Modul ajar IPAS SD kelas V materi Unsur-unsur Cahaya lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Kurikulum Merdeka 2025/2026. Unduh Word + PDF atas nama Anda.
Kompetensi awal: Peserta didik mengetahui bahwa ada perbedaan warna pada pelangi.
Pemahaman bermakna: Memahami unsur-unsur dan sifat-sifat cahaya penting untuk menjelaskan fenomena alam di sekitar kita, seperti pelangi dan bayangan, serta dasar teknologi optik.
Pertanyaan pemantik: Mengapa kita bisa melihat warna-warni pelangi setelah hujan, padahal cahaya matahari tampak putih?
Tujuan: Mengidentifikasi sifat-sifat cahaya melalui percobaan sederhana.
Kegiatan awal: Guru menyapa peserta didik dengan salam, mengajak berdoa bersama, dan mengecek kehadiran. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu mengidentifikasi sifat-sifat cahaya dan mengajukan pertanyaan pemantik: 'Pernahkah kalian bermain senter di ruangan gelap? Apa yang kalian lihat?'
Memahami: Peserta didik secara berkelompok mengeksplorasi fenomena cahaya dengan senter, cermin, dan air. Mereka mengamati bagaimana cahaya merambat lurus, menembus benda bening, dan membentuk bayangan.
Mengaplikasi: Setiap kelompok melakukan percobaan sederhana untuk mengamati sifat cahaya merambat lurus dan menembus benda bening, kemudian mencatat hasil pengamatan mereka pada lembar kerja yang disediakan.
Merefleksi: Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil pengamatan mereka. Guru memberikan umpan balik, menguatkan konsep, dan memastikan pemahaman awal peserta didik tentang sifat-sifat cahaya.
Penutup: Guru mengajak peserta didik menyimpulkan bersama sifat-sifat cahaya yang telah dipelajari, memberikan apresiasi atas partisipasi aktif, dan memberikan tugas untuk mengamati contoh sifat cahaya di rumah. Pertemuan diakhiri dengan doa.
Tujuan: Menjelaskan proses penguraian cahaya putih menjadi spektrum warna dan menganalisis fenomena pemantulan dan pembiasan cahaya dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan awal: Guru menyapa peserta didik, mengajak berdoa, dan memeriksa kehadiran. Guru mengulas kembali pembelajaran sebelumnya tentang sifat cahaya dan mengaitkannya dengan pertanyaan: 'Mengapa pelangi bisa muncul dengan warna-warni indah?'
Memahami: Peserta didik menonton video pendek tentang pembiasan dan penguraian cahaya. Guru membimbing diskusi untuk memahami konsep pemantulan, pembiasan, dan penguraian cahaya serta kaitannya dengan fenomena alam.
Mengaplikasi: Peserta didik dalam kelompok melakukan percobaan penguraian cahaya menggunakan prisma atau wadah berisi air dan cermin. Mereka juga melakukan percobaan pemantulan dan pembiasan menggunakan cermin datar dan gelas berisi air untuk mengamati perubahan arah cahaya.
Merefleksi: Setiap kelompok berbagi hasil percobaan dan diskusi tentang pemantulan, pembiasan, dan penguraian cahaya. Guru memfasilitasi tanya jawab dan memberikan penjelasan tambahan untuk memperdalam pemahaman.
Penutup: Guru bersama peserta didik membuat rangkuman tentang pemantulan, pembiasan, dan penguraian cahaya. Guru memberikan apresiasi atas kerja keras dan antusiasme peserta didik, serta memberikan tantangan untuk mencari contoh lain di kehidupan sehari-hari. Pertemuan diakhiri dengan doa.
Tujuan: Merancang dan melakukan percobaan sederhana untuk menunjukkan sifat-sifat cahaya serta menyajikan hasil percobaan dan diskusi tentang unsur-unsur cahaya.
Kegiatan awal: Guru menyapa peserta didik, mengajak berdoa, dan memeriksa kehadiran. Guru mengingatkan kembali materi sebelumnya dan menyampaikan bahwa hari ini mereka akan membuat 'mini-proyek' untuk menunjukkan pemahaman mereka tentang sifat-sifat cahaya.
Memahami: Peserta didik secara individu atau berpasangan merancang sebuah percobaan sederhana yang menunjukkan salah satu atau beberapa sifat cahaya (misalnya, membuat periskop sederhana, menunjukkan pembiasan pensil dalam air, atau membuat 'cakram warna Newton').
Mengaplikasi: Peserta didik melaksanakan rancangan percobaan mereka. Mereka mengumpulkan alat dan bahan, melakukan percobaan, dan mendokumentasikan hasilnya dalam bentuk gambar atau catatan singkat.
Merefleksi: Setiap peserta didik atau pasangan mempresentasikan 'mini-proyek' mereka di depan kelas, menjelaskan sifat cahaya yang ditunjukkan, dan menjawab pertanyaan dari teman-teman atau guru. Guru memberikan umpan balik konstruktif.
Penutup: Guru memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas kreativitas dan usaha peserta didik dalam membuat proyek. Guru mengajak peserta didik merangkum seluruh pembelajaran tentang cahaya dan menanyakan 'Apa yang paling menarik dari pelajaran cahaya hari ini?'. Pertemuan diakhiri dengan doa dan motivasi untuk terus belajar.
Proses (formatif): Pengamatan terhadap partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok dan kelengkapan catatan hasil percobaan pada LKPD.
Akhir (sumatif): Penilaian hasil proyek mini tentang sifat-sifat cahaya dan presentasi lisan peserta didik.
| Tujuan | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|
| Mengidentifikasi sifat-sifat cahaya melalui percobaan sederhana. | Sifat-sifat cahaya: merambat lurus, menembus benda bening, dipantulkan, dibiaskan. | 2 JP | Penalaran Kritis |
| Menjelaskan proses penguraian cahaya putih menjadi spektrum warna dan menganalisis fenomena pemantulan dan pembiasan cahaya. | Penguraian cahaya, pemantulan, pembiasan, spektrum warna. | 2 JP | Penalaran Kritis, Kolaborasi |
| Merancang dan melakukan percobaan sederhana untuk menunjukkan sifat-sifat cahaya serta menyajikan hasil percobaan. | Penerapan sifat-sifat cahaya dalam proyek mini dan presentasi. | 2 JP | Kreativitas, Komunikasi |
Cahaya adalah bagian tak terpisahkan dari kehidupan kita. Tanpa cahaya, dunia akan gelap gulita. Kita bisa melihat segala sesuatu di sekitar kita karena adanya cahaya. Mari kita selami lebih dalam tentang cahaya, apa saja unsur-unsurnya, dan bagaimana sifat-sifatnya memengaruhi apa yang kita lihat setiap hari.
Cahaya adalah bentuk energi yang dapat kita lihat. Cahaya bergerak sangat cepat dan merambat dalam bentuk gelombang. Sumber cahaya utama di Bumi adalah Matahari. Selain itu, ada juga sumber cahaya buatan seperti lampu dan api. Cahaya memiliki peran penting dalam kehidupan, misalnya membantu tumbuhan berfotosintesis dan memungkinkan kita melihat serta beraktivitas.
Salah satu sifat dasar cahaya adalah merambat lurus. Ini berarti cahaya selalu bergerak dalam garis lurus dari sumbernya. Kita bisa mengamati sifat ini dengan menyalakan senter di ruangan gelap; berkas cahayanya akan terlihat lurus. Sifat ini juga menjelaskan mengapa bayangan terbentuk. Ketika ada benda yang menghalangi jalur cahaya yang merambat lurus, maka akan terbentuk bayangan di sisi lain benda tersebut.
Cahaya dapat menembus benda-benda yang bening atau transparan, seperti kaca bening, air jernih, atau plastik bening. Inilah mengapa kita bisa melihat ke luar jendela melalui kaca. Namun, cahaya tidak dapat menembus benda yang gelap atau buram seperti tembok, kayu, atau buku. Benda-benda buram ini akan memblokir cahaya dan membentuk bayangan.
Cahaya dapat dipantulkan atau memantul ketika mengenai permukaan suatu benda. Contoh paling jelas adalah ketika kita bercermin, kita bisa melihat bayangan kita sendiri karena cahaya memantul dari permukaan cermin ke mata kita. Permukaan yang halus dan mengilap seperti cermin atau permukaan air yang tenang akan memantulkan cahaya dengan baik dan teratur.
Pembiasan adalah peristiwa pembelokan arah rambat cahaya ketika cahaya melewati dua medium yang berbeda kerapatannya, seperti dari udara ke air atau sebaliknya. Contohnya, pensil yang dimasukkan ke dalam gelas berisi air akan terlihat patah atau bengkok. Ini terjadi karena kecepatan cahaya berubah saat berpindah dari udara ke air, menyebabkan arahnya sedikit berbelok.
Cahaya putih, seperti cahaya matahari, sebenarnya terdiri dari berbagai warna. Ketika cahaya putih melewati prisma atau tetesan air, cahaya tersebut akan terurai menjadi warna-warna pelangi (merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, ungu). Fenomena ini disebut dispersi cahaya. Pelangi adalah contoh paling indah dari penguraian cahaya matahari oleh tetesan air hujan.
Rangkuman: Cahaya adalah energi yang memungkinkan kita melihat, memiliki sifat merambat lurus, menembus benda bening, dapat dipantulkan, dibiaskan, dan diuraikan. Sifat-sifat ini menjelaskan berbagai fenomena alam seperti bayangan, pelangi, dan bagaimana kita melihat benda-benda di sekitar. Memahami unsur-unsur cahaya membantu kita mengerti dunia dengan lebih baik.
Tujuan: Mengamati dan mengidentifikasi sifat-sifat cahaya melalui percobaan sederhana.
Alat & bahan: Senter, cermin datar, gelas bening, air, pensil, prisma atau botol air bening, kertas putih, kardus berlubang
| Cahaya | Energi yang dapat terlihat oleh mata dan merambat dalam bentuk gelombang. |
| Refleksi | Pemantulan cahaya ketika mengenai suatu permukaan. |
| Refraksi | Pembiasan atau pembelokan cahaya saat melewati dua medium berbeda. |
| Dispersi | Penguraian cahaya putih menjadi spektrum warna. |
| Spektrum | Rentang warna yang dihasilkan dari penguraian cahaya putih (pelangi). |
| Transparan | Benda yang dapat ditembus cahaya. |
| Bayangan | Area gelap yang terbentuk ketika cahaya dihalangi benda. |
Ya. Tiga modul ajar gratis tersedia bertahap dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul IPAS kelas V langsung tersusun atas nama Anda.
Ya. Modul mengikuti Kurikulum Merdeka dengan Pembelajaran Mendalam (Permendikdasmen 13/2025).
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh, ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.