Modul Ajar & RPP Prakarya Kelas IX
Kerajinan Bahan Buatan
Sudah jadi 11 lembar, tinggal tulis nama Anda ✍️
🎁 100% GRATIS · unduh Word + PDF tanpa bayar
Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.
TERBARUTP 2026/2027Rumus 8-3-3-4Pembelajaran Mendalam
- 8Dimensi Profil Lulusan: keimanan & ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, komunikasi
- 3Prinsip Pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan
- 3Pengalaman Belajar: memahami, mengaplikasi, merefleksi
- 4Kerangka Pembelajaran: praktik pedagogis, kemitraan, lingkungan, pemanfaatan digital
📜 Dasar: Permendikdasmen 13/2025 · Standar Proses 1/2026 · CP 046/H/KR/2025 jo. 020/2026
“Lebih fleksibel, mempersingkat waktu, dan jelas.”
Isi modul ini
Di bawah ini 11 lembar A4 pertama, persis seperti yang terunduh. Nama & tema yang Anda pilih di atas sudah terpasang.


| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | Prakarya |
| Fase / Kelas | D / IX |
| Materi Pokok | Kerajinan Bahan Buatan |
| Alokasi Waktu | 2 pertemuan |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Pendekatan | Pembelajaran Mendalam |
| Model Pembelajaran | Project-Based Learning (PjBL) + Praktik |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Identifikasi Peserta Didik:
| Kesiapan belajar (kompetensi awal) | Peserta didik telah memiliki pemahaman dasar tentang jenis-jenis bahan alam dan produk kerajinan dari bahan alam. |
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:
- Kreativitas — menghasilkan gagasan dan karya yang orisinal serta bermanfaat
- Kolaborasi — bekerja sama secara efektif untuk mencapai tujuan bersama
- Kemandirian — bertanggung jawab atas proses dan hasil belajarnya sendiri
🔒 Elemen tiap dimensi beserta wujudnya pada materi ini tersedia di Paket Lengkap.
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Kerajinan dari bahan buatan seperti plastik daur ulang, resin, atau kain perca banyak ditemukan di sekitar kita dalam bentuk hiasan, wadah, atau aksesori. |
| Konseptual | Konsep utama kerajinan bahan buatan adalah mengubah bahan sintetis atau limbah menjadi produk bernilai estetis dan fungsional dengan teknik tertentu. |
| Prosedural | Mempelajari cara membuat kerajinan bahan buatan meliputi tahapan desain, pemilihan bahan, teknik pembentukan, pewarnaan, dan finishing. |
| Metakognitif | Kesadaran akan pentingnya mendaur ulang dan memanfaatkan limbah menjadi karya kerajinan menumbuhkan pemikiran inovatif dan tanggung jawab lingkungan. |
Tujuan Pembelajaran:
- Mengidentifikasi jenis dan karakteristik bahan buatan yang dapat digunakan untuk kerajinan dengan tepat.
- Menganalisis potensi dan peluang kerajinan bahan buatan di lingkungan sekitar, khususnya daerah pertanian.
- Merancang ide kerajinan bahan buatan yang inovatif dan fungsional sesuai potensi daerah.
- Membuat kerajinan bahan buatan dengan menerapkan teknik yang sesuai dan memperhatikan aspek estetika serta fungsional.
- Mempresentasikan hasil karya kerajinan bahan buatan dengan percaya diri dan memberikan argumentasi yang kuat.
- Mengevaluasi hasil karya kerajinan bahan buatan berdasarkan kriteria yang telah ditentukan.
Pemahaman bermakna: Peserta didik akan memahami bahwa bahan buatan dan limbah dapat diolah menjadi produk kerajinan yang memiliki nilai estetika dan ekonomi tinggi, serta berkontribusi pada keberlanjutan lingkungan.
Pertanyaan pemantik: "Bagaimana kita bisa mengubah sampah plastik atau botol bekas di rumah menjadi sesuatu yang indah dan bermanfaat?"
| Praktik Pedagogis | Project-Based Learning (PjBL) + Praktik |
| Lintas Disiplin Ilmu | Ilmu Pengetahuan Alam (IPA): Memahami sifat dan karakteristik bahan buatan (plastik, kain sintetis) serta dampaknya terhadap lingkungan, dan proses daur ulang. Matematika: Mengukur, menghitung proporsi, dan membuat pola untuk kerajinan agar presisi dan efisien dalam penggunaan bahan. Seni Budaya: Mengembangkan estetika, komposisi warna, dan bentuk dalam desain kerajinan, serta apresiasi terhadap karya seni. Bahasa Indonesia: Mengembangkan kemampuan presentasi, menyusun laporan, dan menjelaskan ide secara lisan dan tulisan. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua atau komunitas lokal dapat diajak untuk berbagi pengalaman dalam mengolah limbah rumah tangga atau pertanian menjadi kerajinan atau memberikan bahan bekas yang dapat digunakan. |
| Lingkungan Pembelajaran | Kelas diatur agar nyaman untuk kerja kelompok dan praktik, dengan akses mudah ke sumber daya. Lingkungan sekitar sekolah atau rumah digunakan sebagai sumber observasi limbah dan inspirasi desain. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Peserta didik memanfaatkan internet untuk mencari referensi ide kerajinan bahan buatan, tutorial teknik, dan contoh produk yang relevan dengan potensi daerah pertanian, serta menggunakan aplikasi presentasi untuk mempresentasikan rancangan dan hasil karya. |
| Model Pembelajaran | Discovery Learning |
| Tujuan Pertemuan 1 | Mengidentifikasi jenis dan karakteristik bahan buatan yang dapat digunakan untuk kerajinan dengan tepat serta menganalisis potensi dan peluang kerajinan bahan buatan di lingkungan sekitar, khususnya daerah pertanian. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 20 menit | Peserta didik mengucapkan salam, berdoa, dan guru melakukan presensi. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan aktivitas yang akan dilakukan, kemudian memantik diskusi tentang benda-benda di sekitar yang terbuat dari bahan buatan dan potensi daur ulang. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Peserta didik secara berkelompok mengamati berbagai sampel bahan buatan (plastik, kain perca, botol bekas, kaleng) yang dibawa guru atau ditemukan di lingkungan sekitar, mendiskusikan karakteristiknya, serta mengidentifikasi potensi penggunaannya untuk kerajinan, khususnya mengaitkan dengan limbah pertanian atau rumah tangga di daerah mereka. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 35 menit | Setiap kelompok membuat daftar jenis bahan buatan yang ditemukan, karakteristiknya, serta ide awal kerajinan yang bisa dibuat dari bahan tersebut, termasuk bagaimana limbah pertanian bisa diintegrasikan. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 20 menit | Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil diskusinya, kelompok lain memberikan tanggapan. Guru memberikan penguatan tentang jenis dan karakteristik bahan buatan serta pentingnya pemanfaatan limbah untuk kerajinan. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 20 menit | Guru dan peserta didik menyimpulkan materi pertemuan, memberikan apresiasi atas partisipasi, dan menyampaikan tugas untuk membawa beberapa bahan buatan bekas dari rumah untuk pertemuan berikutnya. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Problem-Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 2 | Merancang ide kerajinan bahan buatan yang inovatif dan fungsional sesuai potensi daerah. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 20 menit | Peserta didik mengucapkan salam, berdoa, dan guru melakukan presensi. Guru mengingatkan kembali materi sebelumnya dan menyajikan sebuah 'masalah' berupa banyaknya limbah plastik atau kemasan yang tidak terpakai di lingkungan, memancing peserta didik untuk berpikir bagaimana mengubahnya menjadi sesuatu yang bernilai. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Peserta didik dalam kelompok kecil menganalisis masalah limbah di lingkungan sekitar mereka (misalnya, limbah kemasan pestisida, botol air mineral, karung bekas pupuk di daerah pertanian) dan mencari solusi kreatif melalui pembuatan kerajinan bahan buatan, dengan mempertimbangkan aspek fungsional dan estetika. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 35 menit | Setiap kelompok merancang minimal dua ide kerajinan bahan buatan yang inovatif dan fungsional, membuat sketsa desain, menentukan bahan utama dan pendukung, serta menjelaskan teknik pembuatannya. Desain harus mempertimbangkan potensi pasar atau kegunaan di daerah pertanian. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 20 menit | Setiap kelompok mempresentasikan rancangan idenya, menjelaskan alasan pemilihan bahan dan teknik, serta manfaat kerajinan tersebut. Kelompok lain dan guru memberikan masukan konstruktif untuk penyempurnaan desain. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 20 menit | Guru dan peserta didik menyimpulkan pentingnya perencanaan dalam membuat kerajinan. Guru memberikan apresiasi dan menugaskan peserta didik untuk menyiapkan bahan dan alat sesuai rancangan untuk praktik di pertemuan berikutnya. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
Tujuan: Mengembangkan ide kerajinan bahan buatan yang inovatif dan fungsional dari limbah di lingkungan sekitar.
Alat & bahan: Kertas gambar, pensil, penghapus, penggaris, spidol warna, contoh bahan buatan (plastik, kain perca, botol bekas)
Langkah kerja:
- Amati limbah atau bahan buatan yang ada di lingkungan sekitar Anda (misalnya, di rumah atau di area pertanian).
- Pilih satu jenis limbah/bahan buatan yang menarik perhatian Anda dan catat karakteristiknya.
- Brainstorming minimal 3 ide kerajinan yang bisa dibuat dari bahan tersebut, pertimbangkan fungsi dan estetikanya.
- Pilih satu ide terbaik, lalu buat sketsa desain kerajinan tersebut secara detail.
- Tuliskan bahan-bahan pendukung yang dibutuhkan dan perkiraan langkah pembuatannya.
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Sebutkan 3 contoh benda di sekitarmu yang terbuat dari bahan buatan!
- Menurutmu, apa bedanya kerajinan dari bahan alam dan bahan buatan?
- Pernahkah kamu melihat kerajinan dari barang bekas? Berikan contohnya!
- Apa yang kamu ketahui tentang daur ulang?
Formatif (proses): Observasi selama diskusi kelompok dan praktik pembuatan kerajinan, serta penilaian keaktifan dan kolaborasi.
Sumatif (akhir): Penilaian produk kerajinan bahan buatan dan presentasi hasil karya.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — rubrik ada di berkas unduhan, kunci jawaban khusus member Paket Lengkap.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Mengidentifikasi jenis dan karakteristik bahan buatan | Jenis dan karakteristik bahan buatan | 3 JP | Penalaran Kritis |
| 2 | Menganalisis potensi dan merancang ide kerajinan | Potensi dan perancangan kerajinan bahan buatan | 3 JP | Kreativitas |
| 3 | Membuat kerajinan bahan buatan | Praktik pembuatan kerajinan bahan buatan | 3 JP | Kemandirian, Kolaborasi |
| 4 | Mempresentasikan dan mengevaluasi hasil karya | Presentasi dan evaluasi kerajinan bahan buatan | 3 JP | Komunikasi, Penalaran Kritis |
Kerajinan bahan buatan adalah bentuk seni terapan yang memanfaatkan bahan-bahan sintetis atau limbah yang tidak berasal dari alam untuk diolah menjadi produk bernilai estetika dan fungsional. Ini adalah cara kreatif untuk mengurangi sampah dan menciptakan nilai tambah dari benda-benda yang sering dianggap tidak berguna. Dengan memahami materi ini, kita akan belajar bagaimana mengubah barang bekas menjadi karya seni yang indah dan bermanfaat.
1. Pengertian dan Ruang Lingkup Kerajinan Bahan Buatan
Kerajinan bahan buatan adalah kerajinan yang dibuat dari bahan-bahan yang diolah manusia atau hasil industri, bukan langsung dari alam. Contoh bahan buatan meliputi plastik, kain perca, kertas bekas, botol plastik, kaleng, resin, gips, dan sabun. Ruang lingkup kerajinan ini sangat luas, mencakup berbagai produk mulai dari hiasan dinding, wadah serbaguna, aksesori, hingga miniatur. Pemanfaatan limbah buatan menjadi fokus utama untuk mendukung keberlanjutan lingkungan.
2. Jenis dan Karakteristik Bahan Buatan
Bahan buatan memiliki karakteristik yang beragam. Plastik, misalnya, dikenal ringan, kuat, dan mudah dibentuk saat dipanaskan, namun sulit terurai di alam. Kain perca adalah sisa potongan kain yang bisa dijahit atau ditempel untuk berbagai kreasi. Botol dan kaleng bekas bersifat keras dan tahan air, cocok untuk wadah atau elemen dekoratif. Resin dan gips dapat dicetak menjadi bentuk-bentuk kompleks. Memahami karakteristik ini penting untuk menentukan teknik dan desain yang tepat.
3. Potensi dan Peluang Kerajinan Bahan Buatan di Lingkungan
Lingkungan sekitar kita, termasuk daerah pertanian, kaya akan limbah bahan buatan yang berpotensi diolah. Botol plastik bekas minuman, kemasan pupuk atau pestisida, karung bekas, hingga kain perca dari sisa produksi garmen dapat menjadi bahan baku kerajinan. Peluang usaha dari kerajinan ini sangat besar, terutama jika produk memiliki nilai fungsi dan estetika yang tinggi, serta mengangkat kearifan lokal. Misalnya, membuat wadah pensil dari botol plastik bekas yang dihias motif batik atau miniatur alat pertanian dari kaleng bekas.
4. Teknik Dasar Pembuatan Kerajinan Bahan Buatan
Beberapa teknik dasar yang sering digunakan meliputi teknik potong (memotong bahan sesuai pola), teknik sambung (merekatkan, menjahit, atau mengelas), teknik bentuk (membentuk bahan sesuai keinginan, misalnya dengan pemanasan), teknik cetak (menggunakan cetakan untuk resin atau gips), dan teknik dekorasi (pewarnaan, penambahan ornamen). Pemilihan teknik sangat tergantung pada jenis bahan dan desain produk yang diinginkan.
5. Proses Perancangan Kerajinan Bahan Buatan
Perancangan dimulai dengan ide atau gagasan, bisa dari inspirasi lingkungan atau kebutuhan pasar. Selanjutnya, dilakukan pemilihan bahan yang sesuai dengan ide, mempertimbangkan ketersediaan dan karakteristiknya. Tahap desain meliputi pembuatan sketsa, penentuan ukuran, warna, dan detail lainnya. Setelah itu, perencanaan alat dan bahan pendukung, serta langkah-langkah kerja secara sistematis agar proses pembuatan berjalan lancar dan efisien.
6. Penyelesaian (Finishing) dan Pengemasan
Tahap finishing bertujuan untuk menyempurnakan produk, seperti menghaluskan permukaan, membersihkan sisa lem, atau menambahkan lapisan pelindung (pernis, cat). Finishing juga bisa berupa penambahan detail dekoratif akhir. Pengemasan produk penting untuk melindungi kerajinan dari kerusakan, meningkatkan nilai jual, dan memberikan informasi produk kepada konsumen. Pengemasan yang menarik juga menjadi daya tarik tersendiri.
7. Aspek Estetika dan Fungsional dalam Kerajinan
Kerajinan yang baik harus memenuhi dua aspek utama: estetika dan fungsional. Aspek estetika berkaitan dengan keindahan produk, seperti keselarasan bentuk, warna, tekstur, dan ornamen. Produk harus enak dipandang. Aspek fungsional berkaitan dengan kegunaan produk. Apakah produk tersebut dapat digunakan sesuai tujuannya? Misalnya, kotak pensil harus bisa menampung pensil dengan baik. Keseimbangan antara kedua aspek ini akan menghasilkan kerajinan yang berkualitas tinggi.
Rangkuman: Kerajinan bahan buatan adalah seni mengolah material sintetis atau limbah menjadi produk bernilai estetis dan fungsional. Memahami jenis bahan, teknik, serta proses perancangan hingga finishing sangat penting. Pemanfaatan limbah menjadi kerajinan tidak hanya menciptakan nilai ekonomi, tetapi juga berkontribusi pada pelestarian lingkungan. Dengan kreativitas, bahan-bahan yang dianggap tidak berguna dapat diubah menjadi karya yang indah dan bermanfaat.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Bahan Buatan | Material yang diolah manusia atau hasil industri, bukan dari alam. |
| Limbah | Sisa proses produksi atau konsumsi yang tidak memiliki nilai ekonomi langsung. |
| Daur Ulang | Proses mengolah kembali bahan bekas menjadi produk baru. |
| Estetika | Aspek keindahan atau seni dalam suatu produk. |
| Fungsional | Aspek kegunaan atau manfaat suatu produk. |
| Resin | Bahan polimer sintetik yang dapat dicetak dan mengeras. |
| Finishing | Tahap akhir penyelesaian produk untuk menyempurnakan tampilan. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Kerajinan Bahan Buatan" mata pelajaran Prakarya Kelas IX ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Bukan Kerajinan Bahan Buatan yang Anda cari?Pilih dari peta materi setahun di bawah ini 👇
Materi Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menitPeta Materi Prakarya Kelas IX Setahun
Urutan mengajarnya, bukan urutan pencarian. Yang sudah ada tinggal diunduh; yang belum, disusun atas nama Anda — sama-sama gratis.
Semester 1 / Ganjil3 dari 4 siap unduh
Kerajinan Fungsi Hias dan Fungsi PakaiModul siap unduh · Word + PDF ber-kopKerajinan Media CampuranModul siap unduh · Word + PDF ber-kopBudi Daya Ikan Hias dan UnggasModul siap unduh · Word + PDF ber-kopPengolahan Hasil Peternakan dan PerikananBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisSemester 2 / Genap3 materi · siap dibuatkan
Rekayasa Elektronika DasarBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisRancangan dan Biaya ProduksiBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisPemasaran ProdukBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisModul Prakarya lain yang sudah tersedia
Kerajinan bahan keras buatanPrakarya Kelas IX SMPKerajinan Bahan Limbah Lunak dan KerasPrakarya Kelas IX SMPKerajinan tekstil bahan alamPrakarya Kelas IX SMPMengenal Tekstil dan Produk Kerajinan Tekstil Bahan AlamPrakarya Kelas IX SMPLihat semua Modul Ajar Prakarya Kelas IX →Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah ini modul ajar Prakarya kelas 9 yang saya cari?
Kemungkinan besar ya. Kelas IX dan kelas 9 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Kerajinan Bahan Buatan pada Prakarya SMP, Fase D.
Modul Kerajinan Bahan Buatan ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?
Mengikuti program semester sekolah Anda. Pilih Semester 1 atau 2 saat mengunduh; pilihan itu tercetak di lembar identitas modul Kerajinan Bahan Buatan untuk Prakarya kelas IX.
Apakah modul ajar Prakarya materi Kerajinan Bahan Buatan ini gratis?
Ya. Modul Kerajinan Bahan Buatan untuk kelas IX SMP dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 18 jam.
Bagaimana cara download modul ajar Kerajinan Bahan Buatan ini dalam Word (.docx) dan PDF?
Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas Prakarya kelas IX ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Prakarya kelas IX langsung tersusun atas nama Anda.
Bisakah modul Kerajinan Bahan Buatan ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Kerajinan Bahan Buatan dapat Anda sesuaikan dengan murid Prakarya kelas IX di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
Apakah modul ajar Prakarya kelas IX ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul Kerajinan Bahan Buatan ini mengikuti Kurikulum Merdeka dengan Pembelajaran Mendalam (Permendikdasmen 13/2025), pada Fase D untuk kelas IX SMP. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi Kerajinan Bahan Buatan tercantum di lembar identitasnya.
Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?
Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Kerajinan Bahan Buatan untuk Prakarya kelas IX di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?
Ada. Modul Kerajinan Bahan Buatan ini memuat bank soalnya sendiri — 6 pilihan ganda dan 5 uraian (kunci jawabannya khusus member Paket Lengkap), ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh Prakarya kelas IX SMP berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.
Apakah Kaldik, Prota, dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?
Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar Kerajinan Bahan Buatan beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap Prakarya kelas IX berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem) ber-kop sekolah tersedia lewat Paket Modul — bersama Kalender Pendidikan (libur nasional & cuti bersama resmi SKB 3 Menteri sudah tercantum) dan Alokasi Waktu yang menghitung minggu efektifnya otomatis.
Modul Prakarya ini cocok untuk SMP negeri, swasta, maupun MTs?
Ya. Kop, logo, dan nama SMP Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Untuk MTs, pilih jenjang MTs saat mengisi borang: materi Kerajinan Bahan Buatan yang sama disusun dalam versi madrasah (Kurikulum Berbasis Cinta, kop Kemenag), dan halaman Prakarya MTs ada di daftar jenjang lain di bawah.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.