Modul Ajar SMPLB

Modul Ajar Pengembangan Komunikasi, Persepsi Bunyi, dan Irama (PKPBI) Kelas VII SMPLB

2 modul ajar Pengembangan Komunikasi, Persepsi Bunyi, dan Irama (PKPBI) kelas VII SMPLB (Fase D) siap unduh — Membaca Ujaran — Tunarungu, dan Persepsi Bunyi…

2 modul siap pakaiFase DWord + PDFAtas nama Anda
📥 Unduh Modul Ajar — GRATISIsi nama, sekolah & materi · ±1 menit · Word + PDF ber-kopAtau lihat dulu 8 materi kelas VII & modul yang sudah jadi ↓

Pilih mata pelajaran

Pilih kelas

Semua materi di halaman ini berwujud seperti ini

Yang diperlihatkan kebetulan modul Membaca Ujaran — Tunarungu, salah satu yang sudah jadi di sini — materi lain menghasilkan berkas dengan bentuk yang sama. Dua baris kuning itu satu-satunya yang masih kosong, dan keduanya terisi nama serta sekolah Anda begitu diunduh.

11 lembarSampulIdentitasDesainPertemuan 1Pertemuan 2LKPDAsesmenATPBahan AjarGlosariumPengesahan

📄 Buka modul Membaca Ujaran — Tunarungu selengkapnya →✍️ Buat untuk Materi Anda — GRATISDitulis mesin ±1 menit · Word + PDF ber-kop · nama Anda tercetak

Mencari materi lain? Seluruh materi kelas VII ada di daftar bawah ↓

Contoh wujud berkas · Pengembangan Komunikasi, Persepsi Bunyi, dan Irama (PKPBI) Kelas VII SMPLB
KURIKULUM MERDEKA
✦ DEEP LEARNING · PEMBELAJARAN MENDALAM ✦
MODUL AJAR
Membaca Ujaran — Tunarungu
Pengembangan Komunikasi, Persepsi Bunyi, dan Irama (PKPBI) · Kelas VII · Fase D
DISUSUN OLEHnama Andasekolah AndaTahun Pelajaran 2026/2027
Lembar 1 · Sampul
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Pengembangan Komunikasi, Persepsi Bunyi, dan Irama (PKPBI) · Tahun Pelajaran 2026/2027
MODUL AJAR
Membaca Ujaran — Tunarungu
Pengembangan Komunikasi, Persepsi Bunyi, dan Irama (PKPBI) · Fase D · Kelas VII · Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam
A.  IDENTITAS MODULCP: Kepka BSKAP 046/H/KR/2025
Penyusunnama Anda
Satuan Pendidikansekolah Anda
Mata PelajaranPengembangan Komunikasi, Persepsi Bunyi, dan Irama (PKPBI)
Fase / KelasD / VII
Materi PokokMembaca Ujaran — Tunarungu
Alokasi Waktu2 Pertemuan (6 JP: 3 JP × 35 menit = 105 menit per pertemuan)
Tahun Pelajaran2026/2027
Model PembelajaranProblem Based Learning (PBL) + praktik
Bentuk DokumenModul Ajar — memuat RPP

✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.

B.  KOMPONEN INTI8 Dimensi Profil Lulusan

Kompetensi awal: Peserta didik telah memiliki kemampuan dasar untuk melihat, menyimak bunyi sederhana, dan meniru gerakan bibir serta ekspresi wajah.

Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:

  1. Komunikasi — elemen: Berkomunikasi dengan efektif
    Peserta didik mengembangkan kemampuan memahami ujaran orang lain dan meresponsnya dengan tepat melalui berbagai media.
  2. Penalaran Kritis — elemen: Menganalisis dan mengevaluasi
    Peserta didik menganalisis gerakan bibir dan ekspresi wajah untuk menginterpretasikan makna ujaran yang diterima.
  3. Kreativitas — elemen: Menghasilkan gagasan orisinal
    Peserta didik menciptakan kalimat sederhana berdasarkan ujaran yang diamati dan menyajikannya secara mandiri.

Capaian Pembelajaran (CP):

AcuanKepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 Lampiran 1 (Pendidikan Khusus)
Elemen / DomainMembaca Ujaran
Rumusan CP FasePeserta didik mampu membaca ujaran dalam berbagai konteks komunikasi sehari-hari dengan memperhatikan gerakan bibir, ekspresi wajah, dan konteks situasi untuk memahami pesan yang disampaikan serta meresponsnya secara tepat.

Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:

FaktualMembaca ujaran adalah kemampuan memahami perkataan orang lain melalui pengamatan gerakan bibir dan ekspresi wajah.
KonseptualPrinsip membaca ujaran melibatkan koordinasi visual-auditori-taktil dan pemahaman konteks untuk menginterpretasi pesan secara holistik.
ProseduralPeserta didik akan belajar tahapan mengamati gerakan bibir, ekspresi wajah, dan mengaitkannya dengan konteks untuk memahami ujaran.
MetakognitifPeserta didik akan menyadari strategi yang efektif untuk memahami ujaran dan bagaimana menyesuaikan diri jika ada kesulitan dalam membaca ujaran.

Tujuan Pembelajaran:

  1. Melalui pengamatan video dan gambar, peserta didik dapat mengidentifikasi gerakan bibir dan ekspresi wajah dasar dengan tepat.
  2. Dengan bimbingan guru dan kartu kata, peserta didik dapat meniru gerakan bibir dan ekspresi wajah untuk ujaran sederhana secara mandiri.
  3. Melalui latihan berpasangan, peserta didik dapat membaca ujaran kata-kata sederhana yang diucapkan teman dengan akurat.
  4. Dengan menggunakan media gambar dan kalimat rumpang, peserta didik dapat melengkapi ujaran yang diamati sesuai konteks visual.
  5. Melalui simulasi percakapan, peserta didik dapat menerapkan strategi membaca ujaran dalam dialog pendek dengan percaya diri.
  6. Setelah praktik berulang, peserta didik dapat menyampaikan ujaran sederhana dengan artikulasi yang jelas dan ekspresi yang sesuai.
Halaman 2 · Membaca Ujaran — Tunarungu — pratinjau tuntas.org
Lembar 2 · Identitas
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Pengembangan Komunikasi, Persepsi Bunyi, dan Irama (PKPBI) · Tahun Pelajaran 2026/2027
B.  KOMPONEN INTI (lanjutan)

Pemahaman bermakna: Membaca ujaran membantu peserta didik Tunarungu berkomunikasi lebih efektif dalam kehidupan sehari-hari, mengurangi kesalahpahaman, dan meningkatkan interaksi sosial mereka dengan lingkungan.

Pertanyaan pemantik: "Bagaimana kita bisa tahu apa yang dikatakan teman atau guru jika kita tidak mendengar suaranya dengan jelas?"

C.  DESAIN PEMBELAJARANPermendikdasmen 13/20254 Kerangka Pembelajaran Mendalam
Praktik PedagogisProblem Based Learning (PBL) + praktik
Lintas Disiplin IlmuBahasa Indonesia: Mengembangkan kosakata dan kemampuan menyusun kalimat sederhana yang menjadi dasar ujaran.
Seni Budaya: Mempelajari ekspresi wajah dan bahasa tubuh sebagai bagian dari komunikasi non-verbal yang mendukung pemahaman ujaran.
Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan: Melatih kontrol otot wajah dan pernapasan yang penting untuk artikulasi ujaran yang jelas.
Kemitraan PembelajaranOrang tua atau anggota keluarga diajak berpartisipasi dengan melatih peserta didik membaca ujaran kata-kata sederhana di rumah dan memberikan umpan balik positif.
Lingkungan PembelajaranRuang kelas diatur agar posisi duduk peserta didik menghadap guru dan teman dengan pencahayaan yang cukup, serta bebas dari gangguan visual yang bisa mengalihkan perhatian.
Pemanfaatan Teknologi DigitalPemanfaatan video pendek tanpa suara atau dengan subtitle, aplikasi kamus isyarat visual, dan gambar digital untuk mendukung materi dan latihan membaca ujaran.
Halaman 3 · Membaca Ujaran — Tunarungu — pratinjau tuntas.org
Lembar 3 · Desain
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Pengembangan Komunikasi, Persepsi Bunyi, dan Irama (PKPBI) · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.1  KEGIATAN PEMBELAJARAN — PERTEMUAN 1Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 105 menit · awal 20 · inti 65 · penutup 20
Model PembelajaranProblem Based Learning
Tujuan Pertemuan 1Melalui pengamatan video dan gambar, peserta didik dapat mengidentifikasi gerakan bibir dan ekspresi wajah dasar dengan tepat.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)20 menitIce breaking: Tebak Kata Bibir: Guru memperagakan gerakan bibir tanpa suara untuk satu kata sederhana (misal: 'bola', 'susu'), peserta didik menebak kata tersebut dan menirunya.
  1. Guru menyapa peserta didik, membimbing doa bersama, dan melakukan presensi menggunakan daftar nama dan gambar wajah.
  2. Guru bertanya: 'Pernahkah kalian melihat orang berbicara tanpa suara? Bagaimana kalian tahu apa yang mereka katakan?' dan meminta peserta didik berbagi pengalaman.
  3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu belajar membaca ujaran dan menunjukkan pertanyaan pemantik di papan tulis: 'Bagaimana kita bisa tahu apa yang dikatakan teman atau guru jika kita tidak mendengar suaranya dengan jelas?'
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)20 menit
  1. Orientasi pada masalah: Guru menayangkan video singkat tanpa suara yang menampilkan berbagai ekspresi wajah dan gerakan bibir saat mengucapkan kata-kata sederhana (misal: 'mama', 'papa', 'makan', 'minum').
  2. Guru meminta peserta didik mengamati video dengan saksama dan menuliskan atau menggambar apa yang mereka lihat pada lembar observasi yang disediakan.
  3. Guru memfasilitasi diskusi singkat mengenai apa yang diamati peserta didik dari video, menanyakan 'Apa yang kalian lihat dari gerakan bibir orang itu?' dan 'Bagaimana ekspresi wajahnya?'
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)30 menit
  1. Mengorganisasi peserta didik untuk belajar: Guru membagi peserta didik menjadi kelompok kecil (2-3 orang) dan membagikan kartu gambar dengan ekspresi wajah (senang, sedih, marah) serta kartu kata ujaran sederhana.
  2. Membimbing penyelidikan: Setiap kelompok diminta untuk mencocokkan kartu gambar ekspresi wajah dengan kartu kata ujaran yang sesuai (misal: 'senang' dengan 'terima kasih').
  3. Guru berkeliling membimbing setiap kelompok, memberikan contoh gerakan bibir dan ekspresi yang tepat untuk setiap kata, dan meminta peserta didik menirukannya secara bergantian.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)15 menit
  1. Mengembangkan dan menyajikan hasil karya: Setiap kelompok mempresentasikan hasil pencocokan kartu mereka di depan kelas, menunjukkan kartu dan meniru gerakan bibir serta ekspresi ujaran.
  2. Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah: Guru memberikan umpan balik positif dan koreksi yang konstruktif terhadap presentasi setiap kelompok, fokus pada kejelasan gerakan bibir dan kesesuaian ekspresi.
  3. Guru menguatkan pemahaman dengan merangkum kembali pentingnya mengamati gerakan bibir dan ekspresi wajah dalam membaca ujaran.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)20 menit
  1. Guru bersama peserta didik menyimpulkan poin-poin penting tentang mengidentifikasi gerakan bibir dan ekspresi wajah.
  2. Guru memberikan apresiasi kepada semua peserta didik atas partisipasi aktif dan semangat belajarnya, menciptakan suasana gembira.
  3. Guru memberikan tugas rumah berupa pengamatan gerakan bibir anggota keluarga di rumah dan membimbing peserta didik berdoa sebelum pulang.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 4 · Membaca Ujaran — Tunarungu — pratinjau tuntas.org
Lembar 4 · Pertemuan 1
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Pengembangan Komunikasi, Persepsi Bunyi, dan Irama (PKPBI) · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.2  KEGIATAN PEMBELAJARAN — PERTEMUAN 2Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 105 menit · awal 20 · inti 65 · penutup 20
Model PembelajaranProblem Based Learning
Tujuan Pertemuan 2Melalui latihan berpasangan, peserta didik dapat membaca ujaran kata-kata sederhana yang diucapkan teman dengan akurat.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)20 menitIce breaking: Tebak Ekspresi: Guru menunjukkan kartu gambar ekspresi wajah (misal: terkejut, bingung), peserta didik meniru ekspresi tersebut dan mencoba menebak situasinya.
  1. Guru menyapa peserta didik, membimbing doa, dan melakukan presensi.
  2. Guru mengulas materi pertemuan sebelumnya tentang gerakan bibir dan ekspresi wajah, menanyakan 'Apa yang sudah kita pelajari tentang cara orang berbicara tanpa suara?'
  3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu berlatih membaca ujaran dalam percakapan sederhana dan mengingatkan kembali pertanyaan pemantik.
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)20 menit
  1. Orientasi pada masalah: Guru menayangkan video singkat (dengan subtitle) yang menampilkan dua orang melakukan dialog sederhana (misal: 'Halo, apa kabar? Baik, terima kasih.').
  2. Guru meminta peserta didik mengamati gerakan bibir, ekspresi wajah, dan konteks percakapan dalam video.
  3. Guru memfasilitasi diskusi tentang apa yang mereka pahami dari dialog tersebut, menanyakan 'Apa yang mereka bicarakan?' dan 'Bagaimana kalian tahu?'
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)30 menit
  1. Mengorganisasi peserta didik untuk belajar: Guru membagi peserta didik berpasangan dan membagikan LKPD 'Ayo Baca Ujaran' yang berisi kalimat-kalimat sederhana dan gambar pendukung.
  2. Membimbing penyelidikan: Setiap pasangan diminta untuk saling mengucapkan kalimat dari LKPD secara bergantian tanpa suara (atau suara sangat pelan), dan pasangannya mencoba membaca ujaran serta menuliskannya di kolom yang tersedia.
  3. Guru berkeliling, memberikan bimbingan individual, memastikan peserta didik memahami cara membaca ujaran dan memberikan umpan balik langsung.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)15 menit
  1. Mengembangkan dan menyajikan hasil karya: Beberapa pasangan diminta untuk mendemonstrasikan hasil latihan membaca ujaran mereka di depan kelas.
  2. Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah: Guru dan peserta didik lain memberikan umpan balik mengenai kejelasan ujaran dan keakuratan pembacaan ujaran, serta mendiskusikan kesulitan yang dihadapi.
  3. Guru menguatkan pemahaman tentang pentingnya latihan dan kesabaran dalam mengembangkan kemampuan membaca ujaran.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)20 menit
  1. Guru bersama peserta didik menyimpulkan strategi-strategi yang efektif dalam membaca ujaran.
  2. Guru memberikan apresiasi atas kemajuan dan usaha keras peserta didik, mendorong mereka untuk terus berlatih membaca ujaran dalam kehidupan sehari-hari.
  3. Guru memberikan tugas pengayaan (opsional) berupa membuat kartu ujaran sederhana dan membimbing peserta didik berdoa sebelum pulang.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 5 · Membaca Ujaran — Tunarungu — pratinjau tuntas.org
Lembar 5 · Pertemuan 2
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Pengembangan Komunikasi, Persepsi Bunyi, dan Irama (PKPBI) · Tahun Pelajaran 2026/2027
LKPD — LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK

Tujuan: Peserta didik dapat membaca ujaran kata-kata sederhana dengan mengamati gerakan bibir dan ekspresi wajah.

Alat & bahan: Pensil, kartu gambar ekspresi, kartu kata, cermin kecil

Langkah kerja:

  1. Amati gambar ekspresi wajah di bawah ini dan tuliskan perasaan yang ditunjukkan.
  2. Lihat kartu kata yang diberikan guru. Ucapkan kata itu di depan cermin tanpa suara, perhatikan gerakan bibirmu.
  3. Secara berpasangan, salah satu teman mengucapkan kata dari kartu tanpa suara, teman lainnya menebak dan menuliskannya.
  4. Diskusikan dengan temanmu, apa yang membantu kalian menebak ujaran itu dengan tepat?
  5. Tukar peran dan ulangi langkah 3 dan 4 dengan kata-kata yang berbeda.
Tabel kerja LKPDtabel pengamatan, diisi muridlembar refleksi murid · 2 pertanyaan

🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.

Halaman 6 · Membaca Ujaran — Tunarungu — pratinjau tuntas.org
Lembar 6 · LKPD
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Pengembangan Komunikasi, Persepsi Bunyi, dan Irama (PKPBI) · Tahun Pelajaran 2026/2027
ASESMENStandar Proses — Permendikdasmen 1/2026

Asesmen awal (diagnostik):

  1. Apakah kamu bisa melihat gerakan bibir guru dengan jelas?
  2. Coba tirukan ekspresi wajah senang dan sedih!
  3. Kata apa yang kamu lihat saat guru mengucapkan 'bola' tanpa suara?
  4. Apakah kamu suka melihat gambar-gambar orang berbicara?

Formatif (proses): Observasi guru terhadap partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok dan keakuratan meniru gerakan bibir serta ekspresi wajah.

Sumatif (akhir): Penilaian unjuk kerja peserta didik dalam membaca ujaran kalimat sederhana dalam simulasi percakapan pendek dengan rubrik yang telah ditentukan.

Rubrik KKTP2 kriteria · 4 tingkat ketercapaian
Kunci jawaban6 pilihan ganda + 5 uraian

🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.

Halaman 7 · Membaca Ujaran — Tunarungu — pratinjau tuntas.org
Lembar 7 · Asesmen
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Pengembangan Komunikasi, Persepsi Bunyi, dan Irama (PKPBI) · Tahun Pelajaran 2026/2027
ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)Kurikulum Merdeka
NoTujuan PembelajaranMateriAlokasiDimensi
1Mengidentifikasi gerakan bibir dan ekspresi wajahGerakan bibir dan ekspresi wajah dasar3 JPKomunikasi, Penalaran Kritis
2Meniru gerakan bibir dan ekspresi ujaran sederhanaKata-kata ujaran sederhana3 JPKomunikasi, Kreativitas
3Membaca ujaran kata-kata sederhanaLatihan membaca ujaran berpasangan3 JPKomunikasi, Penalaran Kritis
4Menerapkan strategi membaca ujaran dalam dialog pendekSimulasi percakapan sehari-hari3 JPKomunikasi, Kreativitas
Halaman 8 · Membaca Ujaran — Tunarungu — pratinjau tuntas.org
Lembar 8 · ATP
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Pengembangan Komunikasi, Persepsi Bunyi, dan Irama (PKPBI) · Tahun Pelajaran 2026/2027
BAHAN AJAR

Kemampuan membaca ujaran sangat penting bagi teman-teman Tunarungu. Dengan membaca ujaran, kita bisa memahami apa yang orang lain katakan hanya dengan melihat gerakan bibir dan ekspresi wajahnya. Ini akan membuat kita lebih mudah berkomunikasi dengan semua orang di sekitar kita.

1. Apa itu Membaca Ujaran?
Membaca ujaran (lip reading) adalah kemampuan untuk memahami perkataan orang lain dengan mengamati gerakan bibir, lidah, dan rahang pembicara, serta ekspresi wajah dan bahasa tubuhnya. Ini bukan hanya sekadar melihat bibir, tetapi juga memahami konteks kalimat dan situasi komunikasi. Bagi individu Tunarungu, membaca ujaran adalah salah satu strategi utama untuk berkomunikasi dan berinteraksi sosial.

2. Pentingnya Membaca Ujaran
Membaca ujaran membantu kita mengurangi kesalahpahaman dalam komunikasi. Ketika kita bisa memahami apa yang dikatakan orang lain, kita merasa lebih percaya diri untuk berbicara dan bergabung dalam percakapan. Ini juga membuka banyak kesempatan untuk belajar, berteman, dan berpartisipasi dalam berbagai kegiatan di sekolah maupun di masyarakat. Latihan yang rutin sangat diperlukan untuk meningkatkan kemampuan ini.

3. Gerakan Bibir Dasar
Setiap huruf atau gabungan huruf memiliki gerakan bibir yang khas. Misalnya, saat mengucapkan 'm', 'b', atau 'p', bibir akan bertemu. Saat mengucapkan 'f' atau 'v', bibir bawah akan menyentuh gigi atas. Sedangkan saat mengucapkan 'o' atau 'u', bibir akan membulat. Mengenali pola-pola gerakan bibir ini adalah kunci awal dalam membaca ujaran. Kita bisa berlatih di depan cermin untuk melihat gerakan bibir kita sendiri.

4. Ekspresi Wajah dan Konteks
Selain gerakan bibir, ekspresi wajah dan konteks situasi juga sangat membantu. Ekspresi wajah bisa menunjukkan perasaan pembicara (senang, sedih, marah, terkejut) yang akan memengaruhi makna ujaran. Misalnya, ujaran 'bagus!' dengan senyum akan berbeda maknanya jika diucapkan dengan ekspresi marah. Konteks berarti situasi percakapan, misalnya di kantin akan banyak bicara tentang makanan, di kelas tentang pelajaran.

5. Strategi Membaca Ujaran Efektif
Beberapa strategi yang dapat membantu adalah: 1) Selalu hadapkan wajah ke pembicara, 2) Minta pembicara berbicara dengan jelas dan tidak terlalu cepat, 3) Gunakan isyarat atau tulisan jika masih kesulitan memahami, 4) Perhatikan ekspresi wajah dan bahasa tubuh, 5) Jangan takut bertanya jika tidak mengerti, dan 6) Berlatih secara teratur dengan berbagai orang dan situasi.

6. Latihan Praktis Membaca Ujaran
Untuk meningkatkan kemampuan membaca ujaran, kita bisa melakukan latihan praktis. Mulailah dengan kata-kata sederhana, lalu ke kalimat pendek. Gunakan kartu kata bergambar, tonton video tanpa suara (dengan subtitle untuk validasi), dan berlatih dengan teman atau keluarga. Semakin sering berlatih, otak kita akan semakin terbiasa mengenali pola gerakan bibir dan mengaitkannya dengan makna.

Rangkuman: Membaca ujaran adalah keterampilan penting untuk memahami perkataan orang lain melalui pengamatan gerakan bibir, ekspresi wajah, dan konteks. Dengan mengenali gerakan bibir dasar serta memperhatikan ekspresi dan situasi, kita dapat berkomunikasi lebih baik. Latihan rutin dan strategi yang tepat akan meningkatkan kemampuan membaca ujaran, membuat kita lebih percaya diri dan mandiri dalam berinteraksi sosial.

Halaman 9 · Membaca Ujaran — Tunarungu — pratinjau tuntas.org
Lembar 9 · Bahan Ajar
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Pengembangan Komunikasi, Persepsi Bunyi, dan Irama (PKPBI) · Tahun Pelajaran 2026/2027
GLOSARIUM
IstilahArti
UjaranPerkataan atau ucapan yang dihasilkan oleh mulut.
Ekspresi WajahGerakan otot wajah yang menunjukkan perasaan atau emosi.
KonteksSituasi atau latar belakang yang menyertai suatu kejadian atau percakapan.
ArtikulasiKejelasan pengucapan kata-kata.
VisualBerkaitan dengan penglihatan atau indra penglihatan.
Daftar pustaka5 rujukan

🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.

Halaman 10 · Membaca Ujaran — Tunarungu — pratinjau tuntas.org
Lembar 10 · Glosarium
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Pengembangan Komunikasi, Persepsi Bunyi, dan Irama (PKPBI) · Tahun Pelajaran 2026/2027
PENGESAHAN

Modul ajar "Membaca Ujaran — Tunarungu" mata pelajaran Pengembangan Komunikasi, Persepsi Bunyi, dan Irama (PKPBI) Kelas VII ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.

Mengetahui,
Kepala Sekolah
…………, …………
Guru Mata Pelajaran
( ……………… )
NIP. …………
nama Anda
NIP. …………

Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025

Halaman 11 · Membaca Ujaran — Tunarungu — pratinjau tuntas.org
Lembar 11 · Pengesahan
Geser untuk membuka semuanya · seluruh 11 lembar ini ikut terunduh, tidak ada yang ditahan.

Materi bertanda + dibuatkan begitu Anda ketuk — ±1 menit, langsung jadi Word + PDF ber-kop atas nama Anda. Gratis.

Materi setahun8 materi · siap dibuatkan

8 materi Pengembangan Komunikasi, Persepsi Bunyi, dan Irama (PKPBI) SMPLB, urut mengajar dari Deteksi Ada-Tidaknya Bunyi hingga Pemanfaatan Sisa Pendengaran dengan Alat Bantu Dengar.

Deteksi Ada-Tidaknya BunyiDiskriminasi Bunyi di SekitarIdentifikasi Sumber dan Arah BunyiPersepsi Bunyi Bahasa (Fonem dan Kata)Latihan Irama dan BiramaMembaca UjaranKomunikasi Total dan Bahasa IsyaratPemanfaatan Sisa Pendengaran dengan Alat Bantu Dengar

Pengembangan Komunikasi, Persepsi Bunyi, dan Irama (PKPBI) Kelas VII SMPLB — Fase D

Kelas VII — ditulis juga kelas 7 — di SMPLB berada di Fase D, dan 8 materi Pengembangan Komunikasi, Persepsi Bunyi, dan Irama (PKPBI) setahun terdaftar di peta halaman ini, urut mengajar.

Yang disusun di sini perangkat ajar Pengembangan Komunikasi, Persepsi Bunyi, dan Irama (PKPBI) kelas VII (kelas 7) SMPLB — satu berkas yang di lapangan dipanggil empat nama sekaligus: modul ajar, RPP (istilah resmi sejak Permendikdasmen 1/2026), modul ajar deep learning, dan RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam: kegiatan intinya berkerangka memahami – mengaplikasi – merefleksi (Permendikdasmen 13/2025) dengan 8 Dimensi Profil Lulusan — penerus Profil Pelajar Pancasila — dan capaian pembelajaran Pengembangan Komunikasi, Persepsi Bunyi, dan Irama (PKPBI) kelas VII (kelas 7) SMPLB mengacu Kepka BSKAP 046/H/KR/2025.

Tiap materi di peta atas dapat disusun menjadi modul ajar Pengembangan Komunikasi, Persepsi Bunyi, dan Irama (PKPBI) kelas VII (kelas 7) SMPLB yang lengkap — memuat capaian pembelajaran (CP) Fase D beserta elemennya, ATP, tujuan pembelajaran, langkah kegiatan, LKPD, rubrik KKTP, asesmen awal–formatif–sumatif, bahan ajar, glosarium, dan bank soal — dalam Word (.docx) dan PDF ber-kop tahun pelajaran 2026/2027, atas nama Anda. Satu berkas, bukan berkas yang dikumpulkan satu per satu.

Modul gratis di halaman ini sudah cukup untuk disetor ke sekolah

Ambil dulu yang gratis. Nama dan sekolah Anda langsung tercetak di kopnya.

📥 Ambil yang Gratis DuluTinggal isi nama, sekolah & materi · ±1 menit jadi
✨ Mau lebih lengkap?
+6 lembar

Tiap modul ajar Pengembangan Komunikasi, Persepsi Bunyi, dan Irama (PKPBI) bisa jadi lebih lengkap

Ini 6 lembar tambahannya. Geser untuk lihat 👉

Nama sekolah AndaPengembangan Komunikasi, Persepsi Bunyi, dan Irama (PKPBI) · Kelas VIIPeta Konsep
Membaca Ujaran — TunarunguApa itu Membaca Ujaran?Pentingnya Membaca UjaranGerakan Bibir DasarEkspresi Wajah dan KonteksStrategi Membaca Ujaran Efektif
Dari sub-bab Membaca Ujaran — TunarunguLembar tambahan
Nama sekolah AndaPengembangan Komunikasi, Persepsi Bunyi, dan Irama (PKPBI) · Kelas VIIIce Breaking
Pertemuan 1Pertemuan 2Pertemuan 3… hingga Pertemuan 8
Biar kelas langsung hidupLembar tambahan
Nama sekolah AndaPengembangan Komunikasi, Persepsi Bunyi, dan Irama (PKPBI) · Kelas VIILKPD Tiap Pertemuan
P1P2P3…Temuan / hasil kerjaBukti atau alasanSimpulan
Beda tiap pertemuanLembar tambahan
Nama sekolah AndaPengembangan Komunikasi, Persepsi Bunyi, dan Irama (PKPBI) · Kelas VIIRefleksi Guru & Siswa
GuruKetercapaian tujuan pembelajaranPeserta didik yang perlu pendampinganPeserta didikSaya sudah memahami …Hal yang masih membingungkan …
Tinggal isi habis mengajarLembar tambahan
Nama sekolah AndaPengembangan Komunikasi, Persepsi Bunyi, dan Irama (PKPBI) · Kelas VIIRemedial & Pengayaan
RemedialUntuk yang belum mencapai tujuanPengayaanUntuk yang tuntas lebih awal
Buat yang tertinggal & yang sudah tuntasLembar tambahan
Nama sekolah AndaPengembangan Komunikasi, Persepsi Bunyi, dan Irama (PKPBI) · Kelas VIIProfil Lulusan
KomunikasiPenalaran KritisKreativitas
Sudah dikaitkan ke materi iniLembar tambahan

🎁 Plus perangkat setahun & bonus

Sekali ambil paket, administrasi setahun ikut beres.

Semua paketProta
1Deteksi Ada-Tidaknya Bunyi2Diskriminasi Bunyi di Sekitar3Identifikasi Sumber dan Arah Bunyi4Persepsi Bunyi Bahasa (Fonem dan Kata)5Latihan Irama dan Birama…+3 materi lagi
Setahun penuh, sudah ber-kop
Paket 30 & 60Soal PTS & PAS
Kisi-kisiNaskah soal + kunciKartu soal
Kisi-kisi sampai kartu soal
Paket 30 & 60Administrasi Kelas
Daftar hadir siswaDaftar nilai NH/PTS/PASJurnal agenda
Terisi atas nama Anda
Paket 30 & 60Piagam Siswa
PIAGAMdiberikan kepada
Satu halaman per siswa
Paket 60e-Kinerja
Dokumen kinerja guruPerangkat penilaian
Dokumen kinerja guru
Paket 60Deskripsi Rapor
Nama + nilai ditempelDeskripsi tiap siswa jadi
Penyelamat akhir semester

Tidak wajib kok. Kalau nanti butuh, tinggal ambil paketnya, mulai Rp2.000 per modul.

Pertanyaan Seputar Modul Ajar Pengembangan Komunikasi, Persepsi Bunyi, dan Irama (PKPBI) Kelas VII SMPLB

Apakah modul ajar Pengembangan Komunikasi, Persepsi Bunyi, dan Irama (PKPBI) ini gratis?

Ya. Tiga modul ajar gratis tersedia bertahap dalam Word + PDF tanpa watermark dan atas nama Anda; modul berikutnya terbuka setiap 12 jam.

Kelas VII (kelas 7) SMPLB masuk Fase apa, dan CP serta elemennya yang mana?

Fase D. Kelas VII dan kelas 7 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Modul yang disusun dari halaman ini mencantumkan capaian pembelajaran (CP) Fase D beserta elemennya di bagian identitas, jadi Anda tidak perlu menyalinnya sendiri.

Apa saja materi Pengembangan Komunikasi, Persepsi Bunyi, dan Irama (PKPBI) kelas VII SMPLB?

8 materi, urut mengajar dari Deteksi Ada-Tidaknya Bunyi hingga Pemanfaatan Sisa Pendengaran dengan Alat Bantu Dengar. Seluruhnya terdaftar di peta halaman ini beserta elemen dan tujuan pembelajarannya begitu modulnya disusun.

Apakah ini modul ajar deep learning atau RPM?

Ya — ketiganya dokumen yang sama. Modul di sini disusun dengan pendekatan Pembelajaran Mendalam (Permendikdasmen 13/2025): kegiatan intinya berkerangka memahami – mengaplikasi – merefleksi, sasaran karakternya 8 Dimensi Profil Lulusan, dan sampulnya bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam. Sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam), sebagian RPP deep learning; istilah resminya RPP sejak Permendikdasmen 1/2026.

Bisakah saya meminta materi yang belum ada di daftar?

Bisa. Ketuk materi bertanda + pada daftar di atas — mapel, kelas, dan materinya langsung terbawa, tinggal isi nama dan sekolah Anda.

Apakah ATP, LKPD, dan KKTP-nya ikut, dan bisa langsung diunduh Word atau PDF?

Keduanya, dan langsung. Satu kali susun menghasilkan berkas Word (.docx) yang masih bisa Anda sunting sekaligus PDF siap cetak — keduanya ber-kop sekolah, bertahun pelajaran 2026/2027, dan atas nama Anda, tanpa watermark. Isinya satu perangkat ajar utuh: modul ajar berikut ATP, LKPD, rubrik KKTP, asesmen, bahan ajar, glosarium, dan bank soalnya.

Apakah di sini ada buku siswa atau buku guru Pengembangan Komunikasi, Persepsi Bunyi, dan Irama (PKPBI)?

Tidak. Yang disusun di sini adalah perangkat ajar guru — modul ajar (RPP) beserta ATP, LKPD, asesmen, bahan ajar, dan bank soalnya. Buku siswa dan buku guru diterbitkan kementerian, dan modul di sini dapat dipakai berdampingan dengan buku mana pun yang dipakai sekolah Anda.

Apakah sesuai kurikulum terbaru?

Ya. Semua modul mengikuti Kurikulum Merdeka dengan Pembelajaran Mendalam (Permendikdasmen 13/2025) dan ketentuan terbaru lainnya sesuai jenis sekolah.

Buat sesuai kebutuhanMateri belum tersedia? Buat modul sendiri, gratis.Siap ±1 menit · Word + PDF · langsung atas nama Anda

tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas.