Modul ajar PJOK SMP kelas IX materi Senam Ketangkasan lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Keputusan Kepala BSKAP Nomor 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah. Unduh Word + PDF atas nama Anda.
Jenjang, mapel, kelas, semester, dan materinya sudah terbawa dari halaman ini. Tinggal identitas Anda: nama dan sekolah.
| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | PJOK |
| Fase / Kelas | D / IX |
| Materi Pokok | Senam Ketangkasan |
| Alokasi Waktu | 3 Pertemuan (6 JP: 2 JP × 40 menit = 80 menit per pertemuan) |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Model Pembelajaran | Project-Based Learning (PjBL) + Praktik |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Kompetensi awal: Peserta didik memiliki pemahaman dasar tentang gerak keseimbangan dan koordinasi tubuh dalam aktivitas fisik sehari-hari.
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan: kesehatan, kolaborasi, kreativitas.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | Keputusan Kepala BSKAP Nomor 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah |
| Elemen / Domain | Menganalisis dan Mempraktikkan |
| Rumusan CP Fase | Peserta didik menganalisis dan mempraktikkan keterampilan gerak spesifik senam ketangkasan serta menyusun strategi untuk meningkatkan kebugaran jasmani terkait senam, dengan menunjukkan perilaku bertanggung jawab dan sportivitas. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Contoh nyata senam ketangkasan meliputi guling depan, guling belakang, dan lompat kangkang yang sering terlihat dalam perlombaan senam. |
| Konseptual | Senam ketangkasan adalah aktivitas fisik yang melibatkan gerakan-gerakan akrobatik untuk melatih kekuatan, kelenturan, keseimbangan, dan koordinasi tubuh. |
| Prosedural | Peserta didik akan mempelajari urutan langkah-langkah yang benar untuk melakukan setiap gerakan dasar senam ketangkasan dengan aman dan efektif. |
| Metakognitif | Peserta didik akan menyadari bagaimana mereka belajar dan meningkatkan keterampilan gerak senam, serta strategi apa yang paling efektif bagi mereka. |
Tujuan Pembelajaran:
Pemahaman bermakna: Senam ketangkasan tidak hanya tentang melakukan gerakan fisik, tetapi juga tentang memahami prinsip biomekanika tubuh, melatih disiplin, keberanian, dan kerja sama tim untuk mencapai kebugaran optimal serta menghindari cedera.
Pertanyaan pemantik: "Bagaimana tubuh kita bisa bergerak lincah dan seimbang seperti pesenam profesional, dan apa saja rahasia di balik gerakan-gerakan ekstrem tersebut?"
| Praktik Pedagogis | Project-Based Learning (PjBL) + Praktik |
| Lintas Disiplin Ilmu | Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) - Fisika: Mempelajari konsep gaya, gravitasi, dan keseimbangan dalam setiap gerakan senam. Matematika: Menghitung sudut tolakan atau pendaratan yang optimal untuk efisiensi gerakan dan keamanan. Seni Budaya: Merancang rangkaian gerakan yang estetis dan harmonis, serta memilih musik pengiring yang sesuai. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua dapat diajak untuk mendorong anak berlatih gerakan dasar di rumah (dengan pengawasan) dan menonton video senam ketangkasan bersama untuk meningkatkan minat. |
| Lingkungan Pembelajaran | Ruang olahraga yang luas dengan matras senam yang memadai, peti lompat, dan area pendaratan yang aman, serta lingkungan kelas yang kondusif untuk diskusi kelompok. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Pemanfaatan video tutorial senam ketangkasan dari platform YouTube atau aplikasi kebugaran untuk referensi teknik dan variasi gerakan, serta penggunaan aplikasi perekam video untuk analisis gerakan sendiri. |
| Model Pembelajaran | Discovery Learning + Praktik |
| Tujuan Pertemuan 1 | Menganalisis konsep dan prosedur gerak spesifik guling depan dan guling belakang dalam senam ketangkasan serta mempraktikkannya. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Guru memberi salam, mengajak berdoa, mengecek kehadiran, dan melakukan apersepsi dengan menanyakan pengalaman peserta didik melihat atau mencoba gerakan senam. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu memahami dan mempraktikkan guling depan dan guling belakang, serta menjelaskan manfaatnya bagi kebugaran tubuh. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Peserta didik mengamati video demonstrasi guling depan dan guling belakang, kemudian berdiskusi dalam kelompok kecil untuk mengidentifikasi tahapan gerakan, kesalahan umum, dan cara mengatasinya. Mereka juga membaca panduan singkat yang diberikan guru. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Setiap kelompok secara bergantian mempraktikkan guling depan dan guling belakang di atas matras dengan bimbingan guru dan pengawasan teman sebaya. Peserta didik saling memberikan umpan balik konstruktif tentang teknik gerakan. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit | Perwakilan kelompok mendemonstrasikan gerakan terbaik mereka, kemudian guru memberikan penguatan tentang teknik yang benar dan pentingnya keselamatan. Peserta didik mengisi lembar refleksi singkat tentang kesulitan dan kemajuan yang mereka rasakan. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit | Guru dan peserta didik menyimpulkan materi guling depan dan guling belakang. Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif dan keberanian peserta didik, serta memberikan motivasi untuk terus berlatih. Pertemuan diakhiri dengan pendinginan dan doa. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Problem-Based Learning (PBL) + Praktik |
| Tujuan Pertemuan 2 | Menganalisis konsep dan prosedur gerak spesifik lompat kangkang dan lompat jongkok serta mempraktikkannya. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Guru menyapa, berdoa, presensi, dan mengulas kembali materi guling depan/belakang. Guru menunjukkan gambar atau video pesenam melakukan lompat kangkang/jongkok dan memancing pertanyaan tentang bagaimana gerakan itu dilakukan. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yaitu memahami dan mempraktikkan lompat kangkang dan lompat jongkok dengan aman. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Peserta didik dibagi menjadi kelompok, masing-masing diberikan studi kasus tentang potensi cedera saat melakukan lompat kangkang/jongkok. Mereka menganalisis masalah, mengidentifikasi faktor risiko, dan mencari solusi prosedur yang aman melalui diskusi kelompok dan referensi bahan ajar. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Setiap kelompok merumuskan prosedur aman untuk lompat kangkang dan lompat jongkok, kemudian mempraktikkannya dengan bantuan teman dan pengawasan guru. Mereka fokus pada tahapan awalan, tolakan, melewati peti lompat, dan pendaratan. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit | Kelompok mempresentasikan hasil analisis dan demonstrasi gerakan mereka. Guru memberikan umpan balik, meluruskan pemahaman, dan menguatkan pentingnya pemanasan, peregangan, dan bantuan teman. Peserta didik saling mengevaluasi kinerja temannya menggunakan daftar periksa sederhana. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit | Guru dan peserta didik menyimpulkan prosedur lompat kangkang dan lompat jongkok yang aman. Guru memberikan pujian atas kerja keras dan keberanian peserta didik, serta mengingatkan untuk terus berlatih dengan hati-hati. Pendinginan dan doa menutup pelajaran. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Project-Based Learning (PjBL) + Praktik |
| Tujuan Pertemuan 3 | Merancang dan mempresentasikan rangkaian gerak sederhana senam ketangkasan dengan variasi gerakan serta mengevaluasi hasilnya. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Guru menyapa, berdoa, presensi, dan mengingatkan kembali seluruh gerakan senam ketangkasan yang sudah dipelajari. Guru memotivasi peserta didik untuk berkreasi dengan gerakan-gerakan tersebut. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yaitu membuat proyek rangkaian senam dan mengevaluasinya. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Peserta didik dalam kelompok merencanakan proyek rangkaian senam ketangkasan sederhana yang menggabungkan minimal dua gerakan dasar (guling depan/belakang, lompat kangkang/jongkok) dengan variasi transisi. Mereka mendiskusikan urutan gerakan, musik pengiring (jika ada), dan pembagian tugas. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Setiap kelompok berlatih rangkaian senam yang telah dirancang. Guru berkeliling memberikan bimbingan dan saran untuk penyempurnaan gerakan, kekompakan, dan kreativitas. Peserta didik saling mengoreksi dan membantu dalam kelompoknya. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit | Setiap kelompok mempresentasikan rangkaian senam ketangkasan mereka di depan kelas. Peserta didik lain dan guru memberikan umpan balik positif dan konstruktif. Guru memimpin diskusi tentang kekuatan dan area yang perlu ditingkatkan dari setiap penampilan, serta melakukan penilaian menggunakan rubrik. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit | Guru dan peserta didik merefleksikan seluruh proses pembelajaran senam ketangkasan, mulai dari pemahaman konsep hingga praktik dan presentasi. Guru memberikan apresiasi tinggi atas seluruh usaha, keberanian, dan kreativitas peserta didik. Guru menekankan pentingnya menjaga kebugaran jasmani. Doa penutup. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
Tujuan: Menganalisis, merancang, dan mempraktikkan rangkaian gerak senam ketangkasan sederhana secara berkelompok.
Alat & bahan: Matras senam, peti lompat, video tutorial, lembar kerja, alat tulis
Langkah kerja:
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
Formatif (proses): Observasi kinerja peserta didik saat praktik dan diskusi kelompok menggunakan lembar observasi dan penilaian teman sebaya.
Sumatif (akhir): Penilaian praktik rangkaian senam ketangkasan dan presentasi kelompok menggunakan rubrik penilaian.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Menganalisis dan mempraktikkan gerak spesifik guling depan dan guling belakang. | Konsep dan prosedur guling depan dan guling belakang. | 2 JP | kesehatan, kolaborasi |
| 2 | Menganalisis dan mempraktikkan gerak spesifik lompat kangkang dan lompat jongkok. | Konsep dan prosedur lompat kangkang dan lompat jongkok. | 2 JP | kesehatan, penalaran kritis |
| 3 | Merancang, mempresentasikan, dan mengevaluasi rangkaian gerak senam ketangkasan. | Rancangan rangkaian gerak, praktik, dan evaluasi. | 2 JP | kreativitas, kolaborasi, kesehatan |
Senam ketangkasan adalah salah satu cabang olahraga senam yang membutuhkan keberanian, kelenturan, kekuatan, keseimbangan, dan koordinasi tubuh yang baik. Melalui senam ketangkasan, kita tidak hanya melatih fisik, tetapi juga mental untuk mengatasi rasa takut dan meningkatkan kepercayaan diri. Materi ini akan membimbing Anda memahami dan mempraktikkan berbagai gerakan dasar senam ketangkasan dengan aman dan benar.
1. Pengertian dan Manfaat Senam Ketangkasan
Senam ketangkasan, sering juga disebut senam artistik, adalah bentuk senam yang melibatkan gerakan-gerakan akrobatik dan menantang. Gerakan ini dilakukan di atas alat atau tanpa alat, dengan tujuan melatih kekuatan otot, kelenturan sendi, keseimbangan tubuh, koordinasi gerak, serta kecepatan reaksi. Manfaatnya sangat banyak, antara lain meningkatkan kebugaran jasmani secara menyeluruh, membentuk postur tubuh yang baik, mengurangi risiko osteoporosis, serta melatih kedisiplinan dan keberanian. Dengan rutin berlatih, tubuh akan menjadi lebih lincah dan responsif terhadap berbagai aktivitas.
2. Guling Depan (Forward Roll)
Guling depan adalah salah satu gerakan dasar dalam senam ketangkasan yang dilakukan dengan menggulingkan badan ke depan. Tahapan gerakannya dimulai dari posisi berdiri tegak, kedua tangan diangkat lurus ke atas, kemudian membungkuk sambil meletakkan kedua telapak tangan di matras. Kepala dimasukkan di antara kedua tangan, dagu menyentuh dada, dan punggung dibulatkan. Dorong badan ke depan dengan kaki, lalu gulingkan badan mulai dari tengkuk, punggung, pinggang, hingga panggul. Akhiri gerakan dengan posisi jongkok dan berdiri tegak kembali. Kunci utama adalah menjaga punggung tetap bulat dan mendorong dengan kuat.
3. Guling Belakang (Backward Roll)
Guling belakang adalah gerakan menggulingkan badan ke belakang, kebalikan dari guling depan. Gerakan ini dimulai dari posisi jongkok, kedua kaki rapat, dan kepala menunduk. Kedua tangan diletakkan di samping telinga dengan telapak tangan menghadap ke atas dan siku ditekuk. Jatuhkan badan ke belakang secara perlahan, mulai dari panggul, pinggang, punggung, hingga tengkuk. Saat punggung menyentuh matras, dorong matras dengan kedua telapak tangan untuk membantu mengangkat badan. Akhiri gerakan dengan posisi jongkok dan berdiri tegak. Perhatikan untuk tidak menjatuhkan kepala langsung ke matras.
4. Lompat Kangkang
Lompat kangkang adalah gerakan melompati peti lompat dengan posisi kaki mengangkang. Awalan dilakukan dengan lari cepat menuju peti lompat. Saat mendekati peti, lakukan tolakan kuat dengan kedua kaki di papan tolakan. Kedua tangan diletakkan di atas peti lompat sebagai tumpuan. Saat melayang di udara, buka kedua kaki selebar mungkin ke samping (mengangkang) melewati peti. Setelah melewati peti, rapatkan kembali kedua kaki dan lakukan pendaratan dengan kedua kaki secara bersamaan, lutut mengeper, dan pandangan ke depan. Kunci keberhasilan adalah tolakan yang kuat dan tumpuan tangan yang kokoh.
5. Lompat Jongkok
Lompat jongkok adalah gerakan melompati peti lompat dengan posisi badan jongkok di atas peti. Mirip dengan lompat kangkang, awalan dimulai dengan lari cepat. Lakukan tolakan kuat dengan kedua kaki di papan tolakan. Kedua tangan diletakkan di atas peti lompat. Saat melayang di udara, tekuk kedua lutut hingga posisi badan seperti jongkok di atas peti, dengan panggul sedikit terangkat. Setelah melewati peti, luruskan kaki dan lakukan pendaratan dengan kedua kaki secara bersamaan, lutut mengeper, dan pandangan ke depan. Fokus pada kekuatan tolakan dan kontrol tubuh saat berada di udara.
6. Keselamatan dan Pencegahan Cedera
Keselamatan adalah prioritas utama dalam senam ketangkasan. Selalu lakukan pemanasan dan peregangan yang cukup sebelum berlatih untuk mempersiapkan otot dan sendi. Gunakan matras senam yang tebal dan alat yang standar. Pastikan ada pengawasan guru atau teman saat melakukan gerakan yang sulit. Jangan memaksakan diri jika merasa tidak sanggup atau sakit. Pelajari teknik dasar dengan benar sebelum mencoba variasi yang lebih sulit. Bantuan dari teman (spotter) sangat penting terutama untuk gerakan-gerakan akrobatik yang membutuhkan keseimbangan tinggi. Komunikasi antar teman juga vital untuk saling mengingatkan dan menjaga keamanan.
7. Variasi dan Rangkaian Gerak
Setelah menguasai gerakan dasar, peserta didik dapat mulai mencoba variasi gerakan atau merangkai beberapa gerakan menjadi satu kesatuan. Misalnya, menggabungkan guling depan, kemudian dilanjutkan dengan berdiri tegak, lalu melompat kecil, dan diakhiri dengan guling belakang. Kreativitas dalam merangkai gerakan akan menambah nilai estetika dan tingkat kesulitan. Penting untuk memastikan setiap transisi antar gerakan dilakukan dengan halus dan aman. Rangkaian ini dapat diiringi musik untuk menambah semangat dan ritme, menjadikan senam ketangkasan lebih menyenangkan dan ekspresif.
8. Evaluasi dan Peningkatan Keterampilan
Evaluasi diri dan teman sebaya adalah bagian penting dari proses belajar. Setelah melakukan praktik, identifikasi kekuatan dan kelemahan dalam gerakan yang dilakukan. Gunakan rubrik penilaian untuk memberikan umpan balik yang objektif. Perhatikan aspek teknik, keamanan, kelancaran, dan kekompakan (jika berkelompok). Berdasarkan hasil evaluasi, tentukan area yang perlu ditingkatkan dan buat rencana latihan yang sesuai. Latihan yang konsisten dan terarah akan membantu meningkatkan keterampilan dan kepercayaan diri dalam senam ketangkasan.
Rangkuman: Senam ketangkasan adalah aktivitas fisik yang melatih kekuatan, kelenturan, keseimbangan, dan koordinasi melalui gerakan akrobatik seperti guling depan, guling belakang, lompat kangkang, dan lompat jongkok. Penting untuk memahami prosedur yang benar dan selalu mengutamakan keselamatan dengan pemanasan, penggunaan alat yang sesuai, dan pengawasan. Dengan latihan teratur, kreativitas dalam merangkai gerakan, dan evaluasi berkelanjutan, kebugaran jasmani serta kepercayaan diri akan meningkat.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Senam Ketangkasan | Cabang senam yang melibatkan gerakan akrobatik dan menantang untuk melatih kekuatan, kelenturan, keseimbangan, dan koordinasi. |
| Guling Depan | Gerakan menggulingkan badan ke depan di atas matras, dimulai dari tengkuk hingga panggul. |
| Guling Belakang | Gerakan menggulingkan badan ke belakang di atas matras, dimulai dari panggul hingga tengkuk. |
| Lompat Kangkang | Gerakan melompati peti lompat dengan posisi kedua kaki terbuka lebar (mengangkang) saat melayang. |
| Lompat Jongkok | Gerakan melompati peti lompat dengan posisi badan jongkok di atas peti saat melayang. |
| Matras | Alas tebal dan empuk yang digunakan untuk mengurangi benturan saat senam. |
| Peti Lompat | Alat berbentuk balok panjang yang digunakan sebagai rintangan untuk gerakan melompat. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Senam Ketangkasan" mata pelajaran PJOK Kelas IX ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Ya. Tiga modul ajar gratis tersedia bertahap dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul PJOK kelas IX langsung tersusun atas nama Anda.
Ya. Modul mengikuti Keputusan Kepala BSKAP Nomor 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah.
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh, ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.