tuntas.orgBuat Modul Ajar →
BerandaModul Ajar SMPPrakarya › Kerajinan Media Campuran
SMP · Kelas IX · Fase D

Modul Ajar Prakarya Kelas IX
Kerajinan Media Campuran

Modul ajar Prakarya SMP kelas IX materi Kerajinan Media Campuran lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Keputusan Kepala BSKAP No. 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah. Unduh Word + PDF atas nama Anda.

Sampul modul ajar Prakarya kelas IX materi Kerajinan Media Campuran
Ringkasan: Kerajinan media campuran adalah seni memadukan dua atau lebih bahan berbeda untuk menciptakan karya baru dengan nilai estetika dan fungsional. Prosesnya meliputi perencanaan, pemilihan bahan (alam atau buatan), pengolahan, penggabungan dengan teknik yang tepat, hingga finishing. Karya yang dihasilkan harus memperhatikan prinsip harmonisasi, keamanan kerja, serta aspek estetika, fungsi, dan keberlanjutan. Ini mendorong kreativitas dan pemanfaatan limbah menjadi produk bernilai.
Model: Project-Based Learning (PjBL) + praktikDimensi: Kreativitas, Kolaborasi, KemandirianWord + PDF
Buat & Unduh Modul Ini — GRATISPrakarya · Kerajinan Media Campuran · atas nama Anda

1 Capaian Pembelajaran

Rumusan: Peserta didik mampu merancang, membuat, dan mengevaluasi produk kerajinan berbasis media campuran dengan memperhatikan potensi lingkungan sekitar, keselamatan kerja, serta nilai estetis dan fungsional.

Acuan: Keputusan Kepala BSKAP No. 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah

Kompetensi awal: Peserta didik telah memiliki pengetahuan dasar tentang jenis-jenis bahan kerajinan dan teknik dasar pembuatan kerajinan sederhana.

Pemahaman bermakna: Memahami bahwa kerajinan media campuran tidak hanya tentang menggabungkan bahan, tetapi juga tentang kreativitas dalam menemukan solusi, memanfaatkan limbah, dan menciptakan nilai baru yang memiliki fungsi dan estetika.

Pertanyaan pemantik: Bagaimana kita bisa mengubah benda-benda tak terpakai di sekitar menjadi sebuah karya seni kerajinan yang indah dan bermanfaat?

2 Tujuan Pembelajaran

3 Kegiatan Pembelajaran (3 Pertemuan)

Pertemuan 1 — Discovery Learning

Tujuan: Menganalisis prinsip dan jenis kerajinan media campuran berdasarkan karakter bahan dan teknik pengolahannya.

Kegiatan awal: Guru menyapa, memimpin doa, memeriksa kehadiran, dan melakukan apersepsi dengan menunjukkan beberapa contoh kerajinan media campuran dan menanyakan kesan peserta didik. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini dan pertanyaan pemantik: 'Apa saja bahan yang kalian lihat pada kerajinan ini dan bagaimana bahan-bahan tersebut digabungkan?'.

Memahami: Peserta didik dibagi dalam kelompok dan diminta mengamati berbagai contoh kerajinan media campuran (baik fisik maupun gambar/video) dan mengidentifikasi bahan-bahan penyusunnya serta teknik penggabungannya. Mereka berdiskusi tentang karakteristik setiap bahan dan kemungkinan penggabungannya.

Mengaplikasi: Setiap kelompok mengisi LKPD untuk mengidentifikasi minimal 3 jenis kerajinan media campuran, menyebutkan bahan, teknik, dan prinsip penggabungan yang digunakan. Mereka juga mencatat tantangan atau keunikan dari setiap penggabungan bahan.

Merefleksi: Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil diskusi dan identifikasi mereka. Guru memberikan umpan balik, menguatkan konsep prinsip dan jenis kerajinan media campuran, serta meluruskan miskonsepsi. Peserta didik mencatat poin-poin penting.

Penutup: Peserta didik bersama guru menyimpulkan pembelajaran tentang kerajinan media campuran. Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif dan memotivasi untuk pertemuan selanjutnya. Guru memberikan pengantar singkat tentang tugas proyek yang akan datang dan mengakhiri dengan doa.

Pertemuan 2 — Project-Based Learning (Tahap Perencanaan & Pelaksanaan)

Tujuan: Merancang gagasan produk kerajinan media campuran dengan mengintegrasikan potensi lokal dan nilai keberlanjutan.

Kegiatan awal: Guru menyapa, memimpin doa, memeriksa kehadiran, dan mengulas singkat materi pertemuan sebelumnya. Guru mengingatkan kembali tujuan pembelajaran hari ini: merancang dan memulai proyek kerajinan media campuran. Guru memotivasi peserta didik dengan contoh-contoh inovatif.

Memahami: Peserta didik dalam kelompok yang sama berdiskusi untuk merancang proyek kerajinan media campuran. Mereka diajak brainstorming ide dengan mempertimbangkan bahan-bahan lokal/limbah, fungsi, estetika, dan nilai keberlanjutan. Guru membimbing mereka untuk membuat sketsa desain dan daftar bahan/alat yang dibutuhkan.

Mengaplikasi: Setiap kelompok mulai mengumpulkan bahan yang telah direncanakan (jika memungkinkan, membawa dari rumah atau mencari di lingkungan sekolah) dan mulai mengerjakan tahapan awal proyek sesuai desain. Guru memfasilitasi dan memberikan bimbingan teknis serta memastikan keselamatan kerja.

Merefleksi: Setiap kelompok mempresentasikan sketsa desain dan rencana kerja mereka, serta menunjukkan progres awal proyek. Kelompok lain dan guru memberikan masukan konstruktif. Guru menekankan pentingnya kolaborasi dan manajemen waktu dalam proyek.

Penutup: Guru memberikan apresiasi atas semangat kerja kelompok. Guru mengingatkan untuk melanjutkan proyek di rumah dan membawa bahan/alat yang diperlukan untuk pertemuan berikutnya. Guru menutup dengan doa dan motivasi untuk terus berkreasi.

Pertemuan 3 — Project-Based Learning (Tahap Penyelesaian & Evaluasi)

Tujuan: Membuat produk kerajinan media campuran dengan menerapkan prinsip perpaduan bahan dan teknik yang tepat dan mengevaluasi hasil karya kerajinan media campuran berdasarkan aspek estetika, fungsi, dan keberlanjutan.

Kegiatan awal: Guru menyapa, memimpin doa, memeriksa kehadiran, dan mengulas kembali progres proyek. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: menyelesaikan proyek kerajinan dan mengevaluasinya. Guru memberikan semangat untuk menyelesaikan karya terbaik.

Memahami: Peserta didik melanjutkan pengerjaan proyek kerajinan media campuran mereka. Guru berkeliling memberikan bimbingan individual atau kelompok, memastikan penggunaan teknik yang benar, kerapian, dan keselamatan kerja. Peserta didik saling membantu dan memberikan masukan dalam kelompok.

Mengaplikasi: Setelah proyek selesai, setiap kelompok menyiapkan presentasi singkat tentang karya mereka, menjelaskan konsep, bahan, teknik, dan nilai keberlanjutan yang diterapkan. Mereka juga melakukan evaluasi diri dan antar kelompok menggunakan rubrik yang disediakan.

Merefleksi: Setiap kelompok memamerkan dan mempresentasikan hasil karya kerajinan media campuran mereka. Peserta didik lain dan guru memberikan pertanyaan, apresiasi, dan masukan konstruktif. Guru memimpin diskusi tentang tantangan dan solusi selama proses pembuatan.

Penutup: Guru memberikan apresiasi tinggi atas semua karya dan proses belajar yang telah dilalui. Guru bersama peserta didik menyimpulkan pembelajaran tentang kerajinan media campuran dan pentingnya kreativitas serta keberlanjutan. Guru memberikan motivasi untuk terus berinovasi dan menutup dengan doa.

4 Asesmen

Proses (formatif): Observasi partisipasi aktif dalam diskusi kelompok, kemampuan merancang, dan keterampilan praktik dalam membuat kerajinan media campuran.

Akhir (sumatif): Penilaian produk kerajinan media campuran dan presentasi kelompok berdasarkan rubrik yang telah ditentukan.

5 Alur Tujuan Pembelajaran

TujuanMateriAlokasiDimensi
Menganalisis prinsip dan jenis kerajinan media campuranKonsep dan contoh kerajinan media campuran3 JPPenalaran Kritis
Merancang gagasan produk kerajinan media campuranProses desain dan pemilihan bahan3 JPKreativitas
Membuat dan mengevaluasi produk kerajinan media campuranPraktik pembuatan dan presentasi karya3 JPKemandirian, Kolaborasi

6 Bahan Ajar & Ringkasan Materi

Kerajinan media campuran adalah salah satu bentuk ekspresi seni yang menarik dan inovatif. Dengan menggabungkan berbagai jenis bahan, kita dapat menciptakan karya yang unik, fungsional, dan memiliki nilai estetika tinggi. Modul ini akan membimbing Anda untuk memahami konsep, merancang, hingga membuat kerajinan media campuran, sekaligus menumbuhkan kesadaran akan potensi limbah di sekitar kita.

Pengertian dan Prinsip Kerajinan Media Campuran

Kerajinan media campuran adalah kerajinan yang dibuat dengan menggabungkan dua atau lebih jenis bahan yang berbeda, baik secara fisik maupun sifatnya, untuk menghasilkan sebuah karya baru. Prinsip utamanya adalah harmonisasi, yaitu bagaimana bahan-bahan yang berbeda dapat menyatu secara visual dan fungsional tanpa menghilangkan karakteristik aslinya. Misalnya, menggabungkan kayu yang kuat dengan kain yang lembut, atau logam yang keras dengan keramik yang rapuh, untuk menciptakan kontras yang menarik atau saling melengkapi fungsi. Penting juga memperhatikan keselarasan bentuk, warna, dan tekstur agar karya terlihat utuh dan estetis.

Jenis-jenis Bahan Kerajinan Media Campuran

Bahan yang digunakan dalam kerajinan media campuran sangat beragam, bisa berasal dari alam maupun buatan. Bahan alam meliputi kayu, batu, serat alam (rotan, bambu, eceng gondok), kulit, dan cangkang. Bahan buatan dapat berupa plastik, logam, kaca, kain, kertas, atau keramik. Pemilihan bahan harus disesuaikan dengan konsep desain, fungsi karya, dan teknik penggabungan yang akan digunakan. Misalnya, untuk karya yang membutuhkan kekuatan, kombinasi logam dan kayu bisa menjadi pilihan. Untuk karya dekoratif, kombinasi kain dan manik-manik mungkin lebih cocok. Kreativitas dalam memilih dan memadukan bahan menjadi kunci utama.

Teknik Pengolahan dan Penggabungan Bahan

Berbagai teknik dapat digunakan untuk mengolah dan menggabungkan bahan dalam kerajinan media campuran. Teknik pengolahan meliputi memotong, mengukir, menganyam, menempel, mengecor, atau membentuk. Teknik penggabungan dapat berupa menyambung (misalnya dengan lem, las, atau paku), mengikat (dengan tali atau benang), menjahit, atau menyisipkan. Pemilihan teknik sangat bergantung pada jenis bahan yang digunakan. Misalnya, logam bisa dilas, kayu bisa dipaku atau dilem, dan kain bisa dijahit. Keamanan dalam menggunakan alat dan bahan juga perlu diperhatikan agar tidak terjadi kecelakaan kerja.

Perencanaan dan Pembuatan Karya Kerajinan

Proses perencanaan karya kerajinan media campuran dimulai dari ide atau gagasan, dilanjutkan dengan pembuatan sketsa desain yang detail, pemilihan bahan yang sesuai, dan penentuan teknik yang akan digunakan. Setelah perencanaan matang, tahap pembuatan dimulai dengan menyiapkan alat dan bahan, melakukan proses pengolahan bahan, penggabungan, hingga finishing. Finishing merupakan tahap akhir untuk menyempurnakan tampilan karya, seperti penghalusan, pewarnaan, atau pelapisan. Setiap tahapan harus dilakukan dengan cermat dan teliti untuk mendapatkan hasil yang maksimal dan berkualitas.

Aspek Estetika, Fungsi, dan Keberlanjutan

Karya kerajinan media campuran yang baik harus memenuhi tiga aspek penting: estetika, fungsi, dan keberlanjutan. Aspek estetika berkaitan dengan keindahan bentuk, warna, tekstur, dan komposisi. Aspek fungsi berkaitan dengan kegunaan praktis karya tersebut dalam kehidupan sehari-hari, misalnya sebagai wadah, hiasan, atau perkakas. Aspek keberlanjutan menekankan pada penggunaan bahan-bahan ramah lingkungan, daur ulang, atau limbah, serta proses produksi yang tidak merusak alam. Dengan memperhatikan ketiga aspek ini, karya kerajinan tidak hanya indah dan berguna, tetapi juga bertanggung jawab terhadap lingkungan.

Rangkuman: Kerajinan media campuran adalah seni memadukan dua atau lebih bahan berbeda untuk menciptakan karya baru dengan nilai estetika dan fungsional. Prosesnya meliputi perencanaan, pemilihan bahan (alam atau buatan), pengolahan, penggabungan dengan teknik yang tepat, hingga finishing. Karya yang dihasilkan harus memperhatikan prinsip harmonisasi, keamanan kerja, serta aspek estetika, fungsi, dan keberlanjutan. Ini mendorong kreativitas dan pemanfaatan limbah menjadi produk bernilai.

7 LKPD — Lembar Kerja Peserta Didik

Tujuan: Mengidentifikasi dan menganalisis jenis, bahan, teknik, serta prinsip penggabungan pada kerajinan media campuran.

Alat & bahan: Contoh kerajinan media campuran (fisik/gambar), alat tulis

  1. Amatilah contoh kerajinan media campuran yang disediakan.
  2. Identifikasi bahan-bahan utama yang digunakan pada setiap kerajinan.
  3. Jelaskan teknik penggabungan yang terlihat pada setiap karya.
  4. Diskusikan prinsip-prinsip yang diterapkan dalam penggabungan bahan tersebut.

8 Glosarium

Media campuranPenggabungan dua atau lebih jenis bahan yang berbeda dalam satu karya kerajinan.
EstetikaNilai keindahan dalam sebuah karya seni atau kerajinan.
FungsionalMemiliki kegunaan atau manfaat praktis.
KeberlanjutanKonsep yang menekankan pada penggunaan sumber daya dan proses yang ramah lingkungan.
FinishingTahap akhir dalam pembuatan kerajinan untuk menyempurnakan tampilan.

9 Materi Prakarya Terkait

Kerajinan Bahan BuatanPrakarya Kelas IX SMP
Pelajari Kerajinan Bahan Buatan →
Kerajinan Bahan Limbah Lunak dan KerasPrakarya Kelas IX SMP
Pelajari Kerajinan Bahan Limbah Lunak dan Keras →
Kerajinan tekstil bahan alamPrakarya Kelas IX SMP
Pelajari Kerajinan tekstil bahan alam →
Kerajinan Bahan AlamPrakarya Kelas VII SMP
Pelajari Kerajinan Bahan Alam →
Kerajinan Tangan dengan Bahan AlamiPrakarya Kelas VII SMP
Pelajari Kerajinan Tangan dengan Bahan Alami →

10 Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah modul ajar Prakarya Kerajinan Media Campuran ini gratis?

Ya. Tiga modul ajar gratis tersedia bertahap dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.

Berapa lama modul ini tersusun?

Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Prakarya kelas IX langsung tersusun atas nama Anda.

Apakah sesuai kurikulum terbaru?

Ya. Modul mengikuti Keputusan Kepala BSKAP No. 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah.

Bisakah hasilnya diedit?

Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh, ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.

Buat Modul Ajar Lain — GRATISIsi nama & materi, selesai ±1 menit

tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.