Modul ajar Qur'an Hadis MI kelas I materi Huruf Hijaiah dan Tanda Baca lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai SK Dirjen Pendis No. 9941/2025 tentang Capaian Pembelajaran PAI & Bahasa Arab. Unduh Word + PDF atas nama Anda.
Rumusan: Peserta didik mampu mengenal huruf hijaiah dan tanda bacanya serta melafalkannya dengan tepat, menunjukkan kecintaan pada Al-Qur'an sebagai pedoman hidup.
Acuan: SK Dirjen Pendis No. 9941/2025 tentang Capaian Pembelajaran PAI & Bahasa Arab
Kompetensi awal: Peserta didik mengenal beberapa huruf abjad Latin dan mungkin pernah mendengar lantunan ayat suci Al-Qur'an.
Pemahaman bermakna: Mengenal huruf hijaiah dan tanda bacanya adalah langkah awal yang fundamental untuk dapat membaca Al-Qur'an, yang akan membuka pintu pemahaman terhadap petunjuk hidup dari Allah SWT.
Pertanyaan pemantik: Siapa yang mau tahu rahasia membaca Al-Qur'an, kitab suci kita yang indah?
Tujuan: Peserta didik mampu mengidentifikasi dan melafalkan huruf hijaiah tunggal dengan benar.
Kegiatan awal: Guru menyapa dengan salam dan doa, memeriksa kehadiran, kemudian mengajak peserta didik menyanyikan lagu 'Huruf Hijaiah' untuk membangkitkan semangat. Guru menyampaikan bahwa hari ini kita akan berkenalan dengan 'teman-teman baru' yaitu huruf-huruf Al-Qur'an, dan betapa pentingnya mengenal mereka agar bisa membaca kitab suci kita. Pertanyaan pemantik: 'Ada berapa ya huruf yang dipakai untuk menulis Al-Qur'an?'
Memahami: Peserta didik diajak mengamati kartu-kartu huruf hijaiah bergambar yang ditempel di dinding, lalu guru memperdengarkan rekaman pelafalan huruf hijaiah satu per satu. Peserta didik mencoba menirukan dan mengidentifikasi bentuk huruf yang baru mereka dengar.
Mengaplikasi: Dalam kelompok kecil, peserta didik bermain 'Tebak Huruf', di mana satu anak menunjukkan kartu huruf hijaiah dan teman lain menebak namanya dan melafalkannya. Mereka juga mencoba menjiplak atau meniru bentuk huruf di buku latihan mereka.
Merefleksi: Setiap kelompok menunjukkan 3 huruf hijaiah yang paling mereka suka dan melafalkannya di depan kelas. Guru memberikan umpan balik dan penguatan, memuji keberanian dan usaha mereka. Guru juga mengoreksi pelafalan yang kurang tepat dengan lembut.
Penutup: Bersama-sama, peserta didik dan guru menyimpulkan bahwa ada banyak huruf hijaiah yang harus kita kenali. Guru memberikan apresiasi atas semangat belajar hari ini dan memberikan tugas mewarnai huruf hijaiah di rumah, lalu menutup dengan doa dan senyuman.
Tujuan: Peserta didik mampu mengidentifikasi dan melafalkan tanda baca fathah, kasrah, dan dammah pada huruf hijaiah dengan tepat.
Kegiatan awal: Guru mengawali dengan salam dan doa, memeriksa kehadiran, lalu mengulang sekilas huruf hijaiah yang sudah dipelajari. Guru menyampaikan bahwa hari ini kita akan belajar 'suara' baru untuk huruf-huruf itu, yaitu tanda baca. Guru menunjukkan gambar tanda baca fathah (َ), kasrah (ِ), dan dammah (ُ) dan bertanya 'Ada yang tahu, tanda apa ini?'
Memahami: Guru menjelaskan dan mendemonstrasikan cara melafalkan huruf hijaiah dengan tanda baca fathah, kasrah, dan dammah secara jelas. Guru menggunakan contoh huruf yang sama (misalnya: بَ ba, بِ bi, بُ bu) agar peserta didik fokus pada perubahan bunyi akibat tanda baca.
Mengaplikasi: Peserta didik berpasangan, secara bergantian melafalkan huruf hijaiah yang telah diberi tanda baca fathah, kasrah, dan dammah dari lembar kerja yang dibagikan. Mereka saling menyimak dan mengoreksi pelafalan teman dengan bimbingan guru berkeliling.
Merefleksi: Beberapa pasangan diminta maju untuk mendemonstrasikan pelafalan huruf hijaiah berharakat. Guru memberikan penguatan tentang pentingnya ketelitian dalam melafalkan setiap harakat agar tidak salah makna. Guru juga membahas kesulitan yang ditemukan peserta didik.
Penutup: Peserta didik dan guru menyimpulkan bahwa tanda baca membuat huruf hijaiah punya suara berbeda. Guru memberikan pujian atas kerja keras mereka hari ini dan memberikan tugas 'mencari' huruf berharakat di buku Iqra' atau Al-Qur'an kecil di rumah. Pelajaran ditutup dengan doa dan harapan agar semua semangat terus belajar.
Tujuan: Peserta didik mampu menulis huruf hijaiah tunggal secara sederhana dan menunjukkan sikap percaya diri dalam belajar Al-Qur'an.
Kegiatan awal: Guru menyapa, berdoa, dan mengecek kehadiran. Guru mengajak peserta didik mengingat kembali huruf hijaiah dan tanda baca yang sudah dipelajari. Guru menyampaikan bahwa hari ini kita akan membuat 'buku huruf ajaib' kita sendiri dan menampilkan karya kita. Pertanyaan pemantik: 'Siapa yang mau punya buku huruf hijaiah buatan sendiri?'
Memahami: Guru menunjukkan contoh 'buku huruf hijaiah' sederhana yang berisi huruf hijaiah dan tanda bacanya. Guru menjelaskan langkah-langkah membuat buku mini tersebut, mulai dari melipat kertas, menulis huruf, hingga mewarnainya.
Mengaplikasi: Peserta didik secara individu atau berpasangan membuat 'buku huruf hijaiah' mereka sendiri. Mereka menuliskan huruf hijaiah yang sudah dipelajari dan mencoba menambahkan tanda baca fathah, kasrah, atau dammah. Guru membimbing dan membantu peserta didik yang kesulitan dalam menulis.
Merefleksi: Setiap peserta didik mempresentasikan 'buku huruf hijaiah' mereka di depan kelas, menunjukkan beberapa huruf dan melafalkannya. Guru memberikan apresiasi khusus untuk setiap karya dan usaha mereka, serta memberikan saran perbaikan jika ada. Guru juga menanyakan perasaan mereka setelah berhasil membuat buku sendiri.
Penutup: Bersama-sama, peserta didik dan guru merangkum pentingnya mengenal dan menulis huruf hijaiah. Guru memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas semangat, kreativitas, dan keberanian mereka hari ini. Guru mengingatkan untuk terus berlatih di rumah agar semakin lancar. Pelajaran ditutup dengan doa bersama dan pesan untuk selalu mencintai Al-Qur'an.
Proses (formatif): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok dan praktik melafalkan huruf hijaiah serta tanda baca.
Akhir (sumatif): Penilaian unjuk kerja melafalkan dan menuliskan huruf hijaiah berharakat dari 'buku huruf hijaiah' yang dibuat peserta didik.
| Tujuan | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|
| Mengidentifikasi huruf hijaiah tunggal | Pengenalan bentuk dan nama huruf hijaiah | 2 JP | keimanan dan ketakwaan, komunikasi |
| Melafalkan huruf hijaiah tunggal | Praktik pelafalan huruf hijaiah | 2 JP | keimanan dan ketakwaan, kreativitas |
| Mengidentifikasi dan melafalkan tanda baca (fathah, kasrah, dammah) | Pengenalan dan praktik harakat | 2 JP | keimanan dan ketakwaan, komunikasi |
Adik-adik yang shalih dan shalihah, mari kita mulai petualangan seru belajar membaca Al-Qur'an! Kita akan berkenalan dengan huruf-huruf istimewa yang disebut huruf hijaiah dan tanda bacanya. Dengan mengenal mereka, kita akan semakin dekat dengan Al-Qur'an, kitab suci yang penuh petunjuk dari Allah SWT. Siap?
Huruf hijaiah adalah huruf-huruf yang digunakan untuk menulis Al-Qur'an dan bahasa Arab. Ada 29 huruf hijaiah yang memiliki bentuk dan nama yang unik. Contohnya, ada huruf ا (alif), ب (ba'), ت (ta'), ث (tsa'), dan seterusnya. Setiap huruf ini memiliki cara pelafalan yang khas. Mengenali bentuk dan nama setiap huruf adalah langkah pertama yang sangat penting dalam belajar membaca Al-Qur'an. Yuk, kita kenali satu per satu!
Setiap huruf hijaiah memiliki 'suara' atau cara pelafalan yang berbeda. Misalnya, huruf ا dibaca 'a', huruf ب dibaca 'ba', dan huruf ت dibaca 'ta'. Penting sekali untuk melafalkan setiap huruf dengan jelas dan tepat agar tidak salah arti ketika membaca Al-Qur'an. Kita akan berlatih menirukan pelafalan yang benar dari guru atau rekaman audio. Ingat, jangan malu untuk mencoba dan bertanya jika ada yang sulit.
Tanda baca dalam Al-Qur'an disebut harakat. Salah satu harakat yang akan kita pelajari adalah fathah (َ). Fathah adalah garis kecil di atas huruf yang membuat huruf tersebut berbunyi 'a'. Contohnya, jika huruf ب diberi tanda fathah, maka dibaca بَ (ba). Jika huruf ت diberi fathah, dibaca تَ (ta). Fathah selalu mengubah bunyi huruf menjadi akhiran 'a'.
Harakat berikutnya adalah kasrah (ِ). Kasrah adalah garis kecil di bawah huruf yang membuat huruf tersebut berbunyi 'i'. Contohnya, jika huruf ب diberi tanda kasrah, maka dibaca بِ (bi). Jika huruf ت diberi kasrah, dibaca تِ (ti). Kasrah selalu mengubah bunyi huruf menjadi akhiran 'i'. Mari kita bedakan dengan bunyi fathah.
Yang terakhir adalah dammah (ُ). Dammah adalah tanda seperti huruf waw kecil di atas huruf yang membuat huruf tersebut berbunyi 'u'. Contohnya, jika huruf ب diberi tanda dammah, maka dibaca بُ (bu). Jika huruf ت diberi dammah, dibaca تُ (tu). Dammah selalu mengubah bunyi huruf menjadi akhiran 'u'. Dengan tiga tanda baca ini, kita bisa membuat banyak bunyi dari huruf hijaiah!
Selain mengenali dan melafalkan, kita juga akan belajar menulis huruf hijaiah. Menulis huruf hijaiah memiliki arah yang berbeda dengan menulis huruf Latin, yaitu dari kanan ke kiri. Kita akan mulai dengan menjiplak dan meniru bentuk huruf satu per satu. Latihan menulis akan membantu kita mengingat bentuk huruf dengan lebih baik dan melatih motorik halus tangan kita. Menulis dengan rapi akan membuat kita bangga dengan hasil karya kita.
Rangkuman: Huruf hijaiah adalah dasar membaca Al-Qur'an, dan ada 29 huruf yang harus kita kenali. Tanda baca seperti fathah (َ), kasrah (ِ), dan dammah (ُ) akan memberikan 'suara' pada huruf-huruf tersebut, yaitu 'a', 'i', dan 'u'. Dengan berlatih melafalkan dan menulis, kita akan semakin mahir dan siap untuk membaca kitab suci kita, Al-Qur'an Karim!
Tujuan: Peserta didik dapat mengidentifikasi dan melafalkan huruf hijaiah tunggal serta tanda bacanya.
Alat & bahan: Lembar kerja, pensil, pensil warna, kartu huruf hijaiah, kartu tanda baca
| Hijaiah | Huruf-huruf dasar dalam abjad Arab yang digunakan untuk menulis Al-Qur'an. |
| Harakat | Tanda baca dalam tulisan Arab yang menunjukkan bunyi vokal (fathah, kasrah, dammah). |
| Fathah (َ) | Tanda baca garis di atas huruf yang membuat bunyi 'a'. |
| Kasrah (ِ) | Tanda baca garis di bawah huruf yang membuat bunyi 'i'. |
| Dammah (ُ) | Tanda baca seperti waw kecil di atas huruf yang membuat bunyi 'u'. |
Ya. Tiga modul ajar gratis tersedia bertahap dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Qur'an Hadis kelas I langsung tersusun atas nama Anda.
Ya. Modul mengikuti SK Dirjen Pendis No. 9941/2025 tentang Capaian Pembelajaran PAI & Bahasa Arab.
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh, ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.