Modul Ajar MI

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas VI MI

2 modul ajar Bahasa Indonesia kelas VI MI (Fase C) siap unduh — Nusantara Berjuta Cerita, dan Teks Laporan. Lengkap ATP, LKPD, asesmen — Word + PDF ber-kop.

2 modul siap pakaiFase CWord + PDFAtas nama Anda
📥 Unduh Modul Ajar — GRATISIsi nama, sekolah & materi · ±1 menit · Word + PDF ber-kopAtau lihat dulu 4 materi kelas VI & modul yang sudah jadi ↓

Pilih mata pelajaran

Pilih kelas

Semua materi di halaman ini berwujud seperti ini

Yang diperlihatkan kebetulan modul Nusantara Berjuta Cerita, salah satu materi di daftar bawah yang sudah jadi — materi lain menghasilkan berkas dengan bentuk yang sama. Dua baris kuning itu satu-satunya yang masih kosong, dan keduanya terisi nama serta sekolah Anda begitu diunduh.

11 lembarSampulIdentitasDesainPertemuan 1Pertemuan 2LKPDAsesmenATPBahan AjarGlosariumPengesahan

📄 Buka modul Nusantara Berjuta Cerita selengkapnya →✍️ Buat untuk Materi Anda — GRATISDitulis mesin ±1 menit · Word + PDF ber-kop · nama Anda tercetak

Mencari materi lain? Seluruh materi kelas VI ada di daftar bawah ↓

Contoh wujud berkas · Bahasa Indonesia Kelas VI MI
KURIKULUM BERBASIS CINTA
✦ DEEP LEARNING · PEMBELAJARAN MENDALAM ✦
MODUL AJAR
Nusantara Berjuta Cerita
Bahasa Indonesia · Kelas VI · Fase C
DISUSUN OLEHnama Andasekolah AndaTahun Pelajaran 2026/2027
Lembar 1 · Sampul
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa Indonesia · Tahun Pelajaran 2026/2027
MODUL AJAR
Nusantara Berjuta Cerita
Bahasa Indonesia · Fase C · Kelas VI · Kurikulum Berbasis Cinta · Pembelajaran Mendalam
A.  IDENTITAS MODULCP: SK Dirjen Pendis 9941/2025
Penyusunnama Anda
Satuan Pendidikansekolah Anda
Mata PelajaranBahasa Indonesia
Fase / KelasC / VI
Materi PokokNusantara Berjuta Cerita
Alokasi Waktu2 Pertemuan (4 JP: 2 JP × 35 menit = 70 menit per pertemuan)
Tahun Pelajaran2026/2027
PendekatanPembelajaran Mendalam
Model PembelajaranProblem Based Learning (PBL) + praktik
Bentuk DokumenModul Ajar — memuat RPP

✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.

B.  KOMPONEN INTI8 Dimensi Profil Lulusan

Identifikasi Peserta Didik:

Kesiapan belajar (kompetensi awal)Peserta didik telah memiliki kemampuan dasar membaca teks narasi sederhana dan mengidentifikasi informasi tersurat.

Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:

  1. Keimanan dan ketakwaan — beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berakhlak mulia
  2. Penalaran kritis — mengolah informasi, menganalisis, dan menarik simpulan secara logis
  3. Kreativitas — menghasilkan gagasan dan karya yang orisinal serta bermanfaat

🔒 Elemen tiap dimensi beserta wujudnya pada materi ini tersedia di Paket Lengkap.

Capaian Pembelajaran (CP):

AcuanKepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Elemen / DomainMembaca dan Memirsa
Rumusan CP FasePeserta didik mampu memahami informasi dan mengevaluasi ide pokok serta informasi penting dalam berbagai teks (fiksi dan nonfiksi) untuk mengembangkan pemahaman yang mendalam tentang budaya dan kearifan lokal.

Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:

FaktualMateri ini membahas beragam cerita rakyat dari berbagai daerah di Nusantara seperti Malin Kundang, Danau Toba, atau Roro Jonggrang.
KonseptualKonsep inti yang dipelajari adalah unsur-unsur cerita rakyat, makna denotatif dan konotatif, serta nilai-nilai moral yang terkandung di dalamnya.
ProseduralPeserta didik akan belajar menganalisis cerita rakyat, mengidentifikasi makna kata, dan menyajikan kembali cerita dengan gaya mereka sendiri.
MetakognitifPeserta didik akan menyadari pentingnya melestarikan cerita rakyat sebagai bagian dari identitas budaya bangsa dan bagaimana pembelajaran ini dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis mereka.

Materi Insersi KBC — Integrasi Panca Cinta:

1. Cinta Allah dan Rasul-NyaMenyadari bahwa setiap cerita rakyat mengandung kearifan yang mencerminkan kebesaran ciptaan Allah dan ajaran Rasul-Nya tentang kebaikan dan kebenaran.
2. Cinta IlmuMenunjukkan semangat ingin tahu dan ketekunan dalam menggali makna serta nilai-nilai luhur dari setiap cerita rakyat untuk memperkaya pengetahuan.
3. Cinta LingkunganMengapresiasi dan berusaha melestarikan cerita rakyat sebagai bagian tak terpisahkan dari kekayaan budaya dan lingkungan sosial Indonesia.
4. Cinta Diri dan SesamaMempelajari bagaimana tokoh-tokoh dalam cerita rakyat berinteraksi, menumbuhkan empati, dan mengambil pelajaran tentang pentingnya persatuan dan kasih sayang sesama manusia.
5. Cinta Tanah AirMerasa bangga terhadap beragam cerita rakyat yang dimiliki bangsa Indonesia, memahami bahwa cerita-cerita ini adalah identitas dan warisan berharga dari tanah air.

Tujuan Pembelajaran:

  1. Melalui kegiatan membaca cerita rakyat, peserta didik dapat mengidentifikasi unsur-unsur intrinsik cerita (tokoh, latar, alur, tema, amanat) dengan tepat.
  2. Setelah berdiskusi kelompok, peserta didik dapat menjelaskan makna denotatif dan konotatif dari kata-kata dalam cerita rakyat dengan benar.
  3. Dengan menyimak cerita yang dibacakan guru, peserta didik dapat menemukan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam cerita rakyat minimal tiga contoh.
  4. Melalui praktik bercerita, peserta didik dapat menyajikan kembali cerita rakyat dengan lafal dan intonasi yang jelas dan ekspresif.
Halaman 2 · Nusantara Berjuta Cerita — pratinjau tuntas.org
Lembar 2 · Identitas
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa Indonesia · Tahun Pelajaran 2026/2027
B.  KOMPONEN INTI (lanjutan)

Pemahaman bermakna: Memahami cerita rakyat Nusantara tidak hanya memperkaya wawasan budaya, tetapi juga melatih kemampuan berpikir kritis dalam menafsirkan pesan moral dan makna tersirat di balik setiap kisah.

Pertanyaan pemantik: "Mengapa cerita-cerita dari nenek moyang kita masih penting untuk diceritakan dan dipelajari hingga kini?"

C.  DESAIN PEMBELAJARANPermendikdasmen 13/20254 Kerangka Pembelajaran Mendalam
Praktik PedagogisProblem Based Learning (PBL) + praktik
Lintas Disiplin IlmuPendidikan Pancasila: Mempelajari nilai-nilai luhur dalam cerita rakyat yang sejalan dengan nilai-nilai Pancasila, seperti gotong royong dan keadilan.
Seni Budaya: Mengapresiasi berbagai bentuk seni pertunjukan yang mengangkat cerita rakyat, seperti drama atau tari tradisional.
Kemitraan PembelajaranOrang tua dapat diajak untuk bercerita kembali kisah-kisah rakyat daerah asal mereka kepada anak-anak di rumah sebagai penguatan materi.
Lingkungan PembelajaranSudut baca kelas dilengkapi dengan koleksi buku cerita rakyat dari berbagai daerah di Indonesia, menciptakan suasana yang kaya budaya.
Pemanfaatan Teknologi DigitalPeserta didik dapat mengakses video cerita rakyat animasi atau e-book cerita rakyat melalui tablet atau komputer di perpustakaan sekolah.
Halaman 3 · Nusantara Berjuta Cerita — pratinjau tuntas.org
Lembar 3 · Desain
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa Indonesia · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.1  KEGIATAN PEMBELAJARAN — PERTEMUAN 1Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 70 menit · awal 10 · inti 50 · penutup 10
Model PembelajaranProblem Based Learning (PBL)
Tujuan Pertemuan 1Melalui kegiatan membaca cerita rakyat, peserta didik dapat mengidentifikasi unsur-unsur intrinsik cerita (tokoh, latar, alur, tema, amanat) dengan tepat.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)10 menit
  1. Guru mengucapkan salam, mengajak peserta didik berdoa bersama, dan mengecek kehadiran.
  2. Guru menunjukkan gambar peta Indonesia dan bertanya, "Negara kita kaya akan keberagaman, termasuk cerita-cerita dari setiap daerah. Adakah di antara kalian yang pernah mendengar cerita rakyat? Cerita apa yang paling kalian ingat?"
  3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu mengidentifikasi unsur-unsur cerita rakyat dan manfaatnya bagi pemahaman budaya, serta pertanyaan pemantik yang akan dijawab bersama.
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)15 menit
  1. Orientasi pada masalah: Guru menayangkan video singkat atau membacakan kutipan cerita rakyat "Malin Kundang" dan bertanya, "Apa yang kalian rasakan setelah mendengar cerita ini? Mengapa Malin Kundang dikutuk?"
  2. Mengorganisasi peserta didik untuk belajar: Guru membagi peserta didik menjadi kelompok kecil (4-5 orang) dan membagikan teks cerita rakyat yang berbeda untuk setiap kelompok (misalnya, "Danau Toba", "Roro Jonggrang", "Timun Mas").
  3. Membimbing penyelidikan: Peserta didik dalam kelompok membaca cerita rakyat yang diberikan, kemudian secara mandiri mengidentifikasi tokoh, latar, alur (awal, konflik, penyelesaian), tema, dan amanat dari cerita tersebut. Guru berkeliling memastikan setiap anggota kelompok berpartisipasi dan memberikan bimbingan jika ada kesulitan.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)25 menit
  1. Mengembangkan dan menyajikan hasil karya: Setiap kelompok membuat peta pikiran atau diagram sederhana untuk memvisualisasikan unsur-unsur cerita rakyat yang telah mereka identifikasi.
  2. Peserta didik menuliskan hasil identifikasi unsur-unsur cerita rakyat pada lembar kerja yang telah disediakan.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)10 menit
  1. Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah: Setiap kelompok mempresentasikan hasil peta pikiran mereka di depan kelas, menjelaskan unsur-unsur cerita rakyat yang ditemukan.
  2. Kelompok lain memberikan tanggapan atau pertanyaan terkait presentasi.
  3. Guru memberikan umpan balik konstruktif dan penguatan terhadap pemahaman peserta didik tentang unsur-unsur cerita rakyat, serta mengaitkannya dengan pentingnya melestarikan budaya lokal.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)10 menit
  1. Guru dan peserta didik menyimpulkan bersama tentang unsur-unsur cerita rakyat yang telah dipelajari.
  2. Guru memberikan apresiasi kepada semua kelompok atas kerja keras dan partisipasinya, memotivasi peserta didik untuk terus membaca cerita rakyat, menciptakan suasana belajar yang menyenangkan.
  3. Guru menyampaikan materi untuk pertemuan berikutnya tentang makna kata dalam cerita rakyat dan menutup pelajaran dengan doa.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 4 · Nusantara Berjuta Cerita — pratinjau tuntas.org
Lembar 4 · Pertemuan 1
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa Indonesia · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.2  KEGIATAN PEMBELAJARAN — PERTEMUAN 2Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 70 menit · awal 10 · inti 50 · penutup 10
Model PembelajaranProblem Based Learning (PBL)
Tujuan Pertemuan 2Dengan menyimak cerita yang dibacakan guru, peserta didik dapat menemukan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam cerita rakyat minimal tiga contoh.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)10 menit
  1. Guru mengucapkan salam, mengajak peserta didik berdoa, dan mengecek kehadiran.
  2. Guru mengajak peserta didik mengingat kembali materi pertemuan sebelumnya tentang unsur-unsur cerita rakyat dengan pertanyaan, "Apa saja unsur-unsur yang membentuk sebuah cerita?"
  3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu mengidentifikasi makna denotatif dan konotatif serta nilai-nilai luhur dalam cerita rakyat, dan pentingnya memahami pesan moral dari cerita tersebut.
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)15 menit
  1. Orientasi pada masalah: Guru membacakan kembali sebagian cerita rakyat yang telah dipelajari, misalnya bagian saat Malin Kundang durhaka kepada ibunya, lalu bertanya, "Kata 'durhaka' dalam cerita ini memiliki makna apa? Apakah ada makna lain dari kata ini?"
  2. Mengorganisasi peserta didik untuk belajar: Guru menjelaskan konsep makna denotatif (makna sebenarnya) dan konotatif (makna kiasan/tambahan) dengan contoh-contoh sederhana di kehidupan sehari-hari.
  3. Membimbing penyelidikan: Peserta didik dalam kelompok mencari kata-kata sulit atau menarik dari cerita rakyat yang mereka baca sebelumnya, kemudian mencoba menemukan makna denotatif dan konotatifnya. Guru memfasilitasi diskusi dan memberikan contoh tambahan jika diperlukan.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)25 menit
  1. Mengembangkan dan menyajikan hasil karya: Setiap kelompok mengisi tabel pada LKPD untuk mencatat kata, makna denotatif, makna konotatif, dan nilai luhur yang terkandung dalam cerita rakyat yang mereka analisis.
  2. Peserta didik menyiapkan presentasi singkat untuk membagikan temuan mereka kepada kelompok lain.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)10 menit
  1. Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah: Setiap kelompok mempresentasikan hasil analisis mereka tentang makna kata dan nilai-nilai luhur dalam cerita rakyat.
  2. Guru bersama peserta didik membahas dan menyepakati makna denotatif, konotatif, serta nilai-nilai luhur yang ditemukan, seperti pentingnya menghormati orang tua, kejujuran, atau kebaikan hati.
  3. Guru memberikan penguatan tentang relevansi nilai-nilai luhur tersebut dalam kehidupan sehari-hari dan bagaimana cerita rakyat berperan sebagai media pembelajaran moral.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)10 menit
  1. Guru dan peserta didik menyimpulkan bersama pembelajaran tentang makna denotatif dan konotatif serta nilai-nilai luhur dalam cerita rakyat.
  2. Guru memberikan apresiasi kepada seluruh peserta didik atas semangat belajar dan hasil karyanya, menumbuhkan rasa bangga terhadap budaya sendiri.
  3. Guru memberikan tugas mandiri untuk mencari satu cerita rakyat lain di daerah asal mereka dan mengidentifikasi nilai-nilai di dalamnya, kemudian menutup pelajaran dengan doa.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 5 · Nusantara Berjuta Cerita — pratinjau tuntas.org
Lembar 5 · Pertemuan 2
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa Indonesia · Tahun Pelajaran 2026/2027
LKPD — LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK
LKPD · AYO MEMBACA!Menjelajah Makna Cerita NusantaraNama: ........................... Kelas: ....... Tanggal: ..........

Tujuan: Peserta didik dapat mengidentifikasi unsur-unsur cerita rakyat, makna kata, dan nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya.

Alat & bahan: Teks cerita rakyat, alat tulis, kertas kosong

Langkah kerja:

  1. Isilah teka-teki silang berikut. Petunjuknya diambil dari istilah yang kamu pelajari pada materi ini.
    12345Mendatar3. Cerita rakyat tentangasal-usul tempat5. Pesan moral dalam ceritaMenurun1. Makna kiasan atau tambahan2. Makna sebenarnya dari sebuahkata4. Tanpa nama pengarang
    Gambar 1. Teka-teki silang
  2. Bacalah cerita rakyat yang diberikan oleh guru dengan saksama.
  3. Identifikasi tokoh, latar, alur, tema, dan amanat dari cerita tersebut, lalu tuliskan pada tabel di bawah.
  4. Carilah 3 kata yang menarik dari cerita, tuliskan makna denotatif dan konotatifnya pada tabel.
  5. Diskusikan dengan kelompokmu, nilai-nilai luhur apa saja yang dapat kamu petik dari cerita tersebut.
  6. Presentasikan hasil kerjamu di depan kelas.
Tabel kerja LKPDtabel pengamatan, diisi muridlembar refleksi murid · 2 pertanyaan

🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.

Halaman 6 · Nusantara Berjuta Cerita — pratinjau tuntas.org
Lembar 6 · LKPD
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa Indonesia · Tahun Pelajaran 2026/2027
ASESMENStandar Proses — Permendikdasmen 1/2026

Asesmen awal (diagnostik):

  1. Apa cerita rakyat yang paling kamu sukai?
  2. Menurutmu, apa itu tokoh dalam sebuah cerita?
  3. Pernahkah kamu mendengar tentang makna kiasan dari sebuah kata?

Formatif (proses): Observasi partisipasi peserta didik dalam diskusi kelompok dan presentasi.

Sumatif (akhir): Penilaian hasil kerja LKPD dan kemampuan bercerita ulang secara individu.

Rubrik KKTP2 kriteria · 4 tingkat ketercapaian
Kunci jawaban5 pilihan ganda + 3 uraian

🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — rubrik ada di berkas unduhan, kunci jawaban khusus member Paket Lengkap.

Halaman 7 · Nusantara Berjuta Cerita — pratinjau tuntas.org
Lembar 7 · Asesmen
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa Indonesia · Tahun Pelajaran 2026/2027
ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)Kurikulum Berbasis Cinta
NoTujuan PembelajaranMateriAlokasiDimensi
1Mengidentifikasi unsur-unsur intrinsik cerita rakyatUnsur-unsur cerita rakyat (tokoh, latar, alur, tema, amanat)2 JPpenalaran kritis
2Menjelaskan makna denotatif dan konotatifMakna denotatif dan konotatif dalam cerita rakyat2 JPpenalaran kritis
3Menemukan nilai-nilai luhur dalam cerita rakyatNilai-nilai moral dan kearifan lokal2 JPkeimanan dan ketakwaan
4Menyajikan kembali cerita rakyat dengan ekspresifTeknik bercerita (lafal, intonasi, ekspresi)2 JPkomunikasi
Halaman 8 · Nusantara Berjuta Cerita — pratinjau tuntas.org
Lembar 8 · ATP
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa Indonesia · Tahun Pelajaran 2026/2027
BAHAN AJAR

Nusantara kita kaya akan warisan budaya yang tak ternilai, salah satunya adalah cerita rakyat. Cerita-cerita ini bukan sekadar hiburan, melainkan cerminan kearifan lokal, adat istiadat, dan nilai-nilai luhur yang diwariskan turun-temurun. Mari kita selami bersama kekayaan ini dan temukan pelajaran berharga di dalamnya.

1. Apa Itu Cerita Rakyat?
Cerita rakyat adalah cerita yang berasal dari masyarakat dan telah diwariskan secara lisan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Cerita ini seringkali tidak diketahui siapa pengarang aslinya (anonim) dan memiliki berbagai fungsi, mulai dari hiburan, pendidikan moral, hingga penguat nilai-nilai budaya. Contohnya adalah legenda, mite, dan fabel. Setiap daerah di Indonesia memiliki cerita rakyatnya sendiri yang unik dan menarik untuk dipelajari.

2. Unsur-unsur Cerita Rakyat
Sebuah cerita, termasuk cerita rakyat, dibangun oleh beberapa unsur penting. Tokoh adalah pelaku dalam cerita, bisa manusia, hewan, atau makhluk lain. Latar adalah tempat dan waktu terjadinya cerita. Alur adalah rangkaian peristiwa yang membentuk cerita, biasanya meliputi pengenalan, munculnya masalah, klimaks, dan penyelesaian. Tema adalah gagasan utama cerita, sedangkan amanat adalah pesan moral atau pelajaran yang ingin disampaikan penulis kepada pembaca.

3. Makna Denotatif dan Konotatif
Dalam cerita rakyat, seringkali ditemukan kata-kata yang memiliki makna lebih dari satu. Makna denotatif adalah makna sebenarnya atau makna kamus dari sebuah kata. Misalnya, 'bunga' secara denotatif berarti bagian tumbuhan yang indah. Sementara itu, makna konotatif adalah makna kiasan atau makna tambahan yang muncul karena perasaan atau asosiasi tertentu. Contohnya, 'bunga desa' secara konotatif berarti gadis tercantik di desa. Memahami kedua makna ini penting untuk menangkap pesan cerita secara utuh.

4. Nilai-nilai Luhur dalam Cerita Rakyat
Cerita rakyat kaya akan nilai-nilai luhur yang dapat kita jadikan pelajaran hidup. Nilai-nilai ini bisa berupa kejujuran, keberanian, kesetiaan, kerukunan, hormat kepada orang tua, gotong royong, dan lain sebagainya. Misalnya, cerita Malin Kundang mengajarkan pentingnya berbakti kepada orang tua. Dengan memahami nilai-nilai ini, kita tidak hanya belajar bahasa, tetapi juga membentuk karakter yang baik dan mencintai budaya bangsa.

Rangkuman: Cerita rakyat adalah warisan budaya tak ternilai yang mengandung unsur-unsur seperti tokoh, latar, alur, tema, dan amanat. Memahami makna denotatif dan konotatif kata-kata dalam cerita membantu kita menangkap pesan secara mendalam. Cerita rakyat juga kaya akan nilai-nilai luhur yang membentuk karakter dan memperkuat identitas budaya bangsa Indonesia.

Halaman 9 · Nusantara Berjuta Cerita — pratinjau tuntas.org
Lembar 9 · Bahan Ajar
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa Indonesia · Tahun Pelajaran 2026/2027
GLOSARIUM
IstilahArti
AnonimTanpa nama pengarang
DenotatifMakna sebenarnya dari sebuah kata
KonotatifMakna kiasan atau tambahan
AmanatPesan moral dalam cerita
Daftar pustaka3 rujukan

🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.

Halaman 10 · Nusantara Berjuta Cerita — pratinjau tuntas.org
Lembar 10 · Glosarium
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa Indonesia · Tahun Pelajaran 2026/2027
PENGESAHAN

Modul ajar "Nusantara Berjuta Cerita" mata pelajaran Bahasa Indonesia Kelas VI ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Berbasis Cinta · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.

Mengetahui,
Kepala Madrasah
…………, …………
Guru Mata Pelajaran
( ……………… )
NIP. …………
nama Anda
NIP. …………

Rujukan: KMA No. 1503 Tahun 2025 (Kurikulum Berbasis Cinta) · Kep. Dirjen Pendis No. 6077 Tahun 2025 · CP: SK Dirjen Pendis No. 9941 Tahun 2025

Halaman 11 · Nusantara Berjuta Cerita — pratinjau tuntas.org
Lembar 11 · Pengesahan
Geser untuk membuka semuanya · seluruh 11 lembar ini ikut terunduh, tidak ada yang ditahan.

Materi bertanda + dibuatkan begitu Anda ketuk — ±1 menit, langsung jadi Word + PDF ber-kop atas nama Anda. Gratis.

Semester 1 / Ganjil1 dari 2 siap unduh

2 materi Bahasa Indonesia MI, urut mengajar dari Anak-Anak yang Mengubah Dunia hingga Nusantara Berjuta Cerita.

Anak-Anak yang Mengubah DuniaNusantara Berjuta CeritaModul siap unduh · Word + PDF ber-kop

Semester 2 / Genap2 materi · siap dibuatkan

2 materi Bahasa Indonesia MI, urut mengajar dari Temukan Minat, Tunjukkan Bakat hingga Dari Hobi Menjadi Profesi.

Temukan Minat, Tunjukkan BakatDari Hobi Menjadi Profesi

Bahasa Indonesia Kelas VI MI — Fase C

Kelas VI — ditulis juga kelas 6 — di MI berada di Fase C, dan 4 materi Bahasa Indonesia setahun terdaftar di peta halaman ini, urut mengajar, terbagi semester 1 (ganjil) dan semester 2 (genap).

Di sekolah, Bahasa Indonesia juga dipanggil bindo dan b indonesia — sebutan yang berbeda untuk mata pelajaran yang sama. Peta materi di halaman ini berlaku untuk sebutan mana pun.

Yang disusun di sini perangkat ajar Bahasa Indonesia kelas VI (kelas 6) MI — satu berkas yang di lapangan dipanggil empat nama sekaligus: modul ajar, RPP (istilah resmi sejak Permendikdasmen 1/2026), modul ajar deep learning, dan RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam: kegiatan intinya berkerangka memahami – mengaplikasi – merefleksi (Permendikdasmen 13/2025) dengan 8 Dimensi Profil Lulusan — penerus Profil Pelajar Pancasila — dan capaian pembelajaran Bahasa Indonesia kelas VI (kelas 6) MI mengacu SK Dirjen Pendis 9941/2025. Di madrasah, berkasnya disusun menurut Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dengan integrasi nilai Panca Cinta dan kop madrasah.

Tiap materi di peta atas dapat disusun menjadi modul ajar Bahasa Indonesia kelas VI (kelas 6) MI yang lengkap — memuat capaian pembelajaran (CP) Fase C beserta elemennya, ATP, tujuan pembelajaran, langkah kegiatan, LKPD, rubrik KKTP, asesmen awal–formatif–sumatif, bahan ajar, glosarium, dan bank soal — dalam Word (.docx) dan PDF ber-kop tahun pelajaran 2026/2027, atas nama Anda. Satu berkas, bukan berkas yang dikumpulkan satu per satu.

Modul gratis di halaman ini sudah cukup untuk disetor ke sekolah

Gratis sepenuhnya, tanpa biaya apa pun. Nama dan sekolah Anda langsung tercetak di kopnya.

📥 Unduh Modul Ini GratisTinggal isi nama, sekolah & materi · ±1 menit jadi
✨ Mau lebih lengkap?
+6 lembar

Tiap modul ajar Bahasa Indonesia bisa jadi lebih lengkap

Ini 6 lembar tambahannya. Geser untuk lihat 👉

Nama sekolah AndaBahasa Indonesia · Kelas VIPeta Konsep
Nusantara Berjuta CeritaApa Itu Cerita Rakyat?Unsur-unsur Cerita RakyatMakna Denotatif dan KonotatifNilai-nilai Luhur dalam Cerita Rakyat
Dari sub-bab Nusantara Berjuta CeritaLembar tambahan
Nama sekolah AndaBahasa Indonesia · Kelas VIIce Breaking
Pertemuan 1Pertemuan 2Pertemuan 3… hingga Pertemuan 8
Biar kelas langsung hidupLembar tambahan
Nama sekolah AndaBahasa Indonesia · Kelas VILKPD Tiap Pertemuan
P1P2P3…Temuan / hasil kerjaBukti atau alasanSimpulan
Beda tiap pertemuanLembar tambahan
Nama sekolah AndaBahasa Indonesia · Kelas VIRefleksi Guru & Siswa
GuruKetercapaian tujuan pembelajaranPeserta didik yang perlu pendampinganPeserta didikSaya sudah memahami …Hal yang masih membingungkan …
Tinggal isi habis mengajarLembar tambahan
Nama sekolah AndaBahasa Indonesia · Kelas VIRemedial & Pengayaan
RemedialUntuk yang belum mencapai tujuanPengayaanUntuk yang tuntas lebih awal
Buat yang tertinggal & yang sudah tuntasLembar tambahan
Nama sekolah AndaBahasa Indonesia · Kelas VIProfil Lulusan
Keimanan dan ketakwaanPenalaran kritisKreativitas
Sudah dikaitkan ke materi iniLembar tambahan

🎁 Plus perangkat setahun & bonus

Sekali ambil paket, administrasi setahun ikut beres.

Semua paketProta
1Anak-Anak yang Mengubah Dunia1Nusantara Berjuta Cerita2Temukan Minat, Tunjukkan Bakat2Dari Hobi Menjadi Profesi
Setahun penuh, sudah ber-kop
Semua paketPromes Semester 1
MateriJASONDAnak-Anak yang Mengubah DuniaNusantara Berjuta Cerita
Sebaran materi per bulan
Paket 30 & 60Soal PTS & PAS
Kisi-kisiNaskah soal + kunciKartu soal
Kisi-kisi sampai kartu soal
Paket 30 & 60Administrasi Kelas
Program kerja wali kelasDaftar hadir siswaDaftar nilai NH/PTS/PASJurnal agenda
Terisi atas nama Anda
Paket 30 & 60Piagam Siswa
PIAGAMdiberikan kepada
Satu halaman per siswa
Paket 60e-Kinerja
Dokumen kinerja guruPerangkat penilaian
Dokumen kinerja guru
Paket 60Deskripsi Rapor
Nama + nilai ditempelDeskripsi tiap siswa jadi
Penyelamat akhir semester
Paket 60Program Ekskul
Latihan Juli–JuniLomba & anggaran
Pramuka, PMR, Rohis, dll.

Tidak wajib kok. Kalau nanti butuh, tinggal ambil paketnya, mulai Rp2.000 per modul di Paket 60 Modul.

Pertanyaan Seputar Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas VI MI

Apakah modul ajar Bahasa Indonesia ini gratis?

Ya. Tiga modul ajar gratis tersedia bertahap dalam Word + PDF tanpa watermark dan atas nama Anda; modul berikutnya terbuka setiap 18 jam.

Kelas VI (kelas 6) MI masuk Fase apa, dan CP serta elemennya yang mana?

Fase C. Kelas VI dan kelas 6 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Modul yang disusun dari halaman ini mencantumkan capaian pembelajaran (CP) Fase C beserta elemennya di bagian identitas, jadi Anda tidak perlu menyalinnya sendiri.

Apa saja materi Bahasa Indonesia kelas VI MI?

4 materi, urut mengajar dari Anak-Anak yang Mengubah Dunia hingga Dari Hobi Menjadi Profesi. Seluruhnya terdaftar di peta halaman ini beserta elemen dan tujuan pembelajarannya begitu modulnya disusun.

Apakah ini modul ajar deep learning atau RPM?

Ya — ketiganya dokumen yang sama. Modul di sini disusun dengan pendekatan Pembelajaran Mendalam (Permendikdasmen 13/2025): kegiatan intinya berkerangka memahami – mengaplikasi – merefleksi, sasaran karakternya 8 Dimensi Profil Lulusan, dan sampulnya bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam. Sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam), sebagian RPP deep learning; istilah resminya RPP sejak Permendikdasmen 1/2026.

Bisakah saya meminta materi yang belum ada di daftar?

Bisa. Ketuk materi bertanda + pada daftar di atas — mapel, kelas, dan materinya langsung terbawa, tinggal isi nama dan sekolah Anda.

Apakah ATP, LKPD, dan KKTP-nya ikut, dan bisa langsung diunduh Word atau PDF?

Keduanya, dan langsung. Satu kali susun menghasilkan berkas Word (.docx) yang masih bisa Anda sunting sekaligus PDF siap cetak — keduanya ber-kop sekolah, bertahun pelajaran 2026/2027, dan atas nama Anda, tanpa watermark. Isinya satu perangkat ajar utuh: modul ajar berikut ATP, LKPD, rubrik KKTP, asesmen, bahan ajar, glosarium, dan bank soalnya.

Apakah di sini ada buku siswa atau buku guru Bahasa Indonesia?

Tidak. Yang disusun di sini adalah perangkat ajar guru — modul ajar (RPP) beserta ATP, LKPD, asesmen, bahan ajar, dan bank soalnya. Buku siswa dan buku guru diterbitkan kementerian, dan modul di sini dapat dipakai berdampingan dengan buku mana pun yang dipakai sekolah Anda.

Bahasa Indonesia sering disebut apa lagi?

Nama resminya Bahasa Indonesia, tetapi di sekolah ia juga dipanggil bindo, b indonesia. Borang penyusunan modul mengenali sebutan-sebutan itu juga, jadi Anda boleh mengetik yang biasa Anda pakai — materinya tetap ditemukan.

Apakah sesuai kurikulum terbaru?

Ya. Semua modul mengikuti Kurikulum Merdeka dengan Pembelajaran Mendalam (Permendikdasmen 13/2025) dan ketentuan terbaru lainnya sesuai jenis sekolah.

Buat sesuai kebutuhanMateri belum tersedia? Buat modul sendiri, gratis.Siap ±1 menit · Word + PDF · langsung atas nama Anda

tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas.