Modul Ajar & RPP Prakarya Kelas VII
Kerajinan Bahan Alam
Sudah jadi 11 lembar, tinggal tulis nama Anda ✍️
🎁 100% GRATIS · unduh Word + PDF tanpa bayar
Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.
TERBARUTP 2026/2027Rumus 8-3-3-4Pembelajaran Mendalam
- 8Dimensi Profil Lulusan: keimanan & ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, komunikasi
- 3Prinsip Pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan
- 3Pengalaman Belajar: memahami, mengaplikasi, merefleksi
- 4Kerangka Pembelajaran: praktik pedagogis, kemitraan, lingkungan, pemanfaatan digital
📜 Dasar: Permendikdasmen 13/2025 · Standar Proses 1/2026 · CP 046/H/KR/2025 jo. 020/2026
“Lebih fleksibel, mempersingkat waktu, dan jelas.”
Isi modul ini
Di bawah ini 11 lembar A4 pertama, persis seperti yang terunduh. Nama & tema yang Anda pilih di atas sudah terpasang.


| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | Prakarya |
| Fase / Kelas | D / VII |
| Materi Pokok | Kerajinan Bahan Alam |
| Alokasi Waktu | 2 pertemuan |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Pendekatan | Pembelajaran Mendalam |
| Model Pembelajaran | Project-Based Learning (PjBL) + praktik |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Identifikasi Peserta Didik:
| Kesiapan belajar (kompetensi awal) | Peserta didik memiliki pengetahuan dasar tentang berbagai jenis bahan alam yang ada di lingkungan sekitar. |
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:
- Kreativitas — menghasilkan gagasan dan karya yang orisinal serta bermanfaat
- Kolaborasi — bekerja sama secara efektif untuk mencapai tujuan bersama
- Kewargaan — cinta tanah air, taat aturan, serta peduli pada sesama dan lingkungan
🔒 Elemen tiap dimensi beserta wujudnya pada materi ini tersedia di Paket Lengkap.
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Kerajinan bahan alam merupakan produk bernilai seni yang memanfaatkan material dari alam seperti kayu, bambu, serat, atau batu. |
| Konseptual | Prinsip dasar pembuatan kerajinan bahan alam meliputi pemilihan bahan, teknik pengolahan, serta estetika dan fungsi produk. |
| Prosedural | Proses pembuatan kerajinan bahan alam melibatkan tahapan perencanaan, persiapan bahan, pembentukan, finishing, hingga evaluasi. |
| Metakognitif | Materi ini membantu peserta didik memahami bagaimana proses kreatif mengubah bahan alam menjadi karya bernilai, serta dampak pilihan mereka terhadap lingkungan dan masyarakat. |
Tujuan Pembelajaran:
- Mengidentifikasi jenis-jenis bahan alam dan karakteristiknya yang dapat digunakan sebagai bahan kerajinan.
- Menjelaskan teknik dasar pengolahan dan pembuatan kerajinan dari bahan alam sesuai potensi daerah.
- Merancang desain kerajinan bahan alam dengan memperhatikan fungsi, estetika, dan keberlanjutan lingkungan.
- Membuat produk kerajinan bahan alam secara mandiri atau berkelompok dengan menerapkan prosedur yang benar.
- Mempresentasikan hasil karya kerajinan bahan alam dan mengidentifikasi nilai ekonomi serta sosialnya.
- Mengevaluasi hasil karya kerajinan bahan alam berdasarkan kriteria yang telah ditentukan.
Pemahaman bermakna: Memahami kerajinan bahan alam bukan hanya tentang membuat produk, tetapi juga tentang mengapresiasi kekayaan alam, melestarikan kearifan lokal, dan mengembangkan potensi diri dalam berkarya yang bertanggung jawab. Ini juga melatih kemampuan mereka dalam berpikir kreatif dan inovatif.
Pertanyaan pemantik: "Bagaimana kita bisa mengubah sampah daun kering atau batok kelapa yang tidak terpakai menjadi sebuah karya seni yang indah dan bermanfaat?"
| Praktik Pedagogis | Project-Based Learning (PjBL) + praktik |
| Lintas Disiplin Ilmu | Ilmu Pengetahuan Alam (IPA): Mengidentifikasi sifat fisik dan kimia bahan alam, serta proses penguraian limbah organik. Seni Budaya: Mempelajari unsur-unsur seni rupa (garis, bentuk, warna, tekstur) dalam desain kerajinan dan sejarah kerajinan tradisional. Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS): Memahami nilai ekonomi kerajinan lokal, kearifan lokal dalam pemanfaatan sumber daya alam, dan pemasaran produk. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua dapat diajak untuk mendampingi peserta didik mencari bahan alam di lingkungan sekitar rumah atau mengunjungi sentra kerajinan lokal. |
| Lingkungan Pembelajaran | Kelas diatur menjadi area kerja kelompok yang fleksibel, dengan akses ke sumber air dan area pengeringan, serta memanfaatkan taman sekolah untuk observasi bahan alam. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Pemanfaatan aplikasi desain sederhana (misalnya Canva) untuk membuat sketsa desain awal atau mencari inspirasi kerajinan dari video tutorial di YouTube. |
| Model Pembelajaran | Discovery Learning |
| Tujuan Pertemuan 1 | Mengidentifikasi jenis-jenis bahan alam dan karakteristiknya yang dapat digunakan sebagai bahan kerajinan serta menjelaskan teknik dasar pengolahannya. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Guru mengucapkan salam, mengajak berdoa, memeriksa kehadiran, dan melakukan apersepsi dengan menampilkan berbagai gambar kerajinan dari bahan alam. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu mengidentifikasi jenis bahan alam dan teknik pengolahannya, serta menjelaskan bahwa mereka akan belajar melalui eksplorasi dan diskusi kelompok, agar peserta didik siap dan sadar akan proses belajarnya. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Peserta didik dibagi menjadi kelompok kecil dan diberikan berbagai contoh bahan alam (daun kering, biji-bijian, serat, batok kelapa) untuk diamati. Mereka diminta untuk mengidentifikasi karakteristik setiap bahan dan mendiskusikan potensi penggunaannya sebagai kerajinan, menghubungkan dengan pengalaman mereka melihat kerajinan serupa di lingkungan sekitar. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Setiap kelompok mengisi Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) yang berisi tabel identifikasi bahan alam dan teknik pengolahan dasar yang mungkin, lalu mempresentasikan hasil diskusinya. Mereka juga akan mencoba beberapa teknik dasar seperti menganyam sederhana atau menempel biji-bijian. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit | Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil identifikasi dan diskusi mereka. Guru memberikan umpan balik, menguatkan konsep tentang jenis dan karakteristik bahan alam, serta teknik pengolahan. Peserta didik diajak merefleksikan pengetahuan baru yang didapat. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit | Guru dan peserta didik menyimpulkan materi hari ini tentang jenis dan karakteristik bahan alam. Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif peserta didik, mengingatkan untuk membawa bahan alam dari rumah untuk pertemuan berikutnya, dan menutup dengan doa dalam suasana yang penuh semangat. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning (PBL) |
| Tujuan Pertemuan 2 | Merancang desain kerajinan bahan alam dengan memperhatikan fungsi, estetika, dan keberlanjutan lingkungan. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Guru menyapa peserta didik, mengajak berdoa, memeriksa kehadiran, dan mengulas singkat materi pertemuan sebelumnya. Guru memantik diskusi dengan pertanyaan: 'Bagaimana kita bisa membuat kerajinan yang unik dan bermanfaat dari bahan alam yang ada di sekitar kita, sekaligus ramah lingkungan?' Guru menyampaikan bahwa tujuan pertemuan ini adalah merancang desain kerajinan dan mereka akan bekerja dalam kelompok untuk menyelesaikan tantangan ini. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Peserta didik dalam kelompok menganalisis studi kasus tentang masalah limbah bahan alam di lingkungan sekitar (misalnya, banyak batok kelapa terbuang). Mereka diajak berpikir kritis untuk menemukan ide kerajinan yang dapat menjadi solusi, mempertimbangkan aspek fungsi, estetika, dan keberlanjutan, serta mencari inspirasi dari berbagai sumber digital. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Masing-masing kelompok merancang minimal dua alternatif desain kerajinan dari bahan alam yang telah dibawa atau ditemukan. Mereka membuat sketsa desain, menuliskan alat dan bahan yang dibutuhkan, serta menjelaskan langkah-langkah pembuatannya, kemudian memilih satu desain terbaik untuk dipresentasikan. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit | Setiap kelompok mempresentasikan desain kerajinan mereka. Kelompok lain dan guru memberikan umpan balik konstruktif terkait aspek fungsionalitas, estetika, dan keberlanjutan. Guru memberikan penguatan konsep desain yang baik dan mendorong pemikiran inovatif. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit | Peserta didik bersama guru menyimpulkan pentingnya perencanaan desain dalam pembuatan kerajinan. Guru memberikan apresiasi atas ide-ide kreatif yang muncul, mengingatkan untuk mempersiapkan alat dan bahan sesuai desain terpilih untuk praktik di pertemuan berikutnya, dan menutup dengan motivasi untuk berkarya. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
Tujuan: Membantu peserta didik mengidentifikasi jenis, karakteristik, dan potensi bahan alam untuk kerajinan.
Alat & bahan: Berbagai sampel bahan alam (daun kering, biji-bijian, serat, batok kelapa), alat tulis, buku catatan
Langkah kerja:
- Amati setiap sampel bahan alam yang disediakan.
- Identifikasi karakteristik fisik dari setiap bahan (warna, tekstur, bentuk, kekuatan).
- Diskusikan potensi penggunaan bahan tersebut sebagai kerajinan.
- Catat hasil pengamatan dan diskusi pada tabel yang disediakan.
- Presentasikan hasil diskusi kelompok di depan kelas.
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Apa saja bahan alam yang kamu ketahui?
- Pernahkah kamu melihat atau membuat kerajinan dari bahan alam?
- Apa yang membuat sebuah kerajinan itu indah?
- Menurutmu, mengapa kita perlu memanfaatkan bahan alam di sekitar kita?
Formatif (proses): Observasi kinerja kelompok saat mendesain dan membuat kerajinan, serta partisipasi aktif dalam diskusi.
Sumatif (akhir): Penilaian produk kerajinan bahan alam berdasarkan rubrik, serta presentasi dan laporan kelompok.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — rubrik ada di berkas unduhan, kunci jawaban khusus member Paket Lengkap.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Mengidentifikasi jenis-jenis bahan alam dan karakteristiknya | Jenis dan karakteristik bahan alam | 2 JP | Penalaran Kritis |
| 2 | Merancang desain kerajinan bahan alam | Prinsip desain, fungsi, estetika, dan keberlanjutan | 2 JP | Kreativitas |
| 3 | Membuat, mempresentasikan, dan mengevaluasi produk kerajinan | Proses pembuatan, presentasi, dan evaluasi karya | 2 JP | Kolaborasi |
Kerajinan bahan alam adalah salah satu bentuk ekspresi kreativitas manusia yang memanfaatkan kekayaan alam di sekitar kita. Dari daun kering hingga batok kelapa, semuanya bisa diubah menjadi karya seni yang indah dan bermanfaat. Modul ini akan membimbingmu untuk mengenal, merancang, dan menciptakan kerajinan dari bahan alam, sekaligus menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan.
1. Mengenal Kerajinan Bahan Alam
Kerajinan bahan alam adalah karya seni atau produk yang dibuat dengan memanfaatkan material alami yang tersedia di lingkungan, seperti kayu, bambu, rotan, serat alam, kulit, batu, biji-bijian, daun, dan cangkang. Pemanfaatan bahan alam ini tidak hanya menciptakan nilai estetika tetapi juga nilai guna, serta mencerminkan kearifan lokal. Contoh kerajinan bahan alam yang umum adalah anyaman dari rotan, patung dari kayu, atau hiasan dari kulit kerang. Penting untuk memilih bahan yang berkelanjutan dan tidak merusak lingkungan.
2. Jenis-jenis Bahan Alam untuk Kerajinan
Bahan alam dapat dikelompokkan berdasarkan asal dan karakteristiknya. Bahan nabati berasal dari tumbuhan, seperti kayu, bambu, rotan, serat kapas, eceng gondok, daun kering, dan biji-bijian. Bahan hewani berasal dari hewan, seperti kulit, bulu, cangkang kerang, dan tulang. Bahan mineral atau bebatuan, contohnya batu alam dan tanah liat. Setiap jenis bahan memiliki tekstur, kekuatan, dan keunikan yang berbeda, sehingga memerlukan teknik pengolahan yang sesuai. Misalnya, bambu cocok untuk anyaman, sedangkan kayu untuk ukiran.
3. Karakteristik dan Potensi Bahan Alam
Setiap bahan alam memiliki karakteristik unik yang menentukan potensi penggunaannya. Kayu memiliki serat kuat dan mudah diukir. Bambu bersifat lentur dan ringan, ideal untuk anyaman atau furnitur. Serat alam (seperti serat pelepah pisang atau serat kapas) mudah dibentuk menjadi benang atau kain. Daun kering dan biji-bijian dapat digunakan untuk kolase atau hiasan. Pemahaman tentang karakteristik ini penting untuk memilih bahan yang tepat agar produk kerajinan memiliki kualitas dan daya tahan yang baik. Misalnya, serat sabut kelapa yang kuat dapat digunakan untuk sikat atau keset.
4. Teknik Dasar Pengolahan Bahan Alam
Sebelum diolah menjadi kerajinan, bahan alam seringkali memerlukan perlakuan khusus. Teknik pengolahan meliputi pembersihan, pengeringan (untuk mencegah jamur dan pembusukan), pemotongan, penghalusan, dan pengawetan. Beberapa bahan seperti bambu atau rotan mungkin perlu direndam atau dipanaskan agar lebih lentur. Setelah itu, teknik pembentukan dapat berupa menganyam, memahat, mengukir, menempel, merangkai, atau mencetak. Pemilihan teknik ini sangat bergantung pada jenis bahan dan desain produk yang diinginkan. Contohnya, tanah liat diolah dengan teknik mencetak atau memilin.
5. Prinsip Desain Kerajinan Bahan Alam
Merancang kerajinan bahan alam melibatkan prinsip-prinsip desain yang meliputi fungsi (kegunaan produk), estetika (keindahan bentuk, warna, tekstur), dan keberlanjutan (ramah lingkungan, menggunakan bahan daur ulang/terbarukan). Desain yang baik mempertimbangkan keseimbangan, keselarasan, irama, dan penekanan. Penting juga untuk memperhatikan target pengguna dan konteks budaya. Misalnya, sebuah keranjang anyaman harus fungsional untuk membawa barang, indah dipandang, dan dibuat dari bahan yang tidak merusak hutan.
6. Proses Pembuatan Kerajinan
Proses pembuatan kerajinan bahan alam umumnya melalui tahapan: 1) Perencanaan: menentukan ide, desain, alat, dan bahan. 2) Persiapan: membersihkan dan mengolah bahan. 3) Pembentukan: membentuk bahan sesuai desain menggunakan teknik yang dipilih. 4) Finishing: tahap akhir seperti penghalusan, pewarnaan, pelapisan, atau penambahan hiasan untuk mempercantik dan melindungi produk. 5) Evaluasi: menilai hasil karya dari segi fungsi, estetika, dan kesesuaian dengan desain awal. Setiap tahapan harus dilakukan dengan teliti untuk menghasilkan produk berkualitas.
7. Nilai Ekonomi dan Sosial Kerajinan Bahan Alam
Kerajinan bahan alam memiliki nilai ekonomi yang tinggi, karena dapat menjadi sumber pendapatan bagi pengrajin dan masyarakat. Produk kerajinan seringkali dijual sebagai suvenir atau barang dekorasi. Selain itu, kerajinan bahan alam juga memiliki nilai sosial yang kuat, seperti melestarikan budaya dan kearifan lokal, mempererat tali silaturahmi melalui kerja kelompok, dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan. Pemanfaatan limbah alam menjadi kerajinan juga berkontribusi pada pengelolaan sampah.
8. Aspek Keberlanjutan dalam Kerajinan
Keberlanjutan adalah aspek krusial dalam kerajinan bahan alam. Ini berarti memilih bahan yang dapat diperbarui, memanfaatkan limbah atau bahan daur ulang, serta menggunakan proses produksi yang tidak merusak lingkungan. Misalnya, menggunakan tempurung kelapa yang terbuang menjadi mangkuk, atau serat eceng gondok yang dianggap gulma menjadi tas. Dengan menerapkan prinsip keberlanjutan, kita tidak hanya menciptakan karya seni, tetapi juga berkontribusi pada pelestarian alam untuk generasi mendatang.
Rangkuman: Kerajinan bahan alam adalah karya seni yang memanfaatkan material alami dari lingkungan. Ada berbagai jenis bahan alam dengan karakteristik unik yang membutuhkan teknik pengolahan berbeda. Proses pembuatannya melibatkan perencanaan, pembentukan, dan finishing. Selain memiliki nilai estetika dan fungsi, kerajinan bahan alam juga menciptakan nilai ekonomi dan sosial, serta berperan penting dalam menjaga keberlanjutan lingkungan.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Estetika | Cabang filsafat yang membahas keindahan. |
| Fungsional | Memiliki kegunaan atau fungsi praktis. |
| Kearifan Lokal | Pengetahuan dan praktik tradisional yang diwariskan secara turun-temurun. |
| Serat Alam | Serat yang berasal dari tumbuhan atau hewan, seperti kapas, rotan, atau kulit. |
| Finishing | Tahap akhir dalam pembuatan produk untuk mempercantik atau melindungi. |
| Keberlanjutan | Prinsip menggunakan sumber daya tanpa mengorbankan kemampuan generasi mendatang untuk memenuhi kebutuhannya sendiri. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Kerajinan Bahan Alam" mata pelajaran Prakarya Kelas VII ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Bukan Kerajinan Bahan Alam yang Anda cari?Pilih dari peta materi setahun di bawah ini 👇
Materi Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menitPeta Materi Prakarya Kelas VII Setahun
Urutan mengajarnya, bukan urutan pencarian. Yang sudah ada tinggal diunduh; yang belum, disusun atas nama Anda — sama-sama gratis.
Semester 1 / Ganjil2 dari 4 siap unduh
Kerajinan Bahan Alam (Serat dan Tekstil)Modul siap unduh · Word + PDF ber-kopKerajinan Bahan LunakModul siap unduh · Word + PDF ber-kopBudi Daya Tanaman SayuranBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisPengolahan Buah menjadi MinumanBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisSemester 2 / Genap3 materi · siap dibuatkan
Rekayasa Konstruksi MiniaturBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisPengemasan dan Penyajian ProdukBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisWirausaha SederhanaBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisModul Prakarya lain yang sudah tersedia
Kerajinan Bahan Semikeras/KerasPrakarya Kelas VII SMPKerajinan Tangan dengan Bahan AlamiPrakarya Kelas VII SMPPengolahan Buah menjadi Produk Non PanganPrakarya Kelas VII SMPPengolahan Buah Menjadi Produk PanganPrakarya Kelas VII SMPLihat semua Modul Ajar Prakarya Kelas VII →Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah ini modul ajar Prakarya kelas 7 yang saya cari?
Kemungkinan besar ya. Kelas VII dan kelas 7 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Kerajinan Bahan Alam pada Prakarya SMP, Fase D.
Modul Kerajinan Bahan Alam ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?
Mengikuti program semester sekolah Anda. Pilih Semester 1 atau 2 saat mengunduh; pilihan itu tercetak di lembar identitas modul Kerajinan Bahan Alam untuk Prakarya kelas VII.
Apakah modul ajar Prakarya materi Kerajinan Bahan Alam ini gratis?
Ya. Modul Kerajinan Bahan Alam untuk kelas VII SMP dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 18 jam.
Bagaimana cara download modul ajar Kerajinan Bahan Alam ini dalam Word (.docx) dan PDF?
Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas Prakarya kelas VII ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Prakarya kelas VII langsung tersusun atas nama Anda.
Bisakah modul Kerajinan Bahan Alam ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Kerajinan Bahan Alam dapat Anda sesuaikan dengan murid Prakarya kelas VII di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
Apakah modul ajar Prakarya kelas VII ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul Kerajinan Bahan Alam ini mengikuti Kurikulum Merdeka dengan Pembelajaran Mendalam (Permendikdasmen 13/2025), pada Fase D untuk kelas VII SMP. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi Kerajinan Bahan Alam tercantum di lembar identitasnya.
Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?
Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Kerajinan Bahan Alam untuk Prakarya kelas VII di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?
Ada. Modul Kerajinan Bahan Alam ini memuat bank soalnya sendiri — 6 pilihan ganda dan 5 uraian (kunci jawabannya khusus member Paket Lengkap), ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh Prakarya kelas VII SMP berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.
Apakah Kaldik, Prota, dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?
Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar Kerajinan Bahan Alam beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap Prakarya kelas VII berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem) ber-kop sekolah tersedia lewat Paket Modul — bersama Kalender Pendidikan (libur nasional & cuti bersama resmi SKB 3 Menteri sudah tercantum) dan Alokasi Waktu yang menghitung minggu efektifnya otomatis.
Modul Prakarya ini cocok untuk SMP negeri, swasta, maupun MTs?
Ya. Kop, logo, dan nama SMP Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Untuk MTs, pilih jenjang MTs saat mengisi borang: materi Kerajinan Bahan Alam yang sama disusun dalam versi madrasah (Kurikulum Berbasis Cinta, kop Kemenag), dan halaman Prakarya MTs ada di daftar jenjang lain di bawah.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.