Modul Ajar & RPP PJOK Kelas VIII
Senam Lantai Lanjutan
Sudah jadi 11 lembar, tinggal tulis nama Anda ✍️
🎁 100% GRATIS · unduh Word + PDF tanpa bayar
Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.
TERBARUTP 2026/2027Rumus 8-3-3-4Pembelajaran Mendalam
- 8Dimensi Profil Lulusan: keimanan & ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, komunikasi
- 3Prinsip Pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan
- 3Pengalaman Belajar: memahami, mengaplikasi, merefleksi
- 4Kerangka Pembelajaran: praktik pedagogis, kemitraan, lingkungan, pemanfaatan digital
📜 Dasar: Permendikdasmen 13/2025 · Standar Proses 1/2026 · CP 046/H/KR/2025 jo. 020/2026
“Sangat baik, memudahkan guru menyusun dan melaksanakan pembelajaran.”
Isi modul ini
Di bawah ini 11 lembar A4 pertama, persis seperti yang terunduh. Nama & tema yang Anda pilih di atas sudah terpasang.


| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | PJOK |
| Fase / Kelas | D / VIII |
| Materi Pokok | Senam Lantai Lanjutan |
| Alokasi Waktu | 2 pertemuan |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Pendekatan | Pembelajaran Mendalam |
| Model Pembelajaran | Project-Based Learning (PjBL) + praktik |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Identifikasi Peserta Didik:
| Kesiapan belajar (kompetensi awal) | Peserta didik telah memiliki pemahaman dasar tentang gerak senam lantai sederhana seperti guling depan dan guling belakang. |
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:
- Kesehatan — menjaga kesehatan fisik dan mental serta kebugaran
- Kolaborasi — bekerja sama secara efektif untuk mencapai tujuan bersama
- Kemandirian — bertanggung jawab atas proses dan hasil belajarnya sendiri
🔒 Elemen tiap dimensi beserta wujudnya pada materi ini tersedia di Paket Lengkap.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah |
| Elemen / Domain | Menganalisis dan mempraktikkan |
| Rumusan CP Fase | Peserta didik mampu menganalisis konsep, prinsip, dan prosedur aktivitas fisik serta mempraktikkan berbagai keterampilan gerak dasar dan lanjutan dalam senam lantai dengan koordinasi, keseimbangan, dan kelenturan yang baik, serta menunjukkan sikap sportif dan bertanggung jawab. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Senam lantai lanjutan melibatkan gerakan seperti kayang, sikap lilin, dan headstand yang sering dipertandingkan dalam kompetisi. |
| Konseptual | Keseimbangan, kekuatan otot, kelenturan, dan koordinasi adalah prinsip utama dalam melakukan gerakan senam lantai lanjutan secara aman dan efektif. |
| Prosedural | Peserta didik akan mempelajari urutan langkah-langkah untuk melakukan kayang, sikap lilin, dan headstand dengan teknik yang benar dan aman. |
| Metakognitif | Peserta didik akan menyadari strategi belajar mereka dalam menguasai gerakan yang kompleks dan bagaimana mengatasi kesulitan saat praktik senam lantai. |
Tujuan Pembelajaran:
- Menganalisis konsep dan prosedur gerakan kayang dengan benar.
- Mempraktikkan gerakan kayang dengan teknik yang tepat dan aman.
- Menganalisis konsep dan prosedur gerakan sikap lilin dengan benar.
- Mempraktikkan gerakan sikap lilin dengan teknik yang tepat dan aman.
- Menganalisis konsep dan prosedur gerakan headstand dengan benar.
- Mempraktikkan gerakan headstand dengan teknik yang tepat dan aman.
Pemahaman bermakna: Memahami dan menguasai teknik senam lantai lanjutan tidak hanya meningkatkan kebugaran fisik, tetapi juga melatih disiplin, keberanian, dan kesadaran akan pentingnya keselamatan diri serta orang lain.
Pertanyaan pemantik: "Bagaimana tubuh kita bisa melakukan gerakan-gerakan menantang seperti kayang dan headstand tanpa terjatuh?"
| Praktik Pedagogis | Project-Based Learning (PjBL) + praktik |
| Lintas Disiplin Ilmu | Ilmu Pengetahuan Alam (IPA): Konsep gravitasi, keseimbangan, dan sistem rangka-otot manusia saat melakukan gerakan senam lantai. Matematika: Perhitungan sudut dan posisi tubuh untuk mencapai keseimbangan optimal dalam gerakan senam lantai. Seni Budaya: Estetika gerakan dan ekspresi tubuh dalam senam lantai sebagai bentuk seni pertunjukan. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua dapat mendukung dengan menyediakan lingkungan rumah yang aman untuk berlatih gerakan dasar atau mendorong anak untuk menjaga kebugaran fisik secara rutin. |
| Lingkungan Pembelajaran | Pembelajaran dilakukan di lapangan atau aula sekolah yang bersih dan luas, dengan matras senam yang memadai, serta akses ke video tutorial melalui proyektor atau tablet. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Pemanfaatan video tutorial senam lantai dari platform YouTube atau aplikasi kebugaran untuk referensi teknik gerakan yang benar dan inspirasi variasi latihan. |
| Model Pembelajaran | Discovery Learning |
| Tujuan Pertemuan 1 | Menganalisis konsep dan prosedur gerakan kayang dengan benar serta mempraktikkan gerakan kayang dengan teknik yang tepat dan aman. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Guru mengucapkan salam, memimpin doa, memeriksa kehadiran, melakukan apersepsi dengan menanyakan pengalaman peserta didik melihat atau mencoba gerakan senam lantai, menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu menguasai gerakan kayang, dan mengajukan pertanyaan pemantik tentang bagaimana menjaga keseimbangan saat melakukan kayang. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Peserta didik mengamati video atau demonstrasi gerakan kayang, lalu secara berkelompok mendiskusikan konsep dasar, posisi tubuh, dan langkah-langkah awal untuk melakukan kayang, serta mengidentifikasi potensi risiko. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Peserta didik secara berpasangan atau berkelompok kecil mencoba melakukan gerakan kayang dengan bantuan teman dan bimbingan guru, dimulai dari tahapan paling sederhana hingga mencoba gerakan penuh di atas matras. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit | Setiap kelompok mempresentasikan hasil praktik dan tantangan yang dihadapi, kelompok lain memberikan umpan balik, guru memberikan penguatan tentang teknik yang benar dan pentingnya pemanasan serta pendinginan, serta membahas cara mengatasi kesulitan dalam melakukan kayang. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit | Guru dan peserta didik menyimpulkan materi kayang, melakukan refleksi singkat tentang pembelajaran hari ini, memberikan apresiasi atas usaha dan keberanian peserta didik, serta memberikan tugas untuk melatih kayang di rumah sebagai tindak lanjut. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Problem-Based Learning (PBL) |
| Tujuan Pertemuan 2 | Menganalisis konsep dan prosedur gerakan sikap lilin dengan benar serta mempraktikkan gerakan sikap lilin dengan teknik yang tepat dan aman. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Guru mengucapkan salam, memimpin doa, memeriksa kehadiran, mengulas kembali gerakan kayang dari pertemuan sebelumnya, menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu menguasai gerakan sikap lilin, dan mengajukan pertanyaan pemantik tentang bagaimana menjaga keseimbangan saat posisi terbalik dalam sikap lilin. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Peserta didik diberikan studi kasus atau masalah terkait kesulitan dalam melakukan sikap lilin (misalnya, punggung tidak lurus, kaki tidak tegak), kemudian menganalisis konsep keseimbangan dan kekuatan inti yang dibutuhkan untuk gerakan ini melalui diskusi kelompok dan referensi. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Peserta didik dalam kelompok merancang strategi latihan untuk mengatasi masalah yang diidentifikasi, lalu secara bergantian mempraktikkan gerakan sikap lilin dengan fokus pada perbaikan teknik berdasarkan analisis mereka, dengan bimbingan dan koreksi dari guru. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit | Setiap kelompok mendemonstrasikan hasil praktik dan menjelaskan solusi yang mereka temukan untuk mengatasi masalah sikap lilin, kelompok lain memberikan masukan konstruktif, dan guru memberikan penguatan pada teknik yang benar serta tips untuk meningkatkan kekuatan otot perut dan punggung. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit | Guru dan peserta didik menyimpulkan materi sikap lilin, melakukan refleksi tentang kemajuan yang dicapai, memberikan apresiasi atas semangat belajar, dan memberikan motivasi untuk terus berlatih serta mengingatkan pentingnya menjaga keselamatan. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Nama | Kelas | Kelompok | |||
|---|---|---|---|---|---|
| Tanggal | Nilai | Paraf Guru |
Waktu pengerjaan: 25 menit
Tujuan: Menganalisis dan mempraktikkan gerakan senam lantai lanjutan secara mandiri dan berpasangan dengan fokus pada keselamatan.
Petunjuk: 1) Berdoalah sebelum mulai. 2) Kerjakan langkah secara berurutan bersama kelompok. 3) Tulis hasilnya di tabel, lalu simpulkan.
Info singkat: Senam lantai adalah bagian penting dari pendidikan jasmani yang melatih kekuatan, kelenturan, keseimbangan, dan koordinasi. Setelah menguasai gerakan dasar, saatnya kita menjelajahi gerakan senam lantai lanjutan yang lebih menantang.
Alat & bahan: Matras senam, alat tulis, lembar kerja peserta didik, video tutorial (opsional)
Langkah kerja:
- Amati video atau demonstrasi gerakan kayang, sikap lilin, dan headstand.
- Identifikasi langkah-langkah dan kunci keberhasilan setiap gerakan pada tabel pengamatan.
- Lakukan pemanasan yang cukup sebelum praktik.
- Praktekkan setiap gerakan secara berpasangan atau berkelompok, saling mengawasi dan memberi umpan balik.
- Catat kesulitan dan keberhasilan yang dialami selama praktik.
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Apakah Anda pernah mencoba gerakan senam lantai seperti guling depan atau guling belakang?
- Menurut Anda, apa saja manfaat melakukan senam lantai?
- Bagaimana perasaan Anda saat diminta melakukan gerakan yang membutuhkan keseimbangan dan kekuatan?
- Apakah Anda tahu apa itu kayang atau sikap lilin?
Formatif (proses): Observasi guru selama praktik, penilaian sikap kolaborasi, dan kemampuan memberikan umpan balik antar teman.
Sumatif (akhir): Penilaian unjuk kerja (praktik) gerakan senam lantai lanjutan dan tes tertulis tentang konsep dan prosedur.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — rubrik ada di berkas unduhan, kunci jawaban khusus member Paket Lengkap.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Menganalisis konsep dan prosedur gerakan kayang dengan benar. Mempraktikkan gerakan kayang dengan teknik yang tepat dan aman. | Kayang: Konsep, prosedur, teknik, dan keselamatan. | 2 JP | Kesehatan, Kemandirian |
| 2 | Menganalisis konsep dan prosedur gerakan sikap lilin dengan benar. Mempraktikkan gerakan sikap lilin dengan teknik yang tepat dan aman. | Sikap Lilin: Konsep, prosedur, teknik, dan keselamatan. | 2 JP | Kesehatan, Kolaborasi |
| 3 | Menganalisis konsep dan prosedur gerakan headstand dengan benar. Mempraktikkan gerakan headstand dengan teknik yang tepat dan aman. | Headstand: Konsep, prosedur, teknik, dan keselamatan. | 2 JP | Kesehatan, Kemandirian, Kolaborasi |
Senam lantai adalah bagian penting dari pendidikan jasmani yang melatih kekuatan, kelenturan, keseimbangan, dan koordinasi. Setelah menguasai gerakan dasar, saatnya kita menjelajahi gerakan senam lantai lanjutan yang lebih menantang. Modul ini akan membimbing kalian untuk memahami konsep, prosedur, dan teknik yang benar agar dapat melakukan gerakan kayang, sikap lilin, dan headstand dengan aman dan percaya diri.
1. Pengertian Senam Lantai Lanjutan
Senam lantai lanjutan merujuk pada rangkaian gerakan senam yang membutuhkan tingkat kekuatan, kelenturan, keseimbangan, dan koordinasi yang lebih tinggi dibandingkan gerakan dasar. Gerakan ini seringkali melibatkan posisi tubuh yang menantang gravitasi atau memerlukan kontrol otot yang presisi. Tujuan utama mempelajarinya adalah untuk meningkatkan kebugaran jasmani, melatih keberanian, disiplin, dan penguasaan gerak tubuh yang lebih kompleks. Contoh gerakan lanjutan yang akan kita pelajari adalah kayang, sikap lilin, dan headstand.
2. Gerakan Kayang (Bridge Pose)
Kayang adalah gerakan senam lantai di mana posisi tubuh melengkung ke belakang seperti busur, dengan tumpuan pada kedua tangan dan kedua kaki. Kunci utama dalam melakukan kayang adalah kekuatan otot perut, punggung, dan bahu, serta kelenturan tulang belakang. Prosedur awal dapat dimulai dengan tidur telentang, kedua lutut ditekuk, telapak kaki menapak di lantai, kedua tangan ditekuk dan telapak tangan menapak di samping telinga dengan jari menghadap bahu. Angkat pinggul dan punggung secara perlahan hingga tubuh membentuk lengkungan. Pastikan kepala tidak menyentuh lantai dan pandangan ke arah lantai di antara tangan. Lakukan dengan bantuan teman atau guru untuk memastikan keamanan.
3. Gerakan Sikap Lilin (Shoulder Stand)
Sikap lilin adalah gerakan senam lantai di mana posisi tubuh tegak lurus ke atas dengan tumpuan pada pundak dan siku, sementara kaki lurus ke atas menyerupai lilin. Gerakan ini sangat melatih keseimbangan dan kekuatan otot inti (perut dan punggung bawah). Untuk melakukannya, tidur telentang, kedua tangan lurus di samping badan. Angkat kedua kaki secara perlahan ke atas hingga membentuk sudut 90 derajat dengan badan. Bantu topang pinggul dengan kedua tangan, siku ditekuk sebagai tumpuan, lalu luruskan kaki setinggi mungkin. Pastikan punggung lurus dan tidak melengkung. Turunkan kaki secara perlahan untuk menghindari cedera.
4. Gerakan Headstand (Tripod Headstand)
Headstand adalah gerakan senam lantai di mana tubuh berdiri terbalik dengan tumpuan pada kepala dan kedua tangan, membentuk segitiga atau tripod. Gerakan ini membutuhkan kekuatan leher, bahu, dan otot inti yang sangat baik, serta keseimbangan yang tinggi. Prosedurnya dimulai dengan posisi berlutut, letakkan kedua tangan di lantai sejajar bahu, dan dahi atau ubun-ubun kepala di antara kedua tangan sehingga membentuk segitiga tumpuan. Angkat pinggul perlahan, kemudian dorong kaki ke atas secara perlahan hingga lurus. Pastikan berat badan terbagi rata pada kepala dan kedua tangan. Lakukan di dekat dinding atau dengan bantuan teman untuk menjaga keseimbangan awal.
5. Pentingnya Pemanasan dan Pendinginan
Sebelum melakukan gerakan senam lantai lanjutan, pemanasan yang memadai sangat krusial untuk mempersiapkan otot dan sendi, mengurangi risiko cedera, serta meningkatkan kelenturan. Pemanasan dapat meliputi lari ringan, peregangan dinamis, dan latihan kekuatan ringan. Setelah praktik, pendinginan juga penting untuk mengembalikan detak jantung ke normal, meregangkan otot yang telah bekerja keras, dan mengurangi nyeri otot pasca latihan. Jangan pernah mengabaikan kedua tahapan ini demi keamanan dan kesehatan tubuh.
6. Keselamatan dalam Senam Lantai
Keselamatan adalah prioritas utama dalam senam lantai. Selalu gunakan matras yang tebal dan empuk. Lakukan gerakan secara bertahap, jangan memaksakan diri jika belum siap. Minta bantuan atau pengawasan dari guru atau teman yang lebih berpengalaman saat mencoba gerakan baru atau sulit. Pastikan tidak ada benda tajam atau penghalang di sekitar area latihan. Komunikasi yang baik dengan teman saat praktik berpasangan juga sangat penting untuk mencegah kecelakaan. Fokus dan konsentrasi penuh diperlukan agar setiap gerakan dapat dilakukan dengan benar dan aman.
Rangkuman: Senam lantai lanjutan mencakup gerakan seperti kayang, sikap lilin, dan headstand yang membutuhkan kekuatan, kelenturan, dan keseimbangan tinggi. Mempelajari gerakan ini tidak hanya meningkatkan kebugaran tetapi juga melatih disiplin dan keberanian. Penting untuk selalu melakukan pemanasan dan pendinginan, serta memprioritaskan keselamatan dengan menggunakan matras dan bantuan saat berlatih. Kuasai setiap tahapan dengan cermat untuk mencapai penguasaan gerak yang optimal.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Kayang | Gerakan senam lantai melengkungkan punggung ke belakang dengan tumpuan tangan dan kaki. |
| Sikap Lilin | Gerakan senam lantai mengangkat kedua kaki lurus ke atas dengan tumpuan pundak dan siku. |
| Headstand | Gerakan senam lantai berdiri terbalik dengan tumpuan kepala dan kedua tangan. |
| Keseimbangan | Kemampuan mempertahankan posisi tubuh agar tidak terjatuh. |
| Kelenturan | Kemampuan sendi untuk bergerak bebas dalam rentang gerak penuh. |
| Koordinasi | Kemampuan menggerakkan beberapa bagian tubuh secara bersamaan dengan selaras. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Senam Lantai Lanjutan" mata pelajaran PJOK Kelas VIII ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Bukan Senam Lantai Lanjutan yang Anda cari?Pilih dari peta materi setahun di bawah ini 👇
Materi Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menitPeta Materi PJOK Kelas VIII Setahun
Urutan mengajarnya, bukan urutan pencarian. Yang sudah ada tinggal diunduh; yang belum, disusun atas nama Anda — sama-sama gratis.
Semester 1 / Ganjil1 dari 3 siap unduh
Mengefektifkan GerakModul siap unduh · Word + PDF ber-kopMenerapkan Konsep GerakBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisMenyusun dan Menerapkan Strategi GerakBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisSemester 2 / Genap3 materi · siap dibuatkan
Modifikasi, Fair Play, dan PartisipasiBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisAlam untuk Aktivitas JasmaniBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisGizi dan MakananBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisModul PJOK lain yang sudah tersedia
Senam LantaiPJOK Kelas VIII SMPGerak Berirama LanjutanPJOK Kelas VIII SMPPencak Silat LanjutanPJOK Kelas VIII SMPBahaya Pergaulan Bebas dan NAPZAPJOK Kelas VIII SMPLihat semua Modul Ajar PJOK Kelas VIII →Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah ini modul ajar PJOK kelas 8 yang saya cari?
Kemungkinan besar ya. Kelas VIII dan kelas 8 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Senam Lantai Lanjutan pada PJOK SMP, Fase D, elemen Menganalisis dan mempraktikkan.
Modul Senam Lantai Lanjutan ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?
Semester 2 (genap), menurut urutan materi PJOK kelas VIII SMP di peta setahun pada halaman ini. Semesternya sudah terisi otomatis saat Anda mengunduh.
Apakah modul ajar PJOK materi Senam Lantai Lanjutan ini gratis?
Ya. Modul Senam Lantai Lanjutan untuk kelas VIII SMP dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 18 jam.
Bagaimana cara download modul ajar Senam Lantai Lanjutan ini dalam Word (.docx) dan PDF?
Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas PJOK kelas VIII ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul PJOK kelas VIII langsung tersusun atas nama Anda.
Bisakah modul Senam Lantai Lanjutan ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Senam Lantai Lanjutan dapat Anda sesuaikan dengan murid PJOK kelas VIII di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
Apakah modul ajar PJOK kelas VIII ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul Senam Lantai Lanjutan ini mengikuti Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, pada Fase D untuk kelas VIII SMP. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi Senam Lantai Lanjutan tercantum di lembar identitasnya.
Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?
Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Senam Lantai Lanjutan untuk PJOK kelas VIII di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?
Ada. Modul Senam Lantai Lanjutan ini memuat bank soalnya sendiri — 6 pilihan ganda dan 5 uraian (kunci jawabannya khusus member Paket Lengkap), ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh PJOK kelas VIII SMP berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.
Apakah Kaldik, Prota, dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?
Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar Senam Lantai Lanjutan beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap PJOK kelas VIII berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem), serta CP · ATP · KKTP setahun ber-kop sekolah tersedia lewat Paket Modul — bersama Kalender Pendidikan (libur nasional & cuti bersama resmi SKB 3 Menteri sudah tercantum) dan Alokasi Waktu yang menghitung minggu efektifnya otomatis.
Modul PJOK ini cocok untuk SMP negeri, swasta, maupun MTs?
Ya. Kop, logo, dan nama SMP Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Untuk MTs, pilih jenjang MTs saat mengisi borang: materi Senam Lantai Lanjutan yang sama disusun dalam versi madrasah (Kurikulum Berbasis Cinta, kop Kemenag), dan halaman PJOK MTs ada di daftar jenjang lain di bawah.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.