Modul Ajar SD

Modul Ajar Muatan Lokal Budaya Banyuasin Kelas IV SD

4 modul ajar Muatan Lokal Budaya Banyuasin kelas IV SD (Fase B) siap unduh — Bab 2 Keunikan Kuliner Khas Sumatera Selatan, Bab 3 Buah-buahan Khas Sumatera…

4 modul siap pakaiFase BWord + PDFAtas nama Anda
📥 Unduh Modul Ajar — GRATISIsi nama, sekolah & materi · ±1 menit · Word + PDF ber-kop

Pilih mata pelajaran

Pilih kelas

Semua materi di halaman ini berwujud seperti ini

Yang diperlihatkan kebetulan modul Bab 4 Rumah Adat Khas Sumatera Selatan, salah satu yang sudah jadi di sini — materi lain menghasilkan berkas dengan bentuk yang sama. Dua baris kuning itu satu-satunya yang masih kosong, dan keduanya terisi nama serta sekolah Anda begitu diunduh.

11 lembarSampulIdentitasDesainPertemuan 1Pertemuan 2LKPDAsesmenATPBahan AjarGlosariumPengesahan

📄 Buka modul Bab 4 Rumah Adat Khas Sumatera Selatan selengkapnya →✍️ Buat untuk Materi Anda — GRATISDitulis mesin ±1 menit · Word + PDF ber-kop · nama Anda tercetak

Mencari materi lain? Seluruh materi kelas IV ada di daftar bawah ↓

Contoh wujud berkas · Muatan Lokal Budaya Banyuasin Kelas IV SD
KURIKULUM MERDEKA
✦ DEEP LEARNING · PEMBELAJARAN MENDALAM ✦
MODUL AJAR
Bab 4 Rumah Adat Khas Sumatera Selatan
Muatan Lokal Budaya Banyuasin · Kelas IV · Fase B
DISUSUN OLEHnama Andasekolah AndaTahun Pelajaran 2026/2027
Lembar 1 · Sampul
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Muatan Lokal Budaya Banyuasin · Tahun Pelajaran 2026/2027
MODUL AJAR
Bab 4 Rumah Adat Khas Sumatera Selatan
Muatan Lokal Budaya Banyuasin · Fase B · Kelas IV · Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam
A.  IDENTITAS MODULCP: Kepka BSKAP 046/H/KR/2025
Penyusunnama Anda
Satuan Pendidikansekolah Anda
Mata PelajaranMuatan Lokal Budaya Banyuasin
Fase / KelasB / IV
Materi PokokBab 4 Rumah Adat Khas Sumatera Selatan
Alokasi Waktu2 pertemuan
Tahun Pelajaran2026/2027
Model PembelajaranProblem Based Learning + praktik
Bentuk DokumenModul Ajar — memuat RPP

✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.

B.  KOMPONEN INTI8 Dimensi Profil Lulusan

Identifikasi Peserta Didik:

Kesiapan belajar (kompetensi awal)Peserta didik mengetahui beberapa jenis rumah tradisional yang ada di Indonesia.

Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:

  1. kewargaan — elemen: Mengenal dan menghargai budaya
    Peserta didik mengenal dan menghargai keberagaman rumah adat di Sumatera Selatan sebagai warisan budaya yang harus dilestarikan.
  2. kreativitas — elemen: Menghasilkan karya dan tindakan orisinal
    Peserta didik merancang dan membuat miniatur rumah adat dengan sentuhan ide-ide baru yang mencerminkan pemahaman mereka.
  3. komunikasi — elemen: Berbicara dan mempresentasikan
    Peserta didik menjelaskan hasil karya miniatur rumah adat mereka kepada teman-teman dengan jelas dan percaya diri.

Capaian Pembelajaran (CP):

AcuanKepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran Muatan Lokal
Elemen / DomainPelestarian Budaya Lokal
Rumusan CP FasePeserta didik mampu mengidentifikasi, mendeskripsikan, dan menunjukkan kebanggaan terhadap warisan budaya lokal, serta berpartisipasi aktif dalam upaya pelestariannya di lingkungan sekitar.

Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:

FaktualRumah Limas dan Rumah Rakit adalah contoh nyata rumah adat yang ada di Sumatera Selatan.
KonseptualRumah adat adalah bangunan tradisional yang memiliki nilai sejarah, filosofi, dan arsitektur khas suatu daerah.
ProseduralPeserta didik akan mempelajari langkah-langkah dalam mengidentifikasi ciri-ciri rumah adat dan cara membuat miniatur sederhana.
MetakognitifPeserta didik akan menyadari pentingnya melestarikan budaya lokal dan bagaimana pengetahuan tentang rumah adat dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Tujuan Pembelajaran:

  1. Melalui pengamatan gambar, peserta didik dapat mengidentifikasi ciri-ciri khusus rumah adat Limas dengan tepat.
  2. Setelah berdiskusi kelompok, peserta didik dapat menjelaskan makna filosofi di balik bentuk rumah adat Limas dengan runtut.
  3. Dengan membaca teks informasi, peserta didik dapat menyebutkan minimal tiga jenis rumah adat lain di Sumatera Selatan dengan benar.
  4. Melalui kegiatan membuat miniatur, peserta didik dapat merancang dan membuat miniatur rumah adat Limas dengan kreativitas yang baik.
  5. Setelah presentasi kelompok, peserta didik dapat mempresentasikan hasil karya miniatur rumah adatnya dengan percaya diri.
Halaman 2 · Bab 4 Rumah Adat Khas Sumatera Selatan — pratinjau tuntas.org
Lembar 2 · Identitas
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Muatan Lokal Budaya Banyuasin · Tahun Pelajaran 2026/2027
B.  KOMPONEN INTI (lanjutan)

Pemahaman bermakna: Memahami rumah adat khas Sumatera Selatan membantu kita mengenal identitas budaya daerah, menghargai warisan leluhur, dan menumbuhkan rasa bangga terhadap kekayaan lokal.

Pertanyaan pemantik: "Mengapa rumah adat di Sumatera Selatan punya bentuk dan nama yang berbeda-beda, ya?"

C.  DESAIN PEMBELAJARANPermendikdasmen 13/20254 Kerangka Pembelajaran Mendalam
Praktik PedagogisProblem Based Learning + praktik
Lintas Disiplin IlmuSeni Budaya: Mempelajari bentuk, ukiran, dan warna yang digunakan pada rumah adat sebagai ekspresi seni.
IPS: Mengenal sejarah dan fungsi rumah adat dalam kehidupan masyarakat Sumatera Selatan zaman dahulu.
Matematika: Mengidentifikasi bentuk-bentuk geometri dasar yang membentuk struktur rumah adat.
Kemitraan PembelajaranOrang tua dapat diajak untuk mendampingi peserta didik mencari informasi tambahan tentang rumah adat di lingkungan sekitar atau membantu menyiapkan bahan-bahan untuk proyek miniatur.
Lingkungan PembelajaranKelas diatur dengan meja kelompok untuk memudahkan diskusi dan kerja proyek, serta tersedia sudut baca dengan buku-buku tentang budaya lokal Sumatera Selatan.
Pemanfaatan Teknologi DigitalPemanfaatan video pendek dari YouTube atau gambar interaktif dari situs budaya untuk memperkenalkan berbagai jenis rumah adat dan filosofinya.
Halaman 3 · Bab 4 Rumah Adat Khas Sumatera Selatan — pratinjau tuntas.org
Lembar 3 · Desain
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Muatan Lokal Budaya Banyuasin · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.1  KEGIATAN PEMBELAJARAN — PERTEMUAN 1Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 70 menit · awal 10 · inti 50 · penutup 10
Model PembelajaranProblem Based Learning
Tujuan Pertemuan 1Melalui pengamatan gambar, peserta didik dapat mengidentifikasi ciri-ciri khusus rumah adat Limas dengan tepat.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)10 menitIce breaking: Tebak Kata Budaya: Guru menyebutkan ciri-ciri sebuah benda budaya Sumatera Selatan, peserta didik menebak namanya. Contoh: 'Ini tempat tinggal, atapnya tinggi, ada ukiran.' Jawab: Rumah Limas.
  1. Guru mengucapkan salam, mengajak peserta didik berdoa bersama, dan mengecek kehadiran.
  2. Apersepsi: Guru mengajak peserta didik mengingat kembali jenis-jenis rumah yang mereka ketahui dan bertanya 'Apakah rumah di daerah kita sama dengan rumah di daerah lain?'.
  3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu mengidentifikasi ciri-ciri rumah adat Limas dan menjelaskan pertanyaan pemantik: 'Mengapa rumah adat di Sumatera Selatan punya bentuk dan nama yang berbeda-beda, ya?'.
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)15 menit
  1. Orientasi pada masalah: Guru menayangkan gambar Rumah Adat Limas melalui proyektor dan bertanya 'Apa yang kalian lihat dari gambar ini? Apa yang membuatnya berbeda dari rumah biasa?'.
  2. Mengorganisasi peserta didik untuk belajar: Guru membagi peserta didik menjadi kelompok kecil (4-5 orang) dan membagikan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) yang berisi panduan pengamatan gambar rumah Limas.
  3. Membimbing penyelidikan: Peserta didik dalam kelompok mengamati gambar Rumah Limas pada LKPD, berdiskusi untuk mengidentifikasi ciri-ciri fisik seperti bentuk atap, tiang, dan ukiran.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)25 menit
  1. Membimbing penyelidikan: Setiap kelompok mencatat hasil pengamatan mereka tentang ciri-ciri Rumah Limas pada kolom yang tersedia di LKPD.
  2. Membimbing penyelidikan: Peserta didik mencari informasi tambahan tentang Rumah Limas dari bahan ajar yang disediakan guru atau buku perpustakaan.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)10 menit
  1. Mengembangkan dan menyajikan hasil karya: Setiap kelompok mempresentasikan ciri-ciri Rumah Limas yang telah mereka identifikasi di depan kelas.
  2. Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah: Guru memberikan umpan balik konstruktif terhadap presentasi setiap kelompok dan meluruskan jika ada informasi yang kurang tepat.
  3. Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah: Guru memberikan penguatan materi tentang ciri-ciri utama Rumah Limas dan pentingnya rumah adat sebagai identitas budaya.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)10 menit
  1. Guru bersama peserta didik menyimpulkan ciri-ciri utama Rumah Adat Limas.
  2. Refleksi & apresiasi: Guru meminta peserta didik mengungkapkan perasaan mereka setelah belajar tentang Rumah Limas dan memberikan pujian atas partisipasi aktif seluruh peserta didik.
  3. Tindak lanjut: Guru memberikan tugas rumah untuk mencari satu fakta menarik tentang Rumah Limas dan menutup pelajaran dengan doa.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 4 · Bab 4 Rumah Adat Khas Sumatera Selatan — pratinjau tuntas.org
Lembar 4 · Pertemuan 1
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Muatan Lokal Budaya Banyuasin · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.2  KEGIATAN PEMBELAJARAN — PERTEMUAN 2Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 70 menit · awal 10 · inti 50 · penutup 10
Model PembelajaranProblem Based Learning
Tujuan Pertemuan 2Setelah berdiskusi kelompok, peserta didik dapat menjelaskan makna filosofi di balik bentuk rumah adat Limas dengan runtut.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)10 menitIce breaking: Tebak Gaya: Guru memperagakan gerakan atau pose yang mirip dengan salah satu bagian rumah adat (misal, tangan membentuk atap limas), peserta didik menebak bagian apa itu. Lakukan 3-4 kali.
  1. Guru mengucapkan salam, mengajak peserta didik berdoa, dan mengecek kehadiran.
  2. Apersepsi: Guru mengulas kembali ciri-ciri Rumah Limas yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya dan bertanya 'Menurut kalian, kenapa ya bentuknya seperti itu?'.
  3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu menjelaskan makna filosofi Rumah Limas dan mengingatkan pertanyaan pemantik.
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)15 menit
  1. Orientasi pada masalah: Guru menayangkan video singkat atau gambar infografis tentang filosofi dan bagian-bagian Rumah Limas.
  2. Mengorganisasi peserta didik untuk belajar: Guru membagi peserta didik kembali ke kelompok pertemuan sebelumnya dan membagikan LKPD yang berfokus pada makna filosofi Rumah Limas.
  3. Membimbing penyelidikan: Peserta didik dalam kelompok membaca dan menganalisis informasi tentang makna filosofi dari setiap bagian Rumah Limas (atap, tiang, lantai berjenjang) dari bahan ajar.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)25 menit
  1. Membimbing penyelidikan: Kelompok berdiskusi untuk merumuskan penjelasan tentang makna filosofi tersebut dengan kata-kata mereka sendiri.
  2. Membimbing penyelidikan: Setiap kelompok menuliskan hasil diskusi mereka dalam bentuk poin-poin atau paragraf singkat di LKPD.
  3. Membimbing penyelidikan: Peserta didik menyiapkan presentasi singkat untuk membagikan pemahaman mereka.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)10 menit
  1. Mengembangkan dan menyajikan hasil karya: Setiap kelompok mempresentasikan makna filosofi Rumah Limas di depan kelas dengan runtut.
  2. Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah: Guru memberikan umpan balik dan kesempatan kepada kelompok lain untuk bertanya atau menambahkan.
  3. Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah: Guru memberikan penguatan materi tentang kekayaan filosofi budaya yang terkandung dalam arsitektur Rumah Limas.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)10 menit
  1. Guru bersama peserta didik menyimpulkan makna-makna filosofi penting dari Rumah Adat Limas.
  2. Refleksi & apresiasi: Guru meminta peserta didik berbagi satu hal baru yang mereka pelajari tentang filosofi rumah adat dan memberikan apresiasi atas keberanian presentasi.
  3. Tindak lanjut: Guru memberikan informasi tentang jenis-jenis rumah adat lain di Sumatera Selatan sebagai persiapan pertemuan berikutnya dan menutup pelajaran dengan doa.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 5 · Bab 4 Rumah Adat Khas Sumatera Selatan — pratinjau tuntas.org
Lembar 5 · Pertemuan 2
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Muatan Lokal Budaya Banyuasin · Tahun Pelajaran 2026/2027
LKPD — LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK

Tujuan: Peserta didik dapat mengidentifikasi ciri-ciri dan makna filosofi Rumah Adat Limas serta membuat miniatur sederhana.

Alat & bahan: Kertas HVS, pensil, penghapus, penggaris, gunting, lem, kardus bekas, stik es krim, spidol warna

Langkah kerja:

  1. Amati gambar Rumah Limas di bawah ini dengan saksama.
  2. Diskusikan dengan kelompokmu, sebutkan minimal 4 ciri-ciri fisik yang menonjol dari Rumah Limas.
  3. Baca teks informasi tentang filosofi Rumah Limas, lalu diskusikan makna dari setiap bagiannya.
  4. Rancanglah miniatur Rumah Limas atau rumah adat lain yang kamu ketahui menggunakan bahan bekas.
  5. Buatlah miniatur tersebut dengan rapi dan hiaslah agar menarik.
Tabel kerja LKPDtabel pengamatan, diisi muridlembar refleksi murid · 2 pertanyaan

🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.

Halaman 6 · Bab 4 Rumah Adat Khas Sumatera Selatan — pratinjau tuntas.org
Lembar 6 · LKPD
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Muatan Lokal Budaya Banyuasin · Tahun Pelajaran 2026/2027
ASESMENStandar Proses — Permendikdasmen 1/2026

Asesmen awal (diagnostik):

  1. Apakah kalian pernah melihat rumah adat?
  2. Rumah adat dari daerah mana yang kalian ketahui?
  3. Menurut kalian, apa fungsi rumah adat?

Formatif (proses): Observasi guru terhadap partisipasi diskusi kelompok dan proses pembuatan miniatur rumah adat.

Sumatif (akhir): Penilaian hasil presentasi kelompok dan kualitas miniatur rumah adat yang dibuat.

Rubrik KKTP2 kriteria · 4 tingkat ketercapaian
Kunci jawaban6 pilihan ganda + 5 uraian

🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — rubrik ada di berkas unduhan, kunci jawaban khusus member Paket Lengkap.

Halaman 7 · Bab 4 Rumah Adat Khas Sumatera Selatan — pratinjau tuntas.org
Lembar 7 · Asesmen
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Muatan Lokal Budaya Banyuasin · Tahun Pelajaran 2026/2027
ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)Kurikulum Merdeka
NoTujuan PembelajaranMateriAlokasiDimensi
1Mengidentifikasi ciri-ciri khusus rumah adat LimasCiri-ciri fisik dan arsitektur Rumah Limas2 JPkewargaan
2Menjelaskan makna filosofi di balik bentuk rumah adat LimasFilosofi dan nilai-nilai budaya Rumah Limas2 JPkewargaan, komunikasi
3Menyebutkan jenis rumah adat lain di Sumatera Selatan dan membuat miniaturRumah adat lain di Sumatera Selatan dan praktik membuat miniatur2 JPkreativitas, kewargaan, komunikasi
Halaman 8 · Bab 4 Rumah Adat Khas Sumatera Selatan — pratinjau tuntas.org
Lembar 8 · ATP
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Muatan Lokal Budaya Banyuasin · Tahun Pelajaran 2026/2027
BAHAN AJAR

Indonesia kaya akan budaya, salah satunya adalah rumah adat. Setiap daerah memiliki rumah adat dengan bentuk, arsitektur, dan filosofi yang unik. Sumatera Selatan, dengan ibu kota Palembang, juga memiliki berbagai jenis rumah adat yang mencerminkan kekayaan sejarah dan kearifan lokal masyarakatnya. Mari kita kenali lebih dekat rumah-rumah adat ini.

1. 1. Rumah Adat Limas: Mahakarya Sumatera Selatan
Rumah Limas adalah rumah adat yang paling dikenal dari Sumatera Selatan. Bentuknya menyerupai limas atau piramida terpenggal, dengan atap yang tinggi dan landai. Rumah ini biasanya dibangun dari kayu unglen atau tembesu yang kuat dan tahan lama. Keunikan Rumah Limas terletak pada lima tingkatan lantai yang disebut 'panggung' atau 'kekijing', yang masing-masing memiliki fungsi dan makna sosial tersendiri. Semakin tinggi tingkatannya, semakin tinggi pula strata sosial pemiliknya. Ukiran-ukiran khas Palembang menghiasi dinding dan tiang rumah, menambah keindahan dan nilai artistiknya.

2. 2. Makna Filosofi Rumah Limas
Setiap bagian Rumah Limas menyimpan makna filosofi yang mendalam. Atap Limas yang tinggi melambangkan keagungan dan kemuliaan. Lima tingkatan lantai ('kekijing') mencerminkan lima jenjang kehidupan atau strata sosial dalam masyarakat Palembang zaman dahulu, yaitu: 'Pagar Tenggalung' (lantai terendah untuk tamu umum), 'Jogan' (lantai kedua untuk anggota keluarga), 'Penceper' (lantai ketiga untuk kerabat dekat), 'Musafah' (lantai keempat untuk tamu istimewa), dan 'Parenan' (lantai tertinggi untuk kepala keluarga atau acara adat penting). Ini mengajarkan nilai-nilai tata krama dan penghormatan.

3. 3. Rumah Adat Rakit: Rumah Terapung Khas Banyuasin
Selain Rumah Limas, Banyuasin juga memiliki Rumah Adat Rakit. Sesuai namanya, rumah ini dibangun di atas rakit dan mengapung di atas sungai. Dahulu, banyak masyarakat yang tinggal di tepi sungai membangun rumah rakit karena dekat dengan sumber air dan sebagai jalur transportasi utama. Rumah Rakit biasanya lebih sederhana dibandingkan Rumah Limas, tetapi memiliki kekhasan tersendiri dengan bahan utama kayu dan bambu. Meskipun kini jumlahnya berkurang, Rumah Rakit tetap menjadi bagian penting dari sejarah dan budaya masyarakat Banyuasin yang erat kaitannya dengan kehidupan sungai.

4. 4. Rumah Adat Ulu: Simbol Kesederhanaan dan Kekuatan
Rumah Adat Ulu adalah jenis rumah tradisional lain yang banyak ditemukan di daerah pedalaman Sumatera Selatan, termasuk di beberapa wilayah Banyuasin. Ciri khasnya adalah bentuk atap pelana yang curam dan struktur bangunan yang lebih sederhana. Rumah Ulu biasanya dibangun di atas tiang-tiang tinggi untuk menghindari banjir dan serangan binatang buas, menunjukkan kearifan lokal dalam beradaptasi dengan lingkungan. Meskipun tidak semegah Rumah Limas, Rumah Ulu memiliki nilai sejarah dan arsitektur yang kuat, mencerminkan kehidupan masyarakat pedesaan yang bersahaja namun tangguh.

5. 5. Rumah Adat Empat Lawang
Di Kabupaten Empat Lawang, rumah adatnya juga memiliki ciri khas tersendiri. Umumnya, rumah-rumah di Empat Lawang memiliki bentuk panggung dengan tiang-tiang penyangga yang kokoh. Material yang digunakan sebagian besar adalah kayu, mencerminkan kekayaan hasil hutan di wilayah tersebut. Meskipun tidak sepopuler Limas atau Rakit, rumah adat Empat Lawang menunjukkan adaptasi masyarakat terhadap kondisi geografis pegunungan dan lembah. Bentuknya cenderung fungsional dengan sedikit ornamen, namun tetap memiliki nilai estetika dan kearifan lokal dalam pemilihan bahan dan konstruksi.

6. 6. Rumah Adat Lahat
Kabupaten Lahat juga memiliki corak rumah adat yang menarik. Mirip dengan daerah lain di Sumatera Selatan, rumah adat di Lahat berbentuk panggung dengan material kayu yang dominan. Perbedaannya seringkali terletak pada detail ukiran atau tata letak ruangan yang khas. Rumah adat Lahat menunjukkan pengaruh budaya Melayu dan juga kearifan lokal dalam memanfaatkan sumber daya alam sekitar. Keberadaan rumah-rumah adat ini adalah bukti kekayaan budaya yang harus terus dijaga dan diperkenalkan kepada generasi muda.

Rangkuman: Rumah adat khas Sumatera Selatan seperti Rumah Limas, Rumah Rakit, dan Rumah Ulu adalah warisan budaya yang kaya akan nilai sejarah dan filosofi. Rumah Limas dikenal dengan lima tingkatan lantainya yang melambangkan strata sosial. Rumah Rakit adalah rumah terapung khas Banyuasin, sedangkan Rumah Ulu mencerminkan kesederhanaan. Mengenal rumah adat ini adalah cara kita menghargai kekayaan budaya daerah dan ikut serta dalam pelestariannya.

Halaman 9 · Bab 4 Rumah Adat Khas Sumatera Selatan — pratinjau tuntas.org
Lembar 9 · Bahan Ajar
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Muatan Lokal Budaya Banyuasin · Tahun Pelajaran 2026/2027
GLOSARIUM
IstilahArti
Rumah LimasRumah adat khas Sumatera Selatan dengan atap berbentuk limas dan lantai berjenjang.
KekijingIstilah untuk tingkatan lantai pada Rumah Limas yang melambangkan strata sosial.
Rumah RakitRumah adat di Banyuasin yang dibangun di atas rakit dan mengapung di sungai.
FilosofiPemikiran dasar atau pandangan hidup yang mendasari suatu hal, termasuk arsitektur rumah adat.
UkiranHiasan pada kayu atau batu yang membentuk pola tertentu, sering ditemukan pada rumah adat.
Daftar pustaka4 rujukan

🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.

Halaman 10 · Bab 4 Rumah Adat Khas Sumatera Selatan — pratinjau tuntas.org
Lembar 10 · Glosarium
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Muatan Lokal Budaya Banyuasin · Tahun Pelajaran 2026/2027
PENGESAHAN

Modul ajar "Bab 4 Rumah Adat Khas Sumatera Selatan" mata pelajaran Muatan Lokal Budaya Banyuasin Kelas IV ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.

Mengetahui,
Kepala Sekolah
…………, …………
Guru Mata Pelajaran
( ……………… )
NIP. …………
nama Anda
NIP. …………

Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025

Halaman 11 · Bab 4 Rumah Adat Khas Sumatera Selatan — pratinjau tuntas.org
Lembar 11 · Pengesahan
Geser untuk membuka semuanya · seluruh 11 lembar ini ikut terunduh, tidak ada yang ditahan.

Muatan Lokal Budaya Banyuasin Kelas IV SD — Fase B

Kelas IV — ditulis juga kelas 4 — di SD berada di Fase B.

Yang disusun di sini perangkat ajar Muatan Lokal Budaya Banyuasin kelas IV (kelas 4) SD — satu berkas yang di lapangan dipanggil empat nama sekaligus: modul ajar, RPP (istilah resmi sejak Permendikdasmen 1/2026), modul ajar deep learning, dan RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam: kegiatan intinya berkerangka memahami – mengaplikasi – merefleksi (Permendikdasmen 13/2025) dengan 8 Dimensi Profil Lulusan — penerus Profil Pelajar Pancasila — dan capaian pembelajaran Muatan Lokal Budaya Banyuasin kelas IV (kelas 4) SD mengacu Kepka BSKAP 046/H/KR/2025.

Tiap materi di peta atas dapat disusun menjadi modul ajar Muatan Lokal Budaya Banyuasin kelas IV (kelas 4) SD yang lengkap — memuat capaian pembelajaran (CP) Fase B beserta elemennya, ATP, tujuan pembelajaran, langkah kegiatan, LKPD, rubrik KKTP, asesmen awal–formatif–sumatif, bahan ajar, glosarium, dan bank soal — dalam Word (.docx) dan PDF ber-kop tahun pelajaran 2026/2027, atas nama Anda. Satu berkas, bukan berkas yang dikumpulkan satu per satu.

Modul gratis di halaman ini sudah cukup untuk disetor ke sekolah

Gratis sepenuhnya, tanpa biaya apa pun. Nama dan sekolah Anda langsung tercetak di kopnya.

📥 Unduh Modul Ini GratisTinggal isi nama, sekolah & materi · ±1 menit jadi
✨ Mau lebih lengkap?
+6 lembar

Tiap modul ajar Muatan Lokal Budaya Banyuasin bisa jadi lebih lengkap

Ini 6 lembar tambahannya. Geser untuk lihat 👉

Nama sekolah AndaMuatan Lokal Budaya Banyuasin · Kelas IVPeta Konsep
Bab 4 Rumah Adat Khas Sumatera Selatan1. Rumah Adat Limas: Mahakarya Sumatera Selatan2. Makna Filosofi Rumah Limas3. Rumah Adat Rakit: Rumah Terapung Khas Banyuasin4. Rumah Adat Ulu: Simbol Kesederhanaan dan Kekuatan5. Rumah Adat Empat Lawang
Dari sub-bab Bab 4 Rumah Adat Khas Sumatera SelatanLembar tambahan
Nama sekolah AndaMuatan Lokal Budaya Banyuasin · Kelas IVIce Breaking
Pertemuan 1Pertemuan 2Pertemuan 3… hingga Pertemuan 8
Biar kelas langsung hidupLembar tambahan
Nama sekolah AndaMuatan Lokal Budaya Banyuasin · Kelas IVLKPD Tiap Pertemuan
P1P2P3…Temuan / hasil kerjaBukti atau alasanSimpulan
Beda tiap pertemuanLembar tambahan
Nama sekolah AndaMuatan Lokal Budaya Banyuasin · Kelas IVRefleksi Guru & Siswa
GuruKetercapaian tujuan pembelajaranPeserta didik yang perlu pendampinganPeserta didikSaya sudah memahami …Hal yang masih membingungkan …
Tinggal isi habis mengajarLembar tambahan
Nama sekolah AndaMuatan Lokal Budaya Banyuasin · Kelas IVRemedial & Pengayaan
RemedialUntuk yang belum mencapai tujuanPengayaanUntuk yang tuntas lebih awal
Buat yang tertinggal & yang sudah tuntasLembar tambahan
Nama sekolah AndaMuatan Lokal Budaya Banyuasin · Kelas IVProfil Lulusan
KewargaanKreativitasKomunikasi
Sudah dikaitkan ke materi iniLembar tambahan

🎁 Plus perangkat setahun & bonus

Sekali ambil paket, administrasi setahun ikut beres.

Paket 30 & 60Soal PTS & PAS
Kisi-kisiNaskah soal + kunciKartu soal
Kisi-kisi sampai kartu soal
Paket 30 & 60Administrasi Kelas
Program kerja wali kelasDaftar hadir siswaDaftar nilai NH/PTS/PASJurnal agenda
Terisi atas nama Anda
Paket 30 & 60Piagam Siswa
PIAGAMdiberikan kepada
Satu halaman per siswa
Paket 60e-Kinerja
Dokumen kinerja guruPerangkat penilaian
Dokumen kinerja guru
Paket 60Deskripsi Rapor
Nama + nilai ditempelDeskripsi tiap siswa jadi
Penyelamat akhir semester
Paket 60Program Ekskul
Latihan Juli–JuniLomba & anggaran
Pramuka, PMR, Rohis, dll.

Tidak wajib kok. Kalau nanti butuh, tinggal ambil paketnya, mulai Rp2.000 per modul di Paket 60 Modul.

Pertanyaan Seputar Modul Ajar Muatan Lokal Budaya Banyuasin Kelas IV SD

Apakah modul ajar Muatan Lokal Budaya Banyuasin ini gratis?

Ya. Tiga modul ajar gratis tersedia bertahap dalam Word + PDF tanpa watermark dan atas nama Anda; modul berikutnya terbuka setiap 12 jam.

Kelas IV (kelas 4) SD masuk Fase apa, dan CP serta elemennya yang mana?

Fase B. Kelas IV dan kelas 4 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Modul yang disusun dari halaman ini mencantumkan capaian pembelajaran (CP) Fase B beserta elemennya di bagian identitas, jadi Anda tidak perlu menyalinnya sendiri.

Apakah ini modul ajar deep learning atau RPM?

Ya — ketiganya dokumen yang sama. Modul di sini disusun dengan pendekatan Pembelajaran Mendalam (Permendikdasmen 13/2025): kegiatan intinya berkerangka memahami – mengaplikasi – merefleksi, sasaran karakternya 8 Dimensi Profil Lulusan, dan sampulnya bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam. Sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam), sebagian RPP deep learning; istilah resminya RPP sejak Permendikdasmen 1/2026.

Bisakah saya meminta materi yang belum ada di daftar?

Bisa. Ketuk materi bertanda + pada daftar di atas — mapel, kelas, dan materinya langsung terbawa, tinggal isi nama dan sekolah Anda.

Apakah ATP, LKPD, dan KKTP-nya ikut, dan bisa langsung diunduh Word atau PDF?

Keduanya, dan langsung. Satu kali susun menghasilkan berkas Word (.docx) yang masih bisa Anda sunting sekaligus PDF siap cetak — keduanya ber-kop sekolah, bertahun pelajaran 2026/2027, dan atas nama Anda, tanpa watermark. Isinya satu perangkat ajar utuh: modul ajar berikut ATP, LKPD, rubrik KKTP, asesmen, bahan ajar, glosarium, dan bank soalnya.

Apakah di sini ada buku siswa atau buku guru Muatan Lokal Budaya Banyuasin?

Tidak. Yang disusun di sini adalah perangkat ajar guru — modul ajar (RPP) beserta ATP, LKPD, asesmen, bahan ajar, dan bank soalnya. Buku siswa dan buku guru diterbitkan kementerian, dan modul di sini dapat dipakai berdampingan dengan buku mana pun yang dipakai sekolah Anda.

Apakah sesuai kurikulum terbaru?

Ya. Semua modul mengikuti Kurikulum Merdeka dengan Pembelajaran Mendalam (Permendikdasmen 13/2025) dan ketentuan terbaru lainnya sesuai jenis sekolah.

Buat sesuai kebutuhanMateri belum tersedia? Buat modul sendiri, gratis.Siap ±1 menit · Word + PDF · langsung atas nama Anda

tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas.