Modul Ajar & RPP IPAS Kelas V
Sifat bunyi dan telinga
Sudah jadi 11 lembar, tinggal tulis nama Anda ✍️
🎁 100% GRATIS · unduh Word + PDF tanpa bayar
Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.
TERBARUTP 2026/2027Rumus 8-3-3-4Pembelajaran Mendalam
- 8Dimensi Profil Lulusan: keimanan & ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, komunikasi
- 3Prinsip Pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan
- 3Pengalaman Belajar: memahami, mengaplikasi, merefleksi
- 4Kerangka Pembelajaran: praktik pedagogis, kemitraan, lingkungan, pemanfaatan digital
📜 Dasar: Permendikdasmen 13/2025 · Standar Proses 1/2026 · CP 046/H/KR/2025 jo. 020/2026
“Lebih fleksibel, mempersingkat waktu, dan jelas.”
Isi modul ini
Di bawah ini 11 lembar A4 pertama, persis seperti yang terunduh. Nama & tema yang Anda pilih di atas sudah terpasang.


| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | IPAS |
| Fase / Kelas | C / V |
| Materi Pokok | Sifat bunyi dan telinga |
| Alokasi Waktu | 2 pertemuan |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Pendekatan | Pembelajaran Mendalam |
| Model Pembelajaran | Discovery Learning, Project-Based Learning, dan Praktik Mandiri |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Identifikasi Peserta Didik:
| Kesiapan belajar (kompetensi awal) | Peserta didik mengetahui bahwa bunyi dihasilkan oleh benda yang bergetar dan dapat mendengar berbagai suara di sekitarnya. |
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:
- Penalaran Kritis — mengolah informasi, menganalisis, dan menarik simpulan secara logis
- Kreativitas — menghasilkan gagasan dan karya yang orisinal serta bermanfaat
- Kolaborasi — bekerja sama secara efektif untuk mencapai tujuan bersama
🔒 Elemen tiap dimensi beserta wujudnya pada materi ini tersedia di Paket Lengkap.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | Keputusan Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Nomor 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah |
| Elemen / Domain | Pemahaman IPAS |
| Rumusan CP Fase | Peserta didik mengidentifikasi sifat-sifat bunyi dan kaitannya dengan indra pendengaran, serta dapat menerapkan pengetahuan ini dalam kehidupan sehari-hari. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Bunyi dihasilkan oleh getaran, merambat melalui medium, dan dapat dipantulkan atau diserap. |
| Konseptual | Konsep dasar bunyi mencakup sumber bunyi, medium perambatan, sifat-sifat bunyi (pemantulan, penyerapan), serta mekanisme kerja telinga sebagai indra pendengar. |
| Prosedural | Peserta didik akan melakukan percobaan untuk membuktikan sifat-sifat bunyi dan mengidentifikasi bagian-bagian telinga serta fungsinya. |
| Metakognitif | Peserta didik menyadari bagaimana pemahaman tentang bunyi dan telinga membantu mereka memahami dunia sekitar dan melindungi indra pendengaran mereka. |
Tujuan Pembelajaran:
- Menganalisis sumber bunyi dan medium perambatan bunyi melalui percobaan sederhana.
- Mengidentifikasi sifat-sifat bunyi (merambat, dipantulkan, diserap) melalui eksplorasi dan percobaan.
- Menjelaskan bagian-bagian telinga dan fungsinya sebagai indra pendengaran.
- Merancang dan membuat model sederhana yang menunjukkan salah satu sifat bunyi.
- Menerapkan cara menjaga kesehatan telinga dalam kehidupan sehari-hari.
Pemahaman bermakna: Memahami sifat-sifat bunyi dan cara kerja telinga membantu kita menghargai bagaimana suara memperkaya pengalaman hidup dan pentingnya menjaga kesehatan indra pendengaran.
Pertanyaan pemantik: "Mengapa kita bisa mendengar suara teman memanggil dari kejauhan, tetapi tidak bisa mendengar suara bisikan dari jarak yang sama?"
| Praktik Pedagogis | Discovery Learning, Project-Based Learning, dan Praktik Mandiri |
| Lintas Disiplin Ilmu | Bahasa Indonesia: Menulis laporan percobaan dan presentasi hasil temuan secara lisan. Seni Budaya: Membuat alat musik sederhana atau model yang estetis dalam menunjukkan sifat bunyi. Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan: Memahami dampak kebisingan terhadap kesehatan telinga dan cara mencegahnya. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua dapat diajak untuk mendiskusikan pentingnya menjaga kesehatan telinga di rumah dan menunjukkan contoh-contoh sumber bunyi di lingkungan sekitar. |
| Lingkungan Pembelajaran | Ruangan kelas yang mendukung praktik dan diskusi kelompok, serta area di luar kelas yang aman untuk menguji perambatan bunyi (misalnya, lapangan sekolah). |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Pemanfaatan video edukasi dari YouTube tentang cara kerja telinga dan animasi sifat-sifat bunyi, serta penggunaan aplikasi simulasi sederhana jika memungkinkan. |
| Model Pembelajaran | Discovery Learning |
| Tujuan Pertemuan 1 | Menganalisis sumber bunyi dan medium perambatan bunyi melalui percobaan sederhana. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 20 menit | Peserta didik mengucapkan salam, berdoa bersama, dan mengecek kehadiran. Guru menyajikan video singkat tentang berbagai suara di lingkungan dan mengajukan pertanyaan pemantik 'Bagaimana suara-suara itu sampai ke telinga kita?'. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu memahami bagaimana bunyi dihasilkan dan merambat. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 20 menit | Peserta didik secara berkelompok mengeksplorasi berbagai benda di kelas yang dapat menghasilkan bunyi (misalnya, memukul meja, memetik penggaris, menggesekkan tangan) dan mendiskusikan apa yang menyebabkan benda tersebut berbunyi. Mereka juga mencoba mendengar suara dari teman melalui berbagai medium (udara, meja, benang) untuk memahami medium perambatan bunyi. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 30 menit | Setiap kelompok melakukan percobaan sederhana untuk membuktikan bahwa bunyi memerlukan medium untuk merambat, misalnya dengan membuat telepon benang atau mendengarkan ketukan melalui meja. Mereka mencatat hasil percobaan dan mengidentifikasi sumber bunyi serta medium perambatannya. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil percobaan dan temuan mereka. Guru memberikan umpan balik dan penguatan tentang konsep sumber bunyi dan medium perambatan. Peserta didik bersama guru menyimpulkan bahwa bunyi dihasilkan oleh getaran dan merambat melalui medium (padat, cair, gas). |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 20 menit | Guru mengajak peserta didik menyanyikan lagu tentang bunyi, memberikan apresiasi atas kerja keras mereka, dan menyampaikan materi untuk pertemuan selanjutnya. Pembelajaran diakhiri dengan doa bersama dan ucapan terima kasih. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Project-Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 2 | Mengidentifikasi sifat-sifat bunyi (merambat, dipantulkan, diserap) melalui eksplorasi dan percobaan. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 20 menit | Peserta didik mengucapkan salam dan berdoa. Guru mengulas kembali materi sebelumnya tentang sumber dan perambatan bunyi. Guru menunjukkan gambar ruangan kosong dan ruangan penuh perabotan, lalu bertanya 'Menurut kalian, suara di ruangan mana yang lebih bergema? Mengapa?'. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu mengeksplorasi sifat-sifat bunyi. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 20 menit | Peserta didik menyaksikan demonstrasi guru tentang pemantulan dan penyerapan bunyi menggunakan alat sederhana (misalnya, kotak kardus, kain, cermin). Mereka mengamati bagaimana bunyi berubah saat mengenai berbagai permukaan. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 30 menit | Dalam kelompok, peserta didik merancang percobaan sederhana untuk membuktikan sifat pemantulan dan penyerapan bunyi menggunakan bahan-bahan yang telah disiapkan (misalnya, spons, busa, triplek, kaleng). Mereka mencatat hasil percobaan dan mengidentifikasi bahan-bahan yang memantulkan dan menyerap bunyi dengan baik. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Setiap kelompok mempresentasikan hasil percobaan dan menjelaskan sifat-sifat bunyi yang mereka temukan. Guru memfasilitasi diskusi dan memberikan penguatan tentang pemantulan dan penyerapan bunyi serta contoh penerapannya dalam kehidupan sehari-hari (misalnya, studio musik, bioskop). |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 20 menit | Guru memberikan pujian atas kreativitas dan kerja sama peserta didik. Guru memberikan tantangan untuk memikirkan bagaimana sifat bunyi ini dapat dimanfaatkan. Pembelajaran ditutup dengan refleksi singkat tentang pembelajaran hari ini dan doa. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
Tujuan: Melakukan percobaan untuk mengidentifikasi bahan pemantul dan penyerap bunyi.
Alat & bahan: Kotak kardus bekas, kain tebal, spons, cermin kecil, jam weker/timer, penggaris
Langkah kerja:
- Siapkan kotak kardus dan letakkan jam weker di dalamnya.
- Dengarkan suara jam weker dari luar kotak dan catat kekerasannya (misal: sangat keras, sedang, pelan).
- Tempelkan kain tebal di bagian dalam salah satu sisi kotak, lalu ulangi langkah 2.
- Ganti kain tebal dengan spons, lalu ulangi langkah 2.
- Ganti spons dengan cermin kecil, lalu ulangi langkah 2. Bandingkan hasilnya.
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Apa yang menyebabkan benda dapat berbunyi?
- Apakah bunyi bisa merambat di ruang hampa udara?
- Apa saja bagian telinga yang kamu ketahui?
- Bagaimana cara kita menjaga telinga agar tetap sehat?
Formatif (proses): Observasi kinerja kelompok saat melakukan percobaan, diskusi, dan presentasi.
Sumatif (akhir): Penilaian hasil proyek model sifat bunyi, poster kesehatan telinga, dan tes tertulis.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — rubrik ada di berkas unduhan, kunci jawaban khusus member Paket Lengkap.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Menganalisis sumber bunyi dan medium perambatan bunyi melalui percobaan sederhana. | Sumber bunyi, medium perambatan (padat, cair, gas). | 3 JP | Penalaran Kritis, Kolaborasi |
| 2 | Mengidentifikasi sifat-sifat bunyi (merambat, dipantulkan, diserap) melalui eksplorasi dan percobaan. | Sifat-sifat bunyi: pemantulan, penyerapan. | 3 JP | Penalaran Kritis, Kreativitas |
| 3 | Menjelaskan bagian-bagian telinga dan fungsinya sebagai indra pendengaran. | Bagian-bagian telinga (luar, tengah, dalam) dan fungsinya. | 3 JP | Penalaran Kritis |
| 4 | Merancang dan membuat model sederhana yang menunjukkan salah satu sifat bunyi; Menerapkan cara menjaga kesehatan telinga. | Aplikasi sifat bunyi, kesehatan telinga. | 3 JP | Kreativitas, Kolaborasi |
Bunyi adalah bagian tak terpisahkan dari kehidupan kita. Dari suara kicauan burung di pagi hari hingga musik favorit yang kita dengarkan, bunyi selalu ada di sekitar. Tahukah kamu bagaimana bunyi dihasilkan, bagaimana ia bergerak, dan mengapa kita bisa mendengarnya? Modul ini akan mengajakmu menjelajahi dunia bunyi dan keajaiban telinga kita.
1. Apa Itu Bunyi?
Bunyi adalah energi yang dihasilkan oleh benda yang bergetar. Getaran ini menyebabkan partikel-partikel di sekitarnya ikut bergetar, dan getaran inilah yang merambat sebagai gelombang bunyi. Contohnya, saat kita memukul drum, kulit drum akan bergetar dan menghasilkan bunyi. Semakin kuat getarannya, semakin keras bunyi yang dihasilkan. Tanpa getaran, tidak akan ada bunyi. Jadi, kunci utama bunyi adalah getaran.
2. Bagaimana Bunyi Merambat?
Bunyi memerlukan medium atau perantara untuk merambat. Medium ini bisa berupa zat padat (seperti meja, tanah), zat cair (seperti air), atau gas (seperti udara). Bunyi tidak dapat merambat di ruang hampa udara, seperti di luar angkasa, karena tidak ada partikel untuk digetarkan. Kecepatan rambat bunyi berbeda-beda tergantung mediumnya; bunyi merambat paling cepat di zat padat, kemudian cair, dan paling lambat di udara. Contohnya, kita bisa mendengar kereta api dari jauh dengan menempelkan telinga ke rel.
3. Sifat-Sifat Bunyi: Pemantulan
Salah satu sifat bunyi adalah dapat dipantulkan. Bunyi akan memantul jika mengenai permukaan benda yang keras dan rapat, seperti dinding batu, kaca, atau logam. Contoh pemantulan bunyi adalah gema dan gaung. Gema terjadi jika bunyi dipantulkan seluruhnya oleh dinding pemantul yang jaraknya jauh, sehingga kita mendengar bunyi asli dan bunyi pantul secara terpisah. Gaung terjadi jika bunyi dipantulkan oleh dinding pemantul yang jaraknya dekat, sehingga bunyi pantul bercampur dengan bunyi asli dan membuat suara menjadi tidak jelas.
4. Sifat-Sifat Bunyi: Penyerapan
Selain dipantulkan, bunyi juga dapat diserap. Bunyi akan diserap jika mengenai permukaan benda yang lunak dan berpori, seperti busa, kain tebal, karpet, atau gabus. Benda-benda ini disebut peredam bunyi. Fungsi peredam bunyi adalah untuk mengurangi atau menghilangkan gema dan gaung, sehingga suara terdengar lebih jelas. Contohnya, dinding studio musik dilapisi busa peredam agar suara di dalamnya tidak bocor keluar dan tidak bergema.
5. Bagian-Bagian Telinga
Telinga adalah indra pendengaran kita yang sangat penting. Telinga terbagi menjadi tiga bagian utama: telinga luar, telinga tengah, dan telinga dalam. Telinga luar terdiri dari daun telinga dan saluran telinga. Telinga tengah memiliki gendang telinga dan tiga tulang pendengaran (martil, landasan, sanggurdi). Telinga dalam adalah bagian paling kompleks, berisi rumah siput (koklea) dan saluran setengah lingkaran.
6. Fungsi Telinga dan Proses Mendengar
Setiap bagian telinga memiliki fungsi penting. Daun telinga menangkap gelombang bunyi. Gelombang bunyi ini kemudian masuk melalui saluran telinga dan menggetarkan gendang telinga. Getaran dari gendang telinga diteruskan oleh tiga tulang pendengaran ke rumah siput. Di dalam rumah siput, getaran diubah menjadi sinyal listrik yang kemudian dikirim ke otak melalui saraf pendengaran. Otaklah yang menerjemahkan sinyal ini menjadi suara yang kita dengar.
7. Menjaga Kesehatan Telinga
Menjaga kesehatan telinga sangat penting agar kita dapat mendengar dengan baik sepanjang hidup. Beberapa cara untuk menjaga kesehatan telinga antara lain: membersihkan telinga dengan hati-hati (jangan menggunakan cotton bud terlalu dalam), menghindari suara terlalu keras, menggunakan pelindung telinga jika berada di lingkungan bising, dan segera memeriksakan diri ke dokter jika ada masalah pendengaran. Mendengarkan musik dengan volume yang tidak terlalu tinggi juga sangat dianjurkan.
Rangkuman: Bunyi dihasilkan oleh getaran dan memerlukan medium (padat, cair, atau gas) untuk merambat. Bunyi memiliki sifat dapat dipantulkan oleh benda keras dan diserap oleh benda lunak. Telinga adalah indra pendengaran kita yang terdiri dari telinga luar, tengah, dan dalam, dengan masing-masing bagian memiliki fungsi penting dalam mengubah gelombang bunyi menjadi sinyal yang dapat dipahami otak. Menjaga kesehatan telinga sangat krusial untuk pendengaran yang optimal.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Bunyi | Energi yang dihasilkan oleh getaran benda dan dapat didengar. |
| Medium | Perantara tempat bunyi merambat (padat, cair, atau gas). |
| Gema | Bunyi pantul yang terdengar jelas setelah bunyi asli. |
| Gaung | Bunyi pantul yang bercampur dengan bunyi asli sehingga suara tidak jelas. |
| Peredam Bunyi | Benda yang dapat menyerap bunyi, biasanya lunak dan berpori. |
| Gendang Telinga | Selaput tipis di telinga tengah yang bergetar saat menerima gelombang bunyi. |
| Koklea | Bagian telinga dalam berbentuk rumah siput yang mengubah getaran menjadi sinyal listrik. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Sifat bunyi dan telinga" mata pelajaran IPAS Kelas V ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Bukan Sifat bunyi dan telinga yang Anda cari?Pilih dari peta materi setahun di bawah ini 👇
Materi Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menitPeta Materi IPAS Kelas V Setahun
Urutan mengajarnya, bukan urutan pencarian. Yang sudah ada tinggal diunduh; yang belum, disusun atas nama Anda — sama-sama gratis.
Semester 1 / Ganjil4 dari 4 siap unduh
Di Mana Indonesia Berada?Modul siap unduh · Word + PDF ber-kopMajulah Daerahku!Modul siap unduh · Word + PDF ber-kopHarmoni dalam EkosistemModul siap unduh · Word + PDF ber-kopAir Sumber KehidupanModul siap unduh · Word + PDF ber-kopSemester 2 / Genap1 dari 4 siap unduh
Daerahku yang BersejarahModul siap unduh · Word + PDF ber-kopPerubahan pada DirikuBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisBermain dengan CahayaBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisRamai karena BunyiBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisModul IPAS lain yang sudah tersedia
Sifat cahaya dan bunyiIPAS Kelas V SDMenjelaskan Fenomena Gelombang BunyiIPAS Kelas V SDSifat cahaya dan mataIPAS Kelas V SDSifat-Sifat CahayaIPAS Kelas V SDLihat semua Modul Ajar IPAS Kelas V →📝 Butuh soal ujiannya juga?
Materi Sifat bunyi dan telinga masuk ujian semester IPAS Kelas V. Lihat contoh soal dan kuncinya, lalu rakit paket soalnya — kisi-kisi, naskah, kunci, kartu soal.
Mesin Soal IPAS Kelas V →Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah ini modul ajar IPAS kelas 5 yang saya cari?
Kemungkinan besar ya. Kelas V dan kelas 5 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Sifat bunyi dan telinga pada IPAS SD, Fase C, elemen Pemahaman IPAS.
Modul Sifat bunyi dan telinga ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?
Mengikuti program semester sekolah Anda. Pilih Semester 1 atau 2 saat mengunduh; pilihan itu tercetak di lembar identitas modul Sifat bunyi dan telinga untuk IPAS kelas V.
Apakah modul ajar IPAS materi Sifat bunyi dan telinga ini gratis?
Ya. Modul Sifat bunyi dan telinga untuk kelas V SD dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 18 jam.
Bagaimana cara download modul ajar Sifat bunyi dan telinga ini dalam Word (.docx) dan PDF?
Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas IPAS kelas V ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul IPAS kelas V langsung tersusun atas nama Anda.
Bisakah modul Sifat bunyi dan telinga ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Sifat bunyi dan telinga dapat Anda sesuaikan dengan murid IPAS kelas V di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
Apakah modul ajar IPAS kelas V ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul Sifat bunyi dan telinga ini mengikuti Keputusan Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Nomor 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah, pada Fase C untuk kelas V SD. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi Sifat bunyi dan telinga tercantum di lembar identitasnya.
Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?
Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Sifat bunyi dan telinga untuk IPAS kelas V di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?
Ada. Modul Sifat bunyi dan telinga ini memuat bank soalnya sendiri — 6 pilihan ganda dan 5 uraian (kunci jawabannya khusus member Paket Lengkap), ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh IPAS kelas V SD berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.
Apakah Kaldik, Prota, dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?
Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar Sifat bunyi dan telinga beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap IPAS kelas V berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem) ber-kop sekolah tersedia lewat Paket Modul — bersama Kalender Pendidikan (libur nasional & cuti bersama resmi SKB 3 Menteri sudah tercantum) dan Alokasi Waktu yang menghitung minggu efektifnya otomatis.
Modul IPAS ini cocok untuk SD negeri, swasta, maupun MI?
Ya. Kop, logo, dan nama SD Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Untuk MI, pilih jenjang MI saat mengisi borang: materi Sifat bunyi dan telinga yang sama disusun dalam versi madrasah (Kurikulum Berbasis Cinta, kop Kemenag), dan halaman IPAS MI ada di daftar jenjang lain di bawah.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.