja.
| Tujuan | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|
| Menjelaskan pengertian Al-quran dan sunah sebagai pedoman hidup dengan benar. | Pengertian Al-quran dan sunah. | 3 JP | keimanan dan ketakwaan |
| Mengidentifikasi fungsi dan kedudukan Al-quran dan sunah dalam Islam. | Fungsi dan kedudukan Al-quran dan sunah. | 3 JP | penalaran kritis |
| Menganalisis contoh-contoh penerapan Al-quran dan sunah dan merancang proyek sederhana. | Penerapan Al-quran dan sunah dalam kehidupan; Proyek aplikasi nilai. | 3 JP | kreativitas |
Al-quran dan sunah Nabi Muhammad ﷺ (Shallallahu 'alaihi wa sallam) adalah dua pusaka agung yang diwariskan kepada umat Islam. Keduanya tak hanya sekadar bacaan, namun merupakan sumber utama ajaran Islam yang menjadi petunjuk dan arah hidup. Memahami serta mengamalkan keduanya adalah kunci kebahagiaan di dunia dan akhirat. Modul ini akan membimbingmu mengenal lebih dalam kedua pedoman mulia ini.
Al-quran (الْقُرْآنُ) secara bahasa berarti bacaan atau yang dibaca. Secara istilah, Al-quran adalah kalamullah (firman Allah) yang diturunkan kepada Nabi Muhammad ﷺ (Shallallahu 'alaihi wa sallam) melalui perantara Malaikat Jibril, tertulis dalam mushaf, diriwayatkan secara mutawatir, dan membacanya bernilai ibadah. Al-quran merupakan mukjizat terbesar Nabi Muhammad ﷺ (Shallallahu 'alaihi wa sallam) yang keasliannya terjaga hingga akhir zaman. Ia adalah petunjuk bagi orang-orang yang bertakwa, berisi hukum, kisah, akhlak, dan ilmu pengetahuan.
Sunah (السُنَّةُ) secara bahasa berarti jalan atau cara. Dalam istilah syariat, sunah adalah segala sesuatu yang bersumber dari Nabi Muhammad ﷺ (Shallallahu 'alaihi wa sallam) baik berupa perkataan (qauliyah), perbuatan (fi'liyah), maupun ketetapan (taqririyah) yang menjadi penjelas atau pelengkap ajaran Al-quran. Sunah juga sering disebut hadis. Contoh sunah qauliyah adalah sabda Nabi ﷺ (Shallallahu 'alaihi wa sallam) 'Innamal a'malu binniyat' (Sesungguhnya setiap amalan tergantung niatnya), sedangkan sunah fi'liyah adalah tata cara salat yang dicontohkan beliau.
Al-quran adalah sumber hukum Islam yang pertama dan utama. Kedudukannya sangat tinggi karena ia adalah firman Allah SWT yang mutlak kebenarannya. Tidak ada keraguan di dalamnya (ذَلِكَ الْكِتَابُ لَا رَيْبَ فِيهِ هُدًى لِلْمُتَّقِينَ - Dzaalikal kitaabu laa raiba fiihi hudallil muttaqin: Kitab (Al-Qur'an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa). Al-quran menjelaskan tentang akidah, syariat, akhlak, dan pedoman kehidupan secara menyeluruh, mencakup hubungan manusia dengan Allah, sesama manusia, dan alam semesta.
Sunah adalah sumber hukum Islam yang kedua setelah Al-quran. Kedudukannya berfungsi sebagai penjelas (bayan) terhadap ayat-ayat Al-quran yang bersifat umum, penguat hukum-hukum dalam Al-quran, dan terkadang menetapkan hukum yang tidak disebutkan secara eksplisit dalam Al-quran. Tanpa sunah, umat Islam akan kesulitan memahami dan mengamalkan ajaran Al-quran secara benar. Nabi ﷺ (Shallallahu 'alaihi wa sallam) bersabda: 'Aku tinggalkan dua perkara, kalian tidak akan tersesat selama berpegang teguh pada keduanya: Kitabullah (Al-quran) dan sunah Rasul-Nya'.
Al-quran dan sunah memiliki banyak fungsi vital bagi umat Islam. Keduanya berfungsi sebagai petunjuk dan pedoman hidup untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat. Sebagai sumber hukum, keduanya mengatur segala aspek kehidupan, mulai dari ibadah, muamalah (interaksi sosial), hingga akhlak. Keduanya juga menjadi pembeda antara yang hak dan batil, serta memberikan solusi atas berbagai permasalahan hidup. Dengan berpegang teguh pada keduanya, umat Islam akan terhindar dari kesesatan dan penyimpangan.
Menerapkan Al-quran dan sunah berarti menginternalisasi nilai-nilai yang terkandung di dalamnya dalam setiap aspek kehidupan. Contohnya, membaca Al-quran dan merenungkan maknanya, menunaikan salat sesuai tuntunan sunah, berakhlak mulia seperti jujur, amanah, dan santun, menjauhi perbuatan tercela seperti ghibah dan dusta, serta berbuat baik kepada sesama manusia dan lingkungan. Setiap tindakan dan keputusan hendaknya selalu merujuk pada tuntunan Al-quran dan sunah agar hidup menjadi lebih terarah dan berkah.
Rangkuman: Al-quran adalah kalamullah yang merupakan sumber hukum utama, sedangkan sunah adalah segala perkataan, perbuatan, dan ketetapan Nabi Muhammad ﷺ (Shallallahu 'alaihi wa sallam) sebagai penjelas Al-quran. Keduanya adalah pedoman hidup bagi umat Islam untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat, mengatur akidah, syariat, dan akhlak. Mengamalkan Al-quran dan sunah secara konsisten akan membentuk pribadi muslim yang beriman dan bertakwa.
Tujuan: Menganalisis dan menyajikan contoh penerapan Al-quran dan sunah dalam kasus nyata kehidupan remaja.
Alat & bahan: Kertas folio, alat tulis, gawai/laptop (opsional), akses internet (opsional)
| Al-quran | Kitab suci umat Islam, firman Allah SWT yang diturunkan kepada Nabi Muhammad ﷺ (Shallallahu 'alaihi wa sallam). |
| Sunah | Segala perkataan, perbuatan, dan ketetapan Nabi Muhammad ﷺ (Shallallahu 'alaihi wa sallam) yang menjadi sumber hukum kedua setelah Al-quran. |
| Hadis | Istilah lain untuk sunah, yaitu segala yang disandarkan kepada Nabi Muhammad ﷺ (Shallallahu 'alaihi wa sallam). |
| Mutawatir | Riwayat yang disampaikan oleh banyak perawi sehingga mustahil bersepakat untuk berdusta, menjamin keasliannya. |
| Mukjizat | Kejadian luar biasa yang diberikan Allah kepada para nabi sebagai bukti kenabian mereka. |
| Kalamullah | Firman Allah. |
| Syariat | Aturan atau hukum-hukum agama yang ditetapkan oleh Allah. |
Ya. Tiga modul ajar gratis tersedia bertahap dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Pendidikan Agama Islam kelas VII langsung tersusun atas nama Anda.
Ya. Modul mengikuti Kurikulum Merdeka dengan Pembelajaran Mendalam (Permendikdasmen 13/2025).
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh, ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.