Modul Ajar & RPP PJOK Kelas IX
Kesehatan Reproduksi Remaja
Sudah jadi 11 lembar, tinggal tulis nama Anda ✍️
🎁 100% GRATIS · unduh Word + PDF tanpa bayar
Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.
TERBARUTP 2026/2027Rumus 8-3-3-4Pembelajaran Mendalam
- 8Dimensi Profil Lulusan: keimanan & ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, komunikasi
- 3Prinsip Pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan
- 3Pengalaman Belajar: memahami, mengaplikasi, merefleksi
- 4Kerangka Pembelajaran: praktik pedagogis, kemitraan, lingkungan, pemanfaatan digital
📜 Dasar: Permendikdasmen 13/2025 · Standar Proses 1/2026 · CP 046/H/KR/2025 jo. 020/2026
“Dulu lama menyusun modul — dengan sistem ini tinggal klik, jadi.”
Isi modul ini
Di bawah ini 11 lembar A4 pertama, persis seperti yang terunduh. Nama & tema yang Anda pilih di atas sudah terpasang.


| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | PJOK |
| Fase / Kelas | D / IX |
| Materi Pokok | Kesehatan Reproduksi Remaja |
| Alokasi Waktu | 2 pertemuan |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Pendekatan | Pembelajaran Mendalam |
| Model Pembelajaran | Project-Based Learning (PjBL) + Praktik |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Identifikasi Peserta Didik:
| Kesiapan belajar (kompetensi awal) | Peserta didik memiliki pengetahuan dasar tentang organ tubuh manusia dan pentingnya menjaga kebersihan diri. |
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:
- Kesehatan — menjaga kesehatan fisik dan mental serta kebugaran
- Penalaran kritis — mengolah informasi, menganalisis, dan menarik simpulan secara logis
- Kolaborasi — bekerja sama secara efektif untuk mencapai tujuan bersama
🔒 Elemen tiap dimensi beserta wujudnya pada materi ini tersedia di Paket Lengkap.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | Keputusan Kepala BSKAP No. 046/H/KR/2025 |
| Elemen / Domain | Kesehatan dan Keselamatan |
| Rumusan CP Fase | Peserta didik menunjukkan pemahaman tentang kesehatan reproduksi, dampaknya terhadap kehidupan pribadi dan sosial, serta mampu menerapkan perilaku hidup sehat dan menjaga kebersihan organ reproduksi untuk mencegah masalah kesehatan. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Remaja sering menghadapi perubahan fisik dan emosional yang signifikan, serta risiko kesehatan reproduksi seperti kehamilan dini atau infeksi menular seksual. |
| Konseptual | Kesehatan reproduksi remaja adalah keadaan sehat fisik, mental, dan sosial secara utuh, bukan hanya bebas dari penyakit atau kecacatan, yang berkaitan dengan sistem, fungsi, dan proses reproduksi pada masa remaja. |
| Prosedural | Peserta didik akan mempelajari cara menjaga kebersihan organ reproduksi, mengenali tanda-tanda pubertas, serta mengembangkan keterampilan berkomunikasi dan mengambil keputusan yang bertanggung jawab terkait kesehatan reproduksi. |
| Metakognitif | Peserta didik akan menyadari pentingnya pengetahuan kesehatan reproduksi untuk masa depan mereka dan mampu mengevaluasi sumber informasi yang relevan. |
Tujuan Pembelajaran:
- Mengidentifikasi perubahan fisik dan psikis pada masa pubertas dengan tepat.
- Menjelaskan fungsi dan cara kerja organ reproduksi pria dan wanita secara benar.
- Menganalisis dampak pergaulan bebas dan risiko kesehatan reproduksi remaja dengan kritis.
- Merancang kampanye sederhana tentang pentingnya menjaga kesehatan reproduksi remaja.
- Mempraktikkan cara menjaga kebersihan organ reproduksi dengan benar.
- Mengevaluasi informasi kesehatan reproduksi dari berbagai sumber.
Pemahaman bermakna: Memahami kesehatan reproduksi remaja bukan hanya tentang biologi, tetapi juga tentang tanggung jawab pribadi, sosial, dan pengambilan keputusan yang tepat untuk masa depan yang sehat dan berkualitas.
Pertanyaan pemantik: "Mengapa menjaga kesehatan reproduksi itu penting untuk masa depanmu?"
| Praktik Pedagogis | Project-Based Learning (PjBL) + Praktik |
| Lintas Disiplin Ilmu | Bahasa Indonesia: Mengembangkan keterampilan menulis teks persuasif untuk kampanye kesehatan reproduksi. Seni Budaya: Merancang visualisasi dan estetika dalam pembuatan poster atau video kampanye. Pendidikan Pancasila: Membahas nilai-nilai moral dan etika dalam pergaulan remaja serta tanggung jawab sosial. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua dapat diajak berdiskusi tentang cara berkomunikasi yang efektif dengan remaja mengenai kesehatan reproduksi, atau mengundang narasumber dari puskesmas/BKKBN untuk sesi edukasi. |
| Lingkungan Pembelajaran | Ruang kelas yang nyaman, bersih, dan dilengkapi dengan akses internet, serta sudut informasi kesehatan reproduksi di perpustakaan sekolah. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Pemanfaatan platform media sosial untuk menyebarkan kampanye kesehatan reproduksi yang dibuat peserta didik, atau penggunaan aplikasi edukasi interaktif tentang anatomi reproduksi. |
| Model Pembelajaran | Discovery Learning |
| Tujuan Pertemuan 1 | Mengidentifikasi perubahan fisik dan psikis pada masa pubertas dengan tepat dan menjelaskan fungsi serta cara kerja organ reproduksi pria dan wanita secara benar. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Guru menyapa, memimpin doa, memeriksa kehadiran, melakukan apersepsi tentang pertumbuhan dan perkembangan tubuh, menyampaikan tujuan pembelajaran, dan memantik diskusi dengan pertanyaan: 'Apa saja perubahan yang kalian rasakan saat memasuki usia remaja?' |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Peserta didik mengamati gambar/video tentang perubahan fisik dan psikis pada masa pubertas, kemudian secara mandiri mencari informasi dari buku atau internet mengenai fungsi organ reproduksi pria dan wanita. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Dalam kelompok kecil, peserta didik mendiskusikan hasil temuan mereka, menyusun daftar perubahan pubertas dan fungsi organ reproduksi, serta membuat poster sederhana tentang bagian-bagian organ reproduksi. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit | Setiap kelompok mempresentasikan poster dan hasil diskusinya. Guru memberikan umpan balik, mengklarifikasi miskonsepsi, dan memberikan penguatan konsep tentang anatomi dan fisiologi reproduksi. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit | Guru bersama peserta didik menyimpulkan materi, memberikan apresiasi atas partisipasi aktif, mengingatkan pentingnya menjaga diri, dan menginformasikan materi pertemuan selanjutnya tentang risiko kesehatan reproduksi. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Problem-Based Learning (PBL) |
| Tujuan Pertemuan 2 | Menganalisis dampak pergaulan bebas dan risiko kesehatan reproduksi remaja dengan kritis serta mengevaluasi informasi kesehatan reproduksi dari berbagai sumber. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Guru menyapa, memimpin doa, memeriksa kehadiran, mengulas singkat materi sebelumnya, menyampaikan tujuan pembelajaran, dan menyajikan studi kasus atau berita singkat tentang permasalahan kesehatan reproduksi remaja. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Peserta didik secara berkelompok menganalisis studi kasus yang diberikan, mengidentifikasi masalah, dan mencari informasi tambahan tentang dampak pergaulan bebas, PMS, kehamilan remaja, serta sumber informasi kesehatan reproduksi yang terpercaya. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Kelompok merumuskan solusi atau rekomendasi untuk mencegah masalah tersebut, membuat mind map tentang risiko kesehatan reproduksi dan cara menghindarinya, serta mengevaluasi keandalan beberapa sumber informasi kesehatan yang diberikan. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit | Setiap kelompok mempresentasikan hasil analisis dan rekomendasi mereka. Guru memfasilitasi diskusi kelas, memberikan tanggapan, dan menguatkan pemahaman tentang pentingnya keputusan yang bertanggung jawab dan literasi kesehatan. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit | Guru bersama peserta didik menyimpulkan bahaya dan pencegahan masalah kesehatan reproduksi, memberikan motivasi untuk berani berkata 'tidak' pada hal negatif, dan menugaskan peserta didik untuk mulai memikirkan ide kampanye untuk pertemuan berikutnya. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Nama | Kelas | Kelompok | |||
|---|---|---|---|---|---|
| Tanggal | Nilai | Paraf Guru |
Waktu pengerjaan: 25 menit
Tujuan: Menganalisis kasus terkait kesehatan reproduksi remaja dan merumuskan solusi pencegahannya.
Petunjuk: 1) Berdoalah sebelum mulai. 2) Kerjakan langkah secara berurutan bersama kelompok. 3) Tulis hasilnya di tabel, lalu simpulkan.
Info singkat: Kesehatan reproduksi remaja adalah topik yang sangat penting untuk dibahas. Di masa remaja, tubuh mengalami banyak perubahan, baik secara fisik maupun emosional.
Alat & bahan: Kertas HVS, spidol warna, alat tulis, lembar kasus.
Langkah kerja:
- Bacalah dengan saksama lembar kasus yang diberikan.
- Identifikasi masalah utama yang terjadi dalam kasus tersebut.
- Diskusikan dalam kelompok mengenai dampak negatif dari masalah tersebut.
- Rumuskan minimal 3 solusi atau tindakan pencegahan yang dapat dilakukan oleh remaja.
- Presentasikan hasil diskusi kelompok Anda di depan kelas.
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Apa yang kamu ketahui tentang pubertas?
- Sebutkan beberapa bagian tubuh yang penting untuk kesehatan reproduksi!
- Mengapa kebersihan diri itu penting?
- Menurutmu, apa itu pergaulan bebas?
Formatif (proses): Observasi partisipasi aktif dalam diskusi kelompok, presentasi, dan kemampuan merumuskan ide-ide untuk kampanye.
Sumatif (akhir): Penilaian proyek kampanye kesehatan reproduksi remaja (poster/video/presentasi) dan tes tertulis.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — rubrik ada di berkas unduhan, kunci jawaban khusus member Paket Lengkap.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Mengidentifikasi perubahan fisik dan psikis pada masa pubertas dengan tepat. | Perubahan Pubertas | 2 JP | Kesehatan |
| 2 | Menjelaskan fungsi dan cara kerja organ reproduksi pria dan wanita secara benar. | Anatomi dan Fisiologi Reproduksi | 2 JP | Kesehatan, Penalaran Kritis |
| 3 | Menganalisis dampak pergaulan bebas dan risiko kesehatan reproduksi remaja dengan kritis. | Risiko Kesehatan Reproduksi | 2 JP | Penalaran Kritis, Kolaborasi |
| 4 | Merancang kampanye sederhana tentang pentingnya menjaga kesehatan reproduksi remaja dan mempraktikkan cara menjaga kebersihan organ reproduksi dengan benar. | Proyek Kampanye & Kebersihan Organ Reproduksi | 2 JP | Kolaborasi, Kesehatan, Kreativitas |
Kesehatan reproduksi remaja adalah topik yang sangat penting untuk dibahas. Di masa remaja, tubuh mengalami banyak perubahan, baik secara fisik maupun emosional. Memahami kesehatan reproduksi akan membekali kamu dengan pengetahuan dan keterampilan untuk menjaga diri, membuat keputusan yang tepat, serta menjalani masa remaja dengan sehat dan bertanggung jawab.
1. Masa Pubertas dan Perubahan Remaja
Pubertas adalah periode transisi dari masa kanak-kanak menuju dewasa, ditandai dengan perubahan fisik dan psikis yang signifikan. Pada perempuan, pubertas biasanya dimulai antara usia 8-13 tahun dengan tanda-tanda seperti pertumbuhan payudara, tumbuhnya rambut kemaluan dan ketiak, serta menstruasi pertama (menarche). Pada laki-laki, pubertas umumnya dimulai antara usia 9-14 tahun dengan tanda-tanda seperti perubahan suara (pecah suara), pertumbuhan jakun, tumbuhnya rambut kemaluan, ketiak, dan wajah, serta mimpi basah. Perubahan psikis meliputi fluktuasi emosi, pencarian jati diri, dan ketertarikan pada lawan jenis. Memahami perubahan ini membantu remaja menerima diri dan beradaptasi dengan baik.
2. Anatomi dan Fungsi Organ Reproduksi
Organ reproduksi pria terdiri dari testis (menghasilkan sperma dan hormon testosteron), epididimis (tempat pematangan sperma), vas deferens (saluran sperma), kelenjar prostat dan vesikula seminalis (menghasilkan cairan semen), serta penis. Organ reproduksi wanita terdiri dari ovarium (menghasilkan sel telur dan hormon estrogen/progesteron), tuba fallopi (saluran sel telur), uterus/rahim (tempat tumbuh kembang janin), vagina (saluran persalinan dan hubungan seksual), serta vulva. Setiap organ memiliki fungsi spesifik yang esensial untuk proses reproduksi dan perlu dipahami untuk menjaga kesehatannya.
3. Menjaga Kebersihan Organ Reproduksi
Menjaga kebersihan organ reproduksi adalah kunci untuk mencegah infeksi dan masalah kesehatan. Bagi perempuan, penting untuk membersihkan area kewanitaan dari depan ke belakang setelah buang air kecil atau besar untuk menghindari perpindahan bakteri. Gunakan sabun yang lembut dan tidak berbau menyengat, serta ganti pembalut secara teratur saat menstruasi. Bagi laki-laki, membersihkan area kelamin setiap mandi dan setelah buang air kecil atau besar sangat dianjurkan. Pakaian dalam harus diganti setiap hari dan terbuat dari bahan yang menyerap keringat seperti katun untuk menjaga area tetap kering dan mencegah kelembapan berlebih.
4. Risiko dan Dampak Pergaulan Bebas
Pergaulan bebas merujuk pada perilaku yang tidak sesuai norma sosial dan agama, terutama terkait seksualitas. Risiko utamanya meliputi kehamilan yang tidak diinginkan di usia muda, aborsi yang tidak aman, serta penularan Infeksi Menular Seksual (IMS) seperti HIV/AIDS, sifilis, gonore, dan herpes. Dampak lainnya adalah tekanan psikologis, putus sekolah, stigma sosial, dan gangguan kesehatan jangka panjang. Penting bagi remaja untuk memahami risiko ini dan memiliki keberanian untuk menolak ajakan yang merugikan diri sendiri.
5. Pentingnya Komunikasi dan Pengambilan Keputusan
Keterampilan komunikasi yang baik sangat vital dalam menjaga kesehatan reproduksi. Remaja perlu mampu berkomunikasi secara terbuka dengan orang tua, guru, atau orang dewasa terpercaya tentang masalah yang dihadapi. Selain itu, kemampuan mengambil keputusan yang bertanggung jawab juga menjadi kunci. Ini melibatkan pemikiran kritis, mempertimbangkan konsekuensi dari setiap pilihan, dan memilih yang terbaik untuk kesehatan dan masa depan diri. Jangan ragu mencari informasi dan dukungan dari sumber yang terpercaya.
6. Sumber Informasi Kesehatan Reproduksi Terpercaya
Di era digital, informasi sangat mudah diakses, namun tidak semua akurat. Penting untuk memilah sumber informasi kesehatan reproduksi yang terpercaya. Sumber-sumber yang direkomendasikan antara lain tenaga kesehatan (dokter, perawat, bidan di puskesmas atau rumah sakit), buku-buku medis atau ilmiah, situs web resmi organisasi kesehatan (misalnya Kemenkes RI, WHO, BKKBN), serta guru Bimbingan Konseling atau PJOK yang terlatih. Hindari informasi dari sumber tidak jelas atau yang tidak dapat diverifikasi kebenarannya.
Rangkuman: Kesehatan reproduksi remaja mencakup pemahaman tentang perubahan pubertas, fungsi organ reproduksi, serta cara menjaga kebersihan diri. Penting juga untuk menyadari risiko pergaulan bebas dan Infeksi Menular Seksual (IMS), serta mengembangkan keterampilan komunikasi dan pengambilan keputusan yang bertanggung jawab. Memilih sumber informasi yang terpercaya adalah kunci untuk menjaga kesehatan reproduksi yang optimal dan menjalani masa remaja yang sehat.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Pubertas | Masa transisi dari anak-anak ke dewasa dengan perubahan fisik dan psikis. |
| Menstruasi | Proses luruhnya dinding rahim pada perempuan jika tidak terjadi pembuahan. |
| Sperma | Sel reproduksi jantan yang dihasilkan testis. |
| Ovum | Sel reproduksi betina (sel telur) yang dihasilkan ovarium. |
| IMS | Infeksi Menular Seksual, penyakit yang ditularkan melalui hubungan seksual. |
| Aborsi | Pengguguran kandungan secara sengaja atau tidak sengaja. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Kesehatan Reproduksi Remaja" mata pelajaran PJOK Kelas IX ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Bukan Kesehatan Reproduksi Remaja yang Anda cari?Pilih dari peta materi setahun di bawah ini 👇
Materi Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menitPeta Materi PJOK Kelas IX Setahun
Urutan mengajarnya, bukan urutan pencarian. Yang sudah ada tinggal diunduh; yang belum, disusun atas nama Anda — sama-sama gratis.
Semester 1 / Ganjil3 materi · siap dibuatkan
Mengoptimalkan Gerak dalam Berbagai SituasiBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisStrategi Bermain dalam Tim Melalui Liga KelasBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisKepemimpinan dan Kolaborasi dalam Pembelajaran PJOKBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisSemester 2 / Genap2 materi · siap dibuatkan
Pencegahan Perilaku SedenterBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisPertolongan Pertama dalam Aktivitas JasmaniBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisModul PJOK lain yang sudah tersedia
AtletikPJOK Kelas IX SMPAtletik KombinasiPJOK Kelas IX SMPBela Diri Seni dan TandingPJOK Kelas IX SMPGerak Berirama KreasiPJOK Kelas IX SMPLihat semua Modul Ajar PJOK Kelas IX →Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah ini modul ajar PJOK kelas 9 yang saya cari?
Kemungkinan besar ya. Kelas IX dan kelas 9 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Kesehatan Reproduksi Remaja pada PJOK SMP, Fase D, elemen Kesehatan dan Keselamatan.
Modul Kesehatan Reproduksi Remaja ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?
Semester 2 (genap), menurut urutan materi PJOK kelas IX SMP di peta setahun pada halaman ini. Semesternya sudah terisi otomatis saat Anda mengunduh.
Apakah modul ajar PJOK materi Kesehatan Reproduksi Remaja ini gratis?
Ya. Modul Kesehatan Reproduksi Remaja untuk kelas IX SMP dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 18 jam.
Bagaimana cara download modul ajar Kesehatan Reproduksi Remaja ini dalam Word (.docx) dan PDF?
Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas PJOK kelas IX ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul PJOK kelas IX langsung tersusun atas nama Anda.
Bisakah modul Kesehatan Reproduksi Remaja ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Kesehatan Reproduksi Remaja dapat Anda sesuaikan dengan murid PJOK kelas IX di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
Apakah modul ajar PJOK kelas IX ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul Kesehatan Reproduksi Remaja ini mengikuti Keputusan Kepala BSKAP No. 046/H/KR/2025, pada Fase D untuk kelas IX SMP. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi Kesehatan Reproduksi Remaja tercantum di lembar identitasnya.
Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?
Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Kesehatan Reproduksi Remaja untuk PJOK kelas IX di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?
Ada. Modul Kesehatan Reproduksi Remaja ini memuat bank soalnya sendiri — 6 pilihan ganda dan 5 uraian (kunci jawabannya khusus member Paket Lengkap), ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh PJOK kelas IX SMP berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.
Apakah Kaldik, Prota, dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?
Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar Kesehatan Reproduksi Remaja beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap PJOK kelas IX berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem), serta CP · ATP · KKTP setahun ber-kop sekolah tersedia lewat Paket Modul — bersama Kalender Pendidikan (libur nasional & cuti bersama resmi SKB 3 Menteri sudah tercantum) dan Alokasi Waktu yang menghitung minggu efektifnya otomatis.
Modul PJOK ini cocok untuk SMP negeri, swasta, maupun MTs?
Ya. Kop, logo, dan nama SMP Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Untuk MTs, pilih jenjang MTs saat mengisi borang: materi Kesehatan Reproduksi Remaja yang sama disusun dalam versi madrasah (Kurikulum Berbasis Cinta, kop Kemenag), dan halaman PJOK MTs ada di daftar jenjang lain di bawah.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.