tuntas.orgBuat Modul Ajar →
BerandaModul Ajar SDIPAS › Bagaimana tubuh kita bisa bergerak?
SD · Kelas VI · Fase C

Modul Ajar IPAS Kelas VI
Bagaimana tubuh kita bisa bergerak?

Modul ajar IPAS SD kelas VI materi Bagaimana tubuh kita bisa bergerak? lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Keputusan Kepala BSKAP Nomor 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah. Unduh Word + PDF atas nama Anda.

Sampul modul ajar IPAS kelas VI materi Bagaimana tubuh kita bisa bergerak?
Ringkasan: Sistem gerak manusia terdiri dari tulang sebagai alat gerak pasif, otot sebagai alat gerak aktif, dan sendi sebagai penghubung yang memungkinkan gerakan. Otot bekerja dengan berkontraksi, menarik tulang pada sendi untuk menghasilkan gerakan. Menjaga kesehatan sistem gerak melalui nutrisi seimbang, olahraga teratur, dan posisi tubuh yang benar sangat penting agar kita tetap bisa bergerak lincah dan beraktivitas optimal.
Model: Project-Based Learning (PjBL) + PraktikDimensi: Penalaran Kritis, Kolaborasi, KesehatanWord + PDF
Buat & Unduh Modul Ini — GRATISIPAS · Bagaimana tubuh kita bisa bergerak? · atas nama Anda

1 Capaian Pembelajaran

Rumusan: Peserta didik mengidentifikasi dan menjelaskan berbagai sistem dalam tubuh manusia (sistem gerak, pernapasan, pencernaan, peredaran darah, dan ekskresi) serta fungsinya, dan mampu menghubungkan interaksi antar sistem tersebut dalam menjaga kesehatan dan keberlanjutan hidup.

Acuan: Keputusan Kepala BSKAP Nomor 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah

Kompetensi awal: Peserta didik telah mengetahui beberapa bagian tubuh manusia dan fungsinya secara umum.

Pemahaman bermakna: Memahami sistem gerak pada manusia akan membantu kita menjaga kesehatan tulang dan otot, serta melakukan aktivitas sehari-hari dengan lebih baik dan aman.

Pertanyaan pemantik: Pernahkah kalian berpikir, bagaimana tangan kita bisa mengangkat buku atau kaki kita bisa melompat?

2 Tujuan Pembelajaran

3 Kegiatan Pembelajaran (3 Pertemuan)

Pertemuan 1 — Discovery Learning

Tujuan: Mengidentifikasi bagian-bagian utama rangka manusia dan fungsinya serta menjelaskan peran otot sebagai alat gerak aktif dan cara kerjanya.

Kegiatan awal: Guru menyapa dan mengajak berdoa, memeriksa kehadiran, kemudian menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu memahami bagaimana tubuh kita bergerak. Guru memancing rasa ingin tahu dengan pertanyaan 'Apa yang membuat kita bisa berdiri tegak dan bergerak?'

Memahami: Peserta didik mengamati video animasi tentang rangka dan otot manusia, kemudian berdiskusi kelompok untuk mengidentifikasi bagian-bagian tulang dan otot pada gambar kerangka manusia. Mereka juga mencoba merasakan gerakan pada tubuh mereka sendiri.

Mengaplikasi: Setiap kelompok mengisi LKPD yang berisi daftar bagian-bagian rangka dan otot, kemudian menuliskan fungsi masing-masing serta menjelaskan bagaimana otot menarik tulang untuk bergerak. Mereka juga mempraktikkan beberapa gerakan sederhana untuk merasakan kerja otot dan tulang.

Merefleksi: Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil diskusinya. Guru memberikan umpan balik dan penguatan konsep tentang perbedaan alat gerak pasif (tulang) dan aktif (otot), serta bagaimana keduanya bekerja sama. Peserta didik mencatat poin-poin penting.

Penutup: Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif peserta didik, mengajak mereka merangkum singkat materi, dan memberikan tugas rumah untuk mengamati aktivitas gerak di lingkungan sekitar. Pertemuan diakhiri dengan doa bersama dan pesan untuk selalu menjaga kesehatan.

Pertemuan 2 — Problem Based Learning (PBL)

Tujuan: Menganalisis hubungan antara tulang, sendi, dan otot dalam menghasilkan gerakan serta merancang model sederhana sistem gerak manusia.

Kegiatan awal: Guru menyapa dan mengajak berdoa, memeriksa kehadiran, dan mengulang sedikit materi pertemuan sebelumnya. Guru kemudian menyampaikan bahwa hari ini mereka akan menganalisis lebih dalam bagaimana tulang, sendi, dan otot bekerja sama untuk menghasilkan gerakan dan mulai merancang sebuah model.

Memahami: Peserta didik diberikan studi kasus mengenai seseorang yang mengalami kesulitan bergerak akibat cedera pada sendi atau otot. Mereka berdiskusi dalam kelompok untuk menganalisis bagaimana cedera tersebut mempengaruhi kemampuan gerak dan bagaimana hubungan antara tulang, sendi, dan otot terganggu.

Mengaplikasi: Setiap kelompok mulai merancang model sederhana sistem gerak manusia menggunakan bahan-bahan bekas atau alat peraga sederhana (misalnya, menggunakan stik es krim sebagai tulang, karet sebagai otot, dan paku/kawat sebagai sendi). Mereka harus bisa mendemonstrasikan bagaimana model tersebut dapat bergerak.

Merefleksi: Setiap kelompok mempresentasikan rancangan model mereka dan menjelaskan konsep di baliknya. Guru memberikan masukan konstruktif dan memfasilitasi diskusi antar kelompok untuk saling belajar dan menyempurnakan rancangan. Fokus pada bagaimana model menunjukkan interaksi tulang, sendi, dan otot.

Penutup: Guru memberikan penguatan bahwa semua bagian sistem gerak sangat penting dan harus dijaga. Guru juga mengapresiasi ide-ide kreatif peserta didik. Peserta didik diingatkan untuk membawa bahan-bahan yang mungkin diperlukan untuk menyempurnakan model di pertemuan berikutnya. Doa penutup.

Pertemuan 3 — Project-Based Learning (PjBL)

Tujuan: Menyajikan hasil analisis dan rancangan model sistem gerak manusia serta menyimpulkan pentingnya menjaga kesehatan sistem gerak.

Kegiatan awal: Guru menyapa dan mengajak berdoa, memeriksa kehadiran. Guru mengingatkan tujuan akhir proyek hari ini yaitu menyajikan model sistem gerak dan menyimpulkan pentingnya menjaga kesehatan. Guru memotivasi peserta didik untuk bekerja sama dengan baik.

Memahami: Peserta didik dalam kelompok melanjutkan penyelesaian model sistem gerak mereka, memastikan model dapat bergerak sesuai konsep yang telah dipelajari. Mereka juga menyiapkan presentasi yang menjelaskan fungsi setiap bagian model dan bagaimana model tersebut menggambarkan cara kerja sistem gerak.

Mengaplikasi: Setiap kelompok secara bergiliran menyajikan model sistem gerak mereka di depan kelas. Mereka mendemonstrasikan gerakan model dan menjelaskan prinsip-prinsip yang telah dipelajari. Kelompok lain memberikan pertanyaan dan umpan balik konstruktif. Guru berperan sebagai fasilitator.

Merefleksi: Setelah semua kelompok presentasi, guru memimpin diskusi kelas untuk merangkum hasil pembelajaran dan menarik kesimpulan bersama tentang pentingnya menjaga kesehatan sistem gerak. Peserta didik diajak untuk merefleksikan apa yang mereka pelajari dan bagaimana mereka bisa menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Penutup: Guru memberikan apresiasi tinggi atas kerja keras dan kreativitas semua kelompok. Guru memberikan penguatan tentang cara menjaga kesehatan tulang dan otot (misalnya, olahraga teratur, nutrisi seimbang). Pertemuan diakhiri dengan pesan motivasi untuk terus belajar dan menjaga kesehatan tubuh, serta doa bersama.

4 Asesmen

Proses (formatif): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok, kelengkapan LKPD, dan kemampuan merancang model sistem gerak.

Akhir (sumatif): Penilaian presentasi model sistem gerak dan kuis tertulis tentang fungsi tulang dan otot.

5 Alur Tujuan Pembelajaran

TujuanMateriAlokasiDimensi
Mengidentifikasi bagian-bagian utama rangka manusia dan fungsinya.Rangka manusia, fungsi tulang.2 JPPenalaran Kritis
Menjelaskan peran otot sebagai alat gerak aktif dan cara kerjanya.Otot dan cara kerja otot.2 JPKesehatan
Menganalisis hubungan antara tulang, sendi, dan otot dalam menghasilkan gerakan.Interaksi tulang, sendi, otot.2 JPKolaborasi
Merancang dan menyajikan model sistem gerak manusia.Proyek model sistem gerak.2 JPKreativitas

6 Bahan Ajar & Ringkasan Materi

Tubuh kita adalah mesin yang luar biasa! Setiap hari, kita bergerak tanpa banyak berpikir—berjalan, berlari, melompat, mengangkat benda. Semua gerakan ini dimungkinkan berkat kerja sama yang hebat antara tulang dan otot kita. Mari kita selami lebih dalam bagaimana kedua bagian tubuh ini bekerja sama untuk membuat kita bisa bergerak dengan lincah dan kuat.

Rangka: Fondasi Tubuh Kita

Rangka manusia adalah kumpulan tulang yang membentuk kerangka tubuh kita. Tulang-tulang ini tidak hanya memberi bentuk dan menopang tubuh, tetapi juga melindungi organ-organ penting seperti otak dan jantung. Rangka berfungsi sebagai alat gerak pasif, artinya ia tidak bisa bergerak sendiri. Untuk bergerak, tulang-tulang ini membutuhkan bantuan dari otot. Ada berbagai jenis tulang, mulai dari tulang panjang di kaki dan tangan, tulang pipih di kepala, hingga tulang pendek di pergelangan. Setiap tulang memiliki bentuk dan fungsi unik yang mendukung gerakan dan perlindungan.

Otot: Penggerak Utama

Otot adalah alat gerak aktif pada tubuh kita. Artinya, ototlah yang menghasilkan kekuatan untuk menarik tulang sehingga terjadi gerakan. Otot bekerja dengan cara berkontraksi (memendek) dan berelaksasi (memanjang). Ketika otot berkontraksi, ia menarik tulang yang melekat padanya, menyebabkan tulang bergerak. Otot-otot ini melekat pada tulang melalui jaringan ikat yang kuat yang disebut tendon. Ada tiga jenis otot utama: otot lurik (melekat pada rangka dan bergerak secara sadar), otot polos (bekerja tanpa sadar, seperti di usus), dan otot jantung (hanya ada di jantung dan bekerja tanpa sadar).

Sendi: Titik Putar Gerakan

Gerakan tidak akan mungkin terjadi tanpa sendi. Sendi adalah tempat bertemunya dua tulang atau lebih. Sendi memungkinkan tulang untuk bergerak satu sama lain dengan berbagai cara. Ada sendi yang memungkinkan gerakan luas, seperti sendi putar di bahu yang memungkinkan lengan berputar, atau sendi engsel di lutut yang memungkinkan kaki menekuk dan meluruskan. Ada juga sendi yang hanya memungkinkan sedikit gerakan atau bahkan tidak bergerak sama sekali, seperti sendi di tulang tengkorak. Sendi dilindungi oleh tulang rawan dan cairan sinovial untuk mengurangi gesekan dan memungkinkan gerakan yang mulus.

Mekanisme Kerja Sistem Gerak

Bagaimana tulang, otot, dan sendi bekerja sama? Ketika kita ingin menggerakkan bagian tubuh, otak kita mengirim sinyal ke otot. Otot kemudian berkontraksi, menarik tulang yang terhubung dengannya melalui tendon. Gerakan ini terjadi pada sendi yang berfungsi sebagai poros. Misalnya, saat kita menekuk lengan, otot bisep di bagian depan lengan atas berkontraksi, menarik tulang lengan bawah, dan gerakan terjadi di sendi siku. Otot sering bekerja berpasangan, satu otot berkontraksi dan otot pasangannya berelaksasi, atau sebaliknya, untuk menghasilkan gerakan yang terkoordinasi.

Menjaga Kesehatan Sistem Gerak

Sistem gerak yang sehat sangat penting untuk kehidupan sehari-hari. Kita bisa menjaga kesehatan tulang dan otot dengan beberapa cara. Pertama, makan makanan bergizi yang kaya kalsium dan vitamin D, seperti susu, ikan, dan sayuran hijau, untuk tulang yang kuat. Kedua, berolahraga secara teratur untuk melatih otot dan menjaga kelenturan sendi. Ketiga, hindari kebiasaan buruk seperti mengangkat beban terlalu berat atau posisi duduk yang salah yang dapat merusak tulang belakang. Terakhir, istirahat yang cukup juga membantu otot pulih dan tumbuh.

Rangkuman: Sistem gerak manusia terdiri dari tulang sebagai alat gerak pasif, otot sebagai alat gerak aktif, dan sendi sebagai penghubung yang memungkinkan gerakan. Otot bekerja dengan berkontraksi, menarik tulang pada sendi untuk menghasilkan gerakan. Menjaga kesehatan sistem gerak melalui nutrisi seimbang, olahraga teratur, dan posisi tubuh yang benar sangat penting agar kita tetap bisa bergerak lincah dan beraktivitas optimal.

7 LKPD — Lembar Kerja Peserta Didik

Tujuan: Mengidentifikasi bagian-bagian rangka dan otot serta menjelaskan fungsinya dalam sistem gerak manusia.

Alat & bahan: Gambar kerangka manusia, gambar otot utama, pensil warna, lembar LKPD, alat tulis

  1. Amati gambar kerangka manusia yang disediakan.
  2. Identifikasi dan beri nama bagian-bagian tulang utama pada gambar.
  3. Amati gambar otot utama dan hubungkan dengan tulang yang digerakkan.
  4. Diskusikan dalam kelompok fungsi dari setiap bagian tulang dan otot yang telah diidentifikasi.
  5. Catat hasil diskusi pada tabel yang tersedia.

8 Glosarium

RangkaKumpulan tulang yang membentuk kerangka tubuh.
OtotJaringan dalam tubuh yang dapat berkontraksi untuk menghasilkan gerakan.
SendiTempat bertemunya dua tulang atau lebih.
TendonJaringan ikat yang menghubungkan otot ke tulang.
KontraksiKeadaan otot yang memendek dan menegang.
RelaksasiKeadaan otot yang memanjang dan mengendur.

9 Materi IPAS Terkait

Bagaimana tubuh kita bergerakIPAS Kelas VI SD
Pelajari Bagaimana tubuh kita bergerak →
Listrik dan Magnet di Sekitar KitaIPAS Kelas VI SD
Pelajari Listrik dan Magnet di Sekitar Kita →
Makanan bergiziIPAS Kelas VI SD
Pelajari Makanan bergizi →
Pencernaan manusiaIPAS Kelas VI SD
Pelajari Pencernaan manusia →
Perkembangbiakan Makhluk HidupIPAS Kelas VI SD
Pelajari Perkembangbiakan Makhluk Hidup →
Proklamasi KemerdekaanIPAS Kelas VI SD
Pelajari Proklamasi Kemerdekaan →

10 Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah modul ajar IPAS Bagaimana tubuh kita bisa bergerak? ini gratis?

Ya. Tiga modul ajar gratis tersedia bertahap dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.

Berapa lama modul ini tersusun?

Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul IPAS kelas VI langsung tersusun atas nama Anda.

Apakah sesuai kurikulum terbaru?

Ya. Modul mengikuti Keputusan Kepala BSKAP Nomor 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah.

Bisakah hasilnya diedit?

Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh, ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.

Buat Modul Ajar Lain — GRATISIsi nama & materi, selesai ±1 menit

tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.