Modul ajar IPAS SD kelas V materi Sistem Pencernaan Manusia lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Keputusan Kepala BSKAP No. 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah. Unduh Word + PDF atas nama Anda.
Rumusan: Peserta didik mengidentifikasi dan menjelaskan bagian tubuh manusia, fungsinya, serta keterkaitannya dengan cara menjaga kesehatan, termasuk sistem pencernaan dan dampaknya pada tubuh.
Acuan: Keputusan Kepala BSKAP No. 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah
Kompetensi awal: Peserta didik mengetahui beberapa organ tubuh manusia dan fungsinya secara umum.
Pemahaman bermakna: Memahami sistem pencernaan manusia membantu kita memilih makanan sehat dan merawat tubuh agar tetap berfungsi optimal, seperti mesin yang dirawat agar tidak mudah rusak.
Pertanyaan pemantik: Mengapa kita harus makan dan apa yang terjadi pada makanan setelah kita telan?
Tujuan: Mengidentifikasi organ-organ penyusun sistem pencernaan manusia dengan tepat.
Kegiatan awal: Guru menyapa, berdoa, memeriksa kehadiran, dan mengajak peserta didik mengingat kembali makanan favorit mereka. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu mengenal organ pencernaan dan menunjukkan pertanyaan pemantik: 'Apa yang terjadi pada makanan setelah kita telan?'
Memahami: Peserta didik mengamati gambar atau video animasi tentang perjalanan makanan dalam tubuh. Mereka berdiskusi dalam kelompok kecil untuk mengidentifikasi organ-organ yang terlibat dan mencatat nama-namanya.
Mengaplikasi: Setiap kelompok mengisi lembar kerja dengan daftar organ pencernaan yang mereka temukan dan mencoba menebak fungsi awalnya berdasarkan pengamatan. Mereka bisa menggunakan buku teks atau sumber digital sederhana untuk verifikasi awal.
Merefleksi: Perwakilan kelompok mempresentasikan daftar organ yang mereka temukan. Guru memberikan umpan balik dan meluruskan pemahaman awal, serta memberikan penguatan tentang pentingnya setiap organ.
Penutup: Guru mengajak peserta didik menyimpulkan organ-organ pencernaan yang telah dipelajari. Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif dan menyampaikan kegiatan untuk pertemuan berikutnya. Doa penutup.
Tujuan: Menjelaskan fungsi masing-masing organ pencernaan manusia dengan benar.
Kegiatan awal: Guru menyapa, berdoa, presensi, dan mengulang kembali organ-organ pencernaan yang telah diidentifikasi. Guru menyampaikan tujuan pertemuan hari ini yaitu memahami fungsi setiap organ dan memantik dengan pertanyaan: 'Mengapa setiap organ pencernaan memiliki bentuk yang berbeda-beda?'
Memahami: Peserta didik diberikan studi kasus sederhana tentang seseorang yang mengalami masalah pencernaan (misalnya, sakit perut setelah makan pedas). Mereka diminta mengaitkan gejala dengan kemungkinan organ yang terganggu dan menduga fungsinya.
Mengaplikasi: Dalam kelompok, peserta didik mencari informasi dari berbagai sumber (buku, internet, modul ajar) untuk menjelaskan fungsi spesifik dari mulut, kerongkongan, lambung, usus halus, usus besar, dan anus. Mereka membuat ringkasan fungsi setiap organ.
Merefleksi: Setiap kelompok mempresentasikan hasil penemuan fungsi organ. Guru memfasilitasi diskusi, memberikan klarifikasi, dan menguatkan pemahaman tentang peran vital setiap organ dalam proses pencernaan.
Penutup: Guru bersama peserta didik menyimpulkan fungsi-fungsi utama organ pencernaan. Guru memberikan pujian atas kerja sama dan hasil belajar, serta mempersiapkan untuk menganalisis proses pencernaan secara keseluruhan di pertemuan selanjutnya. Doa penutup.
Tujuan: Menganalisis proses pencernaan makanan dari mulut hingga pembuangan dengan urut dan logis.
Kegiatan awal: Guru menyapa, berdoa, presensi, dan mengaitkan kembali fungsi organ dengan pertanyaan: 'Bagaimana makanan bisa bergerak dari satu organ ke organ lainnya?' Guru menyampaikan tujuan pembelajaran untuk menganalisis urutan proses pencernaan.
Memahami: Peserta didik secara individu atau berpasangan mengamati video simulasi proses pencernaan makanan. Mereka mencatat setiap tahapan dan perubahan yang terjadi pada makanan di setiap organ.
Mengaplikasi: Peserta didik membuat diagram alur proses pencernaan makanan, dimulai dari mulut hingga anus, lengkap dengan penjelasan singkat tentang apa yang terjadi di setiap tahapan. Mereka bisa menggunakan gambar-gambar kecil atau ikon untuk memperjelas diagram.
Merefleksi: Beberapa peserta didik diminta untuk menjelaskan diagram alur proses pencernaan yang mereka buat. Guru memberikan umpan balik, mengoreksi jika ada kekeliruan, dan menguatkan pemahaman tentang pentingnya urutan dan koordinasi antar organ.
Penutup: Guru menyimpulkan bersama alur proses pencernaan yang benar. Guru mengapresiasi usaha peserta didik dalam menganalisis proses yang kompleks ini dan memotivasi untuk pertemuan berikutnya yang lebih kreatif. Doa penutup.
Tujuan: Menyajikan hasil identifikasi dan analisis sistem pencernaan dalam bentuk model atau diagram.
Kegiatan awal: Guru menyapa, berdoa, presensi, dan mengingatkan kembali tentang organ dan proses pencernaan. Guru menyampaikan tujuan hari ini yaitu membuat proyek model sistem pencernaan dan memantik: 'Bagaimana kita bisa menjelaskan sistem pencernaan ini kepada teman yang belum tahu?'
Memahami: Peserta didik dibagi menjadi kelompok proyek. Setiap kelompok berdiskusi untuk menentukan jenis model atau diagram yang akan dibuat (misalnya, model 3D sederhana dari plastisin/kardus, diagram interaktif, poster besar) dan bahan-bahan yang dibutuhkan.
Mengaplikasi: Setiap kelompok mulai merancang dan membuat model atau diagram sistem pencernaan manusia. Mereka berkolaborasi dalam membagi tugas, mengumpulkan bahan, dan mulai mengerjakan proyek, dengan bimbingan guru. Guru berkeliling memastikan setiap anggota berkontribusi.
Merefleksi: Setiap kelompok menunjukkan progres proyek mereka. Guru memberikan saran dan masukan untuk perbaikan atau penyelesaian proyek. Peserta didik saling memberikan ide dan dukungan antar kelompok.
Penutup: Guru mengapresiasi semangat kerja sama peserta didik dalam membuat proyek. Guru mengingatkan untuk melanjutkan dan menyelesaikan proyek di rumah atau pada waktu luang agar siap dipresentasikan di pertemuan berikutnya. Doa penutup.
Tujuan: Menjelaskan pentingnya menjaga kesehatan sistem pencernaan melalui pola makan dan gaya hidup sehat; Membuat poster kampanye tentang cara menjaga kesehatan sistem pencernaan.
Kegiatan awal: Guru menyapa, berdoa, presensi, dan memotivasi peserta didik untuk presentasi proyek. Guru menyampaikan tujuan terakhir hari ini yaitu mempresentasikan proyek dan memahami pentingnya menjaga kesehatan pencernaan, serta membuat poster kampanye.
Memahami: Setiap kelompok mempresentasikan model atau diagram sistem pencernaan yang telah mereka buat di depan kelas. Mereka menjelaskan organ, fungsi, dan proses pencernaan dengan bantuan model tersebut.
Mengaplikasi: Setelah presentasi, peserta didik berdiskusi tentang kebiasaan makan dan gaya hidup yang memengaruhi kesehatan pencernaan. Setiap kelompok kemudian merancang dan membuat poster kampanye sederhana tentang cara menjaga kesehatan sistem pencernaan.
Merefleksi: Peserta didik saling memberikan umpan balik konstruktif terhadap presentasi dan poster kampanye. Guru menguatkan pentingnya menjaga kesehatan sistem pencernaan dan mengaitkannya dengan pilihan makanan sehari-hari. Guru juga melakukan penilaian produk dan proses.
Penutup: Guru bersama peserta didik menyimpulkan seluruh materi sistem pencernaan dan pentingnya kesehatan. Guru memberikan apresiasi tinggi atas seluruh proses pembelajaran, kreativitas, dan kerja keras peserta didik. Doa penutup. Suasana gembira dan bangga.
Proses (formatif): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok, ketepatan identifikasi organ, kelengkapan diagram alur, dan kerja sama dalam proyek.
Akhir (sumatif): Penilaian hasil proyek model/diagram sistem pencernaan dan poster kampanye, serta tes tertulis untuk mengukur pemahaman konsep.
| Tujuan | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|
| Mengidentifikasi organ-organ penyusun sistem pencernaan manusia. | Organ-organ pencernaan | 2 JP | Penalaran Kritis |
| Menjelaskan fungsi masing-masing organ pencernaan manusia. | Fungsi organ pencernaan | 2 JP | Penalaran Kritis |
| Menganalisis proses pencernaan makanan dari mulut hingga pembuangan. | Proses pencernaan makanan | 2 JP | Penalaran Kritis |
| Menyajikan hasil identifikasi dan analisis serta membuat poster kampanye kesehatan. | Model sistem pencernaan, poster kesehatan | 4 JP | Kreativitas, Kesehatan |
Tubuh kita adalah mesin yang luar biasa! Setiap hari, kita makan berbagai jenis makanan. Tapi, tahukah kamu apa yang terjadi pada makanan itu setelah kita telan? Makanan akan diolah oleh sistem pencernaan kita menjadi energi dan nutrisi yang dibutuhkan tubuh untuk bergerak, berpikir, dan tumbuh. Yuk, kita selami lebih dalam petualangan makanan di dalam tubuh kita!
Proses pencernaan dimulai dari mulut. Di sini, gigi mengunyah makanan menjadi potongan-potongan kecil, lidah membantu membolak-balik makanan, dan air liur mulai mencerna karbohidrat. Kunyahan yang baik sangat penting agar kerja organ selanjutnya lebih ringan. Bayangkan jika kita menelan makanan utuh, pasti sulit dicerna!
Setelah dari mulut, makanan yang sudah halus akan didorong masuk ke kerongkongan. Kerongkongan adalah saluran berbentuk tabung yang panjangnya sekitar 20 cm. Ia memiliki otot-otot yang bergerak secara bergelombang (gerak peristaltik) untuk mendorong makanan menuju lambung, mirip seperti kita memeras pasta gigi dari tubenya.
Lambung adalah organ berbentuk kantung yang kuat. Di sini, makanan dicampur dengan asam lambung dan enzim pencernaan. Asam lambung sangat kuat, bisa membunuh bakteri di makanan dan membantu melunakkan makanan. Makanan akan diaduk-aduk di lambung selama beberapa jam hingga menjadi bubur kental yang disebut kimus.
Dari lambung, kimus masuk ke usus halus, saluran yang panjangnya bisa mencapai 6 meter! Di sinilah sebagian besar penyerapan nutrisi terjadi. Usus halus memiliki dinding yang berlipat-lipat dan banyak jonjot (vili) untuk memperluas area penyerapan. Nutrisi seperti karbohidrat, protein, dan lemak diserap ke dalam darah untuk diedarkan ke seluruh tubuh.
Sisa makanan yang tidak diserap di usus halus akan masuk ke usus besar. Usus besar menyerap air dan elektrolit dari sisa makanan, mengubahnya menjadi feses (tinja) yang lebih padat. Bakteri baik di usus besar juga membantu memecah sisa makanan dan menghasilkan vitamin tertentu yang dibutuhkan tubuh.
Feses yang sudah terbentuk akan disimpan sementara di rektum, bagian akhir dari usus besar. Ketika rektum penuh, kita akan merasa ingin buang air besar. Feses kemudian dikeluarkan dari tubuh melalui anus. Ini adalah tahap terakhir dari proses pencernaan, di mana sisa-sisa yang tidak berguna dibuang.
Sistem pencernaan yang sehat sangat penting agar tubuh kita mendapatkan nutrisi yang cukup dan berfungsi dengan baik. Kita bisa menjaganya dengan makan makanan bergizi seimbang, minum air yang cukup, mengonsumsi serat, menghindari makanan pedas dan berminyak berlebihan, serta berolahraga teratur. Kebiasaan baik ini akan membuat sistem pencernaan kita bahagia!
Rangkuman: Sistem pencernaan manusia adalah serangkaian organ yang bekerja sama untuk mengubah makanan menjadi nutrisi dan energi. Dimulai dari mulut, melalui kerongkongan, lambung, usus halus, usus besar, hingga anus. Setiap organ memiliki peran penting, mulai dari mengunyah, mencerna, menyerap nutrisi, hingga membuang sisa. Menjaga kesehatan sistem pencernaan dengan pola makan dan gaya hidup sehat adalah kunci untuk tubuh yang kuat dan bugar.
Tujuan: Mengidentifikasi organ, menjelaskan fungsi, dan menganalisis proses pencernaan manusia.
Alat & bahan: Pensil warna, spidol, gunting, lem, kertas gambar, plastisin/kardus bekas (opsional)
| Sistem Pencernaan | Serangkaian organ yang mengolah makanan. |
| Enzim | Zat kimia yang mempercepat proses pencernaan. |
| Peristaltik | Gerakan otot bergelombang pada saluran pencernaan. |
| Kimus | Bubur makanan yang keluar dari lambung. |
| Vili | Tonjolan kecil pada dinding usus halus untuk penyerapan. |
| Feses | Sisa makanan yang tidak dicerna dan dibuang. |
Ya. Tiga modul ajar gratis tersedia bertahap dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul IPAS kelas V langsung tersusun atas nama Anda.
Ya. Modul mengikuti Keputusan Kepala BSKAP No. 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah.
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh, ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.