Modul ajar PJOK SMP kelas VIII materi Gerak Berirama Lanjutan lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Keputusan Kepala BSKAP No. 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah. Unduh Word + PDF atas nama Anda.
Jenjang, mapel, kelas, semester, dan materinya sudah terbawa dari halaman ini. Tinggal identitas Anda: nama dan sekolah.
| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | PJOK |
| Fase / Kelas | D / VIII |
| Materi Pokok | Gerak Berirama Lanjutan |
| Alokasi Waktu | 3 pertemuan |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Model Pembelajaran | Project-Based Learning (PjBL) + praktik |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Kompetensi awal: Peserta didik telah memiliki pemahaman dasar tentang gerak berirama dan mampu melakukan beberapa pola gerak dasar sederhana.
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan: Kesehatan, Kolaborasi, Kreativitas.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | Keputusan Kepala BSKAP No. 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah |
| Elemen / Domain | Menganalisis dan mempraktikkan |
| Rumusan CP Fase | Peserta didik mampu menganalisis konsep dan mempraktikkan kombinasi berbagai pola gerak dasar lokomotor, non-lokomotor, dan manipulatif dalam aktivitas gerak berirama lanjutan untuk meningkatkan kebugaran jasmani serta nilai-nilai gerak. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Gerak berirama lanjutan dapat ditemukan dalam berbagai bentuk tarian modern, senam aerobik, atau flashmob yang sering dilihat di media sosial. |
| Konseptual | Konsep inti gerak berirama lanjutan adalah memadukan harmonisasi gerak, irama, dan ekspresi dalam rangkaian gerakan yang kompleks dan berkelanjutan. |
| Prosedural | Prosedur yang dipelajari meliputi langkah-langkah menyusun dan mempraktikkan kombinasi gerak dasar, variasi langkah, ayunan lengan, serta koordinasi dengan irama. |
| Metakognitif | Kesadaran belajar yang ditumbuhkan adalah kemampuan peserta didik untuk mengevaluasi sendiri efektivitas dan estetika gerakannya serta merancang strategi untuk meningkatkan koordinasi dan ekspresi. |
Tujuan Pembelajaran:
Pemahaman bermakna: Memahami gerak berirama lanjutan bukan hanya tentang menghafal gerakan, tetapi juga tentang mengembangkan kreativitas, koordinasi, dan ekspresi diri melalui harmonisasi gerak dengan irama.
Pertanyaan pemantik: "Bagaimana kita bisa menciptakan sebuah rangkaian gerak berirama yang tidak hanya indah tetapi juga menyehatkan dan mencerminkan semangat kebersamaan?"
| Praktik Pedagogis | Project-Based Learning (PjBL) + praktik |
| Lintas Disiplin Ilmu | Seni Budaya: Memahami unsur-unsur estetika, ekspresi, dan harmonisasi dalam gerak berirama serta menciptakan koreografi yang artistik. Matematika: Menghitung hitungan atau ketukan dalam musik untuk menyelaraskan gerakan dan menciptakan pola ritmis yang teratur. Bahasa Indonesia: Menggunakan kosakata yang tepat untuk mendeskripsikan gerakan, memberikan instruksi, dan merefleksikan pengalaman belajar. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua dapat diajak untuk menyaksikan presentasi proyek gerak berirama anak di akhir pembelajaran atau mendorong anak berlatih di rumah. |
| Lingkungan Pembelajaran | Ruang kelas atau aula yang luas dan aman untuk bergerak, dilengkapi dengan sistem audio yang berfungsi baik, serta akses ke area luar seperti lapangan jika memungkinkan. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Penggunaan video tutorial gerak berirama, aplikasi pemutar musik untuk iringan, dan platform berbagi video untuk mengunggah hasil karya rangkaian gerak peserta didik. |
| Model Pembelajaran | Discovery Learning |
| Tujuan Pertemuan 1 | Menganalisis konsep dan prinsip dasar gerak berirama lanjutan dengan benar. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Guru menyapa peserta didik, memimpin doa, memeriksa kehadiran, dan melakukan apersepsi tentang pengalaman gerak berirama sebelumnya. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan pertanyaan pemantik untuk menumbuhkan kesadaran belajar. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Peserta didik mengamati video contoh gerak berirama lanjutan, kemudian secara berkelompok mengidentifikasi unsur-unsur gerak, irama, dan ekspresi yang terkandung di dalamnya. Mereka berdiskusi tentang prinsip-prinsip dasar yang membuat gerakan terlihat harmonis. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Setiap kelompok mencoba menirukan beberapa pola gerak dasar dari video dan mendiskusikan tantangan serta solusi untuk mencapai koordinasi yang baik. Mereka mulai bereksplorasi dengan irama sederhana. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit | Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil diskusi dan temuan mereka tentang konsep gerak berirama lanjutan. Guru memberikan umpan balik dan penguatan konsep, serta mengajak peserta didik merangkum poin-poin penting. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit | Guru dan peserta didik menyimpulkan materi, melakukan refleksi singkat tentang pembelajaran hari ini, memberikan apresiasi atas partisipasi aktif, dan menyampaikan rencana untuk pertemuan berikutnya dengan semangat. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Direct Instruction + Practice |
| Tujuan Pertemuan 2 | Mempraktikkan variasi langkah kaki dan ayunan lengan dalam gerak berirama lanjutan secara terkoordinasi. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Guru menyapa, berdoa, presensi, dan mengulang sedikit materi pertemuan sebelumnya. Guru menjelaskan tujuan spesifik pertemuan ini yaitu fokus pada praktik variasi langkah kaki dan ayunan lengan, serta memotivasi peserta didik untuk aktif. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Guru mendemonstrasikan berbagai variasi langkah kaki (misalnya, langkah maju-mundur, langkah silang, langkah samping) dan ayunan lengan (misalnya, ayunan ke depan, ke samping, kombinasi) secara bertahap. Peserta didik mengamati dan bertanya. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Peserta didik secara individu dan berpasangan mempraktikkan variasi langkah kaki dan ayunan lengan yang telah didemonstrasikan. Guru memberikan bimbingan langsung dan koreksi terhadap teknik gerakan serta koordinasi dengan irama musik yang ringan. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit | Peserta didik secara bergantian menampilkan beberapa gerakan yang telah dipelajari. Teman sebaya dan guru memberikan umpan balik konstruktif mengenai koordinasi, ketepatan gerak, dan keselarasan dengan irama. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit | Guru memberikan penguatan positif, mengajak peserta didik melakukan pendinginan, dan mengingatkan untuk terus berlatih. Guru menyampaikan apresiasi atas usaha mereka dan memberikan gambaran tentang tantangan mengombinasikan gerakan di pertemuan selanjutnya. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Problem-Based Learning (PBL) |
| Tujuan Pertemuan 3 | Mengombinasikan pola gerak langkah kaki dan ayunan lengan dalam rangkaian gerak berirama lanjutan dengan irama. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Guru menyapa, berdoa, presensi, dan mengaitkan pembelajaran hari ini dengan praktik langkah dan ayunan lengan sebelumnya. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran untuk menyusun kombinasi gerak dan menantang peserta didik untuk berkreasi. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Peserta didik dibagi menjadi kelompok kecil. Setiap kelompok diberikan 'masalah' untuk menciptakan satu segmen rangkaian gerak berirama (misalnya, 8 hitungan) dengan menggabungkan minimal 3 variasi langkah dan 2 variasi ayunan lengan yang berbeda, disesuaikan dengan irama musik yang ditentukan. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Setiap kelompok berdiskusi dan bereksperimen dengan berbagai kombinasi gerakan. Mereka mencoba, mengoreksi, dan menyempurnakan rangkaian gerak mereka. Guru berkeliling memberikan fasilitasi dan bimbingan untuk memastikan kreativitas dan koordinasi. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit | Setiap kelompok mempresentasikan segmen rangkaian gerak mereka di depan kelas. Kelompok lain memberikan masukan dan apresiasi. Guru memberikan umpan balik komprehensif tentang kreativitas, kekompakan, dan keselarasan dengan irama. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit | Guru memberikan penghargaan atas kerja keras dan kreativitas kelompok, merangkum pembelajaran tentang kombinasi gerak, dan memotivasi peserta didik untuk mempersiapkan diri menyusun proyek rangkaian gerak lengkap di pertemuan terakhir dengan penuh semangat. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
Tujuan: Peserta didik dapat merancang dan mengevaluasi rangkaian gerak berirama lanjutan secara sistematis.
Alat & bahan: Kertas, alat tulis, perangkat pemutar musik, lembar pengamatan.
Langkah kerja:
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
Formatif (proses): Observasi guru terhadap partisipasi aktif, kerja sama, dan penguasaan gerak dasar selama pembelajaran berlangsung.
Sumatif (akhir): Penilaian performa presentasi proyek rangkaian gerak berirama kelompok dan lembar refleksi diri peserta didik.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Menganalisis konsep dan prinsip dasar gerak berirama lanjutan. | Konsep dan prinsip gerak berirama. | 2 JP | Penalaran Kritis |
| 2 | Mempraktikkan variasi langkah kaki dan ayunan lengan dalam gerak berirama lanjutan. | Variasi langkah dan ayunan lengan. | 2 JP | Kesehatan, Kemandirian |
| 3 | Mengombinasikan pola gerak langkah kaki dan ayunan lengan dalam rangkaian gerak berirama lanjutan dengan irama. | Kombinasi gerak dan irama. | 2 JP | Kolaborasi, Kreativitas |
| 4 | Merancang dan mempresentasikan rangkaian gerak berirama lanjutan secara mandiri atau berkelompok. | Proyek rangkaian gerak berirama. | 2 JP | Kreativitas, Komunikasi, Kolaborasi |
Gerak berirama lanjutan merupakan aktivitas fisik yang memadukan gerakan tubuh dengan irama musik secara harmonis. Lebih dari sekadar berolahraga, gerak berirama juga melatih koordinasi, kelenturan, kekuatan, dan ekspresi diri. Materi ini akan membimbing kamu untuk tidak hanya mengikuti gerakan, tetapi juga menciptakan rangkaian gerakmu sendiri, sehingga kamu dapat merasakan manfaat fisik dan juga kepuasan artistik.
1. Pengertian Gerak Berirama Lanjutan
Gerak berirama lanjutan adalah bentuk aktivitas gerak yang melibatkan kombinasi kompleks dari pola gerak dasar lokomotor (berpindah tempat), non-lokomotor (tidak berpindah tempat), dan manipulatif (menggunakan alat, meskipun dalam konteks ini lebih fokus pada tubuh) yang dilakukan secara terkoordinasi dengan irama musik. Ini berbeda dari gerak berirama dasar karena melibatkan variasi gerakan yang lebih banyak, transisi yang lebih halus, dan penekanan pada ekspresi serta kreativitas. Contohnya adalah senam aerobik, tarian modern, atau aktivitas senam artistik.
2. Prinsip Dasar Gerak Berirama
Ada beberapa prinsip penting dalam gerak berirama. Pertama, irama, yaitu keselarasan gerak dengan ketukan musik. Kedua, fleksibilitas, kemampuan sendi bergerak bebas. Ketiga, koordinasi, kemampuan tubuh menggerakkan berbagai bagian secara bersamaan. Keempat, keseimbangan, kemampuan mempertahankan posisi tubuh. Kelima, kelenturan, jangkauan gerak sendi. Terakhir, ekspresi, yaitu penyampaian perasaan melalui gerakan. Memahami prinsip ini membantu menciptakan gerakan yang indah dan efektif.
3. Variasi Langkah Kaki dalam Gerak Berirama
Variasi langkah kaki adalah fondasi utama dalam gerak berirama. Contohnya meliputi langkah dasar (march), langkah maju-mundur, langkah samping, langkah silang (grapevine), langkah tumit-jari, dan langkah meluncur (slide). Setiap langkah memiliki karakteristik dan pola hitungan yang berbeda. Penting untuk menguasai transisi antar langkah agar rangkaian gerakan terlihat mulus dan tidak terputus. Latihan berulang akan meningkatkan ketepatan dan kelancaran setiap variasi langkah.
4. Variasi Ayunan Lengan dalam Gerak Berirama
Ayunan lengan memberikan dimensi estetika dan kekuatan pada gerak berirama. Variasinya antara lain ayunan lengan ke depan-belakang, ke samping, ke atas-bawah, melingkar, dan kombinasi keduanya. Ayunan lengan juga dapat berfungsi sebagai penyeimbang atau penegas irama. Koordinasi yang baik antara langkah kaki dan ayunan lengan sangat esensial untuk menciptakan gerakan yang harmonis dan ekspresif. Latihan cermin dapat membantu menyelaraskan gerakan tubuh bagian atas dan bawah.
5. Kombinasi Gerak Langkah Kaki dan Ayunan Lengan
Mengombinasikan langkah kaki dan ayunan lengan adalah inti dari gerak berirama lanjutan. Ini melibatkan sinkronisasi yang tepat antara gerakan tubuh bagian bawah dan atas sesuai dengan irama musik. Contohnya, saat langkah maju, lengan bisa mengayun ke depan; saat langkah samping, lengan bisa membuka ke samping. Kunci keberhasilan ada pada latihan transisi yang mulus, penyesuaian tempo, dan menjaga keseimbangan. Kreativitas diperlukan untuk menciptakan kombinasi yang unik dan menarik.
6. Penyusunan Rangkaian Gerak Berirama
Menyusun rangkaian gerak berirama melibatkan beberapa tahapan. Pertama, memilih musik yang sesuai dengan tema atau suasana yang diinginkan. Kedua, menentukan pola gerak dasar dan variasi yang akan digunakan. Ketiga, menyusun gerakan secara berurutan dalam hitungan tertentu (misalnya, 8 hitungan per segmen). Keempat, melakukan transisi antar segmen secara halus. Kelima, menambahkan ekspresi dan gaya pribadi. Terakhir, berlatih secara berulang dan meminta masukan untuk penyempurnaan rangkaian.
7. Manfaat Gerak Berirama Lanjutan
Gerak berirama lanjutan memiliki banyak manfaat, baik fisik maupun mental. Secara fisik, dapat meningkatkan kebugaran kardiovaskular, kekuatan otot, kelenturan, koordinasi, dan keseimbangan. Secara mental, dapat mengurangi stres, meningkatkan mood, melatih konsentrasi, serta mengembangkan kreativitas dan ekspresi diri. Aktivitas ini juga mendorong interaksi sosial dan kerja sama ketika dilakukan secara berkelompok, membangun rasa percaya diri dan disiplin.
Rangkuman: Gerak berirama lanjutan adalah aktivitas fisik yang menyatukan gerakan lokomotor, non-lokomotor, dan manipulatif dengan irama musik untuk mencapai harmonisasi dan ekspresi. Materi ini mencakup prinsip dasar, variasi langkah kaki dan ayunan lengan, cara mengombinasikan keduanya, hingga menyusun rangkaian gerak. Latihan teratur dan kreativitas sangat penting untuk menguasai gerak berirama lanjutan, yang pada akhirnya akan meningkatkan kebugaran jasmani, koordinasi, dan kepercayaan diri.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Lokomotor | Gerakan yang menyebabkan perpindahan tempat. |
| Non-lokomotor | Gerakan yang dilakukan di tempat tanpa berpindah posisi. |
| Manipulatif | Gerakan yang melibatkan penggunaan objek, namun dalam gerak berirama lebih ke penggunaan anggota tubuh secara terampil. |
| Irama | Pola ketukan teratur dalam musik yang mengiringi gerakan. |
| Koordinasi | Kemampuan tubuh untuk menyelaraskan berbagai gerakan secara bersamaan. |
| Fleksibilitas | Kemampuan sendi untuk bergerak bebas dalam jangkauan gerak penuh. |
| Koreografi | Seni merancang dan menyusun urutan gerakan dalam tarian atau senam. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Gerak Berirama Lanjutan" mata pelajaran PJOK Kelas VIII ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Ya. Tiga modul ajar gratis tersedia bertahap dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul PJOK kelas VIII langsung tersusun atas nama Anda.
Ya. Modul mengikuti Keputusan Kepala BSKAP No. 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah.
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh, ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.