Modul ajar Pendidikan Agama Islam SMP kelas VII materi Iman kepada Allah dan Asmaul Husna lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Kepka BKPDM No. 020 Tahun 2026. Unduh Word + PDF atas nama Anda.
Rumusan: Peserta didik memahami konsep Iman kepada Allah Swt. dan Asmaul Husna, serta mampu mengimplementasikannya dalam sikap sehari-hari sebagai wujud ketaatan dan keyakinan akan keesaan Allah Swt.
Acuan: Kepka BKPDM No. 020 Tahun 2026
Kompetensi awal: Peserta didik telah mengenal konsep dasar rukun iman dan beberapa nama-nama Allah Swt. (Asmaul Husna) secara umum.
Pemahaman bermakna: Memahami dan menginternalisasi makna Asmaul Husna akan memperkuat iman kepada Allah Swt., mendorong terbentuknya perilaku terpuji, dan menumbuhkan kesadaran akan keagungan pencipta.
Pertanyaan pemantik: Bagaimana kita bisa merasakan kehadiran Allah Swt. dalam setiap aspek kehidupan kita, dan apa kaitannya dengan nama-nama indah-Nya?
Tujuan: Menjelaskan pengertian iman kepada Allah Swt. dengan benar dan mengidentifikasi dalil-dalil naqli dan aqli tentang keberadaan Allah Swt. dengan tepat.
Kegiatan awal: Guru mengucapkan salam, mengajak berdoa, memeriksa kehadiran. Peserta didik diajak mengingat kembali rukun iman. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini dan mengajukan pertanyaan pemantik: 'Bagaimana kita tahu Allah itu ada, padahal tidak terlihat?'
Memahami: Peserta didik secara berkelompok mengeksplorasi sumber belajar (buku teks, artikel singkat) untuk menemukan pengertian iman kepada Allah dan mengidentifikasi dalil-dalil naqli (Al-Qur'an) serta dalil aqli (logika/fenomena alam) tentang keberadaan Allah Swt. Mereka mencari contoh nyata ciptaan Allah di sekitar mereka.
Mengaplikasi: Setiap kelompok membuat peta pikiran atau mind map yang berisi pengertian iman kepada Allah, dalil naqli (misal: QS. Al-Ikhlas ayat 1-4) beserta artinya, dan dalil aqli (misal: keteraturan alam semesta) yang mereka temukan. Mereka berdiskusi bagaimana dalil-dalil tersebut menguatkan keyakinan mereka.
Merefleksi: Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil diskusinya. Kelompok lain memberikan tanggapan dan pertanyaan. Guru memberikan penguatan dan meluruskan konsep yang kurang tepat, menegaskan bahwa iman bukan hanya di lisan tapi juga di hati dan perbuatan.
Penutup: Peserta didik bersama guru menyimpulkan materi tentang iman kepada Allah. Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif, mengingatkan pentingnya keyakinan yang kuat, dan memberikan tugas membaca materi Asmaul Husna untuk pertemuan berikutnya.
Tujuan: Menyebutkan dan menjelaskan 5 Asmaul Husna (Al-Alīm, Al-Khabīr, As-Samī', Al-Basīr, Al-Azīm) dengan benar serta menganalisis relevansi makna Asmaul Husna tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan awal: Guru membuka pelajaran dengan salam dan doa, kemudian mengulas singkat materi sebelumnya. Guru menampilkan beberapa gambar/video yang menunjukkan kejadian sehari-hari (misal: seseorang yang berbuat baik tanpa diketahui orang lain, atau keindahan alam). Guru bertanya: 'Menurut kalian, siapa yang selalu mengetahui segala perbuatan baik/buruk kita? Siapa yang menciptakan semua keindahan ini?'
Memahami: Peserta didik dibagi dalam kelompok. Setiap kelompok diberikan kartu berisi salah satu Asmaul Husna (Al-Alīm, Al-Khabīr, As-Samī', Al-Basīr, Al-Azīm). Mereka mencari makna dari Asmaul Husna tersebut dari berbagai sumber dan mendiskusikan contoh-contoh perilaku yang mencerminkan penghayatan Asmaul Husna tersebut dalam kehidupan sehari-hari (misal: Al-Alīm --> selalu merasa diawasi Allah sehingga jujur).
Mengaplikasi: Setiap kelompok membuat skenario singkat atau cerita pendek yang mengilustrasikan penerapan makna Asmaul Husna yang mereka dapatkan. Skenario tersebut harus menunjukkan bagaimana pemahaman Asmaul Husna mempengaruhi tindakan dan keputusan karakter dalam cerita.
Merefleksi: Kelompok-kelompok membagikan skenario atau cerita mereka. Peserta didik lain memberikan masukan mengenai relevansi cerita dengan makna Asmaul Husna. Guru memberikan umpan balik, mengklarifikasi makna, dan memperkaya contoh aplikasi Asmaul Husna dalam konteks yang lebih luas.
Penutup: Guru dan peserta didik menyimpulkan makna dan hikmah dari Asmaul Husna yang telah dipelajari. Guru memotivasi peserta didik untuk selalu mengingat Asmaul Husna dalam setiap tindakan, memberikan apresiasi, dan memberikan pengantar untuk proyek pembuatan poster digital di pertemuan selanjutnya.
Tujuan: Merancang dan membuat poster digital atau infografis tentang Asmaul Husna terpilih beserta contoh perilakunya dan mempresentasikan hasil karya poster digital atau infografis dengan percaya diri.
Kegiatan awal: Guru menyapa peserta didik, berdoa, dan mengecek kesiapan. Guru mengingatkan kembali materi Asmaul Husna dan tujuan proyek hari ini: membuat poster digital/infografis. Guru menampilkan contoh-contoh poster inspiratif dan bertanya: 'Bagaimana sebuah poster bisa menyampaikan pesan penting tentang Asmaul Husna dengan menarik?'
Memahami: Peserta didik dalam kelompok merancang konsep poster digital atau infografis mereka. Mereka memilih 2-3 Asmaul Husna dari yang telah dipelajari, merumuskan pesan utama, menentukan elemen visual, dan mencari ide untuk contoh perilaku yang relevan. Mereka menggunakan perangkat digital (laptop/tablet) dan aplikasi desain sederhana (Canva, Google Slides) untuk mulai membuat draf.
Mengaplikasi: Setiap kelompok secara kolaboratif membuat poster digital atau infografis berdasarkan rancangan yang telah dibuat. Mereka memastikan poster tersebut informatif, menarik secara visual, dan mencerminkan pemahaman mendalam tentang Asmaul Husna dan penerapannya. Guru berkeliling memberikan bimbingan dan fasilitasi jika ada kesulitan teknis atau konsep.
Merefleksi: Setiap kelompok mempresentasikan poster digital atau infografis mereka di depan kelas. Peserta didik lain memberikan apresiasi dan umpan balik konstruktif mengenai desain, konten, dan kejelasan pesan. Guru memberikan penilaian dan penguatan terhadap hasil karya serta cara presentasi.
Penutup: Guru memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas kreativitas dan kerja keras peserta didik dalam menyelesaikan proyek. Guru menyimpulkan seluruh rangkaian materi iman kepada Allah dan Asmaul Husna, menekankan pentingnya mengamalkan nilai-nilai tersebut. Pembelajaran ditutup dengan doa dan harapan agar ilmu yang didapat bermanfaat.
Proses (formatif): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok, kemampuan menganalisis, dan kolaborasi saat mengerjakan proyek poster.
Akhir (sumatif): Penilaian poster digital/infografis dan presentasi kelompok berdasarkan rubrik yang telah ditentukan.
| Tujuan | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|
| Menjelaskan pengertian iman kepada Allah Swt. dan dalil-dalilnya. | Pengertian iman dan dalil naqli/aqli. | 2 JP | keimanan dan ketakwaan |
| Menyebutkan dan menjelaskan 5 Asmaul Husna serta menganalisis relevansinya. | Makna Al-Alīm, Al-Khabīr, As-Samī', Al-Basīr, Al-Azīm dan penerapannya. | 2 JP | penalaran kritis, keimanan dan ketakwaan |
| Merancang, membuat, dan mempresentasikan poster digital/infografis Asmaul Husna. | Proyek poster Asmaul Husna dan presentasi. | 2 JP | kreativitas, komunikasi, kolaborasi |
Iman kepada Allah Swt. adalah pilar utama dalam agama Islam, menjadi landasan bagi setiap muslim. Keyakinan ini tidak hanya diucapkan, melainkan juga diwujudkan dalam setiap aspek kehidupan. Memahami nama-nama indah Allah, atau Asmaul Husna, adalah salah satu cara untuk memperkuat iman kita dan mendekatkan diri kepada-Nya, sehingga kita dapat meneladani sifat-sifat keagungan-Nya.
Iman kepada Allah Swt. berarti meyakini dengan sepenuh hati bahwa Allah itu ada, Dia adalah satu-satunya Tuhan yang wajib disembah, Dia Maha Pencipta, Maha Pengatur, Maha Pemberi Rezeki, dan Dia memiliki sifat-sifat kesempurnaan yang tidak ada bandingnya. Keyakinan ini harus diikrarkan dengan lisan dan dibuktikan dengan amal perbuatan. Tanpa iman, seseorang tidak akan bisa merasakan kedamaian sejati dan tujuan hidup yang hakiki. Iman menjadi fondasi bagi seluruh ajaran Islam dan membentuk karakter seorang muslim.
Keberadaan Allah Swt. dapat dibuktikan melalui dua jenis dalil, yaitu dalil naqli dan dalil aqli. Dalil naqli adalah bukti-bukti yang bersumber dari Al-Qur'an dan Hadis, seperti firman Allah dalam QS. Al-Ikhlas ayat 1-4 yang menegaskan keesaan-Nya: قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ (Katakanlah: Dialah Allah, Yang Maha Esa). Sementara itu, dalil aqli adalah bukti yang didasarkan pada akal pikiran dan pengamatan terhadap alam semesta. Keteraturan alam semesta, pergantian siang dan malam, serta keajaiban penciptaan manusia adalah bukti nyata akan adanya Pencipta yang Maha Kuasa dan Maha Bijaksana.
Asmaul Husna adalah nama-nama indah Allah Swt. yang menunjukkan sifat-sifat keagungan-Nya. Al-Alīm (الْعَلِيمُ) berarti Maha Mengetahui, Allah mengetahui segala sesuatu baik yang tampak maupun tersembunyi. Al-Khabīr (الْخَبِيرُ) berarti Maha Mengenal, Allah mengetahui detail segala perkara. As-Samī' (السَّمِيعُ) berarti Maha Mendengar, Allah mendengar setiap ucapan dan doa. Al-Basīr (الْبَصِيرُ) berarti Maha Melihat, Allah melihat segala sesuatu yang terjadi di alam semesta. Memahami nama-nama ini menumbuhkan kesadaran bahwa kita selalu dalam pengawasan-Nya.
Al-Azīm (الْعَظِيمُ) berarti Maha Agung. Allah Swt. adalah Dzat yang memiliki keagungan, kebesaran, dan kemuliaan yang tiada tara. Kekuasaan-Nya tidak terbatas, dan tidak ada satu pun makhluk yang dapat menandingi keagungan-Nya. Relevansi Asmaul Husna ini dalam kehidupan sehari-hari sangat besar. Dengan meyakini Al-Alīm dan Al-Khabīr, kita akan selalu jujur dan berhati-hati dalam bertindak. Dengan As-Samī' dan Al-Basīr, kita akan termotivasi untuk selalu berkata dan berbuat baik. Keyakinan akan Al-Azīm menumbuhkan rasa rendah hati dan tawakal kepada-Nya.
Penghayatan Asmaul Husna harus tercermin dalam perilaku sehari-hari. Contohnya, meyakini Al-Alīm dan Al-Khabīr mendorong kita untuk selalu belajar, mencari ilmu, dan jujur dalam ujian karena Allah mengetahui segalanya. Keyakinan pada As-Samī' dan Al-Basīr membuat kita menjaga lisan dari perkataan buruk dan pandangan dari hal-hal yang dilarang. Sedangkan keyakinan pada Al-Azīm menumbuhkan sifat tawadhu (rendah hati), tidak sombong, dan selalu bersyukur atas nikmat Allah yang tak terhingga. Dengan demikian, Asmaul Husna menjadi panduan moral dan etika bagi seorang muslim.
Rangkuman: Iman kepada Allah adalah keyakinan hati, lisan, dan perbuatan terhadap keberadaan dan keesaan-Nya, didukung dalil naqli dan aqli. Asmaul Husna seperti Al-Alīm (Maha Mengetahui), Al-Khabīr (Maha Mengenal), As-Samī' (Maha Mendengar), Al-Basīr (Maha Melihat), dan Al-Azīm (Maha Agung) adalah nama-nama indah Allah yang memperkuat iman. Memahami dan mengamalkan Asmaul Husna akan membentuk karakter terpuji dan mendekatkan diri kepada Allah Swt.
Tujuan: Menganalisis makna Asmaul Husna dan mengidentifikasi contoh perilakunya dalam kehidupan sehari-hari.
Alat & bahan: Kertas HVS/folio, alat tulis, buku Pendidikan Agama Islam kelas VII, akses internet (opsional)
| Iman | Keyakinan hati, lisan, dan perbuatan kepada Allah Swt. |
| Asmaul Husna | Nama-nama indah Allah Swt. yang menunjukkan sifat-sifat-Nya. |
| Dalil Naqli | Bukti kebenaran yang bersumber dari Al-Qur'an dan Hadis. |
| Dalil Aqli | Bukti kebenaran yang bersumber dari akal pikiran dan pengamatan. |
| Al-Alīm | Salah satu Asmaul Husna, artinya Maha Mengetahui. |
| Al-Khabīr | Salah satu Asmaul Husna, artinya Maha Mengenal. |
| As-Samī' | Salah satu Asmaul Husna, artinya Maha Mendengar. |
| Al-Basīr | Salah satu Asmaul Husna, artinya Maha Melihat. |
| Al-Azīm | Salah satu Asmaul Husna, artinya Maha Agung. |
Ya. Tiga modul ajar gratis tersedia bertahap dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Pendidikan Agama Islam kelas VII langsung tersusun atas nama Anda.
Ya. Modul mengikuti Kepka BKPDM No. 020 Tahun 2026.
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh, ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.