tuntas.orgBuat Modul Ajar →
BerandaModul Ajar SDIPAS › Sifat-Sifat Cahaya
SD · Kelas V · Fase C

Modul Ajar IPAS Kelas V
Sifat-Sifat Cahaya

Modul ajar IPAS SD kelas V materi Sifat-Sifat Cahaya lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Kurikulum Merdeka 2025/2026. Unduh Word + PDF atas nama Anda.

Sampul modul ajar IPAS kelas V materi Sifat-Sifat Cahaya
Ringkasan: Cahaya adalah energi yang merambat lurus, dapat menembus benda bening, dipantulkan, dan dibiaskan. Sifat-sifat ini menjelaskan banyak fenomena alam seperti bayangan, pelangi, dan pantulan di cermin. Pemahaman tentang sifat cahaya sangat penting karena menjadi dasar bagi banyak teknologi yang kita gunakan sehari-hari, dari kacamata hingga kamera.
Model: Discovery Learning + Praktik EksperimenDimensi: penalaran kritis, kreativitas, kolaborasiWord + PDF
Buat & Unduh Modul Ini — GRATISIPAS · Sifat-Sifat Cahaya · atas nama Anda

1 Capaian Pembelajaran

Kompetensi awal: Peserta didik telah mengetahui bahwa cahaya berasal dari sumber tertentu seperti matahari dan lampu.

Pemahaman bermakna: Memahami sifat-sifat cahaya tidak hanya menjelaskan fenomena alam di sekitar kita, tetapi juga membuka wawasan tentang bagaimana teknologi memanfaatkan cahaya dalam kehidupan sehari-hari.

Pertanyaan pemantik: Mengapa kita bisa melihat bayangan kita di cermin, tetapi tidak di dinding?

2 Tujuan Pembelajaran

3 Kegiatan Pembelajaran (3 Pertemuan)

Pertemuan 1 — Discovery Learning

Tujuan: Mengidentifikasi sifat cahaya dapat merambat lurus melalui percobaan sederhana dan menganalisis sifat cahaya dapat menembus benda bening melalui pengamatan.

Kegiatan awal: Guru mengucapkan salam, mengajak berdoa, memeriksa kehadiran, dan melakukan apersepsi dengan bertanya 'Apa yang terjadi jika kita mencoba melihat teman di balik tembok?' Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan pertanyaan pemantik untuk memicu rasa ingin tahu.

Memahami: Peserta didik diajak mengamati video singkat tentang cahaya dan bayangan, lalu berdiskusi tentang apa yang mereka lihat dan kaitannya dengan pengalaman sehari-hari mereka.

Mengaplikasi: Peserta didik dalam kelompok kecil melakukan percobaan sederhana menggunakan senter dan beberapa karton berlubang untuk membuktikan cahaya merambat lurus, serta percobaan dengan senter dan berbagai benda (bening, buram, gelap) untuk melihat benda apa saja yang bisa ditembus cahaya.

Merefleksi: Setiap kelompok mempresentasikan hasil percobaannya, kelompok lain memberikan tanggapan. Guru memberikan penguatan konsep tentang cahaya merambat lurus dan menembus benda bening, serta mengaitkannya dengan fenomena bayangan.

Penutup: Guru bersama peserta didik membuat simpulan tentang sifat cahaya yang telah dipelajari. Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif dan semangat belajar, lalu menyampaikan materi untuk pertemuan berikutnya. Doa penutup.

Pertemuan 2 — Project-Based Learning (Mini Eksperimen)

Tujuan: Mendemonstrasikan sifat cahaya dapat dipantulkan melalui eksperimen dan menjelaskan sifat cahaya dapat dibiaskan melalui percobaan menggunakan air dan pensil.

Kegiatan awal: Guru mengucapkan salam, berdoa, presensi. Guru mengulas kembali materi sebelumnya tentang cahaya merambat lurus dan menembus benda bening. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini dan menanyakan 'Mengapa kita bisa melihat diri kita di cermin?' sebagai pemantik diskusi.

Memahami: Peserta didik mengamati demonstrasi guru tentang pantulan cahaya menggunakan cermin dan senter. Mereka diajak berdiskusi tentang arah pantulan dan bagaimana pantulan itu terjadi, serta mengamati fenomena pensil yang terlihat patah di dalam gelas berisi air.

Mengaplikasi: Dalam kelompok, peserta didik melakukan percobaan memantulkan cahaya dengan berbagai jenis cermin (datar, cembung, cekung) dan mengamati perbedaan pantulannya. Mereka juga melakukan percobaan pembiasan cahaya menggunakan pensil dan gelas berisi air untuk memahami fenomena pembiasan.

Merefleksi: Setiap kelompok mempresentasikan hasil eksperimennya, menjelaskan pengamatan mereka tentang pantulan dan pembiasan cahaya. Guru memberikan umpan balik dan penguatan konsep, mengaitkan dengan penggunaan cermin pada kendaraan atau teleskop.

Penutup: Guru bersama peserta didik merangkum hasil percobaan hari ini. Guru memberikan motivasi dan apresiasi atas kerja sama tim yang baik. Guru menugaskan peserta didik untuk mencari contoh lain penerapan sifat cahaya di rumah. Doa penutup.

Pertemuan 3 — Inquiry-Based Learning + Praktik

Tujuan: Menyimpulkan berbagai sifat cahaya dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan awal: Guru mengucapkan salam, berdoa, presensi. Guru mengajak peserta didik mengingat kembali semua sifat cahaya yang sudah dipelajari melalui tanya jawab singkat. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yaitu membuat rangkuman dan proyek kecil tentang sifat cahaya, serta pertanyaan pemantik 'Bagaimana semua sifat cahaya ini membantu kita dalam kehidupan sehari-hari?'

Memahami: Peserta didik secara individu atau berpasangan diminta untuk membuat peta pikiran atau poster sederhana yang merangkum semua sifat cahaya yang telah mereka pelajari, dilengkapi dengan contoh-contoh dalam kehidupan nyata.

Mengaplikasi: Peserta didik secara berkelompok merancang dan membuat model sederhana yang menunjukkan salah satu sifat cahaya, misalnya periskop sederhana (pantulan) atau kamera lubang jarum (merambat lurus). Mereka juga diminta untuk menjelaskan bagaimana model tersebut bekerja.

Merefleksi: Setiap kelompok mempresentasikan peta pikiran/poster dan model yang telah dibuat. Guru memberikan kesempatan kelompok lain untuk bertanya dan memberikan masukan. Guru memberikan penguatan komprehensif tentang semua sifat cahaya dan mengaitkannya dengan aplikasi teknologi modern.

Penutup: Guru bersama peserta didik menyimpulkan seluruh materi sifat-sifat cahaya. Guru memberikan apresiasi tinggi atas kreativitas dan kerja keras peserta didik, serta mengingatkan pentingnya terus belajar dan bereksplorasi. Guru melakukan evaluasi singkat. Doa penutup.

4 Asesmen

Proses (formatif): Observasi kinerja peserta didik selama percobaan dan diskusi kelompok, serta penilaian terhadap LKPD.

Akhir (sumatif): Penilaian poster/peta pikiran dan model sederhana tentang sifat cahaya, serta tes tertulis.

5 Alur Tujuan Pembelajaran

TujuanMateriAlokasiDimensi
Mengidentifikasi sifat cahaya dapat merambat lurusCahaya merambat lurus2 JPPenalaran Kritis
Menganalisis sifat cahaya dapat menembus benda bening dan dipantulkanCahaya menembus benda bening dan dipantulkan2 JPKreativitas, Kolaborasi
Menjelaskan sifat cahaya dapat dibiaskan dan menyimpulkan berbagai sifat cahayaCahaya dibiaskan dan penerapannya2 JPPenalaran Kritis, Kolaborasi

6 Bahan Ajar & Ringkasan Materi

Cahaya adalah salah satu bentuk energi yang sangat penting dalam kehidupan kita. Tanpa cahaya, dunia akan gelap gulita dan kita tidak bisa melihat apa pun. Cahaya memiliki sifat-sifat unik yang memungkinkannya berinteraksi dengan benda-benda di sekitar kita, menciptakan berbagai fenomena menarik yang sering kita jumpai setiap hari.

Apa itu Cahaya?

Cahaya adalah energi yang berbentuk gelombang elektromagnetik dan dapat terlihat oleh mata manusia. Cahaya berasal dari berbagai sumber, seperti matahari, lampu, api, dan kunang-kunang. Cahaya memungkinkan kita untuk melihat warna, bentuk, dan detail benda di sekitar kita. Kecepatan cahaya sangat tinggi, menjadikannya salah satu fenomena alam tercepat yang kita ketahui.

Cahaya Merambat Lurus

Salah satu sifat dasar cahaya adalah merambat lurus. Ini berarti cahaya bergerak dalam garis lurus dari sumbernya ke segala arah. Kita bisa membuktikan sifat ini dengan mudah. Misalnya, jika kita menggunakan senter di ruangan gelap, cahaya yang keluar akan membentuk garis lurus. Fenomena bayangan juga terjadi karena cahaya merambat lurus, saat benda menghalangi rambatan cahaya, terbentuklah area gelap di belakang benda tersebut.

Cahaya Menembus Benda Bening

Cahaya dapat melewati benda-benda yang transparan atau bening, seperti kaca, air jernih, dan plastik bening. Inilah sebabnya kita bisa melihat objek di balik jendela kaca atau di dalam air. Namun, cahaya tidak dapat menembus benda yang buram atau tidak tembus pandang, seperti tembok, kayu, atau buku. Benda-benda ini akan menghalangi cahaya sepenuhnya.

Cahaya Dapat Dipantulkan (Refleksi)

Ketika cahaya mengenai permukaan suatu benda, cahaya dapat dipantulkan atau dipantulkan kembali. Sifat ini disebut refleksi. Contoh paling mudah adalah saat kita melihat bayangan kita di cermin. Permukaan cermin yang halus dan mengkilap memantulkan cahaya dengan sangat baik. Permukaan benda lain seperti air atau lantai yang mengkilap juga dapat memantulkan cahaya, meskipun tidak sesempurna cermin.

Cahaya Dapat Dibiaskan (Refraksi)

Pembiasan cahaya terjadi ketika cahaya melewati dua medium yang berbeda kerapatannya, seperti dari udara ke air atau dari udara ke kaca. Saat cahaya berpindah medium, kecepatannya berubah, sehingga arah rambatannya sedikit berbelok. Fenomena ini membuat benda yang berada di dalam air terlihat bengkok atau lebih besar dari ukuran sebenarnya, seperti pensil yang terlihat patah di dalam gelas berisi air.

Aplikasi Sifat Cahaya dalam Kehidupan Sehari-hari

Sifat-sifat cahaya ini memiliki banyak aplikasi dalam kehidupan kita. Misalnya, cermin digunakan di rumah, kendaraan, dan salon. Kacamata dan lensa kamera memanfaatkan prinsip pembiasan cahaya untuk membantu kita melihat lebih jelas atau mengambil gambar. Serat optik yang digunakan dalam internet berkecepatan tinggi juga bekerja berdasarkan prinsip pantulan cahaya secara total di dalamnya.

Rangkuman: Cahaya adalah energi yang merambat lurus, dapat menembus benda bening, dipantulkan, dan dibiaskan. Sifat-sifat ini menjelaskan banyak fenomena alam seperti bayangan, pelangi, dan pantulan di cermin. Pemahaman tentang sifat cahaya sangat penting karena menjadi dasar bagi banyak teknologi yang kita gunakan sehari-hari, dari kacamata hingga kamera.

7 LKPD — Lembar Kerja Peserta Didik

Tujuan: Mengamati dan mencatat hasil percobaan untuk membuktikan sifat-sifat cahaya.

Alat & bahan: Senter, 3 lembar karton tebal, penjepit kertas, gelas bening, pensil, cermin datar, cermin cembung, cermin cekung, air, penggaris

  1. Susun tiga lembar karton berlubang kecil sejajar, arahkan senter ke lubang pertama dan amati cahaya yang melewati lubang-lubang tersebut.
  2. Masukkan pensil ke dalam gelas berisi air, amati pensil dari berbagai sudut dan catat apa yang terlihat.
  3. Arahkan senter ke cermin datar, cembung, dan cekung secara bergantian, amati arah pantulan cahaya pada masing-masing cermin.
  4. Catat semua pengamatanmu pada tabel yang tersedia.

8 Glosarium

CahayaEnergi yang dapat terlihat oleh mata manusia.
RefleksiPeristiwa pemantulan cahaya.
RefraksiPeristiwa pembiasan cahaya.
MediumZat perantara rambatan cahaya (misalnya udara, air, kaca).
TransparanBenda yang dapat ditembus cahaya.
BuramBenda yang tidak dapat ditembus cahaya.

9 Materi IPAS Terkait

Sifat cahaya dan bunyiIPAS Kelas V SD
Pelajari Sifat cahaya dan bunyi →
Sifat cahaya dan mataIPAS Kelas V SD
Pelajari Sifat cahaya dan mata →
Melihat Karena CahayaIPAS Kelas V SD
Pelajari Melihat Karena Cahaya →
Sifat bunyi dan telingaIPAS Kelas V SD
Pelajari Sifat bunyi dan telinga →
Unsur-unsur CahayaIPAS Kelas V SD
Pelajari Unsur-unsur Cahaya →
Bab 1 Indonesiaku akayaIPAS Kelas V SD
Pelajari Bab 1 Indonesiaku akaya →

10 Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah modul ajar IPAS Sifat-Sifat Cahaya ini gratis?

Ya. Tiga modul ajar gratis tersedia bertahap dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.

Berapa lama modul ini tersusun?

Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul IPAS kelas V langsung tersusun atas nama Anda.

Apakah sesuai kurikulum terbaru?

Ya. Modul mengikuti Kurikulum Merdeka dengan Pembelajaran Mendalam (Permendikdasmen 13/2025).

Bisakah hasilnya diedit?

Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh, ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.

Buat Modul Ajar Lain — GRATISIsi nama & materi, selesai ±1 menit

tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.