MTsKelas VIIFase DSemester 1

Modul Ajar & RPP Koding dan Kecerdasan Artifisial Kelas VII
Berpikir Komputasional Lanjutan

Sudah jadi 12 lembar, tinggal tulis nama Anda ✍️

🎁 100% GRATIS · unduh Word + PDF tanpa bayar

Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.

✨ Coba sendiri — sampulnya langsung berubah GRATIS
2Pilih tema sampul

Tanpa iklanTanpa grup WhatsAppTanpa tautan Drive

Isi modul ini

💡 Tentang materinya: Berpikir komputasional lanjutan melibatkan dekomposisi untuk memecah masalah, abstraksi untuk menyederhanakan, dan perancangan algoritma sebagai urutan langkah logis. Keterampilan ini penting untuk memecahkan masalah kompleks secara sistematis, baik dalam pemrograman maupun kehidupan sehari-hari, dengan fokus pada esensi masalah dan solusi yang terstruktur.

Di bawah ini 12 lembar A4 pertama, persis seperti yang terunduh. Nama & tema yang Anda pilih di atas sudah terpasang.

KURIKULUM BERBASIS CINTA
✦ DEEP LEARNING · PEMBELAJARAN MENDALAM ✦
MODUL AJAR
Berpikir Komputasional Lanjutan
Koding dan Kecerdasan Artifisial · Kelas VII · Fase D
DISUSUN OLEHnama Andasekolah AndaTahun Pelajaran 2026/2027
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Koding dan Kecerdasan Artifisial · Tahun Pelajaran 2026/2027
MODUL AJAR
Berpikir Komputasional Lanjutan
Koding dan Kecerdasan Artifisial · Fase D · Kelas VII · Kurikulum Berbasis Cinta · Pembelajaran Mendalam
A.  IDENTITAS MODULCP: SK Dirjen Pendis 9941/2025
Penyusunnama Anda
Satuan Pendidikansekolah Anda
Mata PelajaranKoding dan Kecerdasan Artifisial
Fase / KelasD / VII
Materi PokokBerpikir Komputasional Lanjutan
Alokasi Waktu3 Pertemuan (8 JP: Pertemuan 1 3 JP · Pertemuan 2 2 JP · Pertemuan 3 3 JP)
Tahun Pelajaran2026/2027
Model PembelajaranProblem Based Learning (PBL) + praktik
Bentuk DokumenModul Ajar — memuat RPP

✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.

B.  KOMPONEN INTI8 Dimensi Profil Lulusan

Kompetensi awal: Peserta didik memahami konsep dasar berpikir komputasional seperti dekomposisi dan pengenalan pola.

Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan: penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi.

Capaian Pembelajaran (CP):

AcuanKepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Elemen / DomainBerpikir Komputasional
Rumusan CP FasePeserta didik mampu menerapkan berpikir komputasional untuk menyelesaikan masalah, menganalisis data, serta merancang algoritma sederhana dalam berbagai konteks kehidupan sehari-hari.

Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:

FaktualAlgoritma adalah serangkaian langkah terstruktur yang digunakan aplikasi navigasi untuk menemukan rute tercepat.
KonseptualAbstraksi adalah proses menyederhanakan masalah dengan mengabaikan detail yang tidak relevan, sementara algoritma adalah urutan langkah logis untuk memecahkan masalah.
ProseduralPeserta didik akan belajar merancang algoritma sederhana dan melakukan abstraksi untuk memecahkan masalah kompleks.
MetakognitifPeserta didik akan menyadari bagaimana berpikir komputasional dapat membantu mereka dalam memecahkan masalah di berbagai bidang kehidupan.

Tujuan Pembelajaran:

  1. Melalui studi kasus, peserta didik dapat mengidentifikasi masalah dan melakukan dekomposisi menjadi sub-masalah yang lebih kecil dengan tepat.
  2. Dengan diskusi kelompok, peserta didik dapat menerapkan abstraksi untuk menyederhanakan masalah dengan mengabaikan detail yang tidak relevan secara efektif.
  3. Melalui latihan mandiri, peserta didik dapat merancang algoritma sederhana untuk menyelesaikan masalah sehari-hari dengan urutan yang logis dan benar.
  4. Dengan praktik simulasi, peserta didik dapat menguji dan mengevaluasi efektivitas algoritma yang telah dirancang untuk menemukan potensi perbaikan.
Halaman 2 · Berpikir Komputasional Lanjutan — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Koding dan Kecerdasan Artifisial · Tahun Pelajaran 2026/2027
B.  KOMPONEN INTI (lanjutan)

Pemahaman bermakna: Berpikir komputasional lanjutan membantu peserta didik menyederhanakan masalah kompleks dan merancang solusi sistematis yang dapat diterapkan dalam berbagai situasi kehidupan nyata.

Pertanyaan pemantik: "Bagaimana cara kita menyederhanakan masalah yang rumit dan menemukan solusi langkah demi langkah yang efektif?"

C.  DESAIN PEMBELAJARANPermendikdasmen 13/20254 Kerangka Pembelajaran Mendalam
Praktik PedagogisProblem Based Learning (PBL) + praktik
Lintas Disiplin IlmuMatematika: Penerapan berpikir logis dan urutan langkah dalam menyelesaikan soal matematika.
Bahasa Indonesia: Kemampuan menyusun instruksi yang jelas dan terstruktur dalam menulis algoritma atau prosedur.
Ilmu Pengetahuan Alam: Menganalisis proses-proses alam menjadi langkah-langkah atau komponen yang lebih kecil.
Kemitraan PembelajaranOrang tua dapat mendorong anak untuk mengidentifikasi masalah di rumah dan mencari solusinya secara sistematis, misalnya dalam mengatur jadwal kegiatan keluarga.
Lingkungan PembelajaranKelas diatur agar memungkinkan diskusi kelompok yang fleksibel dan presentasi, dengan akses ke papan tulis atau proyektor untuk menampilkan studi kasus dan diagram alir.
Pemanfaatan Teknologi DigitalPemanfaatan aplikasi atau situs web sederhana untuk membuat diagram alir (misalnya, Lucidchart atau draw.io versi gratis) atau simulasi algoritma jika memungkinkan.
Halaman 3 · Berpikir Komputasional Lanjutan — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Koding dan Kecerdasan Artifisial · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.1  KEGIATAN PEMBELAJARAN — PERTEMUAN 1Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 120 menit · awal 20 · inti 80 · penutup 20
Model PembelajaranProblem Based Learning (PBL)
Tujuan Pertemuan 1Melalui studi kasus, peserta didik dapat mengidentifikasi masalah dan melakukan dekomposisi menjadi sub-masalah yang lebih kecil dengan tepat.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)20 menit
  1. Guru mengucapkan salam, memimpin doa, dan memeriksa kehadiran peserta didik.
  2. Apersepsi: Guru bertanya, 'Pernahkah kalian menghadapi masalah besar yang terasa sulit diselesaikan? Bagaimana kalian memulainya?'
  3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini dan menjelaskan pentingnya berpikir komputasional untuk memecahkan masalah kompleks.
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)25 menit
  1. Orientasi pada masalah: Guru menayangkan studi kasus sederhana (misalnya, 'Bagaimana cara mengatur jadwal belajar agar semua pelajaran tercover dan ada waktu istirahat?') dan meminta peserta didik mengamati.
  2. Guru memfasilitasi peserta didik untuk mengidentifikasi inti masalah dari studi kasus yang ditampilkan.
  3. Peserta didik secara individu mencoba memecah masalah utama menjadi beberapa sub-masalah yang lebih kecil dan mudah dikelola.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)35 menit
  1. Mengorganisasi peserta didik untuk belajar: Peserta didik dibagi menjadi kelompok kecil (3-4 orang) dan setiap kelompok menerima Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) yang berisi studi kasus berbeda.
  2. Membimbing penyelidikan: Setiap kelompok berdiskusi untuk melakukan dekomposisi masalah pada studi kasus yang diberikan di LKPD, mencatat sub-masalah yang ditemukan.
  3. Guru berkeliling membimbing setiap kelompok, memastikan setiap anggota aktif berpartisipasi dan memahami proses dekomposisi.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)20 menit
  1. Mengembangkan dan menyajikan hasil karya: Setiap kelompok mempresentasikan hasil dekomposisi masalah mereka di depan kelas, menjelaskan bagaimana mereka memecah masalah besar.
  2. Kelompok lain memberikan umpan balik dan pertanyaan terkait pendekatan dekomposisi yang digunakan oleh kelompok penyaji.
  3. Guru memberikan penguatan terhadap konsep dekomposisi dan memberikan contoh tambahan untuk memperjelas pemahaman.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)20 menit
  1. Peserta didik bersama guru menyimpulkan pentingnya dekomposisi dalam memecahkan masalah.
  2. Refleksi: Guru bertanya, 'Apa yang paling kalian pelajari hari ini? Apa manfaat dekomposisi dalam kehidupan sehari-hari?' dan memberikan apresiasi atas partisipasi aktif.
  3. Guru menyampaikan materi untuk pertemuan berikutnya dan menutup pelajaran dengan doa.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 4 · Berpikir Komputasional Lanjutan — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Koding dan Kecerdasan Artifisial · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.2  KEGIATAN PEMBELAJARAN — PERTEMUAN 2Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 80 menit · awal 15 · inti 50 · penutup 15
Model PembelajaranProblem Based Learning (PBL)
Tujuan Pertemuan 2Dengan diskusi kelompok, peserta didik dapat menerapkan abstraksi untuk menyederhanakan masalah dengan mengabaikan detail yang tidak relevan secara efektif.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)15 menit
  1. Guru mengucapkan salam, memimpin doa, dan memeriksa kehadiran peserta didik.
  2. Apersepsi: Guru mengingatkan kembali materi dekomposisi dari pertemuan sebelumnya dan bertanya, 'Setelah masalah dipecah, langkah apa lagi yang bisa kita lakukan agar lebih mudah menyelesaikannya?'
  3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu memahami dan menerapkan abstraksi dalam berpikir komputasional.
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)15 menit
  1. Orientasi pada masalah: Guru menayangkan sebuah skenario kompleks (misalnya, 'Merencanakan perjalanan dari kota A ke kota B dengan berbagai pilihan transportasi dan hambatan') dan meminta peserta didik mengidentifikasi detail-detail yang ada.
  2. Guru mengajak peserta didik berdiskusi tentang detail mana yang penting dan mana yang bisa diabaikan untuk fokus pada inti masalah.
  3. Peserta didik membaca bahan ajar tentang konsep abstraksi dan contoh penerapannya.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)25 menit
  1. Mengorganisasi peserta didik untuk belajar: Peserta didik duduk dalam kelompok yang sama seperti pertemuan sebelumnya dan menerima LKPD baru yang berisi studi kasus tentang abstraksi.
  2. Membimbing penyelidikan: Setiap kelompok menganalisis studi kasus di LKPD untuk mengidentifikasi detail-detail yang tidak relevan dan melakukan abstraksi untuk menyederhanakan masalah.
  3. Guru memfasilitasi diskusi dalam kelompok, memastikan setiap anggota memahami bagaimana memilih informasi yang esensial.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)10 menit
  1. Mengembangkan dan menyajikan hasil karya: Setiap kelompok mempresentasikan hasil abstraksi mereka, menjelaskan detail apa yang mereka abaikan dan mengapa, serta bagaimana hal itu menyederhanakan masalah.
  2. Kelompok lain memberikan tanggapan dan masukan terhadap proses abstraksi yang dilakukan.
  3. Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah: Guru memberikan umpan balik konstruktif dan menguatkan pemahaman tentang pentingnya abstraksi dalam menyederhanakan masalah.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)15 menit
  1. Peserta didik bersama guru menyimpulkan manfaat abstraksi dalam memecahkan masalah yang kompleks.
  2. Refleksi: Guru bertanya, 'Bagaimana abstraksi bisa membantu kalian dalam kehidupan sehari-hari, misalnya saat belajar atau membuat keputusan?' dan memberikan motivasi.
  3. Guru memberikan tugas singkat untuk mengidentifikasi contoh abstraksi di lingkungan sekitar dan menutup pelajaran dengan doa.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 5 · Berpikir Komputasional Lanjutan — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Koding dan Kecerdasan Artifisial · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.3  KEGIATAN PEMBELAJARAN — PERTEMUAN 3Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 120 menit · awal 20 · inti 80 · penutup 20
Model PembelajaranProblem Based Learning (PBL)
Tujuan Pertemuan 3Melalui latihan mandiri, peserta didik dapat merancang algoritma sederhana untuk menyelesaikan masalah sehari-hari dengan urutan yang logis dan benar.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)20 menit
  1. Guru mengucapkan salam, memimpin doa, dan memeriksa kehadiran peserta didik.
  2. Apersepsi: Guru mengajak peserta didik mengingat kembali dekomposisi dan abstraksi, lalu bertanya, 'Setelah masalah disederhanakan, bagaimana kita membuat daftar langkah-langkah untuk menyelesaikannya?'
  3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu merancang dan menguji algoritma, serta menjelaskan relevansinya dalam kehidupan.
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)25 menit
  1. Orientasi pada masalah: Guru menayangkan contoh algoritma sederhana (misalnya, 'Algoritma membuat teh manis') dalam bentuk diagram alir dan meminta peserta didik menganalisis urutannya.
  2. Guru menjelaskan konsep algoritma, ciri-ciri algoritma yang baik, serta notasi dasar dalam diagram alir (mulai, input, proses, keputusan, output, selesai).
  3. Peserta didik membaca bahan ajar tentang perancangan algoritma dan contoh-contohnya.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)35 menit
  1. Mengorganisasi peserta didik untuk belajar: Peserta didik secara individu atau berpasangan menerima LKPD yang berisi beberapa masalah sehari-hari yang memerlukan perancangan algoritma.
  2. Membimbing penyelidikan: Peserta didik merancang algoritma dalam bentuk diagram alir atau pseudocode untuk masalah yang diberikan di LKPD.
  3. Guru berkeliling, memberikan bimbingan personal, dan memastikan peserta didik menerapkan dekomposisi dan abstraksi yang telah dipelajari sebelumnya.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)20 menit
  1. Mengembangkan dan menyajikan hasil karya: Beberapa peserta didik secara sukarela menyajikan algoritma rancangan mereka di depan kelas atau menempelkannya di dinding kelas untuk ditinjau.
  2. Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah: Peserta didik lain memberikan umpan balik tentang kelengkapan, kejelasan, dan efisiensi algoritma yang disajikan.
  3. Guru memberikan penguatan dan koreksi, serta mengajak peserta didik untuk memikirkan bagaimana algoritma mereka dapat diuji dan diperbaiki.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)20 menit
  1. Peserta didik bersama guru membuat simpulan mengenai langkah-langkah merancang algoritma yang efektif dan pentingnya pengujian.
  2. Refleksi: Guru bertanya, 'Apa pelajaran paling berharga yang kalian dapatkan tentang berpikir komputasional hari ini? Bagaimana perasaan kalian setelah berhasil merancang algoritma?' dan memberikan apresiasi.
  3. Guru memberikan tugas mandiri untuk membuat algoritma sederhana lain dan menutup pelajaran dengan doa.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 6 · Berpikir Komputasional Lanjutan — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Koding dan Kecerdasan Artifisial · Tahun Pelajaran 2026/2027
LKPD — LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK
Mari Pecahkan Masalah dengan Logika!Nama: ................................ Kelas: ....... Tanggal: ...........

Tujuan: Peserta didik dapat mengidentifikasi masalah, melakukan dekomposisi, dan menerapkan abstraksi untuk merancang algoritma sederhana.

Alat & bahan: Kertas, pulpen, pensil warna, studi kasus tercetak

Langkah kerja:

  1. Amati gambar di bawah ini yang menunjukkan sebuah labirin sederhana.
    12345ABCDE
  2. Identifikasi masalah utama: Bagaimana cara robot mencapai tujuan di labirin tersebut?
  3. Dekomposisi: Pecah masalah utama menjadi langkah-langkah yang lebih kecil (misalnya, 'bergerak maju', 'belok kanan', 'belok kiri').
  4. Abstraksi: Abaikan detail yang tidak relevan (misalnya, warna dinding labirin) dan fokus pada jalur yang mungkin.
  5. Rancang algoritma: Buatlah urutan langkah-langkah (algoritma) yang jelas agar robot dapat mencapai tujuan dari titik awal di labirin.
Tabel kerja LKPDtabel pengamatan, diisi muridlembar refleksi murid · 2 pertanyaan

🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.

Halaman 7 · Berpikir Komputasional Lanjutan — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Koding dan Kecerdasan Artifisial · Tahun Pelajaran 2026/2027
ASESMENStandar Proses — Permendikdasmen 1/2026

Asesmen awal (diagnostik):

  1. Apa yang kalian pahami tentang 'masalah'?
  2. Bagaimana cara kalian biasanya menyelesaikan masalah yang sulit?
  3. Bisakah kalian memberikan contoh urutan langkah untuk melakukan sesuatu?
  4. Menurut kalian, mengapa penting untuk berpikir secara terstruktur?

Formatif (proses): Observasi aktivitas kelompok saat dekomposisi dan abstraksi, serta penilaian presentasi hasil kerja kelompok.

Sumatif (akhir): Penilaian rancangan algoritma dalam bentuk diagram alir atau pseudocode untuk studi kasus yang diberikan.

Rubrik KKTP3 kriteria · 4 tingkat ketercapaian
Kunci jawaban5 pilihan ganda + 3 uraian

🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.

Halaman 8 · Berpikir Komputasional Lanjutan — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Koding dan Kecerdasan Artifisial · Tahun Pelajaran 2026/2027
ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)Kurikulum Berbasis Cinta
NoTujuan PembelajaranMateriAlokasiDimensi
1Melalui studi kasus, peserta didik dapat mengidentifikasi masalah dan melakukan dekomposisi menjadi sub-masalah yang lebih kecil dengan tepat.Dekomposisi masalah3 JPpenalaran kritis
2Dengan diskusi kelompok, peserta didik dapat menerapkan abstraksi untuk menyederhanakan masalah dengan mengabaikan detail yang tidak relevan secara efektif.Abstraksi masalah2 JPkreativitas
3Melalui latihan mandiri, peserta didik dapat merancang algoritma sederhana untuk menyelesaikan masalah sehari-hari dengan urutan yang logis dan benar.Perancangan algoritma3 JPkolaborasi

Integrasi Panca Cinta (KBC):

Nilai CintaWujud dalam Pembelajaran
1. Cinta Allah dan Rasul-NyaMenerapkan berpikir komputasional sebagai bentuk syukur atas karunia akal dari Allah SWT untuk menyelesaikan masalah secara bijaksana.
2. Cinta IlmuMengembangkan keingintahuan dan ketekunan dalam mempelajari konsep berpikir komputasional untuk memecahkan masalah kompleks.
3. Cinta LingkunganMenerapkan pemecahan masalah komputasional untuk menemukan solusi inovatif terhadap isu-isu lingkungan sekitar madrasah.
4. Cinta Diri dan SesamaMelatih kolaborasi dan komunikasi efektif saat bekerja sama dalam kelompok untuk merancang algoritma dan saling menghargai ide.
5. Cinta Tanah AirMenggunakan keterampilan berpikir komputasional untuk berkontribusi pada kemajuan bangsa, misalnya dalam pengembangan teknologi yang bermanfaat bagi masyarakat.
Halaman 9 · Berpikir Komputasional Lanjutan — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Koding dan Kecerdasan Artifisial · Tahun Pelajaran 2026/2027
BAHAN AJAR

Berpikir Komputasional adalah cara berpikir untuk memecahkan masalah seperti seorang ilmuwan komputer. Ini bukan hanya tentang coding, tapi tentang bagaimana kita menganalisis, menyederhanakan, dan menyusun solusi secara sistematis. Dengan materi ini, kalian akan belajar keterampilan penting untuk menghadapi tantangan di era digital.

1. Dekomposisi Masalah
Dekomposisi adalah proses memecah masalah besar dan kompleks menjadi bagian-bagian yang lebih kecil dan mudah dikelola. Bayangkan kalian ingin membangun rumah. Kalian tidak langsung membangun seluruh rumah, melainkan memecahnya menjadi bagian-bagian seperti membuat pondasi, dinding, atap, dan seterusnya. Setiap bagian lebih mudah dikerjakan dan jika ada masalah, lebih mudah menemukan letaknya. Dalam berpikir komputasional, dekomposisi membantu kita melihat masalah dari sudut pandang yang lebih terstruktur dan mencari solusi untuk setiap bagiannya.

2. Abstraksi
Abstraksi adalah proses menyederhanakan masalah dengan mengabaikan detail-detail yang tidak penting atau tidak relevan, dan fokus pada informasi yang paling esensial. Contohnya, saat kita melihat peta, kita tidak melihat setiap pohon atau bangunan, tetapi hanya jalan utama, sungai, dan batas wilayah. Detail yang diabaikan tidak relevan untuk tujuan menemukan arah. Dalam berpikir komputasional, abstraksi memungkinkan kita untuk membuat model masalah yang lebih sederhana, menghilangkan kerumitan yang tidak perlu, dan fokus pada inti dari solusi yang dicari.

3. Algoritma
Algoritma adalah serangkaian instruksi atau langkah-langkah yang terstruktur dan logis untuk menyelesaikan suatu masalah atau mencapai suatu tujuan. Setiap kali kita melakukan sesuatu dengan urutan yang jelas, seperti membuat mie instan atau mencari buku di perpustakaan, kita sebenarnya sedang mengikuti atau membuat algoritma. Algoritma harus jelas, tidak ambigu, dan memiliki titik awal serta titik akhir. Dalam konteks koding, algoritma adalah 'resep' yang akan diterjemahkan ke dalam bahasa pemrograman agar komputer dapat menjalankannya.

4. Notasi Algoritma Sederhana
Algoritma dapat direpresentasikan dalam berbagai cara, salah satunya adalah dengan diagram alir (flowchart) atau pseudocode. Diagram alir menggunakan simbol-simbol grafis standar untuk menunjukkan urutan langkah, keputusan, dan proses. Misalnya, oval untuk mulai/selesai, persegi panjang untuk proses, jajaran genjang untuk input/output, dan belah ketupat untuk keputusan. Pseudocode adalah deskripsi algoritma yang mirip dengan bahasa pemrograman, tetapi ditulis dalam bahasa manusia biasa sehingga mudah dipahami sebelum diterjemahkan ke kode sebenarnya. Keduanya membantu merancang algoritma secara terstruktur.

Rangkuman: Berpikir komputasional lanjutan melibatkan dekomposisi untuk memecah masalah, abstraksi untuk menyederhanakan, dan perancangan algoritma sebagai urutan langkah logis. Keterampilan ini penting untuk memecahkan masalah kompleks secara sistematis, baik dalam pemrograman maupun kehidupan sehari-hari, dengan fokus pada esensi masalah dan solusi yang terstruktur.

Halaman 10 · Berpikir Komputasional Lanjutan — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Koding dan Kecerdasan Artifisial · Tahun Pelajaran 2026/2027
GLOSARIUM
IstilahArti
DekomposisiMemecah masalah besar menjadi bagian kecil.
AbstraksiMenyederhanakan masalah dengan mengabaikan detail.
AlgoritmaUrutan langkah logis untuk menyelesaikan masalah.
PseudocodeDeskripsi algoritma dalam bahasa manusia.
Diagram AlirRepresentasi grafis algoritma dengan simbol.
Daftar pustaka3 rujukan

🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.

Halaman 11 · Berpikir Komputasional Lanjutan — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Koding dan Kecerdasan Artifisial · Tahun Pelajaran 2026/2027
PENGESAHAN

Modul ajar "Berpikir Komputasional Lanjutan" mata pelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial Kelas VII ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Berbasis Cinta · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.

Mengetahui,
Kepala Madrasah
…………, …………
Guru Mata Pelajaran
( ……………… )
NIP. …………
nama Anda
NIP. …………

Rujukan: KMA No. 1503 Tahun 2025 (Kurikulum Berbasis Cinta) · Kep. Dirjen Pendis No. 6077 Tahun 2025 · CP: SK Dirjen Pendis No. 9941 Tahun 2025

Halaman 12 · Berpikir Komputasional Lanjutan — pratinjau tuntas.org

12 lembar di atas sudah cukup untuk disetor ke sekolah

Gratis sepenuhnya, tanpa biaya apa pun. Di berkas unduhannya ada juga rubrik KKTP siap tanda tangan, tabel kerja LKPD, dan lembar refleksi murid — lengkap dengan kop sekolah, nama Anda sebagai penyusun, dan kolom tanda tangan kepala sekolah.

📥 Unduh Modul Saya — GRATISWord + PDF · nama Anda tercetak · tanpa watermark · ±1 menit

Jenjang, mapel, kelas, semester, dan materinya sudah terbawa dari halaman ini. Tinggal identitas Anda: nama dan sekolah.

✓ Bisa disetor sebagai Rencana Pelaksanaan PembelajaranStandar Proses 1/2026 · ketuk untuk penjelasan

Berkas ini modul ajar, dan di dalamnya sudah termuat RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran): tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen — tiga komponen inti menurut Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses. Modul ajar melengkapinya dengan LKPD, ATP, dan bahan ajar. Jadi bila sekolah Anda meminta RPP, berkas ini sudah memenuhinya.

Opsional · tidak wajib
✨ Mau lebih lengkap?+6 lembarLembar 13–18

Modul Berpikir Komputasional Lanjutan ini bisa jadi 18 lembar lebih

Ini 6 lembar lanjutannya. Geser untuk lihat 👉

Nama sekolah AndaKoding dan Kecerdasan Artifisial · Kelas VIIPeta Konsep
Berpikir Komputasional LanjutanDekomposisi MasalahAbstraksiAlgoritmaNotasi Algoritma Sederhana
Dari sub-bab Berpikir Komputasional LanjutanHalaman 13
Nama sekolah AndaKoding dan Kecerdasan Artifisial · Kelas VIIIce Breaking
Pertemuan 1Pertemuan 2Pertemuan 3… hingga Pertemuan 8
Biar kelas langsung hidupHalaman 14
Nama sekolah AndaKoding dan Kecerdasan Artifisial · Kelas VIILKPD Tiap Pertemuan
P1P2P3…Temuan / hasil kerjaBukti atau alasanSimpulan
Beda tiap pertemuanHalaman 15
Nama sekolah AndaKoding dan Kecerdasan Artifisial · Kelas VIIRefleksi Guru & Siswa
GuruKetercapaian tujuan pembelajaranPeserta didik yang perlu pendampinganPeserta didikSaya sudah memahami …Hal yang masih membingungkan …
Tinggal isi habis mengajarHalaman 16
Nama sekolah AndaKoding dan Kecerdasan Artifisial · Kelas VIIRemedial & Pengayaan
RemedialUntuk yang belum mencapai tujuanPengayaanUntuk yang tuntas lebih awal
Buat yang tertinggal & yang sudah tuntasHalaman 17
Nama sekolah AndaKoding dan Kecerdasan Artifisial · Kelas VIIProfil Lulusan
Penalaran kritisKreativitasKolaborasi
Sudah dikaitkan ke materi iniHalaman 18

🎁 Plus perangkat setahun, ikut di paket

Semua paketProta
Semua paketPromes Semester 1
Paket 30 & 60Soal PTS & PAS
Paket 30 & 60Administrasi Kelas
Paket 30 & 60Piagam Siswa
Paket 60e-Kinerja
Paket 60Deskripsi Rapor

🤝 Tidak wajib kok. Modul ini tetap gratis. Kalau nanti butuh lebih banyak, tinggal ambil paketnya — mulai Rp2.000 per modul di Paket 60 Modul.

Bukan Berpikir Komputasional Lanjutan yang Anda cari?Pilih dari peta materi setahun di bawah ini 👇

Materi Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menit

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah ini modul ajar Koding dan Kecerdasan Artifisial kelas 7 yang saya cari?

Kemungkinan besar ya. Kelas VII dan kelas 7 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Berpikir Komputasional Lanjutan pada Koding dan Kecerdasan Artifisial MTs, Fase D, elemen Berpikir Komputasional.

Modul Berpikir Komputasional Lanjutan ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?

Semester 1 (ganjil), menurut urutan materi Koding dan Kecerdasan Artifisial kelas VII MTs di peta setahun pada halaman ini. Semesternya sudah terisi otomatis saat Anda mengunduh.

Apakah modul ajar Koding dan Kecerdasan Artifisial materi Berpikir Komputasional Lanjutan ini gratis?

Ya. Modul Berpikir Komputasional Lanjutan untuk kelas VII MTs dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 12 jam.

Bagaimana cara download modul ajar Berpikir Komputasional Lanjutan ini dalam Word (.docx) dan PDF?

Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas Koding dan Kecerdasan Artifisial kelas VII ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.

Berapa lama modul ini tersusun?

Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Koding dan Kecerdasan Artifisial kelas VII langsung tersusun atas nama Anda.

Bisakah modul Berpikir Komputasional Lanjutan ini diedit?

Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Berpikir Komputasional Lanjutan dapat Anda sesuaikan dengan murid Koding dan Kecerdasan Artifisial kelas VII di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.

Apakah modul ajar Koding dan Kecerdasan Artifisial kelas VII ini sesuai kurikulum terbaru?

Ya. Modul Berpikir Komputasional Lanjutan ini mengikuti Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025, pada Fase D untuk kelas VII MTs. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi Berpikir Komputasional Lanjutan tercantum di lembar identitasnya.

Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?

Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Berpikir Komputasional Lanjutan untuk Koding dan Kecerdasan Artifisial kelas VII di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.

Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?

Ada. Modul Berpikir Komputasional Lanjutan ini memuat bank soalnya sendiri — 5 pilihan ganda dan 3 uraian beserta kunci jawaban, ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh Koding dan Kecerdasan Artifisial kelas VII MTs berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.

Apakah Prota dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?

Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar Berpikir Komputasional Lanjutan beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap Koding dan Kecerdasan Artifisial kelas VII berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem) ber-kop sekolah tersedia lewat Paket Modul.

Modul Koding dan Kecerdasan Artifisial ini cocok untuk MTs negeri, swasta, maupun SMP?

Ya. Kop, logo, dan nama MTs Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Untuk SMP, pilih jenjang SMP saat mengisi borang: materi Berpikir Komputasional Lanjutan yang sama disusun dalam versi madrasah (Kurikulum Berbasis Cinta, kop Kemenag), dan halaman Koding dan Kecerdasan Artifisial SMP ada di daftar jenjang lain di bawah.

Semua Modul Ajar Koding dan Kecerdasan Artifisial MTsSemua kelas — pilih materinya, unduh atas nama Anda

tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.