Modul ajar Bahasa Arab MI kelas II materi Peralatan di sekolah lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai SK Dirjen Pendis No. 9941/2025. Unduh Word + PDF atas nama Anda.
Rumusan: Peserta didik Fase A mampu memahami informasi dasar dari teks lisan dan tulisan sederhana terkait tema sehari-hari, termasuk benda-benda di lingkungan sekitar, dengan menunjukkan pemahaman kosakata dan struktur kalimat dasar.
Acuan: SK Dirjen Pendis No. 9941/2025
Kompetensi awal: Peserta didik sudah mengenal beberapa nama benda di lingkungan sekolah dalam bahasa Indonesia.
Pemahaman bermakna: Memahami nama-nama peralatan sekolah dalam Bahasa Arab membantu kita berkomunikasi dan berinteraksi lebih baik di lingkungan madrasah, serta menumbuhkan kecintaan pada ilmu.
Pertanyaan pemantik: Jika kamu ingin meminta pensil kepada temanmu dalam Bahasa Arab, apa yang akan kamu katakan?
Tujuan: Peserta didik mampu mengucapkan lafal nama-nama peralatan sekolah (meja, kursi, buku, pensil, tas) dalam Bahasa Arab dengan benar.
Kegiatan awal: Guru menyapa, berdoa, mengecek kehadiran, dan mengingatkan pentingnya belajar Bahasa Arab. Guru bertanya, "Apa saja benda yang ada di kelas kita?" untuk membangkitkan rasa ingin tahu dan mengaitkan dengan materi. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: mengenal nama-nama benda di sekolah dalam Bahasa Arab.
Memahami: Guru menampilkan gambar-gambar peralatan sekolah (meja, kursi, buku, pensil, tas) lalu mengucapkan namanya dalam Bahasa Arab dengan lafal yang jelas dan berulang (misal: هذا مكتبٌ - Hādhā maktabun - Ini meja). Peserta didik diajak menirukan lafal tersebut.
Mengaplikasi: Guru memperdengarkan rekaman nama benda, peserta didik menunjuk benda yang sesuai di kelas. Dilanjutkan dengan permainan "Tebak Kata" di mana guru menyebutkan nama benda, dan peserta didik mengangkat gambar benda yang benar.
Merefleksi: Guru mengajak peserta didik menyebutkan kembali nama-nama benda yang telah dipelajari. Guru memberikan apresiasi kepada peserta didik yang aktif dan berani mencoba.
Penutup: Peserta didik bersama guru merangkum nama-nama benda yang dipelajari. Guru memberikan pujian atas usaha peserta didik dan mengajak mereka untuk terus semangat belajar Bahasa Arab. Doa penutup.
Tujuan: Peserta didik mampu mengidentifikasi dan menunjuk benda-benda peralatan sekolah yang disebutkan namanya dalam Bahasa Arab.
Kegiatan awal: Guru menyapa, berdoa, dan mengingatkan materi pertemuan sebelumnya (nama-nama peralatan sekolah). Guru mengajukan 'masalah': "Bagaimana cara kita memberitahu teman dari negara lain bahwa ini adalah buku?" untuk memantik penalaran kritis. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: mengidentifikasi benda berdasarkan nama Bahasa Arabnya.
Memahami: Guru membagikan kartu bergambar peralatan sekolah dan kartu bertuliskan nama Bahasa Arabnya. Peserta didik diminta mencocokkan kartu gambar dengan kartu nama yang sesuai, lalu mendiskusikan hasilnya dalam kelompok kecil.
Mengaplikasi: Guru menunjuk beberapa benda di kelas (misal: kursi) dan meminta peserta didik menyebutkan namanya dalam Bahasa Arab. Dilanjutkan dengan permainan "Cari Pasangan", di mana satu peserta didik memegang kartu nama, dan yang lain mencari gambar benda yang cocok.
Merefleksi: Setiap kelompok mempresentasikan hasil pencocokan kartu mereka. Guru memberikan umpan balik dan penguatan terhadap pemahaman peserta didik.
Penutup: Peserta didik bersama guru menyimpulkan cara mengidentifikasi benda berdasarkan nama Bahasa Arabnya. Guru memberikan apresiasi dan motivasi untuk terus berlatih. Doa penutup.
Tujuan: Peserta didik mampu menggunakan kosakata nama peralatan sekolah dalam kalimat sederhana (misal: هذا كتاب).
Kegiatan awal: Guru menyapa, berdoa, dan mengulas materi sebelumnya. Guru menunjukkan sebuah buku dan bertanya, "Dalam Bahasa Arab, benda ini namanya apa? Dan bagaimana cara mengatakannya dalam kalimat sederhana?" untuk menstimulasi pemahaman. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: membuat kartu nama benda dan menggunakannya dalam kalimat sederhana.
Memahami: Guru mendemonstrasikan cara membuat kartu nama benda sederhana dari kertas manila (gambar di satu sisi, tulisan Arab di sisi lain). Guru mencontohkan penggunaan dalam kalimat: "هذا كتابٌ" (Hādhā kitābun - Ini buku).
Mengaplikasi: Peserta didik secara individu atau berpasangan membuat 3-4 kartu nama peralatan sekolah. Kemudian, mereka berlatih saling menunjukkan kartu dan mengucapkan kalimat sederhana menggunakan kartu tersebut di depan kelas atau kelompok kecil.
Merefleksi: Beberapa peserta didik diminta maju ke depan untuk mempresentasikan kartu nama yang mereka buat dan mengucapkan kalimat sederhana. Guru memberikan umpan balik konstruktif dan pujian.
Penutup: Peserta didik merangkum pembelajaran hari ini tentang membuat dan menggunakan kartu nama benda dalam Bahasa Arab. Guru memberikan apresiasi atas karya dan partisipasi aktif peserta didik. Doa penutup.
Proses (formatif): Asesmen formatif dilakukan melalui observasi partisipasi aktif, ketepatan menirukan lafal, dan keaktifan dalam permainan selama pembelajaran.
Akhir (sumatif): Asesmen sumatif berupa tes lisan untuk menyebutkan nama benda dan tes tertulis mencocokkan gambar dengan nama Bahasa Arab.
| Tujuan | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|
| Mengucapkan lafal nama peralatan sekolah | Meja (مكتب), Kursi (كرسي), Buku (كتاب), Pensil (قلم رصاص), Tas (حقيبة) | 2 JP | Kemandirian, Penalaran Kritis |
| Mengidentifikasi benda berdasarkan nama Bahasa Arab | Mencocokkan gambar dengan nama, menunjuk benda | 2 JP | Penalaran Kritis, Komunikasi |
| Menggunakan kosakata dalam kalimat sederhana | Membuat kartu nama, praktik kalimat 'Hādhā ...' | 2 JP | Kemandirian, Kreativitas |
Halo anak-anak hebat! Mari kita belajar Bahasa Arab tentang benda-benda yang ada di sekolah kita. Belajar nama-nama benda dalam Bahasa Arab itu menyenangkan dan membuat kita semakin pintar. Siap untuk berpetualang dengan kosakata baru?
Di kelas kita ada meja untuk menulis dan kursi untuk duduk. Dalam Bahasa Arab, meja disebut 'maktabun' (مكتبٌ) dan kursi disebut 'kursiyyun' (كرسيٌّ). Coba ucapkan 'Hādhā maktabun' (Ini meja) dan 'Hādhā kursiyyun' (Ini kursi). Perhatikan bentuknya dan coba tirukan lafalnya ya.
Buku adalah jendela dunia, tempat kita membaca dan belajar. Pensil adalah alat kita menulis. Dalam Bahasa Arab, buku adalah 'kitābun' (كتابٌ) dan pensil adalah 'qalamun raṣāṣin' (قلم رصاص). Kita bisa berkata 'Hādhā kitābun' (Ini buku) saat memegang buku, dan 'Hādhā qalamun raṣāṣin' (Ini pensil) saat memegang pensil.
Tas adalah tempat kita membawa buku dan alat tulis. Dalam Bahasa Arab, tas disebut 'ḥaqībatun' (حقيبةٌ). Jika kamu membawa tas, kamu bisa berkata 'Hādhā ḥaqībatun' (Ini tas). Perhatikan cara mengucapkannya agar terdengar fasih.
Sekarang, mari kita gabungkan nama benda dengan kata tunjuk 'Hādhā' (ini - untuk benda laki-laki). Contohnya: 'Hādhā maktabun' (Ini meja), 'Hādhā kitābun' (Ini buku). Latihlah terus menerus agar kamu semakin lancar mengucapkan nama-nama benda di sekolah dalam Bahasa Arab.
Rangkuman: Kita sudah belajar nama-nama peralatan sekolah dalam Bahasa Arab: meja (مكتب), kursi (كرسي), buku (كتاب), pensil (قلم رصاص), dan tas (حقيبة). Kita juga belajar menggunakannya dalam kalimat sederhana seperti 'Hādhā kitābun'. Terus berlatih ya agar semakin mahir!
Tujuan: Peserta didik dapat mencocokkan gambar peralatan sekolah dengan nama Bahasa Arabnya dan menyebutkan 3 nama benda.
Alat & bahan: Lembar kerja, pensil warna, gambar peralatan sekolah, kartu nama Bahasa Arab.
| مكتب | Meja |
| كرسي | Kursi |
| كتاب | Buku |
| قلم رصاص | Pensil |
| حقيبة | Tas |
| هذا | Ini (kata tunjuk untuk benda laki-laki) |
Ya. Tiga modul ajar gratis tersedia bertahap dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Bahasa Arab kelas II langsung tersusun atas nama Anda.
Ya. Modul mengikuti SK Dirjen Pendis No. 9941/2025.
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh, ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.