Modul ajar PJOK SMP kelas IX materi Kombinasi Permainan Bola Kecil lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah. Unduh Word + PDF atas nama Anda.
Jenjang, mapel, kelas, semester, dan materinya sudah terbawa dari halaman ini. Tinggal identitas Anda: nama dan sekolah.
| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | PJOK |
| Fase / Kelas | D / IX |
| Materi Pokok | Kombinasi Permainan Bola Kecil |
| Alokasi Waktu | 3 pertemuan |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Model Pembelajaran | Project-Based Learning (PjBL) + Praktik |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Kompetensi awal: Peserta didik telah memiliki pemahaman dasar tentang gerak lokomotor, non-lokomotor, dan manipulatif serta beberapa teknik dasar permainan bola kecil.
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan: kesehatan, kolaborasi, kreativitas.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah |
| Elemen / Domain | Menganalisis dan mempraktikkan keterampilan gerak spesifik dan fungsional |
| Rumusan CP Fase | Peserta didik dapat menganalisis dan mempraktikkan kombinasi berbagai keterampilan gerak spesifik dan fungsional dalam permainan bola kecil, serta menunjukkan perilaku hidup sehat dan bertanggung jawab. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Permainan bola kecil seperti bulutangkis, tenis meja, dan kasti melibatkan kombinasi gerak memukul, melempar, menangkap, dan berlari. |
| Konseptual | Kombinasi gerak adalah penggabungan beberapa gerakan dasar secara berurutan atau bersamaan untuk mencapai tujuan tertentu dalam permainan. |
| Prosedural | Peserta didik akan mempelajari langkah-langkah menggabungkan teknik dasar memukul, melempar, dan menangkap dalam skenario permainan bola kecil. |
| Metakognitif | Peserta didik akan menyadari strategi terbaik untuk mengombinasikan gerakan dalam situasi permainan yang berbeda dan mengevaluasi efektivitasnya. |
Tujuan Pembelajaran:
Pemahaman bermakna: Memahami dan menguasai kombinasi gerak dalam permainan bola kecil tidak hanya meningkatkan keterampilan fisik, tetapi juga membangun strategi, kerja sama, dan kesadaran akan pentingnya kebugaran jasmani.
Pertanyaan pemantik: "Bagaimana cara kita menggabungkan berbagai gerakan dasar dalam permainan bola kecil agar menjadi lebih efektif dan sulit diantisipasi lawan?"
| Praktik Pedagogis | Project-Based Learning (PjBL) + Praktik |
| Lintas Disiplin Ilmu | Matematika: Menghitung jarak lemparan, kecepatan lari, atau sudut pantul bola dalam permainan. Bahasa Indonesia: Membuat laporan atau deskripsi tentang rancangan permainan bola kecil modifikasi dengan bahasa yang runtut dan jelas. Seni Budaya: Merancang desain logo atau maskot untuk permainan bola kecil modifikasi yang dibuat. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua dapat diajak berdiskusi untuk mendorong anak berpartisipasi dalam kegiatan fisik di rumah atau komunitas, serta memfasilitasi tempat atau alat sederhana untuk berlatih. |
| Lingkungan Pembelajaran | Lingkungan sekolah menyediakan lapangan bulutangkis, meja tenis, dan lapangan kasti yang aman serta bersih, dilengkapi dengan peralatan yang memadai untuk praktik. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Pemanfaatan video tutorial teknik kombinasi gerak dari YouTube atau aplikasi olahraga untuk referensi belajar mandiri di luar jam pelajaran. |
| Model Pembelajaran | Discovery Learning |
| Tujuan Pertemuan 1 | Menganalisis konsep kombinasi gerak dasar dalam permainan bola kecil (bulutangkis, tenis meja, kasti) dengan tepat. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Guru menyapa, memimpin doa, memeriksa kehadiran, dan melakukan apersepsi dengan menanyakan pengalaman bermain bola kecil. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu menganalisis kombinasi gerak, serta mengajukan pertanyaan pemantik: 'Apa saja gerakan yang sering kalian gabungkan saat bermain bulutangkis atau kasti?' |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Peserta didik mengamati video atau demonstrasi tentang kombinasi gerak dalam bulutangkis, tenis meja, dan kasti. Mereka mendiskusikan apa yang mereka lihat, mengidentifikasi gerakan-gerakan dasar yang digabungkan, dan mencoba merumuskan konsep kombinasi gerak. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Dalam kelompok kecil, peserta didik mengisi LKPD untuk mengidentifikasi dan mengelompokkan berbagai kombinasi gerak yang ada di setiap permainan bola kecil, serta memprediksi efektivitasnya dalam situasi permainan. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit | Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusinya. Guru memberikan umpan balik dan penguatan konsep kombinasi gerak, memastikan semua peserta didik memahami pentingnya penggabungan gerak. Peserta didik secara mandiri menuliskan satu hal baru yang dipelajari. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit | Guru mengajak peserta didik menyimpulkan materi hari ini, memberikan apresiasi atas partisipasi aktif, mengingatkan untuk menjaga kebugaran, dan menutup dengan doa serta salam penutup yang ceria. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Direct Instruction + Praktik Terbimbing |
| Tujuan Pertemuan 2 | Mempraktikkan kombinasi gerak memukul dan melangkah dalam bulutangkis dengan koordinasi yang baik serta kombinasi gerak memukul dan posisi tubuh dalam tenis meja dengan akurat. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Guru menyapa, memimpin doa, memeriksa kehadiran, dan mengulas singkat materi sebelumnya. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu praktik kombinasi gerak dalam bulutangkis dan tenis meja. Guru bertanya: 'Mengapa koordinasi antara pukulan dan langkah sangat penting dalam bulutangkis?' |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Guru mendemonstrasikan kombinasi gerak memukul (forehand/backhand) dengan melangkah maju-mundur atau menyamping dalam bulutangkis, serta kombinasi gerak memukul (topspin/backspin) dengan posisi tubuh yang benar dalam tenis meja. Peserta didik mengamati dan memahami tahapan gerakannya. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Peserta didik secara berpasangan atau berkelompok kecil mempraktikkan kombinasi gerak tersebut di bawah bimbingan guru. Guru memberikan instruksi dan koreksi langsung untuk memperbaiki teknik dan koordinasi setiap peserta didik. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit | Peserta didik saling memberikan umpan balik tentang praktik yang telah dilakukan. Guru memberikan penguatan tentang pentingnya pengulangan dan fokus pada detail gerak. Setiap peserta didik menuliskan satu tantangan yang dihadapi dan cara mengatasinya. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit | Guru menyimpulkan hasil praktik, memberikan motivasi untuk terus berlatih, dan mengapresiasi semangat peserta didik. Guru menutup pertemuan dengan doa dan salam, menciptakan suasana yang positif. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Cooperative Learning + Praktik Mandiri |
| Tujuan Pertemuan 3 | Mempraktikkan kombinasi gerak melempar, memukul, dan berlari dalam kasti dengan lancar. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Guru menyapa, memimpin doa, memeriksa kehadiran, dan mengingatkan kembali pentingnya kombinasi gerak. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu praktik kombinasi gerak dalam kasti. Guru mengajukan pertanyaan: 'Bagaimana kombinasi gerak melempar, memukul, dan berlari bisa membuat tim kasti kita lebih unggul?' |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Peserta didik dibagi dalam kelompok dan diminta untuk mengingat kembali teknik dasar kasti. Mereka berdiskusi tentang strategi kombinasi gerak melempar (untuk pelambung), memukul (untuk pemukul), dan berlari (untuk pelari) dalam permainan kasti. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Setiap kelompok mempraktikkan skenario permainan kasti mini yang melibatkan kombinasi gerak melempar, memukul, dan berlari secara bergantian. Mereka saling mengamati dan memberikan masukan dalam kelompok untuk meningkatkan kelancaran kombinasi gerak. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit | Setiap kelompok mempresentasikan tantangan dan keberhasilan dalam mempraktikkan kombinasi gerak kasti. Guru memberikan penguatan terhadap strategi dan kerja sama tim. Peserta didik mengisi lembar refleksi kelompok tentang efektivitas kombinasi gerak yang mereka terapkan. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit | Guru menyimpulkan pembelajaran, memberikan apresiasi atas kerja sama dan semangat tim. Guru memberikan penguatan tentang nilai-nilai sportif dan kerja sama, dan menutup dengan doa serta salam yang penuh semangat. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
Tujuan: Mengidentifikasi, menganalisis, dan mengelompokkan kombinasi gerak dasar dalam permainan bola kecil.
Alat & bahan: Lembar kerja, alat tulis, gambar/video permainan bola kecil
Langkah kerja:
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
Formatif (proses): Observasi saat praktik, penilaian kinerja kelompok saat diskusi dan presentasi proyek, serta penilaian sikap selama aktivitas fisik.
Sumatif (akhir): Penilaian proyek permainan bola kecil modifikasi (presentasi dan simulasi) serta tes tertulis untuk konsep kombinasi gerak.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Menganalisis konsep kombinasi gerak dasar dalam permainan bola kecil (bulutangkis, tenis meja, kasti) dengan tepat. | Konsep kombinasi gerak dalam bulutangkis, tenis meja, dan kasti. | 2 JP | penalaran kritis |
| 2 | Mempraktikkan kombinasi gerak memukul dan melangkah dalam bulutangkis, serta memukul dan posisi tubuh dalam tenis meja. | Praktik kombinasi gerak bulutangkis dan tenis meja. | 2 JP | kesehatan, kemandirian |
| 3 | Mempraktikkan kombinasi gerak melempar, memukul, dan berlari dalam kasti dengan lancar. | Praktik kombinasi gerak kasti. | 2 JP | kesehatan, kolaborasi |
| 4 | Merancang proyek permainan bola kecil modifikasi dengan menerapkan kombinasi gerak, dan menunjukkan sikap sportif, kerja sama, dan tanggung jawab. | Perancangan dan presentasi proyek permainan bola kecil modifikasi. | 2 JP | kreativitas, kolaborasi, kewargaan |
Permainan bola kecil seperti bulutangkis, tenis meja, dan kasti adalah aktivitas fisik yang menyenangkan dan menantang. Untuk menjadi pemain yang handal, tidak cukup hanya menguasai satu gerakan dasar. Kita perlu menggabungkan berbagai gerakan menjadi satu kesatuan yang disebut kombinasi gerak. Kemampuan mengombinasikan gerak ini akan membuat permainanmu lebih efektif, bervariasi, dan sulit diantisipasi oleh lawan, sekaligus melatih koordinasi dan kebugaran tubuh.
1. Pengertian Kombinasi Gerak dalam Permainan Bola Kecil
Kombinasi gerak adalah perpaduan atau penggabungan beberapa gerakan dasar secara bersamaan atau berurutan untuk mencapai tujuan tertentu dalam suatu aktivitas atau permainan. Dalam permainan bola kecil, kombinasi gerak sangat penting untuk efektivitas permainan. Contohnya, saat bermain bulutangkis, kita tidak hanya memukul kok, tetapi juga harus melangkah, melompat, atau bergeser untuk mencapai posisi terbaik. Penguasaan kombinasi gerak akan meningkatkan kelincahan, kecepatan, dan akurasi dalam bermain.
2. Kombinasi Gerak dalam Bulutangkis
Dalam bulutangkis, kombinasi gerak yang umum adalah memukul (forehand/backhand) dengan melangkah. Saat menerima kok, pemain harus melangkah cepat ke posisi yang tepat sambil menyiapkan raket untuk memukul. Contoh lainnya adalah kombinasi melompat dan memukul smash, atau kombinasi pukulan dropshot dengan gerak tipuan. Latihan berulang akan membantu menyelaraskan gerakan kaki, tangan, dan pandangan mata agar pukulan lebih bertenaga dan akurat, serta jangkauan area lapangan menjadi lebih luas.
3. Kombinasi Gerak dalam Tenis Meja
Tenis meja membutuhkan kombinasi gerak memukul (misalnya topspin, backspin) dengan posisi tubuh yang siap. Pemain harus menggeser tubuh dan kaki secara cepat untuk menyesuaikan diri dengan arah datangnya bola, sambil mengatur posisi bet untuk menghasilkan pukulan yang diinginkan. Kombinasi gerak ini juga meliputi antisipasi bola, pergerakan kaki (footwork), dan ayunan tangan yang sinkron. Latihan footwork khusus sangat penting untuk menguasai kombinasi gerak yang cepat dan presisi di meja.
4. Kombinasi Gerak dalam Kasti
Permainan kasti melibatkan banyak kombinasi gerak. Bagi pelambung, ada kombinasi melempar bola dengan akurasi dan kekuatan. Bagi pemukul, ada kombinasi memukul bola dengan keras dan berlari secepat mungkin menuju tiang hinggap. Bagi penjaga, ada kombinasi menangkap bola dan melempar kembali ke teman atau tiang. Kombinasi gerak ini memerlukan kerja sama tim yang baik, kecepatan reaksi, dan ketepatan dalam mengambil keputusan di lapangan.
5. Manfaat Menguasai Kombinasi Gerak
Menguasai kombinasi gerak dalam permainan bola kecil memiliki banyak manfaat. Selain meningkatkan keterampilan teknis permainan, juga melatih kebugaran jasmani seperti kecepatan, kelincahan, daya tahan, dan koordinasi. Secara mental, kemampuan ini juga melatih konsentrasi, pengambilan keputusan cepat, dan strategi bermain. Lebih jauh lagi, bermain dengan kombinasi gerak yang baik dapat meningkatkan kepercayaan diri dan semangat berkompetisi secara sehat.
6. Strategi Latihan Kombinasi Gerak
Untuk menguasai kombinasi gerak, latihan rutin adalah kuncinya. Mulailah dengan memecah kombinasi menjadi gerakan dasar, latih setiap gerakan hingga mahir, kemudian gabungkan secara perlahan. Lakukan pengulangan dengan intensitas yang bervariasi. Misalnya, dalam bulutangkis, latih dulu langkah kaki tanpa kok, lalu pukul kok di tempat, baru kemudian gabungkan langkah dan pukulan. Latihan dengan teman atau pelatih yang bisa memberikan umpan balik juga sangat membantu untuk perbaikan teknik.
Rangkuman: Kombinasi gerak adalah penggabungan beberapa gerakan dasar dalam permainan bola kecil untuk mencapai tujuan yang efektif. Penguasaan kombinasi gerak dalam bulutangkis (memukul-melangkah), tenis meja (memukul-posisi tubuh), dan kasti (melempar-memukul-berlari) sangat penting untuk meningkatkan performa. Manfaatnya meliputi peningkatan kebugaran fisik, keterampilan teknis, strategi, serta pengembangan sikap sportif dan kerja sama. Latihan rutin dan bertahap adalah kunci untuk menguasai kombinasi gerak ini.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Kombinasi Gerak | Penggabungan beberapa gerakan dasar secara berurutan atau bersamaan. |
| Forehand | Pukulan dalam bulutangkis atau tenis meja dengan posisi telapak tangan menghadap arah pukulan. |
| Backhand | Pukulan dalam bulutangkis atau tenis meja dengan posisi punggung tangan menghadap arah pukulan. |
| Footwork | Gerakan kaki yang sistematis untuk mencapai posisi optimal dalam permainan. |
| Topspin | Pukulan dalam tenis meja yang menyebabkan bola berputar ke depan. |
| Backspin | Pukulan dalam tenis meja yang menyebabkan bola berputar ke belakang. |
| Smash | Pukulan keras dan menukik dalam bulutangkis atau tenis meja. |
| Dropshot | Pukulan tipuan dalam bulutangkis atau tenis meja yang jatuh dekat net lawan. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Kombinasi Permainan Bola Kecil" mata pelajaran PJOK Kelas IX ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Ya. Tiga modul ajar gratis tersedia bertahap dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul PJOK kelas IX langsung tersusun atas nama Anda.
Ya. Modul mengikuti Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah.
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh, ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.