tuntas.orgBuat Modul Ajar →
BerandaModul Ajar SDIPAS › Sifat bunyi dan telinga
SD · Kelas V · Fase C

Modul Ajar IPAS Kelas V
Sifat bunyi dan telinga

Modul ajar IPAS SD kelas V materi Sifat bunyi dan telinga lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Keputusan Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Nomor 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah. Unduh Word + PDF atas nama Anda.

Sampul modul ajar IPAS kelas V materi Sifat bunyi dan telinga
Ringkasan: Bunyi dihasilkan oleh getaran dan memerlukan medium (padat, cair, atau gas) untuk merambat. Bunyi memiliki sifat dapat dipantulkan oleh benda keras dan diserap oleh benda lunak. Telinga adalah indra pendengaran kita yang terdiri dari telinga luar, tengah, dan dalam, dengan masing-masing bagian memiliki fungsi penting dalam mengubah gelombang bunyi menjadi sinyal yang dapat dipahami otak. Menjaga kesehatan telinga sangat krusial untuk pendengaran yang optimal.
Model: Discovery Learning, Project-Based Learning, dan Praktik MandiriDimensi: Penalaran Kritis, Kreativitas, KolaborasiWord + PDF
Buat & Unduh Modul Ini — GRATISIPAS · Sifat bunyi dan telinga · atas nama Anda

1 Capaian Pembelajaran

Rumusan: Peserta didik mengidentifikasi sifat-sifat bunyi dan kaitannya dengan indra pendengaran, serta dapat menerapkan pengetahuan ini dalam kehidupan sehari-hari.

Acuan: Keputusan Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Nomor 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah

Kompetensi awal: Peserta didik mengetahui bahwa bunyi dihasilkan oleh benda yang bergetar dan dapat mendengar berbagai suara di sekitarnya.

Pemahaman bermakna: Memahami sifat-sifat bunyi dan cara kerja telinga membantu kita menghargai bagaimana suara memperkaya pengalaman hidup dan pentingnya menjaga kesehatan indra pendengaran.

Pertanyaan pemantik: Mengapa kita bisa mendengar suara teman memanggil dari kejauhan, tetapi tidak bisa mendengar suara bisikan dari jarak yang sama?

2 Tujuan Pembelajaran

3 Kegiatan Pembelajaran (4 Pertemuan)

Pertemuan 1 — Discovery Learning

Tujuan: Menganalisis sumber bunyi dan medium perambatan bunyi melalui percobaan sederhana.

Kegiatan awal: Peserta didik mengucapkan salam, berdoa bersama, dan mengecek kehadiran. Guru menyajikan video singkat tentang berbagai suara di lingkungan dan mengajukan pertanyaan pemantik 'Bagaimana suara-suara itu sampai ke telinga kita?'. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu memahami bagaimana bunyi dihasilkan dan merambat.

Memahami: Peserta didik secara berkelompok mengeksplorasi berbagai benda di kelas yang dapat menghasilkan bunyi (misalnya, memukul meja, memetik penggaris, menggesekkan tangan) dan mendiskusikan apa yang menyebabkan benda tersebut berbunyi. Mereka juga mencoba mendengar suara dari teman melalui berbagai medium (udara, meja, benang) untuk memahami medium perambatan bunyi.

Mengaplikasi: Setiap kelompok melakukan percobaan sederhana untuk membuktikan bahwa bunyi memerlukan medium untuk merambat, misalnya dengan membuat telepon benang atau mendengarkan ketukan melalui meja. Mereka mencatat hasil percobaan dan mengidentifikasi sumber bunyi serta medium perambatannya.

Merefleksi: Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil percobaan dan temuan mereka. Guru memberikan umpan balik dan penguatan tentang konsep sumber bunyi dan medium perambatan. Peserta didik bersama guru menyimpulkan bahwa bunyi dihasilkan oleh getaran dan merambat melalui medium (padat, cair, gas).

Penutup: Guru mengajak peserta didik menyanyikan lagu tentang bunyi, memberikan apresiasi atas kerja keras mereka, dan menyampaikan materi untuk pertemuan selanjutnya. Pembelajaran diakhiri dengan doa bersama dan ucapan terima kasih.

Pertemuan 2 — Project-Based Learning

Tujuan: Mengidentifikasi sifat-sifat bunyi (merambat, dipantulkan, diserap) melalui eksplorasi dan percobaan.

Kegiatan awal: Peserta didik mengucapkan salam dan berdoa. Guru mengulas kembali materi sebelumnya tentang sumber dan perambatan bunyi. Guru menunjukkan gambar ruangan kosong dan ruangan penuh perabotan, lalu bertanya 'Menurut kalian, suara di ruangan mana yang lebih bergema? Mengapa?'. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu mengeksplorasi sifat-sifat bunyi.

Memahami: Peserta didik menyaksikan demonstrasi guru tentang pemantulan dan penyerapan bunyi menggunakan alat sederhana (misalnya, kotak kardus, kain, cermin). Mereka mengamati bagaimana bunyi berubah saat mengenai berbagai permukaan.

Mengaplikasi: Dalam kelompok, peserta didik merancang percobaan sederhana untuk membuktikan sifat pemantulan dan penyerapan bunyi menggunakan bahan-bahan yang telah disiapkan (misalnya, spons, busa, triplek, kaleng). Mereka mencatat hasil percobaan dan mengidentifikasi bahan-bahan yang memantulkan dan menyerap bunyi dengan baik.

Merefleksi: Setiap kelompok mempresentasikan hasil percobaan dan menjelaskan sifat-sifat bunyi yang mereka temukan. Guru memfasilitasi diskusi dan memberikan penguatan tentang pemantulan dan penyerapan bunyi serta contoh penerapannya dalam kehidupan sehari-hari (misalnya, studio musik, bioskop).

Penutup: Guru memberikan pujian atas kreativitas dan kerja sama peserta didik. Guru memberikan tantangan untuk memikirkan bagaimana sifat bunyi ini dapat dimanfaatkan. Pembelajaran ditutup dengan refleksi singkat tentang pembelajaran hari ini dan doa.

Pertemuan 3 — Inquiry-Based Learning

Tujuan: Menjelaskan bagian-bagian telinga dan fungsinya sebagai indra pendengaran.

Kegiatan awal: Peserta didik mengucapkan salam dan berdoa. Guru bertanya 'Apa yang terjadi jika kita tidak bisa mendengar? Seberapa penting telinga bagi kita?'. Guru menunjukkan model telinga manusia dan menyampaikan tujuan pembelajaran yaitu mengenal bagian-bagian telinga dan fungsinya.

Memahami: Peserta didik mengamati model telinga manusia atau gambar struktur telinga dan mendiskusikan bagian-bagian yang terlihat. Guru menjelaskan secara interaktif fungsi setiap bagian telinga, mulai dari telinga luar hingga koklea, dan bagaimana bunyi diubah menjadi sinyal yang dikirim ke otak.

Mengaplikasi: Peserta didik secara individu atau berpasangan mengisi lembar kerja yang berisi gambar telinga kosong dan diminta untuk melabeli bagian-bagiannya serta menuliskan fungsinya. Mereka juga membuat diagram alur bagaimana bunyi masuk ke telinga hingga kita bisa mendengarnya.

Merefleksi: Peserta didik secara sukarela mempresentasikan hasil label dan diagram alur mereka. Guru mengoreksi dan memberikan klarifikasi jika ada kekeliruan, serta menguatkan pemahaman tentang pentingnya setiap bagian telinga dalam proses pendengaran. Diskusi tentang pentingnya menjaga kesehatan telinga juga dilakukan.

Penutup: Guru mengapresiasi pemahaman peserta didik tentang telinga. Guru memberikan pesan untuk selalu menjaga kebersihan dan kesehatan telinga. Pembelajaran diakhiri dengan doa dan mengingatkan untuk mempersiapkan diri untuk pertemuan berikutnya.

Pertemuan 4 — Project-Based Learning

Tujuan: Merancang dan membuat model sederhana yang menunjukkan salah satu sifat bunyi dan menerapkan cara menjaga kesehatan telinga dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan awal: Peserta didik mengucapkan salam dan berdoa. Guru mengulas singkat materi sebelumnya tentang sifat bunyi dan telinga. Guru memotivasi peserta didik dengan menunjukkan contoh karya model sederhana yang berhubungan dengan bunyi. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu membuat karya dan menyimpulkan pembelajaran.

Memahami: Peserta didik secara berkelompok merencanakan proyek pembuatan model sederhana (misalnya, telepon benang yang dimodifikasi, kotak peredam suara mini, atau alat musik sederhana) yang menunjukkan salah satu sifat bunyi yang telah dipelajari. Mereka juga mendiskusikan cara-cara menjaga kesehatan telinga.

Mengaplikasi: Setiap kelompok membuat model sederhana sesuai dengan rancangan mereka menggunakan bahan-bahan yang tersedia. Setelah selesai, mereka menyiapkan presentasi singkat untuk menjelaskan modelnya, sifat bunyi yang ditunjukkan, dan bagaimana model tersebut bekerja. Mereka juga membuat poster mini tentang cara menjaga kesehatan telinga.

Merefleksi: Setiap kelompok mempresentasikan model dan poster mereka di depan kelas. Guru dan teman-teman memberikan umpan balik konstruktif. Guru memberikan penguatan tentang pentingnya menjaga kesehatan telinga dan mengaitkan semua materi yang telah dipelajari dari pertemuan 1 hingga 4.

Penutup: Guru memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas kreativitas dan kerja keras semua peserta didik. Guru mengajak peserta didik untuk merenungkan apa yang telah mereka pelajari dan bagaimana ilmu ini bisa bermanfaat. Pembelajaran ditutup dengan doa bersama dan ucapan salam penutup yang penuh semangat.

4 Asesmen

Proses (formatif): Observasi kinerja kelompok saat melakukan percobaan, diskusi, dan presentasi.

Akhir (sumatif): Penilaian hasil proyek model sifat bunyi, poster kesehatan telinga, dan tes tertulis.

5 Alur Tujuan Pembelajaran

TujuanMateriAlokasiDimensi
Menganalisis sumber bunyi dan medium perambatan bunyi melalui percobaan sederhana.Sumber bunyi, medium perambatan (padat, cair, gas).3 JPPenalaran Kritis, Kolaborasi
Mengidentifikasi sifat-sifat bunyi (merambat, dipantulkan, diserap) melalui eksplorasi dan percobaan.Sifat-sifat bunyi: pemantulan, penyerapan.3 JPPenalaran Kritis, Kreativitas
Menjelaskan bagian-bagian telinga dan fungsinya sebagai indra pendengaran.Bagian-bagian telinga (luar, tengah, dalam) dan fungsinya.3 JPPenalaran Kritis
Merancang dan membuat model sederhana yang menunjukkan salah satu sifat bunyi; Menerapkan cara menjaga kesehatan telinga.Aplikasi sifat bunyi, kesehatan telinga.3 JPKreativitas, Kolaborasi

6 Bahan Ajar & Ringkasan Materi

Bunyi adalah bagian tak terpisahkan dari kehidupan kita. Dari suara kicauan burung di pagi hari hingga musik favorit yang kita dengarkan, bunyi selalu ada di sekitar. Tahukah kamu bagaimana bunyi dihasilkan, bagaimana ia bergerak, dan mengapa kita bisa mendengarnya? Modul ini akan mengajakmu menjelajahi dunia bunyi dan keajaiban telinga kita.

Apa Itu Bunyi?

Bunyi adalah energi yang dihasilkan oleh benda yang bergetar. Getaran ini menyebabkan partikel-partikel di sekitarnya ikut bergetar, dan getaran inilah yang merambat sebagai gelombang bunyi. Contohnya, saat kita memukul drum, kulit drum akan bergetar dan menghasilkan bunyi. Semakin kuat getarannya, semakin keras bunyi yang dihasilkan. Tanpa getaran, tidak akan ada bunyi. Jadi, kunci utama bunyi adalah getaran.

Bagaimana Bunyi Merambat?

Bunyi memerlukan medium atau perantara untuk merambat. Medium ini bisa berupa zat padat (seperti meja, tanah), zat cair (seperti air), atau gas (seperti udara). Bunyi tidak dapat merambat di ruang hampa udara, seperti di luar angkasa, karena tidak ada partikel untuk digetarkan. Kecepatan rambat bunyi berbeda-beda tergantung mediumnya; bunyi merambat paling cepat di zat padat, kemudian cair, dan paling lambat di udara. Contohnya, kita bisa mendengar kereta api dari jauh dengan menempelkan telinga ke rel.

Sifat-Sifat Bunyi: Pemantulan

Salah satu sifat bunyi adalah dapat dipantulkan. Bunyi akan memantul jika mengenai permukaan benda yang keras dan rapat, seperti dinding batu, kaca, atau logam. Contoh pemantulan bunyi adalah gema dan gaung. Gema terjadi jika bunyi dipantulkan seluruhnya oleh dinding pemantul yang jaraknya jauh, sehingga kita mendengar bunyi asli dan bunyi pantul secara terpisah. Gaung terjadi jika bunyi dipantulkan oleh dinding pemantul yang jaraknya dekat, sehingga bunyi pantul bercampur dengan bunyi asli dan membuat suara menjadi tidak jelas.

Sifat-Sifat Bunyi: Penyerapan

Selain dipantulkan, bunyi juga dapat diserap. Bunyi akan diserap jika mengenai permukaan benda yang lunak dan berpori, seperti busa, kain tebal, karpet, atau gabus. Benda-benda ini disebut peredam bunyi. Fungsi peredam bunyi adalah untuk mengurangi atau menghilangkan gema dan gaung, sehingga suara terdengar lebih jelas. Contohnya, dinding studio musik dilapisi busa peredam agar suara di dalamnya tidak bocor keluar dan tidak bergema.

Bagian-Bagian Telinga

Telinga adalah indra pendengaran kita yang sangat penting. Telinga terbagi menjadi tiga bagian utama: telinga luar, telinga tengah, dan telinga dalam. Telinga luar terdiri dari daun telinga dan saluran telinga. Telinga tengah memiliki gendang telinga dan tiga tulang pendengaran (martil, landasan, sanggurdi). Telinga dalam adalah bagian paling kompleks, berisi rumah siput (koklea) dan saluran setengah lingkaran.

Fungsi Telinga dan Proses Mendengar

Setiap bagian telinga memiliki fungsi penting. Daun telinga menangkap gelombang bunyi. Gelombang bunyi ini kemudian masuk melalui saluran telinga dan menggetarkan gendang telinga. Getaran dari gendang telinga diteruskan oleh tiga tulang pendengaran ke rumah siput. Di dalam rumah siput, getaran diubah menjadi sinyal listrik yang kemudian dikirim ke otak melalui saraf pendengaran. Otaklah yang menerjemahkan sinyal ini menjadi suara yang kita dengar.

Menjaga Kesehatan Telinga

Menjaga kesehatan telinga sangat penting agar kita dapat mendengar dengan baik sepanjang hidup. Beberapa cara untuk menjaga kesehatan telinga antara lain: membersihkan telinga dengan hati-hati (jangan menggunakan cotton bud terlalu dalam), menghindari suara terlalu keras, menggunakan pelindung telinga jika berada di lingkungan bising, dan segera memeriksakan diri ke dokter jika ada masalah pendengaran. Mendengarkan musik dengan volume yang tidak terlalu tinggi juga sangat dianjurkan.

Rangkuman: Bunyi dihasilkan oleh getaran dan memerlukan medium (padat, cair, atau gas) untuk merambat. Bunyi memiliki sifat dapat dipantulkan oleh benda keras dan diserap oleh benda lunak. Telinga adalah indra pendengaran kita yang terdiri dari telinga luar, tengah, dan dalam, dengan masing-masing bagian memiliki fungsi penting dalam mengubah gelombang bunyi menjadi sinyal yang dapat dipahami otak. Menjaga kesehatan telinga sangat krusial untuk pendengaran yang optimal.

7 LKPD — Lembar Kerja Peserta Didik

Tujuan: Melakukan percobaan untuk mengidentifikasi bahan pemantul dan penyerap bunyi.

Alat & bahan: Kotak kardus bekas, kain tebal, spons, cermin kecil, jam weker/timer, penggaris

  1. Siapkan kotak kardus dan letakkan jam weker di dalamnya.
  2. Dengarkan suara jam weker dari luar kotak dan catat kekerasannya (misal: sangat keras, sedang, pelan).
  3. Tempelkan kain tebal di bagian dalam salah satu sisi kotak, lalu ulangi langkah 2.
  4. Ganti kain tebal dengan spons, lalu ulangi langkah 2.
  5. Ganti spons dengan cermin kecil, lalu ulangi langkah 2. Bandingkan hasilnya.

8 Glosarium

BunyiEnergi yang dihasilkan oleh getaran benda dan dapat didengar.
MediumPerantara tempat bunyi merambat (padat, cair, atau gas).
GemaBunyi pantul yang terdengar jelas setelah bunyi asli.
GaungBunyi pantul yang bercampur dengan bunyi asli sehingga suara tidak jelas.
Peredam BunyiBenda yang dapat menyerap bunyi, biasanya lunak dan berpori.
Gendang TelingaSelaput tipis di telinga tengah yang bergetar saat menerima gelombang bunyi.
KokleaBagian telinga dalam berbentuk rumah siput yang mengubah getaran menjadi sinyal listrik.

9 Materi IPAS Terkait

Sifat cahaya dan bunyiIPAS Kelas V SD
Pelajari Sifat cahaya dan bunyi →
Sifat cahaya dan mataIPAS Kelas V SD
Pelajari Sifat cahaya dan mata →
Sifat-Sifat CahayaIPAS Kelas V SD
Pelajari Sifat-Sifat Cahaya →
Bab 1 Indonesiaku akayaIPAS Kelas V SD
Pelajari Bab 1 Indonesiaku akaya →
EkosistemIPAS Kelas V SD
Pelajari Ekosistem →
Letak Geografis IndonesiaIPAS Kelas V SD
Pelajari Letak Geografis Indonesia →

10 Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah modul ajar IPAS Sifat bunyi dan telinga ini gratis?

Ya. Tiga modul ajar gratis tersedia bertahap dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.

Berapa lama modul ini tersusun?

Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul IPAS kelas V langsung tersusun atas nama Anda.

Apakah sesuai kurikulum terbaru?

Ya. Modul mengikuti Keputusan Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Nomor 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah.

Bisakah hasilnya diedit?

Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh, ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.

Buat Modul Ajar Lain — GRATISIsi nama & materi, selesai ±1 menit

tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.