tuntas.orgBuat Modul Ajar →
BerandaModul Ajar SMPPendidikan Agama Islam › Sejarah Nabi Periode Makkah
SMP · Kelas VII · Fase D

Modul Ajar Pendidikan Agama Islam Kelas VII
Sejarah Nabi Periode Makkah

Modul ajar Pendidikan Agama Islam SMP kelas VII materi Sejarah Nabi Periode Makkah lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Kepka BKPDM No. 020 Tahun 2026. Unduh Word + PDF atas nama Anda.

Sampul modul ajar Pendidikan Agama Islam kelas VII materi Sejarah Nabi Periode Makkah
Ringkasan: Periode Makkah adalah fase awal dakwah Nabi Muhammad SAW yang penuh perjuangan, dimulai dari dakwah sembunyi-sembunyi hingga terang-terangan. Berbagai tantangan seperti penolakan, ejekan, hingga penyiksaan dihadapi dengan kesabaran dan keteguhan iman. Peristiwa penting seperti hijrah ke Habasyah, Tahun Kesedihan, dan Isra' Mi'raj menjadi pelajaran berharga tentang kekuatan iman, strategi dakwah, dan pertolongan Allah SWT di tengah kesulitan.
Model: Project-Based Learning (PjBL) + PraktikDimensi: keimanan dan ketakwaan, penalaran kritis, kolaborasiWord + PDF
Buat & Unduh Modul Ini — GRATISPendidikan Agama Islam · Sejarah Nabi Periode Makkah · atas nama Anda

1 Capaian Pembelajaran

Rumusan: Peserta didik menganalisis peristiwa-peristiwa penting dalam sejarah peradaban Islam dan mengambil ibrah (pelajaran) untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Acuan: Kepka BKPDM No. 020 Tahun 2026

Kompetensi awal: Peserta didik memahami konsep dasar kenabian dan risalah sebagai utusan Allah SWT.

Pemahaman bermakna: Memahami sejarah Nabi Muhammad SAW periode Makkah membantu peserta didik meneladani kesabaran, keteguhan iman, dan strategi dakwah dalam menghadapi berbagai tantangan hidup.

Pertanyaan pemantik: Bagaimana kisah perjuangan Nabi Muhammad SAW di Makkah dapat menginspirasi kita untuk tetap teguh dalam kebaikan di tengah kesulitan?

2 Tujuan Pembelajaran

3 Kegiatan Pembelajaran (3 Pertemuan)

Pertemuan 1 — Discovery Learning

Tujuan: Menganalisis kondisi sosial, ekonomi, dan keagamaan masyarakat Makkah sebelum Islam dengan cermat dan mengidentifikasi fase-fase dakwah Nabi Muhammad SAW di Makkah secara sembunyi-sembunyi dan terang-terangan dengan tepat.

Kegiatan awal: Guru mengucapkan salam, memimpin doa, mengecek kehadiran, melakukan apersepsi dengan menanyakan 'Apa yang kalian ketahui tentang kota Makkah?' dan menyampaikan tujuan pembelajaran serta pertanyaan pemantik untuk menumbuhkan kesadaran belajar.

Memahami: Peserta didik mengeksplorasi informasi dari berbagai sumber (buku, video, artikel) mengenai kondisi masyarakat Makkah sebelum Islam dan awal mula dakwah Nabi Muhammad SAW, kemudian mengidentifikasi fase-fase dakwah secara individu.

Mengaplikasi: Peserta didik dalam kelompok kecil mendiskusikan temuan mereka tentang kondisi Makkah dan fase dakwah, lalu membuat daftar poin-poin penting untuk dipresentasikan.

Merefleksi: Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusinya, kelompok lain memberikan tanggapan dan pertanyaan, kemudian guru memberikan penguatan dan meluruskan konsep yang kurang tepat.

Penutup: Guru dan peserta didik menyimpulkan materi bersama, melakukan refleksi singkat tentang pembelajaran hari ini, memberikan apresiasi atas partisipasi aktif, dan menyampaikan rencana tindak lanjut untuk pertemuan berikutnya.

Pertemuan 2 — Problem-Based Learning

Tujuan: Menganalisis tantangan dan rintangan yang dihadapi Nabi Muhammad SAW dan para sahabat di Makkah dengan kritis serta meneladani sikap sabar, teguh, dan bijaksana Nabi Muhammad SAW dalam menghadapi tekanan dan penolakan di Makkah.

Kegiatan awal: Guru mengucapkan salam, memimpin doa, mengecek kehadiran, mengulang sedikit materi sebelumnya dan menghubungkannya dengan tantangan dakwah, serta menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini.

Memahami: Peserta didik secara individu membaca studi kasus atau narasi singkat tentang berbagai tantangan dakwah di Makkah (misalnya boikot, siksaan, penolakan) dan mengidentifikasi masalah utama yang dihadapi Nabi Muhammad SAW.

Mengaplikasi: Dalam kelompok, peserta didik menganalisis studi kasus tersebut, mencari solusi atau strategi yang diterapkan Nabi, dan mendiskusikan bagaimana sikap sabar dan bijaksana beliau dapat diteladani dalam kehidupan sehari-hari.

Merefleksi: Setiap kelompok memaparkan hasil analisis dan teladan yang dapat diambil, kelompok lain memberikan masukan. Guru memberikan umpan balik konstruktif dan menguatkan nilai-nilai kesabaran serta keteguhan iman.

Penutup: Guru dan peserta didik merangkum pelajaran penting dari kisah keteguhan Nabi, melakukan refleksi 'Apa hikmah terbesar yang saya dapat hari ini?', memberikan motivasi, dan menyampaikan tugas persiapan untuk proyek di pertemuan selanjutnya.

Pertemuan 3 — Project-Based Learning

Tujuan: Membuat peta konsep atau infografis tentang peristiwa penting periode Makkah dengan kreatif dan informatif serta mempresentasikan hasil analisis dan peta konsep tentang Sejarah Nabi Periode Makkah dengan percaya diri.

Kegiatan awal: Guru mengucapkan salam, memimpin doa, mengecek kehadiran, mengingatkan kembali materi sebelumnya dan mengaitkannya dengan proyek yang akan dibuat, serta menyampaikan tujuan pembelajaran dan aktivitas proyek hari ini.

Memahami: Peserta didik secara mandiri meninjau kembali semua materi yang telah dipelajari tentang Sejarah Nabi Periode Makkah untuk merencanakan pembuatan peta konsep atau infografis.

Mengaplikasi: Peserta didik secara berkelompok membuat peta konsep atau infografis secara kreatif dan informatif yang merangkum peristiwa penting, tantangan, dan hikmah dari periode Makkah, menggunakan berbagai alat dan bahan yang tersedia.

Merefleksi: Setiap kelompok mempresentasikan proyek peta konsep/infografisnya di depan kelas, menjelaskan isi dan makna yang terkandung. Kelompok lain memberikan apresiasi dan pertanyaan. Guru memberikan penilaian dan umpan balik terhadap proyek dan presentasi.

Penutup: Guru dan peserta didik bersama-sama merefleksikan seluruh rangkaian pembelajaran, mengapresiasi karya-karya yang telah dihasilkan, memberikan motivasi untuk terus meneladani Nabi Muhammad SAW, serta menutup dengan doa dan salam penutup yang penuh semangat.

4 Asesmen

Proses (formatif): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok dan presentasi, serta kelengkapan dan kreativitas LKPD.

Akhir (sumatif): Penilaian proyek peta konsep/infografis dan presentasi kelompok, serta tes tertulis pilihan ganda dan esai.

5 Alur Tujuan Pembelajaran

TujuanMateriAlokasiDimensi
Menganalisis kondisi sosial, ekonomi, dan keagamaan masyarakat Makkah sebelum Islam.Kondisi masyarakat Makkah pra-Islam.2 JPPenalaran Kritis
Mengidentifikasi fase-fase dakwah Nabi Muhammad SAW di Makkah.Fase dakwah sembunyi-sembunyi dan terang-terangan.2 JPKeimanan dan Ketakwaan
Menganalisis tantangan dakwah dan meneladani sikap Nabi Muhammad SAW.Tantangan dakwah dan keteladanan Nabi.2 JPKolaborasi

6 Bahan Ajar & Ringkasan Materi

Sejarah Nabi Muhammad SAW periode Makkah adalah fase awal perjuangan dakwah Islam yang penuh dengan ujian dan keteguhan. Kisah ini mengajarkan kita tentang kesabaran, keimanan yang kokoh, dan strategi bijak dalam menyebarkan kebenaran di tengah penolakan. Mempelajari periode ini akan membuka wawasan kita tentang fondasi Islam dan inspirasi untuk menghadapi tantangan hidup.

Kondisi Masyarakat Makkah Pra-Islam

Sebelum kedatangan Islam, masyarakat Makkah dikenal dengan sebutan zaman Jahiliyah. Mereka menyembah berhala, melakukan praktik riba, perbudakan, dan kebiasaan buruk lainnya. Namun, mereka juga memiliki nilai-nilai positif seperti keberanian, kesetiaan, dan kemuliaan dalam menjaga kehormatan kabilah. Kota Makkah sendiri merupakan pusat perdagangan dan keagamaan dengan adanya Ka'bah yang menjadi tujuan ziarah.

Kelahiran dan Kenabian Muhammad SAW

Nabi Muhammad SAW lahir di Makkah pada tahun Gajah (sekitar 570 M). Sejak kecil beliau dikenal sebagai Al-Amin (yang terpercaya). Pada usia 40 tahun, beliau menerima wahyu pertama di Gua Hira, yaitu surat Al-Alaq ayat 1-5, yang menandai pengangkatan beliau sebagai nabi dan rasul terakhir, membawa risalah tauhid untuk seluruh alam semesta. Wahyu ini menjadi titik balik penting dalam sejarah kemanusiaan.

Dakwah Sembunyi-sembunyi (Sirriyah)

Setelah menerima wahyu, Nabi Muhammad SAW memulai dakwah secara sembunyi-sembunyi selama kurang lebih tiga tahun. Beliau menyampaikan ajaran Islam kepada orang-orang terdekat dan terpercaya. Tokoh-tokoh awal yang memeluk Islam (Assabiqunal Awwalun) antara lain Khadijah, Ali bin Abi Thalib, Zaid bin Haritsah, dan Abu Bakar Ash-Shiddiq. Pada fase ini, Nabi membangun fondasi keimanan yang kuat pada para sahabatnya.

Dakwah Terang-terangan (Jahr)

Setelah turunnya firman Allah SWT dalam surat Al-Hijr ayat 94, 'Maka sampaikanlah secara terang-terangan segala apa yang diperintahkan (kepadamu) dan berpalinglah dari orang-orang musyrik.', Nabi Muhammad SAW memulai dakwah secara terang-terangan. Beliau mengumpulkan kaumnya di Bukit Safa untuk menyeru mereka kepada tauhid. Fase ini menandai dimulainya penolakan dan perlawanan keras dari kaum Quraisy Makkah.

Tantangan dan Rintangan Dakwah

Dakwah terang-terangan Nabi Muhammad SAW menghadapi berbagai tantangan, seperti ejekan, fitnah, intimidasi, penyiksaan terhadap para sahabat, hingga pemboikotan ekonomi dan sosial terhadap Bani Hasyim. Contoh sahabat yang disiksa adalah Bilal bin Rabah. Namun, Nabi dan para sahabat tetap teguh dan sabar dalam menghadapi segala cobaan, menunjukkan kekuatan iman mereka.

Hijrah ke Habasyah (Ethiopia)

Akibat siksaan dan tekanan yang semakin berat, Nabi Muhammad SAW memerintahkan sebagian sahabat untuk hijrah ke Habasyah (Ethiopia) yang dipimpin oleh Raja Najasyi, seorang raja yang adil dan beragama Nasrani. Hijrah ini dilakukan dua kali. Ini menunjukkan strategi Nabi untuk melindungi umatnya dan mencari tempat yang aman untuk berdakwah serta menunjukkan toleransi dalam Islam.

Tahun Kesedihan (Amul Huzni)

Pada tahun ke-10 kenabian, Nabi Muhammad SAW mengalami dua kehilangan besar secara berurutan: wafatnya istri tercinta, Khadijah, dan paman beliau, Abu Thalib, yang selama ini menjadi pelindung utama beliau dari gangguan kaum Quraisy. Tahun ini disebut 'Tahun Kesedihan' (عَامُ الْحُزْنِ, 'Amul Huzni) karena beratnya cobaan yang menimpa Nabi secara pribadi dan dakwahnya.

Peristiwa Isra' Mi'raj

Sebagai penghibur hati Nabi setelah Tahun Kesedihan, Allah SWT memperjalankan beliau dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa (Isra') dan dinaikkan ke langit sampai Sidratul Muntaha (Mi'raj). Dalam peristiwa ini, Nabi menerima perintah salat lima waktu secara langsung. Isra' Mi'raj (الإسراء والمعراج) merupakan mukjizat besar yang menguatkan hati Nabi dan menjadi salah satu rukun Islam.

Rangkuman: Periode Makkah adalah fase awal dakwah Nabi Muhammad SAW yang penuh perjuangan, dimulai dari dakwah sembunyi-sembunyi hingga terang-terangan. Berbagai tantangan seperti penolakan, ejekan, hingga penyiksaan dihadapi dengan kesabaran dan keteguhan iman. Peristiwa penting seperti hijrah ke Habasyah, Tahun Kesedihan, dan Isra' Mi'raj menjadi pelajaran berharga tentang kekuatan iman, strategi dakwah, dan pertolongan Allah SWT di tengah kesulitan.

7 LKPD — Lembar Kerja Peserta Didik

Tujuan: Menganalisis peristiwa penting dan hikmah dari Sejarah Nabi Periode Makkah.

Alat & bahan: Kertas karton, spidol warna, pensil, penggaris, gunting, lem, sumber belajar (buku/internet)

  1. Bentuk kelompok yang terdiri dari 3-4 orang.
  2. Baca dan pahami materi Sejarah Nabi Periode Makkah dari berbagai sumber.
  3. Identifikasi minimal 5 peristiwa penting, tantangan, dan hikmah yang dapat diambil.
  4. Buatlah peta konsep atau infografis pada kertas karton yang menarik dan informatif.
  5. Siapkan presentasi singkat tentang hasil karya kelompok Anda.

8 Glosarium

JahiliyahMasa kebodohan atau kegelapan sebelum datangnya Islam.
TauhidKonsep keesaan Allah SWT, mengesakan-Nya dalam ibadah dan keyakinan.
Al-AminJulukan untuk Nabi Muhammad SAW yang berarti 'yang terpercaya'.
Assabiqunal AwwalunOrang-orang yang pertama kali masuk Islam.
HijrahBerpindah dari suatu tempat ke tempat lain, dalam konteks ini dari Makkah ke Habasyah atau Madinah.
Isra' Mi'rajPerjalanan malam Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Yerusalem dan naik ke langit.

9 Materi Pendidikan Agama Islam Terkait

Al-quran dan sunah sebagai Pedoman HidupPendidikan Agama Islam Kelas VII SMP
Pelajari Al-quran dan sunah sebagai Pedoman Hidup →
Ayat Al-Qur’an dan Hadis tentang keimanan QS. al-Baqarah/1: 285Pendidikan Agama Islam Kelas VII SMP
Pelajari Ayat Al-Qur’an dan Hadis tentang keimanan QS. al-Baqarah/1: 285 →
Iman kepada Allah dan Asmaul HusnaPendidikan Agama Islam Kelas VII SMP
Pelajari Iman kepada Allah dan Asmaul Husna →
Membaca Q.S.Al-Baqarah/2:285 Sesuai Kaidah Ilmu Tajwid,Khususnya Hukum Bacaan Alif Lam SyaPendidikan Agama Islam Kelas VII SMP
Pelajari Membaca Q.S.Al-Baqarah/2:285 Sesuai Kaidah Ilmu Tajwid,Khususnya Hukum Bacaan Alif Lam Sya →
Mendiskripsikan contoh-contoh penerapan iman kepada allah swt melalui asmaulhusnaPendidikan Agama Islam Kelas VII SMP
Pelajari Mendiskripsikan contoh-contoh penerapan iman kepada allah swt melalui asmaulhusna →
Menghafal Q.S.Al-Baqarah/2:285 Sesuai Kaidah TajwidPendidikan Agama Islam Kelas VII SMP
Pelajari Menghafal Q.S.Al-Baqarah/2:285 Sesuai Kaidah Tajwid →

10 Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah modul ajar Pendidikan Agama Islam Sejarah Nabi Periode Makkah ini gratis?

Ya. Tiga modul ajar gratis tersedia bertahap dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.

Berapa lama modul ini tersusun?

Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Pendidikan Agama Islam kelas VII langsung tersusun atas nama Anda.

Apakah sesuai kurikulum terbaru?

Ya. Modul mengikuti Kepka BKPDM No. 020 Tahun 2026.

Bisakah hasilnya diedit?

Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh, ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.

Buat Modul Ajar Lain — GRATISIsi nama & materi, selesai ±1 menit

tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.