Modul ajar PJOK SMP kelas VII materi Aktivitas Gerak Berirama lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Keputusan Kepala BSKAP No. 046/H/KR/2025. Unduh Word + PDF atas nama Anda.
Rumusan: Peserta didik mampu menganalisis konsep gerak, mempraktikkan keterampilan gerak spesifik, dan menunjukkan nilai-nilai gerak berirama, serta bertanggung jawab dalam menjaga keselamatan diri dan orang lain.
Acuan: Keputusan Kepala BSKAP No. 046/H/KR/2025
Kompetensi awal: Peserta didik telah memiliki pengalaman dasar dalam melakukan gerak lokomotor dan non-lokomotor sederhana serta memahami pentingnya menjaga kebugaran tubuh.
Pemahaman bermakna: Memahami dan menguasai aktivitas gerak berirama tidak hanya meningkatkan kebugaran fisik, tetapi juga melatih koordinasi, kreativitas, dan kemampuan berekspresi secara harmonis.
Pertanyaan pemantik: Bagaimana musik dapat menginspirasi kita untuk bergerak dan menciptakan sebuah tarian yang indah dan sehat?
Tujuan: Mengidentifikasi jenis-jenis gerak dasar lokomotor dan non-lokomotor dalam aktivitas gerak berirama.
Kegiatan awal: Peserta didik disambut dengan salam, berdoa, presensi, dan pemanasan ringan. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini tentang pengenalan gerak berirama dan memantik diskusi tentang pengalaman mereka melihat atau melakukan senam.
Memahami: Peserta didik mengamati video contoh aktivitas gerak berirama dan mengidentifikasi berbagai jenis gerak lokomotor (misalnya jalan, lari, lompat) dan non-lokomotor (misalnya mengayun, menekuk, memutar) yang ada di dalamnya.
Mengaplikasi: Dalam kelompok, peserta didik mencoba menirukan beberapa gerak dasar yang diamati, lalu mendiskusikan perbedaan antara gerak lokomotor dan non-lokomotor serta fungsinya dalam gerak berirama.
Merefleksi: Setiap kelompok mempresentasikan hasil identifikasi dan demonstrasi gerak dasar. Guru memberikan umpan balik dan penguatan konsep gerak dasar, serta menekankan pentingnya pemanasan sebelum praktik.
Penutup: Peserta didik menyimpulkan bersama tentang gerak dasar. Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif, mengingatkan untuk terus berlatih, dan menutup dengan doa.
Tujuan: Menganalisis konsep gerak dasar langkah kaki dan ayunan lengan dalam aktivitas gerak berirama serta mempraktikkannya sesuai irama dengan koordinasi yang baik.
Kegiatan awal: Setelah salam, doa, dan presensi, peserta didik melakukan pemanasan dengan iringan musik. Guru mengingatkan tujuan pembelajaran sebelumnya dan mengaitkannya dengan pembelajaran hari ini tentang analisis dan praktik langkah kaki dan ayunan lengan. Guru mengajukan pertanyaan pemantik: 'Bagaimana kita bisa membuat gerakan kaki dan tangan kita selaras dengan irama musik?'
Memahami: Peserta didik secara individu atau berpasangan menganalisis contoh-contoh gerak langkah kaki (misalnya langkah biasa, langkah rapat, langkah samping) dan ayunan lengan (misalnya ayun depan, ayun samping, ayun silang) melalui tayangan video atau demonstrasi guru, memperhatikan detail posisi tubuh dan koordinasi dengan irama.
Mengaplikasi: Peserta didik dibagi kelompok untuk mempraktikkan kombinasi gerak langkah kaki dan ayunan lengan dasar dengan hitungan dan irama musik. Mereka saling memberikan masukan dan koreksi untuk mencapai koordinasi yang lebih baik.
Merefleksi: Masing-masing kelompok menampilkan kombinasi gerak yang telah dilatih. Guru dan teman-teman memberikan umpan balik konstruktif terkait koordinasi, ketepatan gerak, dan keselarasan dengan irama. Guru menguatkan konsep kunci tentang sinkronisasi gerak dan irama.
Penutup: Peserta didik melakukan pendinginan. Guru memberikan apresiasi atas semangat belajar dan kerjasama, serta memberikan tugas untuk mencari inspirasi gerakan berirama dari berbagai sumber. Doa penutup.
Tujuan: Merangkai gerak dasar menjadi sebuah kombinasi sederhana aktivitas gerak berirama secara kreatif dan menunjukkan sikap kerjasama dan disiplin.
Kegiatan awal: Guru membuka pelajaran dengan salam, doa, presensi, dan pemanasan. Guru mengingatkan kembali materi sebelumnya dan menyampaikan tujuan hari ini: membuat rangkaian gerak berirama sederhana secara berkelompok. Guru memotivasi peserta didik untuk berkreasi.
Memahami: Peserta didik dalam kelompok merencanakan rangkaian gerak berirama sederhana (minimal 8-16 hitungan) dengan menggabungkan gerak langkah kaki dan ayunan lengan yang telah dipelajari, serta menambahkan variasi lain secara kreatif. Mereka memilih musik pengiring yang sesuai.
Mengaplikasi: Setiap kelompok berlatih merangkai dan menyelaraskan gerakan mereka dengan musik. Guru berkeliling memberikan bimbingan, masukan, dan memastikan setiap anggota kelompok berpartisipasi aktif dalam proses kreasi dan praktik.
Merefleksi: Setiap kelompok secara bergiliran menampilkan rangkaian gerak berirama sederhana mereka. Guru dan kelompok lain memberikan apresiasi dan umpan balik positif. Guru memberikan penguatan tentang pentingnya kekompakan, kreativitas, dan ekspresi dalam gerak berirama.
Penutup: Peserta didik melakukan pendinginan. Guru memberikan pujian atas semua usaha dan kreativitas yang ditunjukkan, menyampaikan bahwa setiap karya adalah unik, dan menutup pembelajaran dengan doa serta pesan untuk menjaga kesehatan dan kebugaran. Guru juga menginformasikan adanya asesmen sumatif di pertemuan berikutnya.
Proses (formatif): Observasi partisipasi aktif, kerjasama kelompok, dan penguasaan gerak dasar selama praktik di setiap pertemuan.
Akhir (sumatif): Penilaian performa praktik rangkaian gerak berirama sederhana secara berkelompok dan tes tertulis singkat mengenai konsep gerak berirama.
| Tujuan | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|
| Mengidentifikasi jenis-jenis gerak dasar lokomotor dan non-lokomotor dalam aktivitas gerak berirama. | Pengenalan gerak dasar lokomotor dan non-lokomotor. | 2 JP | penalaran kritis |
| Menganalisis konsep gerak dasar langkah kaki dan ayunan lengan serta mempraktikkannya sesuai irama dengan koordinasi yang baik. | Konsep dan praktik gerak langkah kaki dan ayunan lengan. | 2 JP | kesehatan, kreativitas |
| Merangkai gerak dasar menjadi sebuah kombinasi sederhana aktivitas gerak berirama secara kreatif dan menunjukkan sikap kerjasama dan disiplin. | Rangkaian gerak berirama sederhana dan nilai kerjasama. | 2 JP | kolaborasi, kreativitas, kesehatan |
Aktivitas gerak berirama adalah salah satu bentuk latihan fisik yang menyenangkan dan bermanfaat untuk kesehatan. Dengan menggabungkan gerakan tubuh dengan irama musik, kita dapat meningkatkan kebugaran, koordinasi, kelenturan, dan ekspresi diri. Mari kita jelajahi dunia gerak berirama yang penuh energi dan kreativitas ini!
Aktivitas gerak berirama, sering juga disebut senam irama atau senam ritmik, adalah serangkaian gerakan tubuh yang dilakukan secara teratur dan berkesinambungan mengikuti irama musik atau hitungan. Gerakan ini melibatkan berbagai anggota tubuh dan bertujuan untuk meningkatkan kebugaran jasmani serta ekspresi artistik. Gerak berirama dapat dilakukan secara individu, berpasangan, atau berkelompok dan seringkali menjadi bagian dari kompetisi maupun kegiatan rekreasi.
Melakukan aktivitas gerak berirama secara rutin memiliki banyak manfaat bagi tubuh dan pikiran. Manfaat fisiknya antara lain meningkatkan daya tahan kardiovaskular, melatih kelenturan tubuh, memperkuat otot, meningkatkan koordinasi gerak, dan menjaga keseimbangan. Selain itu, gerak berirama juga dapat meningkatkan mood, mengurangi stres, melatih konsentrasi, dan mengembangkan kreativitas dalam berekspresi. Ini adalah cara yang menyenangkan untuk tetap sehat dan aktif.
Dalam aktivitas gerak berirama, kita mengenal dua jenis gerak dasar utama: gerak lokomotor dan gerak non-lokomotor. Gerak lokomotor adalah gerakan yang menyebabkan perpindahan tempat dari satu titik ke titik lain, seperti berjalan, berlari, melompat, dan meluncur. Sementara itu, gerak non-lokomotor adalah gerakan yang dilakukan di tempat tanpa berpindah posisi, seperti mengayun, menekuk, memutar, membungkuk, dan meregang. Kedua jenis gerak ini menjadi pondasi dalam menyusun rangkaian gerak berirama.
Langkah kaki adalah elemen penting dalam gerak berirama. Beberapa contoh gerak langkah kaki meliputi: 1) Langkah biasa (loopas): berjalan santai dengan ujung kaki menyentuh lantai terlebih dahulu. 2) Langkah rapat (bijtrekpas): satu kaki melangkah, lalu kaki lainnya merapat. 3) Langkah keseimbangan (balanspas): melangkah sambil menjaga keseimbangan tubuh. 4) Langkah samping (zijpas): melangkah ke samping dengan satu kaki diikuti kaki lainnya. Variasi langkah kaki ini memberikan dinamika pada rangkaian gerak.
Ayunan lengan memberikan keindahan dan ekspresi pada gerak berirama. Contoh gerak ayunan lengan meliputi: 1) Ayunan satu lengan ke depan/belakang: mengayunkan satu lengan lurus ke depan atau belakang. 2) Ayunan dua lengan ke depan/belakang: mengayunkan kedua lengan secara bersamaan. 3) Ayunan lengan silang: mengayunkan lengan menyilang di depan tubuh. 4) Ayunan lengan ke samping: mengayunkan lengan ke arah samping tubuh. Kombinasi ayunan lengan dengan langkah kaki menciptakan harmonisasi gerak.
Kunci utama dalam aktivitas gerak berirama adalah koordinasi antara gerakan tubuh dengan irama musik atau hitungan. Koordinasi yang baik memungkinkan gerakan terlihat harmonis, estetis, dan bertenaga. Untuk mencapainya, penting untuk mendengarkan musik dengan seksama, merasakan ketukan, dan menyelaraskan setiap gerakan kaki, tangan, dan tubuh lainnya. Latihan berulang dan fokus pada sinkronisasi akan membantu meningkatkan kemampuan koordinasi ini.
Merangkai gerak berirama melibatkan penggabungan gerak dasar lokomotor, non-lokomotor, langkah kaki, dan ayunan lengan menjadi sebuah urutan yang mengalir. Mulailah dengan memilih beberapa gerak dasar, tentukan urutannya, dan coba lakukan dengan hitungan. Setelah itu, tambahkan musik dan sesuaikan tempo serta ekspresi. Kreativitas sangat diperlukan dalam merangkai gerakan agar tidak monoton dan memiliki ciri khas. Latihan kelompok dapat membantu menyelaraskan rangkaian ini.
Rangkuman: Aktivitas gerak berirama adalah rangkaian gerakan tubuh yang dilakukan selaras dengan irama musik, bermanfaat untuk kebugaran fisik dan ekspresi diri. Materi ini mencakup gerak dasar lokomotor dan non-lokomotor, langkah kaki, dan ayunan lengan. Kunci keberhasilan terletak pada koordinasi gerak dengan irama serta kreativitas dalam merangkai gerakan. Latihan rutin akan meningkatkan kelenturan, keseimbangan, dan daya tahan tubuh.
Tujuan: Mengidentifikasi, menganalisis, dan mempraktikkan gerak dasar lokomotor dan non-lokomotor dalam aktivitas gerak berirama.
Alat & bahan: Kertas, alat tulis, video gerak berirama, alat pemutar musik
| Lokomotor | Gerakan yang menyebabkan perpindahan tempat. |
| Non-lokomotor | Gerakan yang dilakukan di tempat tanpa berpindah posisi. |
| Koordinasi | Keselarasan gerak berbagai anggota tubuh. |
| Irama | Urutan bunyi yang teratur dan berulang. |
| Koreografi | Susunan atau rangkaian gerakan tari atau senam. |
Ya. Tiga modul ajar gratis tersedia bertahap dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul PJOK kelas VII langsung tersusun atas nama Anda.
Ya. Modul mengikuti Keputusan Kepala BSKAP No. 046/H/KR/2025.
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh, ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.