Modul Ajar & RPP Pengembangan Komunikasi, Persepsi Bunyi, dan Irama (PKPBI) Kelas VII
Persepsi Bunyi Bahasa (Fonem dan Kata) — Tunarungu
Modul ajar (RPP) Pengembangan Komunikasi, Persepsi Bunyi, dan Irama (PKPBI) SMPLB kelas VII materi Persepsi Bunyi Bahasa (Fonem dan Kata) — Tunarungu, gratis dalam Word + PDF atas nama Anda: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, bahan ajar. Sesuai Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 Lampiran I-A (Pendidikan Khusus).
Jenjang, mapel, kelas, dan materinya sudah terbawa dari halaman ini. Tinggal nama, sekolah, dan pilih semester-nya.
Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.
✓ Bisa disetor sebagai Rencana Pelaksanaan PembelajaranStandar Proses 1/2026 · ketuk untuk penjelasan
Berkas ini modul ajar, dan di dalamnya sudah termuat RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran): tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen — tiga komponen inti menurut Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses. Modul ajar melengkapinya dengan LKPD, ATP, dan bahan ajar. Jadi bila sekolah Anda meminta RPP, berkas ini sudah memenuhinya.
Bukan Persepsi Bunyi Bahasa (Fonem dan Kata) — Tunarungu yang Anda cari? Materi Pengembangan Komunikasi, Persepsi Bunyi, dan Irama (PKPBI) Kelas VII lainnya:
Lihat peta materi setahun8 materiMateri Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menit| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | Pengembangan Komunikasi, Persepsi Bunyi, dan Irama (PKPBI) |
| Fase / Kelas | D / VII |
| Materi Pokok | Persepsi Bunyi Bahasa (Fonem dan Kata) — Tunarungu |
| Alokasi Waktu | 2 Pertemuan (6 JP: 3 JP × 35 menit = 105 menit per pertemuan) |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning (PBL) + praktik |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Kompetensi awal: Peserta didik telah mampu mendeteksi keberadaan bunyi dan membedakan beberapa bunyi lingkungan sederhana.
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:
- Komunikasi — elemen: Berkomunikasi secara efektif
Peserta didik menyampaikan pemahaman fonem dan kata melalui ujaran, isyarat, atau tulisan dengan jelas dan terstruktur. - Kemandirian — elemen: Merespons dan mengelola diri
Peserta didik mengatur fokus dan konsentrasi dalam membedakan bunyi bahasa serta mengelola respons terhadap stimulus auditori. - Penalaran Kritis — elemen: Menganalisis dan mengevaluasi
Peserta didik membandingkan dan mengidentifikasi perbedaan fonem serta kata yang didengar untuk menemukan makna yang tepat.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 Lampiran I-A (Pendidikan Khusus) |
| Elemen / Domain | Berkomunikasi dan Berinteraksi |
| Rumusan CP Fase | Pada akhir Fase D, peserta didik mampu mengidentifikasi, membedakan, dan merespons berbagai bunyi bahasa (fonem dan kata) dalam konteks komunikasi sehari-hari melalui berbagai modalitas (pendengaran, visual, kinestetik) dengan bimbingan. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Bunyi 'a', 'i', 'u', 'e', 'o' adalah contoh fonem vokal, dan 'ayah', 'buku', 'bola' adalah contoh kata. |
| Konseptual | Fonem adalah unit bunyi terkecil dalam bahasa yang membedakan makna, sementara kata adalah gabungan fonem yang memiliki makna. |
| Prosedural | Langkah-langkah yang dipelajari meliputi mendengarkan, mengidentifikasi, membandingkan, dan menirukan fonem serta kata. |
| Metakognitif | Peserta didik menyadari pentingnya kemampuan membedakan bunyi bahasa untuk memahami pesan dan berkomunikasi secara efektif. |
Tujuan Pembelajaran:
- Melalui pengamatan kartu gambar dan isyarat, peserta didik dapat mengidentifikasi minimal 3 fonem vokal dengan tepat.
- Setelah mendengarkan dan melihat contoh dari guru, peserta didik dapat membedakan minimal 3 pasang fonem minimal (misalnya /b/ dan /p/) dengan bantuan visual.
- Dengan menggunakan kartu kata dan gambar, peserta didik dapat mengaitkan minimal 5 kata benda dengan objek atau tindakan yang sesuai secara mandiri.
- Melalui praktik menirukan ujaran guru, peserta didik dapat mengucapkan minimal 4 kata sederhana dengan artikulasi yang jelas dan intonasi yang sesuai.
- Setelah berdiskusi dalam kelompok kecil, peserta didik dapat menyusun kalimat sederhana menggunakan minimal 3 kata yang telah dipelajari dengan benar.
Pemahaman bermakna: Memahami perbedaan bunyi fonem dan kata membantu peserta didik mengenali, memahami, dan memproduksi ujaran dengan benar, sehingga meningkatkan kualitas komunikasi mereka dalam kehidupan sehari-hari.
Pertanyaan pemantik: "Bagaimana kita tahu kalau suara 'bola' berbeda dengan suara 'pola'?"
| Praktik Pedagogis | Problem Based Learning (PBL) + praktik |
| Lintas Disiplin Ilmu | Bahasa Indonesia: Pengembangan kosa kata dan pemahaman makna kata dalam konteks kalimat sederhana. Seni Budaya: Pengenalan irama dan intonasi dalam ujaran melalui lagu anak-anak atau pantomim sederhana. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua/wali diajak untuk membantu peserta didik mengidentifikasi dan menirukan bunyi kata-kata sederhana di lingkungan rumah sehari-hari. |
| Lingkungan Pembelajaran | Ruang kelas diatur agar peserta didik dapat melihat guru dengan jelas saat berbicara atau mengisyaratkan, dilengkapi dengan kartu gambar, kartu kata, dan papan tulis interaktif. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Pemanfaatan video pendek bersubtitle tentang pengenalan bunyi fonem dan kata, serta aplikasi interaktif pengenalan kosa kata bergambar untuk latihan mandiri. |
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning (PBL) |
| Tujuan Pertemuan 1 | Melalui pengamatan kartu gambar dan isyarat, peserta didik dapat mengidentifikasi minimal 3 fonem vokal dengan tepat. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 20 menit | Ice breaking: Tepuk Kata: Guru menyebutkan satu kata (misalnya 'meja'), peserta didik menepuk tangan satu kali jika kata itu benda, dua kali jika kata itu kegiatan. Jika salah, mereka mengulang.
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 20 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 30 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 15 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 20 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning (PBL) |
| Tujuan Pertemuan 2 | Dengan menggunakan kartu kata dan gambar, peserta didik dapat mengaitkan minimal 5 kata benda dengan objek atau tindakan yang sesuai secara mandiri. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 20 menit | Ice breaking: Tebak Gerakan: Guru membuat gerakan sederhana (misalnya 'makan', 'minum', 'tidur'), peserta didik menebak kata yang sesuai dengan ujaran atau isyarat. Guru bisa juga meminta peserta didik secara bergantian melakukan gerakan.
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 20 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 30 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 15 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 20 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
Tujuan: Peserta didik dapat mencocokkan gambar dengan kata yang tepat dan mengidentifikasi fonem awal pada kata.
Alat & bahan: Pensil, penghapus, kartu gambar, kartu kata, lembar LKPD
Langkah kerja:
- Perhatikan gambar-gambar benda yang ada pada kartu gambar berikut.
- Cocokkan setiap gambar dengan kartu kata yang sesuai, lalu tempelkan di kolom yang tepat pada lembar LKPD.
- Lingkari fonem awal pada setiap kata yang sudah ditempelkan.
- Ucapkan atau isyaratkan setiap kata yang sudah dicocokkan dengan jelas.
- Diskusikan hasil pekerjaanmu dengan teman sekelompok.
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Dapatkah kamu menunjuk gambar 'bola'?
- Bisakah kamu menirukan bunyi 'a'?
- Ketika saya bilang 'susu', apakah kamu tahu apa itu?
- Dapatkah kamu membedakan suara 'kucing' dan 'anjing'?
Formatif (proses): Observasi guru selama kegiatan diskusi kelompok dan presentasi untuk menilai partisipasi, kemampuan identifikasi, dan artikulasi fonem/kata.
Sumatif (akhir): Penilaian performa melalui demonstrasi mencocokkan kartu kata dengan gambar dan mengucapkan kata-kata tersebut dengan jelas.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Mengidentifikasi minimal 3 fonem vokal dengan tepat | Fonem vokal (a, i, u, e, o) | 3 JP | Komunikasi |
| 2 | Membedakan minimal 3 pasang fonem minimal | Fonem minimal (b/p, d/t) | 3 JP | Penalaran Kritis |
| 3 | Mengaitkan minimal 5 kata benda dengan objek | Kata benda sederhana | 3 JP | Kemandirian |
| 4 | Mengucapkan minimal 4 kata sederhana dengan artikulasi jelas | Artikulasi kata | 3 JP | Komunikasi |
Bunyi adalah hal penting dalam komunikasi. Kita mendengar berbagai bunyi setiap hari, termasuk bunyi bahasa. Dalam modul ini, kita akan belajar mengenali dan membedakan bunyi-bunyi bahasa yang paling kecil, yaitu fonem, dan bagaimana fonem-fonem itu membentuk kata. Kemampuan ini akan membantu kita memahami apa yang diucapkan orang lain dan menyampaikan pikiran kita dengan lebih jelas.
1. Apa itu Bunyi Bahasa?
Bunyi bahasa adalah suara yang dihasilkan oleh alat ucap manusia untuk berkomunikasi. Berbeda dengan bunyi lingkungan seperti suara anjing atau klakson mobil, bunyi bahasa memiliki makna dan pola tertentu. Mempelajari bunyi bahasa membantu kita memahami struktur bahasa dan bagaimana kita dapat menggunakannya untuk berbicara atau berisyarat secara efektif. Contoh bunyi bahasa adalah suara 'm' atau 'a'.
2. Mengenal Fonem: Unit Bunyi Terkecil
Fonem adalah unit bunyi terkecil dalam sebuah bahasa yang dapat membedakan makna. Misalnya, dalam bahasa Indonesia, bunyi /b/ dan /p/ adalah fonem karena mengubah makna kata: 'bola' berbeda dengan 'pola'. Fonem tidak memiliki makna sendiri, tetapi sangat penting untuk membedakan kata. Ada dua jenis fonem utama: fonem vokal (a, i, u, e, o) dan fonem konsonan (b, c, d, f, g, dst.).
3. Fonem Vokal: Suara Terbuka
Fonem vokal adalah bunyi bahasa yang dihasilkan tanpa hambatan pada saluran udara. Ada lima fonem vokal utama dalam bahasa Indonesia: /a/, /i/, /u/, /e/, dan /o/. Setiap vokal memiliki posisi lidah dan bentuk mulut yang berbeda saat diucapkan. Contoh: /a/ seperti pada 'ayah', /i/ seperti pada 'ikan', /u/ seperti pada 'ular', /e/ seperti pada 'ember', dan /o/ seperti pada 'obat'. Kita bisa melihat gerakan mulut saat mengucapkan vokal.
4. Fonem Konsonan: Suara Terhambat
Fonem konsonan adalah bunyi bahasa yang dihasilkan dengan adanya hambatan pada saluran udara, baik oleh bibir, lidah, atau gigi. Contoh fonem konsonan adalah /b/, /p/, /m/, /s/, /t/, /k/, dan lain-lain. Konsonan seringkali lebih sulit dibedakan bagi peserta didik tunarungu karena melibatkan getaran dan aliran udara yang tidak selalu terlihat. Contoh: /b/ pada 'buku', /m/ pada 'meja', /s/ pada 'susu'.
5. Dari Fonem Menjadi Kata
Kata adalah gabungan satu atau lebih fonem yang memiliki makna. Ketika fonem-fonem digabungkan, mereka membentuk suku kata, dan suku kata membentuk kata. Contoh: fonem /b/, /u/, /k/, /u/ membentuk kata 'buku'. Penting bagi peserta didik untuk memahami bahwa perubahan satu fonem saja bisa mengubah seluruh makna kata, seperti 'buku' menjadi 'pukul' jika fonem /b/ diganti /p/ di awal.
6. Persepsi Bunyi Kata dalam Kehidupan Sehari-hari
Kemampuan membedakan bunyi fonem dan kata sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. Ini membantu kita memahami perintah, pertanyaan, dan percakapan. Misalnya, ketika seseorang mengatakan 'ambil pensil', kita perlu membedakan bunyi 'pensil' dari 'pensil' agar bisa melakukan tindakan yang benar. Latihan mendengarkan, melihat isyarat, dan menirukan akan sangat membantu meningkatkan kemampuan ini.
Rangkuman: Persepsi bunyi bahasa melibatkan pengenalan fonem (unit bunyi terkecil yang membedakan makna) dan kata (gabungan fonem bermakna). Fonem vokal (a, i, u, e, o) dihasilkan tanpa hambatan, sedangkan fonem konsonan dengan hambatan. Membedakan fonem dan kata sangat penting untuk memahami pesan dan berkomunikasi secara efektif dalam kehidupan sehari-hari, baik melalui ujaran, isyarat, maupun tulisan. Latihan rutin sangat membantu meningkatkan kemampuan ini.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Fonem | Unit bunyi terkecil dalam bahasa yang membedakan makna |
| Vokal | Bunyi bahasa yang dihasilkan tanpa hambatan saluran udara (a, i, u, e, o) |
| Konsonan | Bunyi bahasa yang dihasilkan dengan hambatan saluran udara |
| Kata | Gabungan fonem yang memiliki makna |
| Ujaran | Suara bahasa yang dihasilkan saat berbicara |
| Isyarat | Gerakan tangan atau tubuh untuk berkomunikasi |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Persepsi Bunyi Bahasa (Fonem dan Kata) — Tunarungu" mata pelajaran Pengembangan Komunikasi, Persepsi Bunyi, dan Irama (PKPBI) Kelas VII ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Peta Materi Pengembangan Komunikasi, Persepsi Bunyi, dan Irama (PKPBI) Kelas VII Setahun
Urutan mengajarnya, bukan urutan pencarian. Yang sudah ada tinggal diunduh; yang belum, disusun atas nama Anda — sama-sama gratis.
Semester 1 / Ganjil4 materi · siap dibuatkan
Deteksi Ada-Tidaknya BunyiBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisDiskriminasi Bunyi di SekitarBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisIdentifikasi Sumber dan Arah BunyiBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisSemester 2 / Genap4 materi · siap dibuatkan
Latihan Irama dan BiramaBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisMembaca UjaranBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisKomunikasi Total dan Bahasa IsyaratBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisPemanfaatan Sisa Pendengaran dengan Alat Bantu DengarBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisModul Pengembangan Komunikasi, Persepsi Bunyi, dan Irama (PKPBI) lain yang sudah tersedia
Membaca Ujaran — TunarunguPengembangan Komunikasi, Persepsi Bunyi, dan Irama (PKPBI) Kelas VII SMPLBDeteksi Ada-Tidaknya Bunyi — TunarunguPengembangan Komunikasi, Persepsi Bunyi, dan Irama (PKPBI) Kelas VIII SMPLB[UJIAN pas1]Pengembangan Komunikasi, Persepsi Bunyi, dan Irama (PKPBI) Kelas VIII SMPLB[UJIAN pts1]Pengembangan Komunikasi, Persepsi Bunyi, dan Irama (PKPBI) Kelas VIII SMPLBLihat semua Modul Ajar Pengembangan Komunikasi, Persepsi Bunyi, dan Irama (PKPBI) Kelas VII →Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah ini modul ajar Pengembangan Komunikasi, Persepsi Bunyi, dan Irama (PKPBI) kelas 7 yang saya cari?
Kemungkinan besar ya. Kelas VII dan kelas 7 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Persepsi Bunyi Bahasa (Fonem dan Kata) — Tunarungu pada Pengembangan Komunikasi, Persepsi Bunyi, dan Irama (PKPBI) SMPLB, Fase D, elemen Berkomunikasi dan Berinteraksi.
Modul Persepsi Bunyi Bahasa (Fonem dan Kata) — Tunarungu ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?
Mengikuti program semester sekolah Anda. Pilih Semester 1 atau 2 saat mengunduh; pilihan itu tercetak di lembar identitas modul Persepsi Bunyi Bahasa (Fonem dan Kata) — Tunarungu untuk Pengembangan Komunikasi, Persepsi Bunyi, dan Irama (PKPBI) kelas VII.
Apakah modul ajar Pengembangan Komunikasi, Persepsi Bunyi, dan Irama (PKPBI) materi Persepsi Bunyi Bahasa (Fonem dan Kata) — Tunarungu ini gratis?
Ya. Modul Persepsi Bunyi Bahasa (Fonem dan Kata) — Tunarungu untuk kelas VII SMPLB dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 12 jam.
Bagaimana cara download modul ajar Persepsi Bunyi Bahasa (Fonem dan Kata) — Tunarungu ini dalam Word (.docx) dan PDF?
Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas Pengembangan Komunikasi, Persepsi Bunyi, dan Irama (PKPBI) kelas VII ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Pengembangan Komunikasi, Persepsi Bunyi, dan Irama (PKPBI) kelas VII langsung tersusun atas nama Anda.
Bisakah modul Persepsi Bunyi Bahasa (Fonem dan Kata) — Tunarungu ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Persepsi Bunyi Bahasa (Fonem dan Kata) — Tunarungu dapat Anda sesuaikan dengan murid Pengembangan Komunikasi, Persepsi Bunyi, dan Irama (PKPBI) kelas VII di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
Apakah modul ajar Pengembangan Komunikasi, Persepsi Bunyi, dan Irama (PKPBI) kelas VII ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul Persepsi Bunyi Bahasa (Fonem dan Kata) — Tunarungu ini mengikuti Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 Lampiran I-A (Pendidikan Khusus), pada Fase D untuk kelas VII SMPLB. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi Persepsi Bunyi Bahasa (Fonem dan Kata) — Tunarungu tercantum di lembar identitasnya.
Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?
Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Persepsi Bunyi Bahasa (Fonem dan Kata) — Tunarungu untuk Pengembangan Komunikasi, Persepsi Bunyi, dan Irama (PKPBI) kelas VII di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?
Ada. Modul Persepsi Bunyi Bahasa (Fonem dan Kata) — Tunarungu ini memuat bank soalnya sendiri — 6 pilihan ganda dan 5 uraian beserta kunci jawaban, ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh Pengembangan Komunikasi, Persepsi Bunyi, dan Irama (PKPBI) kelas VII SMPLB berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.
Apakah Prota dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?
Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar Persepsi Bunyi Bahasa (Fonem dan Kata) — Tunarungu beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap Pengembangan Komunikasi, Persepsi Bunyi, dan Irama (PKPBI) kelas VII berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem) ber-kop sekolah tersedia lewat Paket Modul.
Modul Pengembangan Komunikasi, Persepsi Bunyi, dan Irama (PKPBI) ini cocok untuk SMPLB negeri maupun swasta?
Ya. Kop, logo, dan nama SMPLB Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Materi Persepsi Bunyi Bahasa (Fonem dan Kata) — Tunarungu disusun untuk SMPLB dari kurikulum yang sama.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.