SMPLB · Kelas VII · Fase D

Modul Ajar & RPP Pengembangan Komunikasi, Persepsi Bunyi, dan Irama (PKPBI) Kelas VII
Membaca Ujaran — Tunarungu

Modul ajar (RPP) Pengembangan Komunikasi, Persepsi Bunyi, dan Irama (PKPBI) SMPLB kelas VII materi Membaca Ujaran — Tunarungu, gratis dalam Word + PDF atas nama Anda: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, bahan ajar. Sesuai Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 Lampiran II (Pendidikan Khusus).

Sampul modul ajar Pengembangan Komunikasi, Persepsi Bunyi, dan Irama (PKPBI) kelas VII materi Membaca Ujaran — Tunarungu — siap cetak A411 lembar A4✨ Bisa sampai 17 lembar lebih2 pertemuan · siap cetakLKPDATPAsesmenBahan ajarGlosariumWord (.docx) + PDF · atas nama AndaLihat isi lembarnya ↓
Ringkasan: Membaca ujaran adalah keterampilan penting untuk memahami komunikasi lisan melalui gerakan bibir, ekspresi wajah, dan konteks. Pengenalan bentuk bibir vokal dan konsonan, serta pemahaman ekspresi wajah, adalah kunci utama. Latihan rutin di depan cermin, dengan teman, atau melalui video, akan sangat membantu meningkatkan akurasi dan kepercayaan diri dalam berinteraksi sehari-hari.
📥 Unduh dengan Nama & Kop Sekolah Saya — GRATISIsi nama & sekolah dulu · ±1 menit · Word + PDF tanpa watermark

Jenjang, mapel, kelas, dan materinya sudah terbawa dari halaman ini. Tinggal nama, sekolah, dan pilih semester-nya.

Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.

Tanpa iklanTanpa grup WhatsAppTanpa tautan Drive

✓ Bisa disetor sebagai Rencana Pelaksanaan PembelajaranStandar Proses 1/2026 · ketuk untuk penjelasan

Berkas ini modul ajar, dan di dalamnya sudah termuat RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran): tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen — tiga komponen inti menurut Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses. Modul ajar melengkapinya dengan LKPD, ATP, dan bahan ajar. Jadi bila sekolah Anda meminta RPP, berkas ini sudah memenuhinya.

Bukan Membaca Ujaran — Tunarungu yang Anda cari? Materi Pengembangan Komunikasi, Persepsi Bunyi, dan Irama (PKPBI) Kelas VII lainnya:

Lihat peta materi setahun8 materiMateri Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menit
KURIKULUM MERDEKA
✦ DEEP LEARNING · PEMBELAJARAN MENDALAM ✦
MODUL AJAR
Membaca Ujaran — Tunarungu
Pengembangan Komunikasi, Persepsi Bunyi, dan Irama (PKPBI) · Kelas VII · Fase D
DISUSUN OLEHnama Andasekolah AndaTahun Pelajaran 2026/2027
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Pengembangan Komunikasi, Persepsi Bunyi, dan Irama (PKPBI) · Tahun Pelajaran 2026/2027
MODUL AJAR
Membaca Ujaran — Tunarungu
Pengembangan Komunikasi, Persepsi Bunyi, dan Irama (PKPBI) · Fase D · Kelas VII · Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam
A.  IDENTITAS MODULCP: Kepka BSKAP 046/H/KR/2025
Penyusunnama Anda
Satuan Pendidikansekolah Anda
Mata PelajaranPengembangan Komunikasi, Persepsi Bunyi, dan Irama (PKPBI)
Fase / KelasD / VII
Materi PokokMembaca Ujaran — Tunarungu
Alokasi Waktu2 Pertemuan (6 JP: 3 JP × 35 menit = 105 menit per pertemuan)
Tahun Pelajaran2026/2027
Model PembelajaranProblem Based Learning (PBL) + praktik
Bentuk DokumenModul Ajar — memuat RPP

✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.

B.  KOMPONEN INTI8 Dimensi Profil Lulusan

Kompetensi awal: Peserta didik telah memiliki kemampuan dasar dalam mengenal beberapa kata dan frasa sederhana melalui isyarat atau visual.

Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:

  1. Komunikasi — elemen: Berkomunikasi secara efektif
    Peserta didik dapat menyampaikan gagasan dan informasi dengan jelas menggunakan ujaran dan isyarat.
  2. Penalaran Kritis — elemen: Menganalisis dan mengevaluasi
    Peserta didik mampu mengidentifikasi dan menganalisis informasi dari ujaran yang dibaca.
  3. Kemandirian — elemen: Mengembangkan potensi diri
    Peserta didik menunjukkan inisiatif dalam berlatih membaca ujaran untuk meningkatkan kemampuan komunikasi.

Capaian Pembelajaran (CP):

AcuanKepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 Lampiran II (Pendidikan Khusus)
Elemen / DomainPengembangan Komunikasi, Persepsi Bunyi, dan Irama (PKPBI)
Rumusan CP FasePada akhir Fase D, peserta didik mampu menggunakan berbagai bentuk komunikasi (lisan, isyarat, tulisan) untuk berinteraksi dalam berbagai konteks sosial dan akademik sederhana, serta menunjukkan pemahaman terhadap informasi yang disampaikan melalui ujaran atau persepsi bunyi.

Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:

FaktualMembaca ujaran adalah kemampuan memahami pesan yang disampaikan oleh seseorang dengan melihat gerakan bibir dan ekspresi wajahnya.
KonseptualPrinsip dasar membaca ujaran melibatkan kombinasi pengenalan bentuk bibir, konteks kalimat, dan ekspresi wajah untuk memahami makna.
ProseduralPeserta didik akan berlatih mengidentifikasi bentuk bibir dan ekspresi wajah yang sesuai dengan kata atau kalimat yang diucapkan secara langsung atau melalui media video.
MetakognitifPeserta didik menyadari bahwa membaca ujaran adalah keterampilan penting untuk berkomunikasi dan dapat ditingkatkan melalui latihan rutin dan fokus.

Tujuan Pembelajaran:

  1. Melalui pengamatan gerakan bibir dan ekspresi wajah guru, peserta didik dapat mengidentifikasi bentuk ujaran vokal dan konsonan sederhana dengan tepat.
  2. Dengan bantuan kartu kata bergambar, peserta didik dapat menghubungkan gerakan bibir dan ekspresi wajah dengan makna kata yang diujarkan dengan benar.
  3. Melalui simulasi dialog sederhana, peserta didik dapat mempraktikkan membaca ujaran kalimat pendek dalam konteks percakapan sehari-hari dengan lancar.
  4. Dengan menonton video percakapan bersubtitle, peserta didik dapat menganalisis dan mengidentifikasi informasi penting dari ujaran yang dibaca dengan akurat.
  5. Setelah berlatih mandiri, peserta didik mampu menunjukkan kemandirian dalam membaca ujaran berbagai kalimat sederhana dengan percaya diri.
Halaman 2 · Membaca Ujaran — Tunarungu — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Pengembangan Komunikasi, Persepsi Bunyi, dan Irama (PKPBI) · Tahun Pelajaran 2026/2027
B.  KOMPONEN INTI (lanjutan)

Pemahaman bermakna: Membaca ujaran membantu peserta didik memahami apa yang disampaikan orang lain tanpa harus mendengar suara, sehingga meningkatkan kemandirian dalam berkomunikasi dan berinteraksi sosial.

Pertanyaan pemantik: "Bagaimana kita bisa tahu apa yang dikatakan teman meskipun tidak mendengar suaranya?"

C.  DESAIN PEMBELAJARANPermendikdasmen 13/20254 Kerangka Pembelajaran Mendalam
Praktik PedagogisProblem Based Learning (PBL) + praktik
Lintas Disiplin IlmuBahasa Indonesia: Mengidentifikasi makna kata dan kalimat yang dibaca ujaran, serta memperkaya kosakata.
Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK): Mengembangkan koordinasi mata-bibir dan fokus visual yang diperlukan dalam membaca ujaran.
Seni Budaya: Memahami ekspresi wajah dan bahasa tubuh sebagai bagian dari komunikasi non-verbal.
Kemitraan PembelajaranOrang tua atau keluarga berperan sebagai mitra belajar di rumah dengan mengajak peserta didik berlatih membaca ujaran dalam percakapan sehari-hari.
Lingkungan PembelajaranRuang kelas diatur agar peserta didik dapat melihat guru dengan jelas (posisi duduk melingkar atau U), serta tersedia cermin dan kartu visual yang mendukung.
Pemanfaatan Teknologi DigitalPemanfaatan video pendek tanpa suara atau video bersubtitle dari YouTube atau platform edukasi lainnya untuk latihan membaca ujaran dan analisis ekspresi.
Halaman 3 · Membaca Ujaran — Tunarungu — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Pengembangan Komunikasi, Persepsi Bunyi, dan Irama (PKPBI) · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.1  KEGIATAN PEMBELAJARAN — PERTEMUAN 1Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 105 menit · awal 20 · inti 65 · penutup 20
Model PembelajaranProblem Based Learning
Tujuan Pertemuan 1Melalui pengamatan gerakan bibir dan ekspresi wajah guru, peserta didik dapat mengidentifikasi bentuk ujaran vokal dan konsonan sederhana dengan tepat.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)20 menitIce breaking: Tebak Kata Bibir: Guru mengujarkan satu kata tanpa suara, peserta didik menebak kata tersebut dengan melihat gerakan bibir guru. Permainan dilakukan bergantian.
  1. Guru mengucapkan salam, mengajak peserta didik berdoa bersama, dan mengecek kehadiran peserta didik.
  2. Guru menunjukkan gambar orang sedang berbicara dan bertanya 'Apa yang sedang mereka lakukan?' untuk mengaitkan dengan pengalaman peserta didik melihat orang berbicara.
  3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu belajar membaca ujaran dan pertanyaan pemantik 'Bagaimana kita bisa tahu apa yang dikatakan teman meskipun tidak mendengar suaranya?' agar peserta didik sadar tujuan dan proses belajarnya.
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)20 menit
  1. Orientasi pada masalah: Guru menayangkan video pendek tanpa suara yang menampilkan beberapa orang berbicara dengan ekspresi wajah dan gerakan bibir yang jelas, lalu bertanya 'Apa yang kalian lihat dari video ini?' dan 'Bisakah kalian menebak apa yang mereka katakan?'
  2. Guru menjelaskan konsep membaca ujaran sebagai cara memahami komunikasi melalui gerakan bibir dan ekspresi wajah, didukung dengan contoh visual kartu gambar bentuk bibir vokal (a, i, u, e, o) dan konsonan sederhana (m, b, p, f, v).
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)30 menit
  1. Mengorganisasi peserta didik untuk belajar: Guru membagi peserta didik menjadi kelompok kecil (2-3 orang) dan membagikan kartu gambar bentuk bibir serta cermin kecil.
  2. Membimbing penyelidikan: Setiap kelompok berlatih mengidentifikasi bentuk bibir vokal dan konsonan sederhana di depan cermin, kemudian saling menebak ujaran vokal dan konsonan yang diucapkan guru tanpa suara.
  3. Guru berkeliling membimbing setiap kelompok, memberikan umpan balik dan koreksi langsung, serta memastikan peserta didik memahami perbedaan bentuk bibir.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)15 menit
  1. Mengembangkan dan menyajikan hasil karya: Setiap kelompok secara bergantian maju ke depan kelas untuk mendemonstrasikan identifikasi bentuk bibir vokal dan konsonan sederhana yang diujarkan guru, lalu kelompok lain menebak.
  2. Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah: Guru memberikan umpan balik positif dan mengoreksi kesalahan yang masih terjadi, serta mengajak peserta didik berdiskusi tentang kesulitan yang dihadapi saat membaca ujaran.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)20 menit
  1. Guru bersama peserta didik menyimpulkan pentingnya mengamati gerakan bibir dan ekspresi wajah untuk membaca ujaran.
  2. Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif peserta didik dan mengajak mereka untuk terus berlatih membaca ujaran di rumah agar suasana belajar tetap menggembirakan.
  3. Guru memberikan tugas mandiri (melihat gerakan bibir orang tua saat berbicara) dan menutup pelajaran dengan doa.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 4 · Membaca Ujaran — Tunarungu — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Pengembangan Komunikasi, Persepsi Bunyi, dan Irama (PKPBI) · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.2  KEGIATAN PEMBELAJARAN — PERTEMUAN 2Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 105 menit · awal 20 · inti 65 · penutup 20
Model PembelajaranProblem Based Learning
Tujuan Pertemuan 2Dengan bantuan kartu kata bergambar, peserta didik dapat menghubungkan gerakan bibir dan ekspresi wajah dengan makna kata yang diujarkan dengan benar.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)20 menitIce breaking: Siapa Aku?: Guru menunjukkan kartu gambar ekspresi wajah (senang, sedih, marah), peserta didik menirukan ekspresi tersebut dan mencoba mengujarkan kata yang sesuai dengan ekspresi itu (misal: 'Senang!', 'Sedih!').
  1. Guru mengucapkan salam, mengajak peserta didik berdoa bersama, dan mengecek kehadiran peserta didik.
  2. Guru mengulang kembali materi pertemuan sebelumnya tentang identifikasi bentuk bibir vokal dan konsonan, lalu menghubungkannya dengan materi hari ini yaitu membaca ujaran kata dan kalimat sederhana.
  3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu menghubungkan gerakan bibir dan ekspresi wajah dengan makna kata, serta pertanyaan pemantik 'Bagaimana kita bisa tahu arti kata yang diucapkan tanpa suara?' agar peserta didik sadar tujuan dan proses belajarnya.
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)20 menit
  1. Orientasi pada masalah: Guru menayangkan kartu kata bergambar (misal: 'makan', 'minum', 'tidur') dan secara perlahan mengujarkan kata tersebut tanpa suara, meminta peserta didik untuk mencoba menebak maknanya. Guru bertanya 'Apa yang kalian lihat dari bibir dan ekspresi wajah saya? Apa artinya?'
  2. Guru menjelaskan bahwa membaca ujaran tidak hanya melihat gerakan bibir, tetapi juga ekspresi wajah dan konteks untuk memahami makna kata atau kalimat.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)30 menit
  1. Mengorganisasi peserta didik untuk belajar: Guru membagikan kartu kata bergambar dan kartu kalimat sederhana kepada setiap kelompok.
  2. Membimbing penyelidikan: Setiap kelompok berlatih membaca ujaran kata dan kalimat sederhana yang diujarkan oleh guru tanpa suara, kemudian mencocokkan dengan kartu gambar atau kartu kalimat yang sesuai. Guru memberikan contoh ujaran kalimat pendek seperti 'Saya suka apel'.
  3. Guru berkeliling, memberikan bimbingan individual, dan memfasilitasi diskusi dalam kelompok untuk memastikan peserta didik mampu menghubungkan ujaran dengan makna yang tepat.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)15 menit
  1. Mengembangkan dan menyajikan hasil karya: Setiap kelompok mempraktikkan membaca ujaran 3-5 kalimat sederhana secara berpasangan, lalu kelompok lain mencoba mengidentifikasi dan mengulang ujaran tersebut.
  2. Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah: Guru bersama peserta didik mengevaluasi hasil praktik membaca ujaran, memberikan umpan balik konstruktif, dan mengidentifikasi strategi yang efektif dalam membaca ujaran.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)20 menit
  1. Guru bersama peserta didik menyimpulkan bahwa membaca ujaran adalah kombinasi melihat gerakan bibir, ekspresi wajah, dan konteks untuk memahami makna.
  2. Guru memberikan pujian dan apresiasi kepada seluruh peserta didik atas usaha dan kemajuan mereka, menumbuhkan suasana yang menggembirakan.
  3. Guru memberikan tugas rumah untuk berlatih membaca ujaran dengan anggota keluarga dan menutup pelajaran dengan doa.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 5 · Membaca Ujaran — Tunarungu — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Pengembangan Komunikasi, Persepsi Bunyi, dan Irama (PKPBI) · Tahun Pelajaran 2026/2027
LKPD — LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK

Tujuan: Peserta didik dapat mengidentifikasi dan menghubungkan gerakan bibir serta ekspresi wajah dengan kata yang diujarkan.

Alat & bahan: Kartu gambar bentuk bibir, kartu kata bergambar, cermin kecil, alat tulis.

Langkah kerja:

  1. Amati gambar bentuk bibir vokal 'a, i, u, e, o' dan konsonan 'm, b, p' yang ditunjukkan guru.
  2. Coba tirukan bentuk bibir tersebut di depan cermin dan rasakan perbedaannya.
  3. Guru akan mengujarkan kata tanpa suara. Tulis kata yang kamu tebak di kolom 'Kata Tebakan'.
  4. Cocokkan tebakanmu dengan kartu kata bergambar yang disediakan. Lingkari kata yang benar.
  5. Bersama teman kelompokmu, praktikkan membaca ujaran 3 kalimat sederhana dari kartu kalimat.
Tabel kerja LKPDtabel pengamatan, diisi muridlembar refleksi murid · 2 pertanyaan

🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.

Halaman 6 · Membaca Ujaran — Tunarungu — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Pengembangan Komunikasi, Persepsi Bunyi, dan Irama (PKPBI) · Tahun Pelajaran 2026/2027
ASESMENStandar Proses — Permendikdasmen 1/2026

Asesmen awal (diagnostik):

  1. Apakah kamu bisa mengenali beberapa huruf vokal dan konsonan?
  2. Apakah kamu pernah melihat orang berbicara tanpa suara?
  3. Bagaimana cara kamu memahami apa yang dikatakan orang lain jika tidak ada suara?
  4. Apakah kamu sering menggunakan isyarat untuk berkomunikasi?

Formatif (proses): Observasi guru terhadap partisipasi dan kemampuan peserta didik dalam mengidentifikasi bentuk bibir, menghubungkan ujaran dengan makna, dan praktik dialog sederhana.

Sumatif (akhir): Peserta didik mempraktikkan membaca ujaran 5 kalimat pendek yang diujarkan guru tanpa suara, kemudian menuliskan atau mengisyaratkan makna kalimat tersebut.

Rubrik KKTP2 kriteria · 4 tingkat ketercapaian
Kunci jawaban6 pilihan ganda + 5 uraian

🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.

Halaman 7 · Membaca Ujaran — Tunarungu — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Pengembangan Komunikasi, Persepsi Bunyi, dan Irama (PKPBI) · Tahun Pelajaran 2026/2027
ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)Kurikulum Merdeka
NoTujuan PembelajaranMateriAlokasiDimensi
1Mengidentifikasi bentuk ujaran vokal dan konsonan sederhanaBentuk bibir vokal dan konsonan sederhana3 JPKomunikasi
2Menghubungkan gerakan bibir dan ekspresi wajah dengan makna kataGerakan bibir, ekspresi wajah, makna kata3 JPPenalaran Kritis
3Mempraktikkan membaca ujaran kalimat pendekUjaran kalimat pendek, dialog sederhana3 JPKomunikasi, Kemandirian
4Menganalisis informasi dari ujaran yang dibacaInformasi dari video percakapan3 JPPenalaran Kritis
Halaman 8 · Membaca Ujaran — Tunarungu — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Pengembangan Komunikasi, Persepsi Bunyi, dan Irama (PKPBI) · Tahun Pelajaran 2026/2027
BAHAN AJAR

Membaca ujaran adalah kemampuan memahami apa yang disampaikan orang lain dengan melihat gerakan bibir, ekspresi wajah, dan bahasa tubuh mereka. Ini adalah keterampilan penting, terutama bagi teman-teman yang memiliki hambatan pendengaran, untuk dapat berkomunikasi dan berinteraksi dalam berbagai situasi sehari-hari. Mari kita pelajari bersama cara membaca ujaran agar komunikasi kita semakin lancar!

1. Apa Itu Membaca Ujaran?
Membaca ujaran, atau yang juga dikenal sebagai 'lip reading', adalah teknik memahami pesan lisan dengan mengamati gerakan bibir, lidah, rahang, dan ekspresi wajah pembicara. Keterampilan ini sangat membantu individu tunarungu untuk berinteraksi dan memahami percakapan di lingkungan sosial. Ini bukan sekadar menebak, melainkan proses aktif yang melibatkan pengenalan pola visual dan penggunaan konteks untuk menginterpretasi makna. Membaca ujaran membutuhkan konsentrasi tinggi dan latihan yang konsisten.

2. Komponen Penting Membaca Ujaran
Ada tiga komponen utama dalam membaca ujaran: pertama, gerakan bibir yang membentuk bunyi vokal (seperti 'a', 'i', 'u', 'e', 'o') dan konsonan (seperti 'm', 'p', 'b'). Kedua, ekspresi wajah yang memberikan petunjuk tentang emosi atau maksud pembicara (misalnya, senyum saat senang, dahi berkerut saat bingung). Ketiga, konteks percakapan atau situasi yang membantu mempersempit pilihan kata atau makna. Dengan menggabungkan ketiga komponen ini, kita bisa lebih akurat dalam memahami apa yang diujarkan.

3. Mengenali Bentuk Bibir Vokal
Setiap huruf vokal memiliki bentuk bibir yang khas. Misalnya, untuk 'A', bibir akan terbuka lebar. Untuk 'I', bibir akan agak merentang ke samping. Untuk 'U', bibir akan mengerucut ke depan. Untuk 'E', bibir sedikit terbuka dan merentang. Dan untuk 'O', bibir akan membulat. Berlatih di depan cermin dapat membantu kita mengenali dan membedakan bentuk-bentuk bibir ini dengan lebih baik. Pengenalan vokal adalah dasar penting dalam membaca ujaran karena vokal membentuk inti dari setiap suku kata.

4. Mengenali Bentuk Bibir Konsonan Sederhana
Konsonan juga memiliki bentuk bibir yang berbeda-beda. Contohnya, untuk 'M', 'B', dan 'P', bibir akan bertemu dan menutup rapat, meskipun ada sedikit perbedaan dalam tekanan dan pelepasan udaranya. Untuk 'F' dan 'V', gigi atas akan menyentuh bibir bawah. Sedangkan untuk 'S' dan 'Z', bibir akan sedikit terbuka dengan gigi berdekatan. Mengenali konsonan seringkali lebih menantang karena beberapa konsonan memiliki bentuk bibir yang mirip (homophenes).

5. Peran Ekspresi Wajah dan Konteks
Ekspresi wajah adalah petunjuk non-verbal yang sangat kaya. Wajah yang tersenyum menunjukkan kegembiraan, sementara dahi berkerut bisa berarti kebingungan atau kemarahan. Selain itu, konteks percakapan sangat membantu. Jika seseorang berbicara tentang makanan, kita bisa menebak kata-kata yang relevan seperti 'lapar', 'makan', 'minum'. Jika berbicara tentang sekolah, kata-kata yang muncul mungkin 'belajar', 'guru', 'buku'. Menggabungkan semua petunjuk ini akan meningkatkan akurasi membaca ujaran.

6. Tips Latihan Membaca Ujaran
Untuk meningkatkan kemampuan membaca ujaran, ada beberapa tips yang bisa dilakukan. Pertama, berlatihlah di depan cermin untuk mengamati gerakan bibir sendiri. Kedua, minta teman atau keluarga untuk berbicara perlahan dan jelas tanpa suara, lalu coba tebak. Ketiga, tonton video atau film tanpa suara atau dengan subtitle untuk melatih penglihatan. Keempat, fokus pada kata-kata kunci dan konteks kalimat. Kelima, jangan takut untuk bertanya jika tidak yakin, 'Bisa diulang?' atau 'Apa maksudnya?'.

Rangkuman: Membaca ujaran adalah keterampilan penting untuk memahami komunikasi lisan melalui gerakan bibir, ekspresi wajah, dan konteks. Pengenalan bentuk bibir vokal dan konsonan, serta pemahaman ekspresi wajah, adalah kunci utama. Latihan rutin di depan cermin, dengan teman, atau melalui video, akan sangat membantu meningkatkan akurasi dan kepercayaan diri dalam berinteraksi sehari-hari.

Halaman 9 · Membaca Ujaran — Tunarungu — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Pengembangan Komunikasi, Persepsi Bunyi, dan Irama (PKPBI) · Tahun Pelajaran 2026/2027
GLOSARIUM
IstilahArti
Membaca UjaranMemahami pesan lisan dengan melihat gerakan bibir dan ekspresi wajah.
VokalBunyi bahasa yang dihasilkan tanpa hambatan udara, seperti a, i, u, e, o.
KonsonanBunyi bahasa yang dihasilkan dengan hambatan udara di saluran bicara, seperti m, b, p.
Ekspresi WajahGerakan otot wajah yang menunjukkan emosi atau maksud.
KonteksSituasi atau kondisi yang melingkupi suatu peristiwa, membantu memahami makna.
Daftar pustaka5 rujukan

🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.

Halaman 10 · Membaca Ujaran — Tunarungu — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Pengembangan Komunikasi, Persepsi Bunyi, dan Irama (PKPBI) · Tahun Pelajaran 2026/2027
PENGESAHAN

Modul ajar "Membaca Ujaran — Tunarungu" mata pelajaran Pengembangan Komunikasi, Persepsi Bunyi, dan Irama (PKPBI) Kelas VII ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.

Mengetahui,
Kepala Sekolah
…………, …………
Guru Mata Pelajaran
( ……………… )
NIP. …………
nama Anda
NIP. …………

Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025

Halaman 11 · Membaca Ujaran — Tunarungu — pratinjau tuntas.org

11 lembar di atas sudah cukup untuk disetor ke sekolah

Ambil dulu yang gratis. Nama dan sekolah Anda langsung tercetak di kopnya.

📥 Ambil yang Gratis DuluTinggal isi nama & sekolah · ±1 menit jadi
✨ Mau lebih lengkap?
+6 lembarLembar 12–17

Modul Membaca Ujaran — Tunarungu ini bisa jadi 17 lembar lebih

Ini 6 lembar lanjutannya. Geser untuk lihat 👉

Nama sekolah AndaPengembangan Komunikasi, Persepsi Bunyi, dan Irama (PKPBI) · Kelas VIIPeta Konsep
Membaca Ujaran — TunarunguApa Itu Membaca Ujaran?Komponen Penting Membaca UjaranMengenali Bentuk Bibir VokalMengenali Bentuk Bibir Konsonan SederhanaPeran Ekspresi Wajah dan Konteks
Dari sub-bab Membaca Ujaran — TunarunguHalaman 12
Nama sekolah AndaPengembangan Komunikasi, Persepsi Bunyi, dan Irama (PKPBI) · Kelas VIIIce Breaking
Pertemuan 1Pertemuan 2Pertemuan 3… hingga Pertemuan 8
Biar kelas langsung hidupHalaman 13
Nama sekolah AndaPengembangan Komunikasi, Persepsi Bunyi, dan Irama (PKPBI) · Kelas VIILKPD Tiap Pertemuan
P1P2P3…Temuan / hasil kerjaBukti atau alasanSimpulan
Beda tiap pertemuanHalaman 14
Nama sekolah AndaPengembangan Komunikasi, Persepsi Bunyi, dan Irama (PKPBI) · Kelas VIIRefleksi Guru & Siswa
GuruKetercapaian tujuan pembelajaranPeserta didik yang perlu pendampinganPeserta didikSaya sudah memahami …Hal yang masih membingungkan …
Tinggal isi habis mengajarHalaman 15
Nama sekolah AndaPengembangan Komunikasi, Persepsi Bunyi, dan Irama (PKPBI) · Kelas VIIRemedial & Pengayaan
RemedialUntuk yang belum mencapai tujuanPengayaanUntuk yang tuntas lebih awal
Buat yang tertinggal & yang sudah tuntasHalaman 16
Nama sekolah AndaPengembangan Komunikasi, Persepsi Bunyi, dan Irama (PKPBI) · Kelas VIIProfil Lulusan
KomunikasiPenalaran KritisKemandirian
Sudah dikaitkan ke materi iniHalaman 17

🎁 Plus perangkat setahun & bonus

Sekali ambil paket, administrasi setahun ikut beres.

Semua paketProta
1Deteksi Ada-Tidaknya Bunyi2Diskriminasi Bunyi di Sekitar3Identifikasi Sumber dan Arah Bunyi4Persepsi Bunyi Bahasa (Fonem dan Kata)5Latihan Irama dan Birama…+3 materi lagi
Setahun penuh, sudah ber-kop
Paket 30 & 60Soal PTS & PAS
Kisi-kisiNaskah soal + kunciKartu soal
Kisi-kisi sampai kartu soal
Paket 30 & 60Administrasi Kelas
Daftar hadir siswaDaftar nilai NH/PTS/PASJurnal agenda
Terisi atas nama Anda
Paket 30 & 60Piagam Siswa
PIAGAMdiberikan kepada
Satu halaman per siswa
Paket 60e-Kinerja
Dokumen kinerja guruPerangkat penilaian
Dokumen kinerja guru
Paket 60Deskripsi Rapor
Nama + nilai ditempelDeskripsi tiap siswa jadi
Penyelamat akhir semester

Tidak wajib kok. Kalau nanti butuh, tinggal ambil paketnya, mulai Rp2.000 per modul.

Peta Materi Pengembangan Komunikasi, Persepsi Bunyi, dan Irama (PKPBI) Kelas VII Setahun

Urutan mengajarnya, bukan urutan pencarian. Yang sudah ada tinggal diunduh; yang belum, disusun atas nama Anda — sama-sama gratis.

Modul Pengembangan Komunikasi, Persepsi Bunyi, dan Irama (PKPBI) lain yang sudah tersedia

Persepsi Bunyi Bahasa (Fonem dan Kata) — TunarunguPengembangan Komunikasi, Persepsi Bunyi, dan Irama (PKPBI) Kelas VII SMPLBDeteksi Ada-Tidaknya Bunyi — TunarunguPengembangan Komunikasi, Persepsi Bunyi, dan Irama (PKPBI) Kelas VIII SMPLB[UJIAN pas1]Pengembangan Komunikasi, Persepsi Bunyi, dan Irama (PKPBI) Kelas VIII SMPLB[UJIAN pts1]Pengembangan Komunikasi, Persepsi Bunyi, dan Irama (PKPBI) Kelas VIII SMPLBLihat semua Modul Ajar Pengembangan Komunikasi, Persepsi Bunyi, dan Irama (PKPBI) Kelas VII →

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah ini modul ajar Pengembangan Komunikasi, Persepsi Bunyi, dan Irama (PKPBI) kelas 7 yang saya cari?

Kemungkinan besar ya. Kelas VII dan kelas 7 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Membaca Ujaran — Tunarungu pada Pengembangan Komunikasi, Persepsi Bunyi, dan Irama (PKPBI) SMPLB, Fase D, elemen Pengembangan Komunikasi, Persepsi Bunyi, dan Irama (PKPBI).

Modul Membaca Ujaran — Tunarungu ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?

Mengikuti program semester sekolah Anda. Pilih Semester 1 atau 2 saat mengunduh; pilihan itu tercetak di lembar identitas modul Membaca Ujaran — Tunarungu untuk Pengembangan Komunikasi, Persepsi Bunyi, dan Irama (PKPBI) kelas VII.

Apakah modul ajar Pengembangan Komunikasi, Persepsi Bunyi, dan Irama (PKPBI) materi Membaca Ujaran — Tunarungu ini gratis?

Ya. Modul Membaca Ujaran — Tunarungu untuk kelas VII SMPLB dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 12 jam.

Bagaimana cara download modul ajar Membaca Ujaran — Tunarungu ini dalam Word (.docx) dan PDF?

Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas Pengembangan Komunikasi, Persepsi Bunyi, dan Irama (PKPBI) kelas VII ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.

Berapa lama modul ini tersusun?

Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Pengembangan Komunikasi, Persepsi Bunyi, dan Irama (PKPBI) kelas VII langsung tersusun atas nama Anda.

Bisakah modul Membaca Ujaran — Tunarungu ini diedit?

Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Membaca Ujaran — Tunarungu dapat Anda sesuaikan dengan murid Pengembangan Komunikasi, Persepsi Bunyi, dan Irama (PKPBI) kelas VII di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.

Apakah modul ajar Pengembangan Komunikasi, Persepsi Bunyi, dan Irama (PKPBI) kelas VII ini sesuai kurikulum terbaru?

Ya. Modul Membaca Ujaran — Tunarungu ini mengikuti Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 Lampiran II (Pendidikan Khusus), pada Fase D untuk kelas VII SMPLB. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi Membaca Ujaran — Tunarungu tercantum di lembar identitasnya.

Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?

Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Membaca Ujaran — Tunarungu untuk Pengembangan Komunikasi, Persepsi Bunyi, dan Irama (PKPBI) kelas VII di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.

Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?

Ada. Modul Membaca Ujaran — Tunarungu ini memuat bank soalnya sendiri — 6 pilihan ganda dan 5 uraian beserta kunci jawaban, ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh Pengembangan Komunikasi, Persepsi Bunyi, dan Irama (PKPBI) kelas VII SMPLB berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.

Apakah Prota dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?

Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar Membaca Ujaran — Tunarungu beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap Pengembangan Komunikasi, Persepsi Bunyi, dan Irama (PKPBI) kelas VII berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem) ber-kop sekolah tersedia lewat Paket Modul.

Modul Pengembangan Komunikasi, Persepsi Bunyi, dan Irama (PKPBI) ini cocok untuk SMPLB negeri maupun swasta?

Ya. Kop, logo, dan nama SMPLB Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Materi Membaca Ujaran — Tunarungu disusun untuk SMPLB dari kurikulum yang sama.

Semua Modul Ajar Pengembangan Komunikasi, Persepsi Bunyi, dan Irama (PKPBI) SMPLBSemua kelas — pilih materinya, unduh atas nama Anda

tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.