tuntas.orgBuat Modul Ajar →
BerandaModul Ajar SDIPAS › SIKLUS AIR
SD · Kelas V · Fase C

Modul Ajar IPAS Kelas V
SIKLUS AIR

Modul ajar IPAS SD kelas V materi SIKLUS AIR lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Keputusan Kepala BSKAP Nomor 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah. Unduh Word + PDF atas nama Anda.

Sampul modul ajar IPAS kelas V materi SIKLUS AIR
Ringkasan: Siklus air adalah pergerakan air yang tidak pernah berhenti di Bumi. Dimulai dengan penguapan air dari permukaan oleh panas matahari, membentuk uap air yang naik ke atmosfer. Di ketinggian, uap air mendingin dan mengembun membentuk awan. Ketika awan jenuh, air jatuh sebagai hujan (presipitasi) kembali ke Bumi, lalu terkumpul di sungai, danau, laut, atau meresap ke tanah, siap untuk menguap lagi. Proses ini memastikan ketersediaan air di planet kita.
Model: Project-Based Learning (PjBL) + PraktikDimensi: Penalaran Kritis, Kreativitas, KolaborasiWord + PDF
Buat & Unduh Modul Ini — GRATISIPAS · SIKLUS AIR · atas nama Anda

1 Capaian Pembelajaran

Rumusan: Peserta didik mengidentifikasi dan menjelaskan proses perubahan wujud zat dan siklus air, serta kaitannya dengan fenomena alam dan keberlanjutan kehidupan di Bumi.

Acuan: Keputusan Kepala BSKAP Nomor 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah

Kompetensi awal: Peserta didik sudah mengenal wujud benda (padat, cair, gas) dan beberapa contoh perubahan wujudnya dalam kehidupan sehari-hari.

Pemahaman bermakna: Memahami siklus air membantu kita menyadari bahwa air di Bumi tidak pernah habis, hanya berpindah tempat dan berubah wujud, serta pentingnya menjaga kelestarian air untuk kehidupan.

Pertanyaan pemantik: Mengapa kita tidak pernah kehabisan air meskipun kita menggunakannya setiap hari?

2 Tujuan Pembelajaran

3 Kegiatan Pembelajaran (3 Pertemuan)

Pertemuan 1 — Discovery Learning

Tujuan: Mengidentifikasi tahapan-tahapan siklus air dengan benar.

Kegiatan awal: Guru menyapa, berdoa, memeriksa kehadiran, dan melakukan apersepsi dengan bertanya 'Dari mana asal air hujan?' lalu menyampaikan tujuan pembelajaran dan pertanyaan pemantik untuk menumbuhkan kesadaran belajar.

Memahami: Peserta didik mengamati video animasi tentang siklus air menggunakan interactive flat panel, kemudian secara mandiri atau berpasangan mengidentifikasi tahapan-tahapan yang terlihat.

Mengaplikasi: Peserta didik berdiskusi dalam kelompok kecil untuk mencatat tahapan-tahapan siklus air yang mereka temukan dan memberikan contoh kejadiannya di sekitar mereka.

Merefleksi: Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusinya, kelompok lain memberikan umpan balik, dan guru memberikan penguatan konsep tahapan siklus air.

Penutup: Guru bersama peserta didik membuat kesimpulan tentang tahapan siklus air, memberikan apresiasi atas partisipasi, dan menyampaikan materi untuk pertemuan berikutnya dengan semangat.

Pertemuan 2 — Project-Based Learning (PjBL)

Tujuan: Menjelaskan proses perubahan wujud air yang terjadi pada setiap tahapan siklus air dan membuat model sederhana siklus air.

Kegiatan awal: Guru menyapa, berdoa, memeriksa kehadiran, dan mengulang sedikit materi pertemuan sebelumnya. Guru kemudian menyampaikan tujuan pembelajaran dan memperkenalkan proyek pembuatan model siklus air.

Memahami: Peserta didik secara berkelompok merencanakan pembuatan model siklus air sederhana, mendiskusikan bahan yang akan digunakan (botol bekas, tanah, tanaman kecil, air panas, es batu) dan langkah pembuatannya.

Mengaplikasi: Setiap kelompok membuat model siklus air sederhana di dalam wadah transparan (misalnya botol plastik besar) dengan bimbingan guru, kemudian mengamati perubahan wujud air yang terjadi pada model tersebut.

Merefleksi: Peserta didik mempresentasikan model siklus air yang telah dibuat dan menjelaskan perubahan wujud air (penguapan, pengembunan, presipitasi) yang mereka amati dalam model tersebut. Guru memberikan umpan balik dan penguatan.

Penutup: Guru bersama peserta didik menyimpulkan proses perubahan wujud air dalam siklus air, memberikan apresiasi atas kreativitas, dan menugaskan pengamatan lanjutan terhadap model di rumah.

Pertemuan 3 — Inquiry-Based Learning

Tujuan: Menganalisis dampak siklus air terhadap ketersediaan air bersih dan kehidupan di Bumi.

Kegiatan awal: Guru menyapa, berdoa, memeriksa kehadiran, dan mengajak peserta didik berbagi hasil pengamatan model siklus air di rumah. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan kaitannya dengan kehidupan sehari-hari.

Memahami: Peserta didik membaca artikel singkat atau menonton video tentang pentingnya air bersih dan dampak gangguan siklus air terhadap lingkungan dan kehidupan, menggunakan interactive flat panel.

Mengaplikasi: Dalam kelompok, peserta didik menganalisis dan mendiskusikan mengapa air bersih penting, bagaimana siklus air menjaga ketersediaan air, dan apa yang terjadi jika siklus air terganggu. Mereka membuat poster sederhana berisi pesan menjaga air.

Merefleksi: Setiap kelompok mempresentasikan hasil analisis dan poster mereka, menjelaskan dampak siklus air terhadap kehidupan dan cara menjaga kelestarian air. Guru memberikan penguatan dan kesempatan tanya jawab.

Penutup: Guru bersama peserta didik menyimpulkan pentingnya menjaga siklus air dan ketersediaan air bersih, memberikan apresiasi atas semangat belajar, dan menutup pembelajaran dengan doa dan pesan positif untuk peduli lingkungan.

4 Asesmen

Proses (formatif): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok dan praktik pembuatan model siklus air.

Akhir (sumatif): Penilaian hasil proyek model siklus air dan presentasi kelompok tentang dampak siklus air.

5 Alur Tujuan Pembelajaran

TujuanMateriAlokasiDimensi
Mengidentifikasi tahapan-tahapan siklus airTahapan siklus air (evaporasi, kondensasi, presipitasi, koleksi)2 JPPenalaran Kritis
Menjelaskan proses perubahan wujud air dan membuat modelPerubahan wujud air dalam siklus (menguap, mengembun, jatuh), pembuatan model2 JPKreativitas
Menganalisis dampak siklus airDampak siklus air terhadap ketersediaan air bersih dan kehidupan2 JPKolaborasi

6 Bahan Ajar & Ringkasan Materi

Air adalah salah satu sumber daya paling penting di Bumi. Kita menggunakannya setiap hari untuk minum, mandi, memasak, dan banyak lagi. Tapi pernahkah kamu bertanya, dari mana semua air ini berasal dan mengapa kita tidak pernah kehabisan air? Jawabannya ada pada sebuah proses menakjubkan yang disebut siklus air. Mari kita selami lebih dalam bagaimana air bergerak di planet kita.

Penguapan (Evaporasi)

Siklus air dimulai dengan penguapan atau evaporasi. Ini adalah proses di mana air dari sungai, danau, laut, dan permukaan tanah berubah menjadi uap air karena panas matahari. Bayangkan jika kamu menjemur pakaian basah di bawah sinar matahari, lama-kelamaan pakaian itu akan kering karena airnya menguap. Uap air ini kemudian naik ke atmosfer, menjadi bagian dari udara di atas kita.

Pengembunan (Kondensasi)

Setelah uap air naik ke atmosfer, udara di ketinggian menjadi lebih dingin. Uap air yang dingin ini kemudian berubah kembali menjadi tetesan-tetesan air yang sangat kecil atau kristal es. Proses ini disebut pengembunan atau kondensasi. Tetesan-tetesan air kecil ini berkumpul dan membentuk awan. Semakin banyak uap air yang mengembun, semakin besar dan padat awan tersebut.

Curah Hujan (Presipitasi)

Ketika awan sudah terlalu berat dan tidak mampu menahan tetesan air lagi, air akan jatuh kembali ke Bumi. Proses ini dikenal sebagai curah hujan atau presipitasi. Air yang jatuh bisa berupa hujan, salju, atau bahkan es. Inilah cara air kembali dari atmosfer ke permukaan Bumi, mengisi ulang sumber-sumber air kita dan membasahi tanah.

Koleksi (Runoff dan Infiltrasi)

Setelah air jatuh ke Bumi sebagai hujan, salju, atau es, air itu akan terkumpul di berbagai tempat. Sebagian air akan mengalir di permukaan tanah sebagai aliran permukaan (runoff) menuju sungai, danau, dan laut. Sebagian lainnya akan meresap ke dalam tanah (infiltrasi) menjadi air tanah. Air tanah ini bisa digunakan oleh tumbuhan atau mengalir perlahan ke sungai atau danau, siap untuk menguap lagi dan memulai siklus baru.

Rangkuman: Siklus air adalah pergerakan air yang tidak pernah berhenti di Bumi. Dimulai dengan penguapan air dari permukaan oleh panas matahari, membentuk uap air yang naik ke atmosfer. Di ketinggian, uap air mendingin dan mengembun membentuk awan. Ketika awan jenuh, air jatuh sebagai hujan (presipitasi) kembali ke Bumi, lalu terkumpul di sungai, danau, laut, atau meresap ke tanah, siap untuk menguap lagi. Proses ini memastikan ketersediaan air di planet kita.

7 LKPD — Lembar Kerja Peserta Didik

Tujuan: Mengidentifikasi tahapan dan perubahan wujud air dalam siklus air serta membuat model sederhana.

Alat & bahan: botol plastik besar bekas, tanah, kerikil, tanaman kecil, air, es batu, wadah kaca/plastik transparan, spidol

  1. Siapkan semua alat dan bahan yang diperlukan di meja kelompok.
  2. Buatlah model siklus air sederhana di dalam wadah transparan sesuai petunjuk guru.
  3. Amati apa yang terjadi pada air di dalam model selama 30 menit dan catatlah pengamatanmu.
  4. Diskusikan perubahan wujud air yang terjadi pada setiap tahapan yang kamu amati.

8 Glosarium

EvaporasiProses perubahan air menjadi uap air karena panas.
KondensasiProses perubahan uap air menjadi tetesan air atau es.
PresipitasiJatuhnya air dari atmosfer ke permukaan Bumi (hujan, salju).
KoleksiPengumpulan air di permukaan Bumi setelah presipitasi.
AtmosferLapisan udara yang menyelimuti Bumi.

9 Materi IPAS Terkait

Bab 1 Indonesiaku akayaIPAS Kelas V SD
Pelajari Bab 1 Indonesiaku akaya →
EkosistemIPAS Kelas V SD
Pelajari Ekosistem →
Letak Geografis IndonesiaIPAS Kelas V SD
Pelajari Letak Geografis Indonesia →
Majulah Daerahku ( Pelaku Ekonomi dan Faktor Yang Mempengaruhi Kegiatan Ekonomi)IPAS Kelas V SD
Pelajari Majulah Daerahku ( Pelaku Ekonomi dan Faktor Yang Mempengaruhi Kegiatan Ekonomi) →
Majulah Daerahku ( Proses Kegiatan Ekonomi dan Masalah Kegiatan Ekonomi)IPAS Kelas V SD
Pelajari Majulah Daerahku ( Proses Kegiatan Ekonomi dan Masalah Kegiatan Ekonomi) →
Melihat Karena CahayaIPAS Kelas V SD
Pelajari Melihat Karena Cahaya →

10 Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah modul ajar IPAS SIKLUS AIR ini gratis?

Ya. Tiga modul ajar gratis tersedia bertahap dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.

Berapa lama modul ini tersusun?

Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul IPAS kelas V langsung tersusun atas nama Anda.

Apakah sesuai kurikulum terbaru?

Ya. Modul mengikuti Keputusan Kepala BSKAP Nomor 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah.

Bisakah hasilnya diedit?

Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh, ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.

Buat Modul Ajar Lain — GRATISIsi nama & materi, selesai ±1 menit

tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.