Modul ajar IPAS SD kelas VI materi Bagaimana tubuh kita bergerak lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Kurikulum Merdeka 2025/2026. Unduh Word + PDF atas nama Anda.
Kompetensi awal: Peserta didik sudah mengetahui bagian-bagian utama tubuh manusia secara umum.
Pemahaman bermakna: Memahami bahwa tubuh manusia dapat bergerak karena kerja sama yang kompleks antara tulang, otot, dan sistem saraf, serta pentingnya menjaga kesehatan sistem gerak untuk aktivitas sehari-hari.
Pertanyaan pemantik: Pernahkah kalian berpikir, bagaimana sih tubuh kita bisa bergerak lincah seperti saat bermain sepak bola atau menari?
Tujuan: Mengidentifikasi organ tubuh yang berkaitan dengan sistem gerak manusia (tulang, otot, sendi) dan menjelaskan fungsinya.
Kegiatan awal: Guru menyapa, memimpin doa, memeriksa kehadiran, dan melakukan apersepsi dengan meminta peserta didik memperagakan beberapa gerakan sederhana (melompat, mengangkat tangan). Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu mengidentifikasi organ gerak dan fungsinya, serta menanyakan 'Menurut kalian, apa yang membuat kita bisa bergerak seperti ini?'.
Memahami: Peserta didik mengamati video pendek tentang aktivitas gerak manusia dan bagian tubuh yang terlibat. Mereka berdiskusi dalam kelompok kecil untuk mengidentifikasi bagian-bagian tubuh (tulang, otot, sendi) yang berperan dalam gerakan yang mereka lihat dan rasakan.
Mengaplikasi: Setiap kelompok melakukan eksplorasi pada poster atau torso anatomi tubuh manusia untuk menandai dan memberi nama organ-organ gerak, serta mencatat perkiraan fungsi masing-masing organ pada Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD).
Merefleksi: Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil identifikasi mereka. Guru memberikan umpan balik dan penguatan konsep tentang tulang, otot, dan sendi sebagai organ gerak. Peserta didik mencatat poin penting.
Penutup: Guru bersama peserta didik menyimpulkan organ-organ gerak dan fungsinya. Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif dan memberikan tantangan untuk pertemuan berikutnya: 'Bagaimana organ-organ ini bisa bekerja sama?'. Pertemuan diakhiri dengan doa.
Tujuan: Menganalisis cara kerja otot dan tulang dalam menghasilkan berbagai jenis gerakan serta mengenal peran sistem saraf.
Kegiatan awal: Guru menyapa, berdoa, presensi. Guru mengingatkan kembali materi sebelumnya tentang organ gerak. Guru memutarkan video tentang seorang atlet yang mengalami cedera otot dan sendi, lalu bertanya 'Mengapa atlet ini tidak bisa bergerak seperti biasa? Apa hubungannya dengan otot dan tulang kita?'. Guru menyampaikan tujuan pertemuan hari ini untuk memahami cara kerja otot dan tulang serta peran saraf.
Memahami: Peserta didik dalam kelompok menganalisis studi kasus tentang orang yang mengalami kesulitan gerak. Mereka mencari informasi dari buku paket dan sumber digital tentang mekanisme kerja otot (kontraksi-relaksasi) dan peran tulang sebagai tuas, serta bagaimana sistem saraf memberikan perintah gerakan.
Mengaplikasi: Setiap kelompok melakukan simulasi gerakan lengan menggunakan model sederhana (misalnya, lengan robot dari kardus atau plastisin) untuk menunjukkan bagaimana otot menarik tulang. Mereka juga membuat peta konsep sederhana tentang jalur perintah dari otak ke otot melalui sistem saraf.
Merefleksi: Kelompok mempresentasikan hasil analisis dan simulasi mereka, menjelaskan bagaimana otot, tulang, dan saraf bekerja sama. Guru memberikan klarifikasi dan penguatan, serta membuka sesi tanya jawab untuk memperdalam pemahaman. Guru memberikan apresiasi atas kreativitas kelompok.
Penutup: Guru dan peserta didik merangkum konsep kerja sama sistem gerak dan peran saraf. Guru memberikan tugas untuk mencari ide model sistem gerak sederhana yang akan dibuat pada pertemuan berikutnya. Pertemuan ditutup dengan doa dan semangat untuk pertemuan proyek.
Tujuan: Merancang dan membuat model sederhana sistem gerak manusia serta menyajikan hasil rancangan model tersebut.
Kegiatan awal: Guru menyapa, berdoa, dan memeriksa kehadiran. Guru mengulas kembali pentingnya sistem gerak dan peran saraf. Guru memotivasi peserta didik dengan menyampaikan bahwa hari ini mereka akan menjadi 'insinyur' yang merancang model sistem gerak dan menyampaikan tujuan pertemuan yaitu membuat dan mempresentasikan model.
Memahami: Peserta didik secara berkelompok merencanakan dan mendesain model sistem gerak sederhana (misalnya, model lengan yang bisa digerakkan, model tangan dengan jari yang bisa ditekuk) menggunakan bahan-bahan yang sudah disiapkan atau dibawa dari rumah.
Mengaplikasi: Setiap kelompok mulai membangun model mereka sesuai desain yang telah dibuat. Guru berkeliling memberikan bimbingan dan fasilitasi. Peserta didik berkolaborasi aktif, memecahkan masalah yang muncul selama proses pembuatan model.
Merefleksi: Setiap kelompok mempresentasikan model sistem gerak yang telah mereka buat, menjelaskan bagian-bagiannya, cara kerjanya, dan bagaimana model tersebut merepresentasikan gerakan tubuh manusia. Kelompok lain memberikan pertanyaan dan umpan balik konstruktif. Guru memberikan apresiasi dan penguatan.
Penutup: Guru bersama peserta didik menyimpulkan pembelajaran tentang sistem gerak dan pentingnya merawatnya. Guru memberikan apresiasi tinggi atas kreativitas dan kerja keras peserta didik. Guru memberikan pesan untuk selalu bersyukur atas karunia tubuh yang sehat. Pertemuan ditutup dengan doa dalam suasana gembira dan bangga atas karya yang dihasilkan.
Proses (formatif): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok, saat membuat model, dan saat presentasi.
Akhir (sumatif): Penilaian hasil proyek model sistem gerak dan presentasinya, serta tes tertulis tentang konsep sistem gerak.
| Tujuan | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|
| Mengidentifikasi organ tubuh yang berkaitan dengan sistem gerak manusia (tulang, otot, sendi). | Organ tubuh (tulang, otot, sendi) dan fungsinya. | 3 JP | Kesehatan |
| Menganalisis cara kerja otot dan tulang dalam menghasilkan berbagai jenis gerakan. | Mekanisme kerja otot dan tulang, peran sistem saraf. | 3 JP | Penalaran Kritis |
| Merancang dan membuat model sederhana sistem gerak manusia. | Desain dan pembuatan model sistem gerak. | 3 JP | Kreativitas |
Tubuh kita adalah mesin yang menakjubkan! Setiap hari, kita bergerak, berlari, melompat, dan meraih berbagai benda. Semua itu tidak akan mungkin terjadi tanpa kerja sama yang luar biasa dari berbagai bagian tubuh kita. Mari kita selami lebih dalam bagaimana 'mesin' tubuh kita ini bekerja, khususnya pada bagian yang membuat kita bisa bergerak.
Rangka adalah kumpulan tulang yang membentuk struktur tubuh kita. Bayangkan rangka sebagai tiang-tiang penyangga sebuah bangunan. Tulang-tulang ini tidak hanya menopang tubuh dan memberinya bentuk, tetapi juga melindungi organ-organ vital seperti otak dan jantung. Selain itu, tulang juga menjadi tempat melekatnya otot dan berperan dalam produksi sel darah. Ada sekitar 206 tulang di tubuh orang dewasa, mulai dari tulang tengkorak hingga tulang jari kaki.
Tulang dibagi menjadi beberapa jenis berdasarkan bentuknya, yaitu tulang panjang (seperti tulang paha dan lengan), tulang pipih (seperti tulang rusuk dan tempurung kepala), tulang pendek (seperti tulang pergelangan tangan), dan tulang tidak beraturan (seperti tulang belakang). Setiap jenis tulang memiliki fungsi khusus. Misalnya, tulang panjang berperan sebagai tuas untuk gerakan, sedangkan tulang pipih berfungsi sebagai pelindung dan tempat melekatnya otot yang luas.
Jika rangka adalah pondasi, maka otot adalah 'mesin' yang menggerakkan pondasi tersebut. Otot adalah jaringan dalam tubuh yang memiliki kemampuan untuk berkontraksi (memendek) dan berelaksasi (memanjang). Gerakan ini menghasilkan gaya yang menarik tulang, sehingga tubuh kita bisa bergerak. Ada tiga jenis otot utama: otot lurik (otot rangka yang bisa kita kendalikan), otot polos (bekerja otomatis di organ dalam), dan otot jantung (bekerja otomatis memompa darah).
Sendi adalah tempat bertemunya dua tulang atau lebih. Tanpa sendi, tulang-tulang kita akan kaku dan tidak bisa bergerak. Sendi memungkinkan berbagai jenis gerakan, dari melipat jari hingga memutar lengan. Ada berbagai jenis sendi, seperti sendi engsel (pada siku dan lutut), sendi peluru (pada bahu dan panggul), sendi putar (pada leher), dan sendi pelana (pada ibu jari). Masing-masing sendi memungkinkan rentang gerakan yang berbeda.
Gerakan tubuh kita terjadi karena kerja sama yang harmonis antara otot dan tulang. Otot melekat pada tulang melalui tendon. Ketika otot berkontraksi, ia akan memendek dan menarik tulang tempatnya melekat, menghasilkan gerakan. Otot sering bekerja secara berpasangan (antagonis), misalnya otot bisep dan trisep di lengan. Saat bisep berkontraksi untuk menekuk lengan, trisep akan berelaksasi, dan sebaliknya. Ini memungkinkan gerakan yang halus dan terkontrol.
Semua gerakan yang kita lakukan, baik yang disadari maupun tidak, dikendalikan oleh sistem saraf. Otak dan sumsum tulang belakang adalah pusat kendali sistem saraf. Ketika kita ingin bergerak, otak mengirimkan sinyal melalui saraf ke otot. Sinyal ini 'memerintahkan' otot untuk berkontraksi atau berelaksasi. Tanpa sistem saraf, otot tidak akan tahu kapan harus bergerak, dan tubuh kita tidak akan bisa melakukan apa pun.
Sistem gerak yang sehat sangat penting untuk aktivitas sehari-hari kita. Ada beberapa cara untuk menjaganya, antara lain: mengonsumsi makanan bergizi yang kaya kalsium dan vitamin D (untuk tulang), berolahraga secara teratur (untuk menguatkan otot dan melenturkan sendi), menjaga postur tubuh yang baik, serta menghindari cedera. Dengan merawat sistem gerak, kita bisa terus bergerak aktif dan sehat.
Rangkuman: Tubuh kita bergerak karena kerja sama sistem rangka (tulang sebagai penopang dan pelindung), sistem otot (sebagai penggerak aktif), dan sendi (sebagai penghubung yang memungkinkan gerakan). Semua gerakan ini dikendalikan oleh sistem saraf yang mengirimkan perintah dari otak ke otot. Menjaga kesehatan sistem gerak melalui gizi seimbang dan olahraga teratur sangat penting agar kita tetap bisa bergerak aktif dan lincah.
Tujuan: Mengidentifikasi dan menjelaskan fungsi organ-organ gerak manusia.
Alat & bahan: Poster anatomi tubuh/torso, spidol, pensil warna
| Rangka | Kumpulan tulang yang membentuk struktur tubuh. |
| Otot | Jaringan tubuh yang dapat berkontraksi dan berelaksasi untuk menghasilkan gerakan. |
| Sendi | Tempat bertemunya dua tulang atau lebih, memungkinkan gerakan. |
| Tendon | Jaringan ikat yang menghubungkan otot ke tulang. |
| Kontraksi | Keadaan otot yang memendek dan menegang. |
| Relaksasi | Keadaan otot yang memanjang dan mengendur. |
Ya. Tiga modul ajar gratis tersedia bertahap dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul IPAS kelas VI langsung tersusun atas nama Anda.
Ya. Modul mengikuti Kurikulum Merdeka dengan Pembelajaran Mendalam (Permendikdasmen 13/2025).
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh, ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.