Modul ajar Pendidikan Agama Islam SMP kelas VII materi Thaharah lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Kurikulum Merdeka 2025/2026. Unduh Word + PDF atas nama Anda.
Kompetensi awal: Peserta didik memahami pentingnya kebersihan dalam kehidupan sehari-hari.
Pemahaman bermakna: Thaharah bukan sekadar membersihkan diri secara fisik, tetapi juga wujud ketaatan kepada Allah SWT dan menjaga kesehatan diri serta lingkungan.
Pertanyaan pemantik: Mengapa dalam Islam, kebersihan itu sebagian dari iman?
Tujuan: Menjelaskan pengertian, macam-macam, dan hikmah thaharah dengan benar serta menganalisis perbedaan najis dan hadas.
Kegiatan awal: Guru mengucapkan salam, memimpin doa, mengecek kehadiran, dan menanyakan kondisi kebersihan kelas. Guru kemudian mengaitkan kebersihan kelas dengan pentingnya menjaga kebersihan diri dalam Islam, menyampaikan tujuan pembelajaran tentang thaharah, dan melontarkan pertanyaan pemantik: 'Mengapa kita harus selalu menjaga kebersihan, baik fisik maupun hati?'
Memahami: Peserta didik secara berkelompok mengeksplorasi sumber belajar (buku paket, video singkat) tentang pengertian thaharah, macam-macam thaharah, dan perbedaannya dengan najis dan hadas, serta menggali hikmah thaharah dalam kehidupan sehari-hari.
Mengaplikasi: Setiap kelompok berdiskusi untuk mengidentifikasi contoh-contoh najis dan hadas dalam kehidupan sehari-hari serta cara menyucikannya, kemudian mencatat hasil diskusinya dalam lembar kerja kelompok.
Merefleksi: Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil diskusinya, kelompok lain memberikan tanggapan dan pertanyaan. Guru memberikan penguatan dan meluruskan konsep yang kurang tepat, serta menekankan relevansi thaharah dengan kesehatan dan ibadah.
Penutup: Peserta didik bersama guru menyimpulkan materi tentang pengertian, macam-macam, dan hikmah thaharah. Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif, memberikan tugas mandiri untuk mengamati kebersihan di lingkungan rumah, dan menutup dengan doa serta pesan motivasi untuk selalu menjaga kebersihan.
Tujuan: Menganalisis perbedaan najis dan hadas serta cara menyucikannya sesuai syariat Islam dan mulai merencanakan proyek kebersihan.
Kegiatan awal: Guru mengucapkan salam, memimpin doa, mengecek kehadiran, dan mereview singkat materi pertemuan sebelumnya. Guru kemudian menampilkan studi kasus tentang situasi di mana seseorang harus bersuci (misalnya, terkena najis atau batal wudu) dan menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini.
Memahami: Peserta didik menganalisis studi kasus yang diberikan, mengidentifikasi jenis najis atau hadas yang terlibat, serta mencari tahu tata cara penyucian yang benar dari berbagai sumber, termasuk dalil-dalil syar'i yang relevan.
Mengaplikasi: Dalam kelompok, peserta didik merancang skenario praktik penyucian najis atau hadas yang berbeda-beda, kemudian mendiskusikan langkah-langkah konkret untuk proyek kebersihan di lingkungan sekolah.
Merefleksi: Setiap kelompok mempresentasikan skenario penyucian najis/hadas dan rencana awal proyek kebersihan. Guru memberikan umpan balik konstruktif, mengoreksi jika ada kesalahan dalam tata cara, dan memotivasi peserta didik untuk mengembangkan ide proyek yang kreatif dan berdampak.
Penutup: Peserta didik bersama guru menyimpulkan pentingnya memahami tata cara bersuci yang benar. Guru mengapresiasi ide-ide proyek, memberikan penugasan untuk menyempurnakan proposal proyek kebersihan, dan menutup dengan doa serta pesan agar senantiasa menjaga kesucian lahir dan batin.
Tujuan: Mempraktikkan tata cara bersuci (wudu dan tayamum) dengan runtut dan tepat serta menyajikan proyek kebersihan diri dan lingkungan sekolah.
Kegiatan awal: Guru mengucapkan salam, memimpin doa, mengecek kehadiran, dan mempersiapkan area praktik. Guru mengingatkan kembali pentingnya praktik langsung dalam memahami thaharah dan menyampaikan tujuan pembelajaran, yaitu mempraktikkan wudu/tayamum dan menyajikan proyek.
Memahami: Peserta didik mengamati demonstrasi tata cara wudu dan tayamum yang benar oleh guru atau video tutorial, kemudian secara mandiri atau berpasangan mencoba mempraktikkan langkah-langkahnya.
Mengaplikasi: Peserta didik secara bergantian mempraktikkan wudu dan tayamum di depan kelas atau dalam kelompok kecil dengan bimbingan guru. Setiap kelompok juga menyajikan proposal atau hasil awal dari proyek kebersihan diri dan lingkungan sekolah yang telah mereka rancang.
Merefleksi: Guru dan teman sebaya memberikan umpan balik terhadap praktik wudu/tayamum dan presentasi proyek. Guru memberikan penguatan tentang aspek-aspek yang sudah baik dan perbaikan yang diperlukan, serta mengapresiasi kreativitas dalam proyek kebersihan.
Penutup: Peserta didik dan guru melakukan refleksi bersama tentang pengalaman praktik dan proyek, menyimpulkan pelajaran yang didapat. Guru memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh peserta didik atas usaha dan partisipasinya, memberikan motivasi untuk terus menjaga kebersihan, dan menutup dengan doa serta harapan agar nilai-nilai thaharah terinternalisasi dalam kehidupan sehari-hari.
Proses (formatif): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok dan praktik wudu/tayamum, serta penilaian produk proyek kebersihan.
Akhir (sumatif): Tes tertulis untuk mengukur pemahaman konsep thaharah dan penilaian praktik wudu/tayamum serta presentasi proyek.
| Tujuan | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|
| Menjelaskan pengertian, macam-macam, dan hikmah thaharah | Pengertian, macam-macam, dan hikmah thaharah | 2 JP | keimanan dan ketakwaan, penalaran kritis |
| Menganalisis perbedaan najis dan hadas serta cara menyucikannya | Jenis-jenis najis dan hadas, cara menyucikannya | 2 JP | penalaran kritis, kemandirian |
| Mempraktikkan tata cara bersuci (wudu dan tayamum) | Praktik wudu dan tayamum | 2 JP | kemandirian, keimanan dan ketakwaan |
Thaharah adalah salah satu ajaran penting dalam Islam yang mengajarkan tentang kebersihan dan kesucian. Bukan hanya kebersihan fisik, melainkan juga kesucian hati. Dengan memahami dan mengamalkan thaharah, kita tidak hanya menjaga kesehatan, tetapi juga menunjukkan ketaatan kepada Allah SWT dan meningkatkan kualitas ibadah kita sehari-hari.
Thaharah secara bahasa berarti bersih atau suci. Sedangkan menurut istilah syariat Islam, thaharah adalah mensucikan diri dari hadas dan najis. Thaharah merupakan kunci sahnya beberapa ibadah seperti salat dan tawaf. Pentingnya thaharah ditekankan dalam banyak ayat Al-Qur'an dan hadis, seperti firman Allah SWT: 'Innallaha yuhibbut-tawwabin wa yuhibbul-mutatahhirin' — Sesungguhnya Allah menyukai orang yang bertobat dan menyukai orang yang menyucikan diri (Q.S. Al-Baqarah: 222).
Thaharah dapat dibagi menjadi dua, yaitu thaharah dari hadas dan thaharah dari najis. Thaharah dari hadas adalah menyucikan diri dari kondisi tidak suci yang menghalangi ibadah, seperti wudu dan mandi wajib. Thaharah dari najis adalah membersihkan benda atau tempat dari kotoran yang menurut syariat dianggap najis, seperti darah, kotoran hewan, atau air kencing. Keduanya memiliki tata cara dan ketentuan yang berbeda.
Hadas adalah keadaan tidak suci pada diri seorang muslim yang menyebabkan ia tidak boleh mengerjakan salat atau ibadah lain yang mensyaratkan suci. Hadas terbagi dua: hadas kecil dan hadas besar. Hadas kecil disebabkan oleh buang air kecil/besar, buang angin, atau tidur nyenyak. Hadas besar disebabkan oleh junub (setelah berhubungan suami istri atau mimpi basah), haid, atau nifas. Cara menyucikan hadas kecil adalah dengan wudu atau tayamum, sedangkan hadas besar dengan mandi wajib.
Najis adalah kotoran yang menjijikkan dan menghalangi sahnya ibadah. Najis terbagi menjadi tiga tingkatan: najis mukhaffafah (ringan), najis mutawassitah (sedang), dan najis mughallazhah (berat). Contoh najis mukhaffafah adalah air kencing bayi laki-laki yang belum makan apa-apa selain ASI. Najis mutawassitah contohnya darah, nanah, kotoran manusia/hewan. Najis mughallazhah contohnya air liur anjing dan babi. Setiap jenis najis memiliki cara penyucian yang berbeda.
Wudu adalah cara bersuci dari hadas kecil dengan menggunakan air suci lagi menyucikan. Rukun wudu meliputi niat, membasuh muka, membasuh kedua tangan sampai siku, mengusap sebagian kepala, membasuh kedua kaki sampai mata kaki, dan tertib (berurutan). Sunah-sunah wudu antara lain membasuh telapak tangan, berkumur, membersihkan hidung, mengusap seluruh kepala, dan mengusap telinga. Penting untuk memastikan seluruh anggota wudu terbasahi air secara merata.
Tayamum adalah cara bersuci pengganti wudu atau mandi wajib menggunakan debu yang suci, ketika tidak ada air atau tidak bisa menggunakan air karena sakit. Rukun tayamum meliputi niat, mengusap muka dengan debu, dan mengusap kedua tangan sampai siku dengan debu. Syarat tayamum antara lain telah masuk waktu salat, ada sebab yang membolehkan tayamum, dan menggunakan debu yang suci. Tayamum hanya berlaku untuk satu kali salat fardu.
Thaharah memiliki banyak hikmah, baik secara individu maupun sosial. Secara individu, thaharah menjaga kesehatan fisik dari berbagai penyakit dan membuat jiwa tenang karena merasa bersih. Secara spiritual, thaharah mendekatkan diri kepada Allah SWT dan meningkatkan kekhusyukan dalam beribadah. Secara sosial, thaharah menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat, serta menumbuhkan rasa nyaman dan saling menghargai antar sesama.
Rangkuman: Thaharah adalah kesucian dari hadas dan najis, yang merupakan syarat sahnya ibadah. Hadas terbagi hadas kecil (disucikan dengan wudu/tayamum) dan hadas besar (disucikan dengan mandi wajib). Najis terbagi mukhaffafah, mutawassitah, dan mughallazhah, masing-masing dengan cara penyucian berbeda. Thaharah tidak hanya soal fisik, tetapi juga spiritual, membawa banyak hikmah bagi kesehatan dan ketaatan.
Tujuan: Membantu peserta didik mengidentifikasi jenis najis dan hadas serta tata cara penyuciannya.
Alat & bahan: Lembar LKPD, alat tulis, buku paket PAI
| Thaharah | Bersuci dari hadas dan najis |
| Hadas | Keadaan tidak suci yang menghalangi ibadah |
| Najis | Kotoran yang menghalangi sahnya ibadah |
| Wudu | Bersuci dari hadas kecil dengan air |
| Tayamum | Bersuci pengganti wudu/mandi wajib dengan debu |
| Mukhaffafah | Najis ringan |
| Mutawassitah | Najis sedang |
| Mughallazhah | Najis berat |
Ya. Tiga modul ajar gratis tersedia bertahap dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Pendidikan Agama Islam kelas VII langsung tersusun atas nama Anda.
Ya. Modul mengikuti Kurikulum Merdeka dengan Pembelajaran Mendalam (Permendikdasmen 13/2025).
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh, ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.