Modul ajar Pendidikan Agama Islam SMP kelas VII materi Shalat Berjamaah lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Kurikulum Merdeka 2025/2026. Unduh Word + PDF atas nama Anda.
Kompetensi awal: Peserta didik telah memahami tata cara shalat fardhu secara munfarid (sendiri).
Pemahaman bermakna: Shalat berjamaah bukan hanya sekadar ibadah ritual, tetapi juga mengandung nilai-nilai kebersamaan, disiplin, dan kepemimpinan yang dapat diaplikasikan dalam kehidupan sosial. Dengan memahami dan mempraktikkannya, peserta didik akan merasakan manfaat spiritual dan sosial yang besar.
Pertanyaan pemantik: Mengapa Allah SWT memerintahkan kita untuk shalat berjamaah, padahal kita bisa shalat sendiri?
Tujuan: Mengidentifikasi pengertian, hukum, dan dalil shalat berjamaah dengan benar serta menjelaskan syarat sah dan sunah-sunah shalat berjamaah dengan tepat.
Kegiatan awal: Guru mengucapkan salam, meminta salah satu peserta didik memimpin doa, memeriksa kehadiran, melakukan apersepsi dengan menanyakan pengalaman shalat di masjid, menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu memahami dasar-dasar shalat berjamaah, dan melontarkan pertanyaan pemantik.
Memahami: Peserta didik dibagi dalam kelompok kecil untuk mencari informasi dari berbagai sumber (buku teks, internet) tentang pengertian, hukum, dalil (misal: QS. An-Nisa: 102), syarat sah, dan sunah-sunah shalat berjamaah. Mereka mencatat poin-poin penting dan berdiskusi untuk memahami konsep-konsep tersebut.
Mengaplikasi: Setiap kelompok membuat peta konsep atau infografis sederhana yang merangkum hasil penemuan mereka tentang dasar-dasar shalat berjamaah. Mereka saling berbagi informasi dalam kelompok untuk memastikan semua anggota memahami materi.
Merefleksi: Perwakilan kelompok mempresentasikan peta konsep/infografis mereka di depan kelas. Guru memberikan umpan balik, mengklarifikasi miskonsepsi, dan memberikan penguatan materi tentang pentingnya shalat berjamaah dan keutamaannya. Diskusi interaktif dilakukan untuk memperdalam pemahaman.
Penutup: Guru dan peserta didik menyimpulkan materi bersama, guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif, mengingatkan untuk membaca materi selanjutnya, dan menutup dengan doa serta salam. Suasana kelas penuh semangat dan rasa ingin tahu.
Tujuan: Menganalisis tata cara shalat berjamaah, termasuk posisi imam dan makmum, serta makmum masbuq, dan mempraktikkan shalat berjamaah dengan tertib dan khusyuk.
Kegiatan awal: Guru mengucapkan salam, memimpin doa, memeriksa kehadiran, mengulas singkat materi sebelumnya, menyampaikan tujuan pembelajaran yaitu memahami tata cara shalat berjamaah dan mempraktikkannya, serta menyajikan studi kasus tentang kesulitan dalam shalat berjamaah (misal: makmum masbuq).
Memahami: Peserta didik menganalisis studi kasus yang diberikan, mengidentifikasi masalah-masalah terkait tata cara shalat berjamaah (posisi imam-makmum, cara bergabung bagi makmum masbuq), dan merumuskan pertanyaan-pertanyaan untuk dicari solusinya. Mereka mencari solusi dari buku dan sumber lain.
Mengaplikasi: Setiap kelompok merancang skenario praktik shalat berjamaah, termasuk penentuan imam dan makmum, pengaturan shaf, serta simulasi kasus makmum masbuq. Mereka berlatih mempraktikkan shalat berjamaah secara bergantian dalam kelompok dengan bimbingan guru.
Merefleksi: Beberapa kelompok secara sukarela mempraktikkan simulasi shalat berjamaah di depan kelas. Kelompok lain memberikan masukan dan saran konstruktif. Guru memberikan koreksi dan penguatan terhadap tata cara yang benar, menjelaskan adab-adab dalam berjamaah, dan mengoreksi kesalahan umum.
Penutup: Guru dan peserta didik menyimpulkan pembelajaran tentang tata cara shalat berjamaah, guru memberikan apresiasi atas keberanian dan usaha praktik, memberikan tugas untuk mempersiapkan presentasi simulasi di pertemuan berikutnya, dan menutup dengan doa serta salam. Peserta didik merasa lebih percaya diri dalam praktik.
Tujuan: Menyajikan simulasi shalat berjamaah di depan kelas dengan percaya diri dan menyimpulkan hikmah serta manfaat shalat berjamaah dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan awal: Guru mengucapkan salam, memimpin doa, memeriksa kehadiran, mengingatkan kembali tujuan pembelajaran yaitu menyajikan simulasi shalat berjamaah dan memahami hikmahnya, serta memotivasi peserta didik untuk menampilkan yang terbaik.
Memahami: Peserta didik dalam kelompoknya melakukan persiapan akhir untuk proyek simulasi shalat berjamaah. Mereka memastikan semua anggota memahami peran masing-masing, menghafal niat, dan menyusun narasi untuk menjelaskan hikmah yang terkandung dalam setiap gerakan shalat berjamaah.
Mengaplikasi: Setiap kelompok secara bergiliran menyajikan proyek simulasi shalat berjamaah di depan kelas. Mereka tidak hanya mempraktikkan gerakan, tetapi juga menjelaskan secara lisan makna dan hikmah dari shalat berjamaah yang mereka tampilkan, serta menjawab pertanyaan dari teman atau guru.
Merefleksi: Setelah setiap presentasi, guru dan peserta didik memberikan umpan balik positif dan konstruktif. Guru menguatkan pemahaman tentang hikmah shalat berjamaah (persatuan, disiplin, kepemimpinan), mengaitkannya dengan kehidupan sehari-hari, dan memberikan apresiasi tinggi atas kreativitas dan kerja keras semua kelompok.
Penutup: Guru dan peserta didik menyimpulkan seluruh materi shalat berjamaah, guru memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh peserta didik atas partisipasi dan hasil karyanya, memberikan motivasi untuk senantiasa melaksanakan shalat berjamaah, dan menutup dengan doa serta salam. Peserta didik pulang dengan perasaan gembira dan termotivasi.
Proses (formatif): Observasi kinerja kelompok saat diskusi dan praktik simulasi shalat berjamaah, serta penilaian keaktifan dan kolaborasi.
Akhir (sumatif): Penilaian proyek simulasi shalat berjamaah dan tes tertulis untuk mengukur pemahaman konsep dan hikmah.
| Tujuan | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|
| Mengidentifikasi pengertian, hukum, dan dalil shalat berjamaah. | Pengertian, hukum, dan dalil shalat berjamaah. | 2 JP | keimanan dan ketakwaan |
| Menjelaskan syarat sah dan sunah-sunah shalat berjamaah. | Syarat sah dan sunah shalat berjamaah. | 2 JP | penalaran kritis |
| Menganalisis tata cara shalat berjamaah dan mempraktikkannya. | Tata cara shalat berjamaah, posisi imam-makmum, makmum masbuq, praktik. | 2 JP | kolaborasi, kemandirian |
Shalat berjamaah merupakan salah satu ibadah yang memiliki keutamaan besar dalam Islam. Selain sebagai wujud ketaatan kepada Allah SWT, shalat berjamaah juga menumbuhkan rasa persatuan, disiplin, dan solidaritas antarumat Islam. Modul ini akan membimbing Anda untuk memahami dan mengamalkan shalat berjamaah dengan benar dan khusyuk.
Shalat berjamaah secara bahasa berarti berkumpul atau bersama-sama. Dalam istilah syariat, shalat berjamaah adalah shalat yang dikerjakan oleh dua orang atau lebih secara bersama-sama, dengan salah seorang bertindak sebagai imam (pemimpin) dan yang lain sebagai makmum (pengikut). Shalat ini sangat dianjurkan oleh Rasulullah SAW karena keutamaannya yang berlipat ganda dibandingkan shalat sendiri (munfarid).
Hukum shalat berjamaah adalah sunah muakkadah, yaitu sunah yang sangat dianjurkan. Beberapa ulama bahkan berpendapat hukumnya fardhu kifayah atau fardhu 'ain bagi laki-laki. Dalil shalat berjamaah banyak disebutkan dalam Al-Qur'an dan Hadis. Salah satunya adalah firman Allah SWT dalam QS. An-Nisa ayat 102: وَإِذَا كُنتَ فِيهِمْ فَأَقَمْتَ لَهُمُ الصَّلَاةَ فَلْتَقُمْ طَائِفَةٌ مِّنْهُم مَّعَكَ (Wa idza kunta fihim fa aqamta lahumush shalaata faltaqum taa'ifatun minhum ma'aka) yang artinya, 'Dan apabila kamu berada di tengah-tengah mereka (sahabatmu) lalu kamu hendak mendirikan shalat bersama-sama mereka, maka hendaklah segolongan dari mereka berdiri (shalat) besertamu.'
Agar shalat berjamaah sah, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi. Pertama, ada imam dan makmum. Kedua, makmum berniat mengikuti imam. Ketiga, shalat imam dan makmum harus sama jenisnya, misalnya sama-sama shalat Subuh. Keempat, makmum mengetahui gerakan shalat imam. Kelima, tidak ada penghalang antara imam dan makmum yang menghalangi makmum mengikuti gerakan imam, misalnya dinding tebal atau jarak yang terlalu jauh. Keenam, makmum tidak mendahului gerakan imam.
Selain syarat sah, ada beberapa sunah yang dianjurkan dalam shalat berjamaah untuk menyempurnakan ibadah. Di antaranya adalah meluruskan dan merapatkan shaf (barisan), imam mengeraskan bacaan pada shalat Jahriyah (Magrib, Isya, Subuh), makmum membaca 'aamiin' bersamaan dengan imam, imam menunggu makmum di belakangnya sebelum rukuk, dan makmum masbuq (yang terlambat) segera mengikuti gerakan imam.
Tata cara shalat berjamaah pada dasarnya sama dengan shalat munfarid, namun dengan beberapa penyesuaian. Imam berdiri di depan, sedangkan makmum berdiri di belakangnya. Jika makmum hanya satu orang laki-laki, ia berdiri di sebelah kanan imam sejajar dengan tumit imam. Jika makmum perempuan, ia berdiri di belakang imam. Jika makmum banyak, mereka membuat shaf (barisan) di belakang imam. Makmum harus mengikuti semua gerakan imam, tidak boleh mendahului maupun terlambat terlalu jauh.
Makmum masbuq adalah makmum yang terlambat datang dan tidak sempat mengikuti takbiratul ihram imam atau tidak sempat rukuk bersama imam pada rakaat tersebut. Jika makmum masbuq datang saat imam sedang rukuk, ia bertakbiratul ihram lalu langsung ikut rukuk, dan rakaat tersebut dihitung. Jika ia datang setelah imam bangkit dari rukuk, maka rakaat tersebut tidak dihitung baginya. Setelah imam salam, makmum masbuq harus menyempurnakan rakaat yang tertinggal.
Shalat berjamaah memiliki banyak hikmah dan manfaat. Secara sosial, ia menumbuhkan rasa persatuan dan kebersamaan antarumat Islam, menghilangkan perbedaan status, dan melatih kedisiplinan serta kepemimpinan. Secara spiritual, pahalanya dilipatgandakan hingga 27 derajat, menumbuhkan rasa tawadhu (rendah hati), dan mempererat hubungan dengan Allah SWT. Ini juga menjadi sarana silaturahmi dan saling mengenal antar sesama muslim.
Rangkuman: Shalat berjamaah adalah shalat yang dilakukan bersama-sama oleh imam dan makmum dengan hukum sunah muakkadah. Ibadah ini memiliki syarat sah dan sunah-sunah tertentu, serta tata cara khusus termasuk bagi makmum masbuq. Selain pahala yang berlipat ganda, shalat berjamaah juga menumbuhkan nilai-nilai persatuan, disiplin, dan kepemimpinan yang sangat bermanfaat bagi kehidupan individu dan sosial umat Islam.
Tujuan: Menganalisis dan mempraktikkan tata cara shalat berjamaah serta memahami kasus makmum masbuq.
Alat & bahan: Kertas, alat tulis, sajadah, video tutorial shalat berjamaah
| Imam | Pemimpin shalat berjamaah |
| Makmum | Pengikut shalat berjamaah |
| Makmum masbuq | Makmum yang terlambat mengikuti shalat berjamaah |
| Shaf | Barisan dalam shalat berjamaah |
| Sunah Muakkadah | Sunah yang sangat dianjurkan |
| Takbiratul Ihram | Takbir pertama yang menandai dimulainya shalat |
Ya. Tiga modul ajar gratis tersedia bertahap dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Pendidikan Agama Islam kelas VII langsung tersusun atas nama Anda.
Ya. Modul mengikuti Kurikulum Merdeka dengan Pembelajaran Mendalam (Permendikdasmen 13/2025).
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh, ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.