tuntas.orgBuat Modul Ajar →
BerandaModul Ajar SDBahasa Indonesia › Aku Sudah Besar
SD · Kelas IV · Fase B

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas IV
Aku Sudah Besar

Modul ajar Bahasa Indonesia SD kelas IV materi Aku Sudah Besar lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Keputusan Kepala BSKAP No. 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah. Unduh Word + PDF atas nama Anda.

Sampul modul ajar Bahasa Indonesia kelas IV materi Aku Sudah Besar
Ringkasan: Tumbuh besar membawa perubahan fisik dan kemampuan baru. Mandiri berarti mampu melakukan sesuatu tanpa bergantung penuh pada orang lain. Banyak kegiatan mandiri bisa dilakukan, seperti merapikan barang atau membantu di rumah. Kemandirian membuat kita bangga, percaya diri, dan bertanggung jawab, serta disukai orang tua. Teruslah berlatih mandiri untuk menjadi anak hebat.
Model: Project-Based Learning (PjBL) + PraktikDimensi: kemandirian, komunikasi, kreativitasWord + PDF
Buat & Unduh Modul Ini — GRATISBahasa Indonesia · Aku Sudah Besar · atas nama Anda

1 Capaian Pembelajaran

Rumusan: Peserta didik mampu berbicara dengan santun tentang berbagai topik yang dikenali, menyampaikan gagasan secara lisan dengan bantuan visual, dan berpartisipasi aktif dalam diskusi kelompok.

Acuan: Keputusan Kepala BSKAP No. 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah

Kompetensi awal: Peserta didik mampu menceritakan pengalaman pribadi dengan kalimat sederhana.

Pemahaman bermakna: Menjadi besar berarti memiliki kemampuan dan tanggung jawab lebih, yang bisa membuat kita bangga dan berani mencoba hal baru secara mandiri.

Pertanyaan pemantik: Menurutmu, apa saja tanda-tanda kalau kamu sudah semakin besar?

2 Tujuan Pembelajaran

3 Kegiatan Pembelajaran (3 Pertemuan)

Pertemuan 1 — Discovery Learning

Tujuan: Mengidentifikasi ciri-ciri fisik dan kemampuan yang menunjukkan diri sudah besar.

Kegiatan awal: Peserta didik menyapa, berdoa, dan memeriksa kehadiran. Guru menampilkan gambar anak-anak dengan berbagai aktivitas. Guru bertanya, 'Apa saja yang bisa kalian lakukan sekarang yang dulu tidak bisa?' Guru menyampaikan tujuan belajar hari ini tentang mengenali tanda-tanda 'Aku Sudah Besar' dan bagaimana kita akan melakukannya.

Memahami: Peserta didik mengamati gambar dan berdiskusi kelompok tentang ciri-ciri fisik (misal: tinggi badan, berat badan) dan kemampuan baru (misal: memakai baju sendiri, membantu ibu) yang menandakan mereka sudah besar. Mereka mencatat hasil pengamatan dan diskusi di lembar kerja.

Mengaplikasi: Setiap kelompok membuat daftar 'Aku Bisa Melakukan Sendiri' dan 'Aku Perlu Bantuan' berdasarkan pengalaman pribadi. Mereka berbagi cerita singkat tentang salah satu kemampuan mandiri yang paling dibanggakan kepada kelompok lain.

Merefleksi: Perwakilan kelompok mempresentasikan daftar mereka. Guru memberikan umpan balik positif dan menguatkan konsep kemandirian. Peserta didik diajak menyimpulkan bersama apa saja tanda-tanda 'Aku Sudah Besar'.

Penutup: Guru mengajak peserta didik menyanyikan lagu 'Aku Anak Mandiri'. Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif dan mengingatkan untuk terus berlatih mandiri di rumah. Doa penutup.

Pertemuan 2 — Problem-Based Learning

Tujuan: Menceritakan pengalaman melakukan kegiatan mandiri dengan runtut dan percaya diri serta menyusun teks deskripsi sederhana tentang kegiatan mandiri yang sudah dilakukan.

Kegiatan awal: Peserta didik menyapa, berdoa, dan memeriksa kehadiran. Guru mengingatkan kembali materi sebelumnya tentang tanda-tanda sudah besar. Guru memutar video pendek tentang anak yang sedang mencoba melakukan sesuatu sendiri. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu menyusun dan menceritakan pengalaman mandiri.

Memahami: Peserta didik secara individu memilih satu pengalaman mandiri yang paling berkesan. Mereka membuat kerangka cerita sederhana (awal-tengah-akhir) tentang pengalaman tersebut, dengan fokus pada apa yang dilakukan, bagaimana perasaannya, dan apa hasilnya.

Mengaplikasi: Peserta didik menulis teks deskripsi singkat (3-5 kalimat) berdasarkan kerangka cerita yang sudah dibuat. Mereka saling bertukar tulisan dengan teman sebangku untuk mendapatkan masukan dan perbaikan, terutama tentang keruntutan dan kejelasan cerita.

Merefleksi: Beberapa peserta didik membacakan cerita mereka di depan kelas. Guru dan teman-teman memberikan apresiasi dan masukan konstruktif tentang cara bercerita yang baik. Guru menyoroti pentingnya detail dan perasaan dalam cerita.

Penutup: Guru memberikan pujian atas keberanian peserta didik dalam berbagi cerita. Guru menugaskan peserta didik untuk mempersiapkan diri mempresentasikan cerita mereka dengan lebih menarik di pertemuan berikutnya. Doa penutup.

Pertemuan 3 — Project-Based Learning

Tujuan: Mempresentasikan hasil karya cerita mandiri dengan ekspresi yang jelas dan menarik.

Kegiatan awal: Peserta didik menyapa, berdoa, dan memeriksa kehadiran. Guru mengulas singkat materi sebelumnya tentang menulis cerita mandiri. Guru menjelaskan bahwa hari ini adalah 'Hari Cerita Mandiri', di mana setiap orang akan mempresentasikan karyanya. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan penilaian yang akan dilakukan.

Memahami: Peserta didik membentuk kelompok kecil untuk saling berlatih presentasi cerita mandiri mereka. Mereka memberikan masukan satu sama lain tentang intonasi, ekspresi, dan penggunaan alat bantu sederhana (misal: gambar, benda kecil) jika ada.

Mengaplikasi: Setiap peserta didik mempresentasikan cerita mandiri mereka di depan kelas. Mereka boleh menggunakan alat bantu visual sederhana atau gerakan tubuh untuk membuat presentasi lebih hidup. Guru dan teman-teman lain mendengarkan dengan seksama dan siap memberikan apresiasi.

Merefleksi: Setelah semua presentasi, guru memimpin diskusi refleksi: 'Apa yang kamu rasakan saat bercerita?' 'Apa yang kamu pelajari dari cerita temanmu?' Guru memberikan umpan balik umum tentang kekuatan presentasi dan area yang bisa ditingkatkan. Guru menguatkan rasa percaya diri dan apresiasi terhadap kemandirian.

Penutup: Guru memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh peserta didik atas keberanian dan kreativitas mereka. Guru menyimpulkan bahwa menjadi besar itu menyenangkan karena banyak hal baru yang bisa dilakukan sendiri. Doa penutup dan pesan agar terus semangat belajar.

4 Asesmen

Proses (formatif): Observasi saat diskusi kelompok, penilaian tulisan cerita mandiri, dan umpan balik saat latihan presentasi.

Akhir (sumatif): Penilaian presentasi cerita mandiri menggunakan rubrik dan penilaian tes tertulis tentang pemahaman kemandirian.

5 Alur Tujuan Pembelajaran

TujuanMateriAlokasiDimensi
Mengidentifikasi ciri-ciri fisik dan kemampuan yang menunjukkan diri sudah besar.Tanda-tanda pertumbuhan dan kemandirian.2 JPkemandirian, penalaran kritis
Menceritakan pengalaman melakukan kegiatan mandiri dengan runtut dan percaya diri.Pengalaman mandiri dan cara bercerita.2 JPkomunikasi, kemandirian
Menyusun teks deskripsi sederhana dan mempresentasikannya.Menulis deskripsi dan presentasi efektif.2 JPkreativitas, komunikasi

6 Bahan Ajar & Ringkasan Materi

Selamat pagi, anak-anak hebat! Pernahkah kalian merasa bahwa kalian sudah semakin besar dan bisa melakukan banyak hal sendiri? Dulu mungkin kalian perlu bantuan orang tua untuk memakai baju atau merapikan mainan, tapi sekarang? Wah, pasti sudah banyak yang bisa dilakukan sendiri, ya! Mari kita cari tahu lebih banyak tentang serunya menjadi anak yang sudah besar dan mandiri.

Tanda-tanda Aku Sudah Besar

Saat kita tumbuh besar, ada banyak perubahan yang terjadi pada diri kita. Badan kita menjadi lebih tinggi dan berat, pakaian yang dulu muat sekarang mungkin sudah sempit. Selain itu, ada juga perubahan pada kemampuan kita. Dulu mungkin kita tidak bisa mengikat tali sepatu sendiri, tapi sekarang sudah bisa. Dulu kita perlu ditemani saat ke kamar mandi, sekarang sudah berani sendiri. Perubahan-perubahan ini adalah tanda bahwa kita sudah semakin dewasa dan siap untuk melakukan lebih banyak hal secara mandiri. Setiap orang tumbuh dengan kecepatan yang berbeda, jadi tidak perlu khawatir jika temanmu lebih tinggi atau lebih cepat bisa sesuatu darimu. Yang penting, kita terus belajar dan mencoba.

Apa Itu Mandiri?

Mandiri artinya kita bisa melakukan sesuatu tanpa selalu bergantung pada bantuan orang lain. Contohnya, saat kamu bangun tidur, kamu bisa merapikan tempat tidurmu sendiri. Saat selesai bermain, kamu bisa membereskan mainanmu sendiri. Saat makan, kamu bisa makan tanpa disuapi. Mandiri bukan berarti tidak boleh meminta bantuan sama sekali, ya. Kadang kita tetap perlu bantuan, misalnya saat mengangkat barang yang berat atau saat tidak tahu cara mengerjakan tugas. Namun, kemandirian mengajarkan kita untuk mencoba dulu semampu kita sebelum meminta bantuan. Ini membuat kita menjadi anak yang tangguh dan bertanggung jawab.

Kegiatan Mandiri yang Bisa Aku Lakukan

Ada banyak sekali kegiatan mandiri yang bisa kamu lakukan setiap hari. Di rumah, kamu bisa membantu orang tua mencuci piring, menyapu lantai, atau menyiram tanaman. Di sekolah, kamu bisa menyiapkan buku pelajaran sendiri, merapikan meja belajar, atau mengerjakan tugas tanpa menyontek. Bahkan, memilih pakaian yang akan dipakai hari ini juga merupakan contoh kemandirian, lho! Setiap kali kamu melakukan sesuatu sendiri, kamu sedang melatih dirimu menjadi lebih hebat dan percaya diri. Ingat, mulailah dari hal-hal kecil yang mudah kamu lakukan, lalu perlahan tingkatkan ke hal yang lebih menantang.

Manfaat Menjadi Anak Mandiri

Menjadi anak yang mandiri punya banyak manfaat. Pertama, kamu akan merasa bangga pada dirimu sendiri karena sudah bisa melakukan banyak hal. Kedua, kamu akan lebih percaya diri untuk mencoba hal-hal baru. Ketiga, orang tuamu pasti akan sangat senang dan bangga melihatmu. Keempat, kamu belajar bertanggung jawab atas tindakanmu sendiri. Kelima, kamu akan lebih siap menghadapi berbagai tantangan di masa depan. Jadi, jangan takut untuk mencoba melakukan sesuatu sendiri. Setiap usaha adalah langkah menuju kemandirian yang lebih baik. Mari kita jadi anak-anak Indonesia yang mandiri dan hebat!

Rangkuman: Tumbuh besar membawa perubahan fisik dan kemampuan baru. Mandiri berarti mampu melakukan sesuatu tanpa bergantung penuh pada orang lain. Banyak kegiatan mandiri bisa dilakukan, seperti merapikan barang atau membantu di rumah. Kemandirian membuat kita bangga, percaya diri, dan bertanggung jawab, serta disukai orang tua. Teruslah berlatih mandiri untuk menjadi anak hebat.

7 LKPD — Lembar Kerja Peserta Didik

Tujuan: Peserta didik mampu mengidentifikasi dan menuliskan kegiatan mandiri yang sudah mereka lakukan.

Alat & bahan: Pensil, kertas LKPD, alat warna

  1. Amati gambar-gambar kegiatan anak mandiri yang diberikan guru.
  2. Tuliskan 3 kegiatan yang sudah bisa kamu lakukan sendiri di rumah atau di sekolah.
  3. Ceritakan salah satu kegiatan mandiri tersebut secara singkat di depan kelompokmu.
  4. Warnai gambar kegiatan mandiri yang paling kamu sukai di LKPD.

8 Glosarium

MandiriMampu melakukan sesuatu sendiri tanpa bantuan orang lain.
Tanggung jawabKewajiban untuk menyelesaikan tugas atau menanggung akibat dari perbuatan.
Percaya diriKeyakinan pada kemampuan diri sendiri.
EkspresiUngkapan perasaan melalui wajah atau suara.

9 Materi Bahasa Indonesia Terkait

BAB 1 SUDAH BESARBahasa Indonesia Kelas IV SD
Pelajari BAB 1 SUDAH BESAR →
Bertukar dan MembayarBahasa Indonesia Kelas IV SD
Pelajari Bertukar dan Membayar →
Ide Pokok dan Informasi PentingBahasa Indonesia Kelas IV SD
Pelajari Ide Pokok dan Informasi Penting →
Kalimat transitif dan intransitifBahasa Indonesia Kelas IV SD
Pelajari Kalimat transitif dan intransitif →
MEMAKNAI TEKS NARASI,KALIMAT TRANSITIF,INTRANSITIF ,MAKNA KOSA KATA MEMAHAMI KOSA KATA BARBahasa Indonesia Kelas IV SD
Pelajari MEMAKNAI TEKS NARASI,KALIMAT TRANSITIF,INTRANSITIF ,MAKNA KOSA KATA MEMAHAMI KOSA KATA BAR →
PantunBahasa Indonesia Kelas IV SD
Pelajari Pantun →

10 Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah modul ajar Bahasa Indonesia Aku Sudah Besar ini gratis?

Ya. Tiga modul ajar gratis tersedia bertahap dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.

Berapa lama modul ini tersusun?

Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Bahasa Indonesia kelas IV langsung tersusun atas nama Anda.

Apakah sesuai kurikulum terbaru?

Ya. Modul mengikuti Keputusan Kepala BSKAP No. 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah.

Bisakah hasilnya diedit?

Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh, ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.

Buat Modul Ajar Lain — GRATISIsi nama & materi, selesai ±1 menit

tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.