Modul Ajar MTs

Modul Ajar Koding dan Kecerdasan Artifisial Kelas VII MTs

1 modul ajar Koding dan Kecerdasan Artifisial kelas VII MTs (Fase D) siap unduh — Berpikir Komputasional Lanjutan. RPM deep learning, Word + PDF ber-kop.

1 modul siap pakaiFase DWord + PDFAtas nama Anda
📥 Unduh Modul Ajar — GRATISIsi nama, sekolah & materi · ±1 menit · Word + PDF ber-kopAtau lihat dulu 9 materi kelas VII & modul yang sudah jadi ↓

Pilih mata pelajaran

Pilih kelas

Semua materi di halaman ini berwujud seperti ini

Yang diperlihatkan kebetulan modul Berpikir Komputasional Lanjutan, salah satu materi di daftar bawah yang sudah jadi — materi lain menghasilkan berkas dengan bentuk yang sama. Dua baris kuning itu satu-satunya yang masih kosong, dan keduanya terisi nama serta sekolah Anda begitu diunduh.

12 lembarSampulIdentitasDesainPertemuan 1Pertemuan 2Pertemuan 3LKPDAsesmenATPBahan AjarGlosariumPengesahan

📄 Buka modul Berpikir Komputasional Lanjutan selengkapnya →✍️ Buat untuk Materi Anda — GRATISDitulis mesin ±1 menit · Word + PDF ber-kop · nama Anda tercetak

Mencari materi lain? Seluruh materi kelas VII ada di daftar bawah ↓

Contoh wujud berkas · Koding dan Kecerdasan Artifisial Kelas VII MTs
KURIKULUM BERBASIS CINTA
✦ DEEP LEARNING · PEMBELAJARAN MENDALAM ✦
MODUL AJAR
Berpikir Komputasional Lanjutan
Koding dan Kecerdasan Artifisial · Kelas VII · Fase D
DISUSUN OLEHnama Andasekolah AndaTahun Pelajaran 2026/2027
Lembar 1 · Sampul
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Koding dan Kecerdasan Artifisial · Tahun Pelajaran 2026/2027
MODUL AJAR
Berpikir Komputasional Lanjutan
Koding dan Kecerdasan Artifisial · Fase D · Kelas VII · Kurikulum Berbasis Cinta · Pembelajaran Mendalam
A.  IDENTITAS MODULCP: SK Dirjen Pendis 9941/2025
Penyusunnama Anda
Satuan Pendidikansekolah Anda
Mata PelajaranKoding dan Kecerdasan Artifisial
Fase / KelasD / VII
Materi PokokBerpikir Komputasional Lanjutan
Alokasi Waktu3 Pertemuan (8 JP: Pertemuan 1 3 JP · Pertemuan 2 2 JP · Pertemuan 3 3 JP)
Tahun Pelajaran2026/2027
Model PembelajaranProblem Based Learning (PBL) + praktik
Bentuk DokumenModul Ajar — memuat RPP

✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.

B.  KOMPONEN INTI8 Dimensi Profil Lulusan

Kompetensi awal: Peserta didik memahami konsep dasar berpikir komputasional seperti dekomposisi dan pengenalan pola.

Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan: penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi.

Capaian Pembelajaran (CP):

AcuanKepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Elemen / DomainBerpikir Komputasional
Rumusan CP FasePeserta didik mampu menerapkan berpikir komputasional untuk menyelesaikan masalah, menganalisis data, serta merancang algoritma sederhana dalam berbagai konteks kehidupan sehari-hari.

Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:

FaktualAlgoritma adalah serangkaian langkah terstruktur yang digunakan aplikasi navigasi untuk menemukan rute tercepat.
KonseptualAbstraksi adalah proses menyederhanakan masalah dengan mengabaikan detail yang tidak relevan, sementara algoritma adalah urutan langkah logis untuk memecahkan masalah.
ProseduralPeserta didik akan belajar merancang algoritma sederhana dan melakukan abstraksi untuk memecahkan masalah kompleks.
MetakognitifPeserta didik akan menyadari bagaimana berpikir komputasional dapat membantu mereka dalam memecahkan masalah di berbagai bidang kehidupan.

Tujuan Pembelajaran:

  1. Melalui studi kasus, peserta didik dapat mengidentifikasi masalah dan melakukan dekomposisi menjadi sub-masalah yang lebih kecil dengan tepat.
  2. Dengan diskusi kelompok, peserta didik dapat menerapkan abstraksi untuk menyederhanakan masalah dengan mengabaikan detail yang tidak relevan secara efektif.
  3. Melalui latihan mandiri, peserta didik dapat merancang algoritma sederhana untuk menyelesaikan masalah sehari-hari dengan urutan yang logis dan benar.
  4. Dengan praktik simulasi, peserta didik dapat menguji dan mengevaluasi efektivitas algoritma yang telah dirancang untuk menemukan potensi perbaikan.
Halaman 2 · Berpikir Komputasional Lanjutan — pratinjau tuntas.org
Lembar 2 · Identitas
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Koding dan Kecerdasan Artifisial · Tahun Pelajaran 2026/2027
B.  KOMPONEN INTI (lanjutan)

Pemahaman bermakna: Berpikir komputasional lanjutan membantu peserta didik menyederhanakan masalah kompleks dan merancang solusi sistematis yang dapat diterapkan dalam berbagai situasi kehidupan nyata.

Pertanyaan pemantik: "Bagaimana cara kita menyederhanakan masalah yang rumit dan menemukan solusi langkah demi langkah yang efektif?"

C.  DESAIN PEMBELAJARANPermendikdasmen 13/20254 Kerangka Pembelajaran Mendalam
Praktik PedagogisProblem Based Learning (PBL) + praktik
Lintas Disiplin IlmuMatematika: Penerapan berpikir logis dan urutan langkah dalam menyelesaikan soal matematika.
Bahasa Indonesia: Kemampuan menyusun instruksi yang jelas dan terstruktur dalam menulis algoritma atau prosedur.
Ilmu Pengetahuan Alam: Menganalisis proses-proses alam menjadi langkah-langkah atau komponen yang lebih kecil.
Kemitraan PembelajaranOrang tua dapat mendorong anak untuk mengidentifikasi masalah di rumah dan mencari solusinya secara sistematis, misalnya dalam mengatur jadwal kegiatan keluarga.
Lingkungan PembelajaranKelas diatur agar memungkinkan diskusi kelompok yang fleksibel dan presentasi, dengan akses ke papan tulis atau proyektor untuk menampilkan studi kasus dan diagram alir.
Pemanfaatan Teknologi DigitalPemanfaatan aplikasi atau situs web sederhana untuk membuat diagram alir (misalnya, Lucidchart atau draw.io versi gratis) atau simulasi algoritma jika memungkinkan.
Halaman 3 · Berpikir Komputasional Lanjutan — pratinjau tuntas.org
Lembar 3 · Desain
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Koding dan Kecerdasan Artifisial · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.1  KEGIATAN PEMBELAJARAN — PERTEMUAN 1Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 120 menit · awal 20 · inti 80 · penutup 20
Model PembelajaranProblem Based Learning (PBL)
Tujuan Pertemuan 1Melalui studi kasus, peserta didik dapat mengidentifikasi masalah dan melakukan dekomposisi menjadi sub-masalah yang lebih kecil dengan tepat.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)20 menit
  1. Guru mengucapkan salam, memimpin doa, dan memeriksa kehadiran peserta didik.
  2. Apersepsi: Guru bertanya, 'Pernahkah kalian menghadapi masalah besar yang terasa sulit diselesaikan? Bagaimana kalian memulainya?'
  3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini dan menjelaskan pentingnya berpikir komputasional untuk memecahkan masalah kompleks.
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)25 menit
  1. Orientasi pada masalah: Guru menayangkan studi kasus sederhana (misalnya, 'Bagaimana cara mengatur jadwal belajar agar semua pelajaran tercover dan ada waktu istirahat?') dan meminta peserta didik mengamati.
  2. Guru memfasilitasi peserta didik untuk mengidentifikasi inti masalah dari studi kasus yang ditampilkan.
  3. Peserta didik secara individu mencoba memecah masalah utama menjadi beberapa sub-masalah yang lebih kecil dan mudah dikelola.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)35 menit
  1. Mengorganisasi peserta didik untuk belajar: Peserta didik dibagi menjadi kelompok kecil (3-4 orang) dan setiap kelompok menerima Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) yang berisi studi kasus berbeda.
  2. Membimbing penyelidikan: Setiap kelompok berdiskusi untuk melakukan dekomposisi masalah pada studi kasus yang diberikan di LKPD, mencatat sub-masalah yang ditemukan.
  3. Guru berkeliling membimbing setiap kelompok, memastikan setiap anggota aktif berpartisipasi dan memahami proses dekomposisi.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)20 menit
  1. Mengembangkan dan menyajikan hasil karya: Setiap kelompok mempresentasikan hasil dekomposisi masalah mereka di depan kelas, menjelaskan bagaimana mereka memecah masalah besar.
  2. Kelompok lain memberikan umpan balik dan pertanyaan terkait pendekatan dekomposisi yang digunakan oleh kelompok penyaji.
  3. Guru memberikan penguatan terhadap konsep dekomposisi dan memberikan contoh tambahan untuk memperjelas pemahaman.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)20 menit
  1. Peserta didik bersama guru menyimpulkan pentingnya dekomposisi dalam memecahkan masalah.
  2. Refleksi: Guru bertanya, 'Apa yang paling kalian pelajari hari ini? Apa manfaat dekomposisi dalam kehidupan sehari-hari?' dan memberikan apresiasi atas partisipasi aktif.
  3. Guru menyampaikan materi untuk pertemuan berikutnya dan menutup pelajaran dengan doa.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 4 · Berpikir Komputasional Lanjutan — pratinjau tuntas.org
Lembar 4 · Pertemuan 1
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Koding dan Kecerdasan Artifisial · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.2  KEGIATAN PEMBELAJARAN — PERTEMUAN 2Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 80 menit · awal 15 · inti 50 · penutup 15
Model PembelajaranProblem Based Learning (PBL)
Tujuan Pertemuan 2Dengan diskusi kelompok, peserta didik dapat menerapkan abstraksi untuk menyederhanakan masalah dengan mengabaikan detail yang tidak relevan secara efektif.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)15 menit
  1. Guru mengucapkan salam, memimpin doa, dan memeriksa kehadiran peserta didik.
  2. Apersepsi: Guru mengingatkan kembali materi dekomposisi dari pertemuan sebelumnya dan bertanya, 'Setelah masalah dipecah, langkah apa lagi yang bisa kita lakukan agar lebih mudah menyelesaikannya?'
  3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu memahami dan menerapkan abstraksi dalam berpikir komputasional.
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)15 menit
  1. Orientasi pada masalah: Guru menayangkan sebuah skenario kompleks (misalnya, 'Merencanakan perjalanan dari kota A ke kota B dengan berbagai pilihan transportasi dan hambatan') dan meminta peserta didik mengidentifikasi detail-detail yang ada.
  2. Guru mengajak peserta didik berdiskusi tentang detail mana yang penting dan mana yang bisa diabaikan untuk fokus pada inti masalah.
  3. Peserta didik membaca bahan ajar tentang konsep abstraksi dan contoh penerapannya.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)25 menit
  1. Mengorganisasi peserta didik untuk belajar: Peserta didik duduk dalam kelompok yang sama seperti pertemuan sebelumnya dan menerima LKPD baru yang berisi studi kasus tentang abstraksi.
  2. Membimbing penyelidikan: Setiap kelompok menganalisis studi kasus di LKPD untuk mengidentifikasi detail-detail yang tidak relevan dan melakukan abstraksi untuk menyederhanakan masalah.
  3. Guru memfasilitasi diskusi dalam kelompok, memastikan setiap anggota memahami bagaimana memilih informasi yang esensial.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)10 menit
  1. Mengembangkan dan menyajikan hasil karya: Setiap kelompok mempresentasikan hasil abstraksi mereka, menjelaskan detail apa yang mereka abaikan dan mengapa, serta bagaimana hal itu menyederhanakan masalah.
  2. Kelompok lain memberikan tanggapan dan masukan terhadap proses abstraksi yang dilakukan.
  3. Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah: Guru memberikan umpan balik konstruktif dan menguatkan pemahaman tentang pentingnya abstraksi dalam menyederhanakan masalah.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)15 menit
  1. Peserta didik bersama guru menyimpulkan manfaat abstraksi dalam memecahkan masalah yang kompleks.
  2. Refleksi: Guru bertanya, 'Bagaimana abstraksi bisa membantu kalian dalam kehidupan sehari-hari, misalnya saat belajar atau membuat keputusan?' dan memberikan motivasi.
  3. Guru memberikan tugas singkat untuk mengidentifikasi contoh abstraksi di lingkungan sekitar dan menutup pelajaran dengan doa.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 5 · Berpikir Komputasional Lanjutan — pratinjau tuntas.org
Lembar 5 · Pertemuan 2
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Koding dan Kecerdasan Artifisial · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.3  KEGIATAN PEMBELAJARAN — PERTEMUAN 3Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 120 menit · awal 20 · inti 80 · penutup 20
Model PembelajaranProblem Based Learning (PBL)
Tujuan Pertemuan 3Melalui latihan mandiri, peserta didik dapat merancang algoritma sederhana untuk menyelesaikan masalah sehari-hari dengan urutan yang logis dan benar.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)20 menit
  1. Guru mengucapkan salam, memimpin doa, dan memeriksa kehadiran peserta didik.
  2. Apersepsi: Guru mengajak peserta didik mengingat kembali dekomposisi dan abstraksi, lalu bertanya, 'Setelah masalah disederhanakan, bagaimana kita membuat daftar langkah-langkah untuk menyelesaikannya?'
  3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu merancang dan menguji algoritma, serta menjelaskan relevansinya dalam kehidupan.
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)25 menit
  1. Orientasi pada masalah: Guru menayangkan contoh algoritma sederhana (misalnya, 'Algoritma membuat teh manis') dalam bentuk diagram alir dan meminta peserta didik menganalisis urutannya.
  2. Guru menjelaskan konsep algoritma, ciri-ciri algoritma yang baik, serta notasi dasar dalam diagram alir (mulai, input, proses, keputusan, output, selesai).
  3. Peserta didik membaca bahan ajar tentang perancangan algoritma dan contoh-contohnya.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)35 menit
  1. Mengorganisasi peserta didik untuk belajar: Peserta didik secara individu atau berpasangan menerima LKPD yang berisi beberapa masalah sehari-hari yang memerlukan perancangan algoritma.
  2. Membimbing penyelidikan: Peserta didik merancang algoritma dalam bentuk diagram alir atau pseudocode untuk masalah yang diberikan di LKPD.
  3. Guru berkeliling, memberikan bimbingan personal, dan memastikan peserta didik menerapkan dekomposisi dan abstraksi yang telah dipelajari sebelumnya.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)20 menit
  1. Mengembangkan dan menyajikan hasil karya: Beberapa peserta didik secara sukarela menyajikan algoritma rancangan mereka di depan kelas atau menempelkannya di dinding kelas untuk ditinjau.
  2. Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah: Peserta didik lain memberikan umpan balik tentang kelengkapan, kejelasan, dan efisiensi algoritma yang disajikan.
  3. Guru memberikan penguatan dan koreksi, serta mengajak peserta didik untuk memikirkan bagaimana algoritma mereka dapat diuji dan diperbaiki.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)20 menit
  1. Peserta didik bersama guru membuat simpulan mengenai langkah-langkah merancang algoritma yang efektif dan pentingnya pengujian.
  2. Refleksi: Guru bertanya, 'Apa pelajaran paling berharga yang kalian dapatkan tentang berpikir komputasional hari ini? Bagaimana perasaan kalian setelah berhasil merancang algoritma?' dan memberikan apresiasi.
  3. Guru memberikan tugas mandiri untuk membuat algoritma sederhana lain dan menutup pelajaran dengan doa.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 6 · Berpikir Komputasional Lanjutan — pratinjau tuntas.org
Lembar 6 · Pertemuan 3
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Koding dan Kecerdasan Artifisial · Tahun Pelajaran 2026/2027
LKPD — LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK
Mari Pecahkan Masalah dengan Logika!Nama: ................................ Kelas: ....... Tanggal: ...........

Tujuan: Peserta didik dapat mengidentifikasi masalah, melakukan dekomposisi, dan menerapkan abstraksi untuk merancang algoritma sederhana.

Alat & bahan: Kertas, pulpen, pensil warna, studi kasus tercetak

Langkah kerja:

  1. Amati gambar di bawah ini yang menunjukkan sebuah labirin sederhana.
    12345ABCDE
  2. Identifikasi masalah utama: Bagaimana cara robot mencapai tujuan di labirin tersebut?
  3. Dekomposisi: Pecah masalah utama menjadi langkah-langkah yang lebih kecil (misalnya, 'bergerak maju', 'belok kanan', 'belok kiri').
  4. Abstraksi: Abaikan detail yang tidak relevan (misalnya, warna dinding labirin) dan fokus pada jalur yang mungkin.
  5. Rancang algoritma: Buatlah urutan langkah-langkah (algoritma) yang jelas agar robot dapat mencapai tujuan dari titik awal di labirin.
Tabel kerja LKPDtabel pengamatan, diisi muridlembar refleksi murid · 2 pertanyaan

🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.

Halaman 7 · Berpikir Komputasional Lanjutan — pratinjau tuntas.org
Lembar 7 · LKPD
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Koding dan Kecerdasan Artifisial · Tahun Pelajaran 2026/2027
ASESMENStandar Proses — Permendikdasmen 1/2026

Asesmen awal (diagnostik):

  1. Apa yang kalian pahami tentang 'masalah'?
  2. Bagaimana cara kalian biasanya menyelesaikan masalah yang sulit?
  3. Bisakah kalian memberikan contoh urutan langkah untuk melakukan sesuatu?
  4. Menurut kalian, mengapa penting untuk berpikir secara terstruktur?

Formatif (proses): Observasi aktivitas kelompok saat dekomposisi dan abstraksi, serta penilaian presentasi hasil kerja kelompok.

Sumatif (akhir): Penilaian rancangan algoritma dalam bentuk diagram alir atau pseudocode untuk studi kasus yang diberikan.

Rubrik KKTP3 kriteria · 4 tingkat ketercapaian
Kunci jawaban5 pilihan ganda + 3 uraian

🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.

Halaman 8 · Berpikir Komputasional Lanjutan — pratinjau tuntas.org
Lembar 8 · Asesmen
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Koding dan Kecerdasan Artifisial · Tahun Pelajaran 2026/2027
ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)Kurikulum Berbasis Cinta
NoTujuan PembelajaranMateriAlokasiDimensi
1Melalui studi kasus, peserta didik dapat mengidentifikasi masalah dan melakukan dekomposisi menjadi sub-masalah yang lebih kecil dengan tepat.Dekomposisi masalah3 JPpenalaran kritis
2Dengan diskusi kelompok, peserta didik dapat menerapkan abstraksi untuk menyederhanakan masalah dengan mengabaikan detail yang tidak relevan secara efektif.Abstraksi masalah2 JPkreativitas
3Melalui latihan mandiri, peserta didik dapat merancang algoritma sederhana untuk menyelesaikan masalah sehari-hari dengan urutan yang logis dan benar.Perancangan algoritma3 JPkolaborasi

Integrasi Panca Cinta (KBC):

Nilai CintaWujud dalam Pembelajaran
1. Cinta Allah dan Rasul-NyaMenerapkan berpikir komputasional sebagai bentuk syukur atas karunia akal dari Allah SWT untuk menyelesaikan masalah secara bijaksana.
2. Cinta IlmuMengembangkan keingintahuan dan ketekunan dalam mempelajari konsep berpikir komputasional untuk memecahkan masalah kompleks.
3. Cinta LingkunganMenerapkan pemecahan masalah komputasional untuk menemukan solusi inovatif terhadap isu-isu lingkungan sekitar madrasah.
4. Cinta Diri dan SesamaMelatih kolaborasi dan komunikasi efektif saat bekerja sama dalam kelompok untuk merancang algoritma dan saling menghargai ide.
5. Cinta Tanah AirMenggunakan keterampilan berpikir komputasional untuk berkontribusi pada kemajuan bangsa, misalnya dalam pengembangan teknologi yang bermanfaat bagi masyarakat.
Halaman 9 · Berpikir Komputasional Lanjutan — pratinjau tuntas.org
Lembar 9 · ATP
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Koding dan Kecerdasan Artifisial · Tahun Pelajaran 2026/2027
BAHAN AJAR

Berpikir Komputasional adalah cara berpikir untuk memecahkan masalah seperti seorang ilmuwan komputer. Ini bukan hanya tentang coding, tapi tentang bagaimana kita menganalisis, menyederhanakan, dan menyusun solusi secara sistematis. Dengan materi ini, kalian akan belajar keterampilan penting untuk menghadapi tantangan di era digital.

1. Dekomposisi Masalah
Dekomposisi adalah proses memecah masalah besar dan kompleks menjadi bagian-bagian yang lebih kecil dan mudah dikelola. Bayangkan kalian ingin membangun rumah. Kalian tidak langsung membangun seluruh rumah, melainkan memecahnya menjadi bagian-bagian seperti membuat pondasi, dinding, atap, dan seterusnya. Setiap bagian lebih mudah dikerjakan dan jika ada masalah, lebih mudah menemukan letaknya. Dalam berpikir komputasional, dekomposisi membantu kita melihat masalah dari sudut pandang yang lebih terstruktur dan mencari solusi untuk setiap bagiannya.

2. Abstraksi
Abstraksi adalah proses menyederhanakan masalah dengan mengabaikan detail-detail yang tidak penting atau tidak relevan, dan fokus pada informasi yang paling esensial. Contohnya, saat kita melihat peta, kita tidak melihat setiap pohon atau bangunan, tetapi hanya jalan utama, sungai, dan batas wilayah. Detail yang diabaikan tidak relevan untuk tujuan menemukan arah. Dalam berpikir komputasional, abstraksi memungkinkan kita untuk membuat model masalah yang lebih sederhana, menghilangkan kerumitan yang tidak perlu, dan fokus pada inti dari solusi yang dicari.

3. Algoritma
Algoritma adalah serangkaian instruksi atau langkah-langkah yang terstruktur dan logis untuk menyelesaikan suatu masalah atau mencapai suatu tujuan. Setiap kali kita melakukan sesuatu dengan urutan yang jelas, seperti membuat mie instan atau mencari buku di perpustakaan, kita sebenarnya sedang mengikuti atau membuat algoritma. Algoritma harus jelas, tidak ambigu, dan memiliki titik awal serta titik akhir. Dalam konteks koding, algoritma adalah 'resep' yang akan diterjemahkan ke dalam bahasa pemrograman agar komputer dapat menjalankannya.

4. Notasi Algoritma Sederhana
Algoritma dapat direpresentasikan dalam berbagai cara, salah satunya adalah dengan diagram alir (flowchart) atau pseudocode. Diagram alir menggunakan simbol-simbol grafis standar untuk menunjukkan urutan langkah, keputusan, dan proses. Misalnya, oval untuk mulai/selesai, persegi panjang untuk proses, jajaran genjang untuk input/output, dan belah ketupat untuk keputusan. Pseudocode adalah deskripsi algoritma yang mirip dengan bahasa pemrograman, tetapi ditulis dalam bahasa manusia biasa sehingga mudah dipahami sebelum diterjemahkan ke kode sebenarnya. Keduanya membantu merancang algoritma secara terstruktur.

Rangkuman: Berpikir komputasional lanjutan melibatkan dekomposisi untuk memecah masalah, abstraksi untuk menyederhanakan, dan perancangan algoritma sebagai urutan langkah logis. Keterampilan ini penting untuk memecahkan masalah kompleks secara sistematis, baik dalam pemrograman maupun kehidupan sehari-hari, dengan fokus pada esensi masalah dan solusi yang terstruktur.

Halaman 10 · Berpikir Komputasional Lanjutan — pratinjau tuntas.org
Lembar 10 · Bahan Ajar
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Koding dan Kecerdasan Artifisial · Tahun Pelajaran 2026/2027
GLOSARIUM
IstilahArti
DekomposisiMemecah masalah besar menjadi bagian kecil.
AbstraksiMenyederhanakan masalah dengan mengabaikan detail.
AlgoritmaUrutan langkah logis untuk menyelesaikan masalah.
PseudocodeDeskripsi algoritma dalam bahasa manusia.
Diagram AlirRepresentasi grafis algoritma dengan simbol.
Daftar pustaka3 rujukan

🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.

Halaman 11 · Berpikir Komputasional Lanjutan — pratinjau tuntas.org
Lembar 11 · Glosarium
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Koding dan Kecerdasan Artifisial · Tahun Pelajaran 2026/2027
PENGESAHAN

Modul ajar "Berpikir Komputasional Lanjutan" mata pelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial Kelas VII ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Berbasis Cinta · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.

Mengetahui,
Kepala Madrasah
…………, …………
Guru Mata Pelajaran
( ……………… )
NIP. …………
nama Anda
NIP. …………

Rujukan: KMA No. 1503 Tahun 2025 (Kurikulum Berbasis Cinta) · Kep. Dirjen Pendis No. 6077 Tahun 2025 · CP: SK Dirjen Pendis No. 9941 Tahun 2025

Halaman 12 · Berpikir Komputasional Lanjutan — pratinjau tuntas.org
Lembar 12 · Pengesahan
Geser untuk membuka semuanya · seluruh 12 lembar ini ikut terunduh, tidak ada yang ditahan.

Materi bertanda + dibuatkan begitu Anda ketuk — ±1 menit, langsung jadi Word + PDF ber-kop atas nama Anda. Gratis.

Semester 1 / Ganjil1 dari 5 siap unduh

5 materi Koding dan Kecerdasan Artifisial MTs, urut mengajar dari Berpikir Komputasional Lanjutan hingga Mengenal Kecerdasan Artifisial dan Cara Kerjanya.

Berpikir Komputasional LanjutanModul siap unduh · Word + PDF ber-kopAlgoritma dan Diagram AlirPemrograman Visual dengan BlokLiterasi Digital dan Jejak DigitalMengenal Kecerdasan Artifisial dan Cara Kerjanya

Semester 2 / Genap4 materi · siap dibuatkan

4 materi Koding dan Kecerdasan Artifisial MTs, urut mengajar dari Pengumpulan dan Penyajian Data hingga Proyek Mini Koding Blok.

Pengumpulan dan Penyajian DataEtika Penggunaan Kecerdasan ArtifisialEtika Berinternet dan Jejak DigitalProyek Mini Koding Blok

Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) Kelas VII MTs — Fase D

Kelas VII — ditulis juga kelas 7 — di MTs berada di Fase D, dan 9 materi Koding dan Kecerdasan Artifisial setahun terdaftar di peta halaman ini, urut mengajar, terbagi semester 1 (ganjil) dan semester 2 (genap).

Di sekolah, Koding dan Kecerdasan Artifisial juga dipanggil KKA, koding, coding, dan coding dan ai — sebutan yang berbeda untuk mata pelajaran yang sama. Peta materi di halaman ini berlaku untuk sebutan mana pun.

Yang disusun di sini perangkat ajar Koding dan Kecerdasan Artifisial kelas VII (kelas 7) MTs — satu berkas yang di lapangan dipanggil empat nama sekaligus: modul ajar, RPP (istilah resmi sejak Permendikdasmen 1/2026), modul ajar deep learning, dan RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam: kegiatan intinya berkerangka memahami – mengaplikasi – merefleksi (Permendikdasmen 13/2025) dengan 8 Dimensi Profil Lulusan — penerus Profil Pelajar Pancasila — dan capaian pembelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial kelas VII (kelas 7) MTs mengacu SK Dirjen Pendis 9941/2025. Di madrasah, berkasnya disusun menurut Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dengan integrasi nilai Panca Cinta dan kop madrasah.

Tiap materi di peta atas dapat disusun menjadi modul ajar Koding dan Kecerdasan Artifisial kelas VII (kelas 7) MTs yang lengkap — memuat capaian pembelajaran (CP) Fase D beserta elemennya, ATP, tujuan pembelajaran, langkah kegiatan, LKPD, rubrik KKTP, asesmen awal–formatif–sumatif, bahan ajar, glosarium, dan bank soal — dalam Word (.docx) dan PDF ber-kop tahun pelajaran 2026/2027, atas nama Anda. Satu berkas, bukan berkas yang dikumpulkan satu per satu.

Modul gratis di halaman ini sudah cukup untuk disetor ke sekolah

Gratis sepenuhnya, tanpa biaya apa pun. Nama dan sekolah Anda langsung tercetak di kopnya.

📥 Unduh Modul Ini GratisTinggal isi nama, sekolah & materi · ±1 menit jadi
✨ Mau lebih lengkap?
+6 lembar

Tiap modul ajar Koding dan Kecerdasan Artifisial bisa jadi lebih lengkap

Ini 6 lembar tambahannya. Geser untuk lihat 👉

Nama sekolah AndaKoding dan Kecerdasan Artifisial · Kelas VIIPeta Konsep
Berpikir Komputasional LanjutanDekomposisi MasalahAbstraksiAlgoritmaNotasi Algoritma Sederhana
Dari sub-bab Berpikir Komputasional LanjutanLembar tambahan
Nama sekolah AndaKoding dan Kecerdasan Artifisial · Kelas VIIIce Breaking
Pertemuan 1Pertemuan 2Pertemuan 3… hingga Pertemuan 8
Biar kelas langsung hidupLembar tambahan
Nama sekolah AndaKoding dan Kecerdasan Artifisial · Kelas VIILKPD Tiap Pertemuan
P1P2P3…Temuan / hasil kerjaBukti atau alasanSimpulan
Beda tiap pertemuanLembar tambahan
Nama sekolah AndaKoding dan Kecerdasan Artifisial · Kelas VIIRefleksi Guru & Siswa
GuruKetercapaian tujuan pembelajaranPeserta didik yang perlu pendampinganPeserta didikSaya sudah memahami …Hal yang masih membingungkan …
Tinggal isi habis mengajarLembar tambahan
Nama sekolah AndaKoding dan Kecerdasan Artifisial · Kelas VIIRemedial & Pengayaan
RemedialUntuk yang belum mencapai tujuanPengayaanUntuk yang tuntas lebih awal
Buat yang tertinggal & yang sudah tuntasLembar tambahan
Nama sekolah AndaKoding dan Kecerdasan Artifisial · Kelas VIIProfil Lulusan
Penalaran kritisKreativitasKolaborasi
Sudah dikaitkan ke materi iniLembar tambahan

🎁 Plus perangkat setahun & bonus

Sekali ambil paket, administrasi setahun ikut beres.

Semua paketProta
1Berpikir Komputasional Lanjutan1Algoritma dan Diagram Alir1Pemrograman Visual dengan Blok1Literasi Digital dan Jejak Digital1Mengenal Kecerdasan Artifisial dan Cara Kerjanya…+4 materi lagi
Setahun penuh, sudah ber-kop
Semua paketPromes Semester 1
MateriJASONDBerpikir Komputasional LanjutanAlgoritma dan Diagram AlirPemrograman Visual dengan BlokLiterasi Digital dan Jejak Digital
Sebaran materi per bulan
Paket 30 & 60Soal PTS & PAS
Kisi-kisiNaskah soal + kunciKartu soal
Kisi-kisi sampai kartu soal
Paket 30 & 60Administrasi Kelas
Daftar hadir siswaDaftar nilai NH/PTS/PASJurnal agenda
Terisi atas nama Anda
Paket 30 & 60Piagam Siswa
PIAGAMdiberikan kepada
Satu halaman per siswa
Paket 60e-Kinerja
Dokumen kinerja guruPerangkat penilaian
Dokumen kinerja guru
Paket 60Deskripsi Rapor
Nama + nilai ditempelDeskripsi tiap siswa jadi
Penyelamat akhir semester

Tidak wajib kok. Kalau nanti butuh, tinggal ambil paketnya, mulai Rp2.000 per modul di Paket 60 Modul.

Pertanyaan Seputar Modul Ajar Koding dan Kecerdasan Artifisial Kelas VII MTs

Apakah modul ajar Koding dan Kecerdasan Artifisial ini gratis?

Ya. Tiga modul ajar gratis tersedia bertahap dalam Word + PDF tanpa watermark dan atas nama Anda; modul berikutnya terbuka setiap 12 jam.

Kelas VII (kelas 7) MTs masuk Fase apa, dan CP serta elemennya yang mana?

Fase D. Kelas VII dan kelas 7 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Modul yang disusun dari halaman ini mencantumkan capaian pembelajaran (CP) Fase D beserta elemennya di bagian identitas, jadi Anda tidak perlu menyalinnya sendiri.

Apa saja materi Koding dan Kecerdasan Artifisial kelas VII MTs?

9 materi, urut mengajar dari Berpikir Komputasional Lanjutan hingga Proyek Mini Koding Blok. Seluruhnya terdaftar di peta halaman ini beserta elemen dan tujuan pembelajarannya begitu modulnya disusun.

Apakah ini modul ajar deep learning atau RPM?

Ya — ketiganya dokumen yang sama. Modul di sini disusun dengan pendekatan Pembelajaran Mendalam (Permendikdasmen 13/2025): kegiatan intinya berkerangka memahami – mengaplikasi – merefleksi, sasaran karakternya 8 Dimensi Profil Lulusan, dan sampulnya bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam. Sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam), sebagian RPP deep learning; istilah resminya RPP sejak Permendikdasmen 1/2026.

Bisakah saya meminta materi yang belum ada di daftar?

Bisa. Ketuk materi bertanda + pada daftar di atas — mapel, kelas, dan materinya langsung terbawa, tinggal isi nama dan sekolah Anda.

Apakah ATP, LKPD, dan KKTP-nya ikut, dan bisa langsung diunduh Word atau PDF?

Keduanya, dan langsung. Satu kali susun menghasilkan berkas Word (.docx) yang masih bisa Anda sunting sekaligus PDF siap cetak — keduanya ber-kop sekolah, bertahun pelajaran 2026/2027, dan atas nama Anda, tanpa watermark. Isinya satu perangkat ajar utuh: modul ajar berikut ATP, LKPD, rubrik KKTP, asesmen, bahan ajar, glosarium, dan bank soalnya.

Apakah di sini ada buku siswa atau buku guru Koding dan Kecerdasan Artifisial?

Tidak. Yang disusun di sini adalah perangkat ajar guru — modul ajar (RPP) beserta ATP, LKPD, asesmen, bahan ajar, dan bank soalnya. Buku siswa dan buku guru diterbitkan kementerian, dan modul di sini dapat dipakai berdampingan dengan buku mana pun yang dipakai sekolah Anda.

Koding dan Kecerdasan Artifisial sering disebut apa lagi?

Nama resminya Koding dan Kecerdasan Artifisial, tetapi di sekolah ia juga dipanggil KKA, koding, coding, coding dan ai. Borang penyusunan modul mengenali sebutan-sebutan itu juga, jadi Anda boleh mengetik yang biasa Anda pakai — materinya tetap ditemukan.

Apakah sesuai kurikulum terbaru?

Ya. Semua modul mengikuti Kurikulum Merdeka dengan Pembelajaran Mendalam (Permendikdasmen 13/2025) dan ketentuan terbaru lainnya sesuai jenis sekolah.

Buat sesuai kebutuhanMateri belum tersedia? Buat modul sendiri, gratis.Siap ±1 menit · Word + PDF · langsung atas nama Anda

tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas.