Modul Ajar & RPP PJOK Kelas VIII
Bahaya Pergaulan Bebas dan NAPZA
Sudah jadi 11 lembar, tinggal tulis nama Anda ✍️
🎁 100% GRATIS · unduh Word + PDF tanpa bayar
Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.
TERBARUTP 2026/2027Rumus 8-3-3-4Pembelajaran Mendalam
- 8Dimensi Profil Lulusan: keimanan & ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, komunikasi
- 3Prinsip Pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan
- 3Pengalaman Belajar: memahami, mengaplikasi, merefleksi
- 4Kerangka Pembelajaran: praktik pedagogis, kemitraan, lingkungan, pemanfaatan digital
📜 Dasar: Permendikdasmen 13/2025 · Standar Proses 1/2026 · CP 046/H/KR/2025 jo. 020/2026
“Lebih fleksibel, mempersingkat waktu, dan jelas.”
Isi modul ini
Di bawah ini 11 lembar A4 pertama, persis seperti yang terunduh. Nama & tema yang Anda pilih di atas sudah terpasang.


| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | PJOK |
| Fase / Kelas | D / VIII |
| Materi Pokok | Bahaya Pergaulan Bebas dan NAPZA |
| Alokasi Waktu | 2 pertemuan |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Pendekatan | Pembelajaran Mendalam |
| Model Pembelajaran | Project-Based Learning (PjBL) + Praktik Diskusi dan Kampanye |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Identifikasi Peserta Didik:
| Kesiapan belajar (kompetensi awal) | Peserta didik memiliki pemahaman dasar tentang pentingnya menjaga kesehatan dan beberapa risiko perilaku tidak sehat di lingkungan sekitar. |
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:
- Kesehatan — menjaga kesehatan fisik dan mental serta kebugaran
- Kolaborasi — bekerja sama secara efektif untuk mencapai tujuan bersama
- Komunikasi — menyampaikan dan menerima gagasan secara jelas dan santun
🔒 Elemen tiap dimensi beserta wujudnya pada materi ini tersedia di Paket Lengkap.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | Keputusan Kepala BSKAP No. 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah |
| Elemen / Domain | Kesehatan dan Keselamatan |
| Rumusan CP Fase | Peserta didik menunjukkan pemahaman tentang pentingnya menjaga kesehatan diri dan lingkungan, serta mampu mengidentifikasi dan menghindari berbagai risiko kesehatan, termasuk bahaya pergaulan bebas dan NAPZA, demi keselamatan dan kesejahteraan hidup. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Pergaulan bebas dan penyalahgunaan NAPZA adalah isu nyata yang berdampak pada banyak remaja di Indonesia. |
| Konseptual | Pergaulan bebas merujuk pada perilaku menyimpang yang tidak sesuai norma, sementara NAPZA adalah akronim untuk Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif lainnya yang berbahaya bagi kesehatan. |
| Prosedural | Peserta didik akan mempelajari cara mengidentifikasi risiko pergaulan bebas dan NAPZA, serta strategi efektif untuk menolak dan mencegahnya. |
| Metakognitif | Peserta didik akan menyadari pentingnya mengambil keputusan yang bertanggung jawab untuk kesehatan dan masa depan mereka, serta mengembangkan strategi belajar yang efektif untuk menghadapi informasi kesehatan. |
Tujuan Pembelajaran:
- Mengidentifikasi pengertian dan bentuk-bentuk pergaulan bebas serta NAPZA dengan benar.
- Menganalisis faktor penyebab dan dampak negatif pergaulan bebas serta penyalahgunaan NAPZA terhadap diri sendiri, keluarga, dan masyarakat.
- Merancang strategi pencegahan pergaulan bebas dan NAPZA yang efektif untuk remaja.
- Menyajikan hasil analisis dan strategi pencegahan dalam bentuk kampanye atau media informasi yang kreatif.
- Menerapkan sikap tegas dalam menolak ajakan pergaulan bebas dan penyalahgunaan NAPZA.
- Menunjukkan kepedulian terhadap teman sebaya yang berpotensi terjebak dalam pergaulan bebas dan NAPZA.
Pemahaman bermakna: Memahami bahaya pergaulan bebas dan NAPZA bukan hanya tentang tahu definisi, tetapi juga tentang mengembangkan keterampilan untuk melindungi diri, membuat keputusan yang sehat, dan berkontribusi pada lingkungan yang aman.
Pertanyaan pemantik: "Mengapa banyak remaja, termasuk yang kita kenal, terjebak dalam pergaulan bebas atau penyalahgunaan NAPZA, padahal mereka tahu risikonya?"
| Praktik Pedagogis | Project-Based Learning (PjBL) + Praktik Diskusi dan Kampanye |
| Lintas Disiplin Ilmu | Pendidikan Agama: Nilai-nilai agama sebagai benteng moral dalam menghadapi pergaulan bebas dan NAPZA. Bahasa Indonesia: Keterampilan menulis teks persuasi dan membuat narasi dalam kampanye pencegahan. Seni Budaya: Kreativitas dalam merancang poster, video pendek, atau drama sebagai media kampanye. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua dapat diajak berdiskusi tentang pentingnya pengawasan dan komunikasi terbuka dengan anak mengenai isu pergaulan bebas dan NAPZA, serta mendukung kampanye pencegahan di rumah. |
| Lingkungan Pembelajaran | Lingkungan kelas diatur agar nyaman untuk diskusi kelompok, dilengkapi dengan akses internet dan media visual yang mendukung eksplorasi materi, serta ruang terbuka untuk presentasi proyek. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Pemanfaatan platform media sosial (Instagram/TikTok sekolah) untuk penyebaran kampanye anti-NAPZA dan pergaulan bebas yang dibuat siswa, atau penggunaan aplikasi desain grafis (Canva) untuk pembuatan poster digital. |
| Model Pembelajaran | Discovery Learning |
| Tujuan Pertemuan 1 | Mengidentifikasi pengertian dan bentuk-bentuk pergaulan bebas serta NAPZA dengan benar. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Guru menyapa, memimpin doa, memeriksa kehadiran, dan melakukan apersepsi dengan menanyakan pengalaman atau pengetahuan awal siswa tentang 'pergaulan' dan 'bahaya'. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu mengidentifikasi pergaulan bebas dan NAPZA, serta pentingnya materi ini untuk menjaga kesehatan diri. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Peserta didik secara berkelompok mencari informasi dari berbagai sumber (buku, internet) mengenai pengertian, jenis-jenis, dan contoh nyata pergaulan bebas serta NAPZA di lingkungan remaja. Mereka menganalisis informasi tersebut untuk memahami karakteristik masing-masing. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Setiap kelompok membuat peta konsep atau infografis sederhana yang merangkum hasil temuan mereka tentang pergaulan bebas dan NAPZA, termasuk contoh kasus yang relevan dengan kehidupan remaja di Indonesia. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit | Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil karyanya, kelompok lain memberikan tanggapan dan pertanyaan. Guru memberikan umpan balik, meluruskan miskonsepsi, dan menguatkan pemahaman tentang bahaya pergaulan bebas dan NAPZA sebagai fondasi untuk pertemuan berikutnya. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit | Guru dan peserta didik menyimpulkan materi hari ini. Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif dan mengingatkan untuk mempersiapkan diri pada materi selanjutnya. Doa penutup dipimpin oleh salah satu siswa. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Problem-Based Learning (PBL) |
| Tujuan Pertemuan 2 | Menganalisis faktor penyebab dan dampak negatif pergaulan bebas serta penyalahgunaan NAPZA terhadap diri sendiri, keluarga, dan masyarakat. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Guru menyapa, memimpin doa, memeriksa kehadiran, dan mengulas singkat materi sebelumnya. Guru menyajikan sebuah studi kasus singkat atau video inspiratif tentang remaja yang terdampak pergaulan bebas atau NAPZA sebagai pertanyaan pemantik. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu menganalisis faktor dan dampak negatifnya. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Peserta didik dalam kelompok menganalisis studi kasus yang diberikan, mengidentifikasi faktor-faktor penyebab (internal dan eksternal) serta dampak negatif yang ditimbulkan oleh pergaulan bebas dan NAPZA tidak hanya pada individu, tetapi juga pada keluarga dan masyarakat sekitar. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Setiap kelompok membuat diagram sebab-akibat atau mind map yang detail mengenai faktor penyebab dan dampak pergaulan bebas serta NAPZA. Mereka juga mulai merumuskan ide-ide awal untuk strategi pencegahan berdasarkan analisis dampak tersebut. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit | Kelompok mempresentasikan hasil analisis mereka, menjelaskan keterkaitan antara faktor penyebab dan dampaknya. Guru memfasilitasi diskusi, memberikan penguatan tentang pentingnya pemahaman mendalam ini sebagai dasar untuk membangun ketahanan diri, dan memberikan arahan untuk mulai memikirkan proyek pencegahan. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit | Guru dan peserta didik merefleksikan pembelajaran tentang dampak pergaulan bebas dan NAPZA. Guru memberikan apresiasi dan motivasi untuk pertemuan selanjutnya yang akan fokus pada perancangan aksi nyata. Doa penutup. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Nama | Kelas | Kelompok | |||
|---|---|---|---|---|---|
| Tanggal | Nilai | Paraf Guru |
Waktu pengerjaan: 25 menit
Tujuan: Menganalisis faktor penyebab dan dampak pergaulan bebas serta NAPZA, kemudian merumuskan strategi pencegahan.
Petunjuk: 1) Berdoalah sebelum mulai. 2) Kerjakan langkah secara berurutan bersama kelompok. 3) Tulis hasilnya di tabel, lalu simpulkan.
Info singkat: Remaja adalah masa transisi yang penuh tantangan, di mana pergaulan memegang peran penting. Namun, tidak semua pergaulan membawa dampak positif.
Alat & bahan: Kertas manila/HVS, spidol warna, pensil, penghapus, penggaris, gunting, lem, akses internet/buku sumber
Langkah kerja:
- Bentuklah kelompok yang terdiri dari 4-5 orang.
- Diskusikan kasus-kasus pergaulan bebas atau NAPZA yang relevan dengan remaja. Identifikasi faktor penyebab (internal dan eksternal) serta dampaknya.
- Gambarkan diagram sebab-akibat atau mind map yang menunjukkan hubungan antara faktor penyebab dan dampak negatif pergaulan bebas/NAPZA.
- Berdasarkan analisis dampak, rumuskan minimal 3 strategi pencegahan yang efektif untuk remaja.
- Presentasikan hasil diskusi kelompok Anda di depan kelas.
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Apa yang kamu ketahui tentang pergaulan bebas?
- Apa itu NAPZA?
- Menurutmu, mengapa remaja bisa terjerumus ke dalam pergaulan bebas atau NAPZA?
- Apa yang akan kamu lakukan jika temanmu mengajak melakukan hal yang tidak baik?
Formatif (proses): Observasi partisipasi aktif siswa dalam diskusi kelompok dan presentasi, serta penilaian produk LKPD dan proyek kampanye.
Sumatif (akhir): Tes tertulis berupa pilihan ganda dan esai untuk mengukur pemahaman konsep serta penilaian proyek kampanye pencegahan.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — rubrik ada di berkas unduhan, kunci jawaban khusus member Paket Lengkap.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Mengidentifikasi pengertian dan bentuk-bentuk pergaulan bebas serta NAPZA. | Pengertian dan bentuk pergaulan bebas; Pengertian dan jenis NAPZA. | 2 JP | kesehatan, penalaran kritis |
| 2 | Menganalisis faktor penyebab dan dampak negatif pergaulan bebas serta penyalahgunaan NAPZA. | Faktor penyebab pergaulan bebas dan NAPZA; Dampak negatif pergaulan bebas dan NAPZA. | 2 JP | penalaran kritis, kesehatan |
| 3 | Merancang dan menyajikan strategi pencegahan pergaulan bebas dan NAPZA dalam kampanye kreatif. | Strategi pencegahan pergaulan bebas dan NAPZA; Penyusunan kampanye kreatif. | 2 JP | kolaborasi, komunikasi, kreativitas |
Remaja adalah masa transisi yang penuh tantangan, di mana pergaulan memegang peran penting. Namun, tidak semua pergaulan membawa dampak positif. Modul ini akan membimbing kalian memahami bahaya pergaulan bebas dan NAPZA, serta membekali kalian dengan pengetahuan dan keterampilan untuk melindungi diri, membuat pilihan yang tepat, dan menjadi agen perubahan positif di lingkungan sekitar.
1. Pengertian Pergaulan Bebas
Pergaulan bebas merujuk pada bentuk perilaku menyimpang yang melanggar norma agama, kesusilaan, dan kesopanan. Perilaku ini umumnya melibatkan interaksi sosial tanpa batas yang jelas, seringkali mengarah pada tindakan yang merugikan diri sendiri dan orang lain, seperti seks bebas, mabuk-mabukan, atau tawuran. Intinya, pergaulan bebas adalah perilaku yang tidak bertanggung jawab dan tidak sesuai dengan nilai-nilai masyarakat.
2. Bentuk-Bentuk Pergaulan Bebas
Bentuk pergaulan bebas sangat beragam di kalangan remaja. Contohnya termasuk seks pra-nikah, penyalahgunaan minuman keras, tawuran antarpelajar, bolos sekolah, geng motor, atau bahkan perilaku merokok di bawah umur. Penting untuk diingat bahwa tidak semua pergaulan itu buruk, tetapi kita harus mampu membedakan mana yang sehat dan mana yang berpotensi merusak masa depan kita.
3. Pengertian NAPZA
NAPZA adalah singkatan dari Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif lainnya. Narkotika adalah zat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman, baik sintetis maupun semi sintetis, yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa nyeri, dan dapat menimbulkan ketergantungan. Psikotropika adalah zat atau obat, baik alamiah maupun sintetis, yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan saraf pusat yang menyebabkan perubahan khas pada aktivitas mental dan perilaku. Zat adiktif lainnya adalah bahan/zat selain narkotika dan psikotropika yang dapat menimbulkan ketergantungan, seperti alkohol dan rokok. Semua jenis NAPZA sangat berbahaya bagi kesehatan fisik dan mental.
4. Jenis-Jenis NAPZA
NAPZA memiliki banyak jenis. Narkotika meliputi ganja, heroin, kokain, dan morfin. Psikotropika contohnya ekstasi, sabu-sabu, dan obat penenang. Zat adiktif lainnya yang sering disalahgunakan adalah alkohol, rokok, dan bahkan lem atau thinner. Masing-masing jenis memiliki efek dan bahaya yang berbeda, namun semuanya berpotensi menyebabkan kecanduan dan kerusakan organ tubuh.
5. Faktor Penyebab Pergaulan Bebas dan NAPZA
Ada banyak faktor yang mendorong remaja terjerumus dalam pergaulan bebas dan NAPZA. Faktor internal meliputi rasa ingin tahu yang tinggi, kurangnya percaya diri, atau masalah emosional. Faktor eksternal bisa berasal dari lingkungan keluarga yang kurang harmonis, pengaruh teman sebaya, media sosial yang tidak sehat, atau lingkungan sosial yang permisif. Memahami faktor-faktor ini penting untuk mencegahnya.
6. Dampak Negatif Pergaulan Bebas dan NAPZA
Dampak negatif pergaulan bebas dan NAPZA sangatlah mengerikan. Bagi individu, dapat menyebabkan kerusakan fisik (penyakit menular seksual, kerusakan organ), gangguan mental (depresi, kecemasan), penurunan prestasi belajar, hingga kematian. Bagi keluarga, dapat menimbulkan aib, perpecahan, dan beban ekonomi. Bagi masyarakat, dapat meningkatkan angka kriminalitas dan merusak moral bangsa. Ini adalah masalah serius yang harus kita hindari.
7. Strategi Pencegahan Pergaulan Bebas dan NAPZA
Pencegahan adalah kunci. Strategi pencegahan meliputi memperkuat iman dan takwa, mengembangkan komunikasi yang baik dengan orang tua, memilih teman yang positif, mengisi waktu luang dengan kegiatan bermanfaat (olahraga, seni), meningkatkan percaya diri, serta berani berkata 'tidak' pada ajakan negatif. Selain itu, penting untuk memiliki pengetahuan yang cukup tentang bahaya pergaulan bebas dan NAPZA agar tidak mudah terpengaruh.
Rangkuman: Pergaulan bebas dan NAPZA adalah ancaman serius bagi remaja, merusak masa depan dan kesehatan. Pergaulan bebas adalah perilaku menyimpang yang melanggar norma, sementara NAPZA adalah zat berbahaya penyebab kecanduan. Memahami faktor penyebab dan dampak negatifnya, serta menerapkan strategi pencegahan yang kuat seperti memperkuat diri, memilih lingkungan positif, dan berani menolak, adalah kunci untuk melindungi diri dan membangun masa depan yang cerah.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| NAPZA | Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif lainnya yang dapat menimbulkan ketergantungan. |
| Pergaulan Bebas | Bentuk perilaku menyimpang yang melanggar norma agama, kesusilaan, dan kesopanan. |
| Adiktif | Sifat suatu zat yang menimbulkan ketergantungan atau kecanduan. |
| Psikotropika | Zat yang memengaruhi aktivitas mental dan perilaku melalui susunan saraf pusat. |
| Narkotika | Zat yang dapat menyebabkan penurunan kesadaran, hilangnya rasa nyeri, dan ketergantungan. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Bahaya Pergaulan Bebas dan NAPZA" mata pelajaran PJOK Kelas VIII ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Bukan Bahaya Pergaulan Bebas dan NAPZA yang Anda cari?Pilih dari peta materi setahun di bawah ini 👇
Materi Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menitPeta Materi PJOK Kelas VIII Setahun
Urutan mengajarnya, bukan urutan pencarian. Yang sudah ada tinggal diunduh; yang belum, disusun atas nama Anda — sama-sama gratis.
Semester 1 / Ganjil1 dari 3 siap unduh
Mengefektifkan GerakModul siap unduh · Word + PDF ber-kopMenerapkan Konsep GerakBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisMenyusun dan Menerapkan Strategi GerakBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisSemester 2 / Genap3 materi · siap dibuatkan
Modifikasi, Fair Play, dan PartisipasiBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisAlam untuk Aktivitas JasmaniBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisGizi dan MakananBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisModul PJOK lain yang sudah tersedia
Gerak Berirama LanjutanPJOK Kelas VIII SMPKebugaran Jasmani TerukurPJOK Kelas VIII SMPPassing ControlPJOK Kelas VIII SMPPencak Silat LanjutanPJOK Kelas VIII SMPLihat semua Modul Ajar PJOK Kelas VIII →Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah ini modul ajar PJOK kelas 8 yang saya cari?
Kemungkinan besar ya. Kelas VIII dan kelas 8 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Bahaya Pergaulan Bebas dan NAPZA pada PJOK SMP, Fase D, elemen Kesehatan dan Keselamatan.
Modul Bahaya Pergaulan Bebas dan NAPZA ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?
Semester 2 (genap), menurut urutan materi PJOK kelas VIII SMP di peta setahun pada halaman ini. Semesternya sudah terisi otomatis saat Anda mengunduh.
Apakah modul ajar PJOK materi Bahaya Pergaulan Bebas dan NAPZA ini gratis?
Ya. Modul Bahaya Pergaulan Bebas dan NAPZA untuk kelas VIII SMP dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 18 jam.
Bagaimana cara download modul ajar Bahaya Pergaulan Bebas dan NAPZA ini dalam Word (.docx) dan PDF?
Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas PJOK kelas VIII ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul PJOK kelas VIII langsung tersusun atas nama Anda.
Bisakah modul Bahaya Pergaulan Bebas dan NAPZA ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Bahaya Pergaulan Bebas dan NAPZA dapat Anda sesuaikan dengan murid PJOK kelas VIII di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
Apakah modul ajar PJOK kelas VIII ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul Bahaya Pergaulan Bebas dan NAPZA ini mengikuti Keputusan Kepala BSKAP No. 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, pada Fase D untuk kelas VIII SMP. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi Bahaya Pergaulan Bebas dan NAPZA tercantum di lembar identitasnya.
Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?
Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Bahaya Pergaulan Bebas dan NAPZA untuk PJOK kelas VIII di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?
Ada. Modul Bahaya Pergaulan Bebas dan NAPZA ini memuat bank soalnya sendiri — 6 pilihan ganda dan 5 uraian (kunci jawabannya khusus member Paket Lengkap), ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh PJOK kelas VIII SMP berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.
Apakah Kaldik, Prota, dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?
Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar Bahaya Pergaulan Bebas dan NAPZA beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap PJOK kelas VIII berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem), serta CP · ATP · KKTP setahun ber-kop sekolah tersedia lewat Paket Modul — bersama Kalender Pendidikan (libur nasional & cuti bersama resmi SKB 3 Menteri sudah tercantum) dan Alokasi Waktu yang menghitung minggu efektifnya otomatis.
Modul PJOK ini cocok untuk SMP negeri, swasta, maupun MTs?
Ya. Kop, logo, dan nama SMP Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Untuk MTs, pilih jenjang MTs saat mengisi borang: materi Bahaya Pergaulan Bebas dan NAPZA yang sama disusun dalam versi madrasah (Kurikulum Berbasis Cinta, kop Kemenag), dan halaman PJOK MTs ada di daftar jenjang lain di bawah.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.