tuntas.orgUnduh Modul Ini →
BerandaModul Ajar SMPPJOK › Kesehatan Reproduksi Remaja
SMP · Kelas IX · Fase D

Modul Ajar PJOK Kelas IX
Kesehatan Reproduksi Remaja

Modul ajar PJOK SMP kelas IX materi Kesehatan Reproduksi Remaja lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Keputusan Kepala BSKAP No. 046/H/KR/2025. Unduh Word + PDF atas nama Anda.

Sampul modul ajar PJOK kelas IX materi Kesehatan Reproduksi Remaja — siap cetak A412 lembar A43 pertemuan · siap cetakLKPDATPAsesmenBahan ajarGlosariumWord + PDF · atas nama AndaLihat isi lembarnya ↓
Ringkasan: Kesehatan reproduksi remaja mencakup pemahaman tentang perubahan pubertas, fungsi organ reproduksi, serta cara menjaga kebersihan diri. Penting juga untuk menyadari risiko pergaulan bebas dan Infeksi Menular Seksual (IMS), serta mengembangkan keterampilan komunikasi dan pengambilan keputusan yang bertanggung jawab. Memilih sumber informasi yang terpercaya adalah kunci untuk menjaga kesehatan reproduksi yang optimal dan menjalani masa remaja yang sehat.
📥 Unduh Modul Ini — GRATISWord + PDF ber-kop · atas nama Anda

Jenjang, mapel, kelas, semester, dan materinya sudah terbawa dari halaman ini. Tinggal identitas Anda: nama dan sekolah.

KURIKULUM MERDEKA
✦ DEEP LEARNING · PEMBELAJARAN MENDALAM ✦
MODUL AJAR
Kesehatan Reproduksi Remaja
PJOK · Kelas IX · Fase D
DISUSUN OLEHnama Andasekolah AndaTahun Pelajaran 2026/2027
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar PJOK · Tahun Pelajaran 2026/2027
MODUL AJAR
Kesehatan Reproduksi Remaja
PJOK · Fase D · Kelas IX · Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam
A.  IDENTITAS MODULCP: Kepka BSKAP 046/H/KR/2025
Penyusunnama Anda
Satuan Pendidikansekolah Anda
Mata PelajaranPJOK
Fase / KelasD / IX
Materi PokokKesehatan Reproduksi Remaja
Alokasi Waktu3 Pertemuan (6 JP: 2 JP × 40 menit = 80 menit per pertemuan)
Tahun Pelajaran2026/2027
Model PembelajaranProject-Based Learning (PjBL) + Praktik

✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.

B.  KOMPONEN INTI8 Dimensi Profil Lulusan

Kompetensi awal: Peserta didik memiliki pengetahuan dasar tentang organ tubuh manusia dan pentingnya menjaga kebersihan diri.

Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan: kesehatan, penalaran kritis, kolaborasi.

Capaian Pembelajaran (CP):

AcuanKeputusan Kepala BSKAP No. 046/H/KR/2025
Elemen / DomainKesehatan dan Keselamatan
Rumusan CP FasePeserta didik menunjukkan pemahaman tentang kesehatan reproduksi, dampaknya terhadap kehidupan pribadi dan sosial, serta mampu menerapkan perilaku hidup sehat dan menjaga kebersihan organ reproduksi untuk mencegah masalah kesehatan.

Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:

FaktualRemaja sering menghadapi perubahan fisik dan emosional yang signifikan, serta risiko kesehatan reproduksi seperti kehamilan dini atau infeksi menular seksual.
KonseptualKesehatan reproduksi remaja adalah keadaan sehat fisik, mental, dan sosial secara utuh, bukan hanya bebas dari penyakit atau kecacatan, yang berkaitan dengan sistem, fungsi, dan proses reproduksi pada masa remaja.
ProseduralPeserta didik akan mempelajari cara menjaga kebersihan organ reproduksi, mengenali tanda-tanda pubertas, serta mengembangkan keterampilan berkomunikasi dan mengambil keputusan yang bertanggung jawab terkait kesehatan reproduksi.
MetakognitifPeserta didik akan menyadari pentingnya pengetahuan kesehatan reproduksi untuk masa depan mereka dan mampu mengevaluasi sumber informasi yang relevan.

Tujuan Pembelajaran:

  1. Mengidentifikasi perubahan fisik dan psikis pada masa pubertas dengan tepat.
  2. Menjelaskan fungsi dan cara kerja organ reproduksi pria dan wanita secara benar.
  3. Menganalisis dampak pergaulan bebas dan risiko kesehatan reproduksi remaja dengan kritis.
  4. Merancang kampanye sederhana tentang pentingnya menjaga kesehatan reproduksi remaja.
  5. Mempraktikkan cara menjaga kebersihan organ reproduksi dengan benar.
  6. Mengevaluasi informasi kesehatan reproduksi dari berbagai sumber.
Halaman 2 · Kesehatan Reproduksi Remaja — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar PJOK · Tahun Pelajaran 2026/2027
B.  KOMPONEN INTI (lanjutan)

Pemahaman bermakna: Memahami kesehatan reproduksi remaja bukan hanya tentang biologi, tetapi juga tentang tanggung jawab pribadi, sosial, dan pengambilan keputusan yang tepat untuk masa depan yang sehat dan berkualitas.

Pertanyaan pemantik: "Mengapa menjaga kesehatan reproduksi itu penting untuk masa depanmu?"

C.  DESAIN PEMBELAJARANPermendikdasmen 13/20254 Kerangka Pembelajaran Mendalam
Praktik PedagogisProject-Based Learning (PjBL) + Praktik
Lintas Disiplin IlmuBahasa Indonesia: Mengembangkan keterampilan menulis teks persuasif untuk kampanye kesehatan reproduksi.
Seni Budaya: Merancang visualisasi dan estetika dalam pembuatan poster atau video kampanye.
Pendidikan Pancasila: Membahas nilai-nilai moral dan etika dalam pergaulan remaja serta tanggung jawab sosial.
Kemitraan PembelajaranOrang tua dapat diajak berdiskusi tentang cara berkomunikasi yang efektif dengan remaja mengenai kesehatan reproduksi, atau mengundang narasumber dari puskesmas/BKKBN untuk sesi edukasi.
Lingkungan PembelajaranRuang kelas yang nyaman, bersih, dan dilengkapi dengan akses internet, serta sudut informasi kesehatan reproduksi di perpustakaan sekolah.
Pemanfaatan Teknologi DigitalPemanfaatan platform media sosial untuk menyebarkan kampanye kesehatan reproduksi yang dibuat peserta didik, atau penggunaan aplikasi edukasi interaktif tentang anatomi reproduksi.
Halaman 3 · Kesehatan Reproduksi Remaja — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar PJOK · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.1  KEGIATAN PEMBELAJARAN — PERTEMUAN 1Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 80 menit · awal 15 · inti 50 · penutup 15
Model PembelajaranDiscovery Learning
Tujuan Pertemuan 1Mengidentifikasi perubahan fisik dan psikis pada masa pubertas dengan tepat dan menjelaskan fungsi serta cara kerja organ reproduksi pria dan wanita secara benar.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)15 menitGuru menyapa, memimpin doa, memeriksa kehadiran, melakukan apersepsi tentang pertumbuhan dan perkembangan tubuh, menyampaikan tujuan pembelajaran, dan memantik diskusi dengan pertanyaan: 'Apa saja perubahan yang kalian rasakan saat memasuki usia remaja?'
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)15 menitPeserta didik mengamati gambar/video tentang perubahan fisik dan psikis pada masa pubertas, kemudian secara mandiri mencari informasi dari buku atau internet mengenai fungsi organ reproduksi pria dan wanita.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)25 menitDalam kelompok kecil, peserta didik mendiskusikan hasil temuan mereka, menyusun daftar perubahan pubertas dan fungsi organ reproduksi, serta membuat poster sederhana tentang bagian-bagian organ reproduksi.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)10 menitSetiap kelompok mempresentasikan poster dan hasil diskusinya. Guru memberikan umpan balik, mengklarifikasi miskonsepsi, dan memberikan penguatan konsep tentang anatomi dan fisiologi reproduksi.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)15 menitGuru bersama peserta didik menyimpulkan materi, memberikan apresiasi atas partisipasi aktif, mengingatkan pentingnya menjaga diri, dan menginformasikan materi pertemuan selanjutnya tentang risiko kesehatan reproduksi.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 4 · Kesehatan Reproduksi Remaja — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar PJOK · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.2  KEGIATAN PEMBELAJARAN — PERTEMUAN 2Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 80 menit · awal 15 · inti 50 · penutup 15
Model PembelajaranProblem-Based Learning (PBL)
Tujuan Pertemuan 2Menganalisis dampak pergaulan bebas dan risiko kesehatan reproduksi remaja dengan kritis serta mengevaluasi informasi kesehatan reproduksi dari berbagai sumber.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)15 menitGuru menyapa, memimpin doa, memeriksa kehadiran, mengulas singkat materi sebelumnya, menyampaikan tujuan pembelajaran, dan menyajikan studi kasus atau berita singkat tentang permasalahan kesehatan reproduksi remaja.
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)15 menitPeserta didik secara berkelompok menganalisis studi kasus yang diberikan, mengidentifikasi masalah, dan mencari informasi tambahan tentang dampak pergaulan bebas, PMS, kehamilan remaja, serta sumber informasi kesehatan reproduksi yang terpercaya.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)25 menitKelompok merumuskan solusi atau rekomendasi untuk mencegah masalah tersebut, membuat mind map tentang risiko kesehatan reproduksi dan cara menghindarinya, serta mengevaluasi keandalan beberapa sumber informasi kesehatan yang diberikan.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)10 menitSetiap kelompok mempresentasikan hasil analisis dan rekomendasi mereka. Guru memfasilitasi diskusi kelas, memberikan tanggapan, dan menguatkan pemahaman tentang pentingnya keputusan yang bertanggung jawab dan literasi kesehatan.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)15 menitGuru bersama peserta didik menyimpulkan bahaya dan pencegahan masalah kesehatan reproduksi, memberikan motivasi untuk berani berkata 'tidak' pada hal negatif, dan menugaskan peserta didik untuk mulai memikirkan ide kampanye untuk pertemuan berikutnya.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 5 · Kesehatan Reproduksi Remaja — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar PJOK · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.3  KEGIATAN PEMBELAJARAN — PERTEMUAN 3Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 80 menit · awal 15 · inti 50 · penutup 15
Model PembelajaranProject-Based Learning (PjBL)
Tujuan Pertemuan 3Merancang kampanye sederhana tentang pentingnya menjaga kesehatan reproduksi remaja dan mempraktikkan cara menjaga kebersihan organ reproduksi dengan benar.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)15 menitGuru menyapa, memimpin doa, memeriksa kehadiran, mengulas kembali pentingnya kesehatan reproduksi, menyampaikan tujuan pembelajaran, dan memotivasi peserta didik untuk membuat karya nyata.
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)15 menitPeserta didik dalam kelompok merencanakan proyek kampanye (misalnya poster digital, video pendek, atau presentasi interaktif) yang berisi pesan tentang menjaga kebersihan organ reproduksi dan pentingnya kesehatan reproduksi.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)25 menitSetiap kelompok bekerja sama membuat proyek kampanye mereka. Guru membimbing proses pembuatan proyek, memberikan tips tentang penyampaian pesan yang efektif, dan meminta setiap kelompok mendemonstrasikan cara menjaga kebersihan organ reproduksi secara simbolis.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)10 menitKelompok mempresentasikan hasil proyek kampanye mereka di depan kelas. Guru dan teman sejawat memberikan umpan balik konstruktif, dan guru memberikan penguatan tentang pesan-pesan utama dalam kampanye.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)15 menitGuru bersama peserta didik merangkum pembelajaran, memberikan apresiasi atas kreativitas dan kerja keras, mengingatkan untuk terus menjaga kesehatan, dan menutup dengan doa serta pesan positif untuk masa depan.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 6 · Kesehatan Reproduksi Remaja — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar PJOK · Tahun Pelajaran 2026/2027
LKPD — LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK

Tujuan: Menganalisis kasus terkait kesehatan reproduksi remaja dan merumuskan solusi pencegahannya.

Alat & bahan: Kertas HVS, spidol warna, alat tulis, lembar kasus.

Langkah kerja:

  1. Bacalah dengan saksama lembar kasus yang diberikan.
  2. Identifikasi masalah utama yang terjadi dalam kasus tersebut.
  3. Diskusikan dalam kelompok mengenai dampak negatif dari masalah tersebut.
  4. Rumuskan minimal 3 solusi atau tindakan pencegahan yang dapat dilakukan oleh remaja.
  5. Presentasikan hasil diskusi kelompok Anda di depan kelas.

🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.

Halaman 7 · Kesehatan Reproduksi Remaja — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar PJOK · Tahun Pelajaran 2026/2027
ASESMENStandar Proses — Permendikdasmen 1/2026

Asesmen awal (diagnostik):

  1. Apa yang kamu ketahui tentang pubertas?
  2. Sebutkan beberapa bagian tubuh yang penting untuk kesehatan reproduksi!
  3. Mengapa kebersihan diri itu penting?
  4. Menurutmu, apa itu pergaulan bebas?

Formatif (proses): Observasi partisipasi aktif dalam diskusi kelompok, presentasi, dan kemampuan merumuskan ide-ide untuk kampanye.

Sumatif (akhir): Penilaian proyek kampanye kesehatan reproduksi remaja (poster/video/presentasi) dan tes tertulis.

🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.

Halaman 8 · Kesehatan Reproduksi Remaja — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar PJOK · Tahun Pelajaran 2026/2027
ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)Kurikulum Merdeka
NoTujuan PembelajaranMateriAlokasiDimensi
1Mengidentifikasi perubahan fisik dan psikis pada masa pubertas dengan tepat.Perubahan Pubertas2 JPKesehatan
2Menjelaskan fungsi dan cara kerja organ reproduksi pria dan wanita secara benar.Anatomi dan Fisiologi Reproduksi2 JPKesehatan, Penalaran Kritis
3Menganalisis dampak pergaulan bebas dan risiko kesehatan reproduksi remaja dengan kritis.Risiko Kesehatan Reproduksi2 JPPenalaran Kritis, Kolaborasi
4Merancang kampanye sederhana tentang pentingnya menjaga kesehatan reproduksi remaja dan mempraktikkan cara menjaga kebersihan organ reproduksi dengan benar.Proyek Kampanye & Kebersihan Organ Reproduksi2 JPKolaborasi, Kesehatan, Kreativitas
Halaman 9 · Kesehatan Reproduksi Remaja — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar PJOK · Tahun Pelajaran 2026/2027
BAHAN AJAR

Kesehatan reproduksi remaja adalah topik yang sangat penting untuk dibahas. Di masa remaja, tubuh mengalami banyak perubahan, baik secara fisik maupun emosional. Memahami kesehatan reproduksi akan membekali kamu dengan pengetahuan dan keterampilan untuk menjaga diri, membuat keputusan yang tepat, serta menjalani masa remaja dengan sehat dan bertanggung jawab.

1. Masa Pubertas dan Perubahan Remaja
Pubertas adalah periode transisi dari masa kanak-kanak menuju dewasa, ditandai dengan perubahan fisik dan psikis yang signifikan. Pada perempuan, pubertas biasanya dimulai antara usia 8-13 tahun dengan tanda-tanda seperti pertumbuhan payudara, tumbuhnya rambut kemaluan dan ketiak, serta menstruasi pertama (menarche). Pada laki-laki, pubertas umumnya dimulai antara usia 9-14 tahun dengan tanda-tanda seperti perubahan suara (pecah suara), pertumbuhan jakun, tumbuhnya rambut kemaluan, ketiak, dan wajah, serta mimpi basah. Perubahan psikis meliputi fluktuasi emosi, pencarian jati diri, dan ketertarikan pada lawan jenis. Memahami perubahan ini membantu remaja menerima diri dan beradaptasi dengan baik.

2. Anatomi dan Fungsi Organ Reproduksi
Organ reproduksi pria terdiri dari testis (menghasilkan sperma dan hormon testosteron), epididimis (tempat pematangan sperma), vas deferens (saluran sperma), kelenjar prostat dan vesikula seminalis (menghasilkan cairan semen), serta penis. Organ reproduksi wanita terdiri dari ovarium (menghasilkan sel telur dan hormon estrogen/progesteron), tuba fallopi (saluran sel telur), uterus/rahim (tempat tumbuh kembang janin), vagina (saluran persalinan dan hubungan seksual), serta vulva. Setiap organ memiliki fungsi spesifik yang esensial untuk proses reproduksi dan perlu dipahami untuk menjaga kesehatannya.

3. Menjaga Kebersihan Organ Reproduksi
Menjaga kebersihan organ reproduksi adalah kunci untuk mencegah infeksi dan masalah kesehatan. Bagi perempuan, penting untuk membersihkan area kewanitaan dari depan ke belakang setelah buang air kecil atau besar untuk menghindari perpindahan bakteri. Gunakan sabun yang lembut dan tidak berbau menyengat, serta ganti pembalut secara teratur saat menstruasi. Bagi laki-laki, membersihkan area kelamin setiap mandi dan setelah buang air kecil atau besar sangat dianjurkan. Pakaian dalam harus diganti setiap hari dan terbuat dari bahan yang menyerap keringat seperti katun untuk menjaga area tetap kering dan mencegah kelembapan berlebih.

4. Risiko dan Dampak Pergaulan Bebas
Pergaulan bebas merujuk pada perilaku yang tidak sesuai norma sosial dan agama, terutama terkait seksualitas. Risiko utamanya meliputi kehamilan yang tidak diinginkan di usia muda, aborsi yang tidak aman, serta penularan Infeksi Menular Seksual (IMS) seperti HIV/AIDS, sifilis, gonore, dan herpes. Dampak lainnya adalah tekanan psikologis, putus sekolah, stigma sosial, dan gangguan kesehatan jangka panjang. Penting bagi remaja untuk memahami risiko ini dan memiliki keberanian untuk menolak ajakan yang merugikan diri sendiri.

5. Pentingnya Komunikasi dan Pengambilan Keputusan
Keterampilan komunikasi yang baik sangat vital dalam menjaga kesehatan reproduksi. Remaja perlu mampu berkomunikasi secara terbuka dengan orang tua, guru, atau orang dewasa terpercaya tentang masalah yang dihadapi. Selain itu, kemampuan mengambil keputusan yang bertanggung jawab juga menjadi kunci. Ini melibatkan pemikiran kritis, mempertimbangkan konsekuensi dari setiap pilihan, dan memilih yang terbaik untuk kesehatan dan masa depan diri. Jangan ragu mencari informasi dan dukungan dari sumber yang terpercaya.

6. Sumber Informasi Kesehatan Reproduksi Terpercaya
Di era digital, informasi sangat mudah diakses, namun tidak semua akurat. Penting untuk memilah sumber informasi kesehatan reproduksi yang terpercaya. Sumber-sumber yang direkomendasikan antara lain tenaga kesehatan (dokter, perawat, bidan di puskesmas atau rumah sakit), buku-buku medis atau ilmiah, situs web resmi organisasi kesehatan (misalnya Kemenkes RI, WHO, BKKBN), serta guru Bimbingan Konseling atau PJOK yang terlatih. Hindari informasi dari sumber tidak jelas atau yang tidak dapat diverifikasi kebenarannya.

Rangkuman: Kesehatan reproduksi remaja mencakup pemahaman tentang perubahan pubertas, fungsi organ reproduksi, serta cara menjaga kebersihan diri. Penting juga untuk menyadari risiko pergaulan bebas dan Infeksi Menular Seksual (IMS), serta mengembangkan keterampilan komunikasi dan pengambilan keputusan yang bertanggung jawab. Memilih sumber informasi yang terpercaya adalah kunci untuk menjaga kesehatan reproduksi yang optimal dan menjalani masa remaja yang sehat.

Halaman 10 · Kesehatan Reproduksi Remaja — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar PJOK · Tahun Pelajaran 2026/2027
GLOSARIUM
IstilahArti
PubertasMasa transisi dari anak-anak ke dewasa dengan perubahan fisik dan psikis.
MenstruasiProses luruhnya dinding rahim pada perempuan jika tidak terjadi pembuahan.
SpermaSel reproduksi jantan yang dihasilkan testis.
OvumSel reproduksi betina (sel telur) yang dihasilkan ovarium.
IMSInfeksi Menular Seksual, penyakit yang ditularkan melalui hubungan seksual.
AborsiPengguguran kandungan secara sengaja atau tidak sengaja.

🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.

Halaman 11 · Kesehatan Reproduksi Remaja — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar PJOK · Tahun Pelajaran 2026/2027
PENGESAHAN

Modul ajar "Kesehatan Reproduksi Remaja" mata pelajaran PJOK Kelas IX ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.

Mengetahui,
Kepala Sekolah
( …………………………… )
NIP. ……………………
…………………, ………………
Guru Mata Pelajaran
nama Anda
NIP. ……………………

Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025

Halaman 12 · Kesehatan Reproduksi Remaja — pratinjau tuntas.org

1 Materi PJOK Terkait

AtletikPJOK Kelas IX SMPAtletik KombinasiPJOK Kelas IX SMPBela Diri Seni dan TandingPJOK Kelas IX SMPGerak Berirama KreasiPJOK Kelas IX SMPKombinasi Permainan Bola BesarPJOK Kelas IX SMPKombinasi Permainan Bola KecilPJOK Kelas IX SMP

2 Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah modul ajar PJOK Kesehatan Reproduksi Remaja ini gratis?

Ya. Tiga modul ajar gratis tersedia bertahap dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.

Berapa lama modul ini tersusun?

Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul PJOK kelas IX langsung tersusun atas nama Anda.

Apakah sesuai kurikulum terbaru?

Ya. Modul mengikuti Keputusan Kepala BSKAP No. 046/H/KR/2025.

Bisakah hasilnya diedit?

Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh, ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.

Materi PJOK Lainnya — GRATISPilih materinya, unduh atas nama Anda

tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.